cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal GEOSAINTEK adalah jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITS dan Departemen Teknik Geofisika ITS. Terbit pada bulan Januari-April, Mei-Agustus, dan Septermber-Desember pada setip tahunnya. Jurnal Goeaintek mempublikasi dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian. Terbuka bagi peneliti, praktisi, serta akademisi dari berbagai lembaga.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2017)" : 13 Documents clear
Geotechnical Identification Using Resistivity Method for Determining Grounding Locations Ayi Syaeful Bahri; Pegri Rohmat Aripin; Robi Alfaq Abdillah; Dwiyanto Hadi P
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.741 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2965

Abstract

Digunakan metode resistivitas untuk menetukan lokasi grounding dengan memanfaatkan respon batuan terhadap aliran listrik. Berdasarkan nilai resistivitas hasil pengukuran akan diketahui lokasi grounding dengan nilai resistivitas dibawah 5 ohm.m. Dalam penelitian ini menerapkan konfigurasi Wenner-Schlumberger dengan panjang masing-masing lintasan 32 meter untuk 2D dan 40 meter untuk 1D. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lokasi grounding berdasarkan penampang 1D terletak pada kedalaman 4 meter dengan nilai tahanan jenis 5,47 ohm.m, pada penampang 2D dapat diketahui lokasi grounding terletak pada kedalaman 2,5-4 meter dengan nilai tahanan jenis 2-7 ohm.m. Berdasarkan interpretasi lithologi, daerah tersebut merupakan lempung.
Pemetaan Lingkungan Korosi Bawah Permukaan Menggunakan Metode Self-Potensial Berdasarkan Native Potential pada Daerah Unit 7 Dan 8 PT.IPMOMI Masruro Amalia; Widya Utama; Juan Pandu Gya Nur Rochman
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.584 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2970

Abstract

Korosivitas tanah merupakan salah satu masalah yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan infrastruktur. Pipa yang terletak pada subsurface menjadi salah satu contoh dari infrastruktur yang rentan terhadap korosi, maka dari itu pemetaan subsurface sangat dibutuhkan untuk mengetahui keadaan lingkungan korosif bawah permukaan. Pada tugas akhir ini dilakukan penelitian mengenai pemetaan lingkungan korosi bawah permukaan dengan menggunakan metode Self Potensial pada daerah unit 7 dan 8 PT.IPMOMI. Pengukuran self potensial dilakukan 2 kali yaitu pada awal penelitian dan 15 hari setelahnya. Dari hasil pengukuran SP kemudian dikorelasi dengan nilai native potensial sehingga didapat range nilai korosivitas tanah. Nilai SP -120 hingga 40 memiliki tingkat korosivitas sedang, dan nilai SP 40220 memiliki tingkat korosivitas yang sangat tinggi. Pada lokasi penelitian tingkat korosivitas yang sangat tinggi berada pada sisi utara dari lintasan dan semakin rendah pada sisi selatan yang disebabkan oleh adanya intrusi air laut pada sisi utara dari lokasi penelitian.
Analisis Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor Berdasarkan Zona Water Content di Desa Olak Alen Kecamatan Selorejo, Blitar Maulidah Aisyah; Widya Utama; Wien Lestari
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1370.985 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2961

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya tanah longsor yaitu adanya zona water content atau zona tersaturasi air dimana terdapat kondisi terakumulasinya air pada suatu lapisan tanah yang sukar meloloskan air. Kondisi tersebut dapat diketahui dengan metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger karena dapat menerjemahkan kondisi bawah permukaan secara horizontal maupun lateral dengan baik berdasarkan nilai resistivitas. Nilai zona water content yang terlihat yaitu antara 4,39 – 9,29 Ωm. Berdasarkan peta rawan bencana yang telah dibuat, faktor penyebab terjadinya tanah longsor adalah curah hujan, tutupan lahan, dan kelerengan. Hasil pemetaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Kecamatan Selorejo merupakan salah satu daerah yang kerawanan longsornya bernilai sedang, yakni diantara 24,03.
Identifikasi Percepatan Tanah Maksimum (PGA) dan Kerentanan Tanah Menggunakan Metode Mikrotremor Jalur Sesar Kendeng Anindya Putri R; M. Singgih Purwanto; Amien Widodo
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1267.154 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2966

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk memprediksi kapan, dimana dan berapa kekuatan gempa bumi dapat diketahui dengan menganalisa data mikrotremor yang berguna untuk mengidentifikasi PGA di daerah yang dilewati sesar Surabaya, sehingga nantinya didapatkan peta Peak Ground Acceleration atau PGA. Selain itu dilakukan pula analisa kerentanan tanah akibat gempa bumi yang nantinya didapatkan peta kerentanan seismic yang menggambarkan tingkat kerawanan terhadap gempa bumi untuk keperluan rencana tata ruang dan wilayah maupun konstruksi bangunan tahan gempa. Data mikrotremor dianalisis dengan metode HVSR dengan software Easy HVSR untuk mendapatkan nilai Ao dan Fo yang nantinya digunakan untuk perhitungan Kg. Sedangkan pada pengukuran PGA didapatkan dari rumus atenuasi Fukusima dan Tanaka yang parameternya berupa jarak, Magnitute, dan parameter sumber gempa yaitu sesar Surabaya-Kendeng dan Surabaya-Waru. Dari pengolahan data didapatkan nilai Amplifikasi rata-rata sebesar 2.8. Nilai fo rata-rata adalah sebesar 1.7 Hz. Nilai Kg terendah adalah sebesar 7.7. Nilai PGA terhadap batuan dasar berdasarkan sesar Surabaya-Kendeng terbesar adalah 4.3 g, sedangkan berdasarkan sesar Surabaya-Waru nilai PGA terhadap batuan dasar terbesar adalah sebesar 0.9g.
Pemetaan Zona Korosivitas Tanah Berdasarkan Nilai Chargeability Menggunakan Metode Time Domain Induced Polarization Konfigurasi Dipole-Dipole Studi Kasus PT.IPMOMI Dewi, Kiki Kartika; Utama, Widya; Rochman, Juan Pandu Gya Nur
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1834.447 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2971

Abstract

Pipa bawah tanah menjadi elemen yang sangat penting dalam dunia industri salah satunya untuk mengalirkan fluida. Masalah serius yang sering dihadapi adalah kontak antara pipa dengan tanah dan lingkungan yang dapat menimbulkan korosi. Maka dari itu, dibutuhkan penanganan khusus agar tidak terjadi kerusakan dan ketidakstabilan tanah. Salah satu upaya awal untuk menangani hal tersebut adalah dengan melakukan pemetaan zona korosi bawah permukaan yang pada penelitian Tugas Akhir kali ini dilakukan dengan metode Time Domain Induced Polarization dengan konfigurasi dipole-dipole sebanyak 5 lintasan.  Respon chargeability terhadap korosivitas tanah pada lokasi penelitian secara rata-rata menunjukkan hubungan yang berbanding lurus, semakin tinggi nilai chargeability maka semakin tinggi tingkat korosivitas tanah. Zona korosivitas tanah  sangat ringan hingga sedang menyebar pada kedalaman 0-4.72 meter sedangkan zona korosivitas tanah tinggi hingga sangat tinggi berada pada kedalaman 2.724.72 meter.
Analisis Nilai Frekuensi Natural dan Amplifikasi Desa Olak Alen Blitar Menggunakan Metode Mikrotremor HVSR Sitorus, Nomensen; Purwanto, Singgih; Utama, Widya
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.232 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2962

Abstract

Mikrotremor merupakan vibrasi atau getaran tanah yang dapat disebabkan oleh sumber alam seperti angin dan gelombang laut yang berperioda panjang ataupun gangguan buatan seperti aktivitas lalu lintas, mesin pabrik, dan sebagainya. Dalam mikrotremor dikenal metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio). Metode HVSR biasanya digunakan pada seismik pasif (mikrotremor) tiga komponen. Metode HVSR dilakukan dengan cara estimasi rasio spektrum Fourier komponen vertikal terhadap komponen horisontal. Parameter penting yang dihasilkan dari metode HVSR adalah frekuensi natural dan amplifikasi. Kedua paramater ini dapat digunakan untuk karakterisasi geologi setempat karena parameter ini berkaitan erat dengan parameter fisik bawah permukaan. diperoleh nilai frekuensi natural Desa Olak Alen antara 1,70 – 10,39. Sementara itu nilai amplifikasi berkisar antara 1,3 – 6,2. Kemudian berdasarkan persebaran nilainya dapat dilihat bahwa hubungan antara nilai frekuensi natural dan amplifikasi adalah saling independen atau tidak berkaitan. Hal ini dikarenakan dalam nilai amplifikasi pengaruh ketebalan lapisan sedimen tidak membemberikan efek yang signifikan.
Identifikasi Sedimen Piroklastik Pada Kawah Tengger Gunung Bromo Menggunakan Metode Resistivitas 2D Lestari, Wien; Hilyah, Anik; Syaifuddin, Firman; Rochman, Juan Pandu Gya Nur; Banuboro, Adib; Arwananda, Alif Prabawa; A, Dara Felisia
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.228 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2967

Abstract

Gunung Bromo merupakan bagian dari gunung berapi aktif yang mengelilingi Kaldera Bromo Tengger. Untuk mengidentifikasi jenis sedimen yang diendapkan dari tipe erupsi letusannya, maka dilakukan pengukuran geofisika menggunakan pencitraan resistivitas 2D dengan konfigurasi Wenner. Penampang Resistivitas akan menunjukkan sejarah proses sedimentasi di kaldera tengger yang dapat menjelaskan bagaimana kaldera tengger terbentuk. Hasil yang diperoleh dari pemodelan inversi dengan empat data di lokasi pengukuran yang berbeda dapat digunakan untuk mengetahui sejarah Gunung Bromo. Dengan demikian, dapat diinterpretasikan bahwa lapisan pertama, kedua, dan ketiga memiliki rentang nilai resistivitas antara 12 - 55,3 Ohm meter pada kedalaman antara 0 - 1.3 meter dengan litologi sedimen piroklastik dan tipe lapil abu, 36 - 207 Ohm meter pada sebuah Kedalaman antara 1,3 - 1,8 meter dengan sedimen pyroclastic padat dan jenis tuf, dan 207 - 682 Ohm meter pada kedalaman antara 1,82,15 meter dengan sedimen piroklastik padat dan tipe lapilli kasar. Lapisan pertama ketebalan sedimen piroklastik dapat diketahui dengan mengasumsikan itu adalah produk letusan terakhir Gunung Bromo, untuk memantau aktivitas letusan Gunung Bromo dapat dilakukan perhitungan volume sediment piroklastik.
Aplikasi Metode Geolistrik Tahanan Jenis untuk Mengetahui Bawah Permukaan di Komplek Candi Belahan (Candi Gapura) Juan Pandu Gya Nur Rochman; Amien Widodo; Firman Syaifuddin; Wien Lestari
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1305.652 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2963

