GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 2 (2007)"
:
10 Documents
clear
INDUSTRI DENGAN BERBAGAI MASALAH YANG DIHADAPI DI SAAT SEKARANG INI
Pasya, Gurniwan Kamil
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Indonesia University of Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/gea.v7i2.1719
Indonesia sebagai negara yang banyak mengalami berbagai masalah industri seperti lokasi industri yang berada di tengah pemukiman, menggeser lahan pertanian, pencemaran lingkungan, dan pemutusan hubungan kerja, menyebabkan keberadaan industri harus dikaji kembali jangan sampai masalah tersebut terus berlanjut, sehingga bukan keuntungan yang diperoleh melainkan kerugian bagi negara, pengusaha dan masyarakat. Karena itu, penanganan yang serius dari berbagai pihak perlu dilakukan terutama dari pemerintah sendiri seperti amdal yang jelas, pengawasan yang terus dilakukan, dan lokasi tidak mengganggu lahan pertanian yang produktif, terutama lokasi di pinggiran kota. Di samping itu, perlu juga meningkatkan dan melindungi industri rakyat dalam bentuk industri kecil dan kerajinan sebagai warisan budaya bangsa, agar jangan sampai diakui menjadi milik bangsa lain. Begitu pula produk industri diprioritaskan untuk memenuhi kehidupan masyarakat banyak sebelum dilakukan ekspor, sehingga tidak semata-mata keuntungan yang dicari melainkan keuntungan dan kebutuhan masyarakat. Kata kunci : lokasi industri; pencemaran, dan industri rakyat
RELOKASI INDUSTRI DI KABUPATEN BANDUNG
Waluya, Bagja
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Indonesia University of Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/gea.v7i2.1724
Kabupaten Bandung sudah terkenal dengan industri tekstilnya. Selain itu juga berkembang industri garmen sebagai industri lanjutannya dan industri-industri yang tidak berkaitan dengan tekstil lainnya. Peran industri terhadap perekonomian Kabupaten Bandung pun cukup besar, baik terhadap pendapatan daerah maupun ketersediaan lapangan kerja. Perkembangan industri yang membawa berkah dari sudut ekonomi ini, ternyata juga membawa dampak lain. Terhadap lingkungan, industri ini membawa dampak negatif misalnya terhadap persediaan air. Dengan banyaknya industri yang membuat sumur artesis ini, maka laju produksi (discharge) air tanah lebih besar dari laju pengisiannya (recharge). Akibatnya, permukaan air tanah makin lama makin dalam. Untuk mengurangi dampak tersebut salah satunya dengan memindahkan industri (relokasi industri) yang disertai dengan rencana yang matang baik mengenai perkembangan kawasan industri baru, maupun wilayah-wilayah yang seharusnya ditutup untuk industri. Kata kunci: Relokasi, Industri, Water Supply.
INDUSTRI PERTANIAN SEBAGAI LEADING SECTOR PEREKONOMIAN NASIONAL
Hapsah, Siti
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Indonesia University of Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/gea.v7i2.1720
Indonesia mempunyai dasar pertimbangan yang kuat untuk memberikan prioritas pada pembangunan sektor pertanian. Berbagai kasus yang dialami petani Indonesia, menunjukkan pentingnya pembangunan pertanian yang menghasilkan sektor pertanian yang mandiri, sebagai prasyarat untuk mencegah lestarinya ketergantungan pada negara industri dalam hal pangan. Masalah pembangunan pertanian di Indonesia tidak terlepas dari upaya meningkatkan kualitas SDM melalui peningkatan kemampuan para petani agar dapat lebih berperan dalam berbagi proses pembangunan. Pemberdayaan petani, harus dipandang sebagai bagian integral kebijakan nasional. Pembangunan industri pengolahan pertanian menjadi pilihan yang strategis, sehingga nilai tambah hasil pertanian yang besar dapat dinikmati petani, sekaligus meningkatkan produktivitas petani dan menyediakan kesempatan kerja di pedesaan. Supaya kegiatan industrialisasi dapat berkembang dengan baik, maka peranan pemerintah sangat diperlukan dalam memfasilitasi kepentingan petani, Petani dipandang sebagai subjek kebijakan agraria. Pemberdayaan petani, harus bernuansa “gebrakanâ€, dan perlu adanya political will bahkan political commitment dari pemerintah. Kata kunci: Industri pertanian, leading sector.
