cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
jsapalaut@uho.ac.id
Phone
+6285394139509
Journal Mail Official
jsapalaut@uho.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Elektronik Jurnal Gedung Kardiyo P. Kardiyo, Lt.2 FPIK-UHO, Jl. HEA Mokodompit No.1, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari Sulawesi Tenggara 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sapa Laut
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : ""     EISSN : 25030396     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jsl.v5i4
Cakupan artikel Jurnal Sapa Laut Meliputi : Bio-ekologi Kelautan Oseanografi dan Sains Atmosfer Remote Sensing Kelautan dan GIS Bioteknologi Kelautan Mitigasi Bencana Pesisir dan Adaptasi Perubahan Iklim Pencemaran Laut Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Ekowisata Bahari
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4: November 2019" : 8 Documents clear
KEANEKARAGAMAN JENIS DAN KEPADATAN KARANG LUNAK DI PERAIRAN LALANU KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Fadly, Muhammad; Sadarun, Baru; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 4: November 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i4.10765

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi keanekaragaman jenis dan kepadatan karang lunak di Perairan Lalanu. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan yakni pengambilan data lapangan dan analisis sampel. Pengambilan data lapangan yang dilaksanakan pada September 2018, bertempat di Perairan Lalanu,  Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengamatan keanekargaman dan kepadatan karang lunak menggunakan Metode Belt Transek  pada tiap titik stasiun pengamatan. Lebar diameter Belt Transek  yang digunakan yaitu 5 m dengan ukuran 2,5 m ke kanan dan 2,5 m ke kiri dengan panjang 70 m yang dibentangkan sejajar garis pantai dengan menggunakan meteran roll. Pada tiap stasiun dilakukan pengulangan sebanyak dua kali pengulangan. Berdasarkan hasil pengambilan data jenis karang lunak di perairan Lalanu yang ditemukan yaitu sebanyak 6 jenis yakni Sinularia, Asterospicularia Sp, Sarcophyton Sp, Xenia, Cavernularia, dan Cespitularia. Keanekaragaman tertinggi perairan Lalanu yakni pada stasiun III dimana pada stasiun tersebut didapatkan nilai kepadatan karang lunak sebesar 0,034 ind/m2, sedangkan Kepadatan karang lunak terendah pada stasiun I dengan jumlah 0,021 koloni/m2. Frekuensi kemunculan karang lunak yang ditemukan pada tiap stasiun menunjukkan bahwa dari 6 koloni karang lunak yang di temukan pada setiap stasiun, ada 2 jenis karang lunak yang memiliki  frenkuensi kemunculan tertinggi  (100 %) yaitu jenis Asterospicularia Sp. dan  Sarcophyton Sp.Kata kunci :  Keanekaragaman, Kepadatan, Karang Lunak, Perairan Lalanu
KARAKTERISASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DAN UJI ANTI BAKTERI SPONS Phyllospongia sp. DI PERAIRAN YANG BERBEDA Sahputra, Adi; Sadarun, Baru; Sahidin, Idin
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 4: November 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i4.10760

Abstract

Pembentukan senyawa metabolit sekunder dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Jenis senyawa yang sama pada lingkungan yang berbeda akan menghasilkan metabolit yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Tanjung Tiram yang merupakan perairan terbuka dan di Lalanu yang mewakili perairan semi tertutup. Keberadaan spons jenis Phyllospongia sp yang mampu hidup di perairan tersebut menunjukkan adanya potensi kandungan metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kandungan senyawa metabolit sekunder dari kedua perairan tersebut. Metode yang digunakan adalah ekstraksi, uji KLT (Kromatografi Lapis Tipis) fitokimia dan difusi untuk mengevaluasi antibakteri. Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa telah teridentifikasi 3 macam senyawa bioaktif yakni alkaloid, steroid/terpenoid, Flavanoid/ venolik. Kandungan metabolit sekunder tertinggi terutama Steroid/ Terpenoid dan Fenolik/Flafanoid dari ektrak Phyllospongia  sp berasal dari perairan tertutup dengan nilai RF 0,65 dan RF 0,625. Ektrak Phyllospongia  sp berpotensi sebagai antibakteri aktif terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 200 ppm dengan diameter zona hambat sebesar 10,2 mm.Kata kunci : Phyllospongia sp., perairan terbuka, perairan tertutup,  metabolit  sekunder, antibakteri
STRUKTUR KOMUNITAS DAN POLA SEBARAN ZOOPLANKTON DI PERAIRAN DESA SAWAPUDO KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Lilis, .; Nurgayah, Wa; Irawati, Nur
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 4: November 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i4.10767

