cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding SENDI_U
Published by Universitas Stikubank
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
Search results for , issue "2016: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS" : 115 Documents clear
IMPLEMENTASI PRINSIP PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM NOVEL AKU TERLAHIR 500 GRAM DAN BUTA KARYA MIYUKI INOUE Oemiati, Sri
Proceeding SENDI_U 2016: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Readiness of parenting and positive reception of a mother to a disable child will help the growth and progress ofchildren in terms of both academic and other developments. This paper focuses on the Implementation Principles ofLearning Disable Children in the novel Aku Terlahir 500 gram dan Buta by Miyuki Inoue. This paper aims todescribe the implementation of learning principle of the main character as a disable child in the novel. It is basedon the theory proposed by Bambang Putranto. The purpose of the study is to add insight on the principle of learningfor disable children as well as expanding knowledge on the analysis of literary studies. The data collection includesthe close reading, observations an written documents. The steps of the study consist of 1) planning 2) data collection3) data processing 4) conclusion, and 5) the writing of the report. According to analysis conducted by the writer, itis concluded that the principle of learning undertaken by Miyuki’s mother in educating her blind child is theprinciple of concreteness/sensory experience, the totality, and the principle of independent activity.Kata Kunci: ABK (anak berkebutuhan khusus), prinsip kekonkretan, totalitas, aktivitas mandiri
MAKNA SIMBOLISME DALAM MANTRA ASMARAGAMA SANG ARJUNA Purwanto, Sugeng
Proceeding SENDI_U 2016: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arjuna, Permadi, atau Dananjaya, dan nama-nama lain yang mengacu pada satu sosok ksatria penengah pandawaadalah putra Raja Pandu Dewanata dan Dewi Kunthi Talibarata; namun secara biologis, dia sebenarnya hasil“perselingkuhan” Dewi Kunthi dengan Bathara Indra, melalui Aji Kunto Wekasing Rasa Sabda Tunggal TanpaLawan. Dengan demikian, tidaklah mengherankan jika Arjuna terlahir menjadi ksatria sakti mahambara, yang salahsatunya adalah kepakarannya dalam memikat hati wanita. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis maknasimbolisme dalam mantra Asmaragama milik Sang Arjuna. Hasil penelitian eksploratif dan interpretatif ini ternyatasangat mengejutkan. Aji Asmaragama sesunguhnya memiliki ‘piwulang adiluhung’ dalam mengarungi bahterarumah tangga, yang meliputi (1) Asmara tantra, (2) Asmaranala, (3) Asmaratula (4) Asmara turida (5) Asmaradanadan sebagai pamungkasnya adalah (6) Asmaragama. Konon orang yang menguasai Asmaragama bisa memiliki istrilebih dari satu. Arjuna sendiri beristri 40 orang. Hal ini sangat dimungkinkan sebab apabila Sang Arjuna sedangbercinta dengan salah satu istri, maka yang 39 istri lainnya juga bisa merasakan getar asmaranya. Sedangkan teksAsmaragama itu sendiri mengandung kekuatan magis yang apabila dibacakan didekat wanita, maka pakaian wanitatersebut bisa tanggal satu per satu.Kata Kunci: aji asmaragama, piwulang adiluhung, arjuna Pendahuluan
KONSTRUKSI IDENTITAS BUDAYA BANYUMASAN DALAM KAUS DABLONGAN Dadan, Sulyana
Proceeding SENDI_U 2016: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di wilayah Banyumas banyak beredar kaus oblong yang mengklaim sebagai kaus oblong Banyumasan. Penelitianini bertujuan untuk melihat bagaimana identitas budaya Banyumasan dikonstruksikan dalam salah satu merk kausoblong tersebut, yakni kaus Dablongan. Kaos Dablongan adalah kaos sablon yang diproduksi oleh orangBanyumas yang menampilkan tulisan-tulisan ungkapan tradisi lisan Banyumas. Ciri yang membedakan kaosDablongan dari kaos oblong lainnya adalah teks dalam desainnya yang menggunakan bahasa Banyumasan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan denganmengobservasi berbagai teks yang ada dalam kaos Dablongan, baik teks visual maupun teks verbalnya. Kemudian,peneliti menentukan empat kaus Dablongan sebagai unit analsis. Selanjutnya teks tersebut dianalisa denganmenggunakan pendekatan semiotik dari Rolland Barthes. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa teks visual danverbal yang terdapat dalam desain kaos Dablongan sebagian besar mengkonstruksikan karakteristik khasmasyarakat Banyumas yang sekaligus merupakan identitas budayanya. Karakteristik tersebut antara lain nilai-nilaikejujuran yang dalam bahasa Banyumas disebut cablaka. Identitas budaya lainnya adalah masyarakat Banyumasyang religius, pantang menyerah, adaptif, kreatif, egaliter dan pekerja keras.Kata kunci: konstruksi, identitas budaya, budaya Banyumasan
IMPLEMANTASI BUDAYA KERJA 5 S DAN HOURENSOU OLEH PARA EKS-PEMAGANG DI JEPANG DALAM DUNIA KERJA DI INDONESIA Wahyuningsih, Tri Mulyani; Aryanto, Bayu
Proceeding SENDI_U 2016: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana para eks-pemagang di Jepang mengimplementasikanpengalaman kerja setelah mereka kembali ke Indonesia. Pengalaman kerja yang dimaksud adalah berupa konsepkonsepkultur kerja di Jepang yang mereka peroleh saat mereka magang di Jepang. Wilayah penelitian adalah kotaSemarang dan Karisidenan Surakarta. Dari hasil penelitian terlihat bahwa para eks-pemagang di Jepang tersebutmenerapkan prinsip kerja 5 S (seiri, seiton, seisho, seiketsu, shitsuke), dan prinsip kerja hourensou dalam pekerjaanyang digelutinya. Realisasinya adalah prinsip kerja seiri dan seiton yang diterapkan pada saat penyimpanan arsipagar lebih efektif dan perawatan barang-barang inventaris di tempat kerja. Seisho dan seiketsu diterapkan ketikamenjaga kebersihan tempat kerja. Sedangkan prinsip shitsuke diterapkan pada saat pengarahan dengan memberikanmotivasi kerja. Dalam prinsip kerja hourensou (houkoku, renraku, soudan), Prinsip houkoku adalah bahwa setiaporang harus melaporkan apa yang dilakukannya kepada atasan, sedangkan prinsip renraku adalah setiap tindakanyang telah dilaporkan ke atasan, juga harus menginformasikannya ke setiap orang atau unit yang terkait atau yangakan terkena dampak dari sebuah tindakan. Prinsip soudan adalah mendahulukan berdiskusi dengan atasan dan timkerja saat pengambilan keputusan atau saat menghadapi masalah.Kata Kunci: Lima S, hourensou, budaya, eks-pemagang
HETEROGLOSSIA IN SOPHIE KINSELLA’S THE UNDOMESTIC GODDESS ., Yulistiyanti
Proceeding SENDI_U 2016: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study reveals the differentiated languages or heteroglossia in popular novel entitled The UndomesticGoddess. Heteroglossia is a terminology which Mikhail Bakhtin introduced in his essay Discourse in theNovel. Novel is an arena where the contestation of ideologies take place. It contests from the socialinteraction among the characters of a novel. The Undomestic Goddess tells about a young female lawyerwho gets fired from the law firm because she makes a huge mistake, then because of the mistake shebecomes a house-keeper. Heteroglossia is applied in this novel known from the utterances used by thecharacters and narrator of the novel. From heteroglossia or differentiated languages emanate ideologies.This study focuses on the contestation of the two opposite ideologies; patriarchy and feminism. Itidentifies utterances and categorizes them. It also needs interpretation to elucidate the ideologies found inthe utterances. Patriarchal ideology which has put male as a dominant force is not only believed by themale characters, but the female characters also practise them. The opposite ideology, feminism shows thatthe female character tries to break the social construction that brings female as an important other andoften gets discrimination in the binary opposition between male and female. This novel depicts the socialproblem people experience although they live in this modern era when digital technology cannot beseparated from their lives and females can achieve high-education and do career, the patriarchal ideologystill works in the society.Keywords: heteroglossia, patriarchy, feminism, ideological contestation, The Undomestic Goddess

Page 12 of 12 | Total Record : 115