cover
Contact Name
Yusnaini
Contact Email
yusyusnaini@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jsipikan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25023276     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) adalah jurnal penelitian ilmiah yang bertujuan untuk mempromosikan biosains, inovasi dan manajemen serta kajian yang relevan pengelolaan atau pemanfaatan sumber daya hayati perairan, perikanan, kelautan, aquakultur, teknologi hasil perikanan, pengelolan pencemaran perairan, dan rehabilitasi ekosistem lingkungan perairan. Level penelitian meliputi sel, organisme, populasi, ekosistem, atau proses yang mempengaruhi sistem perairan di bidang perikanan dan ilmu kelautan. Para penulis dan pembaca adalah ilmuwan dan pakar dari sektor akademik dan dunia industri,Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) memiliki ISSN dari LIPI 2502-3276 terbit 2 kali setahun periode Januari dan Juli setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 63 Documents
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Petai Cina (Leucaena leucocephala) terhadap Performa Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Pratiwi, Nurul; Lumbessy, Salnida Yuniarti; Azhar, Fariq
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 5, No 2 (2021): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v5i2.17506

Abstract

Permasalahan utama dalam budidaya udang vaname adalah serangan penyakit yang menyebabkan pertumbuhan udang menjadi kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak daun petai cina (L. leucocephala) terhadap performa udang vaname (L. vannamei). Penelitian ini dilakukan selama 60 hari menggunakan udang vaname berukuran PL-20. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu, P1: tanpa penambahan ekstrak daun petai cina (kontrol), P2: ekstrak daun petai cina 1% v/w , P3: ekstrak daun petai cina 2% v/w dan P4: ekstrak daun petai cina 3% v/w.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun petai cina dengan dosis yang berbeda pada pakan udang vaname memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan nilai FCR udang vaname, tetapi tidak mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup (SR) udang vaname. Diduga bahwa ekstrak daun petai cina mengandung senyawa glycerin, erythritol dan inositol. Penambahan ekstrak daun petai cina sampai dengan dosis 2% v/w dapat memberikan peningkatan bobot mutlak 3,70 g, panjang mutlak 6,13 cm, laju pertumbuhan spesifik (SGR) 5,7 g/hari dan rasio konversi pakan (FCR) 0,9. Oleh karena itu ekstrak daun petai cina mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai feed additive non nutritif pada budidaya udang vaname..    
Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Beberapa Jenis Tanaman terhadap Bakteri Patogen pada Budidaya Ikan Salosso, Yuliana; Olga, Olga; Aisiah, Siti; Ressie, Jeny Dorotea; Foes, Yenni Welhelmina; Pasaribu, Wesley
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 5, No 2 (2021): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v5i2.17498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia serta aktivitas antibakteri sepuluh jenis tanaman  terhadap bakteri Vibrio alginolyticus dan Aeromonas hydropilla. Dipilih  10 jenis tanaman yang sering digunakan sebagai obat dan banyak ditemukan di kota Kupang seperti tanaman Phyllanthus acidus, Euphorbia hirta, Persea gratissima, Euphorbia thymifolia,  Morus australis, Justica gendarussa, Paederia scandeus, Annona squamosa,  Sesbania sesban,  dan Jatropha gossypifolia. Bagian tanaman yang digunakan adalah daun, kecuali E. hirta dan E. thymifolia digunakan seluruh bagian tanaman.  Kesepuluh jenis tanaman tersebut dibuat bubuk,  kemudian diekstraksi dengan cara dimaserasi secara bertingkat mulai dari pelarut n-heksan, etil asetat dan metanol, selain itu, juga digunakan ekstrak air  tanaman tersebut. Semua jenis ekstrak tanaman diuji antibakteri dengan menggunakan metode cakram. Jenis ekstrak yang aktif selanjutnya diuji antibakteri pada konsentrasi 10%, 1% dan 0,1%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis  tanaman  yang berpotensi sebagai antibakteri pada budidaya ikan laut adalah  esktrak air dan metanol E. hirta dan E. thymifolia. Sedangkan jenis tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri pada budidaya ikan air tawar adalah ekstrak air  E. hirta dan E. thymifolia daun J. gendarussa. 
Kerentanan Species Ikan Retain pada Perikanan Tuna dari Alat Tangkap Handline Yonvitner, Yonvitner; Boer, Mennofatria; Kurnia, Rahmat; Tamanyira, Masykur
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 5, No 2 (2021): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v5i2.12191

