cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
DESKRIPSI INTENSITAS SUARA PADA BAGIAN PRODUKSI PT. MUARA KAYU SENGON BANYUMAS TAHUN 2016 Santosa, Iqbal Budi; MHP, Marsum, BE, S. Pd,
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.497 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3759

Abstract

AbstrakDeskripsi intensitas suara pada bagian produksi Pt. Muara Kayu Sengon Banyumas Tahun 2016.Kebisingan diartikan sebagai terjadinya bunyi yang tidak bisa dikehendaki sehingga menggangu atau membahayakan kesehatan. PT. Muara Kayu Sengon merupakan industri penghasil kayu lapis yang berlokasi di jalan Margasana Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas. Proses produksi menggunakan mesin-mesin dan peralatan yang menghasilkan intensitas suara yang tinggi, yang mana dapat menyebabkan gangguan pekerjaan yang berupa gangguan pendengaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menghitung intensitas suara pada shift pagi dan shift malam, parameter fisik (suhu dan kelembaban), membandingkan hasil rata-rata intensitas suara pada shift pagi dan shift malam dengan regulasi yang berlaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional yang menggunakan analisis tabel dan dibandingkan dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. PER.13/ MEN/ X/ 2011 untuk melihat gambaran umum intensitas suara di bagian produksi PT. Muara Kayu Sengon Banyumas Tahun 2016.Hasil Pengukuran Intensitas suara pada ruang produksi untuk shift pagi intensitas suara tertinggi yaitu di titik 8 (86,40 dBA) dan hasil pengukuran paling rendah yaitu pada titik 4 (73,72 dBA), hasil pengukuran tertinggi pada shift malam yaitu titik 10 (92,00 dBA), dan hasil pengukuran paling rendah yaitu pada titik 9 (76,43 dBA) .Disimpulkan hasil Intensitas suara pada ruang produksi untuk shift pagi intensitas suara tertinggi yaitu di titik 8 (86,40 dBA) pengukuran pada mesin winjer joint dan hasil pengukuran paling rendah yaitu pada titik 4 (73,72 dBA) pengukuran pada mesin finishing, hasil pengukuran tertinggi pada shift malam yaitu titik 10 (92,00 dBA) pengukuran pada mesin jumping croscut dan hasil pengukuran paling rendah yaitu pada titik 9 (76,43 dBA) pengukuran pada mesin winjer joint. Disarankan PT. Mara Kayu Sengon Banyumas hendaknya menyediakan APD bagi pekerja berupa ear plug, serta perusahaan mengadakan penyuluhan kepada pekerja tentang kegunaan dan manfaat APD.
STUDI ANGKA KUMAN DI UDARA PADA BAGIAN PRODUKSI INDUSTRI JENANG JAKET PURWOKERTO TAHUN 2016 Atmoko, Hanung Fitri; SKM, M.Kes, Budi Utomo,
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.497 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3755

Abstract

AbstrakKualitas udara di dalam ruangan mempengaruhi kenyamanan lingkungan ruang kerja. Kualitas udara yang buruk akan membawa dampak negatif terhadap pekerja/karyawan. Industri makanan merupakan industri yang penting dalam mengolah bahan olahan makanan dengan baik serta diminimalisir dari pencemaran dilingkungannya yang dapat menularkan penyakit bagi pekerja maupun konsumennya.Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan sanitasi ruangan, mengukur dan menghitung angka kuman udara, parameter fisik (suhu, kelembaban, pencahayaan di Industri Jenang Jaket Jalan Adipati Mersi No 68 Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional yang menggunakan analisis tabel dan dibandingkan dengan Kepmenkes RI No. 1405 Tahun 2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri secara deskriptif.Hasil penelitian Angka Kuman Udara rata – rata 12.000 CFU/m3, Pengukuran suhu di ruang produksi Jenang rata – rata 31,2oC, kelembaban rata – rata 53,8%. Pencahayaan rata – rata 30 Lux. Kualitas fisik bangunan adalah 65% dan parameter fisik udara di ruang produksi Industri Jenang Jaket yang mendukung pertumbuhan serta adanya kuman di udara.Simpulan penelitian yaitu hasil pengukuran angka kuman udara tidak memenuhi standar (700 CFU/m3), suhu tidak memenuhi standar (18-30oC), kelembaban tidak memenuhi standar (65-95%), pencahayaan tidak memenuhi standar (200 lux). Saran yang dapat diberikan memasang langit – langit yang terbuat dari ternit, menambah ventilasi yang menggunakan system cross ventilation, membuang sampah setiap hari, memberi APD kepada pekerja seperti masker, penutup rambut, sarung tangan dan clemek. 
SURVEITELUR CACING PADA KOTORAN KUKU DAN PERSONAL HYGIENE PENJAMAH MAKANAN WARUNG TEGAL (Warteg) DI KOTA TEGAL TAHUN 2016 Ningtiyas, Diah Ayu; , SST., M.Si, Sugeng Abdullah
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.497 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3751

