cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal METTEK (Jurnal Ilmiah Nasional Dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2020)" : 9 Documents clear
Perlakuan Termomekanik Paduan Mg-Gd Sebagai Material Implan Mampu Luruh Oknovia Susanti; Sri Harjanto; Myrna A Mochtar; Gunawarman Gunawarman
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i01.p01

Abstract

Paduan Mg-1,6Gd (wt%) mempunyai potensial sebagai material implan yang mudah larut dalam tubuh. Penambahan Gd kedalam magnesium dan selanjut di proses melalui termomekanik bertujuan untuk memperbaiki sifat-sifat mekanik yaitu kekerasan, kekuatan, ketangguhan dan keuletan dan juga dapat mengontrol laju korosi dalam lingkungan biologis. Perubahan mekanik yang terbentuk akibat penambahan sedikit Gd (1,6wt%) kedalam Mg kemudian diproses termomekanik melalui ekstrusi dan rolling yang dikaitkan dengan hasil strukturmikro melalui ukuran butir dan phasa. Proses termomekanik dilakukan pada temperatur rekristalisasi (400-550 °C) paduan Mg-1,6Gd dengan reduksi 95 %. Pemeriksaan dilakukan di skala labor dengan menggunakan tahap-tahap metalografi dan pengujian tarik dengan ukuran sample yang standar ASTM E8. Uji kekerasan dengan menggunakan alat uji Hardness Vicker dengan berat 300 gram dan ditahan selama 15 detik. Pemerikasaan ini dilanjutkan dengan pengujian laju korosi dengan menggunakan cairan infus. Hasil menunjukan bahwa terjadi perubahan ukuran butir yang siknifikan pada paduan Mg-1,6Gd setelah proses termomekanik terutama pada proses ekstrusi panas yaitu mencapai 14 µm, namun kekerasan tertinggi terdapat pada proses pengerolan yaitu mencapai 50 HVN. Adanya sejumlah presipitat ditemui pada strukturmikro yang dapat mempengaruhi kekerasan akibat pengerolan. Sifat-sifat mekanik paduan Mg-1,6Gd juga dipengaruhi oleh presipitat, dimana kekuatan tertinggi adalah 197 MPa pada pengerolan dibanding ekstrusi hanya mencapai 187 MPa. Meskipun demikian keuletan terbesar dimiliki oleh pengerolan yaitu 26 %, sementara ekstrusi hanya mencapai 24 %. Pada pengujian korosi, pengerolan memiliki laju korosi yang lebih tinggi dibanding laju korosi ekstrusi yaitu 5,7 mmpy dalam larutan Ringer. Kedua proses termodinamik ini mempunyai peluang sebagai material implan yang mudah larut dalam tubuh, namun pengerolan lebih di rekomendasi baik dari sifat mekanik maupun laju korosi yang lebih terkontrol. Mg-1,6Gd (wt%) alloys has potential as a degradable materials implant. The addition of Gd in magnesium and then subsequently processed through thermo-mechanics aims to improve mechanical properties such as hardness, strength, toughness, ductility and can also control the rate of corrosion in the biological environment.Mechanical can be changed by the small addition of Gd (1.6wt%) into Mg are then is processed through extrusion and rolling which are associated with grain size and phase. The thermomechanical process was carried out at a recrystallization temperature (400-550 °C). Mg-1,6Gd alloys was hot rolled with a reduction of 95%. The examination is carried out at a labor scale using metallographic steps and tensile testing with a standard of ASTM E8. Hardness test use the Hardness Vicker with 300 grams and held for 15 seconds. This examination is followed by testing the rate of corrosion using intravenous fluids. The results showed that there was a significant change in grain size in the Mg-1,6Gd alloys after the thermomechanical process, especially in the hot extrusion which reached 14 ?m, but the highest hardness was found in the rolling process which reached 50 HVN. A number of precipitates are found in micro structures that can affect violence due to rolling. The mechanical properties of the Mg-1,6Gd alloys are also affected by the precipitate, where the highest strength is 197 MPa on rolling compared to extrusion reaching only 187 MPa. However, the greatest tenacity is owned by rolling, which is 26%, while extrusion only reaches 24%. In corrosion testing, rolling has a higher corrosion rate than the extrusion corrosion rate of 5.7 mmpy in Ringer's solution. Both of these thermodynamic processes have opportunities as a degradable materials implant, but rolling is more recommended both in terms of mechanical properties and corrosion rates.
Analisis Perbedaan Mesh Pada Simulasi Boiler PLTGU Tanjung Priok Berbasis CFD I Nyoman Agus Adi Saputra; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Gusti Ngurah Priambadi
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i01.p06

