Articles
16 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2018)"
:
16 Documents
clear
SELISIK MAKNA PAMALI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SUKU KAJANG KABUPATEN BULUKUMBA MELALUI KAJIAN SEMIOTIKA SOSIAL HALLIDAY
Muhammad Yusuf Abdullah;
Reski Dian Utami;
Nurfadillah Nurfadillah
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.015 KB)
Ungkapan tradisional yang sering digunakan oleh masyarakat yaitu ungkapan pamali. Pamali berarti ungkapan-ungkapan yang mengandung semacam larangan atau pantangan untuk dilakukan. Salah satu daerah yang masih memegang teguh adat dan tradisinya, termasuk ungkapan pamali adalah Kajang. Pamali mengandung pesan sehingga harus benar-benar dipahami maknanya agar tidak terjadi kesalahan persepsi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna yang terkandung dalam pamali masyarakat Kajang, khususnya Kawasan adat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian semiotika sosial Halliday dengan menggunakan metode kualitatif. Data yang dianalisis adalah data lisan berupa pamali yang diperoleh melalui wawancara terhadap tokoh-tokoh masyarakat yang berstatus sebagai informan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pamali masyarakat kawasan adat merupakan suatu tanda simbol yang bermakna. Pamali menjadi bagian dari kekayaan pengungkapan kepercayaan masyarakat Kajang. Sekalipun telah mengalami banyak pergeseran, namun kekhawatiran masyarakatnya yang tidak ingin mencederai kesakralan kawasan adat Kajang menjadikan pamali tetap ada dan memiliki kedudukan yang tinggi bagi masyarakat Kajang. Beberapa pamali yang masih diyakini oleh ketua adat atau ammatoa yaitu kasimpalli a’baju balla nu bahanna battu ri batu eja (pamali membuat rumah dengan bahan bakunya adalah batu bata, kasimpalli ammake panggalasa bangkeng (pamali menggunakan alas kaki), kasimpalli ammake baju eja (pamali menggunakan baju merah), kasimpalli anggalle parring ri borong ada’a (pamali mengambil rotan di hutan adat), kasimpalli anggalle gambarana i ammatoa na bahinenna (pamali mengambil gambar sang ammatoa beserta istrinya), kasimpalli a’gesere dapuru ri bokoang (pamali menggeser dapur ke belakang), kasimpalli nu makkala na lohe bicaranna burunnena tu disala ia mate ri bahinenna pakonjo todo bagi bahine tu disala ia ri burunena (pamali tertawa dan banyak bicara bagi suami yang ditinggal oleh istrinya (meninggal) begitu pun dengan istri yang ditinggal oleh suaminya). Jika memakai perspektif budaya dalam konsep pelestarian, kepercayaan terhadap pamali dipandang sebagai langkah untuk terus mempertahankan tradisi lisan yang turun-temurun diwariskan oleh generasi sebelumnya. Kata Kunci: Kajang, Pamali, Semiotika
PENDEKATAN PROBLEM POSING BERLATAR COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Ashar Hidayah
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (81.936 KB)
Mutu pendidikan di sekolah terus ditingkatkan dengan berbagai usaha dan upaya yang telah dilakukan seperti penambahan jumlah buku pelajaran, penyempurnaan kurikulum, penataran guru-guru bidang studi, penambahan sarana dan prasarana untuk kegiatan belajar mengajar dan pemantapan proses belajar mengajar. Pemantapan proses belajar mengajar, guru mempunyai peranan yang cukup penting, dimana hasil belajar anak didik bukan hanya dipengaruhi oleh penguasaan guru terhadap materi pelajaran, tetapi juga metode yang digunakan dalam kegiatan belajar mangajar. Agar siswa temotivasi untuk belajar mandiri, maka rasa ingin tahu siswa perlu dikembangakan dan dibangkitkan. Tugas seorang guru di sekolah hanyalah memberikan jalan kepada siswa agar mampu belajar mandiri, pendekatan problem posing berlatar cooperative learning dalam pembelajaran dapat melatih siswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan atau soal-soal yang berkaitan dengan materi yang dipelajari. Dalam pembelajaran yang menerapkan pendekatan problem posing berlatar cooperative learning, perasaan tersebut dapat teratasi. Siswa ditintut untuk mengajukan masalah atau pertanyaan sesuai minat mereka dan memikirkan cara penyelesaiannya secara bersaa anggota kelompok. Perhatian dan komunikasi dalam pembelajaran, siswa melalui pendekatan problem posing berlatar cooperative learning akan lebih baik karena pertanyaan atau soal yang berkualitashanya mungkin dapat diajukan dan diselesaikan oleh siswa yang mempunyai perhatian yang sungguh-sungguh terhadap pelajaran. Kata Kunci : Cooperative Learning, Matematika, Problem Posing
GARUDAKU: INOVASI PELESTARIAN BUDAYA NUSANTARA BERBASIS CULTURAL MAPS MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Awaliya B, Nur Afia
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebudayaaan suatu bangsa merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijaga dan tetap dilestarikan, budaya mencakup keseluruhan tingkah laku dan adat istiadat yang telah berlangsung turun temurun yang mengakar dan diwarisi oleh masyarakat. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki kekayaan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap suku yang tersebar dari ujung barat pulau Sumatera hingga Papua. Perkembangan teknologi dan pesatnya arus globalisasi menjadi tantangan bagi suatu bangsa dalam upaya pelestarian kebudayaannya. Akses informasi dan komunikasi yang tidak dapat dibendung menjadikan mudahnya pergeseran budaya di suatu bangsa. Generasi muda merupakan generasi yang paling rentan mengalami pergeseran budaya. Sebagai generasi milenial atau disebut pula generasi Y yang didukung oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat fungsi alat komunikasi dan media informasi tidak hanya dijadikan sebagai alat penunjang tetapi sudah menjadi kebutuhan. Penggunaan media informasi semisal media sosial yang berkembang pula, menjadikan generasi muda sebagai pengguna aktif didalamnya, akses informasi pun dapat bergerak secara cepat. Dari fakta tersebut, bangsa Indonesia juga akan terkena dampak dari globalisasi, oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat bagi generasi muda terhadap budaya bangsanya sendiri. Melaui penelitian kepustakaan/library research dengan pendekatan penelitian kualitatif dan melakukan prosedur-prosedur pengumpulan analisis data yang sistematis, ditemukan upaya pelestarian budaya nusantara berbasis Cultural maps. Upaya ini diharapkan dapat menjadi ide solutif dalam peningkatan pengetahuan dan minat generasi muda untuk melestarikan budaya nusantara.Kata Kunci: Budaya Nusantara, Cultural Maps, Indonesia Emas 2045
GARUDAKU: INOVASI PELESTARIAN BUDAYA NUSANTARA BERBASIS CULTURAL MAPS MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Awaliya B, Nur Afia
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebudayaaan suatu bangsa merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijaga dan tetap dilestarikan, budaya mencakup keseluruhan tingkah laku dan adat istiadat yang telah berlangsung turun temurun yang mengakar dan diwarisi oleh masyarakat. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki kekayaan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap suku yang tersebar dari ujung barat pulau Sumatera hingga Papua. Perkembangan teknologi dan pesatnya arus globalisasi menjadi tantangan bagi suatu bangsa dalam upaya pelestarian kebudayaannya. Akses informasi dan komunikasi yang tidak dapat dibendung menjadikan mudahnya pergeseran budaya di suatu bangsa. Generasi muda merupakan generasi yang paling rentan mengalami pergeseran budaya. Sebagai generasi milenial atau disebut pula generasi Y yang didukung oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat fungsi alat komunikasi dan media informasi tidak hanya dijadikan sebagai alat penunjang tetapi sudah menjadi kebutuhan. Penggunaan media informasi semisal media sosial yang berkembang pula, menjadikan generasi muda sebagai pengguna aktif didalamnya, akses informasi pun dapat bergerak secara cepat. Dari fakta tersebut, bangsa Indonesia juga akan terkena dampak dari globalisasi, oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat bagi generasi muda terhadap budaya bangsanya sendiri. Melaui penelitian kepustakaan/library research dengan pendekatan penelitian kualitatif dan melakukan prosedur-prosedur pengumpulan analisis data yang sistematis, ditemukan upaya pelestarian budaya nusantara berbasis Cultural maps. Upaya ini diharapkan dapat menjadi ide solutif dalam peningkatan pengetahuan dan minat generasi muda untuk melestarikan budaya nusantara.Kata Kunci: Budaya Nusantara, Cultural Maps, Indonesia Emas 2045
GARUDAKU: INOVASI PELESTARIAN BUDAYA NUSANTARA BERBASIS CULTURAL MAPS MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Awaliya B, Nur Afia
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebudayaaan suatu bangsa merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijaga dan tetap dilestarikan, budaya mencakup keseluruhan tingkah laku dan adat istiadat yang telah berlangsung turun temurun yang mengakar dan diwarisi oleh masyarakat. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki kekayaan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap suku yang tersebar dari ujung barat pulau Sumatera hingga Papua. Perkembangan teknologi dan pesatnya arus globalisasi menjadi tantangan bagi suatu bangsa dalam upaya pelestarian kebudayaannya. Akses informasi dan komunikasi yang tidak dapat dibendung menjadikan mudahnya pergeseran budaya di suatu bangsa. Generasi muda merupakan generasi yang paling rentan mengalami pergeseran budaya. Sebagai generasi milenial atau disebut pula generasi Y yang didukung oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat fungsi alat komunikasi dan media informasi tidak hanya dijadikan sebagai alat penunjang tetapi sudah menjadi kebutuhan. Penggunaan media informasi semisal media sosial yang berkembang pula, menjadikan generasi muda sebagai pengguna aktif didalamnya, akses informasi pun dapat bergerak secara cepat. Dari fakta tersebut, bangsa Indonesia juga akan terkena dampak dari globalisasi, oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat bagi generasi muda terhadap budaya bangsanya sendiri. Melaui penelitian kepustakaan/library research dengan pendekatan penelitian kualitatif dan melakukan prosedur-prosedur pengumpulan analisis data yang sistematis, ditemukan upaya pelestarian budaya nusantara berbasis Cultural maps. Upaya ini diharapkan dapat menjadi ide solutif dalam peningkatan pengetahuan dan minat generasi muda untuk melestarikan budaya nusantara.Kata Kunci: Budaya Nusantara, Cultural Maps, Indonesia Emas 2045
GARUDAKU: INOVASI PELESTARIAN BUDAYA NUSANTARA BERBASIS CULTURAL MAPS MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Awaliya B, Nur Afia
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebudayaaan suatu bangsa merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijaga dan tetap dilestarikan, budaya mencakup keseluruhan tingkah laku dan adat istiadat yang telah berlangsung turun temurun yang mengakar dan diwarisi oleh masyarakat. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki kekayaan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap suku yang tersebar dari ujung barat pulau Sumatera hingga Papua. Perkembangan teknologi dan pesatnya arus globalisasi menjadi tantangan bagi suatu bangsa dalam upaya pelestarian kebudayaannya. Akses informasi dan komunikasi yang tidak dapat dibendung menjadikan mudahnya pergeseran budaya di suatu bangsa. Generasi muda merupakan generasi yang paling rentan mengalami pergeseran budaya. Sebagai generasi milenial atau disebut pula generasi Y yang didukung oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat fungsi alat komunikasi dan media informasi tidak hanya dijadikan sebagai alat penunjang tetapi sudah menjadi kebutuhan. Penggunaan media informasi semisal media sosial yang berkembang pula, menjadikan generasi muda sebagai pengguna aktif didalamnya, akses informasi pun dapat bergerak secara cepat. Dari fakta tersebut, bangsa Indonesia juga akan terkena dampak dari globalisasi, oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat bagi generasi muda terhadap budaya bangsanya sendiri. Melaui penelitian kepustakaan/library research dengan pendekatan penelitian kualitatif dan melakukan prosedur-prosedur pengumpulan analisis data yang sistematis, ditemukan upaya pelestarian budaya nusantara berbasis Cultural maps. Upaya ini diharapkan dapat menjadi ide solutif dalam peningkatan pengetahuan dan minat generasi muda untuk melestarikan budaya nusantara.Kata Kunci: Budaya Nusantara, Cultural Maps, Indonesia Emas 2045
GARUDAKU: INOVASI PELESTARIAN BUDAYA NUSANTARA BERBASIS CULTURAL MAPS MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Awaliya B, Nur Afia
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebudayaaan suatu bangsa merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijaga dan tetap dilestarikan, budaya mencakup keseluruhan tingkah laku dan adat istiadat yang telah berlangsung turun temurun yang mengakar dan diwarisi oleh masyarakat. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki kekayaan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap suku yang tersebar dari ujung barat pulau Sumatera hingga Papua. Perkembangan teknologi dan pesatnya arus globalisasi menjadi tantangan bagi suatu bangsa dalam upaya pelestarian kebudayaannya. Akses informasi dan komunikasi yang tidak dapat dibendung menjadikan mudahnya pergeseran budaya di suatu bangsa. Generasi muda merupakan generasi yang paling rentan mengalami pergeseran budaya. Sebagai generasi milenial atau disebut pula generasi Y yang didukung oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat fungsi alat komunikasi dan media informasi tidak hanya dijadikan sebagai alat penunjang tetapi sudah menjadi kebutuhan. Penggunaan media informasi semisal media sosial yang berkembang pula, menjadikan generasi muda sebagai pengguna aktif didalamnya, akses informasi pun dapat bergerak secara cepat. Dari fakta tersebut, bangsa Indonesia juga akan terkena dampak dari globalisasi, oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat bagi generasi muda terhadap budaya bangsanya sendiri. Melaui penelitian kepustakaan/library research dengan pendekatan penelitian kualitatif dan melakukan prosedur-prosedur pengumpulan analisis data yang sistematis, ditemukan upaya pelestarian budaya nusantara berbasis Cultural maps. Upaya ini diharapkan dapat menjadi ide solutif dalam peningkatan pengetahuan dan minat generasi muda untuk melestarikan budaya nusantara.Kata Kunci: Budaya Nusantara, Cultural Maps, Indonesia Emas 2045
GARUDAKU: INOVASI PELESTARIAN BUDAYA NUSANTARA BERBASIS CULTURAL MAPS MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Awaliya B, Nur Afia
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebudayaaan suatu bangsa merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijaga dan tetap dilestarikan, budaya mencakup keseluruhan tingkah laku dan adat istiadat yang telah berlangsung turun temurun yang mengakar dan diwarisi oleh masyarakat. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki kekayaan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap suku yang tersebar dari ujung barat pulau Sumatera hingga Papua. Perkembangan teknologi dan pesatnya arus globalisasi menjadi tantangan bagi suatu bangsa dalam upaya pelestarian kebudayaannya. Akses informasi dan komunikasi yang tidak dapat dibendung menjadikan mudahnya pergeseran budaya di suatu bangsa. Generasi muda merupakan generasi yang paling rentan mengalami pergeseran budaya. Sebagai generasi milenial atau disebut pula generasi Y yang didukung oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat fungsi alat komunikasi dan media informasi tidak hanya dijadikan sebagai alat penunjang tetapi sudah menjadi kebutuhan. Penggunaan media informasi semisal media sosial yang berkembang pula, menjadikan generasi muda sebagai pengguna aktif didalamnya, akses informasi pun dapat bergerak secara cepat. Dari fakta tersebut, bangsa Indonesia juga akan terkena dampak dari globalisasi, oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat bagi generasi muda terhadap budaya bangsanya sendiri. Melaui penelitian kepustakaan/library research dengan pendekatan penelitian kualitatif dan melakukan prosedur-prosedur pengumpulan analisis data yang sistematis, ditemukan upaya pelestarian budaya nusantara berbasis Cultural maps. Upaya ini diharapkan dapat menjadi ide solutif dalam peningkatan pengetahuan dan minat generasi muda untuk melestarikan budaya nusantara.Kata Kunci: Budaya Nusantara, Cultural Maps, Indonesia Emas 2045
