Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN KANAL YANG SAMA PADA JARINGAN WLAN Nugroho, Kukuh; Hutomo, Wahyu Adhi
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.098 KB)

Abstract

WLAN (Wireless LAN) merupakan konsep jaringan LAN dengan menggunakan media wireless. Perangkat utama yang digunakan adalah AP (Access Point). Implementasi jaringan WLAN banyak dijumpai di kampus, sekolah, perkantoran ataupun mall. Namun masih banyak ditemukan pemasangan AP yang letaknyasaling berdekatan dan menggunakan kanal frekuensi yang sama. Apabila hal ini terjadi, maka akan mengakibatkan terjadinya interferensi yang disebut dengan istilah co-channel interference. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan jumlah AP penggangu terhadap performansi jaringanWLAN. Jarak antara laptop dengan AP utama dibuat 12 meter. Dari hasil pengukuran diperoleh data bahwa dengan mempertukarkan paket 1 Gbyte, nilai throughput, delay, dan packet loss yang dihasilkan berturut-turut sebesar 55,378 Mbps, 0,15 ms, dan 0,01%. Dengan menambahkan sampai empat buah AP pengganggu, nilai rata-rata prosentase kenaikan jumlah packet loss adalah sebesar 6,9% dan penurunan nilai throughput sebesar 22,37%.
Pengukuran Unjuk Kerja Jaringan Pada Penggunaan Kabel UTP Dan STP Nugroho, Kukuh; Oktaviani, Wini; Wahyudi, Eka
Prosiding SNATIKA Vol 3 (2015): Prosiding Snatika (Seminar Nasional Teknologi, Informasi, Komunikasi dan Aplikasinya)
Publisher : LPPM STIKI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabel UTP dan STP dapat dijadikan alternatif pilihan media yang digunakan untuk menghubungkan antar dua perangkat. Menurut kajian teori, panjang kabel maksimal yang dapat digunakan untuk menghubungkan antar dua perangkat jika digunakan kabel UTP/STP adalah sebesar 100 meter. Apabila penggunaan kabel UTP/STP lebih dari 100 meter, kemungkinan besar data yang dikirimkan oleh perangkat pengirim tidak bisa sampai ke perangkat penerima, hal ini disebabkan karena nilai redaman yang terlalu tinggi.Pada penelitian ini akan dilakukan perbandingan antara teori dengan praktek tentang panjang kabel maksimal yang dapat digunakan untuk menyambungkan antar dua perangkat, dimana kabel yang digunakan adalah UTP dan STP. Parameter yang digunakan untuk menganalisa unjuk kerja jaringan diantara adalah latency, throughput, dan packet loss untuk panjang kabel UTP/STP yang berbeda-beda. Pengukuran ketiga parameter tersebut dilakukan dengan cara mengirimkan paket ICMP (Internet Control Message Protocol) dari komputer sumber ke tujuan. Dalam mengirimkan paket ICMP (ping) skenario topologi jaringan yang digunakan adalah menggunakan konsep peer-to-peer yaitu hubungan secara langsung antara dua buah komputer. Dari hasil pengukuran didapatkan nilai packet loss 0% (tidak ada paket yang hilang) ketika maksimal panjang kabel UTP yang digunakan sebesar 135 meter. Dengan menggunakan panjang kabel tersebut didapatkan nilai latency sebesar 0,295 ms dan throughput sebesar 1,517 Mbps. Berbeda halnya dengan penggunaan kabel STP. Penggunaan panjang kabel sampai 200 meter masih bisa didapatkan nilai packet loss 0%. Artinya penggunaan kabel STP bisa lebih panjang dari 200 meter, berbeda dengan penggunaan kabel UTP, dimana panjang kabel maksimal yang bisa digunakan sebesar 135 meter.
PENGARUH PENGGUNAAN KANAL YANG SAMA PADA JARINGAN WLAN Nugroho, Kukuh; Hutomo, Wahyu Adhi
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.098 KB)

Abstract

WLAN (Wireless LAN) merupakan konsep jaringan LAN dengan menggunakan media wireless. Perangkat utama yang digunakan adalah AP (Access Point). Implementasi jaringan WLAN banyak dijumpai di kampus, sekolah, perkantoran ataupun mall. Namun masih banyak ditemukan pemasangan AP yang letaknyasaling berdekatan dan menggunakan kanal frekuensi yang sama. Apabila hal ini terjadi, maka akan mengakibatkan terjadinya interferensi yang disebut dengan istilah co-channel interference. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan jumlah AP penggangu terhadap performansi jaringanWLAN. Jarak antara laptop dengan AP utama dibuat 12 meter. Dari hasil pengukuran diperoleh data bahwa dengan mempertukarkan paket 1 Gbyte, nilai throughput, delay, dan packet loss yang dihasilkan berturut-turut sebesar 55,378 Mbps, 0,15 ms, dan 0,01%. Dengan menambahkan sampai empat buah AP pengganggu, nilai rata-rata prosentase kenaikan jumlah packet loss adalah sebesar 6,9% dan penurunan nilai throughput sebesar 22,37%.
Implementasi Load Balancing menggunakan Teknologi EtherChannel pada Jaringan LAN NUGROHO, KUKUH; FALLAH, MUHAMAD SYAMSUL
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 6, No 3 (2018): ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v6i3.420

Abstract

ABSTRAKJumlah pengguna yang meningkat merupakan salah satu penyebab menurunnya kualitas jaringan jika hanya menggunakan ukuran bandwidth yang sama. Sebagai contoh pada implementasi jaringan kampus, jaringan LAN antar gedung yang berbeda biasanya dihubungkan dengan menggunakan perangkat switch. Penurunan performansi jaringan pada jaringan tersebut akibat pertambahan jumlah pengguna bisa diatasi dengan menggunakan konsep load balancing dengan memanfaatkan teknologi EtherChannel. Implementasi teknologi tersebut dapat menggunakan dua pilihan protokol yaitu PAgP dan LACP. Penelitian ini bertujuan untuk menguji performansi jaringan yang menerapkan konsep load balancing dengan menggunakan protokol PAgP dan LACP. Skenario pengujian menggunakan konsep client-server, dimana aplikasi server yang digunakan adalah FTP untuk implementasi layanan pertukaran data dan penggunaan software VLC untuk implementasi layanan video streaming. Pada penggunaan layanan FTP dengan protokol PAgP dihasilkan nilai delay 42% lebih baik dibandingkan dengan LACP. Begitupula untuk nilai throughput, penggunaan protokol PAgP masih lebih baik 10% dibandingkan dengan LACP.Kata kunci: LAN, Load balancing, Etherchannel, PAgP, LACP ABSTRACTThe increasing number of users is one cause of declining network performance if only use on the same bandwidth value. For example, in the implementation on the campus network, LAN among different building is usually connected using a switch. The decreasing of network performance on that network due to the increasing of the number of users which can be overcome by using a load balancing concept with EtherChannel technology utilization. The implementation of that technology uses two protocols, namely PAgP and LACP. This research intends to test the network performance by applying the load balancing concept using both PAgP and LACP protocols. The experiment scenarios used a client-server concept, where the implemented application server is FTP for exchanging data services and VLC software for implementing video streaming services. In the use of FTP services with using PAgP protocol showed a delay value of 42% better than LACP. The same with throughput value, the use of PAgP protocol still better 10% than LACP.Keywords: LAN, Load balancing, Etherchannel, PAgP, LACP
Uji Performansi Jaringan menggunakan Kabel UTP dan STP NUGROHO, KUKUH; KURNIAWAN, AHMAD YOGI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 5, No 1 (2017): ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v5i1.48

Abstract

ABSTRAKUnshield Twisted Pair (UTP) dan Shield Twisted Pair (STP) merupakan tipe kabel untuk menghubungkan antar komputer sehingga dapat membentuk sebuah jaringan. Secara teori, maksimal panjang kabel yang diperbolehkan adalah 100 meter. Namun secara praktik, belum pernah diujikan tentang jarak maksimal antar dua komputer yang diperbolehkan ketika pilihan media menggunakan kabel UTP atau STP. Penelitian ini akan menguji performansi jaringan dimana media yang digunakan adalah kabel UTP cat6 dan STP cat5. Proses pengujian dilakukan dengan cara mengirimkan paket ICMP. Pada saat pengujian, ukuran dari paket ICMP yang digunakan adalah sebesar 1000 Byte yang dikirimkan sebanyak 50 kali. Dengan menggunakan informasi paket ICMP Reply tersebut, kemudian diukur kinerja jaringan yang meliputi latency, throughput, dan packet loss. Dari hasil pengujian didapatkan nilai latency jika digunakan kabel STP lebih kecil sekitar 13% dari penggunaan kabel UTP. Namun untuk mencapai packet loss sebesar 0%, maksimal panjang kabel jika digunakan UTP cat6 adalah sebesar 256 meter, sedangkan untuk kabel STP lebih pendek yaitu sebesar 246 meter.Kata kunci: UTP, STP, latency, throughput, packet loss.ABSTRACTUnshield Twisted Pair (UTP) and Shield Twisted Pair (STP) are a cable type that used to connect between computers so that can build the network. Theoretically, the maximum cable length that allowed is 100 meters. However, in practice, it has never been tested about the maximum distance between two computers that allowed when media options used is UTP or STP cable. This research will be tested network performance when the media used is UTP cat6 and STP cat5. The testing process is done by sending ICMP packet. At the time of testing, the size of ICMP packet used is 1000 Bytes that is sent 50 times. By using information of ICMP "Reply" packet received by the sender computer, then it measures the network performance encompass latency, throughput, and packet loss. From the test results it is obtained that latency values if used STP cable is smaller about 13% than the use of UTP cable. However, to achieve packet loss close to the value of 0%, the maximum cable length when UTP Cat6 used is 256 meters, while shorter STP cable is equal to 246 meters.Keywords: UTP, STP, latency, throughput, packet loss.
Analisis Kinerja RouteFlow pada Jaringan SDN (Software Defined Network ) menggunakan Topologi Full-Mesh NUGROHO, KUKUH; SETYANUGROHO, DHIMAS PRABOWO
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 7, No 3 (2019): ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v7i3.585

Abstract

ABSTRAKPerangkat controller dalam jaringan SDN berfungsi untuk memberikan informasi tabel flow ke perangkat switch sebagai acuan dalam menentukan informasi rute. Kecepatan dalam memproses permintaan tabel flow yang dilakukan oleh perangkat switch tergantung dari pemilihan jenis controller yang digunakan. Terdapat beberapa jenis controller yang bisa digunakan untuk mengatur aliran trafik data dalam jaringan SDN. Pada penelitian ini akan digunakan jenis controller RouteFlow dengan menggunakan algoritma routing Djikstra. Jaringan uji menggunakan topologi Full-Mesh yang menyediakan koneksi penuh ke semua switch, dimana terdapat dua protokol layer transport yang digunakan untuk mengirimkan data dalam jaringan SDN yaitu TCP dan UDP. Hasil pengukuran kualitas jaringan menunjukkan bahwa penggunaan protokol UDP menghasilkan nilai delay, jitter, dan throughput yang lebih baik dibandingkan dengan TCP. Waktu konvergensi jaringan yang dihasilkan sebesar 12,18 ms ketika ukuran data yang dipertukarkan sebesar 64 Byte.Kata kunci: Controller, Full-Mesh, RouteFlow, Software Defined Network ABSTRACTThe controller device in the SDN network is applied to provide flow table information for all switches as a reference in determining route information. The speed in processing the flow table requests that are made by the switches depends on the choice of the type of controller used. There are several types of controllers that can be used to manage the data traffic flow in the SDN network. This research utilizes the RouteFlow controller and the Djikstra routing algorithm. The test network applies the Full-Mesh topology that provides fully connections to all switches, wherein two transport protocols are used to transmit data in SDN networks, i.e., TCP and UDP. The results of network performance measurements show that the use of the UDP obtains better values in delay, jitter, and throughput than TCP. The network convergence time is 12.18 ms when the size of data exchanged is set to 64 Bytes.Keywords: Controller, Full-Mesh, RouteFlow, Software Defined Network
PEMANFAATAN SMS GATEWAY UNTUK PENGECEKAN DATA NOMOR KENDARAAN BERMOTOR Yunealgi Gama Surapanca; Eka Wahyudi; Kukuh Nugroho
Prosiding Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) 2016 Pengembangan Sumber Daya Lokal Berbasis IPTEK Vol 1, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL IPTEK TERAPAN 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) 2016 Pengembangan Sumber Daya Lokal Berbasis IPTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informasi semakin memudahkan manusia dalam menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh aplikasi SMS Gateway dapat dipergunakan dalam mendeteksi status dari nomor suatu kendaraan bermotor apabila pihak kepolisian melakukan razia di lapangan. Hal ini mengingat fenomena terjadinya banyak kasus pencurian kendaraan bermotor. Dengan kondisi tersebut pihak kepolisian apabila melakukan operasi di lapangan dapat melakukan pengecekan status nomor suatu kendaraan bermotor yang dicurigai dengan mempergunakan handphone. Untuk mewujudkan sistem tersebut maka perlu dibuat suatu sistem aplikasi dengan memanfaatkan prinsip cara kerja dari SMS Gateway. Aplikasi SMS Gateway dirancang dan dibuat dengan menggunakan database MySQL sebagai penyimpanan data identitas kepemilikkan kendaraan bermotor dan statusnya. Data yang diperlukan antara lain berupa data nama pemilik, alamat, dan status kehilangan kendaraan bermotor serta tanggal lapor kejadian kehilangan kendaraan tersebut. Aplikasi ini mampu memberikan informasi data nomor kendaraan bermotor dan statusnya melalui SMS pada pihak kepolisian untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat terutama dalam mengurangi terjadinya pencurian kendaraan bermotor. Kata kunci : SMS Gateway, MySQL, Pencurian, Kendaraan Bermotor
Performance Comparison between Paramiko and Netmiko Libraries in Network Automation Process Kukuh Nugroho; Anggi Dzikri Abrariansyah; Syariful Ikhwan
InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan Vol 5, No 1 (2020): InfoTekJar September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/infotekjar.v5i1.2758