Abstract

Zooplankton merupakan salah satu komponen dalam rantai makanan dalam kaitannya dengan produktivitas suatu ekosistem. Hal ini dikarenakan zooplankton berperan ganda sebagai baik konsumen level satu maupun level dua, yang juga menjadi rantai penghubung pada plankton dan nekton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Struktur Komunitas dan Pola Sebaran Zooplankton Di Perairan Desa Sawapudo, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Penentuan stasiun sampling menggunakan metode purposive sampling. Pengolahan data meliputi Komposisi Jenis, Kelimpahan, Indeks Keanekaragaman, Indeks Keseragaman, Indeks Dominansi, dan Indeks Morisita. Parameter perairan yang terukur ialah suhu, salinitas, kescerahan, kecepatan arus, derajat keasaman (pH), dan intensits cahaya. Hasil kelimpahan rata-rata zooplankton berkisar antara 31-50 ind/L pada pukul 06.00-07.00, 28-42 ind/L pada pukul 12.00-13.00 dan 30-51 ind/L pada pukul 18.00-19.00. Nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 1,05 1,26; indeks keseragaman 0,75-0,88; dan indeks dominansi 0,06-0,21. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil sebaran zooplankton seragam pada ketiga stasiun penelitian. Hasil peneltian menunjukan jenis zooplankton yang mendominasi perairan Sawapudo dari genus Copepoda, Nauplius, dan Tortanus sp. dari kelas Crustacea.Kata Kunci : Perairan Sawapudo, Struktur Komunitas, Pola Distribusi, Zooplankton
SEBARAN SUHU PERMUKAAN LAUT MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT-8 DI PERAIRAN TELUK KENDARI SULAWESI TENGGARA Andeleu, Meambo Trikun; Haya, La Ode Muhammad Yasir; Afu, La Ode Alirman
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 4: November 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i4.10762

Abstract

Tujuan Penelitian ini mengetahui sebaran SST melalui analisis citra satelit landsat-8 di Teluk Kendari. Manfaatnya diharapkan dapat memberikan data dan informasi kepada para pengambil kebijakan tentang pengelolaan pesisir dan laut di lokasi studi. Nilai SST diduga menggunakan transfromasi digital number ke nilai radians dan nilai suhu kecerahan. Analisis data menggunakan analisis regresi antara data pengukuran lapangan dan nilai kecerahan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang kuat antara SST pengukuran lapangan dan SST dari citra landsat yakni mencapai 0,729. Konsentrasi SST pada Desember 2018 berdasarkan algoritma estimasi SPL berkisar antara  28.5oC – 31.8oC sedangkan pada Februari 2019, nilai suhu berkisar antara 28.7oC – 33.0oC. Kata Kunci : Suhu Permukaan Laut, Algoritma Estimasi,  Citra Landsat-8 TIRS, Teluk Kendari.
ANALISIS LAJU SEDIMENTASI DI PERAIRAN PULAU BUNGKUTOKO SULAWESI TENGGARA Jawahir, La Ode Ahmad; Afu, La Ode Alirman; Ira, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 4: November 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i4.10768

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju sedimentasi di Perairan Pulau Bungkutoko. Pengambilan data penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu pada bulan Agustus - Oktober 2018. Data sedimen diperoleh menggunakan sediment trap yang dipasang pada 5 stasiun dengan 2 kali pengambilan sampel selama 6 minggu. Laju sedimentasi dianalisis menggunakan formula APHA (1976). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata laju sedimentasi tertinggi terdapat pada stasiun 4 yakni sebesar 2.608,84 g/m3/hari. Sedangkan nilai rata-rata laju sedimentasi terendah berada pada stasiun 2 yakni sebesar 749,77 g/m3/hari. Laju sedimentasi tersebut dipengaruhi oleh arus dan gelombang.Kata kunci : Laju Sedimentasi. Sedimentasi, Pulau Bungkutoko, Sediment  Trap
KOMPOSISI JENIS DAN STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DI PADANG LAMUN PERAIRAN BANABUNGI KEC. KADATUA KABUPATEN BUTON SELATAN Nurcaya, Wa Ode Era; Nurgayah, Wa; Arami, Hasnia
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 4: November 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i4.10763

Abstract

Salah satu peran ekologis padang lamun adalah sebagai habitat ikan. ikan memanfaatkan padang lamun untuk mencari makan, memijah, atau sebagai tempat untuk berlindung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi ikan di daerah padang lamun. Penelitian ini dilaksanakan di perairan Desa Banabungi Kecamatan Kadatua Kabupaten Buton Selatan pada bulan September sampai Oktober 2018. Ikan yang ditangkap menggunakan jaring insang dan bubu ukuran mata jaring 1,5 inci dan ukuran bubu 2 m lebar 1 m, dan tinggi 25 cm. Data penelitian dianalisis dengan melihat komposisi jenis, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi. Selama penelitian ditemukan 328 ekor ikan terdiri dari 18 spesies dan 10 famili. Nilai keaenekaragaman jenis dalam kategori sedang ( H’ =2,60-2,78), keseragaman jenis tinggi (E= 0,99) dan tidak ada jenis ikan yang mendominansi (C= 0,065-0,069). Secara umum keseragaman jenis relatif tinggi, dan menunjukan bahwa tidak ada jenis yang mendominansi serta penyebaran merata.Kata kunci : komposisi jenis, keanekaragaman, keseragaman, dominansi, lamun, dan Banabungi.
DISTRIBUSI LOGAM BERAT Cu PADA AIR LAUT PERMUKAAN DI PERAIRAN TELUK STARING SULAWESI TENGGARA Arjuna, .; Armid, Alrum; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 4: November 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i4.10770

Abstract

Kandungan logam berat di suatu perairan sangat berbahaya apabila telah melewati standar baku mutu. Salah satu logam berat yang termasuk bahan beracun dan berbahaya adalah logam berat Cu. Logam berat Cu masuk ke dalam lingkungan perairan akibat factor antropogenik seperti buangan limbah industri, pelayaran, pertanian dan buangan limbah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi spasial dan status pencemaran logam berat Cu di Perairan Teluk Staring. Pengambilan sampel air laut permukaan sebanyak 12 stasiun dilakukan dengan metode Purposive Random Sampling. Larutan sampel dianalisis dengan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)  sedangkan sebaran spasial dianalisis melalui metode interpolasi Inverse Distance Weight (IDW). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai kadar Logam Cu di 12 Stasiun sebesar 0,0025-0,1147 ppm. Nilai rata-rata logam Cu adalah sebesar 0,055 ppm. Kadar logam Cu tertinggi terdapat pada Stasiun 7 dan 8. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa telah terjadi kontaminasi logam berat Cu di daerah pesisir Pulau Lara, Kec. Moramo Utara sampai pesisir Pulau Labotaone, Kec. Laonti dengan kisaran nilai kadar logam sebesar 0,0523-0,1147 ppm. Status pencemaran logam berat Cu pada area tersebut telah melewati nilai standar baku mutu sesuai KepMen LH, No. 51 Tahun 2004. Variabel lingkungan (Suhu, Salinitas dan pH) terhadap konsentrasi Logam Berat Cu tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sebaran kandungan logam berat Cu.Kata Kunci: Logam Berat Tembaga (Cu), Distribusi, Status Pencemaran, Teluk Staring
STRUKTUR KOMUNITAS TERIPANG DI PERAIRAN DESA TANOMEHA KABUPATEN WAKATOBI Darmisa, .; Emiyarti, .; Afu, La Ode Alirman
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 4: November 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i4.10764

Abstract

Teripang merupakan salah satu sumberdaya hayati laut ekonomis penting dan mempunyai peluang pasar cukup baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sturktur komunitas teripang meliputi kepadatan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Penelitian ini di lakukan di Perairan Desa Tanomeha Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi pada bulan Januari-Maret 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah transek kudrat, dibagi menjadi 3 stasiun. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat 10 spesies teripang yang di klasifikasikan dalam 3 genus (Holothuria, Bohadschia dan Stichopus). Berdasarkan perhitungan struktur komunitas menunjukkan kepadatan teripang tertinggi untuk kedua fase bulan yakni pada bulan terang 0,195 ind/m²   ditemukan di daerah lamun yang bersubtrat pasir berlempung. Untuk kenaekaragaman nilai tertinggi diperoleh pada bulan terang sebesar 1,58 dan bulan gelap 0,34. Sedangkan nilai keseragaman jenis yang paling tinggi diperoleh pada bulan terang di daerah lamun berkisar 1,79 dan bulan gelap berkisar 1,60. Dominansi nilai paling tinggi diperoleh pada bulan terang sebesar 0,78 dan bulan gelap sebesar 0,80 yang keduanya berada pada daerah mangrove. Parameter kualitas perairan yang diukur dalam lokasi penelitian memiliki kondisi lingkungan yang baik untuk kehidupan teripang.  Kata Kunci: Sturktur komunitas, Teripang, Perairan Tanomeha

Page 1 of 1 | Total Record : 8