cover
Contact Name
Khairul Sani Usman
Contact Email
khairul.sani@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285352217814
Journal Mail Official
plano.madani@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Ruang Redaksi Jurnal Plano Madani Gedung Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Jl. Yasin Limpo No 63 Samata Kabupaten Gowa
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : 2301878X     EISSN : 25412973     DOI : https://doi.org/10.24252/jpm
Core Subject : Social, Engineering,
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota is a scientific journal in the Field of Regional and City Planning published by the Department of Regional and City Planning, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The editorial team accepts scientific writings/articles and book reviews in the field of Regional and City Planning and Development or those with an emphasis on Spatial Planning. The encompassed fields include spatial planning, urban design, geographic information systems for regional and urban planning, Islamic spatial planning, transportation, coastal planning, environmental studies, socio-economic regional planning, rural planning, tourism planning, disaster management, urban landscape, and other relevant areas.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2017)" : 9 Documents clear
DUALISME PELAYANAN INFRASTRUKTUR DESA PERBATASAN PAGERHARJO DAN SEDAYU Prasetiyo Prasetiyo
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i2.3227

Abstract

Perbedaan perkembangan infrastruktur desa perbatasan merupakan permasalahan pembangunan yang sering terjadi di Indonesia, ketersediaan infrastruktur yang baik dan memadai merupakan hal yang sangat menunjang dalam kegiatan perekonomian masyarakat. Pada umumnya kawasan di desa perbatasan secara fisik sangat jelas perbedaan pelayanannya. Hal ini menjadi sesuatu yang menarik untuk diteliti bahwa kondisi yang ada terjadi pada desa-desa yang ada di Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi pelayanan infrastruktur di desa perbatasan, kasus yang dipilih adalah Desa Pagerharjo dan Desa Sedayu yang berada pada Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Purworejo. Kedua desa ini menarik karena berbatasan secara langsung sehingga terjadi interaksi langsung antar warganya serta dilewati oleh jalan yang menghubungkan dua kabupaten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni dengan melakukan observasi langsung serta melakukan wawancara terhadap warga serta aparat desa. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa telah terjadi dualisme pelayanan infrastruktur pada desa perbatasan tersebut. 
TRANSFORMASI FISIK WILAYAH PERI URBAN DI KELURAHAN MADEGONDO KECAMATAN GROGOL KABUPATEN SUKOHARJO Wildani Miftahul Fauzan; Soedwiwahjono Soedwiwahjono; Nur Miladan
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i2.3467

Abstract

The peri-urban area is a strategic area to support the surrounding city needs. The increasing lack of urban areas makes peri-urban areas a potential new destination for city development, because of lower peri-urban land prices, large land reserves, and ease of access to a nearby city. Kelurahan Madegondo (The Administrative Village of Madegondo) is a peri-urban area directly adjacent to the Southern part of Surakarta. Defined as an administrative village, this area has developed and transformed to be a more of an urban area. This research focus on identifying transformations happened in Madegondo in the period of 15 years, specifically from 2002 to 2017. Using Geographic Information System (GIS) and System for Automated Geoscientific Analyses (SAGA) in the process. This study has identified many crucial transformations occurred in Madegondo. Major land-use change has occurred in the period of 15 years, 54 hectares of non-covered land has itself covered with buildings. Building density has shifted in 15 years from mid-density (40,82%) to very high-density (78,39%). Another change identified is circulation transformation, which characteristics have grown to be more complex in 2017. 
ANALISIS KEBERADAAN DAN STRATEGI PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH KOTA TERNATE Fasri Bachmid; Ariyanto Ariyanto
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i2.3236

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan dan strategi penanganan permukiman kumuh perkotaan. Kedudukan Kota Ternate sebagai pusat kegiatan ekonomi menjadi daya tarik tersendiri terhadap arus migrasi dan urbanisasi serta menjadi embrio perkembangan Kota Ternate, hal ini merekondisi perkembangan kantong-kantong kumuh yang cenderung berlokasi di sekitar kegiatan sosial ekonomi dan daerah pesisir khususnya di sekitar kawasan pelabuhan penyeberangan. Sumber daya inilah yang berkonstibusi terhadap eksistensinya keberadaan kawasan permukiman kumuh Sangaji-Gamalama. Tipologi kawasan permukiman kumuh Sangaji - Gamalama merupakan kumuh di tepi air dan berada di pusat Kota Ternate. Artikel ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Data yang diperoleh melalui observasi, dokumentasi dan survei dengan menggunakan instrumen kuesioner terhadap beberapa responden di kawasan tersebut. Permukiman kumuh di Kota Ternate terkondisi akibat lemahnya pengendalian pemanfaatan ruang serta peran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan tidak optimal, mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan hunian masyarakat.
WIFI SCANNER FOR OBTAINING PEDESTRIAN DATA Arief Hidayat; Shintaro Terabe; Hideki Yaginuma
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i2.3224

