cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ach.journal@unud.ac.id
Editorial Address
JL PB Sudirman Denpasar Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Archive of Community Health
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2302139X     EISSN : 25273620     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Archive of Community Health menerbitkan hasil penelitian berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti kebijakan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan kerja, promosi kesehatan, ekonomi kesehatan serta ilmu ilmu dasar yang berkaitan seperti bioteknologi kesehatan, biologi molekuler, bioinformatik dan genetik, tanaman, hewan, serta sel yang terkait dengan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020" : 10 Documents clear
KARAKTERISTIK PENGELOLA PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT PNEUMONIA BALITA DI PUSKESMAS SE-KABUPATEN GIANYAR Ni Kadek Ayu Srinadi; I Made Sutarga
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.717 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p02

Abstract

ABSTRAK Pneumonia merupakan bentuk terparah ISPA yang secara khusus menyerang paru-paru dan dapat menular dengan cepat. Pneumonia adalah penyakit yang disebabkan kuman pneumococcus, staphylococcus, streptococcus dan virus. Cakupan penemuan pneumonia di Kabupaten Gianyar 28,8% sehingga masih dibawah target nasional sebesar 80% dengan permasalahan yang dihadapi yaitu deteksi kasus yang masih rendah karena belum adanya pelatihan untuk pengelola program pengendalian penyakit pneumonia dan perilaku pengelola program pneumonia dalam praktik penemuan kasus pneumonia memiliki peranan yang sangat penting sehingga perlu digambarkan karakteristik pengelola program pengendalian penyakit pneumonia di puskesmas se-Kabupaten Gianyar. Desain crossectional bersifat deskriptif yang dilakukan untuk menggambarkan karakteristik pengelola program pengendalian penyakit pneumonia balita di 65 puskesmas pembantu yang ada di Kabupaten Gianyar. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berumur <40 tahun (60,0%) dengan seluruh responden berjenis kelamin perempuan yang berpendidikan terakhir D3 (100,0%). Selain itu, sebagian besar responden dalam penelitian tidak pernah mendapatkan pelatihan sebanyak (96,9%) akan tetapi sebagian besar responden memiliki pengetahuan, sikap dan praktik yang baik atau sesuai standar. Diperlukan pelatihan yang serta keaktifan dalam mengikuti pelatihan tersebut. Kata Kunci: Karakteristik pengelola program, pneumonia, Gianyar ABSTRACT Pneumonia is the worst form of ISPA that specifically attack the lungs and can spread quickly. Pneumonia is a disease which are caused by microbe pneumococcus, staphylococcus, streptococcus and virus. The scope of pneumonia detection in Gianyar regency still below national target of 28,8% with the problem is faced which are case detection that is still low because there is no training for the worker of pneumonia control program and the behavior of the worker of pneumonia control program in practice of case pneumonia detection has an important role that make it is necessary to describe the characteristics of worker of pneumonia control program at health center in Gianyar regency. The study design in this study is descriptive crossectional design that done to describe the characteristics worker of toddler pneumonia control program at 65 auxiliary health center in Gianyar Regency. The results showed that the majority of respondents were <40 years old (60,0%) with a history of D3 education of 65 people (100,0%). In addition, most of the respondents in the study never received training as many as people (96,9%) but most of the respondents had good or standard knowledge, attitudes and practices.Training is needed as well as active in participating in the training. Key Word : Characteristics of managers program, pneumonia, Gianyar
GAMBARAN TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DI KABUPATEN BADUNG DAN KOTA DENPASAR TAHUN 2019 Gusti Nyoman Tri Maha Putra; Ni Made Utami Dwipayanti
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.191 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p07

