cover
Contact Name
Felicia Risca Ryandini
Contact Email
felicia_riska@stikestelogorejo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@stikestelogorejo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 22526854     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang meruapkan jurnal yang memfasilitasi bagi peneliti atau penulis yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada area keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini juga dapat menjadi wahana belajar bagi masyarakat khususnya dosen dan mahasiswa terkait dengan hal-hal kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 309 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUI GIZI KURANG PADA BALITA DI DESA SOJOMERTO KECAMATAN GEMUH KABUPATEN KENDAL TAHUN 2015 Riadinata Shinta Puspitasari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.519 KB)

Abstract

Kurang gizi atau gizi buruk dinyatakan sebagai penyebab kematian 3,5 juta anak di bawah usia lima tahun (balita) di dunia. Hasil sensus WHO menunjukan bahwa 49% dari 10,4 juta kematian balita di Negara berkembang berkaitan dengan gizi buruk. Tercatat sekitar 50% balita Asia,30% balita Afrika,20% di Amerika Latin menderita gizi buruk (Depkes RI,2007). Risiko meninggal dari anak yang bergizi buruk 13 kali lebih besar dibandingkan anak yang normal. Berdasarkan data Departemen Kesehatan (2007), pada tahun 2003 terdapat sekitar 27,5% (5 juta balita kurang gizi), 3,5 juta anak (19,2%) dalam tingkat gizi kurang, dan 1,5 juta anak gizi buruk (8,3%). Jumlah gizi buruk pada balita di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Penyebab gizi kurang dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling terkait, antara lain makanan dan penyakit dapat secara langsung menyebabkan gizi kurang. Timbulnya gizi kurang tidak hanya dikarenakan asupan makanan yang kurang, tetapi juga penyakit. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka peneliti bermaksud mengadakan penelitian dengan judul “Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Gizi Buruk Balita di Desa Sojomerto Kecamatan GemuhKabupaten  Kendal Tahun 2015’. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian yang digunakan adalah case control.  Sampel balita yang mengalami gizi kurang/buruk berjumlah 30 orang.Dari hasil penelitian di dapatkan karaktekristik umur responden terbanyak berada pada usia 0 – 36 bulan responden dan jenis kelamin laki – laki. Nilai p < 0,05. Nilai OR 6,400 (95% CI : 2,145-25.062), artinya balita yang mengalami gizi kurang/buruk berisiko 6,400 kali mengalami gizi kurang/buruk dibandingkan dengan balita yang mempunyai gizi baik apabila status ekonomi nya rendah. Nilai p < 0,05. Nilai OR 3,987 (95% CI : 1,261–13,345) artinya balita yang mengalami gizi kurang/buruk berisiko 3,987 kali mengalami gizi kurang/buruk dibandingkan dengan balita yang mempunyai gizi baik apabila pemanfaatan fasilitas kesehatannya rendah. Nilai p < 0,05. Nilai OR 4,674 (95% CI : 1,313–14,073), artinya balita yang mengalami gizi kurang/buruk berisiko 4,674 kali mengalami gizi kurang/buruk dibandingkan dengan balita yang mempunyai gizi baik apabila menderita penyakit infeksi.Terdapat hubungan status ekonomi ibu dengan status gizi pada balita di Desa Sojomerto Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal Tahun 2015. Terdapat hubungan pemanfaatan fasilitas kesehatan dengan status gizi pada balita di Desa Sojomerto Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal Tahun 2015. Terdapat hubungan penyakit infeksi dengan status gizi pada balita di Desa Sojomerto Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal Tahun 2015. Menggiatkan pentingnya gizi balita melalui posyandu. Agar balita dengan status gizi kurang dapat ditangani lebih intensif agar tidak jatuh ke dalam keadaan yang lebih buruk.  Mengaktifkan kembali kader kesehatanKata Kunci : gizi kurang balita
STUDI ANALISIS KEJADIAN KOMPLIKASI PERITONITIS TERHADAP KEMAMPUAN PERAWATAN MANDIRI KLIEN CAPD Supono -; Siswanto -; Endang Sri Dwi H. S.
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.991 KB)

