cover
Contact Name
Angga Hardiansyah, S.Gz., Msi.
Contact Email
nutrisains@walisongo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
nutrisains@walisongo.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Dr. Hamka KM 2 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya
ISSN : 25283170     EISSN : 25415921     DOI : http://dx.doi.org/10.21580/ns
Core Subject : Health,
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya is a peer-reviewed, scientific journal published biannually by Department of Nutrition, Faculty of Psychology and Health Sciences, Islamic State University of Walisongo, Semarang. Its scope encompasses original scientific research and case studies in the field of clinical nutritions and dietetics, food services, community nutrition, functional food, nutritional biochemistry, halal aspect of food, regulation and information of food and nutrition.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020)" : 6 Documents clear
Hubungan Asupan Energi, Lemak, Serat, dan Aktivitas Fisik dengan Visceral Fat pada Pegawai UIN Walisongo Semarang Pradipta Kurniasanti
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.2.7150

Abstract

 This study aims to determine the relation between energy intake, fat, fiber, and physical activity to visceral fat in Universitas Islam Negeri Walisongo employees. This study involved 165 educational employees using simple random sampling technique. Data collection was conducted directly using a physical activity questionnaire, 3x24 hour food recall, and anthropometric data. The data was then statistically processed using Microsoft Excel, Nutrisurvey, and the SPSS. The data analysis were carried out using the Kolmogorov-Smirnov test, Pearson Product Moment Correlation analysis, and Spearman Rank Correlation. Based on the results of the Pearson correlative test, it was found that there was a relationship between energy intake and visceral fat (p value 0.05), while for fat intake, fiber, and physical activity did not have a significant relationship with visceral fat (p 0.05). The results of this study indicate that energy intake is positively correlated with the visceral fat while intake of fat, fiber, and physical activity is not correlated with the visceral fat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan energi, lemak, serat dan aktivitas fisik dengan visceral fat pada pegawai Universitas Islam Negeri Walisongo. Responden pada penelitian ini adalah 165 pegawai tenaga kependidikan dengan menggunakan simple random sampling. Pengambilan data dilakukan secara langsung menggunakan kuesioner aktivitas fisik, food recall 3x24 jam, dan pengukuran data antropometri. Data kemudian diolah secara statistik menggunakan Microsoft Excel, Nutrisurvey, dan Statistical Program for Social Science (SPSS). Analisis statistika yang dilakukan adalah uji normalitas dan uji korelasi. Uji normalitas data dengan uji Kolmogorov-Smirnov, kemudian dilanjut uji analisa Korelasi Product Moment Pearson. Berdasarkan uji korelatif Pearson didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara asupan energi dengan visceral fat yang dibuktikan dengan nilai p 0,05. Adapun untuk asupan lemak, serat, dan aktivitas fisik tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan visceral fat (p 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya asupan energi yang berkorelasi positif dengan visceral fat sedangkan asupan lemak, serat, dan aktivitas fisik tidak berkorelasi.  
Efektivitas Pemberian Minuman Isotonik dan Jeruk Manis Pacitan Peras (Citrus Sinensis) terhadap Vo2 Max Atlet Sepak Bola Ayu Fauziyyah Adhimah; Iriyanti Harun; Dinda Winiastri
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.2.4230

