cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2006)" : 9 Documents clear
INDEKS PELESTARIAN FUNGSI LINGKUNGAN HIDUP (IPLH): SARANA ALTERNATIF UNTUK MENILAI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERKOTAAN Pamekas, Pamekas
Jurnal Gea Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluating the performance of the urban environmental management in Indonesia is not easy task due to the fact that there is no standard measure that can be utilities for evaluation. The parameters that are employed in urban environmental management are not often complete and sometimes apply to a certain sector only. Clean urban program (Adipura) and clean river program (Prokasih) are the example of this sectoral approach which is not justifiable and impressive result. However, attempts should be made to find a workable way to support decision making processes. This research uses a deterministic dynamics approach to model the dynamic performance of urban environmental management for the town of Majalaya. Results indicates that the urban environmental management program for the town of Majalaya has achieved high degree of performance. However, most other town in Bandung regency are generally need further improvement. Three methods that have been used to study their dynamic behavior may be used to measure the improvement of the urban environment management program. Key word: Performance, Urban Environmental management.
PROFIL TENAGA KERJA INDONESIA DI MALAYSIA Waluya, Bagja
Jurnal Gea Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah ketenagakerjaan di Indonesia bersifat multidimensi, sehingga juga memerlukan cara pemecahan yang multi-dimensi pula. Tidak ada jalan pintas dan sederhana untuk mengatasinya. Hal ini telah menjadi pemicu arus migrasi tenaga kerja Indonesia ke Malaysia secara besar-besaran. Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai pembantu rumah tangga yang umumnya berasal dari Jawa Timur, Lombok dan Flores. Pada kenyataannya, arus migrasi tersebut belumlah dapat memecahkan masalah ketenagakerjaan selama ini. Berbagai pelanggaran HAM telah terjadi. Para buruh rumah tangga migran asal Indonesia sekarang ini memperoleh hanya sedikit perlindungan di bawah undang-undang nasional dan perjanjian bilateral mengenai tenaga kerja. Dengan demikian, pemerintah Malaysia dan Indonesia harus bertindak cepat dan tegas untuk menghargai secara penuh hak dan martabat pekerja rumah tangga migran asal Indonesia. Kesepakatan bilateral mengenai pekerja rumah tangga dan rencana-rencana tentang adanya kerja sama untuk menyediakan layanan bagi keselamatan pekerja dari pelanggaran HAM. Perjanjian ini juga harus melindungi hak-hak pekerja rumah tangga akan kebebasan bergerak dan kebebasan berserikat. Kata kunci: Profil tenaga kerja, pelanggaran HAM.
MOBILITAS TENAGA KERJA INDONESIA DALAM ERA GLOBALISASI Ruhimat, Mamat
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i1.1730

Abstract

Globalisasi yang salah satunya ditandai oleh hadirnya blok-blok perdagangan bebas, pada dasarnya merupakan era kompetisi kualitas tenaga kerja. Era globalisasi akan berdampak positif dan negatif bagi ketenagakerjaan Indonesia. Globalisasi akan berdampak positif dalam arti memberikan peluang kerja bagi tenaga kerja bila tenaga kerja kita telah dipersiapkan untuk menyongsong itu, sebaliknya akan berdampak negatif ketika tenaga kerja kita tidak dipersiapkan untuk menghadapi itu. Globalisasi bagi tenaga kerja yang kualitasnya rendah, hanyalah merupakan era kebingungan saja dan atau menjadi penonton kemajuan pihak asing. Implementasi blok-blok perdagangan bebas, akan menghalalkan masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia. Namun apakah tenaga kerja Indonesia siap bersaing dan menjadi pemain kunci pada kompetisi internasional? Kata kunci: Mobilitas, Tenaga kerja.
TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DALAM PERBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA Supardi, Endang
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i1.1735

