Articles
173 Documents
Pola Akses Berita Online Kaum Muda
Lisa Lindawati
Jurnal Studi Pemuda Vol 4, No 1 (2015): PEMUDA KEWARGAAN DAN TIK
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/studipemudaugm.36734
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong lahirnya generasi digital atau Digital Natives. Generasi ini tumbuh dalam era informasi yang berlimpah ruah (information overload). Mereka mempunyai akses yang lebih tinggi terhadap media digital dibandingkan dengan generasi sebelumnya (Digital Immigrants). Hal ini melebarkan peluang bagi digital natives menjadi komunitas yang ‘well-informed’ dan bertransformasi menjadi ‘well-participate’. Sayangnya, information overload juga bisa menjadi bumerang. Di era informasi yang serba cepat, Jurnalisme sebagai sebuah ideologi menjadi sangat longgar. Alih-alih membentuk kaum muda yang ‘well informed’ dan ‘well participate’, kualitas informasi, dalam hal ini berita, yang buruk justru akan merentangkan jarak digital natives dengan kehidupan berdemokrasi. Kekhawatiran tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Hasil penelitian ini menunjukkan Digital Natives menyikapi information overload sebagai sebuah fakta bukan masalah. Digital Natives menempatkan internet sebagai sumber berita utama. Hanya saja, internet belum mendapat kepercayaan penuh dari kaum muda. Surat Kabar dan Televisi masih menjadi media yang lebih dipercaya dibanding internet. Meskipun demikian, membaca berita sudah menjadi keseharian untuk mengikuti perkembangan. Motif ini terlihat dari kebiasaan mereka mengikuti timeline media sosial. Digital Natives juga terbiasa membandingkan berbagai sumber berita. Hanya saja, sebagian dari mereka tidak konsisten dalam mengikuti perkembangan berita. Mereka bergantung pada timeline media sosial. Hal ini berpotensi untuk menimbulkan pemahaman yang tidak utuh atas suatu peristiwa. Disamping itu, kecepatan yang selama ini didewakan oleh para jurnalis online ternyata bukan karakter terpenting yang dibutuhkan. Kejelasan berita menjadi prioritas utama. Menariknya, disamping membutuhkan berita yang jelas dan ringkas, kaum muda juga menginginkan berita online yang mendalam. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi institusi media untuk memperbaiki produknya
Kontribusi Pemuda dalam Menjawab Permasalahan Sosial Ekonomi Pascabencana
Ratna Istriyani
Jurnal Studi Pemuda Vol 4, No 2 (2015): PEMUDA DAN NEW ENTREPENEURSHIP
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/studipemudaugm.36815
Bencana merupakan masalah serius sebab tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik melainkan juga aset produktif atau sumber daya alam yang kemudian mempengaruhi aspek sosial ekonomi masyarakat. Krisis tersebut tidak cukup hanya diatasi dengan upaya pragmatis yaitu distribusi bantuan. Namun, butuh upaya solutif untuk mengatasi kevakuman aktivitas produktif masyarakat korban bencana. Salah satunya adalah mekanisme kewirausahaan sosial dengan didorong oleh aktor yang inovatif dalam meramu ide sesuai dengan masalah yang terjadi dan kapasitas lokal yang dapat diberdayakan. Pemuda dalam hal ini merupakan aktor potensial dan kreatif yang mampu menjawab kompleksitas masalah tersebut melalui social entrepreneurship. Hal itu tercermin dalam pengelolaan daerah terdampak bencana menjadi destinasi wisata di Umbulharjo Cangkringan yang kemudian dinamakan dengan wisata Volcano Tour. Tim Volcano Tour adalah organisasi yang bergerak pada pengelolaan daerah terdampak bencana menjadi wisata. Tim tersebut diinisiasi dan dirintis oleh tokoh muda lokal, dengan melibatkan masyarakat lokal (korban bencana) agar dapat merasakan manfaat sosial maupun ekonomi. Dengan demikian, tokoh muda dalam hal ini berposisi sebagai social entrepreneur. Secara ekonomi, pengelolaan wisata erupsi menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat lokal. Secara sosial, pengelolaan wisata erupsi melalui Tim Volcano Tour mampu menjamin pemerataan akses ekonomi, mereduksi gesekan sosial yang sempat muncul, menciptakan kohesi sosial, dan perubahan mindset.
Mobilitas dan Pembentukan Infrastruktur Baru Partisipasi dalam Praktik Budaya Media Kontemporer
Nuraini Juliastuti
Jurnal Studi Pemuda Vol 4, No 1 (2015): PEMUDA KEWARGAAN DAN TIK
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/studipemudaugm.36720
Tulisan ini adalah ringkasan dari hasil sebuah penelitian yang bertujuan untuk memahami secara kritis serta menciptakan pengetahuan baru, tentang bagaimana makna dan praktik sosial terbangun di sekitar handphone. Ia menggambarkan wilayah serta momen, dimana mobilitas muncul sebagai konsep dan pengalaman yang dibayangkan, bertransformasi menjadi beragam bentuk infrastruktur lain, dan tertangkap sebagai bagian dari taktik dalam relasi baru antara teknologi dan penggunanya. Hasil penelitian menunjukkan pembentukan infrastruktur komunikasi baru baik, muncul dalam bentuknya yang konvensional, maupun agen teknologi informasi, ruang-ruang intimasi dimana bahasa dan kosakata yang termediasi oleh teknologi komunikasi diciptakan, maupun kecanggungan dan kepanikan ketika berhadapan dengan logika jarak, waktu, dan kedekatan, yang berbeda. Semuanya mengindikasikan produksi budaya baru dimana beragam moda keterlibatan dan partisipasi dibayangkan ulang.
Wirausaha Muda Membangun Desa: Dinamika Partisipasi Pembangunan Desa
Dewi Cahyani Puspitasari
Jurnal Studi Pemuda Vol 4, No 2 (2015): PEMUDA DAN NEW ENTREPENEURSHIP
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/studipemudaugm.36817
Potret pembangunan desa mengalami perubahan yaitu paska adanya Undang-Undang Desa yang memunculkan visi dan komitmen baru terhadap desa. Harapan baru perubahan pembangunan bagi desa menjadi fokus para pihak termasuk pemuda. Beragam inisiatif pemuda muncul di beberapa wilayah Indonesia yang dapat memberikan kontribusi positif dalam proses perubahan sosial di desa. Kajian ini bertujuan untuk; pertama, mendeskripsikan ragam peran dan kapasitas pemuda dalam proses membangun desa dan; kedua, menganalisis potensi dan kapasitas pemuda dalam membangun jejaring untuk keberlanjutan peran pemuda dalam membangun desa. Tinjauan teoritis pembangunan desa, kewirausahaan dan partisipasi pemuda menjadi bagian pembahasan analitis dari kajian ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa para wirausaha muda desa ini memiliki kesediaan untuk menjadi bagian dari solusi terhadap permasalahan sosial seperti kemiskinan, minimnya tenaga kerja pertanian maupun rendahnya kualitas pelayanan sosial di desa. Kapasitas pemuda dalam memobilisasi elemen masyarakat desa menjadi bagian penting dalam proses menggerakkan partisipasi warga untuk membangun desa. Implikasinya adalah adanya nilai tambah bagi desa yang muncul dari kemampuan kolektif untuk mendayagunakan potensi maupun aset lokal di desa.
Menertawakan Politik: Anak Muda, Satire dan Parodi dalam Situs Mojok.co
Wisnu Prasetya Utomo
Jurnal Studi Pemuda Vol 4, No 1 (2015): PEMUDA KEWARGAAN DAN TIK
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/studipemudaugm.36729
Ketika konglomerat media berhasil membuat pesan media menjadi homogen dan mengabaikan kepentingan umum, kemuncula teknologi internet membuka kemungkinan akan kemunculan media alternatif. Keadaan ini kemudian menciptakan banyak media alternatif seperti Mojok.co. Meskipun awalnya media ini tidak sengaja dibuat sebagai media satire, dalam perkembangannya Mojok.co menjelma menjadi medium yang mempelopori penulisan satir di Indonesia. Mojok.co yang dikelola oleh para penulis muda yang antusias menunjukan bahwa generasi millenial yang selama ini dianggap apolitis, ternyata mampu merespon isu-isu sosial dan politik dengan gaya komunikasi mereka sendiri.
Kontribusi Aktivitas Voluntaristik Kaum Muda terhadap Sosialisasi dan Institusionalisasi Identitas Regional Asia Tenggara Melalui ASEAN Youth Voluntary Program (AYVP) 2013 – 2016
Aditya Permana
Jurnal Studi Pemuda Vol 5, No 2 (2016): Pemuda, Perlawanan, dan Inklusivitas
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7167.193 KB)
|
DOI: 10.22146/studipemudaugm.37968
Identitas regional negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN umumnya diringkas dalam terma “Unity in Diversity”, sebagai slogan demokrasi desa khas Melayu, dengan normatif pelaksanaannya berwujud the ASEAN Way, yakni sistem pembuatan-keputusan bersama berupa diplomasi berbasis proses informal, non-legalistik, berbasis konsensus, dan didorong oleh proses. Ciri ini meninggalkan banyak ruang kosong bagi interpretasi, yang salah satunya diisi oleh kegiatan voluntaristik dari kaum muda dalam menerjemahkan fluiditas definisi identitas kawasan tersebut. Penelitian kualitatif ini melihat kontribusi ASEAN Youth Voluntary Program (AYVP) sebagai organisasi kaum muda voluntaristik ASEAN yang berupaya mensosialisasikan, menginstitusionalisasi, dan mereifikasi identitas kawasan ASEAN melalui kegiatan-kegiatan mereka yang berorientasi pada dimensi sosio-kultural, salah satu dari tiga pilar Komunitas ASEAN menurut Bali Concord II 2003.
Dari Materialisme Ke Identitas: Transformasi Radikalisme Kelas Menengah Muda
Wasisto Raharjo Jati
Jurnal Studi Pemuda Vol 5, No 1 (2016): PEMUDA DAN RADIKALISME
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (390.301 KB)
|
DOI: 10.22146/studipemudaugm.37125
The terminology of radicalism had been accepted largery as physical expression aims to create violence and riots. Radicalism is understood as informal style to negotiate when formal politics unsuccessfully created resolution. The young middle class were categorized vulnerable groups which easily infiltrated within several of ideologies. However, it is important to be noted that radicalism is a way to make expression space for youth people. The role of social media altered characteristic of movement that become rigorious. By using both perspective namely new social movement dan resources mobilization, this article aimed to analyse great transformation on radicalism nowadays.
Kaum Muda, Intoleransi, dan Radikalisme Agama
Zuly Qodir
Jurnal Studi Pemuda Vol 5, No 1 (2016): PEMUDA DAN RADIKALISME
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/studipemudaugm.37127
Youth, Intolerance, and Radicalism are serious problems facing Indonesia and other countries including in the Middle East. This phenomenon has sprung up over the last five years with various events that have surfaced. There are many reasons for the emergence of radicalism among young people and intolerance. However, there are several alternatives also to reduce the movement of intolerance and radicalism of youth. Religious movements that come from mass organizations such as Muhammadiyah and NU can be expected to reduce it. The most phenomenal phenomenon is the emergence of ISIS Islamic state of Iraq and Syria with various violent activities in Iraq and Syria affecting religious life in Indonesia. The movement of intolerance and radicalism arises because of the lazy tolerance. The essay below wants to reflect on the continuous occurrence of terrorist acts of terrorism radicalism in our country. The following essays are based largely on literature reviews written on the basis of reports or by others, as well as observations from the authors