cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
MODUS-Jurnal Ekonomi dan Bisnis
ISSN : 08521875     EISSN : 25493787     DOI : -
Core Subject : Economy,
MODUS Journal published twice a year in March and September. This journal publish empirical and conceptual research in the areas of accounting, economics, business and management and first published in 1983 by the Faculty of Economics, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This journal open to researchers and academics who are interested in writing articles in the fields of accounting, economics, business and management to be published.
Arjuna Subject : -
Articles 411 Documents
PERAN MODERASI DAN MEDIASI PERILAKU INOVASI: HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN AMBIDEXTROUS, BUDAYA ORGANISASI DAN IKLIM INOVASI ORGANISASI Khan, Ryan Basith Fasih; Mardliyah, Imayatin; Salsabila, Aqila; Fitriah, Aida
Modus Vol. 37 No. 1 (2025): VOL 37 NO 1 (2025)
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v37i1.10120

Abstract

This study aims to explain how ambidextrous leadership affects innovative behaviour, organisational innovation climate, and organisational culture at workplace environment on employees. A survey of 167 employees in Malang, East Java was carried out to understand this phenomenon. This study uses quantitative approach, and data were collected from employees in the services industry by using partial least square method. The results show that ambidextrous leadership, which involves idea development and realisation simultaneously, significantly affects employees’ innovative behaviour. Ambidextrous leadership effectively allows employees to develop new ideas and encourages them to be more innovative and to contribute to the competitiveness of the organisation more sustainably in the long term. Organisational culture does not have a significant moderating effect. The mediating effects of organisational innovation climate, ambidextrous leadership transmission on innovative behaviour are found, and have an indirect effect through their ability to improve organisational innovation climate. Keywords: ambidextrous leadership; organisational culture; organisational innovation climate; innovation behaviour. Penelitian ini menjelaskan bagaimana ambidextrous leadership memengaruhi perilaku inovasi, iklim inovasi organisasi, dan budaya organisasi di lingkungan kerja bagi karyawan. Penelitian ini dilakukan dengan menyurvei 167 karyawan di Malang, Jawa Timur, Indonesia, untuk memahami fenomena ini. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif, data survei yang dikumpulkan dari karyawan di industri jasa, dan pendekatan metode partial least square. Hasilnya, ambidextrous leadership, yang melibatkan pengembangan ide dan realisasi ide secara bersamaan, berdampak signifikan pada perilaku inovatif karyawan. Model kepemimpinan ambidextrous leadership secara efektif memberi karyawan ruang untuk mengembangkan ide-ide baru, yang mendorong karyawan untuk terlibat dalam perilaku yang lebih inovatif dan berkontribusi positif terhadap kemajuan dan daya saing organisasi dalam jangka panjang dan keberlanjutan. Peran moderasi budaya organisasi tidak secara signifikan memengaruhi variabel yang diteliti dan perilaku inovasi. Peran mediasi iklim inovasi organisasi, transmisi ambidextrous leadership pada perilaku inovatif karyawan dan berdampak secara tidak langsung melalui kemampuannya untuk menumbuhkan iklim organisasi yang inovatif. Kata kunci:    ambidextrous leadership; budaya organisasi; iklim inovasi organisasi; perilaku inovasi.
FRAUD DIAMOND SEBAGAI INDIKATOR DECEPTIVE INCOME SMOOTHING DI PERUSAHAAN PERBANKAN PUBLIK INDONESIA Juniarty, Daniella Angelika; Kurniawati, Anggreni Dian
Modus Vol. 37 No. 1 (2025): VOL 37 NO 1 (2025)
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v37i1.10252

