cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
EFEKTIVITAS ALAT PENYARING UDARA “TURBO7” DALAM PENURUNAN KADAR DEBU DI LOKASI PENGGILINGAN PADI MILIK IBU SRI, DESA KARANGMANGU, BATURRADEN TAHUN 2016 Wardhani, Alfiana Kusuma; Cahyono, Tri
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.497 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3722

Abstract

Penggilingan padi milik Ibu Sri berdiri sejak tahun 2011, setiap harinya dapat menghasilkan beras sebanyak 3 ton. Hasil pengukuran kadar debu rata-rata 8 jam sebesar 39,64 mg/m3. Hasil tersebut melebihi standar Kepmenkes No.1405 tentang persyaratan debu di ruang industri yang batas maksimalnya sebesar 10 mg/m3 per 8 jam. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik. Hasil dari penelitian ini menjelaskan efektivitas alat tersebut dalam menurunkan kadar debu sebesar 78,83%. Kadar debu sebelum rata-ratanya 94,91 mg/m3, setelah menggunakan alat penyaring udara Turbo7 rata-ratanya 20,1 mg/m3. Berdasarkan uji paired T tes disimpulkan bahwa ada penurunan kadar debu sebelum dengan sesudah, tetapi penurunannya tidak signifikan. Prinsip kerja Turbo7 yakni menyedot udara dan menyaringnya dengan filter di dalam alat tersebut. Media filter yang digunakan adalah kain tile, arang, serta dakron. Penurunan yang terjadi masih belum memenuhi standar Kepmenkes No.1405, oleh karena itu alat ini perlu dievaluasi kembali terutama pada kipas inlet yang daya hisapnya kurang baik. Dapat disimpulkan terjadi penurunan kadar debu sebelum dengan sesudah menggunakan alat Turbo7. Disarankan pada peneliti selanjutnya untuk  mengganti kipas inlet dengan mesin vacuum agar daya hisapnya lebih kuat.
STUDI DESKRIPTIF KADAR DEBU UDARA PADA PENGGILINGAN PADI DAN JAGUNG “SRI REJEKI” DESA BOJONGSARI KECAMATAN BOJONGSARI KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2016 Andiningtyas, Alin; ,, Susiyanti
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.497 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3723

Abstract

Abstrak Pencemaran udara merupakan keadaan tercemarnya udara atmosfer oleh suatu sumber, baik melalui aktifitas manusia maupun alamiah dengan dibebaskannya satu beberapa bahan zat-zat dalam kualitas maupun batas waktu tertentu yang secara karakteristik memiliki kecenderungan menimbulkan ketimpangan susunan atmosfer secara ekologi. Pencemaran udara yang terjadi saat ini sudah menjadi masalah yang serius, dengan akibat yang sangat merugikan bagi lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kadar debu udara pada penggilingan padi dan jagung “Sri Rejeki”. Metode penelitian ini yaitu menganalisis secara deskriptif dengan menggunakan pendekatan observasional untuk membuat gambaran tentang kadar debu pada penggilingan padi dan jagung “Sri Rejeki” Bojongsari pada saat pengukuran. Hasil penelitian didapat dengan cara pengukuran kadar debu udara menggunakan alat pengukur EPAM (Environmental Prticulate Air Monitoring 5000), jenis pengukuran adalah debu total dengan durasi pengukuran selama 15 menit dalam 1 titik pengulangan 3 hari. Pengukuran dilakukan pada 1 titik selama 3 hari didapatkan hasil kadar debu rata-rata sebesar 586,528mg/m3. Standar yang digunakan KEPMENKES RI Nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri. Simpulan dari penelitian ini adalah kadar debu udara pada ruang produksi penggilingan padi dan jagung “Sri Rejeki” sebesar 586,528 mg/ m2. Apabila dibandingkan dengan baku mutu yang ada, maka kadar debu di penggilingan padi dan jagung “Sri Rejeki” diatas Nilai Ambang Batas yang ditetapkan. Pengelola atau pemilik penggilingan padi dan jagung “Sri Rejeki” sebaiknya melakukan perawatan dan pemeliharaan mesin untuk mengurangi kadar debu dari hasil produksi, pada ruang produksi sebaiknya dilengkapi dengan alat scrubbing dan blower (penyedot debu),dan pengelola atau pemilik penggilingan padi sebaiknya menyediakan masker.
EFISIENSI IPAL UNTUK MENURUNKAN KADAR COD (Chemical Oxygen Demand) DI RUMAH SAKIT WIJAYA KUSUMA PURWOKERTO TAHUN 2016 Avefarizqa, Baehaqi; SST, M.Kes, Suparmin
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.497 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3725

