cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal METTEK (Jurnal Ilmiah Nasional Dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 130 Documents
Analisis Energi – Eksergi Penambahan SRO pada Sistem Exhaust Mesin Diesel Dual Fuel Jhony Langgeng Baruna Wirawan; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Wayan Bandem Adyana
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2022.v08.i02.p06

Abstract

Penambahan sistem SRO pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gas merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan panas sisa dari gas buang mesin diesel. Analisis penambahan sistem SRO ini dilakukan dalam simulasi menggunakan software Aspen Plus®. Model yang digunakan dalam SRO ini adalah SRO sederhana, SRO WHRPG, dan SRO dengan recuperator. Penambahan SRO diharapkan mampu meningkatkan energi listrik yang dihasilkan, efisiensi, dan menurunkan temperatur gas buang mesin diesel. Kinerja sistem dianalisis untuk keseimbangan energi dan eksergi. Pada penelitian ini didapatkan peningkatan performa pada PLTDG setelah dikombinasikan dengan SRO WHRPG. Daya listrik yang dihasilkan adalah 15.158,07 kW dengan efisiensi energi sebesar 36,35% dan efisiensi eksergi sebesar 33,17%. Dengan penambahan WHRPG SRO juga dapat menurunkan temperatur gas buang hingga 532,14 K. The addition of an SRO system in a diesel-gas power plant is one of the efforts to utilize the residual heat from diesel engine exhaust gas. The analysis of the addition of this SRO system was carried out in a simulation using the Aspen Plus® software. The models used in this SRO are simple SRO, WHRPG SRO, and SRO with recuperator. The addition of SRO is expected that it can increase the electrical energy generated, efficiency, and reduce the diesel engine exhaust gas temperature. The system performance will be analysed for energy balance and eksergi. In this study, the performance of diesel-gas power plant increased after it was combined with WHRPG SRO. The electrical power produced is 15,158.07 kW with an energy efficiency of 36.35% and an eksergi efficiency of 33.17%. With the addition of WHRPG SRO, it can also reduce the exhaust gas temperature up to 532.14 K.
Rancang Bangun Engine Trainer Mesin Bensin sebagai Media Pembelajaran Motor Bensin Anggara Sukma Ardiyanta; Yelma Dianastiti; Bagas Surya Hadi
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//METTEK.2022.v08.i02.p11

Abstract

Pembelajaran akan maksimal jika ditunjang dengan media pembelajaran yang baik. Belajar akan dapat membentuk pengalaman yang komprehensif jika ditunjang dengan media pembelajaran yang memadai. Tujuan dari adanya media pembelajaran, antara lain untuk memperjelas penyajian materi/pesan supaya tidak bersifat verbal. Media pembelajaran bertujuan untuk menjembatani keterbatasan waktu, ruang, serta daya tangkap indera. Pada mata kuliah Motor Bensin keberadaan media pembelajaran perlu dilengkapi, baik secara kuantitas maupun kualitas. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, maka sebagai solusi dikembangkan engine trainer mesin bensin konvensional, dengan mesin Toyota seri 5K. Metode yang digunakan adalah dengan model Analyze-Design-Development-Implementation-Evaluation (ADDIE). Tahapan dari model ADDIE meliputi analisis kebutuhan pada Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), tahap desain dengan menggunakan perangkat lunak Google Sketchup, tahap development, tahap implementasi dengan melakukan uji fungsionalitas produk dan validitas ahli media, dan tahap evaluasi hasil pengujian sebelum digunakan sebagai media pembelajaran mata kuliah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk engine trainer mesin bensin konvensional dapat berfungsi, dan mencapai skor validitas ahli media mencapai 83,75 atau baik sekali. Berdasarkan skor yang ada, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran engine trainer layak sebagai media pembelajaran. The learning process will be maximized if supported by good learning media. The activity of study will achieves experiences comprehensively, if supported by sufficient learning media. The purpose of learning media is to explain the contents or message, so it is not verbalism. The purpose of learning media to bridging the gap limitation of time, space, and solving the capture of senses limitation. At the Motor Bensin course, the existency of learning media, is need to be completed, either quantity and quality. The solution to solve this problem, is develop gasoline engine trainer, used 5K series Toyota engine. This research used Analyze-Design-Development-Implementation-Evaluation model(ADDIE). The ADDIE model contains needs analysis about profile learning outcomes, and course learning outcomes, designed 3D with Google Sketchup software, the development step of engine frame used SMAW welding method, implementation step with fungtionality test of this product, and media expert judgement, and evaluation of test results before applied as learning media of Motor Bensin course. The result of this research, indicates that the gasoline engine trainer can be operated properly, the score of media expert judgement 83,75 that indicates very good. Based on that score, so it can be concluded that gasoline engine trainer has good feasibility as instructional media.
Rancang Bangun Automotive Injector Cleaner (ATOMIC) Sebagai Penujang Perkuliahan Teknologi Sepeda Motor Bagas Surya Hadi; Sudirman Rizki Ariyanto; Yelma Dianastiti; Rachmad Syarifudin Hidayatullah; Ata Syifa’ Nugraha; Muhammad Yandi Pratama
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2022.v08.i02.p02

