cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
EFEKTIFITAS LAMA PERENDAMAN KELAMBU DAN MERK INSEKTISIDA TERHADAP KEMAMPUAN DAYA BUNUH NYAMUK Anopheles Spp TAHUN 2015 Maharani Cahyaningtiyas; Aris Santjaka
Buletin Keslingmas Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.644 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i4.3039

Abstract

Nyamuk Anopheles Spp merupakan satu-satunya vektor penular penyakit malaria.Upaya pengendalian nyamukAnopheles Spp salah satunya dengan menggunakan insektisida berupa kelambunisasi.Tujuan penelitian inimengetahui pengaruh lama perendaman dan merk insektisida.Jenis penelitian yang dipilih eksperimen dengankualifikasi true experimental design dengan desain penelitian the posttest-only control group design.Uji statistikdigunakan Block Anova kemudian dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Difference).Hasil penelitianmenunjukkan rata-rata kematian nyamuk pada Merk Insektisida B, H, V dan kontrol secara berturut-turut yaitu18,75, 19,25, 18,75 dan 2,75. Rata-rata kematian nyamuk pada lama perendaman 15’, 30’, 45’ dan 60’ secaraberturut-turut yaitu 16,3, 20, 20 dan 19,3 ekor. Hasil signifikasi menunjukan nilai 0,006α (0,05) untuk lamaperendaman sehingga Ho ditolak artinya ada perbedaan lama perendaman dan nilai 0,670α (0,05) untuk MerkInsektisida sehingga Ho diterima artinya tidak ada pengaruh Merk Insektisida terhadap kematian nyamukAnopheles Spp.Hasil penelitian dapat disimpulkan suhu dan kelembaban nyaman untuk nyamuk. Ada perbedaanlama perendaman kelambu yaitu antara lama perendaman 15’,30’,45’ dan 60’ terhadap kematian nyamukAnopheles Spp. Tidak ada perbedaan Merk Insektisida B, H, dan V. Sehingga kemampuan tertinggi daya bunuhnyamuk pada perendaman 30’ dan Merk Insektisida H.
FAKTOR RISIKO KOMPONEN FISIK RUMAH TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA DI DESA TRAJI KECAMATAN PARAKAN KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2015 Dian Wahyu Aprilyani; Budi Utomo
Buletin Keslingmas Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.269 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i3.3076

Abstract

Pneumoniadi kalangan masyarakat umumnya disebabkan oleh bakteri, virus, mikoplasma dan protozoa.Lingkungan khususnya perumahan sangat berpengaruh pada peningkatan resiko terjadinya pneumonia sepertisuhu, kelembaban, intensitas cahaya, ventilasi, jenis dinding, jenis lantai, kepadatan hunian bahkan perilakupenghuni rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko komponen fisik rumah terhadap kejadianpneumonia di Desa Traji Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Jenis penelitian ini adalah Observasionaldengan pendekatan Case Control dan analisis data dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini adalah faktorrisiko komponen fisik rumah berdasarkan analisis bivariat berupa jenis lantai rumah dengan nilai OR= 8,222 (95%CI= 1,87–36,049). Sedangkan yang bukan faktor risiko komponen fisik rumah meliputi suhu memenuhi syaratsemua, kelembaban OR= 0,888 (95% CI= 0,01–0,72), intensitas cahaya OR=0,6 (95% CI= 0,127–3,13), ventilasiOR= 0,333 (95% CI= 0,08–1,2), jenis dinding OR= 1,222 (95% CI= 0,41–3,58) dan kepadatan hunian rumahOR=0,77 (95% CI= 0,23–2,56). Kesimpulan penelitian ini adalah faktor komponen fisik rumah yang menjadi risikokejadian pneumonia yaitu jenis lantai. Dan faktor komponen fisik rumah yang bukan menjadi risiko kejadianpneumonia yaitu suhu, kelembaban, intensitas cahaya, ventilasi, jenis dinding dan kepadatan hunian rumah.Penelitilain dapat melakukan penelitian selanjutnya yang lebih dalam dengan sampel lebih besar.
EFISIENSI FITOREMEDIASI TANAMAN BAMBU AIR (Equisetum hyemale) DALAM MENURUNKAN KADAR BOD DAN COD AIR LIMBAH RUMAH TANGGA DI DESA KRACAK KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Destara Margowati; Sugeng Abdullah
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.032 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.1679