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to analyze the difference effect of sport drink and sweet orange juice on VO2 max value in soccer athletes. This study was in the field of quasi experimental design with pre-post test with controlled group. The subject of this study were 22 soccer athletes which are calculated by Lameshow formula. The subject has given 300 ml sport drink, sweet orange juice without any additional ingredients, and placebo for 3 days intervention. The VO2 max value was measured by Balke running test before dan after the treatment. Data were analyzed by paired sample t-test, one way ANOVA, dan post-hoc LSD. Based on the results of the paired sample t-test, there were significant differences between the values before dan after treatment (p0.05). There was an increase of VO2 max in the sweet orange group (5.53±3.09) dan sport drink group (3.2±2.11). There wasn’t a significant difference effectivity of sport drink (52.68±2.27) ml/kgBB/minute dan sweet orange juice (54.86±1.29) ml/kgBB/minute on VO2 max value in football athletes (p0.05). Sport drink and sweet juice orange can increase VO2 max in football athletes. There is no difference in the effectiveness of VO2 max in both of these drinks.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan efektivitas pemberian minuman isotonik dan jeruk manis peras terhadap VO2 max atlet sepak bola. Desain penelitian ini adalah quasi experimental, pre-post test with control group design. Jumlah subjek penelitian sebanyak 22 atlet sepak bola yang dihitung berdasarkan rumus Lameshow. Subjek penelitian pada 3 kelompok berbeda menerima 3 hari intervensi pemberian 300 ml isotonik bermerek, jeruk manis peras, dan placebo. Nilai VO2 max diukur dengan menggunakan tes Balke. Nilai VO2 max dianalisis menggunakan uji paired sample t-test, uji one way ANOVA, dan dilanjutkan dengan uji Post-hoc LSD. Berdasarkan hasil uji paired sample t-test, terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai sebelum dan sesudah perlakuan pada kedua kelompok (p0,05). Terjadi peningkatan VO2 max pada kelompok jeruk manis peras (5,53±3,09) dan kelompok minuman isotonik (3,2±2,11) ml/kg BB/menit. Tidak terdapat perbedaan signifikan efektivitas minuman isotonik (52,68±2,27) ml/kg BB/menit dan jeruk manis peras (54,86±1,29) ml/kg BB/menit terhadap VO2 max atlet sepak bola (p0,05). Rerata VO2 max sebelum perlakuan ketiga kelompok relatif sama atau tidak ada perbedaan yang signifikan (p0,05), sedangkan rerata VO2 max sesudah perlakuan ketiga kelompok mempunyai perbedaan yang signifikan (p 0,05). Pemberian minuman isotonik dan jeruk manis peras dapat meningkatkan VO2 max atlet sepak bola, dan tidak terdapat perbedaan efektivitas di antara keduanya.
Makanan Pendamping Asi, Ketahanan Pangan, dan Status Gizi Balita di Bekasi Selvi Purnama Dewi; Adhila Fayasari
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.2.4069

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the relationship between complementary feeding, food security, and nutritional status (Weight-for-age (WAZ)) of children aged 6-59 months in Bekasi. This study used cross sectional design of 135 pairs of mothers and children aged 6-59 months in the Jatiluhur Primary Health Center, Bekasi City. Provision of complementary feeding and food diversity were collected using questionnaire. Food Security was collected using (Household Food Insecurity Access Scale- HFIAS) questionnaire. Anthropometic data was collected using weighing scale and was converted into z-score using WHO-Anthroplus software. Data were analysed by chi-square/Fischer exact test with 5% significant p value. The result showed that 86 (63.7%) children were underweight (z-score -1 SD). There was a significant relation between timing of introduction complementary feeding and nutritionaatus (p = 0.031). On the other hand, there was no significant relation between food security and food diversity with nutritional status. This study showed that that the timing of introduction complementary feeding is significantly related to the nutritional status of children in Bekasi. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemberian makanan pendamping ASI dan ketahanan pangan dengan status gizi balita (BB/U) usia 6-59 bulan di puskesmas wilayah Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada 135 ibu dan balita usia 6-59 bulan di wilayah Puskemas Jatiluhur, Bekasi. Data karakteristik, keragaman pangan dan riwayat pemberian MP-ASI diukur menggunakan kuesioner, ketahanan Pangan diukur dengan kuesioner Household Food Insecurity Access Scale- (HFIAS). Data status gizi didapatkan dengan pengukuran berat badan kemudian diolah menggunakan software WHO-Antrhoplus. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square/fischer exact dengan tingkat kesalahan 5%. Sebanyak 86 balita (63,7%) memiliki status gizi kurang (z-score  -1 SD). Terdapat hubungan antara waktu pemberian MP-ASI dengan status gizi balita BB/U ( p = 0,031). Tidak terdapat hubungan ketahanan pangan, keragaman pangan, frekuensi dan jenis pemberian MP-ASI dengan status gizi balita BB/U (p=0,443). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hanya waktu pemberian MP-ASI yang terkait dengan status gizi balit di bekasi.
Hubungan Asupan Vitamin E dan Vitamin C dengan Kadar Kolesterol Total pada Pasien Hiperkolesterolemia Amilia Yuni Damayanti; Akfina Rizki Anjana; Joyeti Darni
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.2.3599

Abstract

AbstractThis study aims to determine the correlation between vitamin E and vitamin C intake with total cholesterol levels in the hypercholesterolemic patient. The research design was cross-sectional type with 30 samples whose diagnosed with hypercholesterolemia in January 2019 at Tlogosari Kulon Health Center, Semarang. The intake of vitamin E and vitamin C was obtained using a semi-quantitative food frequency questionnaire (SQFFQ). Total cholesterol data were collected from the result of the patient’s blood test with cholesterol levels above 200 mg/dl. The analysis used was univariate and bivariate analysis to determine the correlation between the intake of vitamin E and vitamin C with total cholesterol levels. The bivariate analysis used the Spearman Rank. The average intake of vitamin C and E of respondents is classified as less, namely 34.51 mg and 0.12 mg in a day. There was no significant correlation between vitamin E intake and total cholesterol levels (p-value =0.13 ), there was no significant correlation between vitamin C intake and total cholesterol levels (p-value =0.39). Vitamin E and vitamin C intake are not related to total cholesterol levels in hypercholesterolemic patients. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan vitamin E dan vitamin C dengan kadar kolesterol total pada pasien yang mengalami Hiperkolesterolemia. Desain penelitian adalah cross sectional dengan (n=30) yang baru didiagnosa Hiperkolesterol pada bulan Januari 2019 di Puskesmas Tlogosari Kulon Semarang. Asupan vitamin E dan vitamin C diperoleh dengan menggunakan semi quantitative food frequency questionnaire (SQFFQ). Data kolesterol total diperoleh dari hasil tes laboratorium kimia darah pasien dengan kadar kolesterol di atas 200 mg/dl. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan antara asupan vitamin E dan vitamin C dengan kadar kolesterol total. Analisis univariat yang digunakan adalah uji normalitas dan bivariat adalah uji Spearman Rank. Rata-rata asupan vitamin C dan E responden tergolong kurang, yaitu 34,51 mg dan 0,12 mg per hari. Tidak ada hubungann signifikan antara asupan vitamin E dengan kadar kolesterol total (p-value =0,13 ), tidak ada hubungan signifikan antara asupan vitamin C dengan kadar kolesterol total (p-value =0,39). Asupan vitamin E dan vitamin C tidak berhubungan dengan kadar kolesterol total pada pasien Hiperkolesterolemia.
Efek Produk Herbal Kombinasi Bubuk Kopi dan Teh Hijau Serta Kayu Manis terhadap Berat Badan dan Lemak Tubuh Indah Ratikasari; Hardinsyah Hardinsyah; Siti Madanijah
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.2.4439

Abstract

AbstractThis study aimed to analyze body weight and body fat in obese adult men after administration of green coffee, green tea, and cinnamon (GGC) powder combination drink. This study applied a pre-post experimental design. Fourteen obese male subjects which are chosen by purposive sampling were given 200 mL/day GGC drink for 8 weeks. Body weight, body fat, and food intake data were collected before and after intervention. The instrument used in this study include microtoise, meterline, food recall 2x24 hours, and bioelectrical impedance analysis (BIA). The result showed that GGC drink significantly decrease body weight (-2.45 kg; p-value=0.001), BMI (-0.89 kg/m2; p-value=0.001), waist circumference (-2.97 cm; p-value=0.001), body fat percentage (-1.75%; p-value=0.004), and visceral fat (-0.92; p-value=0.001). Based on the results of the Wilcoxon Test showed that administering 200 mL/day of GGC drink improve nutritional status in obese adult men. In conclusion, administrating 200 mL/day of GGC drink reduce body weight and body fat of adult men.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berat badan dan lemak tubuh pada laki-laki dewasa yang mengalami kegemukan setelah pemberian minuman herbal kombinasi bubuk kopi dan teh hijau serta kayu manis (minuman KTM). Penelitian epidemiologi klinik ini menggunakan desain pre-post experimental. Sebanyak empat belas orang pria dewasa yang dipilih secara purposive diberi 200 mL/hari minuman KTM selama 8 minggu. Data berat badan, lemak tubuh dan asupan makanan dikumpulkan sebelum, selama, dan sesudah intervensi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi microtoise, meterline, food recall 2x24 jam, dan bioelectrical impedance analysis (BIA). Berdasarkan hasil Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa pemberian minuman KTM selama 8 minggu menurunkan berat badan secara signifikan (-2,45 kg; p-value = 0,001), IMT (-0,89 kg/m2; p-value = 0,001), lingkar pinggang (-2,97 cm; p-value = 0,001), persen lemak tubuh (-1,75%; p-value = 0,004), dan lemak sentral (-0,92; p-value = 0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah minuman KTM dapat menurunkan berat badan dan lemah tubuh pada laki-laki dewasa.
Efektivitas Penyerapan Kalsium pada Model Tikus Kurang Gizi yang Diberi Diet Berbasis Mocaf Diperkaya Inulin Ilmi Dewi Astuti; Rimbawan Rimbawan; Budi Setiawan; Ainia Herminiati
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.2.4662

