cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016)" : 12 Documents clear
PERENCANAAN GEDUNG PUSAT PERNIKAHAN DENGAN KONSEP KEMBALI KE ALAM DI KENDARI Bokko, Rinnah; Riyanti, Hapsa
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Pusat Pernikahan adalah suatu wadah yang berfungsi untuk menampung kegiatan pernikahan mulai dari persiapan, penyelenggaraan hingga selesainya. Semakin tingginya angka pernikahan di kota Kendari, tentu berbanding lurus dengan tingginya kebutuhan masyarakat akan wadah yang berhubungan dengan masalah pernikahan. Misalnya foto pra pernikahan, mempersiapkan undangan, souvenir, gaun pengantin, make up, catering, kue pernikahan, penginapan, dan lain sebagainya. Kebutuhan ini terbilang rumit, sehingga diperlukan satu wadah yang dapat memenuhi semua hal tersebut agar lebih praktis dan efisien. Dalam rangka menanggapi kebutuhan masyarakat akan hal tersebut, maka dibuatlah Perencanaan Gedung Pusat Pernikahan dengan Konsep Kembali ke Alam. Konsep kembali ke alam diangkat sebagai pendekatan mengingat unsur-unsur alam yang semakin menurun seiring dengan peralihan zaman. Hal ini justru membuat hal-hal yang bernuansa alami menjadi semakin eksklusif, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi untuk sebuah bangunan komersil. Bentuk dasar bangunan menyerupai bentuk bunga, sedangkan metode pembahasan yang digunakan yaitu analisis deskriptif.Kata Kunci : gedung, pusat pernikahan, kembali ke alam.
REDESAIN KAWASAN TAMAN BUDAYA SULAWESI TENGGARA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR DI KOTA KENDARI Regina, Ayu; Ornam, Kurniati
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Budaya dapat diartikan sebagai wadah untuk seniman daerah dan masyarakat untuk berekspresi dan berkreasi sesuai dengan nilai-nilai seni dan budaya lokal yang ada. Taman Budaya Sulawesi Tenggara yang ada di Kota Kendari belum mewadahi seniman daerah dan masyarakat untuk berkespresi dan berkreasi sesuai dengan nilai-nilai seni dan budaya lokal yang ada di Sulawesi Tenggara. Keseluruhan fasilitas/ bangunan yang ada pada Taman Budaya Sulawesi Tenggara tersebut sudah dalam kondisi rusak dan tidak layak untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Data dari Taman Budaya yang sebelumnya telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, yaitu penelitian berupaya menggambarkan, mencatat, menganalisa dan menginterpretasikan aspek redesain Kawasan Taman Budaya. Pada redesainkawasan Taman Budaya ini mengadopsi bentuk rumah adat Tolaki sebagai bentuk gedung-gedung yang ada dengan penggunaan material modern dan mengalami perubahan sesuai dengan aktivitas yang diwadahi untuk memperkuat konsep bangunan yang direncanakan yakni arsitektur Neo-Vernakular untuk melestarikan arsitektur tradisional Sulawesi Tenggara. Fungsi yang diwadahi pada kawasan taman budaya bukan hanya sebagai wadah berekspresi dan berkreasi, namun juga sebagai sebagai tempat promosi dan pemasaran wisata budaya. Oleh sebab itu untuk memenuhi fungsi maka taman budaya ini memiliki fasilitas gedung pertunjukan, gedung pengelola, gedung pameran, wisma, perpustakaan, musholah, sanggar-sanggar, amphitheatre, cafetaria, dantempat penjualan souvenir.
PERENCANAAN AQUARIUM BIOTA LAUT WAKATOBI Rahmat, Faris; Amri, Siti Belinda
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Nasional Wakatobi memiliki potensi sumberdaya alam laut yang bernilai tinggi. Biota laut di Wakatobi terdiri dari berbagai jenis, unik dan memiliki panorama bawah laut yang menakjubkan. Namun potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan kepariwisataan dan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Wakatobi. Perencanaan Aquarium Biota Laut Wakatobi berfungsi sebagai sarana edukasi, rekreasi dan informatif terhadap kehidupan biota laut Wakatobi. Adapun yang menjadi permasalahan dalam perencanaan Aquarium Biota Laut Wakatobi yakni bagaimana merencanakan Aquarium Biota Laut Wakatobi sebagai sarana edukasi, rekreasi dan informatif terhadap kehidupan bawah laut, bagaimana bentuk dan tampilan Aquarium Biota Laut Wakatobi yang sesuai dengan fungsinya, serta bagaimana tata ruang dalam dan ruang luar Aquarium Biota Laut Wakatobi yang memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Konsep dasar bentuk dan tampilan bangunan menggunakan konsep metafora dari penyu dan pergerakan sayap ikan pari dalam laut yang diaplikasikan pada desain. Pengunjung diajak untuk merasakan suasana pesisir pantai pada ruang luar dan akan melewati 3 zona yakni ; zona dangkal, zona sedang dan zona dalam pada ruang dalam Aquarium yang memamerkan biota laut yang beragam setiap zona.Key words: akuarium, laut, wakatobi, fasilitas kelautan.
PERENCANAAN CITY WALK DI KENDARI DENGAN PENDEKATAN KONSEP RUANG TERBUKA HIJAU Permana, Galih Teja; Nurjannah, Irma
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu fasilitas yang dibutuhkan masyarakat kota adalah pusat perbelanjaan modern yang disebut dengan City Walk. Dalam perkembangannya, hampir semua pusat perbelanjaan menggunakan konsep mall, dengan tidak menyatukan kegiatan rekreasi.Penambahan kelengkapan fasilitas perbelanjaan semisal tempat hiburan, bersantai, serta taman hijau atau ruang terbuka diharapkan dapat menjadi ikon baru di Kota Kendari dan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi pada sektor perdagangan dan jasa, serta untuk pengembangan wisata kota. Berdasarkan uraian tersebut, maka di perlukan perencanaan City Walk dengan pendekatan konsep Ruang Terbuka Hijau melalui hadirnya ruang terbuka sebagai fungsi baru namun tetap mempertahankan situasi disekitarnya. Oleh karena itu untuk mewujudkan suatu bangunan city walktentunya tidak terlepas dari dukungan sarana dan prasarana city walk di kota Kendari yang secara umum sangat minim penerapan ruang terbuka hijau, dalam artian bahwa perancangan gedung city walk ini dapat memberikan nuansa baru bagi pengunjung.Kata Kunci :city walk, ruang terbuka hijau, taman, tempat perbelanjaan
PERENCANAAN GEDUNG FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO Syukur, Chakra; Rosyidah, Sitti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Pendidikan adalah salah satu sarana penunjang dalam dunia pendidikan, Seperti halnya sebuah institusi/universitas membutuhkan keberadaan wujud sebuah gedung perkuliahan dalam hal ini gedung fakultas Ilmu Budaya. Mengingat, proses perkuliahan fakultas ilmu budaya kurang efektif diakibatkan oleh fasilitas yang kurang mendukung dari fakultas itu sendiri. Oleh sebab itu diperlukan sebuah desain gedung fakultas ilmu budaya sebagai wadah bagi mahasiswa dalam mengembangkan aktifitas dan penelitian untuk mengasah kemampuan dalam berbagai bidang keilmuan, khususnya ilmu budaya. Perencanaan Fakultas Ilmu Budaya merupakan strategi atau persiapan untuk pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Budaya sebagai sarana untuk menciptakan keahlian di bidang masing-masing jurusan bagi mahasiswa. fasilitas pendidikanmenerapkan pola kebutuhan dengan memperhatikan standard gedung pendidikan tinggi. Keamanan gedung baik dari struktur maupun utilitas diterapkan berdasarkan sistem dalam arsitektur dengan memperhatikan nilai-nilai estetika dan sosial baik dari gedung itu sendiri maupun komponen pendukungnya. Sehingga tercipta sebuah gedung perkuliahan yang memiliki fasilitas cukup lengkap dan layak dijadikan sebagai sarana pendidikan yang baik. Dan mampu menciptakan insaninsan yang memiliki pola pikir sebagai generasipenerus bangsa Indonesia
PERENCANAAN GALERI SINEMATOGRAFI SULAWESI TENGGARA DI KENDARI Pratiwi, Dian Irma; Nurjannah, Irma
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sinematografi berasal dari kata Yunani yakni, Kinema “gerakan” dan Graphein “merekam”. Sinematografi merupakan sebuah karya seni gambar yang bergerak dan bercerita melalui perangkat audio visual, biasanya dikenal sebagai film. Di Sulawesi Tenggara, minat dan bakat kawula muda dalam menggeluti dunia perfilman semakin berkembang. Sejumlah komunitas perfilman pun mulai bermunculan, bahkan tak jarang hasil karya seni film anak lokal menyabet sejumlah penghargaan diluar daerah. Namun sayang perkembangan perfilman tersebut tidak seiring dengan fasilitas yang ada. Sehingga perlu adanya perencanaan desain Galeri Sinematografi Sulawesi Tenggara yang dapat mencitrakan bangunan itu sendiri seperti konsep metafora.Galeri merupakan tempat untuk menyimpan, memamerkan dan menjual hasil karya seni. Dengan adanya Galeri Sinematografi Sulawesi Tenggara ini diharapkan dapat mewadahi minat dan bakat kawula muda untuk berkreativitas dalam dunia perfilman serta menjadi tempat apresiasi dan promosi hasil karya seni film lokal yang sekaligus dapat menjadi wisata audio visual di Sulawesi Tenggara.Kata Kunci : galeri sinematografi, perfilman, konsep metafora.