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi fitoremediasi tanaman bambu air (Equisetum hyemale) untuk menurunkan kadar BOD dan COD limbah rumah tangga di desa Kracak kecamatan Ajibarang kabupaten Banyumas Tahun 2016. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian Pre Eksperiment dengan pendekatan pretest dan post test design, yaitu memberikan perlakuan kemudian dilakukan pengukuran dengan maksud untuk mengetahui efisiensi tanaman bambu air. Hasil penelitian yang telah dilakukan di laboratorium menunjukan bahwa fitoremediasi air limbah rumah tangga dengan menggunakan tanaman bambu air dengan variasi berat 0,5 kg dapat menurunkan kadar BOD dan COD masing-masing sebesar 80,55 % dan 76,35% sedangkan berat tanaman 0,75 kg dapat menurunkan kadar BOD dan COD masing-masing sebesar 86,19%dan 73,69%. Berdasarkan hal tersebut maka fitoremediasi air limbah menggunakan tanaman bambu air dapat menurunkan kadar BOD dan COD baik pada berat tanaman 0,5 kg dan 0,75 kg, walaupun untuk penurunan COD belum mencapai efisiensi removal sebesar 85%. Sebaiknya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan variasi debit dan waktu tinggal.
HUBUNGAN ANTARA KERACUNAN PESTISIDA DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA PETANI KENTANG DI GABUNGAN KELOMPOK TANI AL-FARRUQ DESA PATAK BANTENG KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2016 Rihardini Okvitasari; Muhammad Choiroel Anwar
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.918 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.3109

Abstract

Penggunaan pestisida yang tidak terkendali akan berakibat pada kesehatan petani dan lingkungan.Pemeriksaan kadar enzim kholinesterase darah pada petani Wonosobo tahun 2012 menunjukkan bahwa 89,8%petani menderita keracunan pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi,jumlah merk pestisida, dosis, lama kontak, frekuensi penyemprotan, masa kerja, dan penggunaan APD dengankejadian keracunan pestisida dan mengetahui hubungan antara keracunan pestisida dengan kejadian anemia padapetani kentang. Metode penelitian observasional dengan design crossectional. Jumlah sampel 29 petani kentang.Pengumpulan data dengan pengukuran, pemeriksaan laboratorium, observasi, wawancara, dan pengisiankuesioener. Analisis bivariat menggunakan regresi logistik metode enter dan multivariat menggunakan regresilogitsik metode backward-LR. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara jumlah merk pestisida(p=0,001), penggunaan APD (p=0,049) dan tidak ada hubungan antara status gizi (p=0,571), lama kontak(p=0,166), frekuensi penyemprotan (p=0,476), masa kerja (p=0,571)dengan kejadian keracunan pestisida dan tidakada hubungan antara keracunan pestisida dengan kejadian anemia. Disimpulkan bahwa petani yang mengalamikeracunan 18 orang (62,1%) dan tidak ada yang menderita anemia. Disarankan perlu adanya pemeriksaan kadarenzim kholinseterase secara periodik, penyuluhan penggunaan pestisida yang aman, petani menggunakan APDyang lengkap saat bekerja dengan pestisida dan peniliti selanjutnya sebaiknya tidak memeriksa anemia pada petanidi dataran tinggi.
HYGIENE SANITASI MAKANAN DI PABRIK MIE “TJAP TIGA ANAK” DESA WLAHAR KULON KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Fitri Permanasari; Budi Triyantoro
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.2 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.2999

Abstract

Penerapan enam prinsip hygiene sanitasi makanan di pabrik mie cukup baik dengan prosentase 58%,kualitas mie secara organoleptik sudah baik, hasil pengukuran kandungan boraks diperoleh hasil bahwa mie keringtidak mengandung boraks, kemudian hasil pemeriksaan angka lempeng total masih di bawah batas maksimumcemaran mikroba pada makanan sesuai Peraturan Kepala Badan POM RI NO HK.006.1.52.4011 Tahun 2009.Kesimpulan hygiene sanitasi makanan di pabrik mie belum memenuhi syarat, yang tidak memenuhi syarat, antaralain : tempat penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan dari segi bangunan memerlukan perbaikan,kemudian penjamah makanan tidak berperilaku baik, serta pengangkutan makanan Pengelola pabrik disarankanmenambah gudang untuk tempat penyimpanan makanan, membuat ventilasi di ruang produksi, menyediakan alatpelindung diri untuk penjamah makanan, pengangkutan dan penjemuran dijauhkan dari tempat berdebu, petugaskesehatan melakukan pengawasan dan inspeksi sanitasi secara rutin enam bulan sekali.
STUDI KOMPARASI ANGKA KUMAN UDARA PADA RUANG PERAWATAN KELAS III DI IRNA II RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2014 Muhammad Fuad; Priyo Santoso; Khomsatun Khomsatun
Buletin Keslingmas Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.61 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i2.3026

