Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota is a scientific journal in the Field of Regional and City Planning published by the Department of Regional and City Planning, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The editorial team accepts scientific writings/articles and book reviews in the field of Regional and City Planning and Development or those with an emphasis on Spatial Planning. The encompassed fields include spatial planning, urban design, geographic information systems for regional and urban planning, Islamic spatial planning, transportation, coastal planning, environmental studies, socio-economic regional planning, rural planning, tourism planning, disaster management, urban landscape, and other relevant areas.
Articles
251 Documents
PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU PADA PERUMAHAN DI KELURAHAN GUNUNG SARI
Risma Handayani;
Laily Fitri Ramadhani
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i1.982
Penelitian ini membahas tentang Perilaku Masyarakat dalam Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Permukiman (Studi Kasus: Perumahan di Kelurahan Gunung Sari). Permasalahan pokok yang dibahas adalah bagaimana perilaku masyarakat dalam mendukung penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) privat pada perumahan di Kelurahan Gunung Sari dan bagaimana upaya-upaya masyarakat meningkatkan penyediaan RTH privat di Kelurahan Gunung Sari. Atas dasar masalah tersebut, penulis mengadakan penelitian untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam mendukung penyediaan RTH privat dan mengetahui upaya-upaya untuk meningkatkan penyediaan RTH privat dalam pengembangan RTH privat di Kelurahan Gunung Sari. Pengolahan data yang digunakan adalah analisis kuantitatif, dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian disimpulkan bahwa perilaku masyarakat memiliki kesadaran kepentingan udara bersih dan lingkungan asri, mempunyai keinginan bersama dalam menciptakan penghijauan secara privat, serta memiliki kesediaan waktu memberi perhatian lebih terhadap tanaman bagi sebagian rumah tangga. Adapun upaya-upaya masyarakat untuk memaksimalkan program pemerintah dengan melakukan lebih banyak program-program untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat, meningkatkan informasi terhadap program penghijauan dengan media tanam terhadap keterbatasan ruang lahan pekarangan, membentuk kelompok peduli lingkungan serta membuat program mengurangi satu hari dana pemakaian bahan bakar dengan membeli dan memelihara satu pohon untuk pengembangan RTH privat pada perumahan di Kelurahan Gunung Sari.
PENGARUH POLA PENGGUNAAN LAHAN AKIBAT ADANYA BENDUNGAN LAMASI KECAMATAN LAMASI POMPENGAN KABUPATEN LUWU
Risma Handayani
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v2i1.753
Tingkat pertumbuhan dan perkembangan bangunan masih cenderung menurun. Hal ini terlihat dari sample yang disebarkan yakni 29 dari 40 sample atau 70 persen, mereka memperbaiki atau menambah bangunan yang sudah ada dalam kurun waktu antara tahun 2000 sampai 2110. Hal ini disebabkan lahan untuk bangunan baru semakin berkurang karena lahan sebagian desa sudah sempit seperti desa Wiwitan dan Lamasi, lahan untuk bangunan baru semakin terbatas sehingga pembangunan yang pada umumnya bersifat renovasi ataupun menambah bangunan-bangunan yang sudah ada. Penduduk yang tinggal pada kawasan jaringan irigasi Pompengan 95,0 persen atau 38 dari 40 sample yang disebarkan, mereka tinggal sebelum tahun 1998 sedangkan sisinya pendatang sesudah tahun 2009 dari dalam lingkungan kecamatan Lamasi dan Walenrang. Dan penduduk yang tinggal pada kawasanDengan dibangun jaringan irigasi teknis Pompengan atau Lamasi Kiri maka tata guna lahan berubah. Keadaan akhir tahun 2009 yang menunjukkan perubahan yang cukup besar yang dapat diuraikan sebagai berikut : Lahan kering 8,178 Ha, tegalan 1.452 Ha, perkebunan 295 Ha, padang rumput/rawa 527 Ha, hutan 3.054 Ha, pekarangan 2.789 Ha, kolam tambak 20 ha dan lain-lain 3.189 Ha.
