cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
MODUS-Jurnal Ekonomi dan Bisnis
ISSN : 08521875     EISSN : 25493787     DOI : -
Core Subject : Economy,
MODUS Journal published twice a year in March and September. This journal publish empirical and conceptual research in the areas of accounting, economics, business and management and first published in 1983 by the Faculty of Economics, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This journal open to researchers and academics who are interested in writing articles in the fields of accounting, economics, business and management to be published.
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
PERAN MODERASI DAN MEDIASI PERILAKU INOVASI: HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN AMBIDEXTROUS, BUDAYA ORGANISASI DAN IKLIM INOVASI ORGANISASI Khan, Ryan Basith Fasih; Mardliyah, Imayatin; Salsabila, Aqila; Fitriah, Aida
Modus Vol. 37 No. 1 (2025): VOL 37 NO 1 (2025)
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v37i1.10120

Abstract

This study aims to explain how ambidextrous leadership affects innovative behaviour, organisational innovation climate, and organisational culture at workplace environment on employees. A survey of 167 employees in Malang, East Java was carried out to understand this phenomenon. This study uses quantitative approach, and data were collected from employees in the services industry by using partial least square method. The results show that ambidextrous leadership, which involves idea development and realisation simultaneously, significantly affects employees’ innovative behaviour. Ambidextrous leadership effectively allows employees to develop new ideas and encourages them to be more innovative and to contribute to the competitiveness of the organisation more sustainably in the long term. Organisational culture does not have a significant moderating effect. The mediating effects of organisational innovation climate, ambidextrous leadership transmission on innovative behaviour are found, and have an indirect effect through their ability to improve organisational innovation climate. Keywords: ambidextrous leadership; organisational culture; organisational innovation climate; innovation behaviour. Penelitian ini menjelaskan bagaimana ambidextrous leadership memengaruhi perilaku inovasi, iklim inovasi organisasi, dan budaya organisasi di lingkungan kerja bagi karyawan. Penelitian ini dilakukan dengan menyurvei 167 karyawan di Malang, Jawa Timur, Indonesia, untuk memahami fenomena ini. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif, data survei yang dikumpulkan dari karyawan di industri jasa, dan pendekatan metode partial least square. Hasilnya, ambidextrous leadership, yang melibatkan pengembangan ide dan realisasi ide secara bersamaan, berdampak signifikan pada perilaku inovatif karyawan. Model kepemimpinan ambidextrous leadership secara efektif memberi karyawan ruang untuk mengembangkan ide-ide baru, yang mendorong karyawan untuk terlibat dalam perilaku yang lebih inovatif dan berkontribusi positif terhadap kemajuan dan daya saing organisasi dalam jangka panjang dan keberlanjutan. Peran moderasi budaya organisasi tidak secara signifikan memengaruhi variabel yang diteliti dan perilaku inovasi. Peran mediasi iklim inovasi organisasi, transmisi ambidextrous leadership pada perilaku inovatif karyawan dan berdampak secara tidak langsung melalui kemampuannya untuk menumbuhkan iklim organisasi yang inovatif. Kata kunci:    ambidextrous leadership; budaya organisasi; iklim inovasi organisasi; perilaku inovasi.
FRAUD DIAMOND SEBAGAI INDIKATOR DECEPTIVE INCOME SMOOTHING DI PERUSAHAAN PERBANKAN PUBLIK INDONESIA Juniarty, Daniella Angelika; Kurniawati, Anggreni Dian
Modus Vol. 37 No. 1 (2025): VOL 37 NO 1 (2025)
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v37i1.10252