Abstract

Continuouse Ambulatory Peretoneal Dialysis (CAPD) merupakan dialisis yang dilakukan melalui rongga peritonium (rongga perut) dengan selaput/membran peritoneum berfungsi sebagai filter. Tindakan ini dilakukan dengan insisi kecil pada dinding abdomen untuk pemasangan kateter, risiko komplikasi yang sering terjadi adalah infeksi pada peritoneum (peritonitis). Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan kemampuan perawatan mandiri pada klien yang pernah terjadi peritonitis dan yang belum pernah di Ruang Unir Renal. Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang Jawa Timur. Janis penelitian analitik komparasi dengan rancangan dengan rancangan Cross Sectional study. Besaran sampel penelitian masing-masing 30 responden terdiri pemah terjadi peritonitis dan belum pernah terjadi peritonitis. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi < a (0.010 < 0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara responden yang pemah dan belum pernah terjadi peritonitis dengan perawatan mandiri yang dilakukan responden. Rekomendasi untuk perawat meningkatkan kunjungan rumah untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan dialisis dan pengelolaan nutrisi yang seimbang. Saran pasien diharapkan mengikuti prosedur standar perawatan yang telah diajarkan.Kata kunci: peritonitis, CAPD, perawatan mandiri.
PENGARUH RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF TERHADAP KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS ATAS LANSIA Beni Andrlani; P.A. Indriati; Supriyadi -
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.405 KB)

Abstract

Pada penuaan terdapat adanya perubahan fisiologis dan perubahan morfologis pada sistem muskuloskelctal, salah satunya otot. Dampak perubahan morfologis otot adalah penurunan kekuatan otot, penurunan fleksibilitas, dan penurunan kemampuan fungsional otot. Untuk mencegah dampak lebih lanjut, dapat diberikan latihan untuk mempertahankan mobilitas, salah satunya adalah latihan Range Of Motion atau ROM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ROM aktif terhadap kekuatan otot lansia di Unit Rehabilitasi Sosial Pucang Gading Semarang. Pola penelitian ini adalah menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dan didapatkan hasil 0,008 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan latihan ROM. Hasil analisis menyebutkan bahwa ada pengaruh yang signifikan perubahan kekuatan otot ekstremitas atas dengan pemberian Range Of Motion dengan nilai p=0,008. Rckomendasi hendaknya latihan ROM aktif dapat dilakukan lansia agar tidak terjadi penurunan kekuatan otot.Kata Kunci: Lansia, latihan ROM, kekuatan otot
PENINGKATAN SATURASI OKSIGEN MELALUI LATIHAN DEEP DIAPHRAGMATIC BREATHING PADA PASIEN GAGAL JANTUNG Tri Cahyo Sepdianto; Maria Diah Ciptaning Tyas; Tri Anjaswarni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1109.31 KB)

Abstract

Deep diaphragmatic breathing adalah tindakan non farmakologi pada pasien gagal jantung yang dapat meningkatkan saturasi oksigen. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi peningkatan saturasi oksigen, penurunan dyspnea, tekanan darah, nadi dan respirasi setelah melakukan latihan deep diaphragmatic breathing di RSD Mardi Waluyo Blitar. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Pra-Experimental dengan pendekatan Pretest-Posttest. Sampel penelitian terdiri dari 50 responden yaitu pasien gagal jantung yang menjalani rawat jalan di poli penyakit dalam. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Latihan deep diaphragmatic breathing ini dilakukan selama 14 hari dan saturasi oksigen nadi, tekanan darah serta respirasi diobservasi pada hari ke-1, ke-7 dan ke-14. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata saturasi oksigen 0,9%, penurunan derajat dyspnea 2,14 poin, tekanan darah sistolik 3 mmHg, diastolik 6,2 mmHg, nadi 2,98 kali permenit dan respirasi 4,76 kali permenit. Analisis lebih lanjut menunjukkan deep diaphragmatic breathing efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen dan menurunkan derajat dyspnea, tekanan darah, nadi dan respirasi pada pasien gagal jantung (p=-0,000, a=0,05). Deep diaphragmatic breathing mampu meningkatkan volume tidal, meningkatkan efisiensi ventilasi dan meningkatkan aktifitas sistem saraf parasimpatis serta sensitivitas baroreseptor. Latihan deep diaphragmatic breathing dalam pelayanan keperawatan dapat digunakan intervensi keperawatan mandiri dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien gagal jantung. Rekomendasi dari penelitian ini perlu dilanjutkan dengan sampel yang lebih kompleks dan dilakukan secara random.Kata kunci: Saturasi oksigen, deep diaphragmatic breathing, gagal jantung
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN (KTD) DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAY PADA SISWA KELAS XI SMK Riadinata Shinta Puspitasari; Emy Suryani; Sri Wahyuni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1624.465 KB)

Abstract

World Health Organization (WHO) tahun 2011, menyebutkan di seluruh dunia setiap menit 40 wanita melakukan unsafe aborsion. Data pilar PION tahun 2010, satu bulan terdapat 8-10 kasus KTD di Indonesia. Dinkes Kab. Klaten, 2010 menyebutkan di Kab. Klaten kumulatif angka kejadian kehamilan pranikah tahun 2010 naik dari 2 kasus menjadi 45 kasus. Study pendahuluan di SMK Swadaya Klaten dari 8 siswa terdapat 1 siswa (12.5%) mengetahui tentang Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), 7 siswa (87.5%) tidak mengetahui tentang Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Pada kurun waktu 3 tahun ini terdapat 3 siswa yang mengalami masalah kesehatan reproduksi yaitu Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya peningkatan pengetahuan remaja tentang Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) dengan menggunakan metode role play. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan One Group Pre-test and Post-test Desain menggunakan data primer. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan Cluster Sampling. Hasil dari penelitian yang dilakukan pada tanggal 18 November 2011 didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan metode role play tentang Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) dengan thitung - 10,72 dan p value 0,00. Simpulan penelitian ini adalah pengetahuan siswa setelah dilakukan perlakuan dengan metode role play tentang Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) meningkat ditunjukan dengan nilai post test lebih besar daripada nilai pre test.Kata Kunci: Pengetahuan remaja, Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), metode role play
ANALISIS ALASAN WANITA USIA SUBUR (WUS) DALAM MEMILIH METODE KONTRASEPSI DI PUSKESMAS BANDARHARJO SEMARANG Khumairoh Luluilmaknun; Machmudah -
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 10 (2014): Juni 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1851.155 KB)

Abstract

Keluarga Berencana (KB) adalah usaha untuk merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan menggunakan berbagai alat kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan wanita usia subur dalam memilih metode kontrasepsi di Puskesmas Bandarharo Semarang Tahun 2014. Rancangan penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 52 responden. Hasil dalam penelitian ini dari 52 responden, ada 29 (55,8%) responden yang memilih metode kontrasepsi suntik. Alasan memilih metode kontrasepsi yang digunakan responden adalah praktis dan sederhana sebanyak 14 (26,9%), sedangkan alasan menolak metode kontrasepsi yang tidak digunakan oleh responden adalah terdapat efek samping sebanyak 15 (28,8%), dan alasan responden untuk menggganti metode kontrasepsi adalah karena lebih aman sebanyak 33 (63,5%). Rekomendasi dari penelitian ini adalah pelayanan kesehatan lebih sering memberikan penyuluhan khususnya mengenai KB.Kata kunci : wanita usia subur, metode kontrasepsi
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN UPAYA PENCEGAHAN TERJADINYA STROKE PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUANG POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD Dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2012 Martina -; Dewi Zahara Sukma
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 7 (2012): Desember 2012
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1363.092 KB)

Abstract

Gaya hidup merupakan kerangka acuan yang dipakai seseorang dalam bertingkah laku dan konsekuensinya akan membentuk pola perilaku tertentu. Gaya hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan stroke. Upaya pencegahan stroke yang harus dilakukan adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Tujuan penelitian untuk mcngetahui hubungan gaya hidup yang meliputi: berat badan, pola makan, aktivitas fisik (olahraga), konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, dan manajemen stres dengan upaya pencegahan terjadinya stroke pada pasien hipertensi di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2012. Metode penelitian deskriptif korelatif menggunakan desain cross sectional study melalui purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 55 pasien hipertensi primer. Pengumpulan data dengan membagi kuesioner yang terdiri dari 15 item pernyataan dalam skala Liken dan 13 item pernyataan chek list. Metode analisis data dengan menggunakan uji statistik chi-square, hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara berat badan (p-value 0,030), pola makan (p-value 0,000), aktivitas fisik/olahraga (p-value 0,022), konsumsi alkohol (p-value 0,005), kebiasaan merokok (p-value 0,018), dan manajemen stres (p-value 0,009) dengan upaya pencegahan terjadinya stroke pada pasien hipertensi di ruang poliklinik Penyakt Dalam RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2012. Disarankan kepada pasien hipertensi untuk memperhatikan dan meningkatkan gaya hidup sehat agar terhindar dan risiko stroke dan kepada pemberi pelayanan kesehatan agar dapat meningkatkan promosi kesehatan kepada pasien dan masyarakat dalam memasyarakatkan gays hidup sehat.Kata kunci: gaya hidup, hipertensi, upaya pencegahan, stroke
EFEKTIVITAS PIJAT BAYI TERHADAP BERAT BADAN BAYI USIA 0-3 BULAN DI SMC RS TELOGOREJO Maratul Mutmainah; Sri Hartini M.A; Achmad Solechan
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 4 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.464 KB)

Abstract

Bayi merupakan makluk yang sangat peka dan halus, memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi meliputi kebutuhan fisik, biologis serta emosi. Kebutuhan tersebut salah  satunya dapat dipenuhi melalui stimulasi yang tidak hanya memberi efek rilek tetapi juga dapat merangsang pertumbuhan dengan meningkatkan berat badan bayi. Stimulasi tersebut dilakukan dengan benar sesuai langkahlangkah panduan pijat bayi, hal ini bertujuan untuk mencapai pertumbuhan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pijat bayi terhadap berat badan bayi usia 0-3 bulan di SMC RS Telogorejo. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan metode One Group Pretest Posttest, sampel sejumlah 20 bayi usia 0-3 bulan dengan teknik Accidental Sampling.Penelitian ini menggunakan uji statistik Paired T Test dengan tingkat signifikan p value=0.000, yang artinya bahwa ada perbedaan berat badan bayi sebelum dipijat dengan sesudah dipijat. Pada karakteristik semua bayi (100%) adalah 0 bulan, dengan berat badan minimal 2700 gram dan berat maximal 3300 gram, dan setelah dilakukan pijat bayi mengalami kenaikan sebesar 5-25%. Sehinggadapat dikatakan bahwa pijat bayi efektif dalam meningkatkan berat badan bayi usia 0-3 bulan. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar bayi dilakukan pijat bayi sedini mungkin untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.Kata kunci: pijat bayi, usia 0-3 bulan, berat badan
PELAKSANAAN ADVOKASI PERAWAT DALAM INFORMED CONSENT DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG Maria Agustina Ermi Tri Sulistiyowati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 4 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.526 KB)

Abstract

Pelaksanaan praktik informed consent sebagian besar difokuskan untuk mendapatkan tanda tangan dari pasien, dan dokter memilih perawat untuk bertindak sebagai delegasi  daripada sebagai advokat pasien  yang dapat berkontribusi mandiri sesuai  keahlian perawat sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan advokasi perawat dalam informed consent di rumah sakit Islam Sultan Agung Semarang.Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Informan utama dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana, sedangkan  informan triangulasi adalah kepala ruang. Informan utama diambil dengan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan advokasi perawat dalam informed consent meliputi : memberikan informasi rencana tindakan, menjelaskan hak pasien, memastikan pasien/keluarga kompeten,  klarifikasi pemahaman pasien, menjadi penghubung antara pasien dan dokter, menjadi saksi, meminta dokter menjelaskan kembali, memberikan kesempatan untuk mengambil keputusan, menanyakan keputusan, menanyakan alasan penolakan, dan menghargai keputusan pasien. Hambatan pelaksanaan advokasi adalah kurangnya kemampuan komunikasi perawat dan belum terjalinnya hubungan kemitraan antara perawat dan dokter.Perawat sudah melaksanakan advokasi dalam informed consent, tetapi belum optimal. Disarankan kepada manajer rumah sakit untuk mengkaji kembali standar operasional prosedur informed consent, dan meningkatkan peran komite keperawatan. Perawat perlu meningkatkan pengetahuan dan menjalin kemitraan dengan dokter. Kata kunci : advokasi, perawat, informed consent
PERBEDAAN BIDAN YANG SUDAH MENGIKUTI DAN YANG BELUM MENGIKUTI PELATIHAN APN DENGAN PERTOLONGAN PERSALINAN SESUAI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR APN Irfana Tri Wijayanti; Sri Hadi Sulistiyaningsih
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 4 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.119 KB)

Abstract

Salah satu cara untuk mengatasi tingginya komplikasi obstetri adalah asuhan persalinan normal yang mengupayakan kelangsungan hidup dan mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya, melalui berbagai upaya yang terintegrasi dan lengkap serta intervensi  minimal sengga prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang optimal (JNPK-KR, 2007). Berdasarkan survey pendahuluan pada 6 bidan di kabupaten kudus terdiri dari 3 bidan sudah pelatihan APN dan 3 bidan belum mengikuti pelatihan APN. 3 bidan yang sudah pelatihan APN 1 diantaranya melakukan pertolongan persalinan sesuai standar APN sedangkan yang 2 bidan belum sesuai standar APN meskipun sudah mengikuti pelatihan.  Sedangkan 3 bidan yang belum mengikuti APN 1 diantaranya menolong persalinan sesuai standar APN, 2 bidan menolong persalinan belum sesuai standar APN. Tujuan penelitian mengetahui perbedaan bidan yang sudah mengikuti dan yang belum mengikuti pelatihan APN dengan pertolongan persalinan sesuai standar operasional prosedur APN.Populasi dalam penelitian adalah bidan di Kabupaten Kudus, teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling pada 40 bidan. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskripsi dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur berupa checklist APN yang sudah ditetapkan oleh JNPK-KR. Variabel penelitian bidan yang mengikuti dan yang belum mengikuti pelatihan APN. Pengeolahan data menggunakan komputer yang disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Analisa data menggunakan Mann Whitney U-Test. Hasil penelitian menunjukkantidak ada perbedaan bidan yang mengikuti dan yang belum mengikuti pelatihan APN dengan pertolongan persalinan sesuai standar operasional prosedur APN.   Kata Kunci: Persalinan, SOP APN

Page 5 of 31 | Total Record : 309


Filter by Year

2009 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018 Vol 3, No 3 (2018): Juni 2018 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 8, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016 Vol 2, No 4 (2016): Juni 2016 Vol 1, No 2 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 1, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 2, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 1, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 1, No 10 (2014): Juni 2014 Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 2, No 1 (2014): Desember 2014 Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 9 (2013): Desember 2013 Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013 Vol 4, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1, No 7 (2012): Desember 2012 Vol 3, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 3, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 1, No 5 (2011): Desember 2011 Vol 1, No 4 (2011): Juni 2011 Vol 2, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 3 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009 More Issue