Abstract

 Kelompok ikan retain dari perikanan tuna juga termasuk kelompok komersial utama yang juga banyak dimanfaatkan. Penurunan hook rate tuna juga turut mempengaruhi perikanan tuna termasuk hasil tangkapan samping lainnya.  Untuk itu penelitian kerentanan kelompok retain ini juga perlu dilakukan untuk mengetahui potensi berkelanjutannya. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2013 di Sendangbiru Malang, Bitung, Wakatobi, dan Kendari. Data yang dikumpulkan dan kemudian dianalisis adalah produkitivitas dan susceptabilitas menurut kriteria MSC (Marine Steward Council). Indek kerentanan dievaluasi dari indek jarak (Index Jaccard). Hasil tangkapan ikan retain dari perikanan tuna adalah ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), ikan lemadang (Coryphaena hippurus), dan baby tuna (Thunnus albacores).  Nilai produktivitas berkisar 1.43-2,14 tergolong sedang sampai tinggi dan susceptibilitas 1,13-1,48. Tingkat kerentanan ikan retain berkisar 86,3-96,2 yang tergolong rentan rendah (low risk) dan potensial berkelanjutan. 
Kandungan Proksimat Dan Antioksidan Pakan Budidaya Yang Mengandung Tepung Chlorella vulgaris Beyerinck (Beijerinck) 1890 Darsan, Ismi Musdalifah; Iba, Wa; Nur, Indriyani
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 5, No 2 (2021): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v5i2.13135

Abstract

Senyawa antioksidan dan proksimat yang memadalai dalam pakan budidaya diketahui dapat membantumeningkatkan imunitas, pertumbuhan dan kelangsungan hidup organisme budidaya. Mikroalga telah diketahuimengandung senyawa antioksidan, protein dan lipid yang dapat diintegrasikan ke dalam pakan budidaya namunpersentasenya yang optimal belum diketahui. Oleh karena itu dalam penelitian ini mikroalga C. vulgarisditambahkan ke dalam pakan komersil udang dengan persentase 25, 50, 75, dan 100% untuk diketahui kandunganproksimat dan antioksidannya. Pakan komersil dengan kosentrasi 100% digunakan sebagai kontrol. Semuaperlakuan dilakukan dalam tiga ulangan. Metode yang digunakana adalah mengkombinasikan tepung mikroalgadan pakan komersil dan dilakukan repeleting. Persentase nilai rata-rata proksimat terbaik ditemukan pada pakanyang mengandung 25% tepung mikroalga. Demikian pula dengan nilai rata-rata antioksidan pakan yang terbaikyaitu sebesar 208,95±0,21 µg/mL. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung mikroalga sebesar 25%dapat dilakukan untuk meningkatkan aktivitas antioksidan serta kandungan protein dan lipid dalam pakanbudidaya. 
Analisis Dimensi Utama dan Stabilitas “KM. Purnama 10” di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Dahniar, Dahniar; Anadi, La; Yasir Haya, La Ode Muhammad
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 5, No 2 (2021): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v5i2.12489

