cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 448 Documents
INSTRUMEN ANGKET SELF-ESTEEM MAHASISWA DITINJAU DARI VALIDITAS DAN RELIABITAS Rina Dwi Setyawati
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2017.7.2.1932

Abstract

One of the important thing in a study is instrument. There are several forms of instruments that can be used to measure student’s self-esteem. One of them is a questionnaire. Self-esteem Questionnaire developed to measure the aspects of self-esteem, i.e: significance, competence, power, and virtue. Validity evidenced from the self-esteem questionnaire includes content validity and construct validity. Content validity is evidenced in face validity and logical validity. Validation results on the content validity are appropriate questionnaire to be used after 2, 3, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 13, 14, 15, 26, 29, and 30 revised. The result of construct validity is model factor as a whole according to p-Chi-Square 0.05, RMSEA≤0,08, NNFI 0,9, CFI 0,9, and IFI 0,9. The test results of these parameters individually show each path having a value of t 1.96 so that the paths are significant. This can be interpreted as a fit model factor and does not need to be done. Calculation of self-esteem questionnaire results obtained reliability  and standard error measurement . The value in question is the self-esteem questionnaire score of the student is likely to be 4.34 points above or below the actual score.
ELEMEN BERNALAR: IMPLIKASI DAN AKIBAT-AKIBAT PADA INDIKATOR MENGANTISIPASI SERTA MENCARI SOLUSI TERHADAP MASALAH MELALUI METAKOGNISI duwi nuvitalia
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2014.4.2.102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengantisipasi serta mencari solusi terhadap masalah melalui metakog- nisi. Metode penelitian yang digunakan adalah RD. untuk mendapatkan data, instrument penelitian yang digunakan yaitu berupa tes kemampuan berpikir kritis pada indikator mengantisipasi serta mencari solusi terhadap masalah, lembar kegiatan siswa, dan lembar kerja siswa pada kegiatan lab- oratorium IPA. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa siswa dapat meng- gunakan kemampuan bernalarnya melalui metakognisi. Selain itu, siswa dapat mencari solusi dalam memecahkan masalah di dalam kegiatan labo- ratorium IPA sesuai dengan logika atau penalaran siswa sendiri.
PERAN MODEL BRAIN-BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN SISTEM SARAF DALAM MENINGKATAN LITERASI SAINS SISWA KUNI SAADAH
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2019.9.2.3967

Abstract

Literasi sains merupakan suatu kemamuan siswa dalan mengidentifikasi pertanyaan guna memperoleh pengetahuan yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Brain-Based Learning dalam peningkatan literasi sains siswa pada pembelajaran sistem saraf. Desain penelitian ini yang digunakan adalah Pre-Exsperimental Designs dengan bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling Data yang diambil adalah kemampuan berpikir kritis siswa, rasa ingin tahu siswa, tanggapan siswa, dan tanggapan guru mengenai keterlaksanaan pembelajaran. Instrumen yang digunakan berupa soal pretest posttest, lembar observasi dan rubrik penilaian kemampuan afektif serta psikomotorik siswa, angket tanggapan siswa, dan lembar wawancara tanggapan guru. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes, observasi dan angket. Hasil belajar ranah kognitif dianalisis ketuntasan klasikal hasil belajarnya dan uji N-gain. Hasil belajar afektif dan psikomotorik serta tanggapan siswa dianalisis secara deskriptif kuantitatif, sedangkan tanggapan guru dianalisis secara deskriptif kualitatif. Analisis data ditentukan menggunakan aplikasi Microsoft excel. Kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas XI MIA 2 hasil uji N-Gain 83,3% dan pada kelas XI MIA 3 75%. Capaian tersebut termasuk dalam kategori tinggi dengan indikator siswa memperoleh nilai ≥70. Rasa ingin tahu siswa kelas XI MIA 2 75% dan pada kelas XI MIA 3 83,3% siswa capaian tersebut termasuk dalam kategori tinggi. Model Brain-Based Learning dapat mencapai indikator keefektifan karena terdapat keberhasilan dan keterpautan model Brain-Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis dan rasa ingin tahu siswa. sehingga dapat disimpulkan bahwa Simpulan: Model Brain-Based Learning efektif untuk peningkatan literasi sains siswa. Kata kunci: Literasi Sains, Brain-Based Learning, Sistem Saraf
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA KALKULUS 2 BAHASAN VOLUM BENDA PUTAR yulia romadiastri
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2013.3.1.179

