cover
Contact Name
Arsyad Ramadhan Darlis
Contact Email
arsyad@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jte.itenas@itenas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika
ISSN : 23388323     EISSN : 24599638     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ELKOMIKA diterbitkan 3 (tiga) kali dalam satu tahun pada bulan Januari, Mei dan September. Jurnal ini berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya pada Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, dan Teknik Elektronika.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1: Published January - June 2017" : 9 Documents clear
Indeks Subjeks dan Indeks Pengarang -, - INDEKS
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 5, No 1: Published January - June 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v5i1.

Abstract

Indeks Subjeks dan Indeks Pengarang
Perancangan Alat Ukur Sudut Tekuk Lutut Wireless menggunakan Sensor Gyroscope berbasis ATMega 328 dan ATMega 2560 PERKASA, TEGUH; RACHMAT, HENDI HANDIAN
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 5, No 1: Published January - June 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v5i1.30

Abstract

ABSTRAKPada penelitian ini, sensor Gyroscope digunakan sebagai alat pengukur sudut lutut. Pengukuran sudut ini dilakukan untuk mendiagnosis penyakit pada pasien yang mengalami gangguan atau cedera lutut dan evaluasi pola jalan manusia. Alat pengukur sudut ini terdiri dari 3 sistem yaitu sistem tungkai bawah, sistem tungkai atas dan sistem komunikasi data. Media komunikasi data yang digunakan adalah radio frekuensi 2,4 GHz untuk mentransfer data sudut lutut antar sistem secara wireless. Sensor Gyroscope ditempelkan pada suatu divais mekanik berbahan acrylic sebagai representasi sistem tungkai kaki bawah dan sistem tungkai kaki atas. Kedua sensor tersebut digunakan untuk mengukur percepatan sudut dari kedua sistem tungkai kaki. Kemudian data tersebut diolah menjadi nilai sudut lutut menggunakan kontroler berbasis Arduino. Pengujian alat ini mencakup pengujian sistem tungkai bawah, sistem tungkai atas dan sistem komunikasi data. Dari hasil pengujian diperoleh nilai error sebesar 3 derajat untuk sistem tungkai bawah dan 2 derajat untuk sistem tungkai atas terhadap hasil pengukuran dengan goniometer yang biasa digunakan untuk mengukur sudut lutut oleh tenaga medis. Sistem komunikasi data wireless juga telah berhasil mengirimkan data sudut secara utuh.Kata Kunci: Arduino, Gyroscope, Radio Frekuensi, Sudut lutut, Wireless.ABSTRACTGyroscope sensor was used to measure a knee angle. The angle measurement is useful to diagnose an early symptom of some patient with disorders or knee injuries as well as to evaluation of gait analysis. The device consist of three system i.e. lower limb system, upper limb system and communication. The radio frequency of 2.4 GHz was used to transfer knee angle data between two systems. Gyroscope sensor were affixed on upper and lower part of the mechanical hinge device that built from acrylic. These device device was representative of the knee joint. Both sensors were used to measure the angular acceleration between the upper part and lower part of leg. The data is then processed into value-based knee angle using Arduino controller. All three system were tested to measure the lower limb angle and the upper limb angel. The results showed that error angle measurment of the lower limb and upper limb are 3 degrees and 2 degrees, respectively, relative to a goniometer measurement as a standard non electronics tool to measure the knee angle. In addition, the data was also successfully transferred wirelessly.Keywords: Arduino, Gyroscope, Radio Frequency, Knee angle, Wireless.
Studi Keandalan Ketersediaan Daya Pembangkit Listrik pada Jaringan Daerah “X” SYAHRIAL, SYAHRIAL; SAWITRI, KANIA; GEMAHAPSARI, PARTRIANTI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 5, No 1: Published January - June 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v5i1.93