Abstract

Recently, many technologies to estimate pedestrian data to know about pedestrian travel behavior. Wifi is one of the most useful technologies that can be used in counting pedestrian data. This paper described using of WiFi scanner which carried out seven times circulated the bus. The method used WiFi and GPS are to counting MAC address as raw data from pedestrian smartphone or WiFi devices nearfrom the bus as long as the bus going around the route, generate and processing to be pedestrian data. There are five processes to make pedestrian data from raw data. The purpose of this study is to calculate, obtain and estimate the number of pedestrian data divide circulation number and road segmentation. 
KONTRIBUSI SEKTOR TRANSPORTASI TERHADAP PEREKONOMIAN DAERAH DI PROVINSI SUMATERA BARAT Eliza Eliza
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i2.3238

Abstract

The problem that is often faced in development planning, is the inequality and inequality in development. One of the causes, is the uneven spread of investment, either regionally or sectorally. Efforts that can be taken to reduce inequality and inequality in development, is to know the various roles sectoral in development. One sector that contributes to the nation's economy, is the transportation sector. The transportation sector is included in the category of infrastructure development that serves to support all aspects and activities of development. One method that can be used to see the impact of the transport sector on the regional economy and the expansion of employment opportunities in West Sumatra is by using the I-O (Input-Output) Method. This method is able to see the inter-sectoral linkages in the economy, so it can know the performance of a sector (transportation sector) in the regional economy and the appropriate local economic policy in the future. Using the Input-Output Table of West Sumatra, an analysis has been conducted to examine the impact of the transport sector on the regional economy and the extension of employment opportunities in West Sumatra, including the transport sector in general, having a backward link index and a relatively high relative forward index. This situation will have an impact on the development of other sectors and this sector will be responsive to economic change and policy changes in other sectors. Thus, for that reason, the transportation sector deserves to be a priority and strategic sector in the development process.
PENGARUH PERMASALAHAN DI RUANG TERBUKA PUBLIK TERHADAP KEPUTUSAN PEMILIHAN TEMPAT MENURUT PERSEPSI PENGUNJUNG Azzahra M Firdausah
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i2.3193

Abstract

Ruang terbuka publik merupakan citra sebuah kota. Ruang publik yang ramai akan aktivitas merupakan indikasi ruang publik yang berkualitas. Memahami permasalahan ruang publik merupakan prasyarat sebelum meningkatkan kualitasnya. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui faktor-faktor permasalahan di ruang publik dan faktor-faktor yang menjadi alasan pengambilan keputusan untuk pemilihan tempat. Selain itu akan diungkap hubungan sebab-akibat antara permasalahan ruang publik terhadap pemilihan tempat di ruang publik tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif. Data diperoleh dari kuesioner yang disebarkan secara online dan dianalisis menggunakan analisis faktor dan regresi bivariat. Hasil analisis faktor diperoleh faktor permasalahan yaitu perawatan, keteduhan, sikap pengunjung dan kelayakan tempat.  Sedangkan untuk pemilihan tempat diperoleh 2 faktor yaitu  ruang statis dan  ruang dinamis. Analisis regresi mengungkapkan hubungan yang tinggi antara faktor peneduh terhadap faktor ruang dinamis. Kesimpulannya ialah peneduh lebih dibutuhkan oleh pengguna yang beraktivitas di ruang dinamis dibanding ruang statis. Peneduh merupakan faktor kunci untuk menciptakan kenyamanan  di ruang terbuka  khususnya kenyamanan termal. Hal ini tentunya menjadi pertimbangan bagi perancang ruang publik di masa mendatang dalam merancang ruang publik yang sesuai keinginan dan kenyamanan pengguna.
PENILAIAN KEBERLANJUTAN REKLAMASI PANTAI JAKARTA DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Andi Yurnita; Slamet Trisutomo; Nurjannah Nurdin
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i2.3400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai keberlanjutan suatu kawasan reklamasi menggunakan Sistem Informasi Geografis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial (keruangan) dan mentabulasi ke dalam range tabel indeks keberlanjutan. Analisis SIG dilakukan menggunakan Indeks Keberlanjutan Reklamasi (IKR) yang dirumuskan pada penelitian sebelumnya melalui analytic hierarchy process (AHP) dan expert choices. Hasil analisis spasial status keberlanjutan kawasan reklamasi di Pantai Utara Jakarta, menunjukkan bahwa lokasi tersebut berada pada range kurang berkelanjutan yaitu 1,75 dari skala 1-3 nilai keberlanjutan. Sehingga dapat dikatakan bahwa reklamasi di Kota Jakarta perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaannya, terutama pada kawasan lindung, muara sungai, kawasan konservasi air dan persentase ruang terbuka, karena ada kecenderungan perubahan lingkungan yang tidak aman bagi generasi yang akan datang.
NILAI NILAI LOKAL SEBAGAI BASIS PERENCANAAN PERMUKIMAN BERKELANJUTAN Endy Agustian
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i2.3196

