cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pemuda
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
A Contemporary Youth Story in Indonesia Yanti Nurhasanah
Jurnal Studi Pemuda Vol 6, No 1 (2017): PEMUDA DAN BONUS DEMOGRAFI
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3413.639 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.38034

Abstract

-
Being a Young British Muslim in the Age of the ‘War on Terror’: A Critical Reflection on Interviewing a Young Muslim in Britain Mohammad Zaki Arrobi
Jurnal Studi Pemuda Vol 5, No 1 (2016): PEMUDA DAN RADIKALISME
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.047 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.37122

Abstract

-
Bergerak di Tengah Banalitas Diskriminasi (Studi Mengenai Kader Anak Muda Dalam Menantang Eksklusivisme di Partai Politik Kota Malang) Nanda Harda Pratama Meiji
Jurnal Studi Pemuda Vol 5, No 2 (2016): Pemuda, Perlawanan, dan Inklusivitas
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4046.085 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.37952

Abstract

This paper examines about the dynamics of youth in a political party in Malang,  East Java. The proliferation of young people and political parties give us an important picture, especially in the middle of the political situation in Indonesia which is getting negative. Instead of become apathetic, the youth are joined actively in the context of practical politics. A political party that should be an inclusive place for anyone in it (including those of young people) precisely do exclucivity by the others. Some youth who come from minority group especially based on race, class, and gender have experience about discrimination by some people in that party. Using qualitative method with biography approach, there are 3 key informants who will told about their narration related to exclucivity by some people in the political party. Although these youth cadres have experience about  racism, class, or gender discrimination, they still seem to be trying to survive and instead fight with in their own way.  For these youth the tendency of discrimination must be opposed from within the party because they assume that as a young generation have enough capital to change the future of the party for a better way.
The workers with Disabilities’ Access to Workplace Inclusion in Postmodern Model Perspective Argyo Demartoto
Jurnal Studi Pemuda Vol 7, No 1 (2018): Angkatan Kerja Muda Inklusif
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.176 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.39157

Abstract

People with disabilities are often labeled negatively and treated discriminatively within community, including in workplace, so that only a few of them are absorbed in either formal or informal job. Meanwhile, they are entitled to get productive and reasonable job in order to realize their aspiration, to improve their life condition, and to participate actively within community. This article studies the workers with disabilities’ access to workplace inclusion in Postmodern Model Perspective in Surakarta. Accidental sampling was used to select informant; data collection was carried out through observation, in-depth interview, and document. Data validation was carried out using method and data source triangulations. The result of research showed that the access of the workers with disabilities to workplace inclusion has not been optimal yet, because the opportunity was still more limited compared with that for their non-disabled counterparts. Although inclusive work environment has diverse potential human resources and the workers with disabilities’ perspective, creativity, innovation, and problem solving ability have not been utilized maximally. In the construction process, workers with disabilities should actively participate in planning, implementation, and monitoring and evaluation so that the guarantee of workers with disabilities’ accessibility to building, transportation and communication media, workplace inclusion and many facilities can be met. The improvement of accessibility in the term of independency, rehabilitation, and social grant, and the maintenance of social wellbeing level and equal right to grow and to develop people with disabilities’ talent, ability, and social life are important to develop workplace inclusion. Prioritizing and respecting pluralism, equity, dignity, and active public participation simultaneously and sustainably will lead to the realization of inclusive society. 
Assessment Role of Youth in Financial Inclusion: ASEAN Context Alexander Michael Tjahjadi
Jurnal Studi Pemuda Vol 7, No 1 (2018): Angkatan Kerja Muda Inklusif
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1649.36 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.39263

Abstract

-
Media Baru dan Nasionalisme Anak Muda: Pengaruh Penggunaan Media Sosial ‘Good News From Indonesia’ Terhadap Perilaku Nasionalisme Gunawan Wibisono
Jurnal Studi Pemuda Vol 6, No 2 (2017): Pemuda Milenial: Antara Kreativitas, Perlawanan, dan Kerja
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.585 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.39264

Abstract

Perkembangan media baru tak bisa dipungkiri telah merasuki hampir seluruh lini kehidupan manusia. Teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Salah satu yang paling kentara adalah penggunaan media baru. Berbagai jenis kebutuhan hidup seperti alat komunikasi, akses informasi, berbelanja hingga alat transportasi dengan sangat mudah digunakan melalui media baru. Selain itu, media baru juga bisa menjadi platform penebar kabar baik yang bisa membangkitkan semangat positif. Di tengah merebaknya berita-berita  bohong atau hoax yang kerap muncul di Indonesia, di saat itu pula muncul beberapa media alternatif. Salah satunya adalah situs Good News From Indonesia. Hipotesis penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah ada pengaruh penggunaan media sosial Good News From Indonesia terhadap perilaku nasionalisme anak muda. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi linier. Sampel penelitian ini sebanyak 270 responden dari para pengguna media sosial GNFI. Berdasarkan uji t test, hasil menunjukkan bahwa t hitung > t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima dengan nilai t hitung 5,982 > 1,285. Berdasarkan pada koefisien regresi, menunjukkan bahwa perilaku nasionalisme dipengaruhi atas penggunaan situs website gnfi sebesar 15,47%, sedangkan sisanya 84,53% dipengaruhi oleh variabel lainnya, Di tengah derasnya arus informasi pada era global, penelitian ini telah membuktikan bahwa penggunaan media sosial GNFI berpengaruh signifikan terhadap perilaku nasionalisme.
Pembelajaran Inovasi Kebijakan Inklusif Dzunuwanus Ghulam Manar
Jurnal Studi Pemuda Vol 7, No 1 (2018): Angkatan Kerja Muda Inklusif
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.757 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.39272

Abstract

Pemerintah dengan kebijakan yang dimiliki tidak lagi mampu menjadi aktor utama dalam pemberdayaan kaum muda. Peran pemerintah yang dominan tanpa diikuti dengan ketersediaan anggaran yang memadai menjadikan kebijakan kepemudaan yang dilakukan oleh pemerintah banyak menemui hambatan. Pada sisi lain, ketergantungan yang sangat tinggi kepada anggaran pemerintah menjadikan kaum muda tidak banyak memiliki prakarsa dan kemandirian. Masalah ini membutuhkan strategi penyelesaian yang berbeda dengan pendekatan-pendekatan kebijakaan kepemudaan yang selama ini telah dilakukan sehingga dibutuhkan terobosan atau inovasi kebijakan kepemudaan. Kompleksitas masalah, dinamika perubahan zaman serta tuntutan profesionalitas mengharuskan pemerintah melakukan inovasi kebijakan pemberdayaan kaum muda. Kebijakan inklusif dapat dipandang sebagai salah satu strategi inovasi karena kebijakan ini membuka ruang partisipasi dan keterlibatan aktif dari semua pihak di luar pemerintah. Sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil menjadi aktor-aktor penting karena ide, prakarsa dan kemandirian yang mereka miliki dapat memperkaya kebijakan kepemudaan pemerintah. Namun demikian nampak bahwa pemerintah belum memiliki gagasan yang komprehensif mengenai kebijakan kepemudaan yang inklusif. Melalui identifikasi terhadap praktik-praktik terbaik kebijakan pemberdayaan kaum muda yang inklusif dari luar negeri diharapkan dapat mendorong keterbukaan pemerintah untuk berjejaring dan bersinergi dengan stakeholder kebijakan kepemudaan. Langkah ini merupakan bentuk keniscayaan inovasi kebijakan agar pemberdayaan kaum muda dapat berjalan dengan komprehensif, efektif dan efisien. Kebijakan pemerintah yang terbatas dan otoritatif sehingga menimbulkan ketergantungan dalam pemberdayaan perlu direduksi dan direvisi melalui adopsi dan inovasi kebijakan sejalan dengan semangat partisipasi publik.
Fintech Waqaf: Solusi Permodalan Perusahaan Startup Wirausaha Muda Muhamad Nafik Hadi Ryandono
Jurnal Studi Pemuda Vol 7, No 2 (2018): Sociopreneur Muda
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.281 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.39347

Abstract

Money waqaf in Indonesia has a huge potential. Despite the fact, this huge potential has not been organized and utilized optimally by the waqaf management agency. Another problem faced in waqaf money is the difficulties in integrate the system of funding, financing, mauquf alaih, and distribute the beneficiaries. In the present era, waqaf in Indonesia has not been digitalized and has not used the Financial Technology (FinTech) system, so it is less economically and inefficient. The expected benefits of the research are waqaf can be a solution to the capital problems that have been faced by start-up companies which mostly un-bankable. In other side, it hopefully can encourage Nadzir to be involved in growing and developing entrepreneurship for youth starting with establishing a start-up company. This research approach is qualitative descriptive. The data is primary data with data collection techniques namely focus group discussions and interviews. The objects of the research are 30 youth start-ups in Surabaya. The result of study is that money waqf can be an alternative solution of capital problems for youth start-up companies who are un-bankable. The Sharia Financial Technology (SFT) system is a system that capable of integrating nadzir with Islamic Financial Institutions Accep Cash Waqf (IFIACW), funding, financing, mauquf alaih, start-up investors, Islamic Financing Guarantee Institution (IFGI) and Islamic Banks.
Kerja Layak Bagi Mahasiswa Pekerja Kontrak Paruh Waktu (Garda Depan) Di PT.Aseli Dagadu Djokdja Disi Riwanda Rabbani
Jurnal Studi Pemuda Vol 6, No 2 (2017): Pemuda Milenial: Antara Kreativitas, Perlawanan, dan Kerja
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.806 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.39490

Abstract

Globally, the decent work agenda has been promoted by the International Labor Organization (ILO) since 1999 and nowadays stated in the goals number 8 Sustainable Development Goals (SDGs) 2015-2030. At the national level, decent work is the right of all Indonesians as set forth in article 27 UUD 1945. In line with that premise, all workers regardless of their type are entitled to decent work, including college students who work on part-time contracts. The flexible working system on a part-time basis made college students possible to carry on their work and campus activities side by side. PT.Aseli Dagadu Djokdja (PT ADD) is one of the companies in Yogyakarta that employ college students on a part-time contract basis which commonly referred as Garda Depan. Using the conceptual framework of ILO’s decent work, this paper aimed to describe the dynamics of decent work implemented within the company for their part-time workers, which consists of four components: employment, worker’s rights, social security and social dialogue. By using a qualitative method with a descriptive approach, this study concludes that the flexibility of the working system made Garda Depan the vital element of the company. However, their position are vulnerable due to the absence of legal framework for part-time workers making the bargaining position of the company tend to be higher. Thus, the company becomes the main actor in creating a decent work environment, especially in determining decent remuneration, social security and creating rooms for social dialogues. 
Mengembangkan Kualitas Usaha Milik Desa (Q-BUMDes) untuk Melestarikan Ketahanan Ekonomi Masyarakat dan Kesejahteraan Adaptif: Perancangan Sistem Kewirausahaan Desa dengan Menggunakan Model Tetrapreneur PL Rika Fatimah
Jurnal Studi Pemuda Vol 7, No 2 (2018): Sociopreneur Muda
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.937 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.39551

Abstract

Salah satu bentuk pemberdayaan dari pemerintah berupa Otonomi yaitu desa dapat mengelola sumber daya secara mandiri salah satunya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Penelitia ini dilakukan di Desa Bleberan, Kabupaten Gunung Kidul. Penelitian ini menggunakan pendekatan Tetrapreneur yang terdiri terbagi menjadi pemetaan kondisi kewirausahaan desa (Chainpreneur); identifikasi kebutuhan wirausahawan desa dalam menjalankan dan mengembangkan usaha mereka (Marketpreneur); pelaksanaan Model Tetrapreneur untuk merancang Q-BUMDes (Qualitypreneur); penentuan pemangku kepentingan yang bertanggung jawab dalam pembangunan Q-BUMDes (Brandpreneur). Selain menggunakan model Tetrapreneur,penelitian ini uga menggunakn teori resource based view sebagai dasar pemilihan unit usaha desa yang haruslah memiliki ciri khas dan keunggulan kompetitif supaya dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa rekomendasi yang harus dilakukan oleh pemangku kepentingan setempat dan pemerintah daerah baik pada tingkat Rantai (Chainpreneur), Kualitas (Qualitypreneur), Pasar (Marketpreneur) maupun Merek (Brandpreneur). Oleh karena itu direkomendasikan untuk melakukan pembangunan sistem Q-BUMDes pengembangan wirausaha Bleberan. Sistem Q-BUMDes tersebut membentuk suatu sistem basis data terpadu untuk melakukan pengendalian wirausaha desa yang meliputi penjaringan dan pengembangan potensi wirausaha desa dan pementaan fasilitator mentor, coach, dan dana bantuan berdasarkan data sistem yang di-update secara periodik. Penerapan model Tetrapreneur di Desa Bleberan ini diharapkan dapat menjadi panutan bagi Desa lainnya khususnya di Daerah Istimewa Yoyakarta sebagai suatu model keberlanjutan dalam pengentasan kemiskinan tanpa meninggalkan kearifan lokal.

Page 9 of 18 | Total Record : 173


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2024): Kaum Muda, Gaya Hidup, dan Fluiditas Vol 12, No 2 (2023): Pemuda dalam Budaya Populer Vol 12, No 1 (2023): Pemuda, Krisis, dan Digitalisasi Vol 11, No 2 (2022): Konstruksi Identitas dan Budaya pada Pemuda Vol 11, No 1 (2022): Kaum Muda dan Kerentanan di Era Pandemi Vol 10, No 2 (2021): Generasi Muda, Kerja dan Aspirasi Masa Depan Vol 10, No 1 (2021): Kaum Muda, Identitas, dan Kerja di Era Digital Vol 9, No 2 (2020): Perubahan Pemuda, Pernikahan, dan Keluarga Vol 9, No 1 (2020): Kaum Muda dan Karier Subkultural Vol 8, No 2 (2019): Pemuda, Risiko, dan Malapetaka Lingkungan Global Vol 8, No 1 (2019): Pemuda di Era Post-Fordisme: Melihat Kerja dalam Konteks yang Berubah Vol 7, No 2 (2018): Sociopreneur Muda Vol 7, No 1 (2018): Angkatan Kerja Muda Inklusif Vol 6, No 2 (2017): Pemuda Milenial: Antara Kreativitas, Perlawanan, dan Kerja Vol 6, No 1 (2017): PEMUDA DAN BONUS DEMOGRAFI Vol 5, No 2 (2016): Pemuda, Perlawanan, dan Inklusivitas Vol 5, No 1 (2016): PEMUDA DAN RADIKALISME Vol 4, No 2 (2015): PEMUDA DAN NEW ENTREPENEURSHIP Vol 4, No 1 (2015): PEMUDA KEWARGAAN DAN TIK Vol 3, No 2 (2014): EDISI KHUSUS: Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Anak Muda Vol 3, No 1 (2014): EDISI KHUSUS: Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Anak Muda Vol 2, No 2 (2013): Pemuda, Identitas, dan Pertarungan Ekspresi Vol 2, No 1 (2013): Pemuda Diantara Ruang Transisi Vol 1, No 2 (2012): Ragam Transisi Pemuda : Pengalaman Bertumbuh di Indonesia Vol 1, No 1 (2012): Pemuda, Agensi dan Reformasi More Issue