Abstract

Salah satu bahasan pada mata kuliah Kalkulus 2 adalah aplikasi integral tentu, yang di dalamnya terdapat materi menentukan volum benda putar. Materi ini cukup sulit mengingat mahasiswa harus dapat memvisualisasikan daerah yang berupa bidang datar ke dalam ruang dimensi tiga. Selain itu, ada beberapa metode yang digunakan un- tuk menentukan volum benda sesuai dengan bentuk ban- gun ruang yang dihasilkan. Dengan menerapkan pembela- jaran kontekstual diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam memvisualisasikan dan menentukan metode yang sesuai untuk mencari volum benda putar tersebut.
MENINGKATKAN MINAT IPA MELALUI IMPLEMENTASI INTEGRASI-INTERKONEKSI KEISLAMAN DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN AL-ANWARIYAH TEGAL GUBUG KABUPATEN CIREBON Ria Yulia Gloria
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2016.6.1.945

Abstract

Dunia pendidikan saat ini sedang berusaha meningkatkan kualitasnya dari berbagai sisi, hal ini karena abad ke 21 yang dikenal sebagai abad pengetahuan. Harapan mendapatkan hasil belajar siswa terus menerus menjadi hal yang perlu diwujudkan. Berbagai cara terus diupayakan agar hasil belajar siswa mencapai hasil yang optimal. Salah satunya yaitu dengan meningkatkan minat siswa terhadap materi pelajaran. Minat siswa terhadap materi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan, karna siswa yang berminat pada materi pelajaran akan memiliki keinginan kuat untuk menguasai materi pelajaran tersebut. Kita mengetahui bahwa disekolah-sekolah yang berbasis pesantren pada umumnya sangat ditekankan pemahaman dalam bidang keagamaan, segala sesuatu akan dikaitkan dengan pengetahuan agama, termasuk disaat mereka mempelajari mata pelajaran sains atau IPA. Karna itu upaya untuk mengintegrasikan sains atau IPA dengan pengetahuan agama menjadi salah satu cara untuk meningkatkan minat belajar para siswa di lingkungan pesantren. Salah satu upaya itu adalah dengan implementasi integrasi interkoneksi keislaman. Setelah dilakukan penelitian, maka hasilnya dapat disimpulkan yaitu, minat siswa terhadap konsep IPAtermasukdalamkategoribaik, hasil observasi dari 9 komponen yang diobservasi terdapat 4 komponen mendapat nilai 100%, berarti semua siswa melakukan hal tersebut yaitu mendengarkan materi yang disampaikan guru, datang tepat waktu, membuat catatan, dan mencatat apa yang dituliskan guru, sedangkan hasil belajar siswa tidak memuaskan, sebanyak 63% siswa masih mendapat nilai dibawah nilai KKM.
PENINGKATAN TUNTAS BELAJAR FISIKA MELALUI PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MATERI AJAR BERWAWASAN SETS DAN PENDEKATAN SETS PADA POKOK BAHASAN FLUIDA STATIS DAN DINAMIS KELAS XI-IA SEMESTER 2 SMA NEGERI 2 SEMA sumarno s
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2013.3.2.142