Abstract

This study aims to investigate how the fraud diamond analysis framework affects the potential of deceptive income smoothing in Indonesian banking companies. Banking companies are firms that operate under very strict regulations and are vital to the Indonesian economy, nevertheless infrequently investigated, particularly given the high likelihood of vulnerability associated with excessive income smoothing practices. The four elements of fraud diamond are pressure, opportunity, rationalization, and capability. This approach served as the foundation for analyzing the prevalence of excessive income smoothing practices in the banking sector in this study. This study employs a quantitative method with archival data with the sample comprises 41 publicly traded banking companies from 2019 to 2022. Following the effects of the COVID-19 pandemic on banking institutions, this time frame was used to additionally observe the degree of susceptibility to income smoothing. The independent variables in this study are the elements of the fraud diamond measured by financial stability, ineffective monitoring, change in auditor, and the frequency of CEO tenure experience, while the dependent variable is income smoothing. Logistic regression is used to conduct hypothesis testing. The results of this study indicate that auditor rotation affects income smoothing, while the other three variables, namely financial stability, ineffective supervision, and the frequency of CEO tenure experience, do not affect income smoothing. The results of this study can assist management in developing effective policies to detect and prevent excessive income smoothing practices in banking companies. Keywords:    fraud diamond; deceptive income smoothing; banking companies; fraudulent financial reporting. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kerangka analisis fraud diamond terhadap potensi perataan laba yang menipu pada perusahaan sektor perbankan di Indonesia. Perusahaan perbankan merupakan perusahaan yang memiliki regulasi yang sangat ketat dan sangat krusial bagi perekonomian Indonesia, namun masih jarang diteliti, apalagi sektor ini memiliki probabilitas kerentanan yang tinggi terkait praktik perataan laba yang berlebihan. Fraud diamond terdiri dari empat elemen yaitu tekanan, kesempatan, rasionalisasi, dan kapabilitas. Kerangka ini digunakan sebagai landasan analisis terjadinya praktik perataan laba yang berlebihan di sektor perbankan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data arsip dan sampel penelitian berjumlah 41 perusahaan perbankan publik pada tahun 2019-2022. Periode ini dipilih untuk melihat pula tingkat kerentanan perataan laba yang menipu pasca dampak pandemi Covid-19 pada perusahaan perbankan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah elemen fraud diamond yang diukur dengan stabilitas keuangan, pemantauan yang tidak efektif, pergantian auditor, dan frekuensi pengalaman jabatan CEO, sedangkan variabel dependennya adalah perataan laba. Regresi logistik digunakan untuk melakukan pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pergantian auditor berpengaruh terhadap perataan laba, sedangkan ketiga variabel lainnya yaitu stabilitas keuangan, pengawasan yang tidak efektif, dan frekuensi pengalaman jabatan CEO tidak berpengaruh terhadap perataan laba. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada manajemen dalam upaya membuat kebijakan yang efektif untuk mendeteksi dan mencegah praktik perataan laba yang berlebihan di perusahaan perbankan. Kata kunci:    fraud diamond; perataan laba yang menipu; perusahaan perbankan; kecurangan laporan keuangan.
KEPUASAN KERJA MEMEDIASI PENGARUH PENGEMBANGAN KARIER DAN PERSAHABATAN TERHADAP NIAT TETAP BEKERJA Novitiya, Kezia Chris; Putranta, Martinus Parnawa
Modus Vol. 37 No. 1 (2025): VOL 37 NO 1 (2025)
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v37i1.10713

Abstract

High employee turnover poses a significant challenge for outsourcing companies, especially with Generation Z's dominance, which has a flexible career orientation. This turnover increases operational costs and reduces productivity, making employee retention a strategic issue. This study examines the impact of career development and workplace friendships on the intention to stay, with job satisfaction as a mediating variable, among Generation Z employees in outsourcing companies. Data from 180 respondents were collected through online questionnaires using purposive sampling. PLS-SEM analysis revealed: (a) career development significantly influences job satisfaction and the intention to stay; (b) workplace friendships enhance job satisfaction; and (c) job satisfaction mediates the relationship between career development and workplace friendships with the intention to stay. The findings highlight the importance of clear career development programs and supportive interpersonal environments while contributing to the literature on retaining Gen Z employees in outsourcing companies through job satisfaction as a mediator. Keywords: career development; workplace friendship; job satisfaction; intention to stay.  Tingkat perputaran karyawan yang tinggi menjadi tantangan besar bagi perusahaan outsourcing, terutama dengan dominasi Generasi Z yang memiliki orientasi karier fleksibel. Tingginya perputaran ini meningkatkan biaya operasional dan menurunkan produktivitas, menjadikan retensi karyawan sebagai isu strategis. Penelitian ini menganalisis pengaruh pengembangan karier dan persahabatan di tempat kerja terhadap niat untuk tetap bekerja, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi, pada karyawan Generasi Z di perusahaan outsourcing. Data dikumpulkan dari 180 responden melalui kuesioner daring dengan metode purposive sampling. Analisis PLS-SEM menunjukkan bahwa: (a) pengembangan karier secara signifikan memengaruhi kepuasan kerja dan niat untuk tetap bekerja; (b) persahabatan di tempat kerja meningkatkan kepuasan kerja; dan (c) kepuasan kerja memediasi hubungan antara pengembangan karier dan persahabatan di tempat kerja terhadap niat untuk tetap bekerja. Temuan ini menyoroti pentingnya program karier yang jelas dan lingkungan kerja yang mendukung, serta memperkaya literatur tentang retensi karyawan Gen Z di perusahaan outsourcing melalui mediasi kepuasan kerja. Kata kunci:    pengembangan karier; persahabatan di tempat kerja; kepuasan kerja; niat untuk tetap bekerja
The Role of Leadership Style, Work Environment, and Compensation on Employee Performance at PT. PDAM Tirta Moedal Semarang City Kasturi, Dila Nor; Panjaitan, Roymon
Modus Vol. 38 No. 1 (2026): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v38i1.11602

Abstract

In the development of the business world, high-quality and professional human resources are crucial for companies. This study aims to determine how leadership style, work environment, and compensation affect employee performance at PT. PDAM Tirta Moedal, Semarang City. The data collection technique used in this research is a quantitative approach through the distribution of questionnaires. The sampling method applied is purposive sampling, with a total of 100 respondents. Data analysis was conducted using Smart PLS version 4 software, employing both outer model and inner model analysis. The results of the study indicate that the work environment and compensation have a significant influence on employee performance, while leadership style has a positive but not significant effect. By establishing clear and measurable standard operating procedures as a reference for employee performance, this study identifies high-quality human resources capable of improving overall employee performance. Keywords: leadership style; work environment; compensation; employee performance.   Pada perkembangan dunia bisnis, sumber daya berkualitas tinggi dan profesional sangat penting bagi perusahaan. Studi ini bertujuan untuk menguji pengaruh gaya kepemimpinan, lingkungan kerja, dan kompensasi terhadap kinerja karyawan di PT. PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner. Metode dalam pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 100 responden. Teknik analisis menggunakan software Smart PLS versi 4.0 dengan analisis outer model dan inner model. Hasil studi menyatakan lingkungan kerja serta kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan gaya kepemimpinan berpengaruh positif namun tidak signifikan. Dengan membuat standar operasional yang jelas dan dapat diukur sebagai acuan kinerja karyawan, sumber daya berkualitas tinggi yang dapat meningkatkan kinerja karyawan dapat ditemukan melalui studi ini. Kata kunci: gaya kepemimpinan; lingkungan kerja; kompensasi; kinerja karyawan.  
Pengaruh Literasi Keuangan, Fintech, dan Gaya Hidup Hedonisme Terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Dengan Gender Sebagai Variabel Moderasi Wardhani, Nisita; Wulandari, Indah
Modus Vol. 38 No. 1 (2026): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v38i1.12384

Abstract

This study aims to investigate the impact of financial literacy, financial technology (fintech), and lifestyle hedonism on students' financial management practices, with gender as a moderating variable. A quantitative methodology was used, employing snowball sampling techniques to collect data from 406 students actively enrolled in Sleman, DIY. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM) facilitated by SmartPLS software. The conclusions drawn from this study indicate that financial literacy and fintech significantly improve financial management, whereas lifestyle hedonism has a negative impact. From a moderation perspective, gender does not moderate the relationship between financial literacy or lifestyle hedonism and financial management. However, it has been shown that gender influences the relationship between fintech and financial management. Keywords: financial literacy, fintech, hedonism, financial management, gender.   Upaya penelitian berusaha untuk menginvestigasi dampak literasi keuangan, teknologi keuangan (fintech), dan hedonisme gaya hidup pada praktik pengelolaan keuangan mahasiswa, dengan fungsi gender sebagai variabel moderasi. Metodologi kuantitatif digunakan menggunakan teknik pengambilan sampel snowball untuk mengumpulkan data dari 406 mahasiswa yang terdaftar secara aktif di Sleman, DIY. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) yang difasilitasi oleh perangkat lunak SmartPLS. Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan dan fintech secara signifikan meningkatkan pengelolaan keuangan, sebaliknya, hedonisme gaya hidup memberlakukan dampak negatif. Dari sudut pandang moderasi, gender tidak memoderasi hubungan antara literasi keuangan atau hedonisme gaya hidup dan pengelolaan keuangan. Meskipun demikian, telah ditunjukkan bahwa gender mempengaruhi hubungan antara fintech dan pengelolaan keuangan. Kata kunci: literasi keuangan, fintech, hedonism, pengelolaan keuangan, gender
Hidup Minimalis dan Hidup Bahagia untuk Mencapai Kesejahteraan Finansial Ningtyas, Mega; Budianto, Eka Wahyu Hestya; Pradana, Ayub Wijayanti Sapta; Putri, Aurel Cinta Nurdiansyah
Modus Vol. 38 No. 1 (2026): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v38i1.13181

Abstract

This study investigates the influence of minimalism on happiness by examining the mediating role of financial well-being. The research is motivated by the increasing prevalence of consumerism in the digital era and the rise of minimalism as a counter-lifestyle that promotes simplicity, intentional consumption, and disciplined financial behavior. Using a quantitative approach, data were collected through a structured questionnaire distributed to 385 respondents from Generation Y and Generation Z. The data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The results indicate that minimalism has a significant positive effect on financial well-being and happiness. Financial well-being is also found to significantly predict happiness and mediate the relationship between minimalism and happiness, suggesting that minimalist practices enhance emotional clarity while simultaneously strengthening financial security. These findings expand the theoretical understanding of lifestyle behaviors and their impact on subjective well-being, highlighting financial well-being as a crucial mechanism through which minimalism contributes to happiness. Practically, this study provides insights for individuals, educators, and policymakers to encourage simple living and financially responsible behavior as effective strategies for improving overall quality of life. Keywords: minimalism, financial well-being, happiness, SEM-PLS.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh minimalisme terhadap kebahagiaan dengan mempertimbangkan peran kesejahteraan finansial sebagai variabel mediasi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya gaya hidup konsumtif di era digital serta tren minimalisme yang berkembang sebagai respons terhadap tekanan materialistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 385 responden Generasi Y dan Generasi Z, kemudian data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minimalisme berpengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan finansial dan kebahagiaan. Selain itu, kesejahteraan finansial ditemukan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kebahagiaan serta berperan sebagai mediator dalam hubungan antara minimalisme dan kebahagiaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa gaya hidup minimalis tidak hanya memberikan manfaat psikologis, tetapi juga meningkatkan keamanan finansial yang pada akhirnya mendorong tercapainya kebahagiaan. Secara teoritis, penelitian ini memperluas literatur mengenai hubungan antara gaya hidup, kesejahteraan finansial, dan kebahagiaan. Secara praktis, hasil penelitian memberikan implikasi bagi individu, lembaga pendidikan, dan pembuat kebijakan untuk mendorong penerapan gaya hidup yang lebih sederhana dan bijak secara finansial sebagai strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kata kunci: minimalisme, kesejahteraan finansial, kebahagian, SEM-PLS
Transformasi Akuntansi Digital dan Inovasi Bisnis UMKM di Era Digital: Pendekatan Netnografi Sharon, St Salmah; Basir , Mustika Kusuma; Farmillah, Annisa Nadya; Pagiling, Novieanty; Burhanuddin, Fia Fauzia; Arif, Muh
Modus Vol. 38 No. 1 (2026): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v38i1.13711

Abstract

This study aims to explore the role of digital accounting transformation in supporting business innovation, particularly for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) active on digital platforms, and to understand its contribution in increasing MSME adaptability in the digital economy era. This study uses a netnographic approach through three months of participatory observation in digital discussion forums, social media groups, and online communities that serve as interaction spaces for digital MSME actors. The unit of analysis is uploaded content, comments, and interactive discourses discussing digital accounting practices, the use of accounting software, and data-driven decision-making experiences in online spaces. The research findings indicate that digital accounting transformation not only improves the efficiency and accuracy of financial reporting, but also strengthens data-driven decision-making, encourages cross-platform collaboration, and enables faster responses to market dynamics through the integration of technologies such as artificial intelligence and automation in MSME business processes. However, this study has limitations because it focuses on observations in the digital space, so it does not fully represent the implementation of digital accounting in offline operational activities, and the involvement of business actors is still limited to online interactions. The implications of this study emphasize the importance of strengthening digital literacy capacity and developing adaptive accounting systems to support the sustainability of MSME business innovation in the digital economy era. The research's originality lies in the use of netnography method to examine the dynamics of digital accounting transformation within online MSME communities, an approach that is still relatively rare in contextual accounting research in the digital era. Keywords:    digital accounting; business innovation; digital economy; netnography; technological transformation.   Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran transformasi akuntansi digital dalam menopang inovasi bisnis, khususnya pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang aktif di platform digital, serta memahami kontribusinya dalam meningkatkan daya adaptasi UMKM di era ekonomi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan netnografi melalui observasi partisipatif selama tiga bulan pada forum diskusi digital, grup media sosial, dan komunitas daring yang menjadi ruang interaksi pelaku UMKM digital dengan unit analisis berupa konten unggahan, komentar, dan diskursus interaktif yang membahas praktik akuntansi digital, penggunaan perangkat lunak akuntansi, serta pengalaman pengambilan keputusan berbasis data di ruang daring. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi akuntansi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi dan ketepatan pelaporan keuangan, tetapi juga memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, mendorong kolaborasi lintas platform, serta memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap dinamika pasar melalui integrasi teknologi seperti kecerdasan buatan dan otomatisasi dalam proses bisnis UMKM. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena berfokus pada observasi di ruang digital sehingga belum sepenuhnya merepresentasikan implementasi akuntansi digital pada aktivitas operasional offline, serta keterlibatan pelaku usaha yang masih terbatas pada interaksi daring. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas literasi digital dan pengembangan sistem akuntansi yang adaptif guna mendukung keberlanjutan inovasi bisnis UMKM di era ekonomi digital. Orisinalitas penelitian terletak pada penggunaan metode netnografi untuk mengkaji dinamika transformasi akuntansi digital dalam komunitas daring UMKM, suatu pendekatan yang masih relatif jarang diterapkan dalam penelitian akuntansi kontekstual di era digital. Kata kunci:   akuntansi digital; inovasi bisnis; ekonomi digital; netnografi; transformasi teknologi.
Mengapa Generasi Z Bertahan? Peran Empathic Leadership dalam Menekan Turnover Pekerja Generasi Z Emmanuella, Evelyn Joyce; Putri, Calista Nathania Rendra; Ferdinan, Refigo Syahdan; Ferdinan, Bernardus Aris
Modus Vol. 38 No. 1 (2026): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v38i1.13821

Abstract

This study aims to examine the spiral effect of incivility and its impact on Generation Z workers in Surabaya. The respondents of this study were 200 non-managerial workers who belonged to Generation Z. The location of the study was Surabaya. The data was distributed using Google Forms and processed using structural equation modeling (SEM) with the Smart Pls tool. The results of the study indicate that family incivility has a positive influence on workplace incivility, workplace incivility has a positive influence on turnover intention, workplace incivility mediates the influence of family incivility on turnover intention, and emphatic leadership moderates by weakening the positive effect of workplace incivility on turnover intention. The practical implications of this study are that organizations need to manage workplace incivility because this behavior is not only an internal office problem but can also originate from external problems (family). Organizations need to create training to build empathy, provide work-family counseling, and build a culture of mutual respect. Strict sanctions for violations can be one of the efforts to prevent the spiral effect of incivility and protect victims. Keywords: family incivility, workplace incivility, emphatic leadership, turnover intention.   Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji efek spiral dari ketidaksopanan dan dampak yang ditimbulkan pada pekerja generasi Z di Kota Surabaya. Responden dari penelitian adalah 200 pekerja non managerial yang masuk dalam kategori generasi Z. Lokasi penelitian adalah Kota Surabaya. Data didistribusikan menggunakan google form dan diproses menggunakan struktural equation modelling (SEM) dengan alat Smart Pls. Hasil penelitian menyatakan bahwa family incivility memiliki pengaruh positif terhadap workplace incivility, workplace incivility memiliki pengaruh positif terhadap turnover intention, workplace incivility memediasi pengaruh family incivility terhadap turnover intention, dan emphatic leadership memoderasi dengan melemahkan efek positif workplace incivility terhadap turnover intention. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah organisasi perlu mengelola workplace incivility karena perilaku ini bukan hanya masalah internal kantor, tetapi juga dapat bersumber dari masalah eksternal (keluarga). Organisasi perlu membuat pelatihan untuk membangun rasa empati, menyediakan konseling kerja-keluarga, dan membangun budaya saling menghormati. Sanksi tegas terhadap pelanggaran dapat menjadi salah satu upaya untuk mencegah efek spiral dari ketidaksopanan dan melindungi korban. Kata kunci: family incivility, workplace incivility, emphatic leadership, turnover intention.
Peran Entrepreneurial Creativity dalam Memediasi Pengaruh Financial Literacy dan Innovation Capability terhadap Kesuksesan Wirausaha UMKM Kuliner Jakarta Pusat Suryapon, Michelle; Rodhiah
Modus Vol. 38 No. 1 (2026): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v38i1.13830

Abstract

The success of MSMEs cannot be separated from the efficiency of resource management, especially the level of financial literacy. Solid financial knowledge allows MSME entrepreneurs to plan their finances, manage operational capital, and make business choices that can improve business results. This study aims to analyze the influence of financial literacy and innovation ability on the success of culinary MSME entrepreneurs in Central Jakarta with entrepreneurial creativity as a mediating variable. This study uses a sample of 145 culinary business actors, which were selected using purposive sampling in Central Jakarta. The study used a quantitative approach with a cross-sectional design. Data was collected through an online questionnaire using a google form and offline by visiting the culinary MSME actors who were selected as sample members. Data analysis was carried out using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the help of SmartPLS software. The results of the study show that financial literacy has a positive effect on entrepreneurial creativity and entrepreneurial success, while innovation ability does not have a direct effect on entrepreneurial success, but has a positive effect on entrepreneurial creativity. Furthermore, entrepreneurial creativity has been proven to have a positive effect on entrepreneurial success and mediates the relationship between financial literacy and innovation ability to entrepreneurial success. These findings indicate that the success of MSMEs is not only determined by the ability to manage finances and innovate, but also by the ability to process both into creative business ideas and strategies. Therefore, the development of MSMEs needs to be focused on improving financial literacy, innovation skills, and entrepreneurial creativity in an integrated manner. Keywords: financial literacy; innovation; creativity; entrepreneurial success; MSMEs.   Kesuksesan UMKM tidak bisa dipisahkan dari efisiensi pengelolaan sumber daya, khususnya tingkat literasi keuangan. Pengetahuan keuangan yang solid memungkinkan pengusaha UMKM merencanakan keuangan, mengatur modal operasional, serta membuat pilihan bisnis yang lebih dapat meningkatkan hasil usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan kemampuan inovasi terhadap kesuksesan wirausaha UMKM kuliner di Jakarta Pusat dengan kreativitas kewirausahaan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 145 pelaku usaha kuliner , yang dipilih menggunakan purposive sampling yang terdapat di Jakarta Pusat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner secara online dengan menggunakan google form dan secara offline dengan mendatangi secara langsung ke pelaku UMKM kuliner yang dipilih menggunakan sebagai anggota sampel. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kreativitas kewirausahaan dan kesuksesan wirausaha, sedangkan kemampuan inovasi tidak berpengaruh langsung terhadap kesuksesan wirausaha, tetapi berpengaruh positif terhadap kreativitas kewirausahaan. Selanjutnya, kreativitas kewirausahaan terbukti berpengaruh positif terhadap kesuksesan wirausaha serta memediasi hubungan antara literasi keuangan dan kemampuan inovasi terhadap kesuksesan wirausaha. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengelola keuangan dan berinovasi, tetapi juga oleh kemampuan mengolah keduanya menjadi ide dan strategi bisnis yang kreatif. Oleh karena itu, pengembangan UMKM perlu difokuskan pada peningkatan literasi keuangan, kemampuan inovasi, dan kreativitas kewirausahaan secara terintegrasi. Kata kunci: literasi keuangan; inovasi; kreativitas; kesuksesan wirausaha; UMKM  
Kepemimpinan Berkelanjutan Sebagai Pilar Strategis Keberlanjutan Organisasional Lini Pendidikan Purbiyati, Yuliana Sri
Modus Vol. 38 No. 1 (2026): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v38i1.13848