Abstract

ABSTRAK Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan dampak yang buruk bagi lingkungan. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) merupakan salah satu cara dalam mengelola sampah. Tercatat terdapat 27 TPST yang ada di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Hasil monitoring dan evaluasi terhadap pengelolaan TPS 3R tahun anggaran 2012 oleh Direktorat PLP Cipta Karya menunjukkan keberfungsian TPS 3R masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum TPST yang ada di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode cross-sectional. Objek penelitian ini adalah 24 TPST di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24 TPST yang diteliti, 21 TPST beroperasi dengan aktif dan 3 TPST tidak beroperasi. Lembaga pengelola TPST juga bervariasi dimana mayoritas dikelola oleh kelompok swadyaya masyarakat. Kegiatan pengolahan sampah yang dilakukan di TPST bervariasi yaitu pengangkutan sampah, pengolahan sampah organik, anorganik, serta pengolahan sampah organik dan anorganik. Permasalahan yang dialami oleh TPST adalah kondisi sampah yang masih tercampur dan tingginya residu yang dihasilkan, Penting bagi TPST untuk bekerjasama dengan pihak terkait untuk meningkatkan performa TPST. Kata Kunci : Sampah, tempat pengolahan sampah terpadu ABSTRACT Solid waste that is not managed properly can have negative impact on the environment. Material recovery facility (MRF) is one way to manage waste. There were 27 MRF in Badung Regency and Denpasar City recorded. The results of monitoring and evaluation of MRF in 2012 by Direktorat PLP Cipta Karya show that the functioning of the MRF is still low. The purpose of this study was to determine the general description of MRF in Badung Regency and Denpasar City. The data were analyzed descriptively. This research is a descriptive study using cross-sectional method. The object of this research is 24 MRFs in Badung Regency and Denpasar City. The results showed that of the 24 MRFs studied, 21 MRFs operated actively and 3 MRFs did not operate. The MRF management institution also varies where the majority is managed by community. The waste processing activities carried out in MRF vary, namely waste transportation, processing of organic, inorganic waste, and processing of organic and inorganic waste. The problems that experienced by MRF were the condition of the waste that was still mixed, and the high residue produced. It is important for MRF to work with relevant parties to improve the performance of MRF. Keywords : Solid waste, material recovery facility
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PENYAKIT HIV/AIDS DI PROVINSI BALI Luh Putu Virra Indah Perdanawati; Ni Made Anggia Paramesthi Fajar; I Dewa Made Suka
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.438 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p03

Abstract

ABSTRAK Penularan penyakit HIV/AIDS pada dasarnya dapat di cegah apabila tidak melakukan tindakan-tindakan berisiko. Pengetahuan ibu mengenai penyakit HIV/AIDS hendaknya dapat diketahui sejak dini sehingga sangat bermanfaat bagi perkembangan ibu dan tumbuh kembang anak (Djoerban, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu mengenai HIV/AIDS di Provinsi bali. Penelitian yang dilaksanakan bersifat studi deskriptif menggunakan data sekunder Riskesdas Provinsi Bali Tahun 2017. Data yang diperoleh kemudian di analisis secara univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa berdasarkan tingkat pengetahuan responden tentang HIV/AIDS dapat diketahui 32,5% memiliki tingkat pengetahuan kurang; 62,5% memiliki tingkat pengetahuan cukup; dan hanya 4,9% memiliki tingkat pengetahuan baik. Informasi tentang HIV/AIDS yang paling banyak didapatkan masyarakat berasal dari tenaga kesehatan sebesar 64,6%. Selain itu, sebagian besar responden akan merasa malu jika ada anggota keluarganya yang menderita HIV yaitu sebesar 44,6% dan lebih dari 80% responden menyatakan setuju bahwa orang lain akan berbicara buruk jika ada yang mengidap HIV. Saran kepada BKKBN Provinsi Bali agar dapat memfasilitasi pelaksanaan penyuluhan HIV/AIDS yang tidak terbatas pada populasi kunci namun juga menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kata Kunci: HIV/AIDS, Pengetahuan, Stigma, Diskriminasi ABSTRACT Basically HIV/AIDS transmitted could be prevented if did not take any risk actions. Mother's knowledge about HIV/AIDS should be known early and that it is very beneficial for the mother and child development (Djoerban, 2014). The purposed of this research was to knowing the level of mother’s knowledge about HIV/AIDS in Bali Province. The research conducted was a descriptive study and the data used in this study are secondary data from Riskesdas 2017. The research method was used in this study was univariate analysist. Based on the level of knowledge of respondents about HIV/AIDS that 32,5% have less knowledge; 62,5% have a sufficient level of knowledge, and only 4,9% have a good level of knowledge. The information about HIV/AIDS that was most obtained by the community came from health workers by 64,6%. Besides, most respondents will feel ashamed if there are family members who suffer from HIV, amounting to 44,6% and more than 80% of respondents said that they agreed that others would speak worse if someone with HIV around them. Suggestion for BKKBN Bali Province to implemented HIV/AIDS promotion is not only to the key population but also to each levels of community. Keywords: HIV/AIDS, Knowledge, Stigma, Discrimination
PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI PROGRAM DHARMA DALAM MENCEGAH PENYAKIT RABIES DI WILAYAH SANUR KECAMATAN DENPASAR SELATAN 2019 Desak Nilam Yugiutami; I Made Subrata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.045 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p08

Abstract

ABSTRAK Program Dharma yaitu sebuah program yang menggunakan konsep One Health untuk mengatasi masalah rabies. Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi rabies, layanan hotline/kader dan vaksinasi rabies. Program Dharma telah dilaksanakan di wilayah Sanur sejak 2016, di Desa Sanur Kaja, Sanur Kauh dan Kelurahan Sanur. Namun, belum pernah dilakukan penelitian mengenai persepsi masyarakat terhadap Program Dharma, dimana dalam pelaksanaan Program Dharma tentu akan menimbulkan berbagai macam persepsi dari masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai Program Dharma di wilayah Sanur. Desain penelitian adalah crosssectional deskriptif dengan populasi yaitu seluruh masyarakat di Desa Sanur Kaja, Sanur Kauh dan Kelurahan Sanur, dengan sampel sebesar 107 KK dan responden kepala keluarga menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian diketahui bahwa persepsi masyarakat terhadap kegiatan vaksinasi, edukasi rabies dan layanan hotline/kader dari Program Dharma memiliki persepsi baik (100%). Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan Program Dharma diterima dan dipersepsikan dengan baik oleh masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan program dharma perlu dioptimalkan agar dapat berjalan lebih baik lagi untuk memenuhi keperluan masyarakat dalam upaya pencegahan rabies. Kata Kunci : Persepsi, Program Dharma, Penyakit Rabies ABSTRACT Program Dharma is a the program that uses the concept of one health to address the problem of rabies. The activities of Program Dharma is rabies education, hotline service and the rabies vaccine. Program Dharma has been done in the region sanur since 2016, in the Sanur Kaja village, Sanur Kauh village and Sanur. But, the implementation of dharma program for 3 years, has never done research on the public perception of the program dharma, where in the implementation of the program dharma would have potential to cause various perception of the community. The purpose of research is to know the public perception of the Program Dharma in sanur areas.A design research is crosssectional descriptive with a population is the whole community in the Sanur Kaja village, Sanur Kauh village and Sanur, with a sample of 107 KK and the respondents is family head using purposive sampling. Data analysis using analysis univariat. The results of the study discovered that people perceptions of the vaccination, education and hotline service of Program Dharma have good perception (100%). This result indicate that Program Dharma acceptable and perceived by public. Therefore, Program Dharma need to optimized to be better to fulfill the need of the public to prevent rabies. Keywords: Perception, Program Dharma, Rabies
IMPLEMENTASI REGISTER BERBASIS ELEKTRONIK PADA SKDR UNTUK MENCEGAH PENYAKIT BERPOTENSI KLB DI KOTA DENPASAR DAN KABU-PATEN BULELENG TAHUN 2019 Ni Kadek Sri Dewi Kadari; Made Pasek Kardiwinata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.124 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p04