ARAHAN PERENCANAAN KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN SOPPENG
Maswirahmah Maswirahmah
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v4i1.1018
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah enganalisis dan mengidentifikasi kawasan berdasarkan tingkat kerentangan banjir di kecamatan sinjai utara serta merumuskan arahan pengendalian pemanfaatan lahan berdasarkan tingkat kerentangan banjir Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai. Manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan Rencana tata ruang terhadap pengendalian pemamfaatan ruang dan sebagai bahan pertimbanagan selanjutnya bagi pemerintah terhadap penanganan dalam rangka meminimalkan dampak bencana banjir, pada kawasan – kawasan rawan terhadap banjir. Adapun metode analisis data yag digunakan yaitu analisis kondisi fisik dasar, analisis ini digunakan untuk menganalisa data dengan menggambarkan keadaan kondisi fisik alam yang terdapat di wilayah penelitian, kemudian mengklasifikasi berdasarkan tujuan yang dicapai dan analisis Superimpose, analisis superimpose ini digunakan untuk menentukan daerah rawan banjir dengan didasarkan pada beberapa aspek, antara lain kemiringan lereng, klasifikasi infiltrasi tanah, intensitas curah hujan dan pola penggunaan lahan pada suatu wilayah yang didasarkan pada pengharkatan dan pembobotan. Berdasarkan data dan hasil analisis yang dilakukan, maka dihasilkan kesimpulan tingkat kerentanan banjir di Kecamatan Sinjai Utara diklasifikasikan menjadi tiga yaitu, Sangat Rawan, Rawan, Tidak Rawan. Upaya pengendalian pemanfaatan ruang berdasarkan tingkat kerentanan banjir pada lokasi penelitian disarankan berupa rekomendasi terhadap pengaturan penggunaan lahan dan tata bangunan, revitallisasi prasarana drainase, ketentuan perizinan dan sanksi
ANALISIS KEBUTUHAN TERMINAL AGROPOLITAN DI KABUPATEN GOWA
Khairul Sani Usman
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v4i2.997
Gowa is one area that has a high potential in the agricultural sector . As one support agricultural development of the area needed a tool that can serve as a place to accommodate and distribution of agricultural goods, especially in rural areas can then add value to agricultural products so as to increase local revenues in Gowa. But in fact in Gowa is not available a facility that can accommodate and distribution of agricultural goods . Marketing activities and unloading of agricultural products are generally often take place in locations traditional markets and partly carried out at several locations that are not on the allotment, as in Jalan Poros Pallangga - Limbung the course of an arterial road function. Who every day experience the congestion caused by these activities. Based on the above issues will be carried out through research that this study is " Needs Analysis Terminal Agro in Gowa ". The aim of this study is to determine the needs and development of Agro Terminal in Gowa. The method of approach used in this study is descriptive. From the analysis we found that As one of the region support the development of Agriculture then it should be in Gowa has Terminal Agro. The Agro terminal function and acts as a central collection and distribution of agricultural potential in each region Agropolitan more targeted and effective as a center for buying and selling agricultural commodities, which in turn will improve the quality and quantity of production are likely to be developed by the public or that can trigger proper allocation of new investments on activities based Agropolitan.
ANALISIS JASA LINGKUNGAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA BUKITTINGGI SUMATERA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI
Wiwiek Dwi Serlan
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i1.987
Perkembangan dan arah pembangunan ruang kota di Kota Bukitingi yang dikuti dengan peningkatan jumlah penduduk menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan. Akibatnya komposisi antara Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan ruang terbangun menjadi tidak seimbang. Hal ini akan menggangu kestabilan ekosistem dan habitat alami. Konsep kota hijau yang berkelanjutan juga semakin sulit dimplmentasikan. Pada prinsipnya, RTH sebagai elemen penyusun kota memilki peranan penting dalam memberi jasa lingkungan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu melalui analisis ini, nilai jasa lingkungan dari keberadan RTH dapat dihitung secara rinci, sehinga kepekan masyarakat erhadap lingkungan dapat ditngkatkan. Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah analisis spasial dengan pendekatan sistem informasi geografis (SIG) yang dikombinasi ekstensi model CITYgren. Hasil dari penelitan ini menunjukan manfat dan nilai ekonomi dari RTH dalam kemampuan penyimpanan karbon (carbon trade); daya serap polutan udara; dan kemampuan RTH dalam menyimpan air hujan. Pada daerah kajian studi yaitu Kota Bukitingi, berdasarkan perhitungan yang dilakukan diketahui, RTH kota memilki nilai manfat yang sangat besar secara ekonomi. Oleh karena itu, RTH eksisting sebaiknya dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas jasa lingkungan yang dapat diberikan. Salah salu langkah yang dapat dilakukan misalnya menambah ketersedian RTH dalam bentuk penatan jalur hijau jalan dan sempadan sungai, atau dalam bentuk taman public. Output penelitan juga diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemangku kebijakan dalam menentukan arah pengembangan di Kota Bukittingi.
