Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 1 (2019)"
:
8 Documents
clear
Pengembangan Bahan Ajar Matematika Realistik berbasis Alquran Pokok Bahasan Pecahan
Muhammad Ihsan
Suska Journal of mathematics Education Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sjme.v5i1.6824
AlQur'an-based realistic mathematics is an approach used in compiling fraction teaching materials, connecting mathematics with the Qur'an is an effort to make mathematics learning more meaningful and realistic. The focus of this research is how to develop Qur’an-based realistic Mathematics teaching material that is valid and practical fraction. This research is a development research that adopts the ADDIE model. However, in this study only did three stages, namely analysis, design and development. Teaching materials that have been designed are validated by three experts namely media experts, design experts and content experts as well as practicality tests by students through data collection techniques using questionnaires. The results of data analysis show that all validation results are in the "valid". While the level of practicality measured by the response questionnaire of students gets in the category "practical".
Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Tipe Kepribadian Thinking-Feeling Dalam Menyelesaikan Soal PISA
Ade Miftah Fauzi;
Zainal Abidin
Suska Journal of mathematics Education Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sjme.v5i1.6769
Hasil PISA dalam kompetensi matematika Indonesia tahun 2015 berada pada peringkat 62 dari 70 negara. Soal PISA berhubungan dengan permasalahan konkret, sehingga mampu meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses berpikir kritis siswa tipe kepribadian Thinking-Feeling dalam menyelesaikan soal PISA. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah 1 siswa tipe kepribadian Thinking dan 1 siswa tipe kerpibadian Feeling kelas IX SMP swasta di Surabaya. Instrumen penelitian terdiri atas tes kepribadian MBTI, soal PISA, dan pedoman wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siswa Thinking dan Feeling dapat memahami masalah dan kemampuan klarifikasi. Tahap perencanaan siswa kepribadian Thinking dapat memprediksi sedangkan siswa Feeling tidak dapat dalam penyelesaian masalah dengan tepat. Pada tahap membuat kesimpulan siswa Thinking dapat memenuhi indikator tersebut, sedangkah siswa Feeling tidak dapat menunjukkan kemampuan membuat kesimpulan. Proses memeriksa kembali siswa Feeling hanya memenuhi Keterampilan Berpikir Kritis asesmen dan inferensi pada indikator menilai kebenaran langkah pemcehan dan membuat generalisasi. Sedangkan siswa Thinking dapat memenuhi semua kemampuan inferensi dan asesmen. Siswa tipe kepribadian Thinking telah memenuhi semua indikator keterampilan berpikir kritis dalam menyelesaikan soal PISA, sedangkan siswa tipe kepribadian Feeling tidak memenuhi semua indikator dalam menyelesaikan soal PISA.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
K Kuswandi;
Heni Puji Astuti
Suska Journal of mathematics Education Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sjme.v5i1.6695
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Penelitian ini menggunakan desain diskriptif kualitatif dengan menggunakan model Miles and Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes dengan instrument soal posttest. Dengan menganalisis hasil posttest sampel penelitian dari masing-masing katagori, maka dapat ditemukan terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis dari subjek penelitian yang dikelompokkan menjadi tiga yaitu kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Pembelajaran matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh pada peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa.
Kompetensi Pedagogik: Sebuah Tinjauan tentang Internalisasi Nilai-Nilai Karakter pada Pembelajaran Matematika SD
Sabaruddin Dahlan;
Rita Sari;
Rosnidar Mansor
Suska Journal of mathematics Education Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sjme.v5i1.6318
Pendidikan karakter merupakan aspek penting dari implementasi kurikulum 2013 (K-13) yang menghendaki guru untuk menginternalisasikan nilai-nilai karakter pada semua materi ajarnya. Demikian pula dengan pelajaran matematika pada jenjang sekolah dasar (SD), guru dituntut memiliki kemampuan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna dengan melibatkan penanaman nilai-nilai karakter pada materi ajarnya. Namun pada kenyataannya proses ini bukanlah sesuatu yang mudah karena guru harus memiliki sejumlah kompetensi yang mumpuni dalam mengajar, terutama kompetensi pedagogik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilaksanakan mulai bulan April-Oktober 2018 yang melibatkan 43 orang guru SD di Kota Langsa. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemilihan model, metode, dan media pembelajaran serta sumber belajar matematika oleh guru kelas sudah sesuai dengan pertimbangan terhadap karakteristik siswa dan mata pelajaran; (2) namun ditemukan juga kendala pada implementasi nilai-nilai karakter yang tampak pada rencana kerja harian, hal ini disebabkan sebagian guru tidak paham terhadap perangkat ajar K-13 dan bahkan rencana kerja harian diambil secara langsung dari internet. Sehingga diharapkan kepada Dinas Pendidikan terkait untuk terus meningkatkan pelatihan bagi guru kelas terutama yang berkaitan dengan penyusunan rencana kerja harian sesuai dengan K-13
Pengaruh Multimedia Interaktif dalam Pembelajaran Matematika Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa
Ibnu Sina;
Ehda Farlina;
Sunto Sukandar;
Rahayu Kariadinata
Suska Journal of mathematics Education Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sjme.v5i1.5081
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran Adobe Flash. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 siswa dengan menggunakan desain Classroom Action Research pada pokok bahasan segiempat. Instrumen yang digunakan diantaranya lembar observasi, skala sikap, tes setiap siklus, dan tes akhir. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan media Adobe Flash diseluruh siklus mengalami peningkatan dengan kriteria baik dan persepsi siswa terhadap penggunaan Adobe Flash dalam pembelajaran Matematika pada umumnya positif. Hal ini merangsang siswa untuk mengembangkan ide-ide dan membangun pengetahuan pada kesempatan lainnya.
