Articles
10 Documents
Search results for
, issue
" Volume 1, Number 2, December 2016"
:
10 Documents
clear
UPAYA MEREDUKSI PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK MELALUI KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT (Studi Kasus di Kelas XI SMA Negeri 2 Palu)
Abdullah, Abdullah;
Thalib, Mansyur;
Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9501
This researh aims to reduce academic procrastination behavior of the student using group sounseling with self management technique. This was an action researh of guidance and counseling using Kemmis and Mc Taggart model. The researh was carried out in two cycle with four stage in each cycle, namely: planning, action, observation, and reflection. Subjects of the research were 6 student who have academic procrastination problem. The action conducted was group counseling with self management technique. Data collection method was observation and interview. The research results reveal that after conducting cycle I, the behavior of procrastination of the student decreased to 19.62%. While in cycle II it decreased to 13.59%. It indicates that self management technique in cycle II is improved based of reflection outcomes in cycle I. Therefore, it can be concluded that academic procrastination behavior of the student can be decreased using group counseling with self management technique.
PENGARUH KONSELING KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN PERILAKUPERCAYA DIRI DALAM MENGEMUKAKAN PENDAPAT SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 17 PALU
Madina, Siti;
Munir, Abd;
Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9507
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah tingkat perilaku percaya diri dalam mengemukakan pendapat siswa sesudah mengikuti layanan konseling kelompok lebih tinggi jika dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok. Tujuan utama penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh layanan konseling kelompok dalam meningkatkan perilaku percaya diri dalam mengemukakan pendapat siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa. Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi perilaku percaya diri dalam mengemukakan pendapat siswa. Data penelitian selanjutnya dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebelum mengikuti layanan konseling kelompok, terdapat 66,67% memiliki perilaku percaya diri yang sedang dalam mengemukakan pendapat, dan 33,33% siswa memiliki parilaku percaya diri yang rendah dalam mengemukakan pendapat. Sesudah mengikuti layanan konseling kelompok, terjadi peningkatan perilaku percaya diri dalam mengemukakan pendapat yaitu terdapat 50% siswa memiliki perilaku percaya diri yang tinggi dalam mengemukakan pendapat, 33,33% siswa memiliki perilaku percaya diri yang sedang dalam mengemukakan pendapat, dan 16,67% siswa memiliki perilaku percaya diri yang rendah dalam mengemukakan pendapat. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa tingkat perilaku percaya diri dalam mengemukakan pendapat siswa di SMP Negeri 17 Palu sesudah mengikuti layanan konseling kelompok lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok.
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK TEKNIK BEHAVIOR CONTRACT DALAM MENGURANGI PENYALAHGUNAAN SMARTPHONE SISWA KELAS XI JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN (AP) SMK NEGERI 2 PALU
Astriana, Astriana;
Munir, Abd;
Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9502
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah apakah penyalahgunaan smartphone siswa sesudah mengikuti layanan konseling kelompok teknik behavior contract lebih rendah dibanding sebelum mengikuti layanan konseling kelompok teknik behavior contract. Tujuan utama penelitian adalah menjelaskan pengaruh konseling kelompok teknik behavior contract dalam mengurangi penyalahgunaan smartphone siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Negeri 2 Palu. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan pedoman observasi penyalahgunaan smartphone siswa. Data penelitian selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan infrensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test. Hasil analisis deskriptif sebelum pelaksanaan layanan konseling kelompok teknik behavior contract diperoleh data IV memiliki penyalahgunaan smartphone yang sangat tinggi dan AR, DR, SK, RD dan ER memiliki penyalahgunaan smartphone yang tinggi sedangkan hasil analisis deskriptif sesudah pelaksanaan konseling kelompok teknik behavior contract diperoleh data IV memiliki penyalahgunaan smartphone yang sangat tinggi, AR dan DR memiliki penyalahgunaan smartphone yang sedang, SK, RD dan ER memiliki penyalahgunaan smartphone yang rendah dan tidak siswa yang memiliki penyalahgunaan smartphone yang tinggi dan sangat tinggi. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa penyalahgunaan smartphone siswa sesudah mengikuti layanan konseling kelompok teknik behavior contract lebih rendah dibanding sebelum mengikuti layanan konseling kelompok teknik behavior contract.
EFEKTIVITAS SOSIODRAMA DALAM MENINGKATKAN POPULARITAS SISWA TERISOLIR KELAS VIII A SMP NEGERI 4 SIGI
DM, Fadhila;
Munir, Abd;
Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9508
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah tingkat popularitas siswa terisolir sesudah mengikuti sosiodrama lebih meningkat jika dibandingkan dengan sebelum mengikuti sosiodrama. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan efektivitas sosiodrama dalam meningkatkan popularitas siswa terisolir. Subjek penelitian ini berjumlah 6 orang siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket sosiometri. Data penelitian selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa sebelum mengikuti layanan sosiodrama diperoleh -24,17% siswa yang memiliki popularitas makin ditolak kelompok. Sesudah mengikuti sosiodrama, terjadi peningkatan popularitas siswa menjadi 10,35% makin diterima kelompok. Hasil analisis inferensial diperoleh nilai T wilcoxon = 0,N=6 dengan taraf kepercayaan 95% (0,05), diperoleh nilai T wilcoxon = 2, sehingga 0 < 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa popularitas siswa sesudah mengikuti sosiodrama lebih meningkat jika dibandingkan sebelum mengikuti sosiodrama.
EFEKTIFITAS LAYANAN INFROMASI DAMPAK NEGATIF PELANGGARAN DISIPLIN DISERTAI MEDIA SPANDUK TERGADAP PENGEMBANGAN DISIPLIN SISWA SMP NEGERI 15 PALU
Nurhazanah, Baiq;
Thalib, Mansyur;
Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Jurnal Konseling dan Psikoedukasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9504
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa yang sering kali melakukan pelanggaran disiplin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana perkembangan disiplin siswa di SMP Negeri 15 Palu sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi dampak negatif pelanggaran disiplin disertai media spanduk serta menjelaskan efektifitas layanan informasi dampak negatif pelanggaran disiplin disertai media spanduk terhadap pengembangan perilaku disiplin siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 30 siswa yang memiliki perilaku disiplin rendah. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pedoman wawancara perilaku disiplin. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa sebelum pemberian layanan informasi dampak negatif pelanggaran disiplin disertai media spanduk yaitu siswa yang memiliki perilaku disiplin sedang yaitu 26,67% dan siswa yang memiliki perilaku disiplin rendah yaitu 73,33%. Sedangkan sesudah diberikan layanan informasi dampak negatif pelanggaran disiplin disertai media spanduk maka terjadi pengembangan perilaku disiplin yaitu 66,67 % siswa yang memiliki perilaku disiplin sedang, dan 33,33% siswa yang memiliki perilaku disiplin rendah. Dari hasil analisis inferensial menunjukan bahwa layanan informasi dampak negatif pelanggaran disiplin disertai media spanduk efektif dalam pengembangan perilaku disiplin siswa SMPN 15 Palu.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP ORANG TUA DENGAN ASIMILASI BUDAYA ETNIS CINA DI SMP DAN SMA KARUNADIPA PALU
Jaelani, Farid;
Thalib, Mansyur;
Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9509
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana sikap orang tua, asimilasi budaya, dan apakah ada hubungan positif antara sikap orang tua dengan asimilasi budaya di SMP dan SMA Karunadipa Palu. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sikap orang tua dan asimilasi budaya serta untuk menjelaskan ada tidaknya hubungan positif sikap orang tua dan asimilasi budaya. Subjek penelitian ini adalah siswa dengan jumlah 164 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket untuk memperoleh data tentang frekuensi sikap orang tua dan asimilasi budaya. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan teknik persentase, dan teknik korelasi Product moment pada taraf signifikansi 95%. Berdasarkan hasil persentase secara deskripsi telah diperoleh 4,88% orang tua yang memiliki sikap sangat positif, 71,95% orang tua yang memiliki sikap positif, 23,17% orang tua yang memiliki sikap negatif, dan 0% orang tua yang memiliki sikap sangat negatif. Selanjutnya 5,49% siswa yang memiliki asimilasi sangat baik, 67,07% siswa yang memiliki asimilasi baik 27,44% siswa yang memiliki asimilasi tidak baik dan 0% siswa yang memiliki asimilasi sangat tidak baik. Berdasarkan hasil korelasi Product moment dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara sikap orang tua dengan asimilasi budaya etnis cina di SMP dan SMA karunadipa palu
EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI CARA BELAJAR MANDIRI TERHADAP PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 15 PALU
Silawati, Devi;
Munir, Abd;
Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9505
Permasalahan dalam penelitian ini apakah layanan informasi cara belajar mandiri berpengaruh positif terhadap kemandirian belajar siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendekripsikan kemandirian belajar siswa sebelum dan sesudah mengikuti layanan informasi cara belajar mandiri serta untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif layanan informasi cara belajar mandiri terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 25 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kemandirian belajar. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskritif dan inferensial. Untuk menguji hipotesis digunakan teknik statistik yaitu uji t pada taraf signifikan 95%. Hasil analisis deskritif menujukan bahwa kemandirian belajar siswa sebelum mengikuti layanan informasi cara belajar mandiri yaitu 24% siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi 64% siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah dan 12% siswa yang memiliki kemandirian belajar sangat rendah. Sedangkan sesudah mengkuti layanan informasi cara belajar mandiri maka terjadi peningkatan kemandirian belajar yaitu 4% siswa yang kemandirian belajar sangat tinggi, 68% siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, dan 28% siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah. Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa kemandirian belajar siswa kelas VIII E SMP Negeri 15 Palu sesudah mengikuti layanan informasi cara belajar mandiri lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan informasi cara belajar mandiri