Abstract

Achieving goals is crucial in any organization. Therefore, ideally, any organization should remain sustainable. Schools are one type of organization that faces threats to their sustainability. School stagnation is a phenomenon that threatens the sustainability of schools. The primary phenomenon is that schools are unable to sustainably survive due to a lack of new students and costs perceived as prohibitive by parents. On the one hand, when schools remain sustainable, they provide many contributions to society, specifically through various inclusive, equitable, and quality learning opportunities. The purpose of this study is to answer the research problem, namely the influence of sustainable leadership on school organizational sustainability through human resource competencies and school-community partnerships as sequential mediators. This study is a study of work units in schools, so the research sample consists of 20 work units in Senior High Schools. Data collection for this study uses a census approach, meaning all members of the population are used as research data. In the high school where the research took place, there are 20 work units, all of which are used as data for analysis in this study. This study uses partial least squares structural equality modeling (PLS-SEM) to test the hypothesis. The findings of this study indicate a significant, positive, and strong relationship between sustainable leadership and organizational sustainability, mediated sequentially by human resource competency and school-community partnerships. This study has practical implications for school principals and work unit coordinators to recognize the benefits of sustainable leadership, human resource competency, and school-community partnerships in building school organizational sustainability. Further research is needed to examine the influence of sustainable leadership on organizational sustainability from the perspective of indirect relationships, both through mediators and mediation, by expanding the sample or using other variables. Future research can also examine the same topic with a qualitative approach. Keywords:    sustainability leadership; organizational sustainability; human resource competence; school-community partnership.   Hal yang sangat penting dalam organisasi adalah mencapai tujuan. Untuk itu, idealnya organisasi apapun bentuknya terus berkelanjutan. Sekolah merupakan salah satu bentuk organisasi yang memiliki ancaman terkait dengan keberlanjutan organisasionalnya. Stagnasi sekolah merupakan salah satu fenomena yang mengancam keberlanjutan organisasional sekolah. Fenomena utama sekolah tidak mampu bertahan hidup berkelanjutan karena kekurangan murid baru  dan biaya dipandang berat oleh orang tua murid. Di satu sisi, ketika sekolah terus berkeberlanjutan maka sekolah memberikan banyak kontribusi bagi masyarakat, secara khusus adalah berbagai  kesempatan  belajar  yang  inklusif,  adil,  dan  berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan penelitian ini, yaitu pengaruh kepemimpinan keberlanjutan terhadap keberlanjutan organisasional sekolah melalui kompetensi sumber daya manusia dan kemitraan sekolah-masyarakat sebagai mediasi secara berurutan. Penelitian ini adalah penelitian pada unit kerja yang ada di sekolah maka sampel penelitian terdiri dari 20 unit kerja di Sekolah Menengah Atas (SMA). Pengumpulan data penelitian ini menggunakan pendekatan sensus, yaitu semua anggota populasi digunakan sebagai data penelitian. Di SMA yang menjadi tempat penelitian, terdapat 20 unit kerja, yang semuanya digunakan sebagai data untuk analisis dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan partial  least  squares  structural  equality  modeling  (PLS-SEM) untuk menguji hipotesis. Temuan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan, positif, dan kuat pada pengaruh kepemimpinan keberlanjutan terhadap keberlanjutan organisasional yang dimediasi secara berurutan oleh kompetensi sumber daya manusia dan kemitraan sekolah-masyarakat. Penelitian ini memiliki implikasi praktis bagi kepala sekolah dan koordinator unit kerja untuk mengenali manfaat kepemimpinan keberlanjutan, kompetensi sumber daya manusia, kemitraan sekolah-masyarakat dalam membangun keberlanjutan organisasional sekolah. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengkaji pengaruh kepemimpinan keberlanjutan terhadap keberlanjutan organisasional dari segi hubungan tidak langsung baik melalui mediator maupun mediasi dengan memperluas sampel atau dengan variabel lain. Penelitian di masa depan juga dapat meneliti topik yang sama dengan pendekatan kualitatif. Kata kunci: kepemimpinan keberlanjutan; keberlanjutan organisasional; kompetensi sumber daya manusia; kemitraan sekolah-masyarakat. 

Filter by Year

2013 2026