Abstract

Nilai Ulangan Blok Semester I tahun ajaran 2006-2007 siswa kelas XI IA-3 SMA Negeri 2 Semarang 55% tidak tuntas belajar Fisika. Hal ini disebabkan karena materi ajar dan pendekatan pembelajaran Fisika kurang menarik perhatian siswa. Untuk meningkatkan jumlah siswa yang mencapai tuntas belajar Fisika diberikan materi ajar Fisika berwawasan SETS dengan pendekatan SETS. Pada siklus I dengan konsep Fluida Statis. Pembagian kelompok merupakan bagian dari pendekatan SETS dibentuk berdasarkan pilihan siswa, dan terbentuk 6 kelompok beranggotakan 7 siswa untuk kelompok 1 sampai 4, sedangkan kelompok 5 dan 6 beranggotakan 8 siswa. Hasil yang dicapai pada siklus I : Aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar meningkat, ditandai dengan peningkatan perilaku siswa, dan jumlah siswa yang mencapai tuntas belajar meningkat menjadi 75 %. Kelemahan pada siklus I, terletak pada jumlah anggota kelompok terlalu banyak, dan kemampuan akademik kelompok tidak merata.          Pada siklus II dengan konsep Fluida Dinamis, pembagian kelompok yang merupakan bagian dari pendekatan SETS diubah dengan menambah jumlah kelompok menjadi 8 kelompok, kelompok 1 sampai 4 beranggotakan 5 siswa sedangkan kelompok 5 sampai 8 beranggotakan 6 siswa. Pembagian anggota kelompok berdasarkan kemampuan akademik. Dengan mengubah jumlah kelompok dan anggota kelompok pada siklus II ternyata proses belajar mengajar menjadi lebij baik. Dalam menyelesaikan masalah anggota kelompok lebih aktif. Hasil yang dicapai pada siklus II : Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I, jumlah siswa yang mencapai tuntas belajar menjadi 84 %.          Dari hasil yang telah dicapai pada siklus I dan siklus II, dapat disimpulkan bahwa materi ajar berwawasan SETS dengan pendekatan SETS dengan pembagian kelompok berdasarkan kemampuan akademik dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan jumlah siswa yang mencapai tuntas belajar. Materi ajar Fisika berwawasan SETS dan pendekatan SETS dengan pembagian kelompok berdasarkan kemampuan akademik dapat menjadi salah satu model pembelajaran Fisika bagi guru.
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL ROLE PLAYING BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL ida riana valentina, sri hartati
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2015.5.1.89

Abstract

The purpose of this research is to improve the skills of teachers, activities, and student learning outcomes.The research design is a classroom action research consists of four phases: planning, action, observation, and reflection is done in three cycles. The subjects were 42 students in grade IVA SDN Tambakaji 04 Semarang. The techniques of data collection is using tests and non-test. Analysis using quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results showed the average teacher skills first cycle was 26 including good category, increased in the second cycle to 28, and increased again in the third cycle the 34 scores obtained with very good category. The average student activity first cycle is 23.8 with enough categories, increased in the second cycle to obtain a score of 28 including both categories, and increased again in the third cycle to 34 with a very good category. Likewise, the percentage of student learning outcomes first cycle of 60%, with the lowest value and the highest 40 100, increased in the second cycle of 76%, with the lowest value and highest value 60 100, and rose again the third cycle to 86% with the lowest value of 60 , and the highest value of 100. Conclusion Research is through role playing with a model of audiovisual media, can improve the quality of science teaching include teachers skills, students activities and student learning outcomes.
MAJALAH IT-FLY VA: ALTERNATIF PILIHAN SUMBER BELAJAR BIOLOGI Denti Meiningsih; Siti Alimah; Yustinus Anggraito
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2019.9.1.3528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan majalah It-Fly va yang sengaja ditulis berdasarkan hasil penelitian tentang keanekaragaman lalat buah di Agro Cepoko sebagai alternatif pilihan sumber belajar biologi yang memuat pengetahuan mengenai keanekaragaman hayati, serangga, pengelolaan limbah, serta upaya dan teknologi pengendalian lalat buah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development (RD) modifikasi dari Borg and Gall dan Allesi Trollip melalui dua tahapan uji produk yaitu uji alfa dan uji beta. Uji alfa dalam penelitian ini dilakukan menggunakan lembar validasi penilaian kelayakan buku yang diadaptasi dari BSNP 2014 meliputi empat komponen kelayakan yaitu teknik penyajian, isi, kebahasaan, dan kegrafikan yang diujikan kepada ahli materi dan media. Uji beta dalam penelitian ini dilakukan untuk menguji produk dalam skala kecil. Uji beta dilakukan dengan menggunakan lembar validasi dan lembar tanggapan yang diujikan kepada pengguna yaitu guru dan siswa. Analisis hasil penelitian menggunakan uji alfa yang dilakukan kepada ahli materi dan media terhadap majalah mendapat kategori sangat layak pada aspek teknik penyajian, isi, dan kegrafikan. Pada aspek kebahasaan memperoleh kategori penilaian yang layak. Analisis hasil uji beta yang dilakukan kepada guru dan siswa menunjukkan tanggapan yang positif terhadap majalah melalui lembar tanggapan siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa majalah It-Fly va yang ditulis berdasarkan hasil penelitian tentang lalat buah di Agro Cepoko memperoleh kriteria penilaian buku berdasarkan standar BSNP dengan kategori sangat layak digunakan sebagai alternatif pilihan sumber belajar biologi untuk siswa.Kata kunci: majalah, sumber belajar
PENINGKATAN TUNTAS BELAJAR FISIKA MELALUI PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MATERI AJAR BERWAWASAN SETS DAN PENDEKATAN SETS PADA POKOK BAHASAN FLUIDA STATIS DAN DINAMIS KELAS XI-IA SEMESTER 2 SMA NEGERI 2 SEMARANG sumarno s
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2013.3.2.170