Abstract

Gunung Penanggungan merupakan gunung yang memiliki sejarah yang tinggi di Jawa Timur. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya candi yang mengelilingi di komplek gunung ini. Setidaknya terdapat 116 yang ditemukan. Komplek Situs belahan merupakan  salah satu komplek bangunan candi yang besar. Candi Gapura merupakan bagian pintu masuk dari komplek bangunan ini yang sebagian bangunannya masih terpendam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi bawah permukaan di komplek candi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Geolistrik Tahanan jenis. Prinsip metode ini adalah menginjeksikan arus listrik ke permukaan tanah melalui sepasang elektroda dan mengukur beda potensial dengan sepasang elektroda yang lain. Metoda ini memanfaatkan sifat kelistrikan suatu material untuk mengetahui karakteristik dari suatu material. Jumlah lintasan yang digunakan  sebanyak 8 lintasan yang terletak di Candi Gapura A (4 lintasan) dan Candi Gapura B (4 lintasan). Dari pengkuran geolistrik didapatkan profiling resistivitas bawah permukaan tanah yang dapat mengetahui dugaan sebaran bangunan candi. Hasil intepretasi 8 lintasan secara umum dibagi dua lapisan. Pada kedalaman 0-4 meter nilai resitivitasnya 1-6 ohm meter diintepretaskan sebagai lapisan lempung. Pada lapisan ini juga terdapa nilai resitivitas 10-20 ohm meter diduga runtuhan batu bata candi. Pada  lapisan kedua dengan kedalaman lebih dar 4 meter dengan nilai resistivitas 100-150 ohm meter diduga lapisan kerkil (zona keras). Pada Batas lapisan ini (kedalaman 4 meter) diduga terdapat altar atau pelataran karena pada semua lintasan terdapat kontras nilai resitivitas tinggi dan rendah pada kedalaman yang hampir sama untuk tiap lintasan pengukuran.
Karakterisasi Reservoir Karbonat Dengan Menggunakan Metode AVO Inversi Studi Kasus Lapangan “Ngawen” Putri Rida Lestari; Dwa Desa Warnana; Farid Marianto
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2210.718 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2968

Abstract

Kebutuhan minyak dan gas bumi semakin meningkat, sehingga diperlukan adanya peningkatan eksplorasi hidrokarbon. Eksplorasi hidrokarbon bertujuan untuk mengetahui persebaran hidrokarbon pada reservoir. Karakteristik dari batuan reservoir sangat penting diketahui untuk mendapatkan reservoir yang bagus. Salah satu metode untuk mengetahui karakteristik batuan reservoir yaitu AVO (Amplitude Versus Offset) Inversi. Metode AVO juga bisa digunakan untuk mengetahui persebaran litologi. Dalam penelitian ini digunakan metode AVO Inversi, untuk mengetahui karakteristik reservoir pada batuan karbonat, persebaran litologi, dan persebaran hidrokarbon dengan studi kasus di lapangan Ngawen. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data seismik berupa Pre-stack gather 3D di area North East Java Basin, dan dua data sumur (sumur Ngawen 1 dan sumur Ngawen 2). Penelitian ini difokuskan pada Formasi Ngimbang Karbonat. Hasil analisis crossplot menunjukkan bahwa parameter log gamma ray, Pimpedace, S-Impedance, dan Lambda Mu-Rho (LMR) dapat mengidentifikasi litologi (porous carbonate, tight carbonate, dan shale) dan fluida (oil, gas, dan water) dengan baik. P-Impedance dan Lambda MuRho (LMR) hasil AVO Inversi menunjukkan adanya zona reservoir dan fluida hidrokarbon pada porous carbonate dengan baik. Zona reservoir karbonat ditunjukkan dengan nilai P-Impedance dan nilai Lambda Mu-Rho (LMR) yang relatif tinggi. Zona fluida hidrokarbon memiliki nilai P-Impedance dan nilai LMR yang rendah.
Deteksi Persebaran Air Lindi Menggunakan Inversi VLF-EM Studi Kasus TPA Ngipik Khairul Yadi; Dwa Desa Warnana; Juan Pandu Gya Nur Rochman; Nila Sutra; Ria Asih A. Soemitro
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1197.298 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2964

Abstract

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik menggunakan sistem Openg Dumping, sehingga dengan sistem ini akan menyebabkan pencemaran lingkungan salah satunya melalui air lindi yang dihasilkan dari sampah. Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi air lindi menggunakan metode Inversi VLF-EM. Dari hasil pengolahan data VLF menggunakan inversi diperoleh nilai resistivitas daerah yang teridentifikasi adanya air lindi berkisar 1.6-2.5 yang sudah tersebar hingga kedalaman 15 m. Hal ini mengidentifikasikan bahwa air lindi sudah tersebar di Area TPA Ngipik

Page 1 of 2 | Total Record : 13