Jurnal MD
Jurnal MD adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta secara berkala (Juni dan Desember). Jurnal ini menerima naskah hasil penelitian lapangan dan literer kajian manajemen dakwah, manajemen sumber daya manusia, manajemen lembaga keuangan Islam, manajemen haji dan umrah, manajemen wisata religi, serta dinamika manajemen dan Islam.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 1 (2018)"
:
8 Documents
clear
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, MANAJEMEN KONFLIK, DAN TRUST: PENGARUHNYA TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN MUHAMMADIYAH CABANG PRINGSEWU LAMPUNG
Tontowi Jauhari
Jurnal MD Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (552.736 KB)
|
DOI: 10.14421/jmd.2018.41-06
Tujuan dari peneltian ini untuk memahami pengaruh kepemimpinan transformasional, manajemen konflik, dan trust terhadap efektivitas pengelolaan cabang Muhammadiyah Pringsewu Lampung, sampel dalam penelitian berjumlah 87 pimpinan, sampel diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampel probability sampling (random sampling). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode survei dan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, manajemen konflik dan trust berpengaruh langsung positif terhadap efektivitas pengelolaan cabang Muhammadiyah, serta ditemukan bahwa kepemimpinan transformasional dan manajemen konflik berpengaruh langsung positif terhadap trust. Temuan penelitian menunjukkan perlunya meningkatkan penanganan kepemimpinan transformasional, manajemen konflik, dan trust agar Pimpinan cabang Muhammadiyah Pringsewu Lampung lebih efektif.
SEMANTIC REINTERPRETATION OF THE PROPHET MUHAMMAD’S OBLIGATORY PROPERTIES FOR DA’WAH ADVANCEMENT IN THE INTER-RELIGIOUS CONTEXT
Abdullah Muslich Rizal Maulana
Jurnal MD Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (676.359 KB)
|
DOI: 10.14421/jmd.2018.41-01
A further improvement is necessary for the advancement of da’wah in the context of interreligious communities. Regarding the growing of this demand Muslim should evaluate their da’wah method. This paper will attempt to reformulate the method of da’wah based on semantic analysis toward the four obligatory properties of Prophet Muhammad siddiq, amanah, tabligh, and fatanah. Research question here is how we should redefine the obligatory properties of Prophet Muhammad via semantic theoretical framework for the advancement of da’wah in the interreligious context. To achieve this goal, I will put several sub-chapters to discuss the semantic theoretical framework, namely: the relationship with the Islamic worldview, the elaboration of the compulsory nature of the Prophet Muhammad through the semantic theoretical framework, and then end by overcoming the analysis with a new form of da’wah that anticipates the interfaith context late in inter-commitment from the Islamic truth. This paper concludes that redefining the obligatory properties of Prophet Muhammad via semantic theoretical framework derives the inter-commitment of the Islamic truth as the theological foundation of da’wah in the late interreligious context. It entails the deeper reflection of siddiq, amanah, tabligh, and fatanah the direction of intensifying the competence of da’i regarding the advancement of da’wah in the recent interreligious context.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN LEMBAGA PENGKAJIAN PANGAN, OBAT-OBATAN, DAN KOSMETIKA MAJELIS ULAMA INDONESIA (LPPOM MUI) DALAM PENERBITAN SERTIFIKASI HALAL
Leni Yuliana;
Aris Risdiana
Jurnal MD Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (652.829 KB)
|
DOI: 10.14421/jmd.2018.41-07
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tahapan pengambilan keputusan oleh LPPOM MUI DIY pada suatu produk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan tiangulasi teknik dan triangulasi sumber. Setelah melakukan penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa tahapan pengambilan keputusan dalam pemberian sertifikasi halal ada delapan yaitu identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis data, pengkajian berbagai alternatif, pemilihan alternatif, implementasi, monitoring, dan evaluasi. Dimana ada satu tahapan yang menjadi temuan utama yaitu monitoring karena tidak termasuk pada teori Sondang Siagian. Sedangkan pengambilan keputusan di LPPOM MUI DIY bersifat semi otonom dan membutuhkan legitimasi MUI DIY untuk mengesahkan suatu keputusan.