Abstract

This study aims to investigate how the fraud diamond analysis framework affects the potential of deceptive income smoothing in Indonesian banking companies. Banking companies are firms that operate under very strict regulations and are vital to the Indonesian economy, nevertheless infrequently investigated, particularly given the high likelihood of vulnerability associated with excessive income smoothing practices. The four elements of fraud diamond are pressure, opportunity, rationalization, and capability. This approach served as the foundation for analyzing the prevalence of excessive income smoothing practices in the banking sector in this study. This study employs a quantitative method with archival data with the sample comprises 41 publicly traded banking companies from 2019 to 2022. Following the effects of the COVID-19 pandemic on banking institutions, this time frame was used to additionally observe the degree of susceptibility to income smoothing. The independent variables in this study are the elements of the fraud diamond measured by financial stability, ineffective monitoring, change in auditor, and the frequency of CEO tenure experience, while the dependent variable is income smoothing. Logistic regression is used to conduct hypothesis testing. The results of this study indicate that auditor rotation affects income smoothing, while the other three variables, namely financial stability, ineffective supervision, and the frequency of CEO tenure experience, do not affect income smoothing. The results of this study can assist management in developing effective policies to detect and prevent excessive income smoothing practices in banking companies. Keywords:    fraud diamond; deceptive income smoothing; banking companies; fraudulent financial reporting. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kerangka analisis fraud diamond terhadap potensi perataan laba yang menipu pada perusahaan sektor perbankan di Indonesia. Perusahaan perbankan merupakan perusahaan yang memiliki regulasi yang sangat ketat dan sangat krusial bagi perekonomian Indonesia, namun masih jarang diteliti, apalagi sektor ini memiliki probabilitas kerentanan yang tinggi terkait praktik perataan laba yang berlebihan. Fraud diamond terdiri dari empat elemen yaitu tekanan, kesempatan, rasionalisasi, dan kapabilitas. Kerangka ini digunakan sebagai landasan analisis terjadinya praktik perataan laba yang berlebihan di sektor perbankan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data arsip dan sampel penelitian berjumlah 41 perusahaan perbankan publik pada tahun 2019-2022. Periode ini dipilih untuk melihat pula tingkat kerentanan perataan laba yang menipu pasca dampak pandemi Covid-19 pada perusahaan perbankan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah elemen fraud diamond yang diukur dengan stabilitas keuangan, pemantauan yang tidak efektif, pergantian auditor, dan frekuensi pengalaman jabatan CEO, sedangkan variabel dependennya adalah perataan laba. Regresi logistik digunakan untuk melakukan pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pergantian auditor berpengaruh terhadap perataan laba, sedangkan ketiga variabel lainnya yaitu stabilitas keuangan, pengawasan yang tidak efektif, dan frekuensi pengalaman jabatan CEO tidak berpengaruh terhadap perataan laba. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada manajemen dalam upaya membuat kebijakan yang efektif untuk mendeteksi dan mencegah praktik perataan laba yang berlebihan di perusahaan perbankan. Kata kunci:    fraud diamond; perataan laba yang menipu; perusahaan perbankan; kecurangan laporan keuangan.
KEPUASAN KERJA MEMEDIASI PENGARUH PENGEMBANGAN KARIER DAN PERSAHABATAN TERHADAP NIAT TETAP BEKERJA Novitiya, Kezia Chris; Putranta, Martinus Parnawa
Modus Vol. 37 No. 1 (2025): VOL 37 NO 1 (2025)
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v37i1.10713

Abstract

High employee turnover poses a significant challenge for outsourcing companies, especially with Generation Z's dominance, which has a flexible career orientation. This turnover increases operational costs and reduces productivity, making employee retention a strategic issue. This study examines the impact of career development and workplace friendships on the intention to stay, with job satisfaction as a mediating variable, among Generation Z employees in outsourcing companies. Data from 180 respondents were collected through online questionnaires using purposive sampling. PLS-SEM analysis revealed: (a) career development significantly influences job satisfaction and the intention to stay; (b) workplace friendships enhance job satisfaction; and (c) job satisfaction mediates the relationship between career development and workplace friendships with the intention to stay. The findings highlight the importance of clear career development programs and supportive interpersonal environments while contributing to the literature on retaining Gen Z employees in outsourcing companies through job satisfaction as a mediator. Keywords: career development; workplace friendship; job satisfaction; intention to stay.  Tingkat perputaran karyawan yang tinggi menjadi tantangan besar bagi perusahaan outsourcing, terutama dengan dominasi Generasi Z yang memiliki orientasi karier fleksibel. Tingginya perputaran ini meningkatkan biaya operasional dan menurunkan produktivitas, menjadikan retensi karyawan sebagai isu strategis. Penelitian ini menganalisis pengaruh pengembangan karier dan persahabatan di tempat kerja terhadap niat untuk tetap bekerja, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi, pada karyawan Generasi Z di perusahaan outsourcing. Data dikumpulkan dari 180 responden melalui kuesioner daring dengan metode purposive sampling. Analisis PLS-SEM menunjukkan bahwa: (a) pengembangan karier secara signifikan memengaruhi kepuasan kerja dan niat untuk tetap bekerja; (b) persahabatan di tempat kerja meningkatkan kepuasan kerja; dan (c) kepuasan kerja memediasi hubungan antara pengembangan karier dan persahabatan di tempat kerja terhadap niat untuk tetap bekerja. Temuan ini menyoroti pentingnya program karier yang jelas dan lingkungan kerja yang mendukung, serta memperkaya literatur tentang retensi karyawan Gen Z di perusahaan outsourcing melalui mediasi kepuasan kerja. Kata kunci:    pengembangan karier; persahabatan di tempat kerja; kepuasan kerja; niat untuk tetap bekerja

Filter by Year

2013 2025