Abstract

ABSTRAKKeandalan tenaga listrik didefinisikan sebagai peluang dari suatu peralatan untuk beroperasi sesuai dengan fungsinya dalam suatu selang waktu tertentu dan dalam suatu kondisi operasi tertentu, sehingga dapat memenuhi kebutuhan listrik konsumen. Keandalan ketersediaan daya suatu sistem pembangkit dapat diketahui berdasarkan indeks keandalan yaitu LOLP (Loss of Load Probability) dan UE (Unserved Energy). Penelitian dilakukan dengan merancang 2 model konfigurasi sistem pembangkit berdasarkan nilai beban puncak, kemudian mengambil data laju kegagalan dan laju perbaikan dari masing-masing komponen sistem pembangkit yang selanjutnya dipakai untuk menghitung nilai FOR (Forced Outage Rate). Nilai FOR yang telah diperoleh digunakan untuk menghitung nilai indeks keandalan menggunakan metode segmentasi. Konfigurasi sistem pembangkit skenario ke-2 memiliki nilai indeks keandalan lebih kecil dibandingkan dengan konfigurasi sistem pembangkit skenario ke-1 yaitu dengan LOLP sebesar 0,0000088248 hari/tahun dan UE sebesar 0,0584 KWH/tahun dengan total perkiraan biaya pada konfigurasi ini sebesar Rp 587.567.108,00.Kata kunci: Keandalan, metode segmentasi, LOLP, FOR, UEABSTRACTThe reliability of electric power is defined as the chance of an apparatus to operate in accordance with its function in a certain interval of time and in a certain operating conditions, so as to meet the electricity needs of consumers. The reliability of a power generation system availability can be determined based on the reliability index is LOLP (Loss of Load Probability) and UE (Unserved Energy). The study was conducted by designing two models generating system configuration based on the value of the peak load, and then retrieve the data failure rate and the rate of repair of the individual components of the next generation system which is used to calculate the value FOR (Forced Outage Rate). FOR Value that has been obtained is used to calculate the reliability index using segmentation method. Generating system configuration scenarios to-2 has a reliability index value is smaller than the generating system configuration scenarios to-1 that is by LOLP of 0.0000088248 days / year and the EU amounted to 0.0584 KWH / year with a total estimated cost in this configuration Rp 587,567,108.00.Keywords: Reliability, segmentation method, LOLP, FOR, UE
Karakteristik Osilometrik dari Simulator Tekanan Darah UGHI, FUAD; DEWANTO, GREGORIUS ALVIN
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 5, No 1: Published January - June 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v5i1.15

Abstract

ABSTRAKDalam proses evaluasi performa tensimeter otomatis, simulator tekanan darah biasa digunakan sebagai nilai referensi. Simulator akan memberikan osilasi tekanan yang merepresentasikan detak jantung pada manset tensimeter untuk menyimulasikan tekanan darah sesuai metode osilometrik. Studi ini merupakan bagian dari pengembangan simulator tekanan darah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik osilometrik dari sebuah simulator tekanan darah komersial, untuk kemudian digunakan sebagai data referensi untuk pengembangan simulator tekanan darah. Data osilometrik diambil dari simulator komersial dengan menggunakan sistem akuisisi data berbasis LabVIEW. Pengambilan data untuk beberapa simulasi tekanan darah orang dewasa yang tersedia pada simulator dilakukan dengan metode pengukuran deflasi. Data diperoleh dengan metode pengukuran deflasi. Titik mulai osilasi adalah 20 mmHg di atas nilai sistol dan terjadi perbedaan tingkat penurunan osilasi setelah 5 mmHg di bawa nilai diastol. Untuk detak jantung 80 detak per menit, osilasi terjadi setiap 750 milidetik. Nilai mean arterial pressure berbeda untuk tiap nilai tekanan darah.Kata kunci: karakteristik, osilometrik, simulator, tekanan darah, tensimeter.ABSTRACTIn a performance evaluation process of an automatic sphygmonamometer a blood pressure simulator is usually used as reference input. A blood pressure simulator will generates pressure oscillation which represents heart beat to simulates blood pressure as in oscillometric method. This study is part of development of low-cost blood pressure simulator. This study analyze oscillometric characteristic of a blood pressure simulator that the result is used as reference for the development of blood pressure simulator. Oscillometric data was acquired from a commercial simulator using data acquisition system that based on LabVIEW. Data was taken for a few preset blood pressure simulations with deflation measurement method. Data was gathered with deflation measurement method. Starting point of oscillation is at 20 mmHg above the sistolic value and there is different decreasing slope after 5 mmHg below the diastolic value. For pulse 80 beat per minute, the oscillation occurs every 750 milisecond. The mean arterial pressure is different for each blood pressure value.Keywords: characteristic, oscillometric, simulator, blood pressure, sphygmomanometer.
Analisis Perbandingan Kinerja Mach-Zehnder berdasarkan Ragam Format Modulasi pada Jaringan FTTH KARIMAH, ZULIA NURUL; HAMBALI, AKHMAD; SUWANDI, SUWANDI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 5, No 1: Published January - June 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v5i1.73

Abstract

ABSTRAKPada jurnal ini dibuat pemodelan link FTTH pada software Optisystem 7.0 untuk mengetahui pengaruh dari Kerr effect dengan membandingkan performansi serat optik kaca dan serat optik plastik berdasarkan format modulasi berupa NRZ, RZ, RZ-DPSK, RZ-DQPSK dan CSRZ. Terdapat dua skenario, dengan skenario pertama, variabel input yang diubah adalah format modulasi pada Mach-zehnder, sedangkan pada skenario kedua, variabel yang diubah adalah pemakaian serat optik yang dipakai, yaitu serat optik bahan kaca, plastik dan hybrid kaca plastik. Hasil simulasi menunjukkan dengan efek linier dan non-linier pada kabel kaca yang menghasilkan performansi jaringan dari yang terbaik, dengan Q factor di atas 6 dan BER di bawah 10-9 adalah NRZ, RZ, RZ-DPSK, CSRZ dan RZ-DQPSK. Sedangkan dengan penggunaan kabel PMMA, yang menunjukkan performansi jaringan yang baik adalah dengan konfigurasi G652D-G652D-PMMA pada format modulasi NRZ, RZ, RZ-DPSK dan RZ-DQPSK. Efek non-linier yang terjadi pada jaringan ini hanya SPM dan XPM.Kata kunci: FTTH, mach-zehnder, format modulasi, efek non-linier, GOF, POF.ABSTRACTIn this journal is creating a FTTH link on Optisystem software 7.0 to determine the effect of Kerr effect by comparing the performance of fiber optic glass and plastic optical fiber based on modulation formats such as NRZ, RZ, RZ-DPSK, RZ-DQPSK and CSRZ. There are two scenarios, first, input variables are changed based on format in Mach-zehnder modulator, while in the second scenario, the changed variable is the material of optical fiber, the materials are optical fiber glass, plastic and hybrid plastic and glass. The simulation results based on comparison with linear and nonlinear effects on glass optical fiber, which produce Q factor above 6 and BER below 10-9 are NRZ, RZ, RZ-DPSK, CSRZ and RZ-DQPSK. While the use of PMMA cable, which indicates good network performance is the configuration G652D-G652D-PMMA on the modulation format NRZ, RZ, RZ-DPSK and RZ-DQPSK. Nonlinear effects that occur in this network only SPM and XPM.Keywords: FTTH, mach-zehnder, modulation format, nonlinear effects, GOF, POF.
Rancang Bangun Alat Pengirim Sinyal Arus 4 -20 mA dari Pemancar Suhu melalui Jaringan GPRS NUGROHO, TRIYAN WAHYU; ALIYU, ASNIAR; PRASOJO, JOKO
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 5, No 1: Published January - June 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v5i1.1

Abstract

ABSTRAKPeralatan pengendalian proses dan akuisisi data pada industri migas umumnya menggunakan sinyal arus 4-20 mA. Masing-masing peralatan membutuhkan media untuk menyalurkan sinyal yang dihasilkan. Tujuan penelitian adalah mengimplementasikan suatu perangkat dengan tiga kanal masukan dan luaran untuk pengiriman sinyal arus 4-20 mA dan akuisisi data dari pemancar suhu pada jarak yang jauh. Pembacaan masukan sinyal arus menggunakan ADC pada mikrokontroler dan transmisi data menggunakan jaringan Internet melalui modul GPRS. Data yang diterima diubah menjadi sinyal arus dengan fasilitas PWM dan rangkaian pengubah tegangan ke arus. Sistem akuisisi data menggunakan aplikasi web.. Berdasarkan hasil pengujian alat didapatkan bahwa sinyal arus 4-20 mA dari pemancar suhu dengan jangkauan 0-100 ºC dan 0-150 ºC dapat dikirimkan melalui jaringan GPRS dengan jeda waktu antara 4-17 detik, dengan 2,5625% span nilai akurasi alat, 1,3% span nilai kelinieran alat, dan 1,4287% span nilai presisi alat pada pengujian dengan sampel suhu 27 °C dan 97 °C.Kata kunci: sinyal arus, pemancar suhu, GPRS.ABSTRACTControlling process and data acquisition tools in the oil and gas industry generally uses 4-20 mA of current signal. Each tools is requiring the media to transmit the signal that was resulted. The aim of this research is to implement a device equipped by three input and output channels for sending a 4-20 mA current signal and data acquisition from the temperature transmitter at a distance away. Reading of the input current signal is using the ADC on a microcontroller while data transmission is using the Internet network through GPRS module. That the data received is converted into a current signal by PWM facilities and a voltage to current converter circuit. Data acquisition system is using a web application. On testing tool got the result that the current signal of 4-20 mA transmitter with a temperature range of 0-100 °C and 0-150 °C can be transmitted over the GPRS network with a time delay between 4-17 seconds with 2.5625% span of the accuracy values, 1.3% span of linearity values , and 1,4287% span of precision values tools on testing with a sample temperature of 27 °C and 97 °C.Keywords: signal flow, temperature transmitters, GPRS.
Implementasi Sistem Penyiaran Musik Digital di Kafe menggunakan Visible Light Communication DARLIS, DENNY; DARLIS, ARSYAD RAMADHAN; ABIBI, MUHAMMAD HIDAYAT
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 5, No 1: Published January - June 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v5i1.60

Abstract

ABSTRAKTeknologi penyiaran dengan frekuensi radio menggunakan teknik modulasi frekuensi (FM) telah dikenal sejak lama. Teknologi ini memfasilitasi pengiriman suara melalui sinyal analog dari pemancar kepada penerima. Pengembangan teknologi komunikasi menggunakan cahaya tampak yang memanfaatkan lampu LED sebagai pengirim informasi cukup banyak dilakukan. Pada penelitian ini diimplementasi sistem pengiriman dan penerimaaan siaran musik digital dengan memanfaatkan cahaya tampak yang berasal dari lampu penerangan di kafe. Sistem visible light communication (VLC) diimplementasikan dengan menggunakan metoda modulasi intensitas dan deteksi langsung (IM/DD). Dari hasil pengujian dapat ditunjukkan bahwa sistem ini dapat melewatkan siaran musik digital dengan redaman rata-rata 7,77 dB pada jarak maksimal adalah 3 meter. Hasil dari sistem yang telah dirancang dan diimplementasikan menunjukan hasil yang baik sehingga layak untuk diterapkan pada system penyiaran musik digital di kafe.Kata kunci: Visible Light Communication, IM/DD, Sistem Penyiaran Musik Digital, Sistem Penerangan Kafe.ABSTRACTBroadcasting technology uses radio frequency and technique of frequency modulation (FM) has been known for a long time. This technology allows the transmission of voice through analog signals from transmitter to receiver. Currently, many research on visible light communication technology utilizes LED lights as the sender. In this paper presented the results of transmitter and receiver system implementation of digital musik broadcast for use in the cafe. Visible light communication (VLC) system is implemented using intensity modulation and direct detection (IM/DD) method. From the test results can be shown that this system can pass digital musik broadcast with an average attenuation of 7.77 dB at maximum distance is 3 meters. Results of the system that has been designed and implemented shows good results, so it deserves to be applied to the digital musik broadcasting system in the cafe.Keywords: Visible Light Communication, IM/DD, Radio Broadcasting, Café Lighting.
Perancangan Alat Ukur Digital untuk Tinggi dan Berat Badan dengan Output Suara berbasis Arduino UNO AFDALI, MUHAMMAD; DAUD, MUHAMMAD; PUTRI, RAIHAN
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 5, No 1: Published January - June 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v5i1.106

Abstract

ABSTRAKAlat pengukur tinggi badan dan penimbang berat badan yang sekaligus memberikan informasi berat badan ideal akan sangat bermanfaat bagi para pengguna. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, dirancang dan direalisasikan suatu alat ukur yang sekaligus dapat mengukur tinggi badan dan berat badan serta memberikan informasi ideal atau tidaknya berat badan yang terukur. Alat ukur ini menggunakan Arduino Uno sebagai otaknya, sensor ultrasonik untuk mengukur tinggi badan, dan sensor strain gauge untuk mengukur berat badan. Data dari kedua sensor tersebut diolah oleh Arduino untuk mendapatkan indeks massa tubuh (IMT) dan berat badan ideal (BBI). Nilai tinggi badan, berat badan, dan berat badan ideal akan ditampilkan pada LCD. Selanjutnya, informasi suara menyangkut kondisi berat badan yaitu ideal, gemuk, atau kurus akan dikeluarkan oleh speaker. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis data maka diperoleh nilai persentase keberhasilan rata-rata pada pengukuran tinggi badan adalah 96,80% dan pada pengukuran berat badan adalah 99,04%. Sedangkan tingkat keberhasilan penampilan informasi suara adalah 95%.Kata kunci: Alat ukur digital, tinggi badan, beratbadan, Arduino, output suara.ABSTRACTAn instument for measuring height and weight while providing information ideal weight for users will be very helpful. Therefore, in this study, it was designed and realized a measuring instrument which can simultaneously measure the height and weight as well as providing the ideal information whether or not the weight measured. This instrument uses an Arduino Uno as the brain, the ultrasonic sensor to measure the height and strain gauge sensor for measuring weight. Data from the sensors is processed by the Arduino to get a body mass index and ideal weight. The values of height, weight, and ideal weights will display on LCD. Furthermore, voice information regarding the ideal conditions of weight, namely ideal, fat, or thin will be emitted by a speaker. Based on test results and data analysis, obtained that values of the average percentage of success at the height measurement was 96.80% and the weight measurement was 99.04%,respectively. While the success rate of emitting the sound information is 95%.Keywords: Digital measuring instrument, height, weight, Arduino, sound output.
Uji Performansi Jaringan menggunakan Kabel UTP dan STP NUGROHO, KUKUH; KURNIAWAN, AHMAD YOGI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 5, No 1: Published January - June 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v5i1.48

