cover
Contact Name
Yusnaini
Contact Email
yusyusnaini@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jsipikan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25023276     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) adalah jurnal penelitian ilmiah yang bertujuan untuk mempromosikan biosains, inovasi dan manajemen serta kajian yang relevan pengelolaan atau pemanfaatan sumber daya hayati perairan, perikanan, kelautan, aquakultur, teknologi hasil perikanan, pengelolan pencemaran perairan, dan rehabilitasi ekosistem lingkungan perairan. Level penelitian meliputi sel, organisme, populasi, ekosistem, atau proses yang mempengaruhi sistem perairan di bidang perikanan dan ilmu kelautan. Para penulis dan pembaca adalah ilmuwan dan pakar dari sektor akademik dan dunia industri,Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) memiliki ISSN dari LIPI 2502-3276 terbit 2 kali setahun periode Januari dan Juli setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 63 Documents
Selektivitas Jaring Insang Terhadap Jenis Ikan Selar (Selar Sp) di Perairan Desa Latawe Kecamatan Napano Kusambi Kabupaten Muna Barat Kabiruddin, Kabiruddin; Anadi, La; Tadjuddah, Muslim
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 6, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i1.14475

Abstract

Mata jaring merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang tingkat efektivitas alat tangkap jaring insang. Kecenderungan nelayan menangkap ikan dengan menggunakan alat tangkap jaring insang dengan berbagai ukuran mata jaring dikhawatirkan akan mengganggu kelestarian populasi ikan apabila tidak dikendalikan. Penelitian ini menggunakan ukuran mata jaring 2’’ dan 2,25’. Tujuan penelitian ini antara lain : 1) Mengkaji tingkat selektivitas jaring insang yang digunakan nelayan terhadap hasil tangkapan ikan selar; 2) Mengetahui ukuran dan tingkat kematangan gonad ikan selar yang tertangkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Jaring insang yang digunakan di Perairan Desa Latawe untuk mata jaring 2” memiliki shortening sebesar 45,3% dan hanging ratio sebesar 54,7% dengan nilai bukaan mata jaring secara vertikal sebesar 2,30 cm dan secara horisontal 2,78 cm. Untuk mata jaring 2,25” yang memiliki nilai shortening sebesar 43,6% dan hanging ratio sebesar 56,4% memiliki nilai bukaan mata jaring secara vertikal  2,49 cm dan secara horizontal sebesar 3,22 cm. 2) Ukuran matang gonad pertama kali ikan selar jantan dan betina pada mata jaring 2” yaitu 25,99 cm dan 22,52 cm sedangkan ukuran matang gonad pertama kali ikan selar jantan dan betina pada mata jaring 2,25” yaitu 24,43 cm dan 23,22 cm. Penelitian ini merekomendasikan agar nelayan menggunakan ukuran mata jaring 2,25’’ untuk menagkap ikan selar di Perairan Desa Latawe karena lehih produktif karena ukuran ikan hasil tangkapan lebih besar. Kata kunci: Ikan Selar, Perairan Desa Latawe, Selektivitas Jaring Insang
Analisis Input dan Ekspor Karbon dan Nitrogen Organik dari Serasah Mangrove di Kawasan Pesisir Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan Syahrir, La; Yasir Haya, LD Muhammad; Yusnaini, Yusnaini; Iba, Wa; Hamid, Abdul; Analuddin, Kangkuso
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 6, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i1.16176

