cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-JURNAL LINGUISTIK
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Language and Translation Studies is an indexed, peer-reviewed, open-access, research journal for researchers, scholars, teachers, students, luminaries and policy makers associated with the professions of teaching, learning and assessing language, literature, linguistics and translation studies across the entire globe.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2015): Maret 2015" : 10 Documents clear
PERKEMBANGAN BAHASA ANAK 0- 3 TAHUN DALAM KELUARGA Prajamukti Wardhana, I Gede Neil
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.614 KB)

Abstract

The aimed of this study was to determine the use of Indonesian children aged 0-3 years, namely Agus terms of phonological development and the effect of the use of Indonesian in vocabulary or pronunciation of simple sentences. This study used observation and interviews to his family and also see the use of language Agus already started to say the word or stringing sentences, although still less true , and see the interaction between the child with his family. The results of this study indicate the pronunciation of the language spoken by Agus at the age of 0-3 years which he can begin to utter the word ma .. ma .. - [ ma ] [ ma ], pa .. pa .. - [ pa ] [ pa ] and bu .. bu .. - [ bu ] [ bu ] and pronunciation of words is reversed as Eskali - [ ?skali ] = sekali, Pahaya - [ pahaya ] = Papaya , Kehalik - [ k?halik ] = kebalik , Eskalang - [ ?skala? ] = sekarang, Kehini - [ k?hini ] = kesini/disini, Hana - [ hana ] = panas. Child language development is influenced by environmental factors, especially families who apply Agus motherese, recasting, echoing, expanding.
THE IMPROVEMENT OF SHORT STORY WRITING COMPETENCE THROUGH READING NEWS AT THE VI SEMESTER STUDENTS OF THE FACULTY OF TEACHER TRAINEE AND EDUCATION UNMAS DENPASAR Sri Widiastuti, Ida Ayu Made
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.238 KB)

Abstract

This classroom action research was conducted due to the facts that the learning activity of short story writing was not an easy thing for the students of Indonesian study program FKIP Unmas Denpasar. An alternative taken was by giving news text to be read by the students prior to writing short stories. The objective of this study were intended to(1) to know the extent of the students’short story writing competence can be improve through reading news, (2) to know the effect of reading news towards the students’ behaviour in short story learning process. This classroom action research was conducted in two cycle using interpretative- descriptive method. The qualitative and quantitative data were then intepretated descriptively. The data collection was carried out by means of administering tes, observation, interview, and questionnaire. The result of pra-tes which was carried out before the learning action was 68.52. The score of short story writing increased after the learning process was conducted. in the first cycle was 82.94 and in cycle II was 86.76. The short story learning processes which were   started by reading news gave significant effect on the behavior changes of the students in writing short story. Consequently, the learning process can produce good and publishable short stories. Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran menulis cerita pendek bukanlah hal yang mudah bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Unmas Denpasar. Alternatif yang diambil yaitu dengan memberikan teks berita yang akan dibaca oleh mahasiswa sebelum menulis cerpen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui berapa besar membaca berita dapat meningkatkan kompetensi menulis cerpen pada mahasiswa;(2) mengetahui pengaruh membaca berita terhadap perubahan tingkah laku mahasiswa dalam proses pembelajaran menulis cerpen. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan  menggunakan metode deskriptif-intepretatif. data-data kuantitatif dan kualitatif dideskripsikan selanjutnya diintepretasikan secara descriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, wawancara, dan angket. Hasil pra-tes yang dilakukan sebelum tindakan adalah 68,52. Nilai menulis cerpen mengalami peningkatan setelah dilakukan pembelajaran. Pada siklus I adalah 82,94, dan pada siklus II adalah 86,76. Pembelajaran menulis cerpen yang didahului dengan membaca berita memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perubahan tingkah laku mahasiswa dalam menulis cerpen. Pembelajaran yang dilakukan menghasilkan cerpen yang baik dan layak untuk diterbitkan.
FUNGSI, KATEGORI, DAN PERAN SINTAKSIS KALIMAT PADA PUPUH DURMA DALAM GEGURITAN TIRTA AMERTA TRISNAWATI, A. A. ARY
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.612 KB)