Abstract

Di dalam era globalisasi dan liberalisasi perdagangan ini, terjadi berbagai perubahan dalam hampir semua aspek, misalnya dalam aspek politik, sosial budaya, ekonomi, teknologi, hankam, dan hukum. Lingkungan pemanufakturan sebagai salah satu bagian dari aspek ekonomi juga mengalami hal yang sama. Penulis memilih topik TQM dikarenakan dasar pemikirannya sangatlah sederhana, yakni bahwa cara terbaik agar dapat bersaing dan unggul dalam persaingan global adalah dengan menghasilkan kualitas yang terbaik. Untuk menghasilkan kualitas yang terbaik diperlukan upaya perbaikan berkesinambungan terhadap kemampuan manusia, proses, dan lingkungan yaitu dengan menerapkan TQM. Tulisan ini Diharapkan dapat mengubah paradigma bahwa aspek biaya bukan satu-satunya faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses produksi dalam suatu perusahaan, tetapi faktor sumber daya manusia dan keterlibatan serta pemberdayaan karyawan dalam perusahaan lebih penting, karena dapat meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab yang telah diambil, dan juga karyawan akan merasa lebih dihargai oleh perusahaan di mana ia bekerja. Kata kunci: Pemberdayaan, Sumber daya manusia.
PEKERJA ANAK DAN PERMASALAHANNYA Nandi, Nandi
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i1.1731

Abstract

Permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia akan bertambah dengan adanya pengeksploitasian dan keberadaan pekerja anak. Pekerja anak adalah sebuah istilah untuk memperkerjakan anak kecil. Istilah pekerja anak dapat memiliki konotasi pengeksploitasian anak kecil atas tenaga mereka, dengan gaji yang kecil atau pertimbangan bagi perkembangan kepribadian mereka, keamanannya, kesehatan, dan prospek masa depan. Kebanyakan dari para pekerja anak tidak sempat lagi menikmati masa bermain atau bersekolah sebagaimana anak-anak yang lain. Mereka yang belum cukup umur itu, bekerja keras layaknya orang dewasa, baik di sektor formal maupun informal. Upaya penyelamatan masa depan pekerja anak diperlukan model pemecahan yang bersifat holistik-komprehensif. Dari berbagai pendekatan yang bisa dilakukan, diantaranya melalui pendekatan yang bersifat client centered (berpusat pada klien/pekerja anak) yang merupakan pendekatan manajemen kasus. Kata kunci: Pekerja anak, Ketenagakerjaan, Penanggulangan pekerja anak.
ADA APA DENGAN TENAGA KERJA PULAU BAWEAN? Kastolani, Wanjat
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i1.1727

Abstract

Pulau Bawean diketahui memiliki keunikan terutama dalam hal ketenagakerjaan. Penduduk setempat lebih cenderung bekerja di Pulau Jawa, Sumatera bahkan sampai ke Batam, Tanjung Pinang, Singapura, dan Malaysia. Penduduk Pulau Bawean yang melakukan migrasi ke luar (out migration) didorong oleh sejumlah pemenuhan kebutuhan hidup yang belum terpenuhi. Mereka merupakan angkatan kerja yang produktif dan telah berhasil mengatasi berbagai faktor yang merintanginya. Sementara itu, tenaga kerja migran masuk ke pulau ini berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mereka yang melakukan migrasi masuk tersebut mampu menangkap peluang angkatan kerja. Kenyataan menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya fenomena ketenagakerjaan yang ada di Pulau Bawean memiliki karakter yang khas. Struktur kependudukan penduduk setempat dapat menjadi bahan pertimbangan. Oleh karena itu, agar ketenagakerjaan memiliki kontribusi terhadap pengembangan Pulau Bawean yang berkelanjutan perlu didukung dengan kebijakan ketenagakerjaan yang kondusif. Kata Kunci: Tenaga kerja, migrasi keluar, migrasi masuk.
PENGANGGURAN DAN SETENGAH MENGANGGUR DI JAWA BARAT Eridiana, Wahyu
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i1.1732

Abstract

Jawa Barat, saat ini menjadi provinsi yang paling besar jumlah penduduknya di Indonesia. Demikian pula dari segi laju pertumbuhan penduduknya pun tergolong tinggi, karena tidak saja disebabkan oleh pertumbuhan alami, tetapi migrasi dari luar provinsi yang masuk wilayah Jawa Barat cukup besar peranannya. Besarnya jumlah migran masuk ke wilayah Jawa Barat, sebagai akibat dari daerah ini menjadi pusat pembangunan ekonomi yang dimulai beberapa dekade yang lalu hingga kini. Situasi semacam ini mendorong meningkatnya jumlah orang yang masuk usia kerja. Krisis ekonomi yang menjadikan iklim ekonomi kurang menguntungkan, telah menggoyah keseimbangan antara laju kesempatan kerja dengan angkatan kerjanya. Pasca krisis tersebut, orang yang diputus hubungan kerja dan juga orang baru yang memasuki ke pasar kerja terus bertambah jumlahnya, sehingga terjadi surplus tenaga kerja. Golongan ini yang belum terserap lagi dalam dunia kerja di Jawa Barat pada tahun 2004 yang lalu tercatat sebesar 2.046.746 orang atau sebesar 12,3 persennya dari jumlah angkatan kerja. Di samping orang yang menganggur, juga di Jawa Barat orang yang tergolong setengah menganggur jumlahnya lebih besar lagi. Jumlah mereka mencapai 3.628.393 orang atau sebesar 25 persen dari jumlah angkatan kerja. Banyaknya penganggur dan setengah menganggur adalah suatu fenomena ketenagakerjaan di Jawa Barat saat ini. Kata kunci: pengangguran, tenaga kerja.
ETOS KERJA DAN KEGAIRAHAN DALAM KEHIDUPAN PEMBANGUNAN EKONOMI Ridwan, Ita Rustiati
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i1.1728