Abstract

AbstarkDi kota Tegal Warteg diminati oleh banyak konsumen. Penjamah makanan berpotensi menularkan penyakit salah satunya penyakit kecacingan, oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan telur cacing pada penjamah makanan. Penelitian ini adalah penelitian survey yang bersifat deskriptif. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa Personal Hygiene penjamah makanan Warteg di kota Tegal adalah tidak baik. Tidak ditemukan telur cacing pada kotoran kuku penjamah makanan dan jenis telur cacing pada kotoran kuku penjamah makanan Warteg di kota Tegal. Disimpulkan bahwa Personal Hygiene penjamah makanan Warteg di kota Tegal tidak baik tetapi tidak ditemukan telur cacing pada kotoran kuku dan jenis telur cacing penjamah makanan Warteg di kota Tegal.Kata kunci            : Telur cacing, Kuku, PersonalHygiene dan Penjamah Makanan
DESKRIPSI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PETUGAS CLEANING SERVICE RSUD KRT SETJONEGORO KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2016 Khusiana, Ida; S.Sos., M.Kes, Teguh Widiyanto,
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.497 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3756

Abstract

AbstrakRumah sakit termasuk dalam kriteria tempat kerja dengan berbagai ancaman berbahaya yang berdampak pada kesehatan. Bukan hanya pada petugas rumah sakit tetapi juga pasien dan pengunjung rumah sakit. Sudah seharusnya pihak rumah sakit menerapkan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas cleaning service  saat melakukan pekerjaannya.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu dengan menggambarkan keadaan penggunaan alat pelindung diri pada petugas cleaning service di RSUD KRT. Setjonegoro. Subjek penelitian adalah alat pelindung diri pada petugas cleaning service  di RSUD KRT. Setjonegoro. Jumlah petugas yang dijadikan responden berjumlah 32 orang. Cara pengumpulan data yaitu wawancara kepada para petugas dan observasi. Jenis APD yang disediakan yaitu pakaian kerja, sepatu kerja, masker, dan sarung tangan. Masing-masing APD berjumlah 32 buah dan disediakan untuk semua petugas cleaning service. Semua APD yang disediakan dalam kondisi baik. Penggunaan APD sesuai dengan Aktivitas kerja yang dilakukan petugas. Belum diadakanya pelatiha penggunaan APD. Pengawasan dan penegakan aturan dilakuakan oleh pengawas cleaning service. Bahaya dan risiko yang ada pada petugas clesning service adalah mengalami penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja.Disimpulkan dari penelitian ini adalah jenis APD yang disediakan sudah sesuai dengan jenis pekerjaan dan jumlah petugas, APD dalam keadaan baik, pengawasan dan pemberlakuan aturan diterapkan oleh pengawas cleaning service sehingga bahaya dan risiko yang ada pada petugas cleaning service antara lain mengalami penyakit akibat kerja dan kecelakan kerja dapat dicegah.
HUBUNGAN PRAKTIK PENCEGAHAN DAN KONDISI FISIK RUMAH PENDERITA TB PARU DENGAN KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Umi Mukarromah; Lagiono Lagiono; Budi Triyantoro
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.185 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3791