Abstract

ABSTRAK Rumah Sakit Wijaya Kusuma Purwokerto adalah rumah sakit tingkat III yang merupakan badan pelaksana fungsi tekhnis kesehatan di Wilayah Korem yang saat ini telah dibuka untuk masyarakat umum dan mempunyai 150 tempat tidur yang setiap harinya rata – rata diisi oleh 120 pasien dengan angka BOR (Bed Occupancy Rate) 80%. Hasil survey pendahuluan pada IPAL bulan November tahun 2015 terdapat permasalahan antara lain COD yang melebihi batas yang ditentukan menurut Perda Jateng No.05 Tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi IPAL dalam menurunkan kadar COD di Rumah Sakit Wijaya Kusuma Purwokerto.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode observasional. Penelitian ini dilakukan dengan mendeskripsikan proses pengolahan limbah cair di Rumah Sakit Wijaya Kusuma Purwokerto, melakukan pengukuran parameter air limbah yang meliputi pH, Suhu, Debit, Kadar COD dan perhitungan efisiensi penurunan COD.Hasil penelitian didapatkan proses pengolahan air limbah yang meliputi bak equalisasi, pretreatment dan interceptor chamber, anoxic chamber, reactor utama, settling chamber. Hasil pengukuran parameter air limbah menunjukan pengelolaan limbah cair di Rumah Sakit Wijaya Kusuma Purwokerto sudah termasuk dalam kategori baik menurut Perda Jawa Tengah No.05 Tahun 2012 namun berdasarkan perhitungan efisiensi IPAL dalam menurunkan kadar COD hanya mencapai 57,65%. Sebaiknya perlu dilakukan perawatan IPAL yang rutin dan melakukan pemantauan parameter umum seperti pH, Suhu, dan debit setiap minggu, sehingga sistem IPAL dapat berfungsi secara maksimal
EFISIENSI FITOREMEDIASITANAMAN BAMBU AIR (EQUISETUM HYEMALE) DALAM MENURUNKAN KADAR BOD DAN COD AIR LIMBAH RUMAH TANGGA DI DESA KRACAK KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Margowati, Destara; Abdullah, Sugeng
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.497 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3726

Abstract

ABSTRAKpenelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi fitoremediasi tanaman bambu air (Equisetum hyemale) untuk menurunkan kadar BOD dan COD limbah rumah tangga di desa Kracak kecamatan Ajibarang kabupaten Banyumas Tahun 2016. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian Pre Eksperiment dengan pendekatan pretest dan post test design, yaitu memberikan perlakuan kemudian dilakukan pengukuran dengan maksud untuk mengetahui efisiensi tanaman bambu air.Hasil penelitian yang telah dilakukan di laboratorium menunjukan bahwa fitoremediasi air limbah rumah tangga dengan menggunakan tanaman bambu air dengan variasi berat 0,5 kg dapat menurunkan kadar BOD dan COD masing-masing sebesar 80,55 % dan 76,35% sedangkan berat tanaman 0,75 kg dapat menurunkan kadar BOD dan COD masing-masing sebesar 86,19%dan 73,69%.Berdasarkan hal tersebut maka fitoremediasi air limbah menggunakan tanaman bambu air dapat menurunkan kadar BOD dan COD baik pada berat tanaman 0,5 kg dan 0,75 kg, walaupun untuk penurunan COD belum mencapai efisiensi removal sebesar 85%. Sebaiknya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan variasi debit dan waktu tinggal.
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH PUSKESMAS CILACAP SELATAN II KABUPATEN CILACAP TAHUN 2016 Ghina, Devi Farah; Anwar, M. Choiroel
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.497 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3727