KARST MAROS PANGKEP MENUJU GEOPARK DUNIA (Tinjauan dari Aspek Geologi Lingkungan)
Slamet Nuhung
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i1.977
Bentuk bentang alam (geomorfologi) kawasan kars Maros-Pangkep pada umumnya dicirikan dengan adanya depresi tertutup (closed depression), drainase permukaan, dan sistem perguaan. Bukit-bukit kapur menjulang tegak dengan tebing-tebing yang menantang sebagai suatu fenomena geologi yang diakui oleh banyak pakar memiliki nilai yang sangat tinggi oleh ragam mega-biodiversity yang khas, unik dan endemik. Gua-gua kars menjadi habitat flora - fauna langka, juga menyimpan jejak-jejak kehidupan manusia prasejarah, hal ini menjadi situs purbakala yang masih asli. Keragaman kekayaan alami kawasan ini menjadikannya sebagai komoditi geowisata yang direkomendasikan sebagai salah satu situs warisan dunia (world heritage site) dan dinilai sangat layak untuk bergabung ke dalam Global Geopark Network (GGN) oleh UNESCO. “Geological Park” disingkat Geopark atau taman bumi merupakan konsep manajemen pengembangan kawasan secara berkelanjutan, yang disinergikan dengan tapak keragaman geologi (geodiversity), keragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity), yang terletak berdekatan di wilayah telah terbangun, dikelola dengan cara memadu-serasikan prinsip-prinsip konservasi terhadap ketiga keragaman tersebut dan terintegrasi dengan rencana tata ruang wilayah eksisting.Tujuan geopark adalah untuk pembangunan serta pengembangan ekonomi kerakyatan. Maka Penetapan kawasan geopark memiliki dampak yang sangat besar untuk geowisata dan konservasi alam yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat lokal (community development).
ANALISIS PENDAPATAN, PERTUMBUHAN DAN STRUKTUR EKONOMI NASIONAL
Firdaus Yusuf
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v2i1.747
This paper aims to find out fluctuations in income growth and national economic growth in 2004 - 2008, as one of the important information in the development of national economy, especially to determine the role of development and growth of economic sectors in the national economy. Analysis was performed by diskrptif. While the national income accounts approach based on the Central Bireau of Statistics (BPS) and national economic growth based on the model of growth developed by Roy F.Harrod and Evsey Domar. So that economic growth is simply defined as an increase in total long-term output. The hypothesis of this writing, that the role and growth of industrial sector tended to increase more than other sectors. This has evidenced with the role and growth of every sector of national income as measured by GNP based on constant price and current price.
STUDI PENGEMBANGAN REAL ESTATE TERHADAP KONDISI FISIK LINGKUNGAN DI SEPANJANG KORIDOR JALAN TUN ABDUL RAZAK
Iyan Awaluddin
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v4i1.1012
Masalah kawasan pinggiran maupun perbatasan kota yang masih didominasi oleh kegiatan pertanian akan selalu menjadi lokasi perembetan pemanfaatan lahan akibat berkurangnya lahan di pusat kota. Hal ini akan berpengaruh pada inefisiensi lahan dan biaya yang dampaknya sangat besar sehingga sulit dilakukan penataan kembali. Pergeseran alih fungsi lahan juga terjadi di kawasan koridor Jalan Tun Abdul Razak, Kec. Somba Opu (Kab. Gowa)-Kota Makassar. Dimana saat ini telah marak terjadi pengembangan real estate dan retail property skala besar oleh berbagai perusahaan developer. Beberapa hal yang menjadi perhatian terkait permasalahan dalam penelitian terhadap fenomena perubahan fisik lingkungan akibat maraknya alih fungsi lahan untuk pengembangan real estate pada kawasan Koridor Jalan Tun Abdul Razak yaitu bagaimana pertumbuhan dan perkembangan real estate terhadap kondisi fisik lingkungan di sepanjang koridor Jalan Tun Abdul Razak. Selanjutnya yaitu bagaimana arahan pengembangan kawasan Koridor Jalan Tun Abdul Razak untuk mencegah kesemerawutan terkait kegiatan pengembangan real estate. Dalam penelitian ini teknik analisis yang digunakan adalah analisis perubahan lahan dengan metode overlay peta menggunakan sistem informasi geografis, analisis deskriprif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis penelitian dari segi perubahan kondisi fisik lingkungan ditemukan bahwa telah terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan terbangun (real estate dan retail property) dengan rata-rata laju pertumbuhan dari tahun 2007 – 2010 yaitu sebesar 17 % dan dari tahun 2010 – 2013 sebesar 32 %. Dengan melihat laju pertumbuhan yang cukup signifikan tersebut maka dibutuhkan penataan kawasan untuk mencegah munculnya kesemerawutan pembangunan di masa mendatang. Sehingga penulis dalam rumusan masalah kedua penelitian ini mengarahkan penataan kawasan melalui konsep zonasi kawasan (ZR).