Abstract

AbstrakTuberkulosis (TB) Paru sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan, terutama di negara-negara berkembangtermasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan praktik pencegahan dan kondisi fisik rumahdengan kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas II Sumpiuh Kabupaten Banyumas Tahun 2016. Penelitian inidilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas II Sumpiuh Kabupaten Banyumas pada bulan Maret – April tahun 2016menggunakan rancangan penelitian case control dengan pendekatan retrospektif. Sampel dalam penelitian inisebanyak 23 orang diambil dengan teknik total sampling dan sampel kontrol 46 orang diambil dengan teknik purposivesampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa praktek pencegahan TBparu sebagian besar baik = 51 orang (73,9%), jenis lantai rumah memenuhi syarat = 43 rumah (62,3%), kondisidinding rumah memenuhi syarat = 55 rumah (79,7%), ventilasi rumah memenuhi syarat = 46 rumah (66,7%), kondisidapur rumah memenuhi syarat = 55 rumah (79,7%) dan kepadatan hunian memenuhi syarat = 61 rumah (88,4%). Adahubungan antara praktik pencegahan TB paru (p value = 0,020; OR = 3,654), jenis lantai (p value = 0,022; OR =3,300), dinding rumah (p value = 0,001; OR = 6,395), ventilasi rumah (p value = 0,019; OR = 3,471), kondisi fisikdapur (p value = 0,006; OR = 5,271) dan kepadatan hunian rumah (p value = 0,001; OR = 19,688). dengan kejadianTB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas II Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubunganhubungan praktik pencegahan dan kondisi fisik rumah dengan kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas IISumpiuh Kabupaten Banyumas Tahun 2016. Hasil penelitian ini perlu dipublikasikan sebagai bahan referensi ilmiahdan kepustakaan sekaligus sebagai bahan pengembangan ilmu kesehatan khususnya penanggulangan penyakit TB parudi masyarakat melalui perubahan perilaku dan perbaikan lingkungan.
STUDI KLINIK MITRA SEHAT BERWAWASAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI DESA PANDAK KECAMATAN BATURRADEN TAHUN 2017 Wahyu Prianingsih; Lagiono Lagiono
Buletin Keslingmas Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.253 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i4.3805

Abstract

AbstrakKlinik merupakan fasilitas yang memberikan pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan medis dasaratau spesialistik, jika kondisi klinik tidak sesuai dengan persyaratan kesehatan lingkungan akanmemungkinkan terjadinya penularan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah menjadikan pelayanankesehatan berwawasan kesehatan lingkungan. Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasional, pengukuran dan dokumen. Analisisdata yang digunakan secara deskriptif dengan menggambarkan kondisi ruang bangunan, penyehatan airbersih, pengelolaan limbah cair dan padat di klinik dari hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkanbahwa kondisi ruang bangunan klinik belum memenuhi syarat yaitu pertemuan lantai dan dinding tidakberbentuk konus, tinggi langit-langit hanya 2,5 m, ruang tindakan umum dan observasi hanya disekatmenggunakan tirai, kelembaban ruang khitan 38 % dan ruang poly umum 36 %, kebisingan di ruang polyumum 47,67 dBA dan di ruang tunggu 68,20 dBA, luas tempat parkir masih kurang dan tempat sampahbelum semuanya memiliki tutup. Penyediaan air bersih di klinik memenuhi syarat dengan debit 0,069liter/detik, total Coliform 0 per 100 ml sampel, pH 7,0 dan sisa Chlor 0,3 mg/l. Pengelolaan limbah cair diklinik belum memenuhi syarat karena belum memiliki IPAL. Berdasarkan hasil penelitian dapatdisimpulkan bahwa Klinik Mitra Sehat belum memenuhi syarat sebagai klinik berwawasan kesehatanlingkungan. Saran bagi pihak klinik yaitu memperbaiki kondisi ruang bangunan sesuai persyaratan danmembangun IPAL untuk mengolah limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan klinik.
BEBERAPA FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) PETUGAS KEBERSIHAN DI KOTA PURWOKERTO TAHUN 2017 MONALISA FAJAR ASTUTI; BUDI UTOMO; SUPARMIN SUPARMIN
Buletin Keslingmas Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.358 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i4.3796