Abstract

This article is entitled Function,  Category and Role of Sentence Syntaxis in Pupuh Durma in Geguritan Tirta Amerta. The aims of the research  ane structures (1) sentence function in pupuh durma, (2) category in pupuh durma,  (3) role in pupuh durma,  and (4) tree diagram in Syntaxis category.  This research uses RRG (Role and Reference Grammar)  theory which was introduced by Robert D. Van Valin, Jr. And Randy J. LaPolla (1997). The data in this research is in firm of sentences in Balinese Language in pupuh durma in Geguritan Tirta Amerta.  The data in this research is collected by using observation and taking notes.  The data that had been noted them translated which leads to finding that syntactically,  the sentence 's function in pupuh durma contains subject,  predicate /core /nucleus,  and object,  the subject and object category is noun, while the predicate or nucleus is verb and adjective,  and the subject role is as an agent,  the object as the patient,  and the predicate or nucleus describes activity or situation.  Nucleus or the sentence core is on the right side. Artikel ini berjudul “Fungsi, Kategori, dan Peran Sintaksis Kalimat pada Pupuh Durma dalam Geguritan Tirta Amerta”. Penelitian ini bertujuan untuk memahami (1) fungsi kalimat dalam pupuh durma, (2) kategori kalimat dalam pupuh durma, (3) peran kalimat dalam pupuh durma, dan (4) diagram pohon kategori sintaksis kalimat-kalimat dalam pupuh durma. Penelitian ini menggunakan teori RRG (Role and Reference Grammar) yang dikemukakan oleh Robert D. Van Valin, Jr. dan Randy J. LaPolla (1997). Data penelitian ini berupa kalimat-kalimat berbahasa Bali yang ada pada pupuh durma dalam Geguritan Tirta Amerta. Data penelitian ini dikumpulkan dengan metode simak dan catat. Data yang sudah dicatat, kemudian diterjemahkan untuk mengantarkan pada temuan bahwa secara sintaksis, fungsi kalimat dalam pupuh durma mengandung subjek, predikat/inti/nukleus, dan objek. Kategori subjek dan objek adalah nomina, sedangkan predikat atau nukleus adalah kata kerja/verba dan kata sifat/adjektiva, dan peran subjek adalah sebagai pelaku, objek sebagai pasien, dan predikat atau nukleus menggambarkan aktivitas atau keadaan. Nukleus atau inti kalimat berada di sebelah kanan.
WACANA KALEPASAN DALAM KAKAWIN PANCA DHARMA Ari Dwijayanthi, Ni Made
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.873 KB)

Abstract

This study analyze Kakawin Panca Dharma manuscript which consists of five kakawins namely Kakawin Dharma Sawita, Dharma Wimala, Dharma Niskala, Dharma Sunya, Dharma Putus. The focus of this research are to reveal the form of kalepasan, its function, and its meaning in Kakawin Panca Dharma. Semiotic theory from Pierce is used to intreprete the text, while theory “Rasa” from Sharma is used to analyze the deep esthetic experience in Kakawin Panca Dharma. Basically Kalepasan is to free ourself by simple way of life. Penelitian ini menganilisis teks Kakawin Panca Dharma yang terdiri dari lima teks kakawin yaitu Kakawin Dharma Sawita, Dharma Wimala, Dharma Niskala, Dharma Sunya, Dharma Putus. Fokus penelitian ini untuk mengungkapkan bentuk, fungsi, dan makna kalepasan dalam Kakawin Panca Dharma. Teori yang digunakan untuk menginterpretasi teks adalah teori semiotika dari Pierce sementara teori rasa dari Sharma digunakan untuk menganalisis kedalaman pengalaman estetik dalam Kakawin Panca Dharma. Kalepasan pada intinya adalah pembebasan jiwa dengan kesederhanaan perilaku.
MEKANISME PENAIKAN VALENSI BAHASA BALI DIALEK NUSA PENIDA (BBDNP) SUARI, A. A. PT.
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.09 KB)

Abstract

This article will be concerned with verbal construction in BBDNP. The construction discussed about causatives verb formation. Causativation is related to valency changes of verb. The concept of valence referes to the number of argument  that a head may take, in this case the head is the predicate of a clause. Causativation can increase the valence of a verb. Causative processes involve affixes which will be attached on a particular verb. According to this article, affixes of valenecy changes are causative suffix {-ang} and causative suffix {-in}. Both of them mark the BBDNP base, such as a verb, an adjective, a precategorial even state verb. In other side, suffix {-a} can decrease valence of the verb. Tulisan ini mengenai konstruksi verba BBDNP. Konstruksi yang dimaksud pada tulisan ini adalah konstruksi kausatif . Pengausatifan erat kaitannya dengan perubahan valensi. Konsep valensi mengacu pada jumlah argumen yang dapat dihadirkan oleh verba yang berfungsi sebagai predikat dalam sebuah klausa. Perubahan valensi verba yang dilakukan melalui proses kausatif menyebabkan verba akan mengalami peningkatan valensi. Proses pengausatifan ini melibatkan afiks atau pemarkah yang akan dilekatkan pada verba tertentu. Berdasarkan hasil temuan penelitian tetang mekanisme perubahan valensi BBDNP, diketahui bahwa pemarkah pengubah valensi adalah sufiks kausatif {-ang} dan sufiks kausatif {-in}. Kedua sufiks kausatif ini melekat pada predikat dengan bentuk dasar verba, adjektiva, dan prakatagorial serta verba keadaan sehingga verba-verba tersebut mengalami penaikan valensi. Di sisi lain, ditemukan pemarkah penurun valensi berupa sufiks pasif{-a}.
TRANSLATION TECHNIQUES APPLIED TO TRANSLATE PREMODIFIED NOUN PHRASES IN “LALITAVISTARA” Dian Purnama Dewi, Ni Putu
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to Baker (1992), there are a number of translation issues that brings specific level of difficulties for the translator. Those issues includes: cultural-specific concepts, the source-language concept is not lexicalized in the target language, the source-language word is semantically complex, the source and target languages make different distinctions in meaning, the target language lacks a superordinate, the target language lacks a specific term, differences in physical or interpersonal perspective, differences in expressive meaning, differences in form, differences in frequency and purpose of using specific forms, and the use of loan words in the source text. When a translator should translate a text, the translator has to choose what should be kept and what should be sacrificed. Concerning to the issue of form difference in translation, this study is aimed at discussing about premodified NP translation and its translation problem, specifically in historical-cultural text. This aim is fulfilled by analyzing the premodified NP in a bilingual historical book written by Leber (2011) entitled ?Lalitavistara?.Result of this study shows that types of premodified English NP found in bilingual book ?Lalitavistara? which are premodified in term of adjective are varied. The English NP can take single premodification or multiple premodification by combining the adjectives with other types of premodifier. The meaning of these NPs can only be analyzed in term of grammatical equivalence. Literal translation is the most common technique used in this bilingual book Menurut Baker (1992), ada sejumlah isu penerjemahan yang membawa ktingkat kesulitan tersendiri bagi penerjemahnya. Isu-isu tersebut meliputi: konsep-konsep bahasa yang sangat terkait dengan kebudayaan, konsep dalam bahasa sumber yang tidak memiliki padanan dalam bahasa target, kompleksitas kata dalam bahasa sumber, adanya perbedaan makna pada bahasa sumber dan bahasa target, dalam bahasa target tidak ada istilah yang lebih umum, bahasa target tidak ada istilah yang lebih spesifik, perbedaan dalam perspektif fisik atau interpersonal, perbedaan dalam makna ekspresi, perbedaan struktur, perbedaan frekuensi dan tujuan dalam menggunakan struktur tertentu, dan pemakaian kata pinjaman dalam bahasa sumber. Ketika seorang penerjemah harus menerjemahkan sebuah teks, penerjemah tersebut harus memilih aspek mana saja yang harus dipertahankan dan yang mana yang harus dikorbankan. Menanggapi isu penerjemahan yang terjadi, terutama dari segi struktur bahasa, studi ini dimaksudkan untuk membahas tentang penerjemahan frase kata benda dengan premodifier dan masalah penerjemahannya, terutama dalam teks terkait sejarah dan budaya. Tujuan ini dapat dicapat dengan menganalisis frase kata benda dengan premodifier dalam buku bilingual yang ditulis oleh Leber (2011) berjudul ?Lalitavistara?. Hasil srudi ini menunjukkan bahwa jenis frase kata benda yang ditemukan dalam buku ?Lalitavistara? yang dimodifikasi dengan kata sifat beragam. Frase kata benda bahasa Inggris dapat ditemukan dengan memiliki satu premodifier atau banyak premodifier. Makna dalam frase-frase ini hanya bisa dianalisis dari segi ekuivalensi gramatikal saja. Teknik penerjemahan literal yang paling banyak dipakai dalam menerjemahkan buku bilingual ini.
THREE APPROACHES OF WORD SENTENCE MEANING IN TRANSLATION OF ENGLISH SLANG WORD INTO INDONESIAN IN THE NOVEL “THE ADVENTURE OF OLIVER TWIST” Wintia Sunny, Ni Putu
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.128 KB)

Abstract

The slang expression means coming to democratic atmosphere in language since the meaning embodied is not absolute. It depends upon who uses it, in which group the users belong to, and in what situation slang word occur. Having knowledge of slang, it means the user is bilingual, or even multilingual. The question emerged is how the user of slang employ slang in their daily communication. Their choice of certain slang replacing the standard may have a certain purposes. Therefore, it is really difficult to translate it in Indonesian. How to transfer the meaning of slang that contains senses about culture, habit, and identity of specific group of people is a complex undertaking. The form of English slang used in the novel "The Adventure of Oliver Twist” by Charles Dickens is generally in the form of primary slang. There were sixteen primary slang words uttered by the character in the novel. However, there was only four secondary slang words found in the novel. So the primary slang more common used by the character in novel. There are three approaches that can be used to find the conceptual meaning of word in the process of translation. There are reference theory, componential analysis, and meaning postulate. Kata Slang merupakan expresi demokratis dalam bahasa yang menganduk makna tidak mutlak. Itu tergantuk pada siapa yang menggunakannya, di lingkungan mana penggunanya tinggal, dan dalam situasi seperti apa kata slang itu digunankan. Pengguna slang biasanya bilingual atau bahkan multibahasa. Pertanyaan pun muncul bagaimana kata slang digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Pengguna kata slang menggunakan slang untuk mengganti kata-kata standar yang biasa digunakan sehari-hari pastinya memiliki tujuan tertentu.Oleh karena itu sangat sulit untuk menerjemahkan kata slang bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Bagaimana process untuk mentransfer makna kata slang yang berisi tentang budaya, kebiasaan, dan identitas kelompok tertentu orang adalah suatu usaha yang kompleks. Bentuk bahasa slang dalam bahasa Inggris yang digunakan dalam novel "The Adventure of Oliver Twist" oleh Charles Dickens umumnya dalam bentuk kata slang primer. Ada enam belas kata slang utama yang diucapkan oleh karakter dalam novel, namun  hanya ada empat kata slang sekunder yang ditemukan dalam novel. Jadi kata slang primer lebih umum digunakan oleh karakter dalam novel. Ada tiga pendekatan yang bisa digunakan untuk menganalisis kata slang dalam prosess penerjemahan. Ada teori referensi, analisis komponensial,dan makna leksikal. 
JURNAL ILMIAH ANALISIS PEMAKAIAN KALIMAT PAST TENSE BAHASA INGGRIS OLEH SISWA KELAS VIII A SMP ANGKASA KUTA Pertiwi Dewi, Si Putu Agung Ayu
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This writing discuses about the phenomenon that mostly happen in the class during English session at VIII A SMP Angkasa Kuta?s students. The problems occurred were students found the difficulties in understanding the changing of regular and irregular verbs, sentence?s pattern of Simple Past Tense, the using of capital letters, and other mechanic errors. This could be seen from their score in Simple Past Tense where out of 31 students only 5 students got the score above  78 as Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) that stipulated by the school, it means 26 students failed.There were 4 errors found in writing materials of the students of VIII A SMP Angkasa Kuta those (1) errors in forming second form of regular/irregular verb,  (2) errors in using second form of to be , (3) errors in using  adverb of time and (4) errors in negative sentences. Based on the observation, factors that influenced students writing skill in writing simple past tense are out of 31 students only 16 students brought their dictionaries school, while the other did not during English session in their class. The results were they did not really know the changing of verbs especially first and second forms, the forms of to be, and adverb of time. Other factor is students did not have much attention during teaching learning process because they were lazy to do the exercises in their Lembar Kerja Siswa (LKS) and memorized the form of irregular verbs, besides the students, it could be seen that the teacher was really active to give motivation to the students to do the exercises on their LKS. Tulisan ini membahas fenomena yang sering terjadi di kelas bahasa Inggris siswa Kelas VIIIA SMP Angkasa Kuta. Permasalahan yang ditemukan pada para siswa adalah mereka sulit memahami perubahan bentuk yang terjadi pada regular dan irregular verbs, pola kalimat Simple Past Tense, penggunaan huruf kapital dan kesalahan mekanik yang lainnya. Rendahnya ketrampilan menulis siswa dalam bentuk Simple Past Tense dapat dilihat dari nilai menulis mereka yang sangat rendah di mana dari 31 orang siswa hanya 5 orang siswa yang memenuhi nilai 78 sebagai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah dan ada 26 yang tidak. Ditemukan 4 jenis kesalahan   dalam penulisan kalimat past tense oleh siswa kelas VIII A SMP Angkasa Kuta yaitu (1) kesalahan penggunaan bentuk past regular/irregular verb, (2) kesalahan penggunaan to be bentuk past, (3) kesalahan penggunaan adverb of time dan (4) kesalahan penggunaan bentuk VI kalimat negatif atau kalimat menyangkal. Berdasarkan observasi yang dilakukan  diketahui faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya kesalahan dalam penulisan kalimat past tense oleh siswa adalah bahwa dari 31 orang siswa ditemukan 16 orang siswa tidak membawa kamus ketika terjadi proses belajar mengajar bahasa Inggris di kelas. Hal itu menyebabkan mereka kurang  memahami perubahan kata kerja khususnya kata kerja bentuk I dan II, perubahan to be¸ dan keterangan waktu lampau. Faktor lainnya adalah siswa kurang aktif dalam proses belajar karena malas mengerjakan soal-soal dalam lembar kerja siswa (LKS) dan menghafal pola perubahan regular/irregular verb. Dari penelitian, selain siswa yang kurang aktif guru pun kurang aktif dalam memberi dorongan kepada siswa untuk membawa kamus ke sekolah dan mengerjakan tugas yang ada pada LKS.
SISTEM FONOLOGI BAHASA KODI DI PULAU SUMBA Ekayani, Ni Putu
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.285 KB)