Abstract

ABSTRAK Petugas surveilans puskesmas tidak memiliki pencatatan berdasarkan nama, sehingga Dinas Kesehatan Provinsi Bali sejak tahun 2018 mengembangkan register elektronik SKDR dengan menggunakan Microsoft Excel. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana implementasi dari register elektronik SKDR di seluruh puskesmas di Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng tahun 2019. Desain penelitian ini crosssectional deskriptif dengan sampel 11 puskesmas di Kota Denpasar dan 20 di Kabupaten Buleleng, responden dalam penelitian ini petugas surveilans puskesmas. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan petugas surveilans di Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng yang menggunakan dan mengerti fungsi dari menu register sebesar 63.6% dan 100%. Melakukan pencatatan dengan register elektronik sebesar 54.5% di Kota Denpasar dan 100% di Kabupaten Buleleng. Data yang dianalisis oleh petugas sebesar 63.6% di Kota Denpasar dan 100% di Kabupaten Buleleng. Data yang lengkap dilaporkan oleh petugas sebesar 63.6% di Kota Denpasar dan 100% di Kabupaten Buleleng. Petugas yang mengirim sheet mingguan register di Kota Denpasar sebesar 0% dan 95.5% di Kabupaten Buleleng. Masih rendahnya petugas surveilans yang melakukan pencatatan dan pelaporan di Kota Denpasar dibandingkan Kabupaten Buleleng, maka diperlukan penelitian lebih lanjut terkait factor penyebab. Kata kunci : Implementasi, Register Elektronik, SKDR ABSTRACT Health center surveillance officers never record the data by name, the Provincial Health Office of Bali since 2018 has developed an electronic register for early alert and response system therefore using Microsoft Excel. This study to know how the implementation an electronic register of SKDR in all health centers in Denpasar City and Buleleng Regency in 2019. The study design was crosssectional descriptive with as a sample 11 health centers in Denpasar and 20 in Buleleng the responden of the study was the health center surveillance officers. The data collecting by interviewing using a questionnaire. Health center surveillance officers have used and understood the functions of register menu, which is 63.6% in Denpasar and 100% in Buleleng. The surveillance officers that record using an electronic register is 54.5% in Denpasar and 100% in Buleleng. Have analys the data 63.6% of officers in Denpasar and 100% in Buleleng. Complete data reported using an electronic register 63.6% by Denpasar and 100% by Buleleng. Officers reporting in Denpasar were 0% and 95.5% in Buleleng. The low level of surveillance officers who record and report in Denpasar compared to Buleleng,further research is needed regarding the causal factors Key Word : Implementation, Electronic Register, SKDR
HUBUNGAN PAPARAN DEBU DENGAN KAPASITAS FUNGSI PARU PERAJIN BATU PARAS DI DESA KETEWEL, SUKAWATI, GIANYAR Putu Wulan Putri Amerta; I Made Ady Wirawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.602 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p09

Abstract

ABSTRAK Kapasitas fungsi paru merupakan kesanggupan paru-paru dalam menampung udara didalamnya. Perajin batu paras yang bekerja di lingkungan yang terpapar debu dalam jangka panjangnya akan menimbulkan penyakit akibat kerja salah satunya berupa gangguan kapasitas fungsi paru. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara faktor individu dan konsentrasi paparan debu dengan kapasitas fungsi paru pada perajin batu paras di Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional analitik. Responden penelitian ini adalah seluruh perajin batu paras yang ada di Desa Ketewel yang berjumlah 60 orang. Data dianalisis secara univariat, bivaraiat dengan uji Chi-square, dan multivariate dengan multiple logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 56,67% perajin batu paras mengalami gangguan kapasitas fungsi paru. Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kapasitas fungsi paru adalah paparan debu (p=0, 04; OR=4,70; 95% CI 1,09-20,24). Disimpulkan bahwa paparan debu berhubungan signifikan dengan kapasitas fungsi paru perajin batu paras di Desa Ketewel. Disarankan kepada pemilik usaha batu paras bekerjasama dengan pihak kesehatan keselamatan kerja setempat dalam hal sosialisasi bahaya penyakit akibat kerja khususnya bahaya paparan debu. Kata Kunci: Paparan Debu, Perajin Batu Paras, Faktor Individu, Kapasitas Fungsi Paru ABSTRACT The pulmonary function capacity is the ability of the lungs to hold air in it. Paras stone Artisan who work in the environment which exposed to dust in the long run will cause work-related diseases, one of them is a disruption of lung function capacity.The purpose of this study is to analyze the relationship between individual factors and the concentration of dust exposure with lung function capacity in sandstone artisans in Ketewel Village. This study is an analytical cross-sectional study. The respondents of this study were all paras stone artisans in Ketewel Village, which numbered 60 people. Data were analyzed by univariate, bivariate with Chi-square test, and multivariate with multiple logistic regression. The results showed that 56.67% of paras stone artisans had pulmonary function capacity. Factors significantly associated with pulmonary function capacity were exposure to dust (p = 0, 04; OR = 4.70; 95% CI 1.09-20.24). It was concluded that dust exposure was significantly associated with pulmonary function capacity of paras stone artisans in Ketewel Village. It is recommended to the business owner of the sandstone to work with the local occupational health authorities in terms of socializing the dangers of occupational diseases, especially the danger of dust exposure. Key words: Paras Stone Artisan, Dust Exposure, Individual Factor, Pulmonary Function Capacity
TREND KARAKTERISTIK DEMOGRAFI PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI (2013-2018) I Wayan Darsana; Ni Luh Putu Suariyani
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.426 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p05