Abstract

AbstrakXVI + 101 halaman, gambar, tabel, lampiranPenyakit paru obstruktif kronik adalah suatu penyakit dengan karakteristik keterbatasan saluran napasyang irreversible, biasanya progresif, dan berhubungan dengan respon inflamasi dikarenakan bahan yangmerugikan atau gas. Inflamasi pada PPOK dapat terjadi dari paparan iritan yang kronik seperti asap rokokdan polusi udara. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui beberapa faktor risiko yang berhubungandengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).Besar sampel 80 responden dari 247 petugas kebersihan.Cara pengambilan sampelnya semua petugas kebersihan yang PNS Menggunakan metode CrossSectional. Menghubungkan umur, perilaku merokok, dan perilaku memakai masker dengan PPOK. Hasilpenelitian yaitu tidak ada hubungan antara umur, perilaku merokok, dan perilaku memakai maskerdengan penyakit paru obstruktif kronik, niilai ρ=1,000, ρ=0,180, dan ρ= 0,637. Hasil pengukurankapasitas paru 74 (92,5%) PPOK dan 6 (7,5) tidak PPOK. Suhu pada setiap titik pengukuran yaitu(26,50C), (330C), (300C), (250C), (310C), dan (360C). Kelembaban yaitu (76, 60, 78, 77, dan 42).Simpulandari penelitian ini dari variabel yang ditentukan peneliti tidak ada hubungan antara umur, perilakumerokok, dan perilaku memakai masker dengan penyakit paru obstruktif kronik. Besar sampel dapat lebihditingkatkan dan kriteria sampel agar lebih dikendalikan.Daftar Bacaan : 30 (2001-2017)
DINAMIKA PENULARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 Nur Aini; Aris Santjaka; Asep Tata G
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.237 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3786

Abstract

AbstrakKasus DBD selalu menetap di Kecamatan Purwokerto Selatan selama lima tahun terakhir, pada tahun 2015terdapat 72 kasus. Peningkatan kasus dan sebaran yang semakin meluas dapat digambarkan dengan dinamikapenularan. Dinamika penularan digunakan untuk mengetahui riwayat sebaran penyakit, model sebaran dandeterminan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika penularan penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) di wilayah Kecamatan Puskesmas Purwokerto Selatan Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah penelitianobservasional dengan pendekatan survey kualitatif berdasarkan catatan pasien tahun 2015. Pengumpulan datadengan wawancara dan pengukuran lingkungan fisik dan potensi penularan. Data kasus diolah dengan SystemInformasi Geografis (SIG). Analisa berdasarkan mapping wilayah, penggabungan fakta dengan determinannyadengan teknik overflow antara kejadian DBD dengan curah hujan. Deskripsi waktu kejadian tertinggi terjadi padabulan April sebanyak 12 kasus (17%), deskripsi tempat kejadian tertinggi di Kelurahan Teluk sebanyak 18 kasus(25%) dan deskripsi orang kejadian tertinggi pada kelompok umur 6-55 tahun sebanyak 58 kasus (80%) dangolongan jenis kelamin perempuan sebanyak 49 kasus (68%). Model cluster sejumlah 12 cluster dengan 39 kasus,dan model sparated sejumlah 33 kasus. Dugaan determinan nilai CI (2%), HI (4%), BI (6%) dan ABJ (96%), sertahasil pengukuran suhu rata-rata 290C, Kelembaban 82%, dan pencahayaan 66 lux serta data curah hujansepanjang tahun 2015 sebesar 2231 mm/tahun dengan hari hujan 113 hari/tahun. Upaya pengendalian dengankimiawi, PSN-DBD, manajemen lingkungan dan pengendalian terpadu Potensi penularan meliputi CI, HI, BIrendah dan ABJ 96% sedangkan kasus tinggi, ada dugaan salah penulisan laporan, terjadi transovari, Saran upayapengendalian DBD dengan melaksanakan PE semestinya 24 jam sesudah penegakan diagnosa kasus dan PSN rutin.
SISTEM TANGGAP DARURAT PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO TAHUN 2017 Alivviya Mariti Alik; Yulianto Yulianto
Buletin Keslingmas Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i4.3801

