cover
Contact Name
Moh. Nur Ichwan, M.A., Ph.D.
Contact Email
-
Phone
+62274515856
Journal Mail Official
jurnal.dakwah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah
ISSN : 14115905     EISSN : 26141418     DOI : https://doi.org/10.14421/jd
Jurnal Dakwah memuat berbagai artikel yang mendiskusikan tentang dakwah, baik secara normatif maupun historis. Diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, dua nomor setiap tahun. Redaksi menerima tulisan tentang berbagai persoalan yang terkait dengan dakwah dalam berbagai aspeknya. Isi tulisan yang dimuat tidak harus sejalan atau pun mencerminkan pandangan redaksi.
Articles 328 Documents
TIGA MODEL INTERAKSI DAKWAH RASULULLAH TERHADAP BUDAYA LOKAL Khoiro Ummatin
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3250.704 KB) | DOI: 10.14421/jd.2014.15109

Abstract

Interaksi antara Islam dengan budaya lokal bangsa Arab yang telah mapan dilaksanakan oleh masyarakat, tidak serta merta menghapus dan melarang pelaksanaannya. Dalam interaksi ini sedikitnya ada tiga model Islam dalam menyikapi tradisi dan budaya masyarakat Arab jahiliyah. Pertama, tahmil yaitu Islam menyempurnakan tradisi dan budaya yang sudah dilaksanakan turun temurun oleh masyarakat bangsa Arab.Kedua, taghyir, yaitu merubah atau merekonstruksi tradisi dan budaya yang sudah dilaksanakan dengan tata cara yang sesuai dengan syariat Islam, namun inti pelaksanaan tradisi tersebut tetap dilaksanakan dan tidak dilarang. Ketiga, tahrim yaitu Islam melarang dan mengharamkan tradisi yang sudah mapanpada masyarakat Arab jahiliyah yang tidak sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Tiga model sikap Islam terhadap tradisidan kebudayaan masyarakat Arab jahiliyah, didasarkan pada barometer dari nilai ketauhidan yang yang menjadi poros ajaran Islam.
TRACER STUDY ALUMNI FAKULTAS DAKWAH Mokh. Nazili; M. Thoriq Nurmadiansyah
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2045.106 KB)

Abstract

Penelitian ini didasarkan atas asumsi bahwa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai institusi ptndidikan tinggi yang mengupayakan pembentukan sumber daya yang berkualitas dan mencetak sarjana yang berilmu ilmiah, beramal ilahiyah serta mampu memberikan kontritusi bagi kesejahteraan semesta secara signifikan. Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai salah satu unit Fakultas yang ada di UIN Sunan Kalijaga Yogyakata telah mendidik membina dan mengembangkan mahasiswa untuk disiapkan sebagai sarjana dakwah yang mampu berkiprah diseluruh sendi kehidupan berbasis kompetensi dan keahliannya.Persoalannya adalah apakah cita-cita idealis itu betul-betul terbukti di lapangan. Karenanya perlu diadakan tracer study supaya diketahui apa yang senyatanya dengan alumni Fakultas Dakwah. Maka menjadi menarik untuk diteliti alumni Fakultas Dakwah yang telah tersebar di seantero Nusantara, apakah mereka telah memasuki dunia kerja sesuai dengan keahliannya, apakah mereka telah mengabdikan dirinya di masyarakat sesuai dengan jurusannya; apakah kurikulum Fakultas Dakwah telah memberikan bekal keahlian sesuai dengan yang dingini dan dibutuhkan masyarakat serta masih banyak pertanyaan akan diungkap dalam penelitian ini.
Dakwah Inklusif di Kalangan Bajingan: Membedah Komitmen Bekas Bajingan dalam Membangun Peradaban, Perspektif Psikologi Sosial Samsul Arifin; Akhmad Zaini
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.418 KB) | DOI: 10.14421/jd.2018.19102

Abstract

Beberapa tulisan tentang bajingan atau blater selama ini mengulas tentang kemampuannya dalam mengelola kekuasaan sehingga menempati strata atas di masyarakat dan salah satu penentu utama dalam politik lokal. Tulisan ini berisi tentang dakwah kiai kepada kalangan bajingan dan membedah komitmen dakwah bekas bajingan, terutama dalam membangun peradaban dalam perspektif psikologi sosial. Tujuan penelitian ini ialah mengungkap dan mendeskripsikan komitmen bekas bajingan dalam membangun peradaban di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif tipe etnografi-hermeneutik. Data berasal dari dokumen dan fieldnotes. Langkah-langkah analisis data: data reduction, data display, dan conclusion drawing. Hasil penelitian: para anggota Pelopor tersebut pertama, memiliki komitmen moral, yaitu perasaan berkewajiban menjadi anggota Pelopor karena panggilan keagamaan dan sosial. Kedua, memiliki komitmen personal yaitu daya tarik untuk menjadi anggota Pelopor. Karena menjadi anggota Pelopor dianggap memberikan manfaat (barokah), sesuai dengan harapan dan kepentingannya serta mereka diberi garansi sehidup-semati. Ketiga, komitmen karena “investasi”, yaitu karena wadah Pelopor memiliki keterliban emosional dengan mereka. Mereka masuk menjadi anggota Pelopor karena bapak-kakeknya juga anggota Pelopor.
KOS KRISIS CENTER SEBAGAI MODEL MANAJEMEN KESEJAHTERAAN SOSIAL PELAJAR DAN MAHASISWA DI YOGYAKARTA Sugiyanto Sugiyanto
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.108 KB) | DOI: 10.14421/jd.2012.13105

Abstract

Salah satu keistimewaan DIY adalah adanya kenyataan kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan. Berbagai lembaga pendidikan, khususnya perguruan tinggi banyak berdiri di wilayah ini. Pendidikan adalah panglima pembangunan dan investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumberdaya pembangunan dalam menghadapi berbagai krisis di berbagai bidang. Sejarah telah membuktikan bahwa peran Kerajaan/kraton dengan model kepemimpinan monarki mempunyai visi yang tinggi membela dan mencerdaskan rakyatnya. KCC sebagai salah satu oragnisasi social yang telah berupaya membantu mewujudkan kesejahteraan para pelajar dan mahasiswa yang berorentasi pada harmonisasi nasionalisme. KCC berupaya mencegah terjadinya disfungsionalitas social anak kos dalam kehidupan sehari-hari. KCC siap menjadi jembatan antara anak kos dengan masyarakat setempat. Kegiatan–kegiatan KCC merupakan inti perwujudan manajemen kesejahteraan sosial anak kos di Yogyakarta.
Perempuan dalam Kajian Komunikasi Politik dan Gender Mohammad Zamroni
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3933.273 KB) | DOI: 10.14421/jd.2013.14105

Abstract

Secara kuantitas perempuan terbesar jumlah pemberian suaranya dalam pemilihan umum. Sehingga tuntutan peran dan partisipasi perempuan tidak hanya sekedar memilih. Perempuan mempunyai hak untuk menduduki jabatan-jabatan strategis dalam bidang politik. Dalam membangun komunikasi politik, perempuan baik secara individu maupun kelompok memiliki alasan-alasan, implikasi dan peran yang memunculkan perannya di partai politik dan legislatif. Melalui komunikasi yang dibangun oleh kaum perempuan tersebut dengan masuk pada sistem politik seperti partai politik ataupun lembaga legislatif, mereka akan menempati posisi atau jabatan-jabatan strategis di dalamnya. Keberadaan perempuan tersebut dapatlah ditelaah melalui kajian komunikasi politik dan gender baik dalam bingkai konsep maupun tataran praktisnya.
Polemik Penayangan Film Joker dalam Perspektif Kompas.com Chotijah Fanaqi; Anne Nurjihan; Shantia Artamevia
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.JD202197

Abstract

Film Joker mengangkat kehidupan tokoh penjahat paling terkenal di dunia. Film ini sudah banyak menimbulkan banyak kontroversi bahkan sebelum pemutaran perdananya karena diklaim mempromosikan kekerasan. Kompas.com adalah salah satu pionir media online di Indonesia yang ikut memberitakan mengenai kontroversi atau polemik penayang film Joker ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi pemberitaan yang dilakukan Kompas.com dalam membingkai polemik penayangan film joker periode 29 Agustus sampai 08 Oktober 2019.Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dikarenakan peneliti ingin menganalisa fenomena media dalam mengkonstruksikan suatu kasus atau realita yang menjadi berita. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis teks media dengan metode analisis framing menggunakan pendekatan model framing Robert N. EntmanAdapun hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam define problem, ada tiga berita mengenai polemik penayangan film Joker yang dipublikasikan oleh Kompas.com periode 29 Agustus – 08 Oktober 2019. Ketiga berita tersebut mengandung unsur polemik atau pro dan kontra terhadap penayangan film Joker. Pada diagnose causes; banyak orang yang menganggap bahwa tayangan Film Joker. Joker menginspirasi orang dalam melakukan kekerasan. Pada make moral judgment, Kompas.com dalam pemberitaannya berusaha menyampaikan bahwa film Joker ini layak tayang, namun yang perlu digaris bawahi adalah film ini tidak untuk semua kalangan, melainkan hanya untuk dewasa. Pada treatment recommendation, Kompas.com berusaha menyampaikan bahwa film Joker tidak sepenuhnya mempromosikan tentang kekerasan atau memprovokasi seseorang untuk melakukan kejahatan. Film ini juga berusaha menyampaikan pesan bahwa setiap orang bisa saja menjadi jahat atau melakukan tindak kejahatan jika dirinya mengalami tekanan.
Nilai-Nilai Komunikasi Islam dalam Falsafah Hidup Masyarakat Lampung Abimanyu Satrio Prakoso
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.JD202191

Abstract

Komunikasi merupakan aktifitas yang tidak jauh dari sendi-sendi kehidupan masyarakat lampung, yang kini menjadi alat sosial dalam pergaulan, Masyarakat lampung adalah masyarakat heterogen yang terdiri dari berbagai keberagaman agama, suku bangsa, etnik, bahasa, adat istiadat dan sebagainya. Komunikasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, individu, dan kelompok melakukan interaksi baik sesama etnik maupun dengan individu atau kelompok lain yang berbeda latar belakang budaya, di era saat ini komunikasi menjadi batu sandungan dikalangan masyarakat, yang mana perbedaan suku budaya dan bahasa menjadi permasalaan yang ada, sedangkan  masyrakat lampung sendiri memiliki tatanan moral (Piil pesenggiri), piil pesenggiri merupakan falsafah hidup masyarakat lampung pandangan hidup atau pedoman hidup. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pemaknaan falsafah hidup masyarakat lampung terhadap nilai-nilai komunikasi islam, terkait dengan bagaimana piil pesenggiri diolah sebagai nilai-nilai komunikasi dan strategi komunikasi didunia sosial masyarakat lampung. Piil pesenggiri saat ini menjadi terasingkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat lampung, studi ini menemukan fakta bahwa berbagai nilai dari filsafat hidup Piil Pesenggiri secara filosofis sesungguhnya koheren dengan nilai-nilai komunikasi.
JEJAK ISLAM DI TANAH KESULTANAN BUTON Muhammad Khaerun Rijaal
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/JD.2122020.4

Abstract

The traces of Islam in the region of Buton Sultanate are rarely described by historians and preacher. This paper aims to explore the history of Islam in Buton. This article is result of a qualitative research with historical approach.  The study found that the traces of Islam in the land of the Buton Sultanate can be known about the entry of Islamic teachings in the Buton which is able to change its system of government from a kingdom to a sultanate and also the traces of Islam left behind can continue through educational institutions. This was influenced by one of the figures who was very influential in the process of Islamization in the Buton Sultanate. Jejak islam yang berada di tanah kesultanan buton jarang untuk diketahui oleh sebagian ahli sejarawan yang berkecimpung didunia sejarah dan juga dakwah. Hal ini yang membuat penulis untuk memaparkan history mengenai jejak islam yang ada di tanah buton. Artikel ini merupakan penelitian jenis kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi history sehingga jejak islam ditanah kesultanan buton bisa diketahui tentang masuknya ajaran islam yang ada ditanah buton yang mampu merubah sistem pemerintahannya dari kerajaan menjadi sebuah kesultanan dan juga jejak islam yang ditinggalkan dapat terus berlanjut melalui lembaga pendidikan. Hal ini dipengaruhi oleh salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam proses islamisasi di tanah kesultanan buton
PERAN PEREMPUAN DALAM PENCEGAHAN RADIKALISME Najahan Musyafak
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/JD.2112020.6

Abstract

This paper focuses on the women’s role in either domestic or public domain in preventing radicalism. A series of accidents with radical extremism background had happened in many places of Indonesia, such as suicide bombings, shootings and destruction of public facilities, which disrupted public security and government activities. This phenomenon is overshadowed by fear and insecurity threatening people's lives including women. Therefore, it need an appropriate response from related parties including women to anticipate the problems. Women is one of the potential parties who has a strategic role in order to prevent spreading of violence extremism. There is limited study that concern to the involvement of women in preventing violent extremism. This study tries to delineates women’s role of Solo areas to overcome of their problems in coping with fear, uncertainty, and social anxiety,  and negative impact of media coverage after many cases hit their territories.This study employs qualitative approach by interviewing women from various social, educational and religious backgrounds. They are prominent women’s organizations leaders namely Muslimat, PKK, Aisyiah, Religious extensionist, Islamic Party, Lecturers, Priest and Senior High School teachers  Data was collected through focus group discussions involving 11 informants from 4 districts namely Solo, Sukoharjo, Sragen and Karanganyar regencies. Informants were selected based on purposive sampling technique. The result of the study uncovers that the women have had a preparedness in preventing radicalism. It could be understood from their cognitive, affective and skill aspects. They had a good understanding of radical movement characteristics, sufficient assessment, and readynes to act in countering radical behavior
DEMOKRASI KAUM SANTRI DALAM PANDANGAN ISLAM (Mendudukkan Konsep Demokrasi dan Ittiba>’ Kiai) Ibnu Hajar Ansori; Roudlatun Nasikah
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 20, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.1440

Abstract

Kiai is the central figure in Indonesia's political world. The involvement of kiai is the implementation of loving motherland concept, as well as manifestation of exemplary to Prophet who not only as a religious leader, but also a statesman who leads the fight for peace, justice and prosperity. That role can be seen for example from the notice issued by the kiai in Presidential election 2019. The masyayikh (kiai) appeals the students and the extended family of the pesantren to not abstain and directs them to choose certain president candidate in the 2019 election. For santri, emulate and follow (ittiba>’) or that notice is a inevitability even though it seems contrary with the concept of democracy which adheres to the freedom of speech principle. Through this article, santri tradition in democracy will be analyzed descriptively analytically with the al-Qur'an and hadith approach. From the results of the study, it is found that that the observance of santri to Kiai is the actualization of the meaning of QS. al-Kahfi: 66 about the story of the Prophet Khidir and Musa, which illustrates the students obedience to the teacher. Beside, the santri democratic tradition concept can be called taadub democracy which is based on the santri manners or attitudes toward his teacher. Regarding to how the decision made, the kiai opens the opportunity and let the santri to decide, even though it will be responded by the santri with the principle of sami’na> wa at}a’na. If forced to be different, then they must pay attention to the relationship ethics between students and kiai, so it will not become obstacles to the benefit and blessing of knowledge.