cover
Contact Name
Khairul Sani Usman
Contact Email
khairul.sani@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285352217814
Journal Mail Official
plano.madani@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Ruang Redaksi Jurnal Plano Madani Gedung Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Jl. Yasin Limpo No 63 Samata Kabupaten Gowa
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : 2301878X     EISSN : 25412973     DOI : https://doi.org/10.24252/jpm
Core Subject : Social, Engineering,
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota is a scientific journal in the Field of Regional and City Planning published by the Department of Regional and City Planning, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The editorial team accepts scientific writings/articles and book reviews in the field of Regional and City Planning and Development or those with an emphasis on Spatial Planning. The encompassed fields include spatial planning, urban design, geographic information systems for regional and urban planning, Islamic spatial planning, transportation, coastal planning, environmental studies, socio-economic regional planning, rural planning, tourism planning, disaster management, urban landscape, and other relevant areas.
Articles 251 Documents
ANALISIS KRITIS TERHADAP UU NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG Jamaluddin Jahid Haneng
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v2i1.758

Abstract

Ketidakterpaduan pemanfaatan ruang pada semua tahapannya, telah menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Oleh karena itu, eksistensi UU No. 26 Tahun 2007 semakin dibutuhkan, namun ternyata undang-undang tersebut belum bisa memenuhi tuntutan kebutuhan pemanfaatan ruang yang berwawasan lingkungan sebagai akibat banyaknya faktor penghambat yang, bahkan berasal dari undang-undang itu sendiri.
STUDI PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DI PERMUKIMAN NELAYAN KELURAHAN KAMPUNG BARU KECAMATAN RUMBIA TENGAH KABUPATEN BOMBANA Azis Hatuina
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v4i1.1019

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih sulitnya masyarakat sekitar untuk mendapatkan pemenuhan jaringan air bersih PDAM karena instalasi jaringan air bersih PDAM di kelurahan tersebut belum sampai ke kelurahan tersebut mengingat di kelurahan tersebut memiliki jumlah penduduk yang padat sehingga pemenuhan kebutuhan air bersih cukup tinggi. Dari hasil penelitian ini memunculkan hasil analisis yang mana diketahui bahwa jumlah kebutuhan air bersih di kelurahan tersebut pada saat sekarang dan 5 (lima) tahun ke depan sekiranya pihak PDAM Kabupaten Bombana sudah dapat pengetahui dan merealisasikan pembangunan instalasi jaringan air bersih. 
STRATEGI PENGENDALIAN FUNGSI RUANG PERUMAHAN BUMI TAMALANREA PERMAI (BTP) Muhammad Arsyal
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v4i2.998

Abstract

Perumahan Bumi Tamalanrea Permai adalah perumahan yang mulai dikembangkan pada tahun 1990 dengan berbagai ukuran, luas dan jumlah rumah yang berbeda. Namun setelah beberapa tahun kemudian  Perumnas Bumi Tamalanrea Permai dibangun, maka terlihat adanya perubahan luas dan fungsi ruang yang semula hanya sebagai rumah tinggal berubah menjadi rumah sekaligus tempat kegiatan usaha perdagangan, kesehatan dan pelayanan jasa, yang menyebar pada setiap blok perumahan dan cenderung tidak terkendali. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah (1) Untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan fungsi ruang di pada blok C, G dan I di perumahan BTP (2) Untuk menjelaskan strategi pengendalian terhadap terjadinya perubahan fungsi ruang pada blok C, G dan I di perumahan BTP. Metode penelitian yang dilakukan, menggunakan metode survey, dengan pendekatan analisis skala likert dan SWOT. Populasi penelitian meliputi masyarakat pada blok C, G dan I Perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan fungsi ruang pada blok C,G dan I di Perumahan Bumi Tamalanrea Permai yaitu aspek ekonomi dengan indikator peluang usaha dan aspek sosial dengan indikator pengetahuan masyarakat terhadap peraturan tata ruang (2) Dari hasil analisis SWOT, alternatif strategi yang digunakan pada lokasi penelitian adalah strategi W-T, yaitu Strategì yang didasarakan pada kegiatan memìnimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman. Strategi pegendalian terhadap terjadinya perubahan fungsi ruang yaitu (1) Perlu dilakukan sosialisasi peningkatan pengetahuan masyarakat/pelaku ekonomi mengenai manfaat dan tujuan pengendalian fungsi ruang perumahan BTP (2) Pemberlakuan Insentif dan Disinsentif sesuai peraturan yang berlaku. 
STUDI PENGEMBANGAN DAN PENATAAN KAWASAN PANTAI BAROMBONG KOTA MAKASSAR Henny Haerany G
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v4i2.989

Abstract

Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder berupa data topografi, kemiringan lereng, geologi dan struktur tanah, hidrologi dan sumber daya air, vegetasi, klimatologi dan penggunaan lahan yang ada di kawasan pantai barombong selama beberapa tahun terakhir. Untuk mengolah data tersebut digunakan alat analisis spasial keusaiaan lahan untuk mengetahui lahan kawasan pantai barombong, dan analisis-analisis model visual pemetaan. Hasil proses analisis diperoleh Tingkat pengembangan Kawasan pantai barombong  menghasilkan tingkatan yaitu kawasan wisata dijadikan kawasan olahraga terpadu, maka di perlukan sebuah strategi pengembangan dalam rangka mendapatkan arah serta tujuaan yang ingin dicapai guna mengetahui bentuk penganangan komponen penunjang kawasan sebagai konkrit dalam pelaksanaan pembangunan khususnya kota Makassar kedepannya.
PENGEMBANGAN WILAYAH BERBASIS PENDEKATAN SOSIAL EKONOMI DI KABUPATEN BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN Andi Muliani Sultani
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v5i1.978

Abstract

Penelitian ini mencoba membangun sinergitas positif antara aspek aspek ekonomi dan strategi pembangunan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : menganalis  perkembangan wilayah Kabupaten Barru berbasis ekonomi wilayah, dan menyusun strategi pengembangan wilayah Kabupaten Barru berbasis aspek sosial budaya dan ekonomi. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, indeks entropy, indeks Williamson, indeks Theil, indeks Gini, analisis Skalogram, analisis Location Quotient, analisis Shift Share dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan; Perkembangan wilayah Kabupaten Barru perkembangan wilayah berbasis ekonomi memiliki proporsi keragaman sektor perekonomiaan di Kabupaten Barru cukup baik. Tingginya tingkat kesenjangan pemerataan pendapatan penduduk. Dari tiga tipologi wilayah yang menjadi wilayah penelitian, pegunungan yang tertinggi kesenjangan penduduknya, disusul dataran rendah dan kemudian pesisir. Sektor pertanian yang merupakan sektor unggulan dan menjadi aktivitas perekonomian primer di Kabupaten Barru tidak diimbangi oleh aktivitas sektor industri pengolahan. 
PENGEMBANGAN KAWASAN EKOWISATA DI PULAU MAITARA KOTA TIDORE KEPULAUAN Henny Haerany G
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v2i1.748

Abstract

Ekowisata merupakan kegiatan wisata yang menaruh perhatian besar terhadap sumberdaya pariwisata. Sebagai produk ekowisata merupakan semua atraksi berbasis pada sumberdaya alam sebagai pasar, ekowisata merupakan perjalanan yang diarahkan pada upaya-upaya pelestarian lingkungan akhirnya sebagai pendekatan pengembangan, ekowisata merupakan metode pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya pariwisata secara ramah lingkungan. Kegiatan pariwisata memiliki korelasi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal dan kelestarian lingkungan, sangat ditekankan dan ciri khas ekowisata. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk merumuskan arahan pengembangan Pulau Maitara sebagai kawasan ekowisata di Kota Tidore Kepulauan dan mengetahui peranan kawasan ekowisata Pulau Maitara dalam peningkatan ekonomi masyarakat Pulau Maitara Kota Tidore Kepulauan.
STUDI PENGEMBANGAN KECAMATAN MATTIRO SOMPE SEBAGAI KAWASAN MINAPOLITAN KABUPATEN PINRANG Jamaluddin Jahid
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v4i1.1015

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Mattiro Sompe salah satu wilayah Kecamatan Kabupaten Pinrang yang merupakan kawasan pesisir. Kabupaten Pinrang telah ditetapkan sebagai kawasan Minapolitan dengan luas tambak  15.785,1 ha dengan komoditi unggulan yaitu udang Windu dan ikan Bandeng, Kecamatan Mattiro Sompe dan Kecamatan Suppa meupakan kawasan sentra produksi Minapolitan Kabupaten Pinrang berdasarkan masterplan Minapolitan, maka dari itu untuk mengoptimalkan  pengembangan kawasan Minapolitan dibutuhkan sarana dan prasarana penunjang dalam kawasan  untuk mempermudah kegiatan dalam kawasan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu  rumusan masalah pertama adalah : bagaimana tingkat keterserdiaan sarana dan prasarana penunjang yang ada  di kawasan Minapolitan Kecamatan Mattiro Sompe dan rumusan masalah kedua yaitu bagaimana kebutuhan sarana dan prasarana penunjang Minapolitan dalam mendukung pengembangan kawasan Minapolitan Kecamatan Mattiro Sompe. Dalam penelitian ini untuk menjawab rumusan masalah pertama metode analisis yang digunakan yaitu analisisi diskriftif kuantitatif dengan menganalisis kondisi eksisting sarana dan prasarana penunjang yang berada di kawasan Minapolitan Kecamatan Mattiro Sompe dengan standar syarat sarana dan prasarana Minapolitan, sedangkan rumusan masalah kedua metode analisis yang digunakan yaitu analisis diskriftif kualitatif dengan menganalisis kebutuhan sarana dan prasarana dalam mendukung pengembangan kawasan Minapolitan Kecamatan Mattiro Sompe. Hasil penelitian menyatakan bahwa tingkat ketersediaan sarana dan prasarana penunjang yang ada dalam kawasan Minapolitan Kecamatan Mattiro Sompe yaitu tingkat ketersediaan sarana dan prasarana sedang. Adapun sarana yang dibutuhkan yaitu gudang pengolahan,TPI,cold storage,dermaga,docking bengkel, pabrik es dan pengembangan sarana yang sudah tersedia, sedangkan untuk prasarana yaitu pengembangan jaringan jalan,air bersih  dan irigasi.
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG KAWASAN WISATA BAHARI DI KECAMATAN NUSANIWE KOTA AMBON Siti Fatimah
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v4i2.994