Abstract

Abstrak Penyakit Demam Berdarah Dengue yang selanjutnya disebut DBD adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan dari seorang penderita kepada orang lain melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tujuan penelitian untuk Mengetahui hubungan antara faktor lingkungan fisik rumah antara lain hubungan tempat penampungan air, keberadaan pakaian menggantung, suhu rumah, kelembaban rumah dan curah hujan dengan kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah puskesmas Cilacap Selatan II Kabupaten Cilacap Tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi analitik observasional desain studi case control. Sampel  kasus adalah semua kasus penderita DBD di wilayah Puskesmas Cilacap Selatan II dari bulan Januari sampai bulan Mei 2016 (30 kasus). Sampel  kontrol adalah tetangga yang tidak menderita DBD dengan kriteria jenis kelamin yang sama dan umur yang tidak jauh berbeda (± 2 bulan) dengan penderita dengan jarak rumah radius ± 100 m (30 kontrol).Hasil penelitian dari 30 penderita, 20 % terdapat TPA, 56,7 % terdapat pakaian menggantung di dalam kamar rumah responden, 80 % suhu memenuhi syarat, 100 % kelembaban rumah memenuhi syarat. Tidak ada hubungan TPA dengan kejadian DBD, tetapi menjadi faktor risiko. Tidak ada hubungan keberadaan pakaian menggantung dengan kejadian DBD dan merupakan faktor risiko. Suhu rumah berhubungan tetapi nilai batas bawah kurang dari 1 dan dianggap tidak ada hubungan. Kelembaban rumah tidak berhubungan dengan kejadian DBD karena semua responden mendapatkan paparan yang sama (konstan). Curah hujan berhubungan dengan kejadian DBD dengan curah hujan tinggi meningkatkan jumlah kasus DBD. Kesimpulan penelitian ini adalah curah hujan berhubungan dengan kejadian DBD karena berpotensi menimbulkan banyak genangan air yang menjadi tempat perindukan nyamuk. Penelitian ini bersifat lemah karena sampel kontrol yang diambil tidak mampu menguatkan kasus.
STUDI DESKRIPTIF KADAR DEBU PADA BAGIAN PRODUKSI PT. MUARA KAYU SENGON DESA KARANGANYAR KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Hastantoro, Dipta; , BE, S.Pd, MHP, Marsum
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.497 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3752

Abstract

AbstrakStudi deskriptif kadar debu pada bagian produksi PT. Muara Kayu Sengon Desa Karanganyar Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas Tahun 2016. Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan sususan (komposisi) udara dari keadaan normalnya seperti debu. PT. Muara Kayu Sengon merupakan penghasil kayu lapis dan berpotensi untuk menimbulkan kontaminasi di udara tempat kerja berupa partikel debu kayu di dalam ruangan saat karyawaan bekerja sehingga mengakibatkan lingkungan menjadi tercemar oleh partikel debu kayu, sehingga kualitas udara menjadi menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar debu di ruang produksi PT. Muara Kayu Sengon.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan crossectional untuk mendapatkan gambaran tentang kadar debu total di ruang produksi PT. Muara Kayu Sengon Banyumas tahun 2016.Pengukuran kadar debu total dilakukan pada 10 titik di ruang produksi PT. Muara Kayu Sengon Banyumas dengan hasil pengukuran rata-rata adalah 20,5824mg/m3, hasil tertinggi di titik 8(H) sebesar 37,632 mg/m3 dan terendah di titik 3(C) sebesar 10,08 mg/m3. Standar yang digunakan adalah Permenakertrans No. 13/Men/X/2011 tentang nilai ambang batas faktor fisik dan faktor kimia di tempat kerja adalah 5 mg/m3 dengan kadar tertinggi diperkenankan 10 mg/m3. Rata-rata pengukuran suhu 35,20C dengan persyaratan 18-300C, kelembaban 75,2% dengan persyaratan 65-95%, laju ventilasi 0,1 m/s dengan persyaratan 0,15-0,25 m/s dan arah angin menunjukkan ke arah selatan. Standar yang digunakan adalah Kepmenkes NO. 1405/Menkes/SK/XI/2002 tentang persyaratan kesehatan lingkungan perkantoran dan industri.Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan hasil rata-rata kadar debu total di ruang produksi melebihi NAB yaitu 20,5824 mg/m3, suhu melebihi standar yaitu 35,20C, laju ventilasi tidak memenuhi standar yaitu 0,1 m/s. Ruang produksi sebaiknya dilengkapi dengan rekayasa alat untuk mengurangi paparan debu.
PENGARUH PEMAKAIAN TALI LEM GETAH NANGKA TERHADAP JUMLAH LALAT TERPERANGKAP DI LABORATORIUM KAMPUS 7 POLTEKKES SEMARANG TAHUN 2016 Qurrota’aini, Inas Fadhilah; Ramlan, Djamaluddin
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.497 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3757

Abstract

AbstrakLalat merupakan salah satu insekta (serangga) yang termasuk ordo diphtera, merupakan species yang berperan dalam masalah kesehatan masyarakat, yaitu sebagai vektor penularan penyakit saluran pencernaan. Pohon nangka selain sebagai makanan, getah pada pohon nangka dapat digunakan sebagai bahan perekat. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan cara pengurangan jumlah lalat secara aman, mudah, murah dan ramah lingkungan. Metode penelitian adalah quacy eksperimen. Penelitian ini menggunakan tali lem getah nangka yang digantungkan pada kubus yang berisi lalat sebanyak 100 ekor lalat pada 4 kubus di Laboratorium Kampus 7 Poltekkes Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan menghitung lalat yang terperangkap pada tali lem getah nangka. Hasil dari penelitian dengan analisis univariat pada tabel bahwa ada pengaruh pemakaian tali lem getah nangka terhadap jumlah lalat terperangkap di laboratorium kampus 7 poltekkes semarang tahun 2016. Simpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pemakaian tali lem getah nangka terhadap jumlah lalat terperangkap di laboratorium kampus 7 poltekkes semarang tahun 2016.
HUBUNGAN JARAK SUMBER PENCEMAR DENGAN KUALITAS MIKROBIOLOGIS AIR SUMUR GALI DI DESA PANGEBATAN, KECAMATAN KARANGLEWAS, KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Intan Risqita, Frisian Lufti; SKM, M.Kes, Dr. M. Choiroel Anwar,
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.497 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3753

Abstract

Abstrak Air yang dikomsumsi masyarakat haruslah bersumber dari mata air yang baik dan bebas dari pencemaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan jarak sumber pencemar dengan kualitas mikrobiologis air sumur gali di Desa Pangebatan Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas Tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode cluster random sampling, keseluruhan sampel yang diambil adalah 34 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan pengukuran. Data dianalisis dengan statistik regresi yaitu menghubungkan jarak sumber pencemar dengan kandungan mikrobiologis (total Coliform) air sumur gali.Hasil pemeriksaan laboratorium diketahui kandungan mikrobiologis air sumur gali di Desa Pangebatan yaitu 34 sampel yang di periksa tidak memenuhi syarat kesehatan sesuai dengan ketentuan Permenkes RI .No: 416/MENKES/PER/IX/1990. Hasil analisis menunjukan nilai sig (0,003) < (0,05) sehingga dapat disimpulkan ada hubungan jarak sumber pencemar dengan kualitas mikrobiologi air sumur gali di Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas Tahun 2016. 
STUDI ANGKA KUMAN HANDLE PINTU DI BAGIAN RUANG PERAWATAN MAWAR KELAS III RSUD PROF. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2016 Prafitri, Indah Rakhmi; SKM., M.Kes, Budi Utomo,
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.497 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3758