Abstract

The Hospital of Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto is a type B regional hospital that providesspecialist medical care and subspecialty limited. Treatment Room at IRNA II Class III is room surgicaltreatment for the disease, so that the potential occurrence of nosocomial infections. The purpose of thisstudy was to determine whether there are differences in the numbers of germs existing air in 6 types ofclass III treatment rooms of IRNA II in hospitals of Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.This research is an analytic observational study with cross sectional approach. Type variables usedwere the independent variables (sanitary conditions in the third class ward IRNA II), the dependentvariable (number of air germs), potentially confounding variables (temperature, humidity, lighting,ventilation and a wide density residential).Based on the results of the examination, the average - average rate of 6 indoor air bacteriaexamined was 157.5 CFU/m3. Average - The average temperature is 29,630 C. Average - averagehumidity is 69.05%. Average - average is 122.5 Lux lighting. Ventilation holes wide average - average is13.5 m2. Average occupancy density - average is 17.55 m3.Researchers concluded in the third class ward IRNA II is not fully qualified fully seen from thequality of the physical environment. Researchers suggest a number of bacteria should be monitored asan indicator of air disinfection room does.
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DAN PHBS DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA KEBUMEN WILAYAH KERJA PUSKESMAS I BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 Faisal Ayun Saefurahman; Asep Tata Gunawan
Buletin Keslingmas Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.423 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i3.3067

Abstract

Diare merupakan buang air encer lebih dari empat kali sehari baik disertai lendir dan darah maupuntidak. Beberapa faktor yang menjadi penyebab timbulnya penyakit diare disebabkan oleh kuman melaluikontaminasi makanan/minuman yang tercemar tinja dari faktor resiko lainya yaitu faktor penjamin dan faktorlingkungan (sumber air minum, kualitis fisik sumber air minum,dan kepemilikan jamban). Penelitian ini bertujuanmengetahui hubungan sanitasi lingkungan dan PHBS dengan kejadian diare pada balita di Desa Kebumenwilayah kerja Puskesmas I Baturraden Kabupaten Banyumas Tahun 2015. Metode yang digunakan analitikdengan pendekatan case control. Jumlah responden sebanyak 60 responden, 30 responden sebagai kasus dan 30responden sebagai kontrol. Variabel yang diteliti yaitu sumber air minum, kualitas fisik sumber air minum,kepemilikan jamban, penggunaan air bersih, mencuci tangan menggunakan sabun,dan penggunaan jamban sehat.Analisis dengan uji chi square dan OR dengan CI 95 % dan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sanitasilingkungan dan PHBS yang memilki hubungan adalah mencuci tangan menggunakan sabun setelah BAB dengannilaip-value=0,024 ; OR=7,000 dan kebiasaan menggunakan jamban pada saat BAB dengan nilaip-value=0,019 ;4,125. Sumber air minum, kualitas fisik sumber air minum, kepemilikan jamban, dan penggunaan air bersih yangtidak memiliki hubungan yang signifikan tetapi beresiko.
PEMBERDAYAAN FORUM KESEHATAN DESA (FKD) DALAM PENCAPAIAN CAKUPAN JAMBAN DI DESA JATIPURUS KECAMATAN PONCOWARNO KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2016 Rahmadi Setyo Projo; Djamaluddin Ramelan; Lagiono Lagiono
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.575 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.3099

Abstract

Desa Siaga Jatipurus terbentuk sejak tahun 2007 dan cakupan kepemilikan jamban sehat permanen masih belum mengalami peningkatan yaitu baru sekitar 78,35 %. Penelitian ini bertujuan untuk melihat upaya pemberdayaan masyarakat melalui forum kesehatan desa dalam pencapaian cakupan jamban di Desa Jatipurus Kecamatan Poncowarno Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggambarkan keadaan situasi, perbedaan situasi dan perkembangan melalui survei dengan menyebarkan kuisioner pada 40 responden untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang kegiatan FKD dan melakukan wawancara mendalam pada anggota FKD dan petugas promosi Kesehatan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa, Kelembagaan FKD di Desa Jatipurus mempunyai legalitas dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Kegiatan FKD di Desa Jatipurus sudah sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Desa Siaga di Jawa Tengah. Responden berpersepsi FKD belum melaksanakan kegiatan terkait STBM. Cakupan jamban sehat Sebelum ada Desa Siaga sebanyak 37%, jamban semi permanen 35,7%, sharing 8,3% dan buang air besar sembarangan 19%. Dan sesudah ada desa siaga cakupan kepemilikan jamban sehat sebanyak 35,4%, jamban semi permanen 36,1%, sharing 6,7% dan buang air besar sembarangan meningkat menjadi 21,6%. Meskipun FKD sudah bekerja, tetapi cakupan jamban terkait STBM belum optimal. Simpulan dan saran menunjukkan bahwa, persentase buang air besar sembarangan mengalami peningkatan, maka diharapkan FKD dapat membuat sebuah regulasi untuk membuat efekjera yang pada akhirnya dapat mengeliminasi perilaku buang air besar sembarangan dari hasil penelitian, kepemilikan jamban sehat permanen dan jamban sehat semi permanen masih kurang, maka disarankan FKD dapat menjalin kemitraan dengan pihak ketiga untuk memberikan bantuan pembuatan jamban permanen.
FAKTOR INTERNAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR ENZIM CHOLINESTERASE PADA DARAH PETANI KENTANG DI GAPOKTAN AL-FARRUQ DESA PATAK BANTENG KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2016 Aulia Bagas Wicaksono; Teguh Widiyanto; Agus Subagiyo
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.819 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.2985

Abstract

Upaya perlindungan kesehatan masyarakat dalam Peraturan Pemerintah No 66 tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan Pasal 39 dilakukan untuk mewujudkan lingkungan sehat yang bebas dari unsur yang menimbulkan gangguan kesehatan. Pasal 39 Ayat 2 huruf e menjelaskan unsur yang menimbulkan gangguan kesehatan adalah pestisida. Di Indonesia banyak terjadi kasus keracunan pestisida yaitu penurunan kadar enzim cholinesterase. Pestisida masuk kedalam tubuh manusia salah satunya melalui faktor internal. Tujuan penelitian yaitu mengetahui faktor internal yang berhubungan dengan kadar enzim cholinesterase. Metode penelitian observasional dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan Maret hingga Juni 2016. Populasi dan sampel penelitian yaitu total petani kentang di Gapoktan Al-Farruq dengan jumlah 38 petani kentang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pemeriksaan laboraturium. Analisis univariate menggunakan distribusi frekuensi, dan bivariate menggunakan uji chi-square dengan a 5%. Hasil penelitian menggunakan alaisis bivariat menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara keadaan kesehatan dengan kadar enzim cholinesterase (p=1,000), tidak ada hubungan antara umur dengan kadar enzim cholinesterase (p=0,613), tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kadar enzim cholinesterase (p=0,226), tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kadar enzim cholinesterase (p=0,913), tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kadar enzim cholinesterase (p=273). Simpulan dari hasil penelitian yaitu tidak ada hubungan antara keadaan kesehatan, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pengetahuan dengan kadar enzim cholinesterase. Disarankan dilakukan penyuluhan oleh dinas pertanian dan dinas kesehatan mengenai penggunaan dan penanganan pestisida yang baik.
STUDI DESKRIPTIF KADAR DEBUPADA UNIT RAW MILL DI PT. HOLCIM INDONESIA Tbk CILACAP PLANT TAHUN 2016 Herlianti, Afrilia; Subagiyo, Agus
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.497 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3721

Abstract

AbstractDust Levels On Descriptive Study Unit At Raw Mill In Pt. Holcim Indonesia TbkCilacap Plant Year 2016A healthy environment is essential for businesses in the healthy sector. The growth of theindustrial sector is rapidly increasing impact on air pollution that can effect the health of the surrounding communities. PT. Holcim Indonesia TbkCilacap Plant is the third largest cement plant in Indonesia. Unit Raw Mill is one of the units in the cement manufacturing process that could potentially cause contamination in the workplace air of dust generated from the cement production process. The purpose of this research is to determine the amount of dust in the Raw Mill unit at PT. Holcim Indonesia TbkCilacap Plant in 2016.This research method is analyzed descriptively using crossectional approach to get an idea of the amount of dust in the unit Raw Mill in cement factory PT. Holcim Indonesia TbkCilacap Plant at the time of measurement. Research results obtained by measuring the amount of dust using a measuring device Environmental Particulate Air Monitoring 5000, type of measurement is a measurement of dust total duration 15 minutes/seconds. Measurements were taken at 5 poins showed the amount of dust in the unit Raw Mill in PT. Holcim Indonesia TbkCilacap Plant, earned an everage of 1,75 mg/m3 after convertion from 15 minutes to 8 hours namely 56 mg/m3 thus exceeding the NAB . With the highest level of dust 266,368 mg/m3 and the lowest 1,728 mg/m3. Standard used is Kepmenkes RI No 1405/MENKES/SK/XI/2002 about Terms of Work Environment Health, Office, and Industrial.Based on these results we can conclude the highest dust level 266,368 mg/m3 (exceeding NAB) and the lowest was 1,728 (not exceeding NAB). The advice given on the results of this study the PT. Holcim Indonesia TbkCilacap Plant provide cover on the engine flow of raw materials to reduce the spread of dust content with fiber for the production process still obseved.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue