cover
Contact Name
Yusnaini
Contact Email
yusyusnaini@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jsipikan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25023276     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) adalah jurnal penelitian ilmiah yang bertujuan untuk mempromosikan biosains, inovasi dan manajemen serta kajian yang relevan pengelolaan atau pemanfaatan sumber daya hayati perairan, perikanan, kelautan, aquakultur, teknologi hasil perikanan, pengelolan pencemaran perairan, dan rehabilitasi ekosistem lingkungan perairan. Level penelitian meliputi sel, organisme, populasi, ekosistem, atau proses yang mempengaruhi sistem perairan di bidang perikanan dan ilmu kelautan. Para penulis dan pembaca adalah ilmuwan dan pakar dari sektor akademik dan dunia industri,Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) memiliki ISSN dari LIPI 2502-3276 terbit 2 kali setahun periode Januari dan Juli setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 63 Documents
Tinjauan Penerapan Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) pada Alat Tangkap Sero dan Bagan Perahu di Perairan Tondonggeu, Kendari Marni, Marni; Sara, La; Tadjuddah, Muslim
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 4, No 2 (2020): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v4i2.13487

Abstract

Pengelolaan sumberdaya perikanan berkelanjutan merupakan salah satu alternatif mengatasi dampak krisis ekonomi nasional di Indonesia. Penggunaan alat tangkap ikan yang menerapkan prinsip-prinsip Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) yang sudah diterapkan secara luas dapat menjadi cara mempertahankan populasi sumberdaya perikanan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis alat tangkap ikan sero dan bagan perahu yang dipakai nelayan sesuai kriteria CCRF di perairan Tondonggeu. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengamatan langsung yang dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2018. Data yang dikumpulkan meliputi jenis ikan, ukuran panjang ikan, daerah penangkapan ikan, metode pengoperasian alat tangkap, riwayat cidera yang pernah diderita nelayan dalam pengoperasian alat tangkap, kualitas hasil tangkapan, kondisi fisik ikan, kualitas ikan hasil tangkapan sampingan, sumberdaya terjaga kelangsungannya, jenis ikan yang dilindungi terjaga, dan tanggapan masyarakat terhadap alat tangkap sero dan bagan perahu. Data tersebut dianalisis menurut presentasi tingkat keramahan lingkungan setiap alat tangkap yang digunakan, yaitu: > 80% (sangat ramah lingkungan), 50 – 80% (ramah lingkungan), 25 – 50% (kurang ramah lingkungan), dan < 25% (tidak ramah lingkungan). Hasil penelitian menunjukan bahwa kedua alat tangkap sero dan bagan perahu yang digunakan nelayan termasuk alat tangkap ramah lingkungan. Walaupun demikian, bagan perahu menunjukan lebih ramah dengan skor masing-masing 73,33% dan 88,33%.
Utilization Rates of Scad (Decapterus spp.) in Banda Sea where landed in Ocean Fishery Harbor Kendari, Southeast Sulawesi Hute, Endang Rahmi; Asriyana, Asriyana; Ramli, Muhammad
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 5, No 1 (2021): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v5i1.10219

Abstract

Scads fish (Decapterus spp.) is an economically important fish and is one of the target catches in the Banda Sea waters. This study aims to analyze utilization rates of scads fish in the Banda Sea waters landed at the Ocean Fisheries Harbor (PPS) Kendari in terms of the trend of catch per unit effort (CPUE). The study was conducted from January to June 2018. Analysis of data included capture productivity (CPUE), surplus production models, utilization rates, and the number of scad fish catches allowed in the Banda Sea waters. The results showed that the average catch productivity (CPUE) was 1.79 tons/trip. The sustainable catch of scad fish in the Banda Sea waters is 6,313.10 tons with an optimum effort of 4,419 trips/year. The average utilization rate is 90.98% of the MSY value and the total allowable catch (TAC) is 5,050.48 tons. High utilization rates and exceeding sustainable catches indicate that scad fishery in the Banda Sea has been heavily exploited. Control of fishing efforth both total of trips, fishing gear, and decent size of scad are necessary to reduce fishing pressure of this species.
Analisis Tingkat Pemanfaatan Fasilitas Pokok dan Fungsional Pangkalan Pendaratan Ikan Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan Tahir, Muh; Alimina, Naslina; Yasir Haya, Ld. Muh.
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 4, No 2 (2020): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v4i2.13488

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Torobulu merupakan salah satu pelabuhan perikanan yang ada di Kabupaten Konawe Selatan yang berfungsi sebagai pelabuhan bongkar muat dan tempat untuk menjual ikan hasil tangkapan. PPI Torobulu diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pengembangan perikanan tangkap di Konawe Selatan melalui strategi pengembangan dan pengelolaan sesuai dengan tingkat pemanfaatan dan kondisi serta kebutuhan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pemanfaatan fasilitas pokok dan fungsional serta alternatif strategi dalam pengelolaan PPI Torobulu. Tingkat pemanfaatan fasilitas dianalisis dengan membandingkan antara kapasitas yang tersedia dengan pemanfaatan atau kebutuhan berdasarkan kondisi saat ini, sedangkan strategi pengelolaan dikembangkan dengan menggunakan analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT analysis). Data penelitian antara lain terdiri dari data produksi dan kunjungan kapal selama 5 tahun terakhir dan data jenis dan jumlah serta ukuran armada kapal yang ada di PPI Torobulu.Data diperoleh melalui pengamatan dan pengukuran langsung fasiltas di lapangan, serta wawancara dan pengisian kuesioner dari narasumber yang dipilih dengan menggunakan metode sampling kuota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada fasilitas yang tingkat pemanfaatannya telah melebihi kapasitas maksimum (dermaga), di lain pihak masih ada fasilitas yang belum termanfaatkan sepenuhnya (kolam pelabuhan, gedung tempat pelelangan ikan, BBM) dan tidak tersedia sesuai kebutuhan atau rusak (instalasi air bersih, pabrik es).Strategi terpilih untuk pengelolaan PPI Torobulu adalah pengembangan atau pembangunan fasilitas yang belum memadai, memantapkan peraturan atau regulasi tentang PPI, dan mendorong perbaikan sistem pemasaran hasil perikanan yang lebih baik.
Efektivitas Alat Tangkap Bubu Terhadap Hasil Tangkapan Serranidae Berdasarkan Jenis Umpan dan Waktu Hauling di Konawe Selatan Saputri, Evi Arum; Anadi, La; Alimina, Naslina
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 5, No 1 (2021): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v5i1.16306

Abstract

Bubu Ikan Karang merupakan alat tangkap tradisional (pasif) yang sebagian besar masih digunakan masyarakat nelayan di Desa Batuputih, Kabupaten Konawe Selatan yang digunakan dalam penangkapan ikan famili Serranidae yang merupakan salah satu jenis ikan karang yang bernilai ekonomis tinggi. Umpan merupakan salah satu bentuk rangsangan (stimulus) yang bersifat fisika dan kimia yang dapat merangsang ikan untuk mendekati alat tangkap dalam proses penangkapan ikan.  Secara umum, tingkah laku ikan juga banyak dipengaruhi oleh kondisi perairan.  Diduga bahwa penggunaan umpan dapat mendukung keberhasilan alat tangkap bubu. Demikian pula, waktu pengambilan hasil tangkapan (hauling) diduga dapat berdampak pada efektivitas alat tangkap secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penangkapan pada famili Serranidae berdasarkan jenis umpan dan waktu hauling yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental fishing dengan menggunakan bubu sebanyak 12 buah dengan 4 perlakuan. Umpan alami dan waktu hauling pagi (perlakuan I), umpan alami dan waktu hauling sore (perlakuan II), umpan buatan dan waktu hauling pagi (perlakuan III) dan umpan buatan dengan waktu hauling sore (perlakuan IV). Tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil menunjukkan perlakuan III dan IV menghasilkan efektivitas sangat baik dengan nilai 81% dan 70,41% untuk famili Serranidae. Data ini menunjukan bahwa nelayan yang ingin menangkap jenis ikan ini maka disarankan menggunakan umpan buatan pada waktu hauling waktu pagi dan sore hari. 
POTENSI EKSTRAK DAUN MANGROVE RHIZOPHORA MUCRONATA DAN AVICENNIA OFFICINALIS SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN SERBUK EFFERVESCENT Hasibuan, Nirmala Efri; Sumartini, Sumartini
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 4, No 2 (2020): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v4i2.12667