TAFSIR TEMATIK KONTEKSTUAL ATAS HAK DAN PERAN PEREMPUAN DALAM MEMBANGUN DAKWAH PADA MASYARAKAT MODERN
Hidayah Hariani
Jurnal MD Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (556.902 KB)
|
DOI: 10.14421/jmd.2018.41-02
Masalah gender adalah masalah aktual saat ini. Dalam masyarakat modern abad ke-21, seakan telah kehilangan nilai-nilai luar biasa terutama yang menyangkut hak-hak perempuan. Dalam hal ini seringkali perempuan tidak mendapat perhatian sehingga banyak menjadi korban pada kasus di ruang publik. Padahal Islam sebagai agama yang rahmatan lil Alamin memposisikan perempuan di tempat yang mulia. Tidak ada dikotomi dan diskriminasi peran antara pria dan wanita. Al-Qur'an mengajarkan posisi orang beriman baik pria maupun wanita sama di hadapan Tuhan, oleh karena itu mereka harus mendapatkan status yang sama di mata Tuhan. Sementara perempuan kurang mendapatkan perhatian yang layak terhadap ancaman kebebasan. Hal tersebut terutama dalam mengembangkan dakwah. Kemudian muncul apa yang disebut ketidaksetaraan gender sebagai bukti bahwa masyarakat modern saat ini tidak memperhatikan hak-hak perempuan sebagai sebuah identitas sehingga dalam konteks ini muncul pertanyaan penting, adakah kebebasan bagi perempuan untuk menyebarkan dakwah? Faktanya, mengabaikan perempuan dan tidak melibatkan mereka dalam kegiatan dakwah berarti membuang setidaknya setengah dari potensi masyarakat. Ini harus menjadi evaluasi, inspirasi, dan motivasi bagi penafsir Al-Qur’an untuk merumuskan produk interpretasi yang memiliki perspektif tentang peran nyata perempuan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan interpretatif tematik-kontekstual, untuk mendapatkan gambaran yang lengkap dan komprehensif tentang makna yang relevan dan aktual untuk konteks kontemporer terkait dengan gender. Dengan demikian, temuan ini membangun kembali peran perempuan dalam Al-Qur’an dan hadits.
WAKAF TUNAI UNTUK KEMANDIRIAN EKONOMI UMAT: REVITALISASI FILANTROPI ISLAM YANG NYARIS TERLUPAKAN
Muhammad Irham
Jurnal MD Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (547.197 KB)
|
DOI: 10.14421/jmd.2018.41-03
Munculnya wacana dan praktik wakaf tunai di Indonesia membawa harapan baru bagi tercapainya kesejahteraan umat khususnya di bidang ekonomi. Hal ini disebabkan karena wakaf tunai merupakan instrumen baru filantropi Islam yang potensial untuk kemandirian ekonomi umat. Dalam mengatasi kemiskinan, wakaf tunai dapat menjadi alternatif sumber pendanaan. Namun kenyataannya, wakaf tunai kurang dikenal dan kurang mendapat perhatian yang serius dari sebagaian kalangan, baik pemerintah, masyarakat, ulama dan lembaga-lembaga non pemerintah, sehingga belum membawa perubahan ke arah kesejahteraan masyarakat. Artikel ini, bertujuan untuk memaparkan seperti apa wacana wakaf tunai dalam al-Qur’an dan bagaimana pendapat Ulama mengenai urgensi penggunaan wakaf tunai. Di samping itu, artikel ini juga bertujuan, untuk mengetahui wacana dan praktik wakaf tunai di Indonesia serta bagaimana potensinya untuk kemandirian ekonomi masyarakat Islam Indonesia khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Terakhir, artikel ini menawarkan bagaimana strategi yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi umat melalui pemberdayaan wakaf tunai ini. Kesimpulan dari artikel ini menegaskan bahwa wakaf tunai mempunyai potensi besar untuk kemandirian ekonomi umat dan memiliki peluang besar untuk diterapkan di Indonesia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan baik dan diarahkan kepada sektor-sektor produktif dan pembangunan ekonomi umat.