TAHU SEBAGAI ANDALAN INDUSTRI PARIWISATA DI SUMEDANG
Sungkawa, Dadang
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Indonesia University of Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/gea.v7i2.1725
Bila kita berbicara Kabupaten Sumedang maka yang terlintas dalam pikiran kita adalah tahu Sumedang yang merupakan makanan khas dari kota ini. Setiap orang mulai dari anak - anak hingga orang tua suka dengan tahu sebagai makanan yang banyak mengandung protein. Tahu bisa dimakan bersama nasi atau sebagai makanan cemilan dalam perjalanan di kendaraan atau sebagai oleh - leh apabila dibawa ke rumah atau tempat tujuan. Tahu Sumedang berbeda dengan tahu – tahu yang dibuat di tempat lain di Jawa Barat karena memiliki rasa khas yang empuk, enak, dan gurih. Perbedaan rasa tahu inilah yang menyebabkan Sumedang sebagai kota atau daerah tahu. Perkembangan industri tahu di Sumedang ini berdampak positif terhadap kemajuan ekonomi masyarakat Sumedang. Kata kunci: Industri, Pariwisata.
DAMPAK INDUSTRI TERHADAP LINGKUNGAN DAN SOSIAL
Ridwan, Ita Rustiati
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Indonesia University of Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/gea.v7i2.1716
Industri secara umum adalah kelompok bisnis tertentu yang memiliki teknik dan metode yang sama dalam menghasilkan laba. Karena itu, dampak secara ekonomi lebih dirasakan, pedahal masih terdapat akibat lain yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga merugikan yang jarang diperhatikan. Dalam perencanaan ekonomi dan wilayah urban, kawasan industri adalah penggunaan lahan dan aktivitas ekonomi secara intensif yang berhubungan dengan manufakturisasi dan produksi Berdirinya Industri tentu membawa dampak, baik itu bagi lingkungan hidup mapun lingkungan sosial. Beberapa Dampak tersebut diantaranya seperti mengurangi tingkat pengangguran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar kawasan industri dan lain sebagainya. Bagi kehidupan sosial, industri cenderung membawa dampak positif, tapi bagi lingkungan hidup industri membawa banyak dampak negatif seperti pencemaran air, polusi udara dan lain sebagainya. Selain yang telah disebutkan tadi, dalam lingkungan sosial industri biasanya mendapat tuntutan sosial. Kata kunci: Dampak industri, lingkungan, sosial.
LABEL HALAL DAN KONSUMEN CERDAS DALAM PERDAGANGAN PASAR BEBAS
Yani, Ahmad
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Indonesia University of Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/gea.v7i2.1721
Dunia pasar bebas tidak dapat kita tolak. Suatu saat akan melimpah barang-barang produk luar negeri yang lebih baik, murah dan berkualitas tinggi. Sesaat setelah itu akan kita dengar banyak pabrik nasional yang bangkrut, pengusaha kecil akan menutup usahanya, dan pengangguran akan terjadi di mana-mana. Di pasar bebas, para pengusaha multinasional memainkan arena WTO dengan instrumen jaminan mutu produk dan ramah lingkungan. Bangsa Indonesia dari kalangan pengusaha kecil tentu saja akan kalah bersaing. Satu hal yang dapat memainkan peranan lisensi halal. Jika label itu dapat kita mainkan diduga akan membantu perekonomian dalam negeri. Langkah konkret untuk ke arah itu adalah dibangun fondasi masyarakat konsumen agar peduli terhadap barang yang halal. Cara membangunnya adalah dengan pemberdayaan masyarakat untuk dapat memilih barang yang halal dan baik, serta yang mendukung ekonomi kerakyatan. Kata Kunci: halal, pasar bebas, konsumen cerdas.
DAMPAK PEMBANGUNAN KAWASAN INDUSTRI DI KABUPATEN BEKASI TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN DAN MATA PENCAHARIAN PENDUDUK
Nur, Djakaria M
Jurnal Gea Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Rizki Offset
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Wilayah kabupaten Bekasi yang letaknya berbatasan dengan Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta pada akhir akhir ini mengalami perkembangan pembangunan yang sangat pesat. Berdasarkan kebijakan pemerintah wilayah-wilayah yang berada di sekitar DKI Jakarta seperti Bakasi, Tanggerang, Cilegon dikembangkan sebagai wilayah pusat/kawasan industri. Tidak kurang dari 5.000 Ha di wilayah Kabupaten Bekasi diperuntukan sebagai wilayah kawasan industri. Dengan dijadikan wilayah kawasan industri terebut berdampak terhadap alih fungsi lahan dan sektor usaha/matapencaharian penduduk di wilayah tersebut. Kata kunci: kawasan industri, alih fungsi lahan, mata pencaharian.
