cover
Contact Name
-
Contact Email
biospecies@unja.ac.id
Phone
+6282234478333
Journal Mail Official
biospecies@unja.ac.id
Editorial Address
Biology Education Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi, Jl. Jambi-Ma.Bulian Km 15 Mendalo Darat, Jambi, Indonesia
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Biospecies
Published by Universitas Jambi
ISSN : 19790902     EISSN : 25030426     DOI : 10.22437
The journal specializes in tropical biology research with a multidisciplinary scope encompassing zoology, botany, microbiology, ecology, environmental science, biotechnology, bioinformatics, and evolutionary biology. Distinct from conventional biology journals, BIOSPECIES emphasizes the integration of biodiversity research with indigenous knowledge systems and innovative approaches rooted in tropical ecosystems.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2011): Juli 2011" : 7 Documents clear
Respon Tanaman Selada (Lactuca sativa) terhadap pemberian Pupuk Hayati dengan Berbagai Agen Hayati Yelianti, Upik
Biospecies Vol. 4 No. 2 (2011): Juli 2011
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v4i2.239

Abstract

This research aims to study the response of lettuce on the  application of a variety of biological fertilizers and biological agents. This research was conducted at the Greenhouse School of Agriculture, University of Andalas Padang, between April and September 2008. This study using Completely Randomized Design with factorial  of two factors. Factor I is type of biofertilizer (a1: TKTH, a2: JPTH, a3: SKCT, and a4: ATCT) and factor II is the type of biological agent (b1: FMA, b2: Pf, b3: Bb, and b4: FMA + Bb + Pf). Observation parameters include: plant height, root length, and fresh weight of lettuce. Observations show that there is interaction between biological fertilizers with different types of biological agents on the growth of lettuce. The highest plant (29.33 cm) was observed on the treatment of biological fertilizers SKCT with a mixture of biological agents (FMA + Pf + Bb).  The longest lettuce roots was obtained on the treatment of biological fertilizers  SKCT with biological agents Bb, however the treatment did not differ significantly from AMF + PF + BB (19.67 versus 19:00 cm). While the heaviest of fresh lettuce (99.68 g / plant) is obtained on the treatment of ATCT biological fertilizers combined with FMA biological agent.
Obat Rajo Obat Ditawar : Tumbuhan Obat dan Pengobatan Tradisional Masyarakat Serampas – Jambi 1 Hariyadi, Bambang
Biospecies Vol. 4 No. 2 (2011): Juli 2011
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v4i2.524

Abstract

Serampas is an indigenous group of Jambi who still live traditionally. Serampas has a number of traditional knowledge related to local natural resources, including medicinal plants. This study aims to reveal the Serampas view about illness and the types of herbs they use. Research conducted by methods of participant observation, survey respondents, as well as in-depth interviews. The results showed that the community Serampas classifies herbs into two main groups: obat rajo and  obat ditawar.  The Serampas use more than 131 species of medicinal plants.  Although forests around the Serampas settlements are relatively undisturbed and rich in various plants, including medicinal plants, however, unexpectedly, most medicinal plant not derived from natural forests, but from the human made ​​ecosystem, mainly scrubland and agricultural areas.
Kemampuan Bakteri Pelarut Fosfat Isolat Asal Sei Garo dalam Penyediaan Fosfat Terlarut dan Serapannya pada Tanaman Kedelai Lestari, Wahyu; Linda, Tetty M.; Martina, Atria
Biospecies Vol. 4 No. 2 (2011): Juli 2011
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v4i2.708

Abstract

Bakteri pelarut fosfat dari tanah gambut asal Sei. Garo telah diuji potensinya padamedium Pikovskaya dan tanah PMK. Delapan isolat berhasil didapatkan, 3 diantaranya memilikikriteria tinggi melarutkan fosfat. Isolat dengan kriteria tinggi dan campurannya diuji potensinya dalampenyediaan fosfat pada medium Pikovskaya cair dan tanah PMK. Kemampuan tertinggi melarutkanfosfat pada medium Pikovskaya cair adalah isolat GGO1 (I1) yaitu 0,4736%. Secara keseluruhan adakecenderungan bahwa inokulum memiliki kemampuan dalam penyediaan fosfat pada tanah PMKnamun hasil menunjukkan tidak ada interaksi antara tanah dan inokulum terhadap kandungan fosfattersedia tanah dan serapannya pada tanaman. Perlakuan tanah tanpa sterilisasi berpengaruh nyataterhadap kandungan fosfat tersedia tanah.
Induksi Kalus Cabai (Capsicum annuum L.) secara in vitro Muswita, Muswita
Biospecies Vol. 4 No. 2 (2011): Juli 2011
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v4i2.709