Abstract

Kompetensi tune up sepeda motor, khususnya pada bagian sistem injeksi bahan bakar, yakni pembersihan injektor menggunakan alat injector cleaner merupakan kompetensi yang penting dimiliki bagi mahasiswa Prodi PVTO UBHI Tulungagung. Sistem bahan bakar sepeda motor zaman sekarang rata-rata menggunakan sistem injeksi, tidak lagi menggunakan sistem kaburator. Namun, alat injector cleaner masih belum dimiliki oleh Prodi PVTO untuk menunjang perkuliahan. Tujuan pada penelitian ini yakni membuat alat Automotive Injektor Cleaner (ATOMIC) untuk memenuhi kebutuhan peralatan penunjang praktikum teknologi sepeda motor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perancangan, pembuatan, pengujian, dan analisa kinerja ATOMIC terhadap performa sepeda motor empat tak berteknologi EFI. Berdasarkan hasil dan pembahasan, diketahui bahwa terdapat peningkatan nilai daya torsi sesudah membersihkan injektor menggunakan ATOMIC. Pada aspek daya, nilai tertinggi sebesar 14,2 HP dimana sebelum menggunakan ATOMIC sebesar 13,8 HP pada 9000 RPM. Sedangkan pada aspek torsi, nilai tertinggi sebesar 12,32 N.m dimana sebelum menggunakan ATOMIC sebesar 112 N.m 6500 RPM. Dengan demikian, melalui hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ATOMIC yang telah dihasilkan layak digunakan sebagai penunjang perkuliahan Teknologi Sepeda Motor di Prodi PVTO Universitas Bhinneka PGRI. The competence of motorcycle tune ups, especially in the fuel injection system, namely the cleaning of the injector using an injector cleaner is an important competency for students of UBHI Tulungagung PVTO Study Program. Today's motorcycle fuel system uses an injection system on average, no longer using a carburetor system. However, the injector cleaner tool is still not owned by the PVTO Study Program to support lectures. The purpose of this study is to make Automotive Injector Cleaner (ATOMIC) tools to meet the needs of motorcycle technology practicum supporting equipment. The method used in this study is the design, manufacture, testing, and analysis of ATOMIC performance on the performance of four-stroke motorcycles with EFI technology. The result of this study is the production of an ATOMIC that functions well and is ready to be used as a support for Motorcycle Technology lectures at the PVTO Study Program of Bhinneka PGRI University.
Pengaruh Perbandingan Fraksi Volume Getah Pinus Dan Epoxy Terhadap Biodegradasi Material Akustik Putu Deta Yoga Pramana; Cok Istri Putri Kusuma Kencanawati; I Ketut Gede Sugita
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2022.v08.i02.p07