Abstract

Rhizophora mucronata dan Avicennia officinalis merupakan jenis mangrove yang memiliki potensi kandungan bioaktif yang tinggi. Dalam penelitian ini ekstrak daun mangrove kering dimanfaatkan sebagai sumber zat aktif pada effervescent.  Pembuatan granul effervescent ekstrak daun mangrove menggunakan metode granulasi basah. Granul effervescent dibuat dalam lima formulasi dengan memvariasikan kadar ekstrak daun mangrove. Granul effervescent ekstrak daun mangrove yang dihasilkan memiliki karakteristik berwarna kuning kecoklatan, pH 5.05-5.81, kadar air 2,042 - 2,809%, Waktu larut 62,33 - 91, 33 detik, kadar tanin 2,59 - 3,91% dan kadar fenol 1,69 - 3,86 %. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (P>0,05) terhadap perbedaan spesies daun mangrove terhadap karakteristik serbuk effervescent sedangkan formulasi yang berbeda menunjukkan perbedaan signifikan (P<0,05) dari karakteristik serbuk effervescent daun mangrove. Hal ini menunjukkan bahwa daun mangrove memiliki potensi digunakan sebagai minuman effervescent karena konten fenol dan tanin yang dihasilkan. ABSTRACT Rhizophora mucronata and Avicennia officinalis are mangrove species that have high bioactive content potential. In this study dried mangrove leaf extract was used as a source of active substances in effervescent. Effervescent granules of mangrove leaf extracts using the wet granulation method. Effervescent granules are made in five formulations by varying the levels of mangrove leaf extracts. Characteristics effervescent granules of mangrove leaf extract produced have brownish yellow, pH 5.05-5.81, moisture content 2.042-2.809%, soluble time 62.33 - 91, 33 seconds, tannin content 2.59 - 3.91% and phenol content 1 , 69 - 3.86%. The results showed there were no significant(P>0,05) differences in various species of mangrove leaf  however the differences of formulation showed there were significant (P<0,05) with the characteristics of mangrove leaves powder effervescent Based on result showed that mangrove leaf have a potencial for effervescent drink because of his phenol and tannin content.
Status Alat Tangkap Arad dan Pengaruhnya terhadap Alat Tangkap lain yang dioperasikan di Cirebon Bayyinah, Auliya Al; Nurkhasanah, Devi
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 5, No 1 (2021): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v5i1.14812

Abstract

Arad merupakan salah satu alat tangkap yang dilarang berdasarkan peraturan menteri kelautan dan perikanan Republik Indonesia (2015) karena telah mengakibatkan menurunnya sumber daya ikan dan mengancam kelestarian lingkungan sumber daya ikan. Namun meskipun sudah terdapat larangan mengenai pengoperasian pukat hela di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia, masih banyak nelayan di Cirebon yang menggunakan alat tangkap arad. Selain telah dilarang penggunaannya arad juga memberikan pengaruh terhadap alat tangkap lainnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat keramah lingkungan alat tangkap arad dan pengaruhnya terhadap alat tangkap lain yang dioperasikan di Kabupaten Cirebon. Metode penelitian yaitu metode survey. Wawancara menggunakan kuisioner kepada 13 orang responden. Berdasarkan hasil penelitian alat tangkap arad yang dioperasikan nelayan Cirebon termasuk kedalam kategori alat tangkap tidak ramah lingkungan dengan jumlah skor 18,85. Pengoperasian jaring arad memberikan pengaruh terhadap alat tangkap jaring kejer, jaring rampus, dan jaring udang. 
Analisis Pemanfaatan Fasilitas Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pasarwajo Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara Muh. Basri, La Ode; Tadjuddah, Muslim; Alimina, Naslina
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 4, No 2 (2020): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v4i2.12378