Abstract

Mangrove adalah salah satu vegetasi pantai yang berperan penting sebagai sumber karbon dan nutrien di lingkungan pesisir dan disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan input dan expor karbon dan nutrien organik mangrove di Tinanggea, Sulawesi Tenggara Kadar karbon dan nitrogen organik serasah mangrove dianalisis dari sampel serasah yang dikoleksi bulanan di Tinanggea dan dianalisis di Laboratorium Biologi FMIPA UHO. Input dan ekspor karbon dan nitrogen pada ekosistem mangrove dihitung berdasarkan produksi serasah mangrove yang dikoleksi tiap bulan pada tiap stasiun. Hasil penelitian menunjukan bahwa input karbon organik dari serasah mangrove berkisar 10,99-14,30 ton/ha/tahun, sedangkan input nitrogen organik berkisar 0,34-0,52 ton/ha/tahun, dan memperlihatkan variasi secara spasial dan temporal. Eskpor karbon dan nutrien organik pada ekosistem mangrove bervariasi secara spasial dan temporal masing-masing berkisar 3,30-4,29 ton/ha/tahun untuk eskpor karbon organik dan sebesar 0,007-0,016 ton/ha/tahun untuk ekspor nitrogen organik paling tinggi pada stasiun T5 dan paling rendah stasiun T4. Input dan eskpor karbon dan nitrogen organik sangat dinamis pada ekosistem mangrove yang mengindikasikan perannya dalam menjaga produktifitas lingkungan pesisir di Tinanggea dan sekitarnya.Kata Kunci: Ekosistem mangrove; Ekspor karbon dan nitrogen organik; Input karbon dan nitrogen organik; Produktifitas mangrove.
Pengaruh Interval Waktu Penyuntikan Hormon Pertumbuhan Rekombinan Ikan Kerapu Kertang (rElGH) yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Respon Fisiologis Ikan Sidat (Anguilla bicolor) Majid, Abdul; Idris, Muhammad; Kurnia, Agus
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 6, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i1.12665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian rGH secara injeksi terhadap pertumbuhan dan respon fisiologis ikan sidat (A.bicolor).  Penelitian ini dilaksanakan di Desa Masagena Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara mulai dari bulan Agustus sampai bulan Oktober 2019.  Sejumlah 60 ekor ikan sidat dipelihara di dalam 12  karamba kayu ukuran 1x1x1 m3 dengan padat penebaran tiap unit 5 ekor /m3 selama 48 hari pemeliharaan. Empat jenis perlakuan diterapkan  dengan interval waktu yang berbeda yakni perlakuan (A) tanpa rGH, (B) 5 hari sekali, (C) 7 hari sekali dan (D) 9 hari sekali.  rGH yang digunakan berasal dari ikan kerapu kertang (rElGH). Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi Pertumbuhan mutlak, rasio konversi pakan (RKP), retensi protein, kelangsungan hidup, analisis hepatosomatik indeks, analisis visceralsomatik indeks, analisis ekskresi total amoniak nitrogen, analisis kadar glukosa dan analisis kadar glikogen hati dan otot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak ikan sidat pada perlakuan A, B, C dan D masing-masing sebesar  21±1,11,  23±3,97,  33±6.97, dan  34±1,22.  Rasio konversi pakan (RKP) ikan sidat pada perlakuan A, B, C dan D masing-masing sebesar  2,74±0,23,  2,53±0,63,  1,75±0,47, dan  1,48±0.09.  Retensi protein ikan sidat pada perlakuan A, B, C dan D masing-masing sebesar 14,13±1,11,  16,56±1,89,  17,60±0,33 dan  17,87±0,97. Kelulushidupan (SR) ikan sidat pada seluruh perlakuan sebesar 100%.   Hepatosomatik indeks ikan sidat pada perlakuan A, B, C dan D masing-masing sebesar 1,49±0,01, 1,54±0,01, 1,51±0,01, dan 1,57±0,02. Visceral somatik indeks ikan sidat pada perlakuan A, B, C dan D masing-masing sebesar 2,68±0,32, 2,69±0,35, 2,28±0,07, dan 2,44±0,02. TAN  ikan sidat pada perlakuan A, B, C dan D masing-masing sebesar 0,04±0,01, 0,03±0,01, 0,02±0,01, dan  0,02±0,01. Kadar glukosa ikan sidat pada perlakuan A, B, C dan D masing-masing sebesar  15,42±2,59, 19,23±5,28,  29,93±3,76, dan  32,45±3,26. Kadar glikogen hati ikan sidat pada perlakuan A, B, C dan D masing-masing sebesar  26,56±2,65, 30,31±2,49,  35,03±1,69, dan  37,75±2,65. Kadar glikogen otot ikan sidat pada perlakuan A, B, C dan D masing-masing sebesar 17,06±2,58, 19,22±4,42,  26,24±1,03, dan  28,74±2,32.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa interval waktu penyuntikan hormon pertumbuhan rekombinan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan sidat adalah 9 hari sekali.