Abstract

AbstractEmergency responsive system for fire countermeasure at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo in2017. Need of an emergency response system in response to fire in the hospital to protect patients,companion patients, human resurces and hospital visitors from the fire and smoke. The researchmethod use in this research is descriptive, that is by describing clearly the implementation ofemergency response of fire prevention in RSUD Prof. Dr. MargonoSoekarjo, which is compared tothe relevantstandards of legislation.In carrying out emergency respose of fire as the effort of fireprevention in RSUD Prof. Dr. MargonoSoekarjo has provided fire fighting procedures, fireprevention facilities, facilities, evacuation facilities, training and socialization of fire prevention forall people in the hospital. The result of analysis of active fire prevention facility in RSUD Prof. Dr.MargonoSoekarjo shows; APAR of 98,38% which is appropriate with Ministerial Decreeno.04/Men/1980, Hydrant of 77,86% which is appropriate with Minister of Public Work DecreeNo:10/KPTS/2000, Detector of 100% which is appropriate with Permenaker No.Per.02/Men/1983,Fire Pump of 88,33% according to PM PU Number:26/PRT/M/2008, Fire Alarm 85,71% accordingto Permenaker No.Per.02/Men/1983. The conclusion of this research is RSUD Prof. Dr.MargonoSoekarjo has implemented emergency response fire management response as animplementation of fire prevention and control policy in hospital. The suggestion that can be give is thesetting of the placement and installation of APARs which is inappropriate should be appropriated tothe standard, completing the incomplete hydrant box equipment, checking and replacing alarms anddetectors that have been installed in hospital, the addition of sprinkler facilities is also necessary in aplace that have great potential for fire.
STUDI HYGIENE SANITASI JASABOGA DI WILAYAH BUFFER KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II TANJUNG INTAN CILACAP TAHUN 2017 Rifandi Sudariyono; Tri Marthy Mulyasari
Buletin Keslingmas Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.023 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i3.3792

Abstract

AbstrakJasaboga adalah usaha pengelolaan makanan yang disajikan di luar tempat usaha atas dasar pesananyang dilakukan oleh perseorangan atau badan usaha.Hygiene sanitasi makanan dan minuman merupakansalah satu upaya penting untuk menghindari pencemaran terhadap hasil produksi ke konsumen. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hygiene sanitasi jasaboga di Wilayah Buffer KantorKesehatan Pelabuhan Kelas II Tanjung Intan Cilacap.Metode penelitian menggunakan penelitiandeskriptif dengan menggambarkan tentang hygiene sanitasi jasaboga di wilayah buffer Kantor KesehatanPelabuhan Kelas II Tanjung Intan Cilacap. Penelitian dilakukan dengan cara observasi dan wawancaralangsung terhadap pemilik jasaboga.Hasil penelitian didapatkan dari lima jasaboga dengan beberapafaktor suhu, pencahayaan, personal hygiene dan sanitasi jasaboga didapatkan dua jasabogadikatagorikan memenuhi syarat dengan bobot nilai 80 dan 79, dan tiga jasaboga lainnya tidak memenuhisyarat dengan nilai 68, 69, dan 70 yang diakibatkan dari beberapa faktor personal hygiene masih belumatau penggunaan APD belum lengkap seperti masker, sarung tangan masak, penutup kepala, dancelemek, sarana untuk pengelolaan makanan seperti ventilasi yang kurang memadahi untuk tempatpengolahan makanan.Berdasarkan observasi, hasil penilaian checklist hygiene sanitasi jasaboga diwilayah buffer Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tanjung Intan Cilacap memenuhi syarat dengannilai bobot 80 dan 79 dari 31 komponen yang dinilai. Menurut PERMENKES Nomor1096/Menkes/PER/VI/2011 tentang Hygiene Sanitasi Jasaboga batas minimal nilai bobot 74 untukjasaboga golongan A2.Tahap hygiene sanitasi yang harus diperbaiki yaitu kelengkapan APD padapersonal/ penjamah makanan, sarana dan prasarana yang sesuai jasaboga golongan A2.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue