cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
ISSN : 14104946     EISSN : 25027883     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JSP) is an open access, and peer-reviewed journal. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: gender politics and identity, digital society and disruption, civil society movement, community welfare, social development, citizenship and public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance & democracy, radicalism and terrorism. JSP is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2015): NOVEMBER" : 6 Documents clear
Security Complex Indonesia-Australia dan Pengaruhnya terhadap Dinamika Hubungan Kedua Negara Siti Muti’ah Setyawati; Dafri Agussalim
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 2 (2015): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2227.67 KB) | DOI: 10.22146/jsp.10848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan karakter security complex atau the pattern of amity andenmity antara Indonesia dan Australia. Secara garis besar aspek amity (kerjasama) antara kedua negara jauh lebih dominan dari pada aspek enmity-nya (permusuhan). Metode utama yang digunakan untuk menganalisis ada tidaknya hubungan kausalitas antara independent variable dandependent variable yaitu metode interpretive analytic dengan logika berpikir inductive. Pelajaran yang dapat diambil yaitu; pertama, kita tidak bisa bertindak berdasarkan harapan bahwa pihak lain akan berbuat baik pada kita. Kedua, seharusnya sejak awal kita memfokuskan diplomasikita untuk mencegah agar Australia tidak melakukan tindakan yang merugikan Indonesia. Ketiga, kita harus memahami bangsa dan negara tersebut di segala aspeknya, khususnya dinamika politik domestiknya secara lebih dalam dan lebih kritis lagi
Intervensi Penyelenggaraan Pemilukada: Regulasi, Sumberdaya dan Eksekusi Sri Nuryanti
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 2 (2015): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2398.888 KB) | DOI: 10.22146/jsp.10849

Abstract

Keputusan untuk menyelenggarakan pilkada serentak yang diadakan pada tanggal 9 Desember2015 merupakan bagian dari diskursus besar untuk memperbaharui sistem pemilu sehingga sistem itu paling sesuai dengan Indonesia dan khususnya mampu menjawab berbagai isu khususnya terkait dengan efisiensi dari segi pembiayaan pilkada dan efektifi tas penyelenggaraan pilkada. Diskursus pilkada yang muncul di akhir 2014 penting untuk melihat bagaimana diskursus itu telah didiskusikan menyeluruh khususnya berdasarkan fakta bahwa ada banyak pemimpin lokal yang mempunyai kualitas rendah yang dihasilkan oleh pilkada yang diselenggarakan secara langsung. Kajian ini akan mengupas intervensi penyelenggaraan pilkada langsung, dengan memperhatikan kemampuan sumberdaya daerah, kemampuan keuangan dan pelaksanaan pilkada di lapangan. Tulisan ini mengisyaratkan perlunya intervensi baik regulatif maupun teknis agar pilkada yang diselenggarakan di daerah dengan beragam kondisi tersebut dapat menghasilkan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang lebih berkualitas.
Melayu di Atas Tiga Bendera: Konstruksi Identitas Nasionalisme Masyarakat Perbatasan di Kepulauan Batam Adek Risma Dedees
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 2 (2015): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1902.515 KB) | DOI: 10.22146/jsp.10850

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang konstruksi identitas nasionalisme masyarakat perbatasandi Kepulauan Batam. Jenis penelitian ini adalah kualitatif-interpretatif, dengan unit analisa pernyataan-pernyataan, cerita-cerita, dan pandangan informan tentang bayangan nasionalis memasyarakat perbatasan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa masyarakat perbatasan di Kepulauan Batam mengaku mencintai dan membela Indonesia dengan kondisi yang ‘terbelah’, karena pada saat yang bersamaan juga beririsan dengan Melayu dan kemelayuan sebagai raisond’etre yang sifatnya lintas negara. Nasionalisme yang ‘terbelah’ ini disebabkan karena pertaliandan kedekatan bersama di bawah payung Melayu yang mampu mengalahkan kekuatan ideologi negara dan teritori yang memisahkan masyarakat perbatasan, baik Indonesia, Singapura maupun Malaysia. Pengalaman sejarah dan pengalaman kultural bersama inilah yang kemudian memberikan warna, corak, atau kekhasan tersendiri bagi masyarakat perbatasan di Kepulauan Batam ketika membayangkan atau mendefi niskan nasionalisme tersebut.
Potensi Korupsi dalam Kebijakan Publik Studi Kasus Korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat di Provinsi Jawa Timur Nian Riawati
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 2 (2015): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2417.553 KB) | DOI: 10.22146/jsp.10851

Abstract

Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) merupakan salah satu intervensi kebijakan untuk menghindari adanya kontraksi sosial pasca kenaikan harga BBM. Namun, dalam implementasinya, kebijakan ini dapat dikategorikan sebagai kebijakan koruptif yang diambil bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi JawaTimur. Studi kasus menjadi pilihan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk menganalisa secara lebih mendalam terkait kasus korupsi P2SEM yang dimulai sejak awal program ini dilahirkan hingga tahap penyaluran dana kelompok pelaksana dan kelompok sasaran program.
Communal Conflict in Indonesia: Contagious or Latent Issues? Sujarwoto Sujarwoto
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 2 (2015): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2054.258 KB) | DOI: 10.22146/jsp.10847

Abstract

Penelitian ini mengkaji faktor sosial, ekonomi dan politik sengketa komunal yang terjadi di Indonesia dan menguji bagaimana sengketa komunal secara spasial terhubung antar kabupaten atau kota di seluruh Indonesia. Data bersumber dari Sensus Potensi Desa (Podes) tahun 2008 dan laporan statistik pemerintahyang berisi informasi mengenai sengketa komunal di seluruh kabupaten/kota di Indonesia (N kabupaten/kota= 465). Penelitian ini menemukan bahwa sengketa komunal di Indonesia terjadi akibat adanya faktor faktor laten di dalam kabupaten/kota. Dibandingkan dengan keragaman agama dan etnis, sengketa komunal memiliki hubungan kuat dengan kemiskinan, ketimpangan ekonomi, elite capture dan lemahnya kapasitas kabupaten/kota dalam mengelola sumber-sumber fiskal daerah.
Implementasi Kebijakan Silvopastur di Cagar Alam Gunung Mutis dan Perlawanan Masyarakat Lokal Rahman Kurniadi; Lukas Rumboko
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 2 (2015): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1807.79 KB) | DOI: 10.22146/jsp.10852

Abstract

Penelitian ini bertolak pada permasalahan yang melatar belakangi masyarakat sekitar hutan tidak mengindahkan larangan silvopastur di dalam kawasan Cagar Alam Gunung Mutis sehingga berpotensi mengganggu kelestarian cagar alam tersebut. Metode yang digunakan adalah eksploratif kualitatif agar dapat memahami alasan masyarakat lokal melakukan perlawanan terhadap larangan silvopastur. Sedangkan pendekatan pendekatan yang dipakai adalah teori akses ( Ribot & Peluso, 2003) untuk memahami berpengaruh atau tidaknya perlawanan terhadap kegagalan implementasi kebijakan silvopasture. Data primer dikumpulkan dengan cara wawancara dan observasi dari peternak, pihak pemerintah, LSM, dan pengusaha. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat melakukan perlawanan terhadap larangan silvopastur karena kebijakan tersebut tidak sesuai dengan konteks masyarakat lokal. Perlawanan tersebut berpengaruh pada impelementasi kebijakan silvopastur karena masyarakat lokal memiliki kemampuan untuk mengambil manfaat dari sumber daya alam berupa rumput yang di dalam Cagar Alam Gunung Mutis.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 29, No 2 (2025): November Vol 29, No 1 (2025): July Vol 28, No 3 (2025): March Vol 28, No 2 (2024): November Vol 28, No 1 (2024): July Vol 27, No 3 (2024): March Vol 27, No 2 (2023): November Vol 27, No 1 (2023): July Vol 26, No 3 (2023): March Vol 26, No 2 (2022): November Vol 26, No 1 (2022): July Vol 25, No 3 (2022): March Vol 25, No 2 (2021): November Vol 25, No 1 (2021): July Vol 24, No 3 (2021): March Vol 24, No 2 (2020): November Vol 24, No 1 (2020): July Vol 23, No 3 (2020): March Vol 23, No 2 (2019): November Vol 23, No 1 (2019): July Vol 22, No 3 (2019): March Vol 22, No 2 (2018): November Vol 22, No 1 (2018): July Vol 21, No 3 (2018): March Vol 21, No 2 (2017): November Vol 21, No 1 (2017): July Vol 20, No 3 (2017): March Vol 20, No 2 (2016): November Vol 20, No 1 (2016): Juli Vol 19, No 3 (2016): Maret Vol 19, No 2 (2015): NOVEMBER Vol 19, No 1 (2015): JULI Vol 18, No 3 (2015): Maret Vol 18, No 2 (2014): November Vol 18, No 1 (2014): Juli Vol 17, No 3 (2014): Maret Vol 17, No 2 (2013): NOVEMBER (Korporasi dan Tanggung Jawab Sosial) Vol 17, No 1 (2013): JULI (Menimbang Birokrasi, Partai, dan Politik di Indonesia) Vol 16, No 3 (2013): MARET (Gerakan Sosial (Baru) Pasca “Orde Baru”) Vol 16, No 2 (2012): NOVEMBER (Mengelola Perbatasan Negara) Vol 16, No 1 (2012): JULI (Politik Pengelolaan Lingkungan dan Sumber Daya Alam) Vol 15, No 3 (2012): MARET (Dinamika Politik Desentralisasi) Vol 15, No 2 (2011): NOVEMBER (Dilema Tata Kelola Pemerintahan) Vol 15, No 1 (2011): JULI (Kebijakan Sosial di Aras Lokal) Vol 14, No 3 (2011): MARET (Membingkai Peran Politik Media) Vol 14, No 2 (2010): NOVEMBER (Membedah Radikalisme di Indonesia) Vol 14, No 1 (2010): JULI (Multikulturalisme dan Pergulatan Identitas) Vol 13, No 3 (2010): MARET (Dinamika Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial) Vol 13, No 2 (2009): NOVEMBER (Demokrasi dan Transformasi Institusi Tradisional) Vol 13, No 1 (2009): JULI (Konflik dan Perdamaian) Vol 12, No 3 (2009): MARET (Parpol dan Pemilu) Vol 12, No 2 (2008): NOVEMBER (Media dan Demokrasi) Vol 12, No 1 (2008): JULI (Gerakan Sosial) Vol 11, No 3 (2008): MARET (Komunikasi Bencana) Vol 11, No 2 (2007): NOVEMBER (Dinamika Politik Lingkungan) Vol 11, No 1 (2007): JULI (Demokrasi Mencari Bentuk) Vol 10, No 3 (2007): MARET (Kebijakan Sosial Politik) Vol 10, No 2 (2006): NOVEMBER (Respon terhadap Tantangan Internasional) Vol 10, No 1 (2006): JULI (Pemberdayaan Masyarakat) Vol 9, No 3 (2006): MARET (Tarik Menarik Kepentingan dalam Media Masa) Vol 9, No 2 (2005): NOVEMBER (Potret Ilmu-ilmu Sosial) Vol 9, No 1 (2005): JULI (Demokrasi: Problema dan Manfaatnya) Vol 8, No 3 (2005): MARET (Democratic Governance) Vol 8, No 2 (2004): NOVEMBER (Tinjauan Kritis Globalisasi) Vol 8, No 1 (2004): JULI (Representasi dan Keberpihakan dalam Media) Vol 7, No 3 (2004): MARET (Peran dan Konstruksi Sosial tentang Perempuan) Vol 7, No 2 (2003): NOVEMBER (Globalisasi dan Kemiskinan) Vol 7, No 1 (2003): JULI (Neolibralisme: Refleksi Kritis) Vol 6, No 3 (2003): MARET (Dinamika Negara dan Masyarakat Sipil) Vol 6, No 2 (2002): NOVEMBER (Perkembangan dan Potret Ilmu Sosial) Vol 6, No 1 (2002): JULI (Kebijakan Publik: Perspektif Alternatif) Vol 5, No 3 (2002): MARET (Kebijakan dan Manajemen Publik) Vol 5, No 2 (2001): NOVEMBER (Otonomi Lokal dan Keindonesiaan) Vol 5, No 1 (2001): JULI (Khasanah Gerakan Sosial) Vol 4, No 3 (2001): MARET (Refleksi Nasionalisme Indonesia) Vol 4, No 2 (2000): NOVEMBER (Menggugat Kajian Media dan Kebebasan Pers) Vol 4, No 1 (2000): JULI (Reformasi Kelembagaan Politik) Vol 3, No 3 (2000): MARET (Kekerasan, Keberdayaan, dan Demokrasi) Vol 3, No 2 (1999): NOVEMBER Vol 3, No 1 (1999): JULI Vol 2, No 3 (1999): MARET Vol 2, No 2 (1998): NOVEMBER Vol 2, No 1 (1998): JULI Vol 1, No 3 (1998): MARET Vol 1, No 2 (1997): NOVEMBER Vol 1, No 1 (1997): JULI More Issue