cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Perpustakaan
ISSN : 08531544     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Perpustakaan merupakan sarana komunikasi informasi bagi pustakawan Universitas Islam Indonesia (UII) dan pustakawan dari luar UII. Media ini berfungsi untuk menampung, mendorong, melatih, mengembangkan pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan menulis bagi para pustakawan. Selain itu Buletin Perpustakaan ini juga berfungsi untuk mengembangkan perpustakaan yang bernuansa Islami dan berwawasan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2019): Buletin Perpustakaan" : 10 Documents clear
MEMULUNG INFORMASI DENGAN KEGIATAN SILANG LAYAN: PERSPEKTIF TELAAH PERPUSTAKAAN Sri Rejeki
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 2 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkaitan dengan upaya pencapaian “Visi” Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bahwa “Yogyakarta sebagai Pusat Pendidikan Terkemuka di Tahun 2020”, yang selanjutnya merupakan kota “Propinsi Pendidikan”, maka Jogja telah membentuk dan mengembangkan Jogja Library for All, sebagai networking dari perpustakaan-perpustakaan yang berada di kota Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Terbentuknya Jogja Library for All didasari sebuah pendapat bahwa “…tak ada satupun perpustakaan yang mampu mengumpulkan informasi-informasi dari ilmuwan-ilmuan seluruh dunia…” maka, pusat-pusat informasi perpustakaan diharapkan untuk membentuk suatu kerja sama dengan organisasi yang ada dalam mencukupi kebutuhan informasi yang sangat luas. Tersosialisasinya silang layan (inter library loan) dalam kerjasama antar perpustakaan, merupakan implementasi dari terbentuknya Jogja Library for All. Kerjasama antar pustakawan nantinya dapat diharapkan sebagai pendukung pelaksanaan kegiatan silang layan ini yang juga merupakan ujung tombak dalam pengumpulan data informasi. Kepercayaan antar pustakawan yang sudah saling kenal dengan komunitas, jalinan komunikasi intensif antar mereka dapat menjamin untuk mengurangi resiko kekhawatiran terhadap adanya kehilangan koleksi.
PENGEMBANGAN PROFESI PUSTAKAWAN MENUJU KINERJA PROFESIONAL Ismanto Ismanto
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 2 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi semakin hari semakin tidak terbendung dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan. Dunia perpustakaan sekarang sebagai pengelola informasi dihadapkan dengan problem yang tidak ringan, hal ini akan berpengaruh terhadap kinerja pustakawan. Untuk menghadapi hal ini salah satu cara mengatasinya adalah dengan adanya program pengembangan profesi pustakawan agar lebih meningkatkan kemampuan dan kompentensinya. Cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan profesi pustakawan  adalah dengan mengikuti pelatihan-pelatihan, workshop, seminar tentang kepustakawanan. Selain itu juga dapat  mengikuti pendidikan  formal maupun non formal. Hal ini penting dilaksanakan karena untuk menunjang kinerja  yang lebih berkualitas. Oleh karena itu lembaga atau organisasi dimana pustakawan bekerja untuk mendukung dan memberi peluang kepada pustakawanya agar lebih professional.
KONTRIBUSI PERPUSTAKAAN DALAM MEMPERKUAT SOFT SKILLS MAHASISWA MELALUI MAGANG PERPUSTAKAAN Bambang Hermanto
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 2 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan pendidikan salah satu fungsi dari perpustakaan. Perpustakaan sebagai tempat sumber informasi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk  belajar, penelitian dan pengembangan sumber daya manusia. Magang perpustakaan merupakan media pembelajaran bagi mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi dalam mengelola perpustakaan. Dengan mengikuti kegiatan magang perpustakaan akan menambah ilmu pengetahuan dan meningkatkan soft skills lulusan perguruan tinggi dalam memasuki dunia kerja. Peserta magang perpustakaan di perpustakaan perguruan tinggi akan memperoleh pembelajaran secara tidak langsung antara lain : 1). keteladanan dalam bekerja, 2). motivasi dalam bekerja, 3). belajar bertanggung jawab, 4). kedewasaan kehidupan sosial , 5). belajar disiplin, 6). membangun jaringan kerja, 7). pengetahuan tentang pengelolaan perpustakaan,  dan  8). melatih bekerja dalam tim.
