cover
Contact Name
Angga Hardiansyah, S.Gz., Msi.
Contact Email
nutrisains@walisongo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
nutrisains@walisongo.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Dr. Hamka KM 2 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya
ISSN : 25283170     EISSN : 25415921     DOI : http://dx.doi.org/10.21580/ns
Core Subject : Health,
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya is a peer-reviewed, scientific journal published biannually by Department of Nutrition, Faculty of Psychology and Health Sciences, Islamic State University of Walisongo, Semarang. Its scope encompasses original scientific research and case studies in the field of clinical nutritions and dietetics, food services, community nutrition, functional food, nutritional biochemistry, halal aspect of food, regulation and information of food and nutrition.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2024)" : 12 Documents clear
Pengaruh Pengaturan Diet Beban Glikemik terhadap Kadar Glukosa Darah Atlet Sepak Bola Remaja Maharani, Citra; Dwiyanti, Defriani; Darningsih, Sri; Hasneli, Hasneli; Yuniritha, Eva
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2024.8.1.17117

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of glycemic load diet on blood glucose levels of adolescent soccer athletes. This study used a type of quasi-experimental research with one group pretest-posttest design. The subjects in this study were 20 soccer athletes aged 15-18 years at PPLP West Sumatra. Subjects were given 4 treatments with a one-week washout period. The diet given is in the form of setting a High IG diet with High BG. High IG with Low BG, Low IG with High BG, and Low IG with Low BG. The data taken were blood glucose levels before the intervention, blood glucose 2 hours postpandrial, and blood glucose shortly after exercise. Blood glucose levels were analyzed using repeated measures ANOVA test and one way ANOVA test (p<0,05). Based on the one way ANOVA test, there was no difference in blood glucose levels in the four groups (p>0,05). Fluctuations in blood glucose levels occurred stably in the treatment of low glycemic load diets. Low glycemic load diets are able to maintain blood glucose levels during exercise. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh diet beban glikemik terhadap kadar glukosa darah atlet sepak bola remaja. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi experimental dengan desain one group pretest-posttest dengan subjek sebanyak 20 orang atlet sepak bola berusia 15-18 tahun di PPLP Sumatera Barat. Subjek diberikan 4 perlakuan dengan waktu satu minggu. Diet yang diberikan berupa pengaturan diet Indeks Glikemik (IG) Tinggi dengan Beban Glikemik (BG) Tinggi (TT), IG Tinggi dengan BG Rendah (TR), IG Rendah dengan BG Tinggi (RT), dan IG Rendah dengan BG Rendah (RR). Data yang diambil yaitu kadar glukosa darah sebelum intervensi (KGD1), glukosa darah 2 jam postpandrial (KGD 2), dan glukosa darah sesaat setelah latihan (KGD 3). Kadar glukosa darah dianalisis menggunakan uji repeated measures ANOVA dan uji one way ANOVA. Berdasarkan uji repeated measures ANOVA, terdapat perbedaan kadar glukosa darah 2 jam postpandrial dengan sesaat setelah latihan lari pada perlakuan TT dan RT (p<0,05). Berdasarkan uji one way ANOVA tidak terdapat perbedaan kadar glukosa darah pada keempat kelompok (p>0,05). Fluktuasi kadar glukosa darah terjadi secara stabil pada perlakuan diet beban glikemik rendah. Diet beban glikemik rendah mampu mempertahankan kadar glukosa darah saat latihan.
Berat Badan, Asupan Energi, dan Status Gizi Tinggi Badan Menurut Usia Berkorelasi dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun Putri, Sri Hapsari Suhartono; Halizah, Rosita Nur
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2024.8.1.17714

Abstract

This study aims to determine corelation body weight, head circumference, nutritional status, and energy intake with gross motor skills development at the age of 4-5 years in Kindergarden Qurotal Ayun Malang. The study used a correlative descriptive design with a population 44 people. All population is used as a sample with total sampling technique. Data collection used digital scales, microtoice, medline, Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire and gross motor skills development assessment sheets. The analysis technique uses Rank Spearman's test. The results showed body weight (p-value: 0.001; r: 0.792), nutritional status (height/age) (p-value: 0.008; r: 0.395), and energy intake (p-value: 0.000; r: 0.630) significantly related to motoric development. Factors that were not significantly related were head circumference (p-value: 0.074) and nutritional status (weight/height) (p-value: 0.731). The conclusion of this study is that increased body weight, nutritional status (height/age) and energy intake are significantly related to increasing gross motor skills development scores of children aged 4-5 years. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi berat badan, lingkar kepala, status gizi, dan asupan dengan perkembangan motorik pada usia 4-5 tahun di TK Qurotal Ayun Malang. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan populasi usia 4–5 tahun beserta orang tuanya, berjumlah 44 orang. Seluruh populasi dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Rank Spearman. Pengumpulan data menggunakan timbangan digital, microtoice, medline, Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire dan lembar penilaian motorik kasar. Hasil penelitian menunjukan berat badan (p-value: 0,001; r: 0,792),  status gizi (TB/U) (p-value: 0,008; r: 0,395), dan asupan energi (p-value: 0,000; r: 0,630) berkorelasi bermakna dengan perkembangan motorik kasar. Faktor yang tidak berkorelasi bermakna adalah lingkar  kepala (p-value: 0,074; r: 0,272) dan status gizi (BB/TB) (p-value: 0,731; r: 0,053). Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan berat badan, status gizi (TB/U) dan asupan energi berhubungan bermakna dalam meningkatkan skor perkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun.

Page 2 of 2 | Total Record : 12