Abstract

Kapal purse  seine  di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari merupakan kapal yang dibangun secara tradisional tanpa menggunakan desain (naval arsitektur), sehingga kenyamanan dan keamanan kapal selama operasi penangkapan ikan belum diketahui secara pasti. Tujuan penelitian ini yakni mengkaji desain rasio dimensi utama dan stabilitas kapal purse seine KM. Purnama 10 di PPS Kendari dengan menggunakan metode studi kasus pada kapal yang berukuran dominan dan dianalisis dengan simulasi numerik dengan menggunakan software maxsurf stability untuk mendapatkan lengan penegak GZ.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa KM. Purnama 10 memiliki bentuk kasko round bottom dan rasio dimensi kapal pada kekuatan memanjang (L/D) yakni 13,75; tahanan dan kecepatan (L/B) yakni  5,79 dan stabilitas (B/D) yakni 2,38. Nilai tersebut berada pada standar acuan kapal-kapal (encircling) di Indonesia dan nilai stabilitas pada 4 kondisi pembebanan kapal tersebut bernilai positif (jauh di atas rekomendasi minimum IMO), sehingga kapal purse seine KM. Purnama 10 merupakan kapal yang memiliki stabilitas yang baik di PPS Kendari. 
Analisis Vegetasi, Estimasi Biomassa dan Stok Karbon EkosistemMangrove Pesisir Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka Arif Prasetya; Hasidu, La Ode Abdul Fajar; Ibrahim, Akhmad Fadli; Prasetya, Arif; Maharani, Maharani; Asni, Asni; Agusriyadin, Agusriyadin; Mubarak, Azhar Aras; Kamur, Sudarwin; Kharisma, Gaby Nanda
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 5, No 2 (2021): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v5i2.9371

Abstract

Studi analisis vegetasi, estimasi biomasa dan stok karbon ekosistem mangrove sangat penting dilakukan untuk menentukan kondisi ekosistem dan kemampuan ekosistem mangrove dalam menyerap karbon dan menyimpannya ke dalam biomassanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi vegetasi mangrove, persentase tutupan vegetasi, status biomassa permukaan (AGB), serta potensi stok karbon yang tersimpan di vegetasi mangrove di pesisir Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2019. Metode penelitian menggunakan transek kuadrat untuk menghitung kerapatan mangrove, selanjutnya dibandingkan dengan metode Hemispherichal Photography untuk mengukur persentase penutupan vegetasi mangrove berbasis pemisahan antara pixel langit dan pixel vegetasi. Data AGB dihitung berdasarkan data diameter batang mangrove (Diameter at Breast Heigh/DBH) dan persamaan allometrik dari setiap spesies. Data stok karbon dihitung dengan menggunakan konstanta karbon dari bahan organik dan data biomassa (AGB). Hasil penelitian menunjukkan, kerapatan mangrove tertinggi secara berturut-turut terdapat di stasiun 2 (5299,99 ind/ha2), stasiun 1 (3466,66 ind/ha2),  dan stasiun 3 (3066,66 ind/ha2). Persentase tutupan mangrove berbasis pixel kanopi  menunjukkan hasil yang sama dengan kerapatan mangrove, dimana persentase tutupan mangrove tertinggi terdapat di stasiun 2 (84,0716%), stasiun 1 (81,5368%), dan stasiun 3 (80,9978%). Ekosistem mangrove yang ada lokasi tersebut dalam kondisi baik dengan kerapatan  dan persentase tutupan yang cukup tinggi. Komposisi penyusun vegetasi mangrove yang ada di Kecamatan Latambaga didominasi oleh mangrove jenis Rhizophora apiculata dan Rhizophora mucronata dengan kelas pertumbuhan sapihan (DBH < 10cm)  dan tiang (DBH < 20 cm). Meskipun dalam kondisi yang baik, ekosistem mangrove di pesisir Kecamatan Latambaga mengalami ancaman alih fungsi lahan menjadi tambak. Total AGB tertinggidi stasiun 1 (226,76 ton/ha), diikuti oleh stasiun 3 (181,47 ton/ha), dan stasiun 2 (76,06 ton/ha). Stok karbon berbanding lurus dengan data AGB. Total stok karbon tertinggi juga terdapat pada stasiun 1 (106,57 ton/ha), diikuti oleh stasiun  3 (85,29 ton/ha), dan stasiun 2 (35,75 ton/ha).
PRODUKSI LIPID ISOLAT BARU MIKROALGA LAUT Skeletonema sp. HASIL KULTUR MASSAL DI OUTDOOR SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL Fitrah, Fitrah; Indrayani, Indrayani; Emiyarti, Emiyarti
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 6, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i2.17075