Abstract

Pemanfaatan serat alam sebagai bahan penyusun suatu material baru telah banyak dikembangkan salah satunya yaitu material akustik, serat alam bersifat yang ramah lingkungan, harga lebih murah, sumber daya melimpah. Material akustik merupakan material yang difungsikan untuk meminimalisir tingkat kebisingan. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui pengaruh perbandingan fraksi volume getah pinus (90%, 87%, 84%, 81%) dan epoxy (0%, 3%, 6%, 9%) terhadap hasil uji biodegradasi material akustik menggunakan serat pelepah pisang (10%). Pengujian dilakukan dengan metode soil burial test (spesimen ditanam dalam tanah) selama 60 hari, pengamatan dilakukan setiap 7 hari sekali dan pemberian 20 mL air setiap 3 hari sekali. Dari empat sampel uji dengan total 12 spesimen uji yang dibuat memiliki rata-rata pengurangan massa yang berbeda. Sampel A rata-rata pengurangan massa sebesar 0,924%, sampel B 0,863%, sampel C 0,838%, dan sampel D 0,807%. Penurunan nilai pengurangan massa spesimen uji dikarenakan fraksi volume resin yang tinggi membuat serat terlindungi dari mikroorganisme pendegradasi dalam tanah, butuh waktu lama bagi mikroorganisme untuk menembus lapisan resin yang menempel pada serat, hal ini mengakibatkan mikroorganisme sulit berkembang karena kurangnya nutrisi dalam tanah, sehingga degradasi yang terjadi pada spesimen uji relatif rendah. Rendahnya pengurangan massa spesimen uji juga dipengaruhi oleh beberapa faktor kelembaban, cahaya, ph tanah dan banyaknya mikroorganisme yang terkandung dalam tanah. Perbedaan massa awal spesimen uji menyebabkan nilai pengurangan massa tidak linier pada penelitian ini. Utilization of natural fiber as a building material for a new material has been widely developed, one of which is acoustic material, natural fiber is environmentally friendly, cheaper prices, abundant resources. Acoustic material is a material that is used to minimize noise levels. This study was focused on knowing the effect of the volume fraction ratio of pine resin (90,87,84.81%) and epoxy (0.3,6,9%) on the results of the acoustic material biodegradation test using banana midrib fiber (10%). The test was carried out using the soil burial test method (specimens planted in the soil) for 60 days, observations were made every 7 days and 20 mL of water was given every 3 days. Of the four test samples with a total of 12 test specimens made have a different average mass reduction. Sample A averaged mass reduction of 0.0086%/day, sample B 0.0083%/day, sample C 0.0080%/day, and sample D 0.0076%/day. The decrease in the mass reduction value of the test specimen is due to the high volume fraction of the resin making the fiber protected from degrading microorganisms in the soil, it takes a long time for microorganisms to penetrate the resin layer attached to the fiber, this makes it difficult for microorganisms to grow due to lack of nutrients in the soil, resulting in poor degradation. occurs in the test specimen is relatively low. The low reduction in the mass of the test specimen is also influenced by several factors of humidity, light, soil pH and the number of microorganisms contained in the soil. The difference in the initial mass of the test specimen causes the mass reduction value to be non-linear in this study.
Simulasi CFD Pertukaran Udara di Ruang Tindakan Klinik Kesehatan I Putu Widiarta; Made Suarda; Made Sucipta; I Gusti Ketut Sukadana
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2022.v08.i02.p03