Abstract

Nilai Ulangan Blok Semester I tahun ajaran 2006-2007 siswa kelas XI IA-3 SMA Negeri 2 Semarang 55% tidak tuntas belajar Fisika. Hal ini disebabkan karena materi ajar dan pendekatan pembelajaran Fisika kurang menarik perhatian siswa. Untuk meningkatkan jumlah siswa yang mencapai tuntas belajar Fisika diberikan materi ajar Fisika berwawasan SETS dengan pendekatan SETS. Pada siklus I dengan konsep Fluida Statis. Pembagian kelompok merupakan bagian dari pendekatan SETS dibentuk berdasarkan pilihan siswa, dan terbentuk 6 kelompok beranggotakan 7 siswa untuk kelompok 1 sampai 4, sedangkan kelompok 5 dan 6 beranggotakan 8 siswa. Hasil yang dicapai pada siklus I : Aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar meningkat, ditandai dengan peningkatan perilaku siswa, dan jumlah siswa yang mencapai tuntas belajar meningkat menjadi 75 %. Kelemahan pada siklus I, terletak pada jumlah anggota kelompok terlalu banyak, dan kemampuan akademik kelompok tidak merata.          Pada siklus II dengan konsep Fluida Dinamis, pembagian kelompok yang merupakan bagian dari pendekatan SETS diubah dengan menambah jumlah kelompok menjadi 8 kelompok, kelompok 1 sampai 4 beranggotakan 5 siswa sedangkan kelompok 5 sampai 8 beranggotakan 6 siswa. Pembagian anggota kelompok berdasarkan kemampuan akademik. Dengan mengubah jumlah kelompok dan anggota kelompok pada siklus II ternyata proses belajar mengajar menjadi lebij baik. Dalam menyelesaikan masalah anggota kelompok lebih aktif. Hasil yang dicapai pada siklus II : Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I, jumlah siswa yang mencapai tuntas belajar menjadi 84 %.          Dari hasil yang telah dicapai pada siklus I dan siklus II, dapat disimpulkan bahwa materi ajar berwawasan SETS dengan pendekatan SETS dengan pembagian kelompok berdasarkan kemampuan akademik dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan jumlah siswa yang mencapai tuntas belajar. Materi ajar Fisika berwawasan SETS dan pendekatan SETS dengan pembagian kelompok berdasarkan kemampuan akademik dapat menjadi salah satu model pembelajaran Fisika bagi guru.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI ELEKTROKIMIA Fathimatuz Zahroh
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2020.10.2.4283

Abstract

Project Based Learning is a learning model that need collaboration from group member in each stage, so that students can develop their critical thinking skills. The aim of this study is to determine the effect of PjBL to students’ critical thinking skills on electrochemistry material.  The research design used true experimental design with pretest-posttest control group design and sampling technique is cluster random sampling. The data collection techniques used pretest-posttest to understand 10 critical thinking indicators, observation sheet used to understand students’ project activities and questionnaire to know students’s responses. Data Analysis techniques that used in this study are average difference test, significant test, product moment correlation test, coefficient of determination test. Analysis of product moment correlation value is 0,67 for students’ critical thinking skill with significant test result is 7,10 indicate the significant effect of PjBL to students’ critical thingking skills on electrochemistry material. The effect of PjBL to students’ critical thinking skills pointed by coefficient of determination  44,89%. Based on the results of the study, it was conclude that PjBL had positive effects on students’ critical thinking skills on electrochemistry material.

Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 1 No. 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA More Issue