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) merupakan salah satu fasilitas yang vital dalam bidang perikanan tangkap.  PPI Pasarwajo akan berfungsi dan berperan dengan optimal bila didukung oleh fasilitas operasional dan pengelolaan yang baik.  Melalui pengelolaan yang baik maka pemanfaatan sarana dan prasarana akan lebih efektif dan efisien sehingga mendukung pencapaian tujuan PPI Pasarwajo.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat pemanfaatan fasilitas pokok dan fasilitas  fungional PPI Pasarwajo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan teknik pengambilan data primer dan sekunder melalui survei dengan cara melakukan pengamatan langsung di lapangan dan wawancara secara purposive sampling dengan nelayan, pihak PPI  dan staf dinas perikanan, meliputi: panjang dermaga, luas kolam pelabuhan, kedalaman alur pelayaran, luas gedung lelang, kebutuhan bahan logistic (BBM, air bersih, es balok), dan produksi hasil tangkapan. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan perbandingan nilai pemanfaatan fasilitas dengan nilai kebutuhan fasilitas yang ada pada saat penelitian dilakukan.Tingkat pemanfaatan fasilitas PPI Pasarwajo yakni : Dermaga 46,2 meter, luas kolam 1.021,5 m2,kedalamankolam 3,5 m, tempat pelelangan ikan 36,3 m2  (10%), , instalasi air bersih 1 bak kapasitas 95,138 m3.   Berdasarkan  hasil evaluasi menunjukkan bahwa kondisi fasilitas yang ada belum dapat memberikan pelayanan, dimana fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang dalam keadaan rusak akibat tidak termanfaatkan dan kurangnya perawatan.
Karakterisasi Morfologi Embrio Macrobrachium rosenbergii (Fabricius,1798) Dari Sungai Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara Effendie, Muh Yamin; Yusnaini, Yusnaini; Muzuni, Muzuni
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 5, No 1 (2021): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v5i1.10086

Abstract

Giant fresh water prawn ( Macrobrachium rosenbergii) Located in the Wundulako River, Kolaka Regency, Southeast Sulawesi, from the results of observation on a field about 20 km from the shoreline, 5 female brooders and 1 male brooders are produced, so this is an early indicator that the number of M.rosenbergii  in nature is increasingly limited, so that the hatchery activities become primary solutions in anticipating the potential scarcity of M.rosenbergii, this research focuses on observing the embryonic morphology covering phases (cleavage¸naupli, post naupli, pre-hatch and hatching), in the pre-hatch phase of hatch media that is 4 ppm salinity were used, each embryo morphological change was documented using an electric microscope, recorded periodically (24 hours) and distributed according to visual development of the embryo. Egg incubation period for 21 days for hatching media 4 ppm.Udang sungai (Macrobrachium rosenbergii) Terdapat di Sungai Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dari hasil obesrvasi di lapangan sejahu 20 km dari bibir pantai, diperoleh 5 indukan betina, dan 1 indukan jantan, sehingga ini merupakan indikator awal bahwa jumlah udang M.rosenbergii di alam semakin terbatas, sehingga kegiatan pemebenihan menajadi solusi untama dalam mengantisipasi potensi kelangkaan M.rosenbergii, penelitian ini berfokus pada pengamatan morfologi embrio meliputi fase (cleavage¸naupli, post naupli, pre-hatch dan menetas), pada fase pre-hatch media penetasan yang digunakan bersalinitas  4 ppm, tiap perubahan morfologi embrio di dokumentasikan menggunakan mikroskop elektrik, di catat secara berkala (24 jam) dan di deskribsikan menurut perkembangan embrio secara visual. Masa inkubasi telur selama 21 hari untuk media penetasan 4 ppm.
Ketebalan Lapisan Bagian Puncak dan Dasar Mutiara Kerang Mabe (Pteria penguin) Sansibar, Sansibar; Yusnaini, Yusnaini; Idris, Muhammad
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 4, No 2 (2020): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v4i2.13123