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN MINAT BERKONSULTASI SISWA SMA NEGERI 1 BALAESANG
Fatma, Fatma;
Thalib, Mansyur;
Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9510
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan yang positif antara persepsi siswa tentang layanan bimbingan dan konseling dengan minat siswa berkonsultasi dengan guru pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling, untuk mengetahui minat siswa berkonsultasi dengan guru pembimbing, serta untuk menjelaskan hubungan antara persepsi siswa tentang layanan bimbingan dan konseling dengan minat siswa berkonsultasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 481 orang siswa, sampel yang diambil sebanyak 175 orang siswa yang diambil secara random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah angket persepsi tentang layanan bimbingan dan konseling dan minat berkonsultasi. Pengujian hipotesis penelitian dilakukan menggunakan teknik korelasi product moment pada signifikan 95% (α = 0,05). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 12,57% siswa memiliki persepsi yang sangat positif tentang layanan bimbingan dan konseling, 84% siswa memiliki persepsi yang positif tentang layanan bimbingan dan konseling. 3,42% siswa memiliki persepsi yang negatif tentang layanan bimbingan dan konseling. Selanjutnya 11,42% siswa memiliki minat berkonsultasi yang sangat tinggi, 62,28% siswa memiliki minat berkonsultasi yang tinggi, dan 26,28% siswa memiliki minat berkonsultasi yang rendah. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara persepsi siswa tentang layanan bimbingan dan konseling dengan minat siswa berkonsultasi.
Efektivitas Layanan Konseling Kelompok Behavioral Dalam Meningkatkan Perilaku Empati Teman Sebaya (Studi kasus di SMA Negeri 2 PALU)
Ika Sartika, Dewi;
Thalib, Mansyur;
Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9506
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah apakah perilaku empati teman sebaya setelah mengikuti konseling kelompok behavioral lebih tinggi jika dibandingkan dengan sebelum mengikuti konseling kelompok behavioral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku empati teman sebaya sebelum dan sesudah mengikuti konseling kelompok behavioral serta untuk menjelaskan keefektivan pelaksanaan konseling kelompok behavioral dalam meningkatkan perilaku empati teman sebaya. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket perilaku empati teman sebaya. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebelum mengikuti konseling kelompok behavioral dari 6 siswa yang menjadi subjek penelitian, terdapat 1 siswa dengan inisial MR memiliki perilaku empati teman sebaya yang sangat rendah dan 5 siswa dengan inisial RF, AD, RA FP, dan RFV memiliki perilaku empati teman sebaya yang rendah. Setelah mengikuti konseling kelompok behavioral mengalami peningkatan perilaku empati teman sebaya yaitu 1 siswa dengan inisial RA memiliki perilaku empati teman sebaya yang tinggi, kemuadian 3 siswa dengan inisial AD, MR, dan RFV memiliki perilaku empati teman sebaya yang sedang. Namun terdapat 2 siswa dengan inisial RF dan FP yang tidak mengalami perubahan perilaku empati teman sebaya yang signifikan, yaitu memiliki perilaku empati teman sebaya yang masih redah. Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa perilaku empati teman sebaya dari 6 siswa yang menjadi subjek penelitian sesudah mengikuti konseling kelompok behavioral lebih tinggi dibandingkan sebelum mengikuti konseling kelompok behavioral.
PENGARUH KONSELING KELOMPOK TEKNIK SELF INSTRUCTION DALAMA MENINGKATKAN PERILAKU PERCAYA DIRI SISWA (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 11 PALU)
Norrahma, Hayati;
Thalib, Mansyur;
Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9511
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah tingkat perilakupercaya diri siswa sesudah mengikuti layanan konseling kelompok teknik self instructionlebih tinggijika dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok teknik self instruction. Tujuan penelitian ini adalahmenjelaskan keefektifan layanan konseling kelompok teknik self instruction dalam meningkatkanperilaku percaya diri siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 6 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pedoman observasi perilaku percaya diri siswa. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test. Hasil analisis desktiptif diperoleh data perilaku percaya diri siswa sesudah pelaksanaan konseling kelompok self instructionbahwa 17% siswa yang mempunyai perilaku percaya diri sangat rendah, 33% siswa mempunyai perilaku percaya diri yang rendah, dan 50% siswa mempunyai perilaku percaya diri yang tinggi. Hasil analisis inferensial diperoleh nilai T wilcoxon = 0,N=6 dengan taraf kepercayaan 95% (0,05), diperoleh nilai T wilcoxon = 2, sehingga 0 < 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku percaya diri siswa sesudah mengikuti layanan konseling kelompok teknik self instruction lebih tinggi jika dibandingkan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok teknik self instruction.