ARAHAN PENANGANAN KAWASAN RAWAN BANJIR BERBASIS GIS (GEOGRAPHY INFORMATION SYSTEM) DI KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR
Nur Syam
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v4i2.993
Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di Kota Makassar.Penentuan langkah yang tepat dalam menyelesaikan masalah banjir dapat dibantu dengan pemetaan kerentanan banjir.Daerah studi kasus dalam penelitian ini adalah Kecamatan Tamalate Kota Makassar sebagai salah satu daerah yang rawan banjir di Kota Makassar. Penelitian difokuskan pada zonasi daerah rawan banjir berdasarkan tingkat kerawanan banjir untuk arahan penanganan kawasan rawan banjir.Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder berupa data topografi, kemiringan lereng, geologi dan struktur tanah, hidrologi dan sumber daya air, vegetasi, klimatologi dan penggunaan lahan yang ada di Kecamatan Tamalate selama beberapa tahun terakhir. Untuk mengolah data tersebut digunakan Tools atau alat analisis spasial tingkat kerawanan bencana banjir, dan analisis analisis model visual pemetaan.Hasil proses analisis diperoleh Tingkat Kerawanan Banjir di Kecamatan Tamalate menghasilkan tige kelas tingkatan yaitu kerawanan banjir rendah (aman), kerawanan banjir sedang (waspada), kerawanan banjir tinggi (berbahaya). Dengan tiga tingkat kerawanan banjir tersebut maka Arahan penanganan kawasan rawan banjir di Kecamatan Tamalate Kota Makassar dilakukan dengan beberapa kriteria yaitu kerawananan tinggi untuk penanganannya menggunakan sistem pembuangan terpadu.Pembuangan dengan sistem terpadu merupakan system yang memadukan antara fungsi drainase yang dimaksimalkan, sistem biopori dan sistem sumur resapan di kawasan terbangun yang sudah padat.
BANGKITAN PERGERAKAN LALU LINTAS TERHADAP TATA BANGUNAN DAN TINGKAT PELAYANAN (LoS) DI RUAS JALAN ANDI MALLOMBASANG DAN JALAN USMAN SALENGKE SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA
Iyan Awaluddin
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i1.983
Kondisi kapasitas jalan yang cenderung tetap berbanding terbalik dengan tingkat pertumbuhan kendaraan yang terus bertambah setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) tingkat bangkitan lalu lintas yang ditimbulkan oleh tata bangunan di ruas Jalan A. Mallombasang dan Jalan Usman Salengke Sungguminasa, (2) tingkat pelayanan jalan (LoS) akibat tarikan dan bangkitan lalu lintas yang ditimbulkan oleh tata bangunan dan (3) beberapa alternatif penanganan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan tingkat pelayanan (LoS). Penelitian ini dilaksanakan di ruas Jalan A. Mallombasang dan Jalan Usman Salengke Sungguminasa Kabupaten Gowa Privinsi Sulawesi Selatan. Metode analisis yang digunakan adalah analisa kuantitatif yang meliputi perkiraan trip attraction masing-masing guna lahan, identifikasi LoS dengan menghitung perkiraan peningkatan volume kendaraan dan volume per capacity ratio (VCR) tahun 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat bangkitan lalu lintas yang ditimbulkan oleh tata bangunan tidak berpengaruh signifikan terhadap volume kendaraan yaitu proporsi Traffic Through yang lebih tinggi daripada proporsi Trip Attraction dengan proporsi 78% dan 22% pada tahun 2013 serta 82% dan 18% pada tahun 2018. Tingkat pelayanan jalan (LoS) pada hari kerja rendah jika dibandingkan dengan tingkat pelayanan jalan pada hari libur. Alternatif penganan yang dapat dilakukan dan memberikan dampak siknifikan terhadap peningkatan tingkat pelayanan (LoS) yaitu melakukan pelebaran jalan sekaligus menghilangkan hambatan samping.