GARUDAKU: INOVASI PELESTARIAN BUDAYA NUSANTARA BERBASIS CULTURAL MAPS MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Awaliya B, Nur Afia
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebudayaaan suatu bangsa merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijaga dan tetap dilestarikan, budaya mencakup keseluruhan tingkah laku dan adat istiadat yang telah berlangsung turun temurun yang mengakar dan diwarisi oleh masyarakat. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki kekayaan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap suku yang tersebar dari ujung barat pulau Sumatera hingga Papua. Perkembangan teknologi dan pesatnya arus globalisasi menjadi tantangan bagi suatu bangsa dalam upaya pelestarian kebudayaannya. Akses informasi dan komunikasi yang tidak dapat dibendung menjadikan mudahnya pergeseran budaya di suatu bangsa. Generasi muda merupakan generasi yang paling rentan mengalami pergeseran budaya. Sebagai generasi milenial atau disebut pula generasi Y yang didukung oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat fungsi alat komunikasi dan media informasi tidak hanya dijadikan sebagai alat penunjang tetapi sudah menjadi kebutuhan. Penggunaan media informasi semisal media sosial yang berkembang pula, menjadikan generasi muda sebagai pengguna aktif didalamnya, akses informasi pun dapat bergerak secara cepat. Dari fakta tersebut, bangsa Indonesia juga akan terkena dampak dari globalisasi, oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat bagi generasi muda terhadap budaya bangsanya sendiri. Melaui penelitian kepustakaan/library research dengan pendekatan penelitian kualitatif dan melakukan prosedur-prosedur pengumpulan analisis data yang sistematis, ditemukan upaya pelestarian budaya nusantara berbasis Cultural maps. Upaya ini diharapkan dapat menjadi ide solutif dalam peningkatan pengetahuan dan minat generasi muda untuk melestarikan budaya nusantara.Kata Kunci: Budaya Nusantara, Cultural Maps, Indonesia Emas 2045
GARUDAKU: INOVASI PELESTARIAN BUDAYA NUSANTARA BERBASIS CULTURAL MAPS MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Awaliya B, Nur Afia
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebudayaaan suatu bangsa merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijaga dan tetap dilestarikan, budaya mencakup keseluruhan tingkah laku dan adat istiadat yang telah berlangsung turun temurun yang mengakar dan diwarisi oleh masyarakat. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki kekayaan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap suku yang tersebar dari ujung barat pulau Sumatera hingga Papua. Perkembangan teknologi dan pesatnya arus globalisasi menjadi tantangan bagi suatu bangsa dalam upaya pelestarian kebudayaannya. Akses informasi dan komunikasi yang tidak dapat dibendung menjadikan mudahnya pergeseran budaya di suatu bangsa. Generasi muda merupakan generasi yang paling rentan mengalami pergeseran budaya. Sebagai generasi milenial atau disebut pula generasi Y yang didukung oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat fungsi alat komunikasi dan media informasi tidak hanya dijadikan sebagai alat penunjang tetapi sudah menjadi kebutuhan. Penggunaan media informasi semisal media sosial yang berkembang pula, menjadikan generasi muda sebagai pengguna aktif didalamnya, akses informasi pun dapat bergerak secara cepat. Dari fakta tersebut, bangsa Indonesia juga akan terkena dampak dari globalisasi, oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat bagi generasi muda terhadap budaya bangsanya sendiri. Melaui penelitian kepustakaan/library research dengan pendekatan penelitian kualitatif dan melakukan prosedur-prosedur pengumpulan analisis data yang sistematis, ditemukan upaya pelestarian budaya nusantara berbasis Cultural maps. Upaya ini diharapkan dapat menjadi ide solutif dalam peningkatan pengetahuan dan minat generasi muda untuk melestarikan budaya nusantara.Kata Kunci: Budaya Nusantara, Cultural Maps, Indonesia Emas 2045