Abstract

ABSTRAK Skizofrenia di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, 2013 dan 2018 menunjukan bahwa prevalensi skizofrenia mengalami peningkatan dan penurunan yang fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat trend kesehatan jiwa (skizofrenia) di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali berdasarkan karakteristik demografi periode 2013 - 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan rancangan longitudinal deskriptif study. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien RSJ yang mengalami skizofrenia yang tercatat di register serta merupakan kasus baru periode 1 Januari 2013 - 31 Desember 2018. Karakteristik yang dicari dalam penelitian ini adalah umur, jenis kelamin, status perkawinan, pekerjaan, pendidikan, dan asal pasien. Pasien gangguan jiwa di RSJ Provinsi Bali selama enam tahun terakhir 64% nya merupakan pasien skizofrenia. Gangguan jiwa skizofrenia lebih banyak terjadi pada umur dewasa sebesar (58%), berjenis kelamin laki-laki (66%), sebanyak (58%) tidak kawin, (88%) tidak bekerja, tidak sekolah (33%) dan asal pasien dari Kabupaten Gianyar sebanyak (16%). Berdasarkan trend menunjukan bahwa trend kunjungan gangguan jiwa mengalami penurunan disetiap tahunnya, hanya mengalami peningkatan trend ditahun 2017 dan trend kembali turun ditahun 2018. Adanya penguatan sistem surveilans yang terpadu dan terintegrasi dari Puskesmas hingga RSJ Provinsi Bali sangat diperlukan agar data pasien gangguan jiwa skizofrenia menjadi lebih baik dan terintegrasi. Kata kunci: Skizofrenia, Trend, Karakteristik ABSTRACT Schizophrenia in Indonesia based on the results of Basic Health Research in 2007, 2013 and 2018 showed that the prevalence of schizophrenia had a fluctuating increase and decrease. This study aims to look at the trend of schizophrenia in the Mental Hospital (RSJ) of Bali Province based on the demographic characteristics of the period 2013 - 2018. This study was a descriptive study using a desain longitudinal study. The sample in this study were all RSJ patients who had schizophrenia recorded in the register and were new cases in the period 1 January 2013 - 31 December 2018. Characteristics sought in this study were age, sex, marital status, employment, education, and patient's origin. Mental patients in RSJ in Bali Province for the past six years 64% were schizophrenic patients. Schizophrenia mental disorders occur more at the age of adults (58%), male sex (66%), as many (58%) do not marry, (88%) do not work, do not go to school (33%) and the origin of patients from Gianyar Regency as much (16%). There is an integrated and integrated surveillance system from the Health Service Center to the Provincial Hospital in Bali so that schizophrenic mental patients data get better and integrated. Keywords: Skizofrenia, Trend, Characteristics
TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA RUJUKAN GAWAT DARURAT AMBULANS DESA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENGWI 1 TAHUN 2019 I Putu Yoga Kusuma Widnyana; Ni Made Sri Nopiyani
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.708 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p10

Abstract

ABSTRAK Layanan rujukan gawat darurat Ambulans Desa merupakan salah satu layanan yang cukup banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mengwi 1 Kabupaten Badung. Namun, hingga saat ini belum pernah dilakukan evaluasi terhadap kepuasan pasien layanan rujukan gawat darurat Ambulans Desa. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kepuasan pasien terhadap rujukan gawat darurat Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan datanya menggunakan survei kuesioner yang diisi melalui wawancara responden. Sampel dipilih secara consecutive sampling dengan jumlah sampel 75 orang dari 6 desa di wilayah kerja Puskesmas Mengwi 1 Kabupaten Badung. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat. Penghitungan indeks kepuasan yang dimodifikasi dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi nomor 14 tahun 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan layanan rujukan gawat darurat Ambulans Desa sudah memuaskan dengan memperoleh nilai Indeks Kepuasan Masyarakat mencapai 3,64 (konversi 91). Kepuasan dari dimensi bukti fisik 3,58 (konversi 89,50), dimensi kehandalan 3,65 (konversi 91,25), dimensi daya tanggap 3,70 (konversi 92,50), dimensi jaminan 3,67 (konversi 91,75), dan dimensi empati 3,64 (konversi 91). Secara umum layanan rujukan gawat Ambulans Desa dinilai sudah memuaskan. Namun, tetap perlu dilakukan monitoring evaluasi kualitas layanan secara berkesinambungan dan peningkatan pada komponen-komponen yang masih dinilai kurang memuaskan.. Kata kunci: Kepuasan pasien, rujukan gawat darurat, ambulans desa ABSTRACT The Village Ambulance emergency referral service is one of the services that is quite widely utilized by the community in the working area of the Mengwi 1 Badung public health center. There has never been an evaluation of the patient satisfaction of the Village Ambulance emergency referral service. This study aims to assess patient satisfaction emergency referral services. This research is a quantitative descriptive cross-sectional study with data collection using a questionnaire survey filled with interview to respondents. A total of 75 service users was selected with consecutive sampling from 6 villages in the working area of the Mengwi 1 Badung public health center. Data analysis was performed by univariate analysis. The calculation of the satisfaction index refers to and is modified from the Regulation of the Minister of Administrative Reforms Bureaucracy Reform number 14 of 2017. The results of this study indicate that overall the emergency ambulance referral service for the Village has been satisfactory by obtaining a Community Satisfaction Index score 3,64 (convertion 91). Satisfaction from tangible dimension 3,58 (convertion 89.50), reliability dimension 3,65 (convertion 91.25), responsiveness dimension 3,70 (convertion 92.50), assurance dimension 3,67 (convertion 91.75), and empathy dimensions 3,64 (convertion 91). However, monitoring of service quality evaluations still needs to be carried out continuously and improvements to components that are still considered unsatisfactory should be conducted. Keywords: Patient satisfaction, emergency referral, village ambulance
HUBUNGAN PERSEPSI IKLIM KESELAMATAN DENGAN KEPATUHAN PEKERJA KONSTRUKSI PADA PROGRAM K3 DI PROYEK X Aldian Noor Qolbi; Partha Muliawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.88 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p01