PENGEMBANGAN INDUSTRI MEBEL SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERPRESTASI MASYARAKAT PASEH KEBUPATEN SUMEDANG
Kamsori, Mochammad Eryk
Jurnal Gea Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Rizki Offset
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembangunan industri merupakan bagian usaha jangka panjang untuk mengubah struktur ekonomi yang kokoh dan seimbang antara pertanian dan Industri. Pembangunan industri memberikan corak baru bagi kehidupan masyarakat. Dengan adanya industri masyarakat dapat lebih maju dan berkembang. Status proses perubahan ke arah lebih maju harus ditunjang oleh sikap dan perilaku masyarakat untuk menerima perubahan-perubahan yang terjadi. Untuk itu, sumber daya manusia yang berkualitas perlu dipersiapkan. Umumnya etos kerja yang dimiliki masyarakat Indonesia sangat kurang, apalagi didaerah pedesaan yang hanya mengandalkan pada sumber daya alam yang ada. Masyarakat pedesaan mempunyai motivasi berprestasi yang sangat minim, mereka hanya mengerjakan apa yang sudah jadi kebiasaan turun temurun dari orang tua mereka. Kondisi di atas terjadi juga terhadap masyarakat di Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang. Namun begitu pemerintah setempat tidak tinggal diam dan berusaha untuk mengembangkan potensi ekonomi utama yaitu industri kerajinan mebel seperti lemari, kursi, meja dan macam-macam perabot rumah tangga lainnya. Dengan demikian diharapkan masyarakat Paseh Kabupaten Sumedang untuk berkembang. Kata kunci: motivasi, prestasi kerja.
FRANCHISE SEBAGAI SALAH SATU BIDANG USAHA INDUSTRI
Supardi, Endang;
Mulyati, Sri
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Indonesia University of Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/gea.v7i2.1718
Kesuksesan suatu perusahaan tidak selalu berangkat dari barang atau jasa yang spektakuler dan inovatif. Sering kali seorang wirausaha hanya memasuki celah pasar yang kosong dan membuat langkah tepat untuk menyediakan barang atau jasa yang biasa kepada pelanggan yang menerimanya. Franchise memberikan bentuk unik pada kesempatan bisnis, melibatkan pengaturan yang formal dan suatu tatanan hubungan yang memerintahkan cara suatu bisnis harus dijalankan. Perusahaan franchise biasanya memberi sistem (franchisee) tersebut dengan nama, logo, produk, prosedur pengoperasian dan lain-lain. Kita ingin menekankan bahwa franchise telah membuat kepemilikan bisnis memungkinkan bagi siapa saja yang telah dapat memasuki bisnis keluarga, atau dengan kata lain tidak akan pernah melepaskan diri dari pekerjaan yang digaji. Dalam hal ini, franchise telah memberikan sumbangan keberhasilan bagi banyak para wirausaha bidang industri makanan dan minuman. Untuk dapat melaksanakan usaha franchise, terlebih dahulu kita harus mengetahui konsep francise itu sendiri karena usaha ini melibatkan franchisor dan franchisee. Seperti usaha lainnya, franchise memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dipahami oleh franchisor dan franchisee. Kata kunci: Franchise, usaha industri.
PERANAN SEKTOR AGROINDUSTRI DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL
Turniasih, Iis;
Dewi, Nia Kania
Jurnal Gea Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Rizki Offset
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kultur masyarakat Indonesia adalah petani. Akan tetapi, pertumbuhan dan perkembangannya hingga saat ini belum mampu menjadi sektor andalan dalam perekonomian negara. Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya tersebut. Salah satu alternatif pemecahan masalah tersebut adalah dengan mengembangkan sektor pertanian melalui agroindustri. Manajemen industri dalam sektor pertanian sangat diharapkan sebagai upaya percepatan sehingga sektor ini dapat menjadi andalan pendapatan negara, dan yang terpenting adalah mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Kata kunci: agroindustri, pertanian.