Abstract

Perlunya pelibatan peran serta masyarakat dalam penataan dan pemanfaatan ruang. Sehingga pola pemanfaatan ruang yang di tetapkan tersebut dapat menghindari timbulnya masalah terutama perampasan hak masyarakat dalam kebebasan memanfaatkan ruang. Dengan memperhatikan uraian latar belakang tersebut diatas maka dapat dirumuskan bahwa yang menjadi dasar dan faktor utama yang menjadi pertanyaan dalam studi ini adalah: “Mengidentifikasi tingkat peran serta masyarakat dalam penataa nruang kawasan wisata bahari”. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kuantitatif dengan cara menghitung, membandingkan beberapa data yang menggunakan pendekata nmatematis. Penelitian ini mengambil sampel kepala keluarga yang bermukim di desa Latuhalat dan desa Nusaniwe yang berada di Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon yang menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, quisioner dant elaah pustaka. Untuk mengolah data tersebut digunakan Tools atau alat analisis yaitu analisis kuantitatif denga menghitung, membandingkan danrumus yang  digunakanya itu rumus  Chi Kuadrat /Chi Square, analisis swot untuk melihat kekuatan,  peluang,  kelemahan,  dana ncaman berdasarkan hasil analisis Chi Square. Hasil dari proses analisis yang dilakukan diketahui tingkat peran serta masyarakat dalam penataa nruang kawasan wisata bahari memiliki tingkat pengaruh yang “kuat dan sedang” dan berdasarkan matriks  SWOT diketahui bahwa posisi peran serta masyarakatd alam penanataan ruang kawasan wisata bahari pada saat ini berada di kuadran III, yaitu kuadran Strategi penciutan/defensive (Retrenchment). Berdasarkan hasil analisis maka perlu di lakukan strategi peningkatan peran serta masyarakat dalam hal penataan ruang kawasan wisata bahari kearah yang lebih baik.
DAYA DUKUNG LINGKUNGAN KECAMATAN PATTALASSANG KABUPATEN TAKALAR Nur Afni
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v5i1.984

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk dengan aktifitasnya menyebabkan kebutuhan akan lahan serta peningkatan konsumsi sumber daya. Hal tersebut akan mempengaruhi daya dukung lingkungan suatu wilayah. Daya dukung lingkungan perlu diperhatikan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan keterbatasan dari lingkungan. Hasil penentuan daya dukung lingkungan dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan rencana tata ruang wilayah yang berkelanjutan. Daerah studi kasus dalam penelitian ini adalah Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ketersediaan dan kebutuhan lahan dengan menggunakan data primer dan sekunder yang berupa kondisi fisik wilayah studi, jumlah penduduk, potensi wilayah dan penggunaan lahan yang ada di Kecamatan Pattallassang. Dalam penelitian ini pun digunakan analisis yang berupa analisis proyeksi, VIS, daya dukung dan teknik ecological foodprint. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa status daya dukung lahan dinyatakan deficit atau terlampaui karena ketersediaan lahan kurang dari kebutuhan lahan (SL<DL) dan kemampuan daya dukungnya sudah memenuhi yang dapat menghidupi 61.111 orang dalam beberapa tahun kedepan.
ANALISIS SISTEM SANITASI LINGKUNGAN BERDASARKAN KEBUTUHAN PENDUDUK KOTA MASOHI KABUPATEN MALUKU TENGAH Arief Hidayat
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v2i1.759

Abstract

gkungan yang baru dan manusia yang tinggal di dalamnya agar tetap sehat, berkembangnya fisik dengan normal bisa bertahan hidup sesuai dengan potensi yang ada. Namun kalau kita hanya melihat sesuatu menyangkut lingkungan perumahan di Indonesia hal yang saat ini di anggap rawan berupa hal-hal yang menyangkut sampah, penyediaan air bersih, pembuangan limbah manusia dan pembuangan air hujan.Perkembangan Kota Masohi dari tahun ketahun terus mengalami pertumbuhan. Dengan indikator jumlah penduduk, maka Kota Masohi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir terjadi peningkatan penduduk yang cukup pesat dengan tingkat pertumbuhan mencapai 1,09 % per tahun. Dikarekan Kota Masohi merupakan pusat pelayanan baik jasa maupun sarana pendukung lainnya. Sehingga kecenderungan penggunaan lahan semakin meningkat seiring dengan perkembangan jumlah penduduk yang ada di Kota Masohi.

Page 3 of 26 | Total Record : 251