cover
Contact Name
Derry Ahmad Rizal
Contact Email
derry.rizal@uin-suka.ac.id
Phone
+628562577044
Journal Mail Official
prodisaafusap@gmail.com
Editorial Address
Prodi Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281, Telepon (0274) 512156 ext. 43109
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Religi: Jurnal Studi Agama-agama
Religi: Jurnal Studi Agama-Agama is an open access peer reviewed research journal published by Department of Religious Studies, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama is providing a platform for the researchers, academics, professional, practitioners and students to impart and share knowledge in the form of empirical and theoretical research papers, case studies, and literature reviews. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama welcomes and acknowledges theoretical and empirical research papers and literature reviews from researchers, academics, professional, practitioners and students from all over the world. This publication concern includes studies of world religions such as Islam, Christianity, Buddhism, Hinduism, Judaism, and other religions. Interdisciplinary studies may include the studies of religion in the fields of anthropology, sociology, philosophy, psychology, and other cultural studies.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2005)" : 7 Documents clear
TEORI FUNGSIONALISME B. MALINOWSKI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP STUDI AGAMA-AGAMA Soehadha, Moh.
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 4, No 1 (2005)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2005.%x

Abstract

 Dalam khsanah ilmu antropologi dan Ilmu sosial umumnya, teori fungsionalisme yang dirintis oleh Bronislaw Malinowski (1884-1942) merupakan teori klasik yang begitu berpengaruh pada awal perkembangan ilmu Antropologi pada abad ke-19. Namun demikian, meskipun teori itu dikenal sebagai teori klasik, sebagai sebuah grand theory yang sangat berpengaruh dalam perkembangan teori antropologi kontemporer, teori tersebut masih banyak dijadikan landasan konseptual para ilmuwan sosial masa kini dalam berbagai kajian masyarakat dan kebudayaan. Demikian halnya dalam studi tentang sistem religi, dalam banyak hal teori ini masih relevan untuk menjadi sebuah acuan teoretis dalam melakukan telaah antropologis terhadap fenomena sosial keagamaan. Tulisan berikut mengurai kembali asumsi dasar dan landasan konseptual yang dibangun oleh Malinowski dalam mengembangkan teori fungsionalisme dan implikasinya terhadap kajian agama-agama.  
AGAMA SEBAGAI IDENTITAS: RAUSYAN FIKR DAN DINAMIKA AKTUALISASI LEMBAGA KEAGAMAAN DALAM MASYARAKAT Hamsah, Ustadi
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 4, No 1 (2005)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2005.%x

Abstract

Seiring dengan kokohnya posisi agama. dalanmasyarakat, para penganutagama dituntut untuk membedkan respon positif terhadap setiap perubahan yangberlangsung dalam masyarakat. Masyarakat memiliki hukum sendiri untukmelakukan perubahan, sehingga setiap perubahan yang terjadi dalam masyarakatsejalan dengan dinamika hukum yang melingkupinya. Setiap elemen yang adadalam masyarakat selalu akan bergenk secara progresif menuju padadisebut dengan modemisasi.
METODOLOGI PENELITIAN UNTUK PENGEMBANGAN STUDI ISLAM: PERSPEKTIF DELAPAN POIN SUDUT TELAAH Abdullah, M. Amin
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 4, No 1 (2005)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2005.%x

Abstract

Kajian keislaman dalam beberapa dekade terahir mulai memanfaatkan kerangka teoritis yang diadopsi dari kajian ilmu ilmu sosial dan budaya serta ilmu-ilmu humaniora. Meskipun demikian, aplikasi teoritis terkadang terhambat pada metodologi dan prosedur kajian yang sedikit berbeda dengan ilmu-ilmu tersebut. Oleh karena itu, artikel ini mengelaborasi lebih jauh beberapa metodologi dan prosedur kajian keislaman yang dipadukan dengan ilmu sosial dan budaya. Dengan modifikasi teoritis penulis mengintroduksi delapan sudut telaah dalam melakukan kajian keislaman. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menghasilkan kajian yang holistik dan komprehensif dengan kerangka teoritis yang terstruktur.Kata Kunci: Metodologi Penelitian, Studi Islam
METODOLOGI FILOLOGI DALAM KONTEKS STUDI AGAMA Damami, Mohammad
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 4, No 1 (2005)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2005.%x