Abstract

Skeletonema sp. is a type of marine microalgae widely studied for its  potentials a raw material for biodiesel due to fast growth, high lipid content and resistant to environmental changes. The aim of this study was to determine specific growth rate, biomass production, lipid content and lipid produksivity of a newly isolated marine microalga Skeletonema sp. mass cultivated in 1 m 2 outdoor raceway pond. This study was conducted from June - December 2019 in the hatchery of Unit PelaksanaTeknis Daerah (UPTD) Purirono Kendari. The alga species was cultivated in a 1m2 raceway pond in outdoors for  a month. The alga was cultured using f/2 medium under semi-continuous mode with harvesting every 4 days. Sampling for cell counting was done every two days whereas sampling for biomass and lipid was conducted prior to harvesting (every 4 days). The results showed that the Skeletonema sp. can grow well in a 1 m 2 outdoor raceway pond with an average specific growth rate of 0.30 d-1, biomass yield of 0.62 g/L, biomass productivity of 0.222 g/L, lipid yield of0.28 g/L from biomass dry weight, lipid content of 44.81%, and  lipid productivity of 0.092 g/L/h. This study showed that the Skeletonema sp. has the potential to be developed as a raw material for biodiesel due to its high growth rate, biomass and lipid productivity when mass cultured in outdoors.
Distribusi Dan Status Kontaminasi Logam Berat Dalam Sedimen Permukaan Di Pesisir Ranokomea, Poleang Barat, Kabupaten Bombana Pratikino, A. Ginong; Erawan, Muhammad Trial Fiar; Subhan, Subhan; Rahman, Arwan Arif; Kolibongso, Duaitd; Wahyudi, Adi Imam
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 6, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i1.18603

Abstract

Sampel sedimen dikumpulkan dari pesisir Ranokomea dengan tujuan untuk mengetahui distribusi logam berat, hubungan logam berat dengan bahan organik, dan tingkat kontaminasi logam berat dalam sedimen. Konsentrasi logam berat ditentukan menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), hubungan logam berat dengan bahan organik menggunakan analisis korelasi, dan tingkat kontaminasi logam berat ditentukan berdasrkan nilai CF dan I-geo. Konsentrasi logam Cu dan Zn dalam sedimen pada masing-masing stasiun berturut-turut LJ.1 (0.720 ppm, 5.860 ppm), LLJ.1 (0.761 ppm, 6.342 ppm), dan RJ.1 (0.712 ppm, 5.735 ppm), dengan nilai rata-rata konsentrasi logam Cu 0.731 ppm, dan Zn 5.979 ppm, hubungan logam berat dengan bahan organik menunjukan nilai positif, nilai CF yang diperoleh CF<1, dengan nilai rata-rata Cu 0.13 dan Zn 0.085, nilai I-geo yang diperoleh I-geo<0, dengan nilai rata-rata Cu -1.752 dan Zn -0.944. Konsentrasi logam berat Cu dan Zn di lokasi penelitian menunjukkan lebih rendah pada daerah yang jauh dari jetty (kanan jetty), dan tinggi pada daerah lebih dekat dengan muara sungai (kiri jetty) atau RJ.1<LJ.1<LLJ.1, tingginya kandungan bahan organik dalam sedimen diikuti dengan peningkatan konsentrasi logam Cu dan Zn, dan tingkat kontaminasi logam Cu dan Zn dalam sedimen di pesisir Ranokomea masih dalam kategori kontaminasi rendah dan belum tercemar.
PERTUMBUHAN DAN DAYA SERAP Chlorella vulgaris TERHADAP LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA PERAIRAN DALAM SKALA LABORATORIUM Anggraini, Wa Ode Linda Rahayu; Iba, Wa; Ambardini, Sri
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 6, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i1.14992