PERENCANAAN SEKOLAH LUAR BIASA DENGAN PENDEKATAN AKSESIBILITAS DI RAHA Darwin, Ahmad; Santi, Santi
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah luar biasa dengan pendekatan aksesibilitas merupakan tempat menuntut ilmu bagi siswa yang mengalami gangguan kesehatan, seperti gangguan penyakit tunanetra, tunadaksa, tunagrahita, tunalaras sehingga mampu mensosialisasikan pengetahuan mereka didalam lingkup pendidikan maupun dalam lingkup masyarakat. Sekolah luar biasa ini terletak di Kota Raha yaitu Jln. Butung – Butung dan Jln. Baypass Raha yang berdampingan dengan rumah sakit Kota Raha, serta kondisi tapak tampak lembab. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mengambil data primer diperoleh dari wawancara dan observasi lapangan dan studi banding serta data sekunder yang didapatkan melalui studi literatur dan refensi (online dan offline) serta dokumentasi. Bangunan sekolah luar biasa ini merupakan bangunan bermasasebagaimana sekolah – sekolah lainnya, dimana terdapat gedung utama, gedung kelas bagi siswa, dan musholah, serta fasilitas aksesibilitas yang disediakan berupa ramp dan tekstur ubin pengarah bagi tunanetra.
PERENCANAAN RUMAH SAKIT UMUM TYPE C DI RAHA Indra, La; Halim, Halim
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten muna yang merupakan salah satu daerah yang berkembang di Propinsi Sulawesi Tenggara dihadapkan pada  suatu masalah keterbatasan fasilitas pelayanan kesehatan, yang apabila tidak segera dilaksanakan penanganan secara dini dan komprehensif dikhawatirkan berdampak sangat buruk terhadap sistem pelayanan kesehatan didaerah tersebut.Untuk itudalam usaha meningkatkan pelayanan guna mewujudkan derajat kesehatan yang optimal melalui kemudahan dan kenyamanan dalam melayani kebutuhan kesehatan masyarakat Kabupaten Muna khususnya, maka diperlukan adanyaRumah Sakit Umum Tipe C di Raha. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan mengambil data primer diperoleh dari wawancara dan observasi lapangan serta data sekunder yang didapatkan melalui studi literature dan refensi (online dan offline) serta dokumentasi. Bangunan Rumah Sakit Umum Tipe C merupakan bangunan bermassa dengan menggunakan pola radial dan claster yang dimana kedua masa ini memiliki kesamaan view yang diterima oleh tiap tiap massa.
PERENCANAAN GEDUNG BIOSKOP SINEPLEKS DI KOTA KENDARI Rahmasia, Lirhan; Bahri, Alim
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Bioskop Sinepleks di Kendari ini merupakan fasilitas komersial yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan rekreasi pasif dan aktif masyarakat Kendari dan sekitarnya. Ide desain perancangan adalah menghadirkan sebuah gedung sinema atau bioskop yang mandiri atau tidak bergabung dengan bangunan mall seperti yang ada pada umumnya atau tidak dibawahi oleh sebuah perusahaan tertentu, serta menciptakan penampilan visual serta sistem akustik yang baik. Gedung Bioskop Sinepleks ini juga merupakan suatu bangunan pertunjukan film yang menyediakan fasilitas nonton yang memiliki lebih dari 2(dua) buah studio pemutaran film serta memiliki tempat duduk yang lebih sedikit. Penerapan ide desain ini dilakukan dengan mendesain gedung sinema mandiri yang difasilitasi beberapa fasilitas pendukung anatara lain; home theaters, cafetaria, game center dan souvenie shop.Kata Kunci: bioskop, sinepleks, akustik, penampilan visual
PERENCANAAN GEDUNG FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALU OLEO Syahrun, Syahrun; Ornam, Kurniati
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung merupakan salah satu fasilitas penting dalam dunia pendidikan, Seperti halnya sebuah fakultas dalam perguruan tinggi. Untuk menjaga stabilitas pendidikan maka fasilitas didesain dengan memperhatikan standard dan aturanyang ada agar tercipta suasana yang nyaman, aman, dan memiliki nilai estetika. Dalam Perencanaan Fakultas Kesehatan Masyarakat sebegai fasilitas pendidikan memperhatikan standard-standar gedung pendidikan tinggi seperti kebutuhanruang, besaran ruang, kelengkapan bangunan, dan sirkulasi gedung. Selain untuk menaati norma atau aturan dalam sebuah institusi pemerintah dalam dunia pendidikan, hal ini dilakukan untuk menghasilkan suatu desain yang mampu menciptakan rasa nyaman, aman, dan memiliki nilai estetika secara arsitektural dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Fasiltas pendidikan yang memenuhi standard kenyaman dapat menciptakan stabilitas pendidikan yang baik dalam upaya mewujudkan cita-cita Bangsa dan Negara. Terciptanya insan-insan terdidik sebagai ikon yang memiliki integritas dan daya saing yang tinggi untuk bersaing dalam dunia internasional serta mampu mengelola daerah sendiri khususnya ilmu terapan dalam bidang Kesehatan Masyarakat.

Page 1 of 2 | Total Record : 12