Abstract

ABSTRAK Pekerja konstruksi bangunan merupakan pekerjaan padat karya yang sangat berisiko terhadap kesehatan dan keselamatannya. Kepatuhan pekerja pada program K3 di proyek merupakan salah satu perilaku keselamatan yang berhubungan langsung dengan kecelakaan kerja. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan adalah persepsi pekerja terhadap iklim keselamatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan persepsi iklim keselamatan terhadap kepatuhan pekerja pada program K3 di proyek X. Penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan cross-sectional. Responden pada penelitian ini berjumlah 108 orang yang dipilih dengan metode systematic random sampling. Hasil menunjukan proporsi responden patuh pada program K3 sebesar 54,63%. Terdapat hubungan bermakna antara persepsi prioritas dan keberterimaan risiko (p=0,015) serta persepsi komunikasi dan kepercayaan dalam pelaksanaan (p=0,030) dengan kepatuhan pada program K3. Selain itu, responden yang memiliki persepsi baik terhadap prioritas dan keberterimaan risiko berpotensi 4,7 kali lebih patuh terdapat program K3 dibanding responden yang memiliki persepsi cukup. Sebagai upaya meningkatkan kepatuhan, pekerja diharapkan lebih peduli terhadap risiko yang dihadapinya di tempat kerja. Kata kunci: pekerja konstruksi, kepatuhan, persepsi iklim keselamatan ABSTRACT The construction activities had a high risk of work accident. The workers compliance with OHS program is directly related to work accident on the construction project. One of the factors that related with the workers compliance is the perception of safety climate. The aim of this study is to analyze the correlation between the perception of safety climate to the construction workers compliance with OHS program. This analytic study designed by cross sectional method. The number of the respondents was 108 selected based on systematic random sampling. The result of this study showed that the proportion of the workers compliance with OHS program was 54,63%. The study also showed that variable workers safety priority and risk non-acceptance (p=0,015) and variable safety communication and trust in safety competence (p=0,030) positively correlated with the workers compliance. Furthermore, respondents who had a good perception of workers safety priority and risk non-acceptance potentially 4,7 times to be compliant with OHS program compared with the respondents who had enough perception. To improve compliance, the workers should be more aware of the risk on the worksite. Key words: The construction workers, the compliance, the perception of safety climate
PELAKSANAAN TUGAS KADER TUBERKULOSIS DI KABUPATEN BADUNG TAHUN 2019 Ni Wayan Emi Liana Anggraeni; Made Pasek Kardiwinata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.183 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p06

Abstract

ABSTRAK Upaya pengendalian secara pasif oleh petugas kesehatan masih belum dapat menekan angka tuberkulosis di Kabupaten Badung. Dibutuhkan adanya kegiatan penemuan kasus secara aktif serta pendampingan pasien selama menjalani pengobatan lengkap yang lebih optimal, tidak hanya dari petugas pemegang program namun juga dibutuhkan peran serta dari masyarakat, salah satunya adalah dengan memanfaatkan tenaga kader. Keberhasilan pelaksanaan tugas kader memiliki peran penting dalam membangun kerja sama dengan petugas kesehatan untuk menekan kejadian tuberkulosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan tugas kader TB di Kabupaten Badung tahun 2019. Desain penelitian ini adalah observasional cross-sectional deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kader TB yang ada di Kabupaten Badung berjumlah 50 orang. Data diperoleh dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas kader TB masih kurang yang disebabkan oleh kurangnya keterlibatan kader TB dalam pendampingan pengobatan. Diantara pelaksanaan tugas yang kurang tersebut, dijumpai temuan bahwa kader TB yang berjenis kelamin laki-laki, memiliki pekerjaan selain sebagai kader TB serta memiliki tingkat pengetahuan baik, cenderung memiliki pelaksanaan tugas yang baik. Disarankan bagi instansi terkait dalam perekrutan kader selanjutnya agar lebih memprioritaskan kader berjenis kelamin laki-laki dikarenakan kebanyakan tugas dari kader TB berada di luar ruangan. Kata Kunci : Pelaksanaan tugas, Kader, TB ABSTRACT Passive control efforts by health workers still cannot reduce the rate of tuberculosis in Badung Regency. Active case-finding activities are needed as well as mentoring patients while undergoing more optimal complete treatment, not only from program officers but also from the community's participation, one of which is to use community TB workers. The successful implementation of work perfomance community TB workers has a very important role in building cooperation with health workers to reduce the incidence of tuberculosis. This study aims to determine the Implementation of Work Perfomance Community TB Workers in Badung Regency 2019. The design of this study was cross-sectional observational descriptive. The sample in this study was that all tuberculosis cadres in Badung Regency gathered 50 people. Data obtained by interview techniques using questionnaires. The results showed that the implementation of TB cadre assignments was still lacking caused by the involvement of TB cadres in treatment assistance. Among the implementation of these lacking tasks, found the finding that TB cadres who are male, have jobs other than as TB cadres and have a good level of knowledge, need to have good implementation tasks. Furthermore, further submissions for male cadres greater than the TB cadre assignments were outdoors. Key Word : Job, cadre, TB

Page 1 of 1 | Total Record : 10