Abstract

Penelitian Analisis Perbedaan Mesh berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD) ini dilakukan Pada Boiler PLTGU Tanjung Priok. Boiler atau reboiler dalam sistem PLTGU dikategorikan sebagai alat penukar kalor karena perpindahan panasnya dilakukan tanpa kontak langsung antara media pemanas dengan media yang dipanaskan. Fluida kerja pada boiler PLTGU Tanjung Priok berupa gas methane dan air. Penelitian ini bertujuan melihat jumlah pembagian elemen terhadap hasil simulasi dengan menggunakan dua model Studi konvergensi grid yaitu dengan grid kasar, dan yang paling optimal melalui hasil simulasi CFD. Metode yang digunakan mulai dari mendesain geometri boiler sesuai kondisi di lapangan menginput initial conditions dan boundry conditions. Data hasil penelitian yang sudah di lakukan pada simulasi boiler menunjukkan bahwa baik temperatur, tekanan dan kecepatan aliran memiliki nilai yang sama besar dan tidak di pengaruhi oleh pembagian elemen yang di lakukan pada saat proses meshing dari elemen yang paling kasar dengan jumlah total sebanyak 203.363 sampai pada tahap proses meshing dengan elemen teroptimal yang berjumlah sebanyak 1.491.428 berdasarkan hal tersebut maka proses simulasi yang dilakukan menjadi lebih efisien karena proses perhitungan data dari elemen yang lebih sedikit mendapatkan hasil yang sama dengan elemen yang lebih banyak. The research on Mesh Difference Analysis based on Computational Fluid Dynamic (CFD) was conducted at Tanjung Priok PLTGU Boiler. Boilers or reboilers in PLTGU systems are categorized as heat exchangers because the heat transfer is done without direct contact between the heating media and the heated media. The working fluid in the Tanjung Priok gas power plant boiler is in the form of methane gas and water. This study aims to look at the number of elements divided against the simulation results by using two grid convergence study models, namely with a coarse grid, and the most optimal through CFD simulation results. The method used starts from designing the boiler geometry according to the field conditions, inputting initial conditions and boundry conditions. Data from research that has been done on boiler simulations shows that both temperature, pressure and flow velocity have the same value and are not affected by the division of elements carried out during the meshing process of the most coarse elements with a total number of 203.363 up to the meshing process stage with the optimum elements totaling 1,491,428 based on this, the simulation process carried out becomes more efficient because the process of calculating data from fewer elements gets the same results with more elements.
Performansi Sistem Pengendali Kecepatan Motor BLDC Menggunakan Logika Fuzzy Logic Wayan Widhiada; Made Widiyarta; K.P. Arya Utama
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i01.p02