Abstract

Abstrak Angka kuman adalah suatu mikroorganisme atau mikroba yang biasanya patogenik. Cara pemeriksaan angka kuman dengan metode usap handle pintu adalah dengan mengamati dan menghitung pertumbuhan koloni pada media PCA setelah di inkubasi selama 2x24 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kuman handle pintu di Ruang Perawatan Mawar Kelas III RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Tahun 2016. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional dengan analisis deskriptif yaitu memeriksa angka kuman pada handle pintu ruang perawatan Mawar kelas III kemudian menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi adanya kuman pada handle pintu di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Tahun 2016. Hasil pemeriksaan angka kuman pada handle pintu ruang kamar 6 1.632,5 kol/cm2, ruang kamar 7 900 kol/cm2, ruang kamar 8 632,5 kol/cm2, ruang isolasi 2 550 kol/cm2, ruang isolasi 3 647,5 kol/cm2. Sehingga didapatkan rata-rata angka kuman pada handle pintu 872,5 kol/cm2. Rata-rata suhu adalah 27,9oC, rata-rata kelembaban adalah 90,6 %, rata-rata pencahayaan adalah 363,64 lux, rata-rata orang yang menggunakan handle pintu adalah 5 orang/jam. Kesimpulan penelitian adalah ruang perawatan mawar kelas III belum sepenuhnya memenuhi syarat dilihat dari kualitas fisik lingkungan. Peneliti menyarankan sebaiknya pihak rumah sakitmelakukan pembersihan terhadap handle pintu yang ada dirumah sakit menggunakan desinfektan dan memperhatikan kondisi lingkungan agar tetap bersih.
STUDI ANGKA KUMAN UDARA DIRUANG OPERASI RUMAH SAKIT WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO TAHUN 2016 Nugraha, Handika Rizki; M.Kes, Suparmin, SST.,
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.497 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3754

Abstract

Abstrak Pasien bedah merupakan pasien yang mempunyai resiko tinggi terjadi infeksi. Infeksi nosokomial paling umum terjadi adalah infeksi luka operasi (ILO). Berdasarkan Kepmenkes 1204/MENKES/SK/X/2004 batas maksimum angka kuman udara pada ruang operasi adalah 10 CFU/m3. Data hasil pengukuran pada tanggal 4 juli 2015 yang dilakukan oleh rumah sakit Wijayakusuma Purwokerto menunjukan bahwa angka kuman udara ruang operasi masih belum memenuhi syarat yaitu dengan rata - rata 130 CFU/m3 (>10 CFU/m3). Ruang operasi perlu pengendalian yang baik yaitu dengan cara desinfeksi ruangan dan menjaga kebersihan ruangan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui jumlah angka kuman udara di ruang operasi rumah sakit Wijayakusuma Purwokerto. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel ruangan yang di ambil yaitu 2 ruangan operasi. Pengumpulan data dengan cara melakukan pemeriksaan dan perhitungan koloni kuman, wawancara dan observasi. Suhu rata-rata pada Ok 1 yaitu 23,40C dan pada Ok 2 yaitu 24,40C. Kelembaban rata- rata pada Ok 1 yaitu 65,2% dan pada Ok 2 yaitu 77,8%. Pencahayaan ruangan pada Ok1 yaitu 152 dan pada Ok 2 yaitu 104, sedangkan pencahayaan meja operasi pada Ok 1 yaitu 1118 Lux dan pada Ok 2 yaitu 839 Lux. Rata – rata angka kuman pada ruang operasi 1 yaitu 4,886.6 CFU/m3,dan pada ruang operasi 2 yaitu 148,683.4 CFU/m3. Jadi setelah dilakukan pemeriksaan angka kuman di ruang OK 1 dan OK 2 belum memenuhi persyaratan angka kuman udara menurut standar angka kuman udara ruang operasi Kepmenkes 1204/MENKES/SK/X/2004. Saran untuk rumah sakit Wijayakusuma Purwokerto Perlunya pengambilan angka kuman udara secara rutin, dan menambahkan jenis alat untuk mendesinfeksi yaitu dengan sinar UV. 

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue