cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal GEOSAINTEK adalah jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITS dan Departemen Teknik Geofisika ITS. Terbit pada bulan Januari-April, Mei-Agustus, dan Septermber-Desember pada setip tahunnya. Jurnal Goeaintek mempublikasi dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian. Terbuka bagi peneliti, praktisi, serta akademisi dari berbagai lembaga.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2019)" : 7 Documents clear
Integrasi Data Resistivitas 2D Dengan Parameter Fisis Dan Mekanis Tanah Untuk Evaluasi Daya Dukung Tanah (Studi Kasus : Ruas Jalan Kawasan Jiipe, Manyar, Gresik) Billy Dovan Yuspancana; M. Singgih Purwanto; Ayi Syaeful Bahri; Widya Utama
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.078 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v5i2.5403

Abstract

Kawasan Industri JIIPE terletak di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik yang geologi lapisan dangkalnya didominasi oleh lempung yang merupakan tanah lunak. Tanah lempung memiliki sifat plastis dan kuat geser yang rendah, kondisi tersebut akan menimbulkan deformasi yang besar pada lempung bila pembebanan melebihi kapasitas daya dukungnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai daya dukung tanah kondisi lapangan melalui integrasi data geofisika dengan parameter sifat fisis dan mekanis tanah. Data geofisika didapatkan dari pengukuran metode geolistrik dengan hasil data berupa penampang resistivitas 2D. Konfigurasi Wenner-Schlumberger diterapkan pada pengambilan data geolistrik dengan tujuan mendapatkan resolusi vertikal dan horizontal yang baik. Penampang resistivitas mempunyai peranan sebagai dasar dalam penentuan batas lapisan tanah serta ketebalan material timbunan. Dari penampang resistivitas yang didapat, dilakukan pengelompokkan nilai resistivitas berdasarkan jenis tanah di lokasi penelitian dengan bantuan data pembanding meliputi data kadar air dan data borelog. Nilai resistivitas kecil pada penampang didefinisikan sebagai tanah lempung dengan rentang nilai 0.1Ωm - 5.5 Ωm, diikuti dengan rentang resistivitas 5.5-6.4 Ωm didefinisikan sebagai pasir, dan 6.4-170 Ωm sebagai material timbunan karbonat. Hasil dari integrasi data resistivitas 2D dengan parameter fisis dan mekanis didapatkan nilai daya dukung tanah pada lintasan 3, 4, 5, dan 6 pengukuran geolistrik beruturut-turut senilai 54.5 kN/m2, 58.4 kN/m2, 56.2 kN/m2, dan 51.7 kN/ m2.
Travel Time Tomography Menggunakan Data Seismik Interferometri Untuk Menggambarkan Model Kecepatan Gelombang Pada Lapangan 'X' Radifan Taufik; Firman Syaifuddin; Mariyanto .
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.811 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v5i2.5448

Abstract

Pengolahan data seismik interferometri mulai dikembangkan untuk menggambarkan kondisi bawah permukaan bumi. Metode ini dapat mengekstrak informasi kecepatan gelombang dari suatu noise sehingga menyajikan informasi-informasi kecepatan gelombang yang tidak bisa didapatkan menggunakan metode seismik konvensional. Selain itu metode ini merupakan metode yang ramah lingkungan serta biaya yang dikeluarkan tidak banyak. Terdapat beberapa metode untuk menggambarkan hasil perhitungan seisimik interferometri, salah satunya ialah traveltime tomography. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini untuk menggambarkan kecepatan gelombang pada lapangan ‘X’ untuk menyajikan data kecepatan gelombang menggunakan metode traveltime tomografi. Stasiun yang digunakan berjumlah 68 dan tersebar secara merata. Data raw yang digunakan berupa data travel time dan lokasi pada setiap virtual source ke setiap stasiun. Tahapan pengolahan diawali dengan pembuatan model sintetik sebagai media pengujian resolusi berupa checkerboard model. Model tersebut sangat baik dalam menentukan inversi tomografi yang optimal. Setelah itu dilakukan inversi tomografi menggunakan metode pseudo inverse. Hasil inversi tomografi memperlihatkan adanya perubahan kecepatan mulai dari model homogen pada iterasi ke 1 hingga terdapat kontras kecepatan gelombang berkisar 40 – 200m/s pada iterasi 12.
Identifikasi Dan Penentuan Volume Endapan Nikel Laterit Berdasarkan Data Geolistrik Metode Sounding Studi Kasus Blok Selatan Daerah Pomalaa, Sulawesi Tenggara Eka Harris Suryawan; Anik Hilyah; M. Haris Miftakhu Fajar; Agus Pajrin
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.278 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v5i2.5393

Abstract

Nikel di Indonesia dijumpai dalam bentuk nikel laterit hasil pelapukan batuan ultramafik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah rata-rata ekspor nikel dari tahun 2002 hingga 2014 mencapai angka 17.103.785 ton/tahun. Hal itu menunjukkan eksplorasi nikel yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan industri terkait. Salah satu tahapan dalam kegiatan eksplorasi nikel adalah penentuan volume endapan. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan terhadap data eksplorasi metode geolistrik sounding yang bertujuan untuk menentukan volume endapan nikel laterit di blok selatan daerah Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Penentuan volume tersebut didasarkan pada model endapan yang dibuat dari hasil pengolahan metode geolistrik sounding. Metode geolistrik sounding mampu membedakan kontras resistivitas antara batuan dasar dan endapan nikel laterit. Pada penelitian kali ini digunakan data sekunder resistivitas metode sounding sebanyak 4 lintasan yang berarah barat-timur dan data pemboran sebanyak 2 titik. Hasil penelitian ini menunjukkan endapan nikel laterit Pomalaa dapat dibagi menjadi 3 zona berdasarkan nilai resistivitasnya, zona lateritic soil dengan nilai resistivitas 5–55 Ohm.m, zona peridotite boulder dengan nilai resistivitas 56–170 Ohm.m, dan zona bedrock yang merupakan zona terbawah dengan nilai resistivitas 171–3000 Ohm.m. Ketebalan endapan nikel laterit rata-rata berdasarkan data resistivitas didapati sebesar 11,4 meter. Berdasarkan data resistivitas tersebut maka dibuat model 3D dengan volume total endapan sebesar 1.158.000 m3. Diharapkan volume endapan berdasarkan hasil eksplorasi geofisika metode sounding tersebut mampu memberikan gambaran awal yang akurat mengenai endapan nikel laterit dan menjadi rujukan dalam kegiatan pertambangan selanjutnya.
Analisis Amplifikasi Dan Indeks Kerentanan Seismik Di Kawasan Fmipa Ugm Menggunakan Metode HVSR Nia Annisa Ferani Tanjung; Hakim Prima Yuniarto; Danang Widyawarman
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.115 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v5i2.5726

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan kawasan cekungan yang tersusun atas endapan material vulkanik tebal dan merupakan kawasan aktif seismik. Gelombang seismik yang terjebak pada lapisan sedimen tebal dapat mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan apabila terjadi gempa. Pemetaan mengenai kerentanan seismik di kawasan FMIPA UGM perlu dilakukan melihat bertambahnya gedung-gedung baru yang tinggi di area ini. Analisis amplifikasi dan frekuensi natural diolah menggunakan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio), sehingga dihasilkan nilai indeks kerentanan seismik di daerah penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa nilai fekuensi natural (fo) di area penelitian berkisar antara 0.636 – 0.943 Hz, Amplifikasi (Ao) berkisar antara 2.196 – 3.446 dan nilai kerentanan seismik  (Kg) sebesar 5,291 – 18,677. Berdasarkan hasil pengolahan data yang didapat, dapat disimpulkan bahwa subsurface kawasan FMIPA UGM tersusun atas lapisan sedimen tebal dengan ketebalan ≥30m. Hal ini berasosiasi terhadap area DIY yang tersusun di atas cekungan dengan material pengisi endapan vulkanik. Berdasarkan nilai fo, Ao, dan Kg, diketahui bahwa nilai kerentanan seismik yang paling tinggi terdapat di area gedung matematika FMIPA UGM.
Kestabilan Lereng Tambang Andesitberdasarkan Karakteristik Massa Batuan Di Daerah Soreang Dan Sekitarnya, Kabupaten Bandung Jawa Barat Aditya Sukur; Adi Candra
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.989 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v5i2.5362