Abstract

This research aims to determine the growth of C. vulgaris (based on specific growth rate and biomass productivity) cultured in Walne medium containing different concentration of lead.  C. vulgaris ability in absorbing heavy metals Pb was also measured. This study used a complete randomized design experiment with walne media and the addition of varied concentration of lead.  Four lead concentrations used were 3, 5, 7 and 9 ppm. Microalgae was cultured for 8 days at 30 psu and 12:12 photoperiod. Increasing density was calculated every other day. Microalgae was harvested by using 1 M NaOH solution to obtain cell biomass. The lead absporption of C.vulgaris was read using an atomic absorption spectrophotometer. Cell density, specific growth rate and biomass productivity were the highest at 3 ppm and the lowest at 9 ppm. Better lead absorption of C. vulgaris cells was observed at 5 ppm than other concentration tested. This research confirmed that C. vulgaris can be used as bioremediation agent to lead contamination in sea water up to concentration of 9 ppm.
Studi Perikanan Tangkap JaringInsangdengan Shortening Berbeda Di Perairan Tompo Pasi Waemputtang Poleang Selatan, Bombana Safriani, Irma; La Sara, La Sara; Alimina, Naslina
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 6, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i1.16267

Abstract

Jaring insang merupakan alat tangkap yang umum digunakan nelayan di Kabupaten Bombana. Penentuan ukuran mata jaring dan shortening masih didasarkan pada pengalaman nelayan secara turun temurun, padahal ukuran mata jaring dan shortening yang tepat menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan penangkapan. Sehingga hal ini perlu adanya pengembangan alat tangkap jaring insang berdasarkan shortening yang optimum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi jenis, Indeks  Keanekaragaman (H), Indeks Dominansi (C), pendapatan usaha serta menentukan shortening yang lebih baik untuk mendukung keberlanjutan ekologi dan keberlanjutan usaha nelayan. Sampel dikumpulkan setiap 1 kali seminggu pada bulan Oktober 2018 – Desember 2018 menggunakan jaring insang shortening 30 persen dan shortening 40 persen. Data dikumpulkan dengan cara pengoperasian alat tangkap jaring insang dilakukan 1 kali seminggu selama 3 bulan baik yang menggunakan shortening 30 persen maupun  shortening 40 persen. Hasil tangkapan dianalisis komposisi jenis menggunakan rumus Odum, tingkat keanekaragaman jenis di analisis menggunakan Shannon-Wienner (H). Tingkat dominansi spesies dianalisis menggunakan Indeks Simpson (C). Pendapatan usaha dianalisis menggunakan analisis Revenue Cost Ratio dan Payback Period. Untuk menetukan shortening yang lebih baik menggunakan analisis uji t-independent. Hasil menunjukkan tingkat keanekaragam jenis masing-masing shortening 30 persen dan shortening 40 persen dikategorikan tinggi (1,110 dan 1,118). Indeks dominansi masing shortening tergolong rendah (0,499 dan 0,493). Hasil menunjukkan bahwa kelayakan usaha dari alat tangkap jaring insang untuk shortening 30 pesen dikategorikan untung dan layak untuk dikembangkan. Hasil Uji t menunjukkan ada perbedaan yang signifikan terhadap penggunaan shortening 30 persen terhadap hasil tangkapan nilai sig 0,013 < 0,05. Berdasarkan hasil analisis dan tangkapan ikan masing-masing shortening maka shortening sebaikanya dibuat dengan ukuran 30 persen.