Abstract

ABSTRAKUnshield Twisted Pair (UTP) dan Shield Twisted Pair (STP) merupakan tipe kabel untuk menghubungkan antar komputer sehingga dapat membentuk sebuah jaringan. Secara teori, maksimal panjang kabel yang diperbolehkan adalah 100 meter. Namun secara praktik, belum pernah diujikan tentang jarak maksimal antar dua komputer yang diperbolehkan ketika pilihan media menggunakan kabel UTP atau STP. Penelitian ini akan menguji performansi jaringan dimana media yang digunakan adalah kabel UTP cat6 dan STP cat5. Proses pengujian dilakukan dengan cara mengirimkan paket ICMP. Pada saat pengujian, ukuran dari paket ICMP yang digunakan adalah sebesar 1000 Byte yang dikirimkan sebanyak 50 kali. Dengan menggunakan informasi paket ICMP Reply tersebut, kemudian diukur kinerja jaringan yang meliputi latency, throughput, dan packet loss. Dari hasil pengujian didapatkan nilai latency jika digunakan kabel STP lebih kecil sekitar 13% dari penggunaan kabel UTP. Namun untuk mencapai packet loss sebesar 0%, maksimal panjang kabel jika digunakan UTP cat6 adalah sebesar 256 meter, sedangkan untuk kabel STP lebih pendek yaitu sebesar 246 meter.Kata kunci: UTP, STP, latency, throughput, packet loss.ABSTRACTUnshield Twisted Pair (UTP) and Shield Twisted Pair (STP) are a cable type that used to connect between computers so that can build the network. Theoretically, the maximum cable length that allowed is 100 meters. However, in practice, it has never been tested about the maximum distance between two computers that allowed when media options used is UTP or STP cable. This research will be tested network performance when the media used is UTP cat6 and STP cat5. The testing process is done by sending ICMP packet. At the time of testing, the size of ICMP packet used is 1000 Bytes that is sent 50 times. By using information of ICMP "Reply" packet received by the sender computer, then it measures the network performance encompass latency, throughput, and packet loss. From the test results it is obtained that latency values if used STP cable is smaller about 13% than the use of UTP cable. However, to achieve packet loss close to the value of 0%, the maximum cable length when UTP Cat6 used is 256 meters, while shorter STP cable is equal to 246 meters.Keywords: UTP, STP, latency, throughput, packet loss.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4: Published November 2025 Vol 13, No 3: Published July 2025 Vol 13, No 2: Published April 2025 Vol 13, No 1: Published January 2025 Vol 12, No 4: Published October 2024 Vol 12, No 3: Published July 2024 Vol 12, No 2: Published April 2024 Vol 12, No 1: Published January 2024 Vol 11, No 4 (2023): ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektr Vol 11, No 4: Published October 2023 Vol 11, No 3: Published July 2023 Vol 11, No 2: Published April 2023 Vol 11, No 1: Published January 2023 Vol 10, No 4: Published October 2022 Vol 10, No 3: Published July 2022 Vol 10, No 2: Published April 2022 Vol 10, No 1: Published January 2022 Vol 9, No 4: Published October 2021 Vol 9, No 3: Published July 2021 Vol 9, No 2: Published April 2021 Vol 9, No 1: Published January 2021 Vol 8, No 3: Published September 2020 Vol 8, No 2 (2020): ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektro Vol 8, No 2: Published May 2020 Vol 8, No 1: Published January 2020 Vol 8, No 1 (2020): ELKOMIKA Vol 7, No 3 (2019): ELKOMIKA Vol 7, No 3: Published September 2019 Vol 7, No 2: Published May 2019 Vol 7, No 2 (2019): ELKOMIKA Vol 7, No 1 (2019): ELKOMIKA Vol 7, No 1: Published January 2019 Vol 6, No 3: Published September 2018 Vol 6, No 3 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 3 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 2 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 2: Published May 2018 Vol 6, No 1: Published January 2018 Vol 6, No 1 (2018): ELKOMIKA Vol 5, No 2: Published July - December 2017 Vol 5, No 2 (2017): ELKOMIKA Vol 5, No 1 (2017): ELKOMIKA Vol 5, No 1: Published January - June 2017 Vol 4, No 2 (2016): ELKOMIKA Vol 4, No 2: Published July - December 2016 Vol 4, No 1 (2016): ELKOMIKA Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Elkomika Vol 4, No 1: Published January - June 2016 Vol 3, No 2 (2015): ELKOMIKA Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Elkomika Vol 3, No 2: Published July - December 2015 Vol 3, No 1: Published January - June 2015 Vol 3, No 1 (2015): ELKOMIKA Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Elkomika Vol 2, No 2: Published July - December 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Elkomika Vol 2, No 2 (2014): ELKOMIKA Vol 2, No 1: Published January - June 2014 Vol 2, No 1 (2014): ELKOMIKA Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Elkomika Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Elkomika Vol 1, No 2 (2013): ELKOMIKA Vol 1, No 2: Published July - December 2013 Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Elkomika Vol 1, No 1 (2013): ELKOMIKA Vol 1, No 1: Published January - June 2013 More Issue