Abstract

Kemajemukan merupakan aspek yang sangat penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Bali dikenal sebagai daerah yang memiliki keanekaragaman budaya pada penduduknya terutama dalam hal beragama. Hal tersebut secara tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya keminoritasan khususnya umat muslim yang tinggal di Bali. Desa Pegayaman merupakan salah satu contoh desa muslim di Bali yang mampu bertahan diantara kentalnya kehidupan umat Hindu di Bali. Keunikan permukiman ini terletak pada kenyataan bahwa semua penduduknya beragama Islam dan masyarakat Pegayaman bukan pendatang tetapi orang asli Bali. Di dalam permukiman, ini seluruh tatanan kehidupan sosial dan keagamaan dilandasi dengan semangat dan ajaran Islam. Sehingga dapat dikatakan bahwa karakteristik jagat Bali sebagaimana yang selama ini dikenal telah hilang di Pegayaman. Penelitian ini menunjukkan adanya empat konsep permukiman Desa Muslim Pegayaman yang meliputi: (1) proses terbentuknya Desa Muslim Pegayaman sebagai hadiah yang memiliki kewenangan tersendiri, (2) pola keruangan berbasis sistem kekerabatan, (3) ruang pertanian sebagai keberdayaan masyarakat, dan (4) masjid sebagai inti tata ruang dan tata sosial budaya. Berdasarkan konsep-konsep tersebut, maka diperoleh satu teorisasi yaitu permukiman Desa Pegayaman Bali berbasis nilai-nilai Islam.
ARAHAN PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) PUBLIK BERDASARKAN KEBUTUHAN PENDUDUK KOTA BALIKPAPAN Soraya Lizya; Mega Ulimaz; Subchan Subchan
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i2.3155

Abstract

Kota Balikpapan mendapat predikat sebagai kota paling layak huni (the most liveable city) di Indonesia pada tahun 2014, salah satu kriteria yang diperhatikan dalam penilaian yaitu Ruang Terbuka Hijau (RTH). Namun pada tahun 2012 ketersediaan RTH publik di Kota Balikpapan baru mencapai 9,11% (RTRW Kota Balikpapan 2012-2032) dari ketersediaan minimal yaitu 20% (UU 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang). Ketersediaan RTH publik yang masih luasnya terbatas belum dapat memenuhi kebutuhan jumlah penduduk, sementara Kota Balikpapan terus berkembang setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan arahan penyediaan RTH publik berdasarkan kebutuhan penduduk di Kota Balikpapan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan metode observasi dan telaah dokumen untuk mengetahui selisih kebutuhan dan ketersediaan RTH publik di Kota Balikpapan, dan menggunakan analisis regresi liniear berganda untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi penyediaan RTH publik di Kota Balikpapan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi penyediaan RTH publik di Kota Balikpapan yaitu, pertumbuhan pertambahan luas fasilitas kesehatan dan ketersediaan areal hijau. Selisih antara kebutuhan dan ketersediaan RTH publik di Kota Balikpapan dapat dikurangi dengan arahan penyediaan dalam penelitian ini meliputi pembangunan RTH publik pada fasum-fasos minimal 20% KDH, pengembangan RTH publik berbentuk vertikal, pemerataan jumlah dan luas RTH publik, serta penetapan kawasan RTH publik.

Page 1 of 1 | Total Record : 9