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa konsentrasi auksin dansitokinin dalam menginduksi kalus dari anter cabai secara in vitro. Penelitian disusun menggunakanrancangan acak lengkap dengan dengan 2 faktorial dan 5 ulangan. Faktor pertama adalah kultivarcabai yaitu cabai keriting cemeti, cabai keriting laris, cabai besar tombak dan cabai besar LV 2319.Faktor ke dua adalah konsentrasi auksin dan sitokinin yaitu tanpa 2,4 D dan kinetin, 0,01 mg/l 2,4 D +0,01 mg/l kinetin; 0,1 mg/l 2,4 D + 0,1 mg/l kinetin; 0,5 mg/l 2,4 D + 0.5 mg/l kinetin; 2 mg/l 2,4 D + 2mg/l kinetin; 2 mg/l 2,4 D + 0,2 mg/l kinetin; 0,2 mg/l 2,4 D + 2 mg/l kinetin.Parameter yang diamatiadalh persentase terbentuknya kalus dan plantlet. Hasil penelitian menunjukan 2,4 D dan kinetinpada media dapat menginduksi kalus dan planlet. Pengaruh 2.4 D dan kinetin ini tergantung kepadakonsentrasi yang diberikan dan kultivar cabai yang digunakan. Kultivar Tombak lebih responsifdibandingkan dengan kultivar lainnya dalam pembentukan kalus. Planlet didapatkan dari kultivar laris.
Ekstrak Biji Nimba (Azadirachta indica A. Juss) sebagai Insektisida nabati berpotensi terhadap Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura F) di Pertanaman Kedelai (Glycine Max L) Sayuthi, Muhammad
Biospecies Vol. 4 No. 2 (2011): Juli 2011
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v4i2.711

Abstract

Ulat grayak (Spodoptera litura F) merupakan salah satu hama utama tanaman kedelaiyang perlu penanganan secara cepat dan tepat, dengan memanfaatkan ekstrak biji nimba(Azadirachta indica A Juss) sebagai pestisida non sintetik yang ramah lingkungan. Penelitian inibertujuan untuk mempelajari keefektifan ekstrak biji nimba (A. indica) terhadap hama Ulat Grayak (S.litura), dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Kegiatan penelitian inidilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nangroe Aceh Darussalam (BPTP) Bandaaceh. Menggunakan Rancangan acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan 5 ulangan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji nimba efektif untuk mengendalikan hama S. litura denganhasil tertinggi dijumpai pada perlakuan D (ekstrak biji nimba 20cc/l) dibandingkan perlakuan E(Decis). Insektisida sintetik (Decis) dengan konsentrasi anjuran efektif digunakan pada saat larva S.litura masih isntar I dan II. Apabila telah melewati instar tersebut lebih efektif digunakan dosis yanglebih tinggi.
Studi Segregasi dan Pewarisan Marka-marka RAPD pada Tanaman Karet Hasil Persilangan PB 260 dengan PN Novalina, Novalina; Sagala, Aidi D.
Biospecies Vol. 4 No. 2 (2011): Juli 2011
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v4i2.712

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pola pewarisan sertasegregasi marka-marka RAPD pada tanaman karet hasil persilangan PB 260 dengan PN. Tanamankaret yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas dua populasi turunan pertama yaitu populasi A(PB260 x PN 7) dan populasi C (PB260 x PN7111) serta masing-masing tanaman tetua jantan dantetua betina. Berdasarkan hasil analisis segregasi dapat diketahui bahwa sebagian besar markaRAPD bersegregasi pada tanaman turunan pertama populasi A dan C, dan diwariskan mengikuti polapewarisan Mendelian.
Trichoderma sp. dalam Pengendalian Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Tomat Novita, Trias
Biospecies Vol. 4 No. 2 (2011): Juli 2011
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v4i2.714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Trichoderma sp dalam pengendalianpenyakit layu fusarium pada tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca FakultasPertanian Universitas Jambi, perlakuannya terdiri dari : t0 = tanpa Trichoderma sp; t1 = 25 gTrichoderma sp/8 kg media; t2 = 50 g Trichoderma sp/8 kg media; t3 = 75 g Trichoderma sp/8 kgmedia; dan t4 = 100 g Trichoderma sp /8 kg media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichodermasp berperan dalam mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman tomat. TakaranTrichoderma sp yang paling baik dalam mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman tomatadalah pada perlakuan 50 g Trichoderma sp/8 kg media.

Page 1 of 1 | Total Record : 7