PERAN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN BANYUWANGI DALAM REVITALISASI MANAJEMEN MASJID DI WILAYAH BANYUWANGI
Niko Pahlevi Hentika;
Andhika Wahyudiono
Jurnal MD Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (533.427 KB)
|
DOI: 10.14421/jmd.2018.41-04
Latar belakang penelitian ini adalah kondisi masjid yang hanya berfungsi sebagai tempat shalat. Padahal fungsi ideal masjid lebih luas dari sekedar tempat shalat saja. Di sisi lain peran stakeholder dalam memperbaiki masjid belum dapat merubah kondisi masjid. Oleh karena itu, perlu diteliti dan dilihat lebih jauh bagaimana peran stakehoder dalam memperbaiki manajemen masjid. Maka dipilih rumusan masalah penelitian, bagaimanakah peran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam memperbaiki manajemen masjid dan bagaimanakah hubungan diantara keduanya. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam peran kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam revitalisasi manajemen masjid di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kantor Kementerian Agama Banyuwangi berperan pada revitalisasi manajemen masjid di wilayah Banyuwangi melalui tiga aspek yaitu idarah (organisasi masjid), imarah, dan ri’ayah.
ANALISIS GENDER TERHADAP MANAJEMEN DAKWAH MASJID: SEBUAH PENDEKATAN MODEL NAILA KABEER DI KOTA PONTIANAK
Cucu Nurjamilah
Jurnal MD Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (556.518 KB)
|
DOI: 10.14421/jmd.2018.41-05
Secara fungsional partisipasi perempuan dalam dakwah masjid nampaknya semakin eksis. Namun secara struktural akses bagi perempuan masih terbatas. Sekalipun tidak ada pembatasan bagi perempuan untuk jadi pengurus masjid, namun nampaknya masyarakat masih mengutamakan laki-laki. Ketika perempuan masuk dalam kepengurusan masjid, maka ada kesempatan bagi perempuan untuk dapat terlibat lebih luas dalam mengelola masjid dalam seluruh bidang garapan masjid yaitu idarah, imarah dan ri’ayah masjid. Dengan demikian permasalahan perempuan dan anak pun akan lebih banyak menjadi perhatian masjid. Fokus kajian ini adalah bagaimana manajemen masjid yang responsif gender melalui analisis gender dengan pendekatan Naila Kabeer. Dari hasil penelitian ditemukan beberapa masjid di Kota Pontianak secara pengelolan telah responsif gender. Dari struktur kepengurusan, program kegiatan, dan penyediaan sarana prasarana masjid telah memberikan akses yang sama antara laki-laki dan perempuan. Keseimbangan yang ada berkaitan dengan beberapa prinsip yang telah dijalankan pengurus masjid, yaitu: Prinsip kesamaan dalam memakmurkan masjid, Prinsip Mengutamakan laki-laki, dan Prinsip kemudahan dan kenyamanan dalam koordinasi, serta adanya faktor lingkungan psikososial.
PENGANTAR EDITOR: MENJAGA KONSISTENSI, MEMPERKUAT EKSISTENSI
Bayu Mitra A. Kusuma
Jurnal MD Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.715 KB)
Sejak volume sebelumnya, Jurnal MD telah mengalami beberapa perubahan baik pada struktur tim editor, tampilan atau layout, serta kelengkapan lainnya dengan tujuan peningkatan kualitas jurnal. Pada edisi ini, Jurnal MD kembali tersusun dari tujuh manuskrip hasil penelitian para penulis yang berasal dari beberapa perguruan tinggi. Yang menggembirakan adalah, mulai edisi ini Jurnal MD telah melibatkan reviewer yang berasal dari negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand dan Malaysia, bukan hanya dari dalam negeri. Ini merupakan sebuah langkah awal yang strategis dalam ikhtiar internasionalisasi Jurnal MD. Bergabungnya para reviewer tersebut juga bertujuan untuk menjaga konsistensi dan memperkuat eksistensi Jurnal MD di tengah banyak munculnya jurnal-jurnal baru dengan kajian serupa bak cendawan di musim hujan yang saling berebut naskah berkualitas.