Abstract

AbstractThis study aims to determine the calcium balance in undernourished rats fed with inulin-enriched MOCAF-based diet. Twenty-seven Sprague Dawley male rats at post-weaning age were classified into 1 normal control groups and 8 undernourished groups. The undernourished rats were conditioned for one month then followed by intervention with MOCAF-based diet for another one month. Calcium analysis was performed on the urine, feces, and tibial bones of rats.  Data of calcium were processed using One Way Anova test followed by Post Hoc Duncan to determine mean differences between groups. The results showed that calcium absorption, calcium retention, and calcium bioavailability between groups differed significantly (p0.05). The highest calcium absorption and calcium retention were found in the protein-energy-deficient rats fed Manggu MOCAF with inulin (KEP M2 = 97.47 ± 0.39% and 97.4 ± 0.4%) respectively. Bioavailability of calcium was higher in the group of undernourished rats fed with MOCAF-based diet. The highest level of calcium of the tibia was found in the protein-deficient rats fed Mentega MOCAF with inulin (KP T2 = 41.1 ± 3.59%) and was significantly different (p0.05) from the protein-energy-deficient rats fed Manggu MOCAF without inulin group (KEP M1= 25.7 ± 6.71%). This study concluded that inulin-enriched MOCAF-based diet could improve the calcium balance in undernourished rats.   AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian diet berbasis MOCAF diperkaya inulin terhadap efektivitas penyerapan kalsium pada model tikus kurang gizi. Sebanyak 27 tikus jantan galur Sprague Dawley usia lepas masa sapih dikelompokkan menjadi 9 kelompok, yaitu 1 kelompok kontrol normal dan 8 kelompok tikus kurang gizi. Pembuatan model tikus kurang gizi selama satu bulan dan dilanjutkan intervensi dengan diet berbasis MOCAF selama satu bulan. Analisis kalsium dilakukan pada urin, feses, dan tulang tibia tikus. Data kalsium diolah menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan Post Hoc Duncan. Hasil penelitian menunjukkan daya serap kalsium, retensi kalsium dan bioavailabilitas kalsium antar kelompok berbeda secara signifikan (p0,05). Daya serap dan retensi kalsium tertinggi terdapat pada kelompok tikus kurang energi protein yang diberi diet MOCAF manggu dengan inulin (KEP M2 = 97,47 ± 0,39% dan 97,4 ± 0,4%). Bioavailabilitas kalsium lebih tinggi pada kelompok tikus kurang gizi yang diberi diet berbasis MOCAF. Kadar kalsium tulang tibia paling tinggi terdapat pada kelompok tikus kurang protein yang diberi diet MOCAF mentega dengan inulin (KP T2= 41,1 ± 3,59 %) dan berbeda signifikan dengan kelompok tikus kurang energi protein yang diberi diet MOCAF Manggu tanpa inulin (KEP M1=25,7 ± 6,71 %). Disimpulkan bahwa diet berbasis MOCAF dengan inulin dapat membantu penyerapan kalsium pada tikus kurang gizi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6