Abstract

Etos kerja merupakan modal utama dalam pembangunan masyarakat. keberhasilan suatu bangsa membentuk dirinya menjadi bangsa besar dan maju tidak cukup bermodalkan pada kekayaan alamnya tetapi tergantung pada pola kerja bangsa tersebut yang didasari oleh keyakinan yang kuat untuk berhasil. Kemajuan teknologi hanya bisa tercapai apabila terjadi peningkatan produktivitas manusianya, karena manusianya lebih sehat, lebih terampil, lebih terdidik, dan lebih termotivasi untuk bekerja. Etos kerja dan moral yang tinggi akan memfungsikan teknologi tersebut yang akan melahirkan kemudahan bagi manusia untuk memenuhi kebutuhannya, menghasilkan sesuatu yang berguna, efisien, bernilai tambah, meningkatkan mutu kerja, optimalisasi pemanfaatan sumber daya dan mengurangi kerusakan terhadap alam. Mengutamakan etos kerja yang tinggi diikuti dengan kemampuan sumber daya lainnya dalam rangka meningkatkan semangat kerja tentu akan berorientasi kepada peningkatan mutu pembangunan terutama pembangunan ekonomi kita. Oleh karena itu, dalam makalah ini mengangkat tentang etos kerja dan kegairahan dalam kehidupan pembangunan ekonomi, tentunya etos kerja dilihat dari berbagai sudut pandang para ahli dan agama, maupun negara. Kata kunci: Etos kerja, kewirausahaan, pembangunan ekonomi.
PERAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA Setiawan, Iwan
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i1.1733

Abstract

Indonesia sedang dihadapkan pada masalah ketenagakerjaan yang cukup kompleks. Permasalahan tersebut, sebagian merupakan imbas dari krisis ekonomi yang terjadi beberapa waktu lalu yang berakibat pada tingginya angka pengangguran. Masalah lainnya yang dihadapi adalah masalah kualitas tenaga kerja yang rendah, upah, jaminan sosial dan lain-lain. Di tengah rumitnya permasalahan tersebut, sektor pertanian masih memiliki peran yang penting dalam menyerap tenaga kerja yang ada. Kontribusi sektor ini dalam ketenagakerjaan masih sangat tinggi walaupun ada kecenderungan semakin meningkatnya pertambahan tenaga kerja pada sektor industri, jasa dan perdagangan. Kontribusi dari sektor pertanian ternyata tidak diimbangi dengan kebijakan yang sepenuhnya pro terhadap pertanian. Rencana strategis pembangunan pertanian 2004-2009, yang di dalamnya cukup mendukung terhadap upaya pembangunan pertanian, pada kenyataannya setelah beberapa waktu berlangsung, belum banyak menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap petani dan sektor pertanian. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah masih sering bertentangan dengan keinginan petani atau dapat dikatakan merugikan petani. Kenaikan harga pupuk, impor produk pertanian, dan lain-lain merupakan contoh riil dari pertentangan antara petani dan pemerintah. Semua itu, menempatkan sektor pertanian dan petani pada posisi yang marginal. Sektor pertanian menjadi tidak menarik bagi penduduk usia muda, sehingga muncul gejala kekurangan buruh tani di pedesaan. Mereka cenderung lebih tertarik untuk melakukan urbanisasi, sehingga tenaga kerja yang tersisa di pedesaan adalah penduduk usia tua (aging population). Kata kunci: Sektor pertanian, penyerapan tenaga kerja.

Page 1 of 1 | Total Record : 9