Abstract

Klinik kesehatan merupakan fasilitas pelayanan kesehatan. Klinik kesehatan adalah bangunan yang penuh dengan sumber infeksi, terutama infeksi melalui udara. Pengendalian infeksi virus melalui udara dapat dilakukan dengan kontrol engineering yaitu dengan penambahan sistem ventilasi dan untuk mencapai kenyamanan termal ruangan maka dibutuhkan sistem pengkondisian udara. Penambahan sistem ventilasi mekanis berupa exhaust fan dan inflow membuat adanya sirkulasi udara dimana udara segar dimasukan melalui saluran inflow dan udara kotor dikeluarkan melalui saluran exhaust fan sehingga resiko penularan virus melalui udara dapat diminimalkan. Pola aliran dari sirkulasi udara penting dilakukan analisis karena agen infeksius yang ringan cendrung mengikuti pola aliran. Untuk mengetahui pola aliran dan pengaruh dari jumlah exhaust fan serta sudut flapper AC dilakukan dengan metode simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics) serta dilakukan pengujian secara eksperimen yaitu pengukuran tekanan dan temperatur serta kelembaban udara relatif. Variasi sudut flapper AC pada pengujian tanpa penambahan sistem ventilasi memberikan pengaruh terhadap input aliran sehingga titik-titik vortex terjadi pada posisi yang berbeda-beda. Sedangkan sudut flapper AC pada penambahan sistem ventilasi tidak dominan memberikan pengaruh terhadap pembentukan pola aliran. Penambahan inflow dan exhaust fan menunjukan terjadi superposition flow. Sedangkan variasi jumlah exhaust fan menunjukan semakin banyak jumlah exhaust fan maka kecepatan aliran udara diruangan menjadi meningkat dan tekanan udara ruangan menurun serta sirkulasi aliran dalam ruangan menjadi lebih merata. The health clinic is facilities of health service. A health clinic is building fully on the infection source, especially airborne infection. The spread of virus control from the air can perform by engineering control such as added mechanical ventilation system and to reach the thermal comfort, a system of air conditioning is needed. In addition, a mechanical ventilation system that is an exhaust fan dan inflow can create the air circulation where fresh air enters through inflow channels and dirty air goes out through exhaust fan channels, so the risk of airborne infection can be reduced. The airflow pattern from air circulation is important for analysis because infectious agents which are light in weight that tend to follow the airflow pattern. To find out the airflow pattern and influence from variations of the number of exhaust fans as well as the angle of the AC flapper, it is done using the CFD (Computational Fluid Dynamics) simulation method and carried out experimental tests, namely the measurement of pressure and temperature. The angle of the AC flapper tested without added ventilation system influenced the input of stream from AC blower then, the position of vortex had indifference location. While the angle of the AC flapper tested with the additional mechanical ventilation system did not influence airflow pattern formation. Added inflow dan exhaust fan showed the occurrence of the superposition flow. While the more of the number exhaust fans shows, the velocity of air in the room increases and the indoor pressure is decreasing as well as the air circulation in the room becomes more equally.
Optimasi Energi pada Boiler Atmospheric Fluidized Bed Combustion pada Industri Viscose Rayon Fajar Ramadhan; Fergyanto E. Gunawan
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2023.v09.i01.p01

Abstract

Industri viscose rayon menghasilkan serat tekstil alami dan membutuhkan listrik dan uap air dalam proses produksinya. Kebutuhan energi listrik dan uap diproduksi dari unit pembangkit listrik tenaga uap yang menggunakan boiler sebagai bejana tertutup untuk mengubah air menjadi uap melalui pemanasan dengan bahan bakar. Salah satu jenis boiler yang digunakan dalam unit pembangkit adalah Atmospheric Fluidized Bed Combustion (AFBC) dengan kapasitas 45 ton per jam dan efisiensi sebesar 78,61%, yang masih di bawah standar efisiensi sebesar 85,78%. Efisiensi boiler mengalami penurunan kinerja yang ditunjukkan oleh temperatur gas buang yang mencapai 220?. Hal ini mengakibatkan pemborosan penggunaan bahan bakar batubara karena panas hasil pembakaran tidak optimal diserap oleh air sehingga temperatur gas buang menjadi tinggi. Penelitian ini akan mengkaji pengaruh nilai kalor batubara dan laju alir massa udara pembakaran terhadap penggunaan energi boiler serta mengkaji penghematan biaya energi. Analisis penelitian ini menggunakan software ANSYS Fluent 2021 R2 dengan memanfaatkan fitur Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk membantu simulasi fluida pada boiler. Analisis efisiensi boiler menggunakan metode tidak langsung sesuai dengan ASME PTC 4.0. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan efisiensi boiler dari 78,61% menjadi 81,04%, sehingga menghasilkan penghematan biaya sebesar Rp80.870.400.000 per tahun. The viscose rayon industry produces natural textile fibers and requires electricity and water vapor in its production process. The need for electric power and steam is generated from a steam power plant unit that uses a boiler as a closed vessel to convert water into steam through heating with fuel. One type of boiler used in the power generation unit is Atmospheric Fluidized Bed Combustion (AFBC) with a capacity of 45 tons per hour and an efficiency of 78.61%, which is still below the efficiency standard of 85.78%. The boiler efficiency has decreased in performance, as indicated by the flue gas temperature reaching 220?. This results in the wasteful use of coal fuel because the heat from combustion is not optimally absorbed by the water, resulting in high exhaust gas temperature. Therefore, this study will examine the influence of coal calorific value and combustion air mass flow rate on boiler energy use and cost savings. The research analysis uses ANSYS Fluent 2021 R2 software and utilizes the Computational Fluid Dynamics (CFD) feature to simulate fluids in the boiler. The analysis of boiler efficiency uses the indirect method according to ASME PTC 4.0. The results of this study show an improvement in boiler efficiency from 78.61% to 81.04% and generate cost savings of IDR 80,870,400,000 per year.
Proses Pack Carburizing Baja Karbon Dengan Arang Kayu dan Arang Tulang Sapi Richard A. M. Napitupulu; Surianto Lumbantobing; Charles SP Manurung
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2023.v09.i01.p02

Abstract

Karburisasi adalah salah satu proses yang paling banyak dilakukan pada perlakuan pengerasan di daerah permukaan baja. Proses ini selain meningkatkan kadar karbon juga sebagai langkah awal dari proses pengerasan pada permukaan sehingga material baja memiliki kombinasi sifat keras di bagian luar dan tetap ulet di bagian dalam. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kadar karbon pada baja dengan sumber karbon yang berasal dari arang kayu dan arang tulang sapi. Pada kondisi awal, spesimen memiliki kekerasan pada bagian diameter terluar 187,909 HV, komposisi karbon sebesar 0,18%C. Spesimen dipanaskan hingga temperatur 9000C dengan variasi waktu penahanan 30, 45 dan 60 menit dan masing-masing variabel diberi sumber karbon dari arang kayu dan arang tulang sapi yang diharapkan dapat berdifusi di permukaan baja. Kekerasan yang paling meningkat adalah pada spesimen dengan waktu penahanan 45 menit dan sumber karbon dari arang kayu dengan angka kekerasan 734,38 HV dan kadar karbon 0,201 % C. Secara umum terjadi peningkatan kekerasan dan kadar karbon akibat adanya difusi atom C yang berasal dari arang, namun juga terdapat adanya penurunan kadar karbon di permukaan yang dapat disebabkan oleh karena waktu penahanan yang berlebih atas dimensi spesimen. Carburizing is one of the most widely used processes in hardening treatments in the steel surface area. This process in addition to increasing the carbon content is also the first step of the surface hardening process so that the steel material has a combination of hard properties on the outside and remains ductile on the inside. This research was conducted to increase the carbon content of steel with carbon sources derived from wood charcoal and beef bone charcoal. In the initial conditions, the specimen has a hardness at the outer diameter of 187.909 HV, the carbon composition is 0.18%C. The specimens were heated to a temperature of 9000C with variations in holding times of 30, 45 and 60 minutes and each variable was given a carbon source from wood charcoal and beef bone charcoal which were expected to diffuse on the steel surface. The most increased hardness was in specimens with a holding time of 45 minutes and carbon source from wood charcoal with a hardness number of 734.38 HV and a carbon content of 0.201 % C. In general, an increase in hardness and carbon content was due to the diffusion of C atoms from charcoal, but there is also a decrease in the carbon content on the surface which can be caused by excessive holding time on the dimensions of the specimen.
Serapan Air dan Ketahanan Bakar pada Material Komposit Hibrid Epoxy Berpenguat Serat Bambu / Jelatang Mokh Bima Dwi Oktavian; I Gede Putu Agus Suryawan; I Gusti Ngurah Priambadi
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2023.v09.i01.p03