Abstract

This studyfocus on a languagein Sumba Island, the language of Kodi (BK). Twoissuesthatunderliethis study, namely(1) how the inventory ofphonemesinBKof Sumba Island, and(2) how the distinctivefeaturesof languagephonemeinventory of BK? Analyzeis donein the form of350BKlexicons, whichcapturedthroughunstructured interviewstofiveinformants who arenative speakers ofBK. By the generative phonology theory, thisqualitativestudyare summarizedintwofindings. First, that BKhas fivevowel phonemes/i, e, a,o, u/, withallophonesinthetwo, namelythe phoneme/e/withallophones[e] and[?] as well asthe phoneme/o/withallophones[o] and[?]. BKhas20consonant phonemes: /p, t, c, k, ?, ?, ?, ?, m, n, ?, mb, nd, nj, ng, l, h, r,w, y /. Sylabel pattern of BK is consist of minimum V (vocal) dan maximum CV (consonant+vocal), because this is a open vocalic language. Second, it can be concludedthat based on the basis ofdistinctivefeatures, phonemeson BKwasdivided intofivegroups (feature ofthe maincategories, placeof articulation, mannerof articulation, traitsstemtongue, andextra features) andtotaled18distinguishing features.
KESALAHAN PADA PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG SISWA SMPK I HARAPAN Octarina, Jackline
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.306 KB)

Abstract

This research aimed to know types of errors which was faced by the seven grade students of SMPK I Harapan in learning Japanese language. This study was analyzed by theory of error by Richard(1974:173-174). The method used in this study was qualitative descriptive method.The sentences during the learning process by seven grade students is the data of research. Based on the data research, it was found that there were more errors by using words on the sentence. The errors occurs by using particles. This matter occurs because of Japanese particles function different from the students mother tongue’s. Moreover, there were more  intralingual errors done by the students than interlingual error. It was found 9 intralingual errors and 1 interlingual error. Intralingual error caused by the structural of Japanese language. Interlingual error caused by interference the students mother tongue. In addition to that based on the language structured, it was found that there were many grammatical errors faced by the students. Gramatical errors were faced because the problem of using particle on the sentence. Lexical error was faced because improper of using conjuction. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum mengenai kesalahan (eror) dan jenis eror yang terjadi pada siswa kelas VII SMPK I Harapan dalam mempelajari bahasa Jepang. Analisis pada penelitian ini menggunakan teori eror yang dikemukakan oleh Richard (1974:173-174). Data yang digunakan pada penelitian ini adalah kalimat yang disusun oleh siswa kelas VII selama proses pembelajaran bahasa Jepang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ditemukan banyak kesalahan pada penggunaan kosakata dalam menyusun kalimat. Kesalahan dalam menempatkan kosakata lebih banyak dilakukan karena kesalahan menggunakan kelas kata partikel. Kesalahan yang terjadi disebabkan perbedaan fungsi partikel pada bahasa Jepang dengan fungsi partikel pada bahasa ibu siswa. Kesalahan yang dilakukan lebih banyak eror intralingual daripada eror interlingual. Ditemukan 9 eror intralingual dan 1 eror interlingual. Eror intralingual terjadi karena kesulitan terdapat pada bahasa yang dipelajari. Eror interlingual terjadi karena adanya pengaruh dari bahasa ibu si pembelajar bahasa. Selain itu, ditinjau dari struktur bahasa ditemukan eror gramatikal dan eror leksikal. Eror gramatikal lebih banyak ditemukan daripada eror leksikal. Eror gramatikal terjadi karena kesulitan menggunakan partikel dalam kalimat. Eror leksikal terjadi karena kesalahan menggunakan konjugasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10