cover
Contact Name
Moh. Nur Ichwan, M.A., Ph.D.
Contact Email
-
Phone
+62274515856
Journal Mail Official
jurnal.dakwah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah
ISSN : 14115905     EISSN : 26141418     DOI : https://doi.org/10.14421/jd
Jurnal Dakwah memuat berbagai artikel yang mendiskusikan tentang dakwah, baik secara normatif maupun historis. Diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, dua nomor setiap tahun. Redaksi menerima tulisan tentang berbagai persoalan yang terkait dengan dakwah dalam berbagai aspeknya. Isi tulisan yang dimuat tidak harus sejalan atau pun mencerminkan pandangan redaksi.
Articles 328 Documents
PERAN BANGSA HADRAMAUT DALAM ISLAMISASI DI PANTAI BARAT KALIMANTAN Bakar, Abu
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.2112020.3

Abstract

This research seeks to find the Hadramaut Nation’s roles in the process of Islamic development in the area. The history of their arrival and trace in this context needs to be found to support the argumentation of the research results. Academically this research reinforces the theory of Hadrami's Islamization building in Indonesia. The discipline of history through interpretive methodologies and stages of research methods is used to uncover the above problems. Historical literature and field studies are combined to obtain complete data to complete the results of the research. The process gave the result that Hadrami began in the beginning of the XVIII century involved in the Islamization starting from Matan, continuing to Mempawah, Kubu, and Pontianak. They carry out this role by building the country, government and propaganda in the community. The Ahlu Sunnah wal Jamaah Islam and the Shafi'iyah school were found as Islamic buildings introduced on the West Coast of Kalimantan. Their footprint is also evidenced by the findings of their graves in a number of areas whose existence also lives in the oral traditions of the local community.Peranan Bangsa Hadramaut sebagai suatu kesatuan etnis dalam islamisasi di Pantai Barat Kalimantan dinilai belum peroleh perhatian memadai dari kalangan akademisi. Penelitian ini berusaha menemukan peranan mereka dalam proses persebaran Islam yang dilakukan melalui kekuasaan di daerah tersebut. Secara akademis penelitian ini menguatkan bangunan teori islamisasi Hadrami di Indonesia. Disiplin ilmu sejarah melalui metodologi interpretatif dan tahapan metode penelitian digunakan untuk mengungkap masalah di atas. Literature sejarah dan studi lapangan dipadukan untuk memperoleh data yang lengkap guna menuntaskan hasil penelitian. Proses tersebut memberikan hasil bahwa Hadrami mulai awal abad ke XVIII terlibat dalam islamisasi mulai dari Matan, berlanjut ke Mempawah, Kubu, dan Pontianak. Mereka melakukan peran tersebut dengan membangun negeri dan pemerintahan yang di dalamnya diserukan dakwah. Islam Ahlu Sunnah wal Jamaah dan mazhab Syafi`iyah ditemukan sebagai bangunan Islam yang diperkenalkan di Pantai Barat Kalimantan. Jejak mereka turut dibuktikan dengan temuan makam mereka di sejumlah daerah yang keberadaannya juga hidup dalam tradisi lisan.   
REVITALISASI DAKWAH PEMUDA ERA 4.0 Harisah Harisah
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 20, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.1425

Abstract

Aktivitas dakwah Islam harus disesuaikan oleh era perkembangan masyarakat, karena aktifitas dakwah merupakan bentuk komunikasi yang menimbulkan interaksi sosial. Komunikasi dalam dakwah tidak hanya sekedar penyampaian informasi akan tetapi, juga sebagai pengendali tingkah laku. Sehingga dakwah sangat vital dilakukan untuk bisa mengendalikan melalui pembentukan karakter, begitu hal-nya yang dilakukan pemuda dalam melakukan dakwah sesuai era 4.0 di Madura. Madura merupakan daerah dengan masyarakat mayoritas Islam namun, transaksinya tidak banyak sesuai ekonomi syariah. Sehingga perlu peran dakwah pemuda untuk mengenalkan konsep ekonomi syariah dalam transaksi perekonomia masyarakat. Dari hal ini peneliti merasa perlu untuk meneliti revitalisasi dakwah pemuda era 4.0 serta bentuk dakwah dalam membentuk karakter ekonomi syariah di Madura dengan metode kualitatif. Perbedaan penelitian ini dengan beberapa penelitian sebelumnya, yaitu penelitian ini fokus pada dakwah pemuda era 4.0 yang dilakukan oleh organisasi masyarakat ekonomi syariah di Madura. Penelitian ini menemukan bentuk dakwah pemuda Madura dengan menggunakan revolusi 4.0 ada dua metode pertama, metode langsung  yaitu program cut generation, MES goes to camps, MES go to scool, MES goes to society kedua menggunakan media sosial antara lain group WhatssApp, web site, Istagram, Facebook, dan tweeter.
Dakwah Digital Habib Husein Ja’far Al Hadar Masfupah, Ayun
Jurnal Dakwah Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.JD202195

Abstract

Makalah ini membahas tentang bagaimana pemanfaatan new media (media baru) sebagai sarana untuk berdakwah. Ketika zaman semakin maju dan teknologi semakin canggih tantangan seoranga da’i adalah memikirkan cara bagaimana ajaran agama yang ingin dibagikan bisa diakses oleh orang banyak. Maka penulis tertarik untuk meneliti tentang dakwah digital Habib Husein Ja’far Al Hadar, warga Indonesia keturunan Arab disela-sela kesibukan sebagai penulis membuat kanal youtube Jeda Nulis sebagai wadah dan alat untuk digunakan menyebarkan ajaran agama islam. Menghadirkan teman berdiskusi dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda. Penulis menemukan beberapa poin penting apa yang sudah disampaikan Habib Husein Ja’far Al Hadar selama setahun terakhir. Pertama, islam adalah agama untuk menyampaikan kabar gembira dan islam adalah agama cinta. Kedua, islam mengajarkan umatnya untuk bertoleransi kepada sesama manusia. Ketiga, menyampaikan kebenaran dengan akhlak yang baik. Keempat, jihad dimulai dari hal sederhana.Kata kunci: Dakwah Digital, Habib Husein Ja’far Al Hadar
KEJUJURAN HISTORIS BARAT DAN ISLAM Wiranto, Erham Budi
Jurnal Dakwah Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/JD.2122020.7

Abstract

In historical relations between the West and the Islamic world, honesty is a rare dimension. The history of West-East relations seems to be filled with bias and covered in prejudice. The negative stigma of the West towards the East, and vice versa, is still being inherited and reproduced today. Sudibyo Markus tries to present an honest and balanced historical analysis in seeing the West and Islam. This paper is a review of Sudibyo Markus' book entitled Dunia Barat dan Islam, Cahaya di Cakrawala (The West and Islam, Light in the Horizon) published by Gramedia in 2019. Dalam sejarah hubungan dunia Barat dan dunia Islam, kejujuran termasuk dimensi yang langka. Sejarah relasi Barat-Timur seolah dipenuhi bias dan berlumuran prasangka. Stigma negatif Barat terhadap Timur, demikian pula sebaliknya, masih terus terwarisi dan direproduksi hingga kini. Sudibyo Markus mencoba menghadirkan analisis sejarah yang jujur dan berimbang dalam melihat Barat dan Islam. Tulisan ini adalah telaah terhadap buku karya Sudibyo Markus berjudul "Dunia Barat dan Islam, Cahaya di Cakrawala" yang diterbitkan oleh Gramedia tahun 2019.
POLA KOMUNIKASI ANTARBUDAYA SANTRI (Studi Kasus Santri Putri Pondok Pesantren Nurul Huda NU Pesanggrahan) Azqi Zakiatal Fitri
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/JD.2122020.2

Abstract

 This study aims to discuss how the intercultural communication patterns of female students at the Nurul Huda Islamic Boarding School NU Pesanggrahan and the obstacles that must be taken against the communication patterns for female students of the Nurul Huda Islamic Boarding School NU Pesanggrahan in the pesantren environment towards existing cultures. The approach that the researcher adopts is to use a qualitative research approach with field studies (field research). By using descriptive research methods.The results of the research conducted show that female students in Islamic boarding schools carry out learning about good verbal and non-verbal or dialect communication through close friends at the cottage by adjusting intercultural communication patterns through the language of female students from different regions and adapting to the language according to the boundaries so that Intercultural communication is effectively established in the Nurul Huda Islamic Boarding School NU Pesanggrahan. In addition, there are differences in language or dialect as the main factor for the female students at the Nurul Huda Islamic Boarding School NU Pesanggrahan, namely the language factor (communication) and social factors. The factors that cause differences in the language or dialect of the female students at the Nurul Huda Islamic Boarding School NU Pesanggrahan include: (1) The language (communication) is different from the area of origin of the female students so that they do not understand what is meant; (2) Unsuitable association from the area of origin of the female students, thus obstructing gaps in daily communication.Penelitian ini bertujuan untuk mendiskusikan bagaimana pola komunikasi antarbudaya santri putri di Pondok Pesantren Nurul Huda NU Pesanggrahan dan hambatan yang harus ditempuh terhadap pola komunikasi bagi santri putri Pondok Pesantren Nurul Huda NU Pesanggrahan di lingkungan pesantren terhadap budaya yang ada. Pendekatan yang peneliti angkat yaitu menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan studi lapangan (field research). Dengan meggunakan metode penelitian deskriptif. Hasil Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwasannya  santri putri di Pondok Pesantren  melakukan pembelajaran mengenai bahasa komunikasi baik verbal maupun non verbal atau dialek yang baik melalui teman dekat di pondok dengan penyesuaian pola komunikasi antarbudaya melalui bahasa dari santri putri yang berbeda daerah dan beradaptasi dengan bahasa sesuai batasan agar komunikasi antarbudaya terjalin dengan efektif yang berlaku di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Huda NU Pesanggrahan. Disamping itu adanya perbedaan bahasa atau dialek sebagai faktor yang utamaSantri Putri di Pondok Pesantren Nurul Huda NU Pesanggrahan yaitu faktor bahasa (komunikasi) dan faktor pergaulan. Faktor-faktor penyebab perbedaan bahasa atau dialek Santri Putri di Pondok Pesantren Nurul Huda NU Pesanggrahan, meliputi: (1) Bahasa (komunikasi) yang berbeda dari daerah asal santri putri sehingga menimbulkan tidak pahamnya apa yang di maksud; (2) Pergaulan yang kurang cocok dari asal daerah santri putri sehingga menjadikan kesenjangan dalam berkomunikasi sehari – hari terhambat.
DIALEKTIKA PEMIKIRAN DAKWAH POLITIK DI INDONESIA (ERA REFORMASI) Mastori, Mastori
Jurnal Dakwah Vol 20, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.1439

Abstract

 Abstrak Islam dan Negara adalah tema kontemporer yang terus mengalami dinamika dan perdebatan dipentas politik nasional Indonesia sejak masa awal kemerdekaan hingga reformasi saat ini. Walaupun Indonesia sudah menyepakati pancasila sebagai ideologi Negara, pada kenyataannya usaha dan persinggungan antara Islam dan politik masih terus terjadi diskursus yang tidak berkesudahan. Penelitian ini tidak bermaksud menyudahi diskursus yang terjadi tetapi menambah bahan kajian tentang Islam dan politik dan usaha dakwah yang menjadikan kekuasaan politik sebagai targetnya. Setidaknya ada tiga teori hubungan Islam dan Negara yang mengemuka dalam hal ini, yaitu: teori integralistik,  teori sekuleristik dan teori simbiotik. Ketiga penganut teori ini memiliki latar belakang historis dan argument masing-masing yang saling bertentangan dan menegasikan. Adapun hasil kajian ini dapat diambil pelajaran bahwa walaupun dakwah yang memiliki muatan politik (Islam) bukan merupakan tema yang baru. Namun tema dan argumen yang diperdebatkan sesungguhnya sama saja yaitu apakah Islam mengatur kehidupan bernegara dan bagaimana bentuk pengaturannya.Kata Kunci ; Islam, Politik, Negara,
ONLINE RELIGION AND RETHINKING THE DA’WAH AUTHORITY TOWARD AN INCLUSIVE DA’WAH: A CONCEPTUAL STUDY Adeni - Adeni
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/JD.2112020.4

Abstract

This paper aims to examine the concept of da’wah authority in the context of the relationship between religion and new media. The presence of new media has an impact on the development of Islamic da'wah especially regarding the issue of da'wah authority. By using a qualitative method based on library research, this paper concludes that first, the da’wah authority has shifted from the sender authority to the recipient authority, who is free and active in interpreting da'wah messages. Second, in the realm of new media, there is no clear boundary between the sender and da’wah messages recipient so that someone can be both the sender and the recipient of da'wah at the same time. Third, new media allows the opening of space for dialogue between religions. Fourth, feedback from da'wah recipients requires that the message conveyed must be valid, argumentative, and convincing. Fifth, da'wah in new media can no longer be forced to be accepted by the recipient except based on certain considerations from the recipient.Makalah ini bertujuan mengkaji konsep otoritas dakwah dalam konteks hubungan antara agama dan media baru (new media). kehadiran media baru berdampak pada perkembangan dakwah Islam khususnya terkait dengan otoritas dakwah. Dengan menggunakan metode kualitatif berdasarkan studi pustaka (library research), makalah ini menyimpulkan bahwa pertama, otoritas dakwah telah bergeser dari otoritas pengirim menjadi otoritas penerima yang bebas dan aktif dalam menafsirkan pesan dakwah. Kedua, dalam ranah new media tidak ada batasan yang jelas antara pengirim dan penerima pesan dakwah sehingga seseorang dapat menjadi pengirim sekaligus penerima dakwah. Ketiga, media baru memungkinkan terbukanya ruang dialog antar agama. Keempat, umpan balik dari penerima dakwah mengharuskan pesan yang disampaikan harus valid, argumentatif, dan meyakinkan. Kelima, dakwah di media baru tidak bisa lagi dipaksa untuk diterima oleh penerima kecuali berdasarkan pertimbangan tertentu dari penerima. 
RETHINKING DAWAH MODEL IN THE FOURTH INDUSTRIAL REVOLUTION FOR DIGITAL NATIVE GENERATION Ferdi Arifin
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 20, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.1434

Abstract

The fourth industrial revolution provides advanced information and technology which leads people to digital culture. Shifting culture phenomena for digitalization happen in many aspects, and one of them is dawah model. Many religious messengers use social media, which is a part of new media product of advanced information and technology, for delivering Islamic values in a larger scale. Yet, most of them cannot understand the basic information of function and features of social media platforms. Meanwhile, digital natives have been confused by some religious messengers for perspective differences in social media. So, this research examines dawah model in the fourth industrial revolution as a way to find out the precisely medium for conveying Islamic values. The research employs qualitative method to examine the phenomena. The result shows that many religious messengers have been used social media platform but some of them use it inappropriately because of misunderstanding about social media function and features. It also finds that digital native generation needs to be elaborated more clearly about religion by using precisely social media platforms.
Jejak Syiar Islam Muhammad Shalih As-Samarani dalam Melawan Kolonialisme Laili Zulfa
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.JD202196

Abstract

Semarang is one of the cities included in the Dutch East Indies colonial list. The city is used as a trade center in the Java region. This is because the location of the city is very strategic with the Java sea coast. The arrival of the colonialists in Semarang put Islam under various pressures. Teaching and learning activities that have become routine community limited. Many boarding schools which incidentally serve as a forum for the formation of the character of Muslims in the future transferred to the suburbs. The colonials did their best to build modernitie which were then expected to develop rapidly. Departing from there, seeing the reality that exists, the scholars in the archipelago, especially in Semarang began to create a movement on the pretext that the existence of Islam itself remains. One of the scholars who had a great influence was Muhammad Shalih as-Samarani, a famous scholar and famous as his Imam Ghozali in the land of Java. Besides that, he is also well-known as a teacher of figures in the archipelago who are well known both in the national and international arena. Therefore, the author is interested in studying the traces of Islamic symbols carried out by him in the 19th century AD In this contexts, the author uses descriptive qualitative research methods, with library data as the main source of this research. The author in analys, using the historical study. One of them through oral history, is one source of information carried out by historians or other social historian scientists. The results of this study, the concept of preaching created by Muhammad Sholeh as-Samarani has a unique strategy and is a differentiator with the previous scholars. The strategy is in the form of written works using Javanese pegon script with a total of 14 works. This discourse caused by the first, as a form of resistance against the colonial. Second, in that century, many lay people did not know Arabic. Third, the style of thought that he has is able to see the social conditions of society in that century. As a public who was amazed, loved, and loved the teachings that he did, they formed the Kyai Sholeh Land Lover Commission (KOPISODA). Besides that, they made the Haul event a warning sign that he died.Abstrak- Semarang merupakan salah satu kota yang masuk dalam daftar penjajahan kolonial Hindia-Belanda. Kota yang dijadikan sebagai pusat perdagangan di wilayah Jawa. Hal ini dikarenakan letak kota tersebut sangat strategis dengan pesisir laut Jawa. Datangnya kaum kolonial di Semarang membuat Islam mendapat berbagai tekanan. kegiatan belajar mengajar yang sudah menjadi rutinitas masyarakat dibatasi. Banyak pesantren yang notabene dijadikan sebagai wadah pembentukan karakter kaum Islam dimasa mendatang dialihkan ke pinggiran kota. Kaum kolonial berupaya sekuat mungkin untuk membangun modernitas-modernitas yang kemudian diharapkan mampu berkembang pesat. berangkat dari situ, melihat realitas yang ada, para ulama di Nusantara, khususnya di Semarang mulai menciptakan suatu gerakan dengan dalih agar eksistensi Islam itu sendiri tetap ada. Salah satu ulama yang memiliki pengaruh besar ialah Muhammad Shalih as-Samarani, ulama termasyhur dan terkenal sebagai Imam Ghozalinya di tanah Jawa. disamping itu, beliau juga terkenal sebagai gurunya para tokoh ulama di Nusantara yang terkenal baik di kancah Nasional maupun internasional. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengkaji jejak-jejak syiar Islam yang dilakukan oleh beliau di abad ke-19 M. Dalam konteks ini, Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan data pustaka sebagai sumber utama penelitian ini. Penulis dalam menganalisis menggunakan pendekatan studi sejarah untuk objek kajian tersebut. salah satunya melalui sejarah lisan, merupakan salah satu sumber informasi yang dilakukan oleh sejarawan atau para ilmuwan sejarawan sosial lain. Hasil penelitian ini adalah, konsep dakwah yang diciptakan oleh Muhammad Sholeh as-Samarani memiliki strategi yang unik dan menjadi pembeda dengan para ulama terdahulu. Strategi tersebut berupa karya tulis yang menggunakan bahasa aksara pegon Jawa dengan jumlah karya sebanyak 14 buah. Dalam diskursus ini disebabkan oleh pertama, merupakan sebagai bentuk perlawanan terhadap kaum kolonial. Kedua, pada abad itu, banyak masyarakat awam yang belum mengenal bahasa Arab. Ketiga, corak pemikiran yang beliau miliki mampu melihat kondisi sosial masyarakat pada abad itu. Sebagai mayarakat yang kagum, gemar, dan cinta terhadap ajaran-ajaran yang beliau lakukan, mereka membentuk Komuntas Pecinta Kyai Sholeh Darat (KOPISODA). Disamping itu, mereka membuat acara Haul sebagai tanda peringatan beliau wafat. Keywords: Syiar, Muhammad Shalih, Pegon
PERJALANAN DAKWAH KH. ZAHRUDIN USMAN DALAM PENGEMBANGAN SYIAR ISLAM DI KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI Sinta Kartika Sari
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/JD.2122020.3

Abstract

KH. Zahrudin Usman is a prominent Muslim intellectual figure. Thanks to his expertise, he got the title of youth officer and several awards. This study seeks to explain KH Zahrudin Usman's preaching work in the development of Islamic symbols in Tebo Regency, Jambi Province. This research is a qualitative research with historical literature sources supported by data from the field both interviews and observations to corroborate the findings. The findings of this study indicate that KH Zahrudin Usman is a Kyai who has great authority in the development of Islamic symbols through the Nurul Jalal Islamic boarding school in Tebo Tengah, Tebo Regency, Jambi Province. The existing knowledge is implemented by establishing a madrasah which is used as a place for learning. It is not just its existence, its method of preaching, and its moral message as a barometer to become a role model for the people of Tebo Regency.KH. Zahrudin Usman merupakan tokoh intelektual Muslim terkemuka.  Berkat kepiawaiannya, gelar mualim muda dan beberapa penghargaan didapatnya. Penelitian ini berusaha menjelaskan kiprah dakwah KH Zahrudin Usman dalam pengembangan syiar Islam di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan sumber literatur sejarah didukung data dari lapangan baik wawancara maupun observasi  untuk menguatkan hasil temuan. Adapun hasil  temuan dari penelitian ini adalah KH Zahrudin Usman merupakan Kyai yang memiliki otoritas besar dalam pengembangan syiar Islam melalui pesantren Nurul Jalal di Tebo Tengah, Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Bekal ilmu yang ada diimplementasikan dengan mendirikan madrasah yang dijadikan sebagai wadah pembelajaran. Bukan sekedar keberadaannya, metode dakwahnya, hingga pesan moralnya pun menjadi suatu barometer yang menjadi panutan masyarakat Kabupaten Tebo.