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengamati karakteristik lapisan bagian puncak (top) dan dasar (base) mutiara blister (Pteria penguin) berdasarkan ukuran cangkang. Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan pada lokasi budidaya mutiara mabe di Perairan Palabusa Selat Buton Sulawesi Tenggara. Hewan uji dua kelompok berdasarkan ukuran cangkang masing-masing 40 ekor. Kelompok pertama (K1) berukuran rata-rata tinggi 72,41 mm, panjang 87,89 mm, dan tebal 25,32 mm; Kelompok kedua (K2) berukuran rata-rata tinggi 89,03 mm, panjang 105,87 mm dan tebal 29,57 mm. Parameter yang diukur adalah ketebalan lapisan mutiara pada bagian atas, puncak (top) dan ketebalan lapisan pada bagian dasar (base), dan morfometrik cangkang karang. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif terhadap lapisan base dan top dengan ukuran cangkang antara panjang, tinggi, dan tebal. Ketebalan lapisan mutiara pada bagian top K2 yaitu 0.23±0.06 mm, lebih tinggi dari K1 yaitu 0.22±0.05 mm, demikian juga ketebalan lapisan mutiara bagian base pada kerang K2 yaitu 0.32±0.09 mm lebih tinggi dari pada K1 yaitu 0.30±0.06 mm. Makin tebal ukuran cangkang, cenderung menghasilkan mutiara yang lebih tebal.
Dinamika Populasi Ikan Bungo (Glossogobius giuris Hamilton–Buchanan, 1822) di Perairan Danau Tempe, Sulawesi Selatan Kudsiah, Hadiratul; Suwarni, Suwarni; Rahim, Sri Wahyuni; Tresnati, Joeharnani; Umar, Moh. Tauhid; Novriani, Andi
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 5, No 1 (2021): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v5i1.13790

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dinamika populasi ikan  bungo   meliputi  kelompok  umur,  pertumbuhan, mortalitas,  laju  eksploitasi  dan  Yield  per  Recruitmen Relatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli  2020  di  Perairan  Danau  Tempe, Kabupaten wajo Sulawesi Selatan. Penentuan kelompok umur  dilakukan  menggunakan  metode  Bhattacharya dengan  bantuan  program  FAO-ICLARM  Fish  Stock Assesment Tools II (FISAT II), pertumbuhan menggunakan persamaan  Von  Bertalanffy,  mortalitas  alami  (M) menggunakan persamaan empiris Pauly, mortalitas total menggunakan persamaan Beverton dan Holt, mortalitas penangkapan (F) dengan persamaan Z= F+M, eksploitasi (E) menggunakan persamaan Baverton dan Holt dan yield per recruitment (Y/R’) menggunakan persamaan Beverton dan Holt.Hasil penelitian ikan bungo yang diamati berjumlah 923 ekor yang terdiri dari ikan tbungol jantan sebanyak713 ekor dan ikan bungo betina sebanyak 210. Kisaran panjang total mulai 100 mm – 266 mm yang terbagi dalam tiga kelompok umur dengan panjang masing-masing 129.54 mm, 177.41 mm dan 248.14 mm. Panjang asimtot (L∞) = 283.00 mm, koefisien pertumbuhan (K) = 0.60 dan umur teoritis (to) sebesar -3.9811 per tahun. Laju mortalitas total (Z) = 1,55 per tahun. Mortalitas alami (M) = 0,71 per tahun, mortalitas penangkapan (F) = 0,84, Eksploitasi (E) = 0,54 dan yield per recruitment (Y/R’) = 0.0620. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ikan bungo yang berada di Perairan Danau Tempe memiliki pertumbuhan yang cepat dan diduga telah mengalami kelebihan tangkapan