Abstract

Kemajuan teknologi pada bahan non logam sangat mendominasi penggunaan material komposit di bidang rekayasa industri. Komposit sebagai pengganti material logam dalam rekayasa industri sudah semakin meluas dalam bidang industri teknik mesin dan transportasi seperti komponen otomotif, bodi kendaraan, interior pesawat dan kapal laut. Penelitian komposit ini berpenguat serat alam berupa serat jelatang dan serat bambu dengan matrik epoksi. Peneliti memberikan perlakuan perendaman serat dengan 5% NaOH selama 2 jam. Komposit hibrid serat bambu/jelatang dengan panjang 10 mm dan disusun secara acak dengan proses produksi hand lay-up. Penelitian ini menggunakan fraksi volume serat 30% dengan jumlah perbandingan serat bambu/jelatang 100%:0%(A), 75%:25%(B), 50%:50%(C), 25%:75%(D), 0%:100%(E) dan sebagai pembanding adalah matriks yang dicetak tanpa penguat (A0). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan hasil material komposit yang memiliki sifat yang tahan air dan tahan api. Pengujiannya adalah Serapan Air, dan Ketahanan Bakar. Hasil pengujian serapan air tertinggi pada spesimen (A) sebesar 5,31% dan terendah pada spesimen (E) sebesar 3,7%. Hasil serapan air komposit hybrid dengan jumlah serat bambu/jelatang (B) sebesar 4,93% memiliki serapan air lebih tinggi dari spesimen (D) sebesar 4,37%. Hasil pengujian bakar menunjukkan nilai laju pembakaran tertinggi pada sampel (E) sebesar 10,63 mm/s dan terendah pada sampel (A) sebesar 6,89 mm/s. hasil laju pembakaran komposit hibrid jumlah serat bambu/jelatang (B) dengan nilai laju pembakaran 7,24 mm/s, sedangkan komposit serat bambu/jelatang (D) diperoleh nilai laju pembakaran 8,63 mm/s. Technological advances in non-metallic materials dominate the use of composite materials in industrial engineering. Composites as a substitute for metal materials in industrial engineering have expanded in the mechanical engineering and transportation industries such as automotive components, vehicle bodies, aircraft interiors and ships. This composite research is reinforced with natural fibers in the form of nettle and bamboo fiber with an epoxy matrix. The researcher gave the fiber immersion treatment with 5% NaOH for 2 hours. Bamboo/ nettle fiber hybrid composite with a length of 10 mm and arranged randomly with a hand lay-up production process. This study uses a fiber volume fraction of 30% with a ratio of bamboo/nettle fiber 100%:0%(A), 75%:25%(B), 50%:50%(C), 25%:75%(D), 0%:100%(E) and comparison is the matrix printed without reinforcement (A0). This research is expected to give results of composite materials that have water-resistant and fire-resistant properties. The tests are Water Absorption and Fire Resistance. The results of the highest water absorption test in specimen (A) of 5.31% and the lowest on specimen (E) of 3.7%. The results of the hybrid composite water absorption with the amount of bamboo/nettle fiber (B) of 4.93% had a higher water absorption than that of the specimen (D) of 4.37%. The results of the burn test showed that the highest burning rate was in sample (E) at 10.63 mm/s and the lowest was 6.89 mm/s in sample (A). The results of the hybrid composite burning rate of bamboo/nettle fiber (B) with a burning rate value of 7.24 mm/s, while the bamboo/nettle fiber composite (D) obtained a burning rate value of 8.63 mm/s.
Peningkatan Sifat Mekanik Hybrid Ceramik Komposit dengan Penambahan Partikel Magnesium dan Serat Silica Carbon I Ketut Suarsana; DNK Putra Negara; I Made Astika
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2023.v09.i01.p04

Abstract

Pada penelitian ini Aluminium powder digunakan sebagai matriks dan Silicon Carbon whisker (SiCw) serta Alumina partikel (Al2O3p) digunakan sebagai penguat. Pembuatan material uji dengan proses metalurgi powder pada variasi gaya tekan 15, 20 dan 25 kN, temperatur sintering 350oC, waktu penahanan 15 menit pada masing-masing specimen uji. Pengujian yang dilakukan meliputi densitas, porositas dan kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan komposisi SiCw dan aditif Alumina pada persen berat berpengaruh secara signifikan terhadap sifat fisik dan mekanik komposit. Dimana peningkatan densitas dan kekerasan terjadi karena semakin kuat atau semakin rapatnya ikatan antarmuka matrik dan penguat, sedangkan porositas menurun berbanding terbalik dengan densitas yang terjadi dalam material hybrid keramik matrik komposit. In this study, Aluminum powder was used as a matrix, and Silicon Carbon whisker (SiCw) and Alumina particle additives (Al2O3p) were used as reinforcement. Manufacture of test material with powder metallurgy process with variations in the compressive force of 15, 20, and 25 kN, sintering temperature of 350oC, and holding time of 15 minutes for each test specimen. Tests carried out include density, porosity, and hardness. The results showed that the addition of SiCw composition and Alumina additives in weight percent had an effect on the physical and mechanical properties of the composite. There was an increase in density and hardness due to the stronger or tighter interfacial bonds between the matrix and reinforcement, while porosity decreased inversely with the density that occurred in the hybrid material. composite matrix ceramics.
Perbaikan Stasiun Kerja sebagai Upaya Mengurangi Keluhan Muskuloskeletal Guna Meningkatkan Produktivitas Perajin di Sutama Gamelan Dewa Made Nida Dwi Anggara; I Gusti Ngurah Priambadi; AAIAS Komaladewi
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2023.v09.i01.p05