Abstract

Kestabilan suatu lereng pada kegiatan tambang terbuka dipengaruhi oleh kondisi geologi, bentuk keseluruhan lereng, kondisi air tanah, faktor luar seperti getaran akibat peledakan ataupun alat mekanis yang beroperasi. Metode kuantitatif digunakan untuk melakukan karakterisasi massa batuan, yaitu dengan metode Rock Mass Rating dan Slope Mass Rating, dilanjutkan analisis probabilitas keruntuhan dengan metode Analisis Kinematika, dan Optimalisasi Ekskavasi. Pada pengamatan lapangan didapatkan jenis litologi untuk semua lokasi adalah andesit. Pengujian sifat indeks menghasilkan rata-rata nilai Schmidt Hammer Rebound Value (SHRV) 29 - 34.88. Karakterisasi massa batuan dengan klasifikasi RMR menunjukkan seluruh lokasi memiliki nilai RMR dengan kategori “baik”. Analisis probabilitas keruntuhan pada seluruh lokasi menunjukkan keruntuhan baji sebagai keruntuhan utama untuk lokasi AS-1 dan AS-3, lokasi AS-2 keruntuhan Plannar Tanpa Batas, dan AS-4 keruntuhan jungkiran langsung. Klasifikasi SMR menunjukkan lereng dalam kategori “stabil” pada lokasi AS-1 dan AS-2, lokasi AS-3 dan AS-4 “normal”. Optimalisasi pada besar sudut ekskavasi maksimal menghasilkan sudut sebesar 65° pada seluruh lokasi. Arah ekskavasi paling optimal di masing- masing lokasi antara lain U2900T pada lokasi AS-1, U260°T pada lokasi AS-2, U350°T pada lokasi AS-3, dan U310°T pada lokasi AS-4. Optimalisasi jenis ekskavasi pada semua lokasi adalah “blast to loosen”, kecuali lokasi AS-4 “blast to fracture”.
Desain Filter 1D Lowpass Interpolated Finite Impulse Response (IFIR) Untuk Spectral Decomposition Pada Pemodelan 3D Data Gravitasi Bawah Permukaan Hanif Fajrul Falah; Firman Syaifuddin; Widya Utama
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.746 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v5i2.5388

Abstract

Operator lowpass filter Interpolated Finite Impulse Response (IFIR) yang memiliki karakteristik cutoff frequency akurat digunakan untuk pemisahan spektrum pada Spectral Decomposition. Penelitian ini bertujuan melakukan desain filter 1D untuk Spectral Decomposition pada pemodelan 3D struktur bawah permukaan dari data gravitasi. Kandungan bilangan gelombang profil anomali dipisahkan dari profil digitasi peta kontur Anomali Gravitasi Bouguer menggunakan Algoritma Fast Fourier Transform (FFT). Nilai bilangan gelombang dipakai sebagai nilai cutoff frequency untuk mendesain filter pada satu iterasi. Kemudian dilakukan konvolusi filter IFIR 1D terhadap profil gravitasi, sehingga didapatkan spektrum pada kedalaman tertentu yang ditentukan dari nilai bilangan gelombangnya. Spektrum divalidasi dengan lokasi hiposenter gempa sebagai indikator struktur bawah permukaan, kemudian diinterpolasi secara geostatistik untuk membuat model peta kontur 2D geometri bawah permukaan, dan dilakukan gridding untuk mendapat model 3D. Pemodelan Anomali Bouguer menggunakan filter ini mampu memberikan petunjuk struktur geologi pada kedalaman tertentu berdasarkan bentuk spektrum. Pengaruh filter IFIR adalah mengatenuasi bilangan gelombang tinggi, memberikan karakteristik regional pada model kedalaman dangkal akibat konten bilangan gelombang yang lebih sedikit.
Analisis Rock Mass Rating Di Tepi Pantai Samabe, Pulau Bali Suprayitno, Abdi; Huda, A M Miftahul; Muntaha, Mohammad
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v5i2.5449

Abstract

Stabilitas batuan dibutuhkan untuk segala infrastruktur yang dibangun di area yang memiliki kemiringan tertentu terutama di daerah lereng terjal. Penelitian ini dilakukan pada lereng bukit di tepi Pantai Samabe yang di atasnya terdapat hotel dengan kemiringan 60˚ – 80˚ dan ketinggian lereng 70 – 80 m dari permukaan laut. Analisa Rock Mass Rating dilakukan untuk memberikan nilai pada lereng batuan tersebut supaya dapat diketahui penanganan yang tepat untuk menjaga kestabilan lerengnya. Ditemukan 4 lokasi pengamatan yang ditandai dengan longsoran minor di beberapa bagiannya, berdasarkan nilai rock mass rating maka ditemukan 3 lokasi pengamatan dengan nilai fair rock dan 1 lokasi pengamatan dengan nilai good rock. Sehingga dapat disimpulkan secara umum kondisi lereng batuan pada lokasi penelitian cukup baik dalam hal kestabilan lereng. Namun demi menjaga kesinambungan kestabilan lereng dimasa mendatang perlu dilakukan penangan lereng yang tepat.

Page 1 of 1 | Total Record : 7