PENINGKATAN KINERJA DENGAN MENGACU PADA PENGAWASAN MANAJEMEN Umi Wardanah
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 2 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengawasan atau Controlling didefinisikan sebagai suatu usaha yang sistematis untuk menetapkan standar prestasi pada sasaran perencanaan, merancang system umpan balik informasi, membandingkan prestasi sesungguhnya dengan standar yang terlebuh dahulu ditetapkan, menentukan apakah ada penyimpangan-penyimpangan di dalam pelaksanaan pekerjaan, menentukan sejauh mana penyimpangan tersebut (jika ada penyimpangan), dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan agar penggunaan sumber daya dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Pengawasan adalah mengukur dan mengoreksi prestasi kerja bawahan guna memastikan bahwa bawahan tersebut sedang dalam proses melaksanakan pekerjaan menuju hasil yang sudah ditargetkan atau sudah direncanakan. Jadi, fungsi tersebut harus dilaksanakan oleh setiap pimpinan di semua lini mulai dari kepala perpustakaan sampai kepada kepala urusan atau unit terkecil  dari organisasi perpustakaan. Proses pengawasan kinerja adalah melakukan perbaikan jika ditemukan penyimpangan-penyimpangan, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil sesuai dengan hasil yang diinginkan dalam organisasi. Pertimbangan-pertimbangan yang ada dalam lingkup internal organisasi perpustakaan yang diambil diharapkan dapat memperlancar distribusi kerja dan capaian-capaian pekerjaan yang telah digariskan pimpinan. Pertimbangan-pertimbangan yang diambil, yang diharapkan dapat memperlancar distribusi kerja dan capaian-capaian pekerjaan yang telah digariskan pimpinan.
PERAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI DALAM MENDUKUNG AKREDITASI PROGRAM STUDI Suharti AD
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 2 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam institusi pendidikan, akreditasi sangat penting artinya sebagai dasar untuk mengetahui kualitas suatu lembaga pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan terus dituntut untuk meningkatkan kualitas lulusan maupun dalam rangka penyelenggaraan proses belajar mengajar di perguruan tinggi tersebut. Kualitas pendidikan yang baik akan mengakibatkan penilaian akreditasi yang baik pula. Untuk mencapai kualitas yang unggul diperlukan adanya kerja sama yang sinergis dan dukungan dari berbagai pihak. Perpustakaan perguruan tingggi  sebagai unsur penunjang di lembaga induknya mempunyai peranan yang sangat penting dalam penyediaan dan penyebaran sumber-sumber informasi yang bermanfaat dalam proses belajar mengajar di perguruan tinggi tersebut. Ada beberapa unsur perpustakaan yang menjadi komponen penilaian dalam borang akreditasi perguruan tinggi yaitu jumlah pustakawan, ketersediaan koleksi, aksesibilitas dan kerja sama perpustakaan. Untuk memperoleh nilai akreditasi yang baik, semua komponen penilaian minimal harus sesuai dengan yang dipersyaratkan.
DIREKTORAT PERPUSTAKAAN UII: DALAM PERENCANAAN KEAMANAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA PASCA ERUPSI MERAPI Gaib Suwasana
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 2 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Direktorat perpustakaan pasca erupsi merapi melakukan kegiatan penyelamatan koleksi dari debu dan panas merapi, dengan prioritas dan focus pada kondisi lingkungan sekitar bangunan. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa apabila tindakan pembersihan lingkungan dimulai langsung dari koleksi perpustakaan, padahal tempat dan lingkungan koleksi belum bersih maka akan tidak berarti apa-apa. Karena debu dari atap dan lingkungan luar masih tebal dan hanya akan pindah tempat saja bila di lingkungan sekitar belum bersih dari debu. Sifat dan bentuk debu yang sangat lembut tidak mudah dibersihkan dan hanya akan pindah tempat kalau hanya dibersihkan dengan sapu. Maka langkah pembersihan dimulai dengan menyiram debu disekitar bangunan agar tidak berterbangan dan mengumpulkannya pada satu tempat, baru dibuang dengan menggunakan alat angkut. Dapat dibayangkan bila ketebalan debu mencapai sekitar 5 sentimeter diatas tanah. Setelah lingkungan sekitar bangunan dan atap dirasa sudah cukup bersih, baru merambah ke lingkungan koleksi direktorat perpustakaan. Alhamdulillah, karena baru saja dilakukan fumigasi dari gangguan hama serangga kertas, dengan membuat ruangan kedap udara, setiap lubang pintu, luang angin ditutup rapat baik pada pintu dan candela, dan kebetulan juga belum dihilangkan penutupnya, hal ini sangat membantu mengurangi debu-debu masuk ke ruang koleksi perpustakaan. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan vacum cleaner dan pel lantai saja. Keamanan di dalam perpustakaan adalah suatu aspek pemeliharaan pencegahan yang sangat penting. Keamanan berhubungan dengan pencegahan kerusakan dari air, api dan pencurian, dan juga memperhatikan bencana alam, seperti: angin topan atau gempa bumi, tergantung kepada fenomena manakah dapat diharapkan pada suatu daerah tertentu. Pencegahan terhadap resiko bencana dapat diantisipasi menggunakan berbagai cara dengan melihat jenis atau kharakteristik bencana. 
Membangun Profesionalisme sebagai Strategi Pustakawan Menghadapi Era Society 5.0 Utomo, Teguh Prasetyo
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 2 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bpuii.v2i2.15179

Abstract

Kita telah sering mendengar tentang Era Industri 4.0. Era dimana industri dan internet berkembang demikian pesat yang kemudian keduanya berintegrasi dan menciptakan suatu