Abstract

Produktivitas tenaga kerja Indonesia dinilai masih rendah dan menempati posisi 11 dari 20 negara sehingga produktivitas industri kecil sebagai tulang punggung perekonomian bangsa perlu mendapat perhatian. Bali sebagai daerah wisata saat ini mengalami perkembangan industri kecil yang dipengaruhi kearifan lokal sebagai ikon industri kecil Bali yang produktivitasnya perlu ditingkatkan setelah keterpurukan akibat pandemi. Karakteristik umum dari industri kecil adalah tingginya angka kecelakaan dan cedera dimana kecelakaan 20%-40% lebih sering terjadi pada perusahaan kecil dibandingkan dengan perusahaan yang lebih besar dan hal ini dapat menurunkan produktivitas industri kecil salah satunya adalah Sutama Gamelan sebagai industri pendukung budaya Bali. Salah satu upaya peningkatan produktivitas adalah perbaikan stasiun kerja yang dapat dilakukan melalui sebuah penelitian intervensi sehingga dapat memberi kontribusi nyata bagi perkembangan industri kecil berbasis budaya di Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbaikan stasiun kerja terhadap tingkat keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) dalam proses pembuatan gangsa dan tingkat produktivitas perajin gamelan di Sutama Gamelan. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif komparatif dengan responden berjumlah tiga perajin melalui purposive sampling yang diberi perlakuan perbaikan stasiun kerja pada proses penggerindaan dan pengampelasan. Perubahan risiko MSDs, tingkat nyeri, serta produktivitas diukur menggunakan instrument REBA, NBM, dan formula produktivitas sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian membuktikan bahwa perbaikan stasiun kerja dapat menurunkan risiko postur kerja dari risiko tinggi menjadi risiko sedang; menurunkan tingkat nyeri menjadi 1 yang berarti tidak terasa sakit; produktivitas meningkat sebesar 11,6%; serta terdapat hubungan antara perbaikan stasiun kerja dengan produktivitas perajin. Melalui penelitian ini dapat diberikan saran yaitu perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi risiko-risiko pekerjaan lainnya pada perajin gamelan sekaligus memberikan solusi nyata bagi permasalahan penurunan produktivitas akibat risiko pekerjaan; serta perlu dilakukan kerjasama lintas bidang dengan akademisi dan praktisi kesehatan dalam memberikan penyuluhan dalam mempertahankan sikap, postur, dan kebiasaan kerja yang baik dalam stasiun kerja yang baik. Indonesian worker’s productivity is still considered low and occupies the 11th position out of 20 countries so the productivity of small industries as the backbone of the nation's economy needs attention including small industry in Bali as Indonesian main tourist destination. Moreover, its productivity needs to be increased after the downturn due to the pandemic. However, it is proved that the occupational accidents are 20%-40% more common in small industries compared to larger industries that can reduce the productivity including at Sutama Gamelan as an industry that supporting Balinese culture. The improvement of work stations as an effort to increase productivity can be done through an intervention research that can make a real contribution to the development of small industries in Bali. The purpose of this study was to determine the effect of improving the workstation on the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs), the pain level in the process of making gangsa, and the productivity level of gamelan craftsmen in Sutama Gamelan. This research method is comparative quantitative research with respondents of three craftsmen through purposive sampling who were treated with repaired workstations in the grinding and sanding process. Changes in MSDs risk, pain level, and productivity were measured using REBA, NBM, and productivity formulas before and after treatment. The study proves that the improvement of workstations can reduce the risk of from MSDs high risk to moderate risk; reduce the pain level to 1 which means no pain; productivity increased by 11.6%; and there is a relationship between the improvement of workstations with the productivity. It is suggested that in the future it is required to conduct further research to identify other occupational risks to gamelan craftsmen as well as provide counseling in maintaining good attitudes, postures, and work habits within good workstations.

Page 12 of 13 | Total Record : 130