Abstract

Sebuah pendekatan dalam studi filologi semakin asing bagi peneliti, khususnya penelitian agama. Secara metodologis kajian keagamaan banyak menggunakan pendekatan ilmu sosial dan humaniora. Meskipun demikian, pendekatan filologi belum “eksis” dalam aplikasinya. Artikel ini akan mengeksplorasi bagaimana pendekatan filologi ketika diaplikasikan dalam kajian keagamaan. Dengan pendekatan historis, penulis ingin mengemukakan secara lebih praktis pendekatan filologi dalam mengkaji agama.Kata kunci: filologi, kesusastraan, metodologi.
TEORI FALSIFIKASI CHARLES S. PEIRCE DAN IMPLIKASINYA DALAM STUDI ISLAM Khuza’i, Rodliyah
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 4, No 1 (2005)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2005.%x

Abstract

Charles S. Peiece dikenal sebagai perintis dan tokoh utama filsafat pragmatisme, seorang ilmuwan praktisi. Ia melihat filsafat tradisional—empirisisme dan rasionalisme—hanya mengajukan teori-teori yang tertutup dan murni tentang arti, kebenaran dan alam semesta yang serba absolut. Filsafat tradisional tidak mencerahkan dan menutup jalan untuk diadakan penyelidikan dan tidak membawa kemajuan bagi filsafat maupun ilmu pengetahuan. Sebagai salah satu alternatif, Pierce mengajukan teori falsifikasi yang memungkinkan filsafat maupun ilmu pengetahuan selalu dinamis dan up to date. Teori ini dapat diharapkan dapat diaplikasikan dalam pengembangan studi agamaKata kunci: fallibillism, continuity, chance
NEW AGE DAN PENDEKATAN ‘GADO-GADO’ TERHADAP AGAMA (MENCERMATI GERAKAN SPIRITUAL ANAND KRISHNA) Faiz, Fahruddin
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 4, No 1 (2005)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2004.%x

Abstract

Fenomena New Age merupakan modern life symptom yang berakar dari ketidakpuasan. Unsur utama yang menjadi akar ketidakpuasan tersebut adalah keringnya dunia modern dari spiritualitas. Hidup modern terlalu diwarnai oleh fenomena materialistik. Munculnya New Age merupakan “alternatif” bagi agama yang “kurang” mewarnai kehidupan modern. Salah satu gerakan New Age di Indonesia yag paling presstisius adalah Anand Ashram yang dipimpin oleh Anand Krishna. Artikel ini mencoba menelusuri bagaimana gerakan New Age  melihat. Dengan pendekatan filosofis penulis ingin memunculkan spirit baru dari gerakan New Age diantara Agama-Agama yang telah ada sebelumnya.Kata kunci: New Age, gerakan Symptom, Anand Krisna
MAX WEBER: ETIKA KEAGAMAAN, KHARISMA DAN KEPEMIMPINAN KHAISMATIK Rusli, Rusli
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 4, No 1 (2005)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2005.%x

Abstract

Artikel ini mencoba mendiskusikan tentang konsep etika relijius dan kharisma yang diformulasikan oleh Max Weber. Di sini, Weber menganalisis pengaruh etika relijius terhadap sikap dan perilaku manusia dalam konteks sosial. Weber mengungkapkannya dalam risetnya tentang etika Calvinis dan semangat kapitalisme. Dia juga mengaplikasikan teorinya kedalam tradisi keagamaan Timur. Di samping itu Weber juga mengemukakan teori kharisma, yang baginya, kharisma sangat berpengaruh terhadap perubahan sosial.Kata kunci: Etika Protestan, rasionalisasi, rasionalitas, rasionalitas nilai, rasionalitas tujuan, otoritas tradisional, otoritas legal-rasional, otoritas kharismatik.

Page 1 of 1 | Total Record : 7