Abstract

Brushless DC motor adalah salah satu jenis motor sinkron yang diberi arus DC yang bersumber dari inverter atau power supply. Motor AC menghasilkan arus AC yang dapat menggerakan motor. Pada dasarnya kecepatan motor dapat di atur menggunakan kontroler yang menghitung seberapa besar keluaran yang harus dihasilkan. Pada umumnya input dari kontroler berupa tuas (naik – turun atau putar) dan tombol untuk input awalnya. Oleh Karena itu dilakukan penelitian untuk mengganti input yang mengatur kecepatan motor BLDC. Kontrol kecepatan motor BLDC berbasis logika fuzzy adalah suatu system kontrol yang mengganti input main stream dari kontroler menjadi sensor beban, dan dimana pembacaanya akan dikontrol oleh logika fuzzy untuk mengatur control kecepatan motor BLDC. Penelitian dilakukan dengan dua cara yaitu simulasi dan eksperimen prototype dengan pemberian beban pada sensor yaitu 10 kg, 20 kg, 30 kg, 40 kg dan 50 kg sebagai inputnya. Hasil dari pengujian dan penghitungan yang didapat pada setiap pembebanan menghasilkan kecepatan yang stabil yaitu rata – rata 0.25 detik dengan kecepatan yang hamper setara dengan referensinya. Error pada kecepatan yang dihasilkan antara simulasi dan prototype sangat kecil yaitu kurang dari 1% pada masing – masing pembebanan. Brushless DC motor is one type of synchronous motor that is given a DC current from the inverter or power supply sourced. It produces an AC current that can drive the motor. Basically the motor speed can be set using a controller to compute the result of output. In general, the input from the controller is like a handle (up – down or twist) and a button for initial input. Therefore the research has changed the input that regulates the speed of the BLDC motor. BLDC motor speed is controlled based on fuzzy logic. Fuzzy logic is a control who help load sensor to replace the mainstream input like handle, and where the reader will be directed by logic to determine the speed of the BLDC motor. The research is carried out in two techniques, called simulation and experiment. The prototype is testing with the load on 10 kg, 20 kg, 30 kg, 40 kg and 50 kg as an input. The results of the tests is obtained at each loading resulted in a stable speed which is an average of 0.25 seconds with a speed that is almost the same as the reference. The error signal of the speed is produced between the simulation and prototype is very small, which is less than 1% in each load.
Pengujian SFC Konverter Kit Buatan untuk LPG pada Mobil dengan Sistem Injeksi Karburator Gede Bayu Wiria Esaputra; IGB Wijaya Kusuma; I Made Widiyarta
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i01.p07

Abstract

Salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil yang berkembang di masyarakat Indonesia adalah Bahan Bakar Gas (BBG) diantaranya Liquified Petroleum Gas (LPG). Akan tetapi konversi BBM ke BBG di Indonesia saat ini belum terlihat secara nyata kemajuan perkembangannya. Kendala selain tingginya harga satu paket konverter kit di pasaran adalah performa yang di hasilkan oleh LPG masih relatif kecil dari Pertamax. Oleh karena itu penulis mencoba membuatkan Konverter Kit baru dengan harga yang lebih terjangkau dan performa yang di hasilkan lebih baik dari Pertamax. Untuk mengetahui performa mesin dari pemakaian Konverter Kit LPG buatan ini maka perlu dilakukan pengujian terhadap daya dan konsumsi bahan bakar spesifik dari penggunaan LPG dan dibandingkan dengan Pertamax. Masing-masing pengujian dilakukan dengan perpindahan persneling dan putaran mesin yang sama antara 2000 hingga 6000 rpm. Dari hasil pengujian penggunaan bahan bakar LPG menghasilkan Daya sebesar 32,87 Hp sedangkan Pertamax sebesar 24,61 Hp dan Konsumsi Bahan Bakar yang lebih baik dibandingkan bahan bakar Pertamax dimana SFC LPG sebesar 17,79 gr/Hp.dt dan Pertamax sebesar 12,11 gr/Hp.dt. LPG dari Konverter Kit buatan ini lebih hemat bahan bakar, dan menghasilkan daya yang lebih besar dibandingkan Pertamax, sehingga menghasilkan SFC yang lebih baik dibandingkan Pertamax. One of alternative energy substitute for fossil fuels that is developing in Indonesian society is Gas Fuel (BBG) including Liquified Petroleum Gas (LPG). However, the conversion of BBM to BBG in Indonesia is not yet visible in the progress of its development. The obstacle besides the high price of one converter kit package on the market is the performance produced by LPG is still relatively small than Pertamax. Therefore, the author tries to make a new converter kit with a more affordable price and better performance than Pertamax. To find out the engine performance of the use of this artificial LPG Converter Kit it is necessary to test the specific power and fuel consumption of LPG usage and compare with Pertamax. Each test is carried out with the same gear shift and engine speed between 2000 and 6000 rpm. From the results of testing the use of LPG fuels produce power about 32,87 Hp and Pertamax produce power about 24,61 Hp and fuel consumption more good compared to Pertamax fuels, which is 17,79 gr/Hp.s for LPG and 12,11 gr/Hp.s for Pertamax. The LPG from this artificial converter kit is more fuel efficient, and produces more power than Pertamax, so it produces a better SFC than Pertamax.
Lama Perendaman Ekstrak Pucuk Daun Ungu Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan DSSC Komang Alit Kumara Jaya; I Gusti Ngurah Nitya Santiarsa; I Ketut Suarsana
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i01.p03

Abstract

Pada umumnya masyarakat di Indonesia masih menggunakan sumber energi tidak terbaharui yang suatu saat akan habis. Penggunaan energi meningkat pesat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk, energi surya merupakan energi yang memiliki potensi besar. Dye sensitized solar cell (DSSC) merupakan solar cell generasi ke 3. Daun ungu merupakan tumbuhan yang tersebar hampir di seluruh Indonesia, mudah dibudidayakan dan tidak merupakan daun dengan nilai ekonomi tinggi juga tidak kenal musim dalam tumbuh kembangnya. Penelitian ini menggunakan ekstrak pucuk daun ungu sebagai dye sensitizer di ekstrak menggunakan alkohol (96%) dengan perbandingan campuran 20gr pucuk daun ungu yang sudah ditumbuk halus dengan alkohol sebanyak 50ml, kemudian direndam dengan variasi lama perendaman 12, 24 dan 36 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman terhadap tegangan yang dihasilkan DSSC. Hasil penelitian didapat hasil tegangan tertinggi pada variasi lama perendaman 36 jam sebesar 254 mV. Lama perendaman 12 jam sebesar 202 mV dan lama perendaman 24 jam berada diantara kedua variasi tersebut dengan nilai tegangan dan arus sebesar 230 mV. Generally people in Indonesia still use non-renewable energy sources that will one day be exhausted. Energy use in Indonesia increased considerably in line with economic growth and population growth, solar energy is the energy that has great potential. Dye sensitized solar cells (DSSC) are 3rd generation solar cells. Purple leaf is a plant that is spread almost all over Indonesia, easily cultivated and is not a leaf with high economic value nor does it know the season of growth and development. This study uses purple leaf shoot extract as a dye sensitizer extracted using alcohol (96%) with a ratio of 20 gr of mixture of purple leaf buds that have been finely ground with alcohol as much as 50 ml, then soaked with a 12, 24 and 36 hour soaking variation. This study aims to determine the effect of immersion duration on the voltage generated by DSSC. The results obtained the highest voltage at 36 hours soaking variation of 254 mV. The 12 hour soaking time is 202 mV and the 24 hour soaking is between the two variations with voltage and current values of 230 mV.
Pengaruh Sudut B dan W pada PLTS di PT Indonesia Power Rinaldo Siahaan; IGB Wijaya Kusuma; IW Bandem Adnyana
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i01.p08

Abstract

Energi surya merupakan energi terbarukan yang jumlahnya tidak terbatas sehingga sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang sangat ramah lingkungan. Salah satu pembangkit energi listrik tenaga surya ada di PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Bali tepatnya di gedung A dan telah dilakukan penelitian pada bulan November sampai bulan Desember dari pukul 08.00 sampai 16.00. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sudut kemiringan panel surya (?) dan sudut jam (?) yang tepat sehingga pembangkit listrik tenaga surya menghasilkan efisiensi dan energi yang optimum yang mana akan mengurangi pemakaian energi listrik dan dengan biaya produksi yang lebih murah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sudut jam (?) panel surya mempengaruhi intensitas dan daya output panel surya dicapai lebih cepat 1 jam jika sudut (?) bernilai -15° dan sebaliknya. Dan hasil penelitian ini juga menunjukkan sudut kemiringan (?) panel surya yang paling tepat dibandingkan dengan yang terpasang saat ini adalah 15° menghadap selatan dengan peningkatan intensitas yang diterima panel surya 60,60%, peningkatan daya output 81,80% dan peningkatan efisiensi 13,38%. Solar energy is an unlimited amount of renewable energy that has the potential to be used as an alternative energy source that is very environmentally friendly. One of the solar power plants in PT Indonesia Power Generation Business Unit Bali precisely in building A and has been conducted research in November to December from 08.00 am to 16.00 pm. This study aims to determine the slope angle of solar panels (?) and clock angle (?) that are right so that solar power plants produce optimum efficiency and energy which will reduce electricity consumption and with lower production costs. The results of this study indicate that the clock angle (?) of solar panels affects the intensity and output power of solar panels achieved 1 hour faster if the angle (?) is -15 ° and vice versa. And the results of this study also show the most appropriate slope angle (?) of solar panels compared to the one currently installed is 15° south with an increase in intensity received by solar panels 60,60%, increase in output power 81,80% and increase in efficiency 13,38 %
Pengaruh Serapan Sistem Pendingin pada Shrinkage untuk Blister dari PVC Dikky Antonius; Budiarto Budiarto; Benedigtus Tito
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i01.p04