Hubungan antara Mathematics Teaching Efficacy Beliefs dan Mathematics Teaching Anxiety Mahasiswa PPL Program Studi Pendidikan Matematika
Hasanuddin Hasanuddin;
Erdawati Nurdin;
Hayatun Nufus;
Arnida Sari
Suska Journal of mathematics Education Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sjme.v5i1.7469
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara Mathematics Teaching Efficacy Beliefs dan Mathematics Teaching Anxiety mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan program studi matematika FTK UIN Suska Riau. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa program studi mpendidikan matematika yang sedang melaksanakan Praktek Pengalaman Mengajar (PPL). Teknik pengambilan sampel ini adalah non probability sampling. Sampling dala mpenelitian ini adalah sebanyak 77 orang. Hasil penelitian ini dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Berdasarkan analisa data, diketahui bahwa tidak terdapat hubungan negatif antara mathematics teaching efficacy beliefs dan mathematics teaching anxiety pada mahasiswa PPL program studi pendidikan matematika FTK UIN suska Riau.
Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Scaffolding terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Singingi Hilir ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa
Saputri Indah Lestari;
Lies Andriani
Suska Journal of mathematics Education Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sjme.v5i1.6950
This research was instigated by the problem in the field showing that their mathematic concept understanding ability was low at Islamic Junior High School of Al Hidayah Singingi Hilir. One of learning anternative strategy could direct to the students in increasing mathematic concept understanding ability was scoffolding learning straytegy. the research aimed at investigating whether there was or not difference mathematic concept understanding ability between students joining Scaffolding learning strategy and student joining teacher implementing based on their learning motivation at Islamic JuniorHigh School of Al Hidayah Singingi Hilir. It was quasi experimental research with nonequivalent posttest-only control group design. Population of this research were the students at the eight grade of Islamic Junior High School of Al Hidayah Singingi Hilir. Sample of this research was used sampling purposive technique. VIII of B as experimental group was given Scaffolding learning strategy and VIII of A as the control group given teacher learning implementing.Instrument of collecting data was used decription test to measure their mathematic concept understanding and questionnaire to measure their learning motivation. Two way ANOVA was the technique of data analysis. Based the data analysis could be concluded that 1) there was a difference student mathematic concept understanding ability joining Scaffolding learning strategy and did not joining Scaffolding learning Strategy. 2) There was no an interaction between Scaffolding learning strategy and their learning motivation toward their mathematic concept understanding abilityKeywords: Scaffolding, Mathematic Concept Understanding Ability Student Learning, Motivation
Analisis Kemampuan Koneksi Matematik ditinjau dari Kemampuan Awal Matematika Siswa SMP Pada Materi Persamaan Garis Lurus
Putri Chania Sari;
Dea Siti Mutmainah;
Wahyu Setiawan
Suska Journal of mathematics Education Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Kemampuan Koneksi Matematik (KKM) di tinjau dari Kemampuan Awal Matematika (KAM) dan menelaah kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal tes KKM. Subjek penelitian ini siswa SMP Angkasa Lanud Sulaiman kelas VIII C sebanyak 25 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun instrumen penelitian ini berupa instrume tes yang terdiri dari 5 soal uraian kemampuan koneksi matematik. Hasil analisis data menunjukan bahwa KKM siswa sesuai dengan tingkat kemampuan awal matematikanya, yaitu siswa yang berada di kelompok atas memiliki KKM 69%, siswa kelompok menengah sebesar 58% dan kelompok bawah sebesar 45%. Sedangkan kemampuan koneksi matematik dinyatakan tinggi jika persentase minmal adalah 75%, sehingga kemampuan koneksi matematik siswa dari ketiga kelompok KAM masih tergolong rendah. Kemudian siswa memperoleh persentase skor tinggi pada indikator soal no 1, yaitu memahami hubungan antar topik matematika dan persentase rendah pada indikator no 2, yaitu mengenali representasi ekuivalen dari konsep yang sama. Sedangkan untuk KAM bawah skor terendah terdapat pada soal indikator no 2 dan no 5.