Abstract

Configuring network devices in a large network needs a relatively long time when manually configured by a network administrator. Thus, it will make the possibility of error in writing configuration commands becomes even greater. The concept of network automation can be a solution to these problems. The configuration process will be centralized. A programming language is needed in order to make the concept of network automation to communicate between the central computer and all devices in the network. In this research, two libraries in the Python programming language are used, namely Paramiko and Netmiko to enable dynamic routing processes on routers wherein the routing protocol used is Open Shortest Path First (OSPF). The experiment results of a comparative test of the performance of the network automation process show that the use of the Paramiko library provides a 4.14 time faster configuration time than Netmiko.
Analisis Perbandingan Performasi Protokol Routing AODV Dan DSR Pada Mobile Ad-Hoc Network (MANET) Sarah Devi Anggraini; Kukuh Nugroho; Eko Fajar Cahyadi
Prosiding 2nd Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) 2017 Vol 2, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobile Ad-hoc Network (MANET) merupakan jaringan wireless multihop yang terdiri dari kumpulan mobile node yang bersifat dinamis. Pergerakan node dalam jaringan MANET memerlukan mekanisme routing yang  khusus, tidak seperti jaringan kabel (wired). Diantara pilihan protokol routing yang digunakan dalam jaringan MANET diantaranya adalah AODV dan DSR. Penelitian ini dilakukan simulasi untuk mengetahui hasil perbandingan dari performansi routing AODV dan DSR menggunakan software simulator OPNET Modeler 14.5. Parameter performansi jaringan tersebut berupa latency, throughput, jitter dan packet loss. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa performansi latency pada routing AODV lebih baik dibandingkan routing DSR dengan nilai selisih nilai sebesar 492 ms. Untuk parameter throughput, routing AODV pada layanan video conferencing lebih baik dibandingkan dengan routing DSR dengan selisih nilai sebesar 88737,144 bps. Untuk parameter jitter layanan voice pendukung layanan video conferencing, routing AODV lebih baik dibandingkan dengan routing DSR dengan nilai selisih 1,34 ms. Untuk packet loss, routing AODV pada layanan video conferencing lebih baik dibandingkan pada routing DSR dengan selisih nilai sebesar 5,537%. Dari seluruh simulasi diperoleh routing AODV lebih baik dibandingkan DSR dilihat dari nilai performansi latency, throughput, dan  jittter, sedangkan routing DSR lebih baik dibandingkan AODV dilihat dari nilai performansi packet loss.
Analisis Performansi Gateway Load Balancing Protocol (GLBP) pada Jaringan Lan untuk Layanan Video Streaming Bongga Arifwidodo; Osep Nurchoeri; Kukuh Nugroho
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 1 No 01 (2019): Journal of Telecommunication, Electronics and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v1i01.34

Abstract

Pertukaran informasi tidak hanya sebatas teks dan gambar saja, tetapi kebutuhan terhadap informasi yang bersifat real time juga sangatlah dibutuhkan salah satunya video streaming. Hal tersebut tidak terlepas dari kualitas jaringan, sehingga dibutuhkan suatu jaringan handal yang mampu meminimalisir terjadinya penumpukan data dan packet loss tinggi yang disebabkan karena adanya kegagalan link pada suatu jaringan. Untuk membuat jaringan yang handal pada penelitian ini mengimplementasikan protokol Gateway Load Balancing Protocol (GLBP). Protokol GLBP memiliki fitur load balancing yang merupakan prinsip penyeimbang beban paket yang akan dikirimkan dengan melalui router-router yang aktif. Sehingga apabila ada jalur yang terputus, diharapkan konektifitas data masih tetap terjaga dengan adanya jalur alternatif. Penelitian ini menggunakan layanan video streaming untuk mengetahui kinerja dari jaringan protokol GLBP. Parameter delay dari skenario 1, 2, dan 3 pada variasi 720p berturut-turut 2.60 ms, 2.60 ms, dan 2.75 ms. Pada variasi 1080p berturut-turut 1.68 ms, 1.68 ms, dan 1.76 ms. Hasil tersebut termasuk ke dalam kategori bagus menurut standar TIPHON ETSI TR 101 329. Parameter throughput dari skenario 1, 2, dan 3 pada variasi 720p berturut-turut 2.11 Mbps, 2.11 Mbps, dan 1.99 Mbps. Pada variasi 1080p berturut-turut 3.27Mbps, 3.27 ms, dan 3.10 Mbps. Parameter packet loss dari skenario 1, 2, dan 3 pada variasi 720p berturut-turut 0%, 0%, dan 10.57%. Pada variasi 1080p berturut-turut 0%, 0%, dan 10.19%. Hasil dari skenario 1, 2 pada kedua variasi resolusi termasuk kategori sangat bagus, sedangkan dari skenario 3 pada kedua variasi resolusi termasuk kategori sedang menurut standar TIPHON ETSI TR 101 329).