Abstract

Proses thermoforming dilakukan dengan memanaskan material lembaran plastik kemudian diberi tekanan atau vakum ke rongga cetakan untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan. Pada penelitian ini, proses thermoforming diaplikasikan untuk membuat Blister. Dimana Blister adalah tempat memasukan obat berbentuk pila tau kapsul. Temperatur air pendingin (forming temperature) diatur dari mulai 19oC, 21oC dan 25oC, sementara temperatur pemanasan (heating temperature) disusun dari mulai 110oC, 120oC dan 130oC untuk masing-masing temperatur air pendinginan. Kualitas Blister diukur dengan metode visual, serta menggunakan jangka sorong digital untuk melihat shrinkage (cacat penyusutan) yang mungkin terjadi. Kebocoran blister juga dicek dengan menggunakan pompa vakum. Hasil akhir menunjukkan bahwa seiring temperatur air pendingin dinaikkan, maka energi yang dilepas oleh mesin sebagai panas semakin turun diakibatkan perbedaan antara temperatur pemanasan dan pendinginan yang semakin sedikit. Pengujian toleransi ukuran menggunakan jangka sorong memperlihatkan bahwa penyusutan terjauh dialami oleh sampel dengan temperatur pemanasan 110oC, pengujian visual juga menyatakan hasil dari sampel pada temperatur pemanasan 110oC tidak terbentuk semuanya. Sampel dengan temperatur pemanasan 120oC dan 130oC mempunyai kualitas yang jauh lebih baik dalam hal toleransi dibandingkan temperatur pemanasan 110oC. Toleransi terbaik ditunjukkan oleh sampel dengan temperatur pemanasan 130oC dan pendinginan 25oC, namun sayangnya, dari pengujian vakum, parameter ini menunjukkan indikasi kebocoran. Thermoforming is one of the forming process which heating the material – usually plastic – then pressurized to form the shape. In this research thermoforming processes applied to make a Blister. Blister is one of the medicine container – usually capsule. The forming temperature is set in 19oC, 21oC, and 25oC, meanwhile heating temperature is set in 110oC, 120oC and 130oC. The quality check by visual and using digital caliper to check the shrinkage. Meanwhile, the vacuum pump is used to check the leak of Blister. The result shows that the energy released by the machine is smaller when the forming temperature is increased, caused by the differentiation of the heating temperature and the forming temperature. The highest shrinkage shown in the sample heated at 110oC and formed at temperature 19oC. However, by visual check, the sample heated at 110oC is broken regardless the forming temperature made. Better quality shown in the sample heated at 120oC and 130oC. The lowest shrinkage shown by the sample heated at 130oC and formed at 25oC, however the vacuum test indicated there are leak in the Blister.
Analisa dan Desain Compact Condensor di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjung Priok I Wayan Sutina; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Gusti Ngurah Priambadi
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i01.p05

Abstract

Kondensor merupakan salah satu komponen penukar panas yang berfungsi untuk membuang panas dari fluida uap air (steam) pada sebuah sistem pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU). Namun komponen kondensor ini memiliki dimensi yang cukup besar sehingga memerlukan lahan yang luas. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan dimensi kondensor yang lebih ringkas (compact) yang memerlukan lahan yang sedikit dalam penerapannya dilapangan. Desain Compact kondensor diawali dengan pengambilan data dilapangan, menghitung efisiensi kondensor awal (0,44), dan proses simulasi pada aplikasi CFD desain kondensor exisiting untuk mengetahui gambara dari proses perpindahan panas yang terjadi. Proses perhitungan untuk desain compact kondensor dilakukan untuk mendapatkan ukuran dimensi dan kinerja compact kondensor. Dari hasil perhitungan desain yang dilakukan didapatkan dimensi compact kondensor dengan panjang : 2 ft = 0,6096 m, lebar : 1 ft = 0,3048 m, dan tinggi 8 ft = 2,4384 m, dengan Volume Compact kondensor = 16 ft3 = 4,8768 m3, Efisiensi Sirip : 0.924027, Efisiensi Sirip Overall: 0.936563, Efisiensi kondensor : 0.60, Pressure Drop Sisi uap : 0,5184 Bar, Pressure Drop Sisi air : 1,4734 Bar, Daya Sisi uap : 70.43555 Watt, Daya Sisi air : 25.03529 Watt. Nilai efisiensi yang dihasilkan dari desain compact kondensor lebih tinggi dibandingkan dengan kondensor awal dengan dimensi yang lebih kecil. The condenser is one of the heat exchanger components that functions to remove heat from the water vapor fluid (steam) in a gas and steam power plant (PLTGU) system. However, this condenser component has dimensions large enough to require a large area. This research was conducted to obtain a condenser dimension that is more compact (compact) which requires less land in its application in the field. Compact condenser design begins with data collection in the field, calculating the efficiency of the initial condenser (0.44), and the simulation process in the application of the exisiting condenser CFD design to find out the details of the heat transfer process that occurs. The calculation process for compact condenser design is carried out to get the dimensions and compact condenser size. From the results of design calculations performed, the dimensions of the compact condenser with length: 2 ft = 0.6096 m, width: 1 ft = 0.3048 m, and height 8 ft = 2.4384 m, with condenser Compact Volume = 16 ft3 = 4 , 8768 m3, Fin Efficiency: 0.924027, Overall Fin Efficiency: 0.936563, Condenser efficiency: 0.60, Pressure Drop Vapor side: 0.5184 Bar, Pressure Drop Water side: 1.4734 Bar, Steam Side Power: 70.43555 Watt, Water Side Power : 25,03529 Watt. The efficiency value resulting from the compact condenser design is higher than the initial condenser with smaller dimensions.
Pengaruh Lamanya Waktu Penyimpanan Biogas Terhadap Komposisi Biogas I Wayan Putra Adanyana; Tjok Gde Tirta Nindha; I Wayan Surata
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i01.p09

Abstract

Biogas merupakan gas yang di hasilkan dari limbah organik yang dapat di perbaharui dan dapat di jadikan bioergi, komposisi yang terkandung dalam biogas yaitu gas hydrogen sulfida (H2S), gas karbon dioksida (CO2), oksigen (O2), H2O dan gas metana (CH4). Lamanya waktu penyimpanan biogas yaitu untuk mengetahui pengaruh komposisi biogas selama penyimpanan. Kapasitas bag yang di gunakan dalam penelitian ini berkapasitas 100 lt biogas disimpan selama 21 hari , komposisinya di uji setiap hari sampai hari ke 7 dan kembali di uji komposisinya di hari ke 21 dengan aliran biogas 3 liter per menit. Perbandingan data dalam penelitian ini biogas di simpan dalam 2 bag, bag 1 tersimpan biogas belum di murnikan , bag ke 2 tersimpan biogas yang belum di murnikan dan di tambahkan kalsium klorida (CaCl2) di dalam bag. Hasil dari penelitian ini menunjukkan peningkatan komposisi CH4 sebesar 62 % dengan penambahan CaCl2 dalam bag ke 2 dan menurunnya komposisi H2S dsan CO2 dibandingkan biogas yang tersimpan di bag 1 komposisi CH4 hanya 47 %. Biogas is a gas produced from organic waste that can be renewed and can be made into bioergy, the composition contained in biogas is hydrogen sulfide gas (H2S), carbon dioxide gas (CO2), oxygen gas (O2), H2O and methane gas (CH4). The length of time for biogas storage is to determine the effect of biogas composition during storage. The capacity of the bag used in this study with a capacity of 100 liters of biogas is stored for 21 days, the composition is tested every day until the 7th day and the composition is tested again on the 21st day with a biogas flow of 3 liters per minute. Comparison of data in this study biogas stored in 2 bags, bag 1 stored biogas not purified, bag 2 stored biogas that has not been purified and added calcium chloride (CaCl2) in the bag. The results of this study showed an increase in the composition of CH4 by 62% with the addition of CaCl2 in bag 2 and a decrease in the composition of H2S and CO2 compared to biogas stored in bag 1 in the composition of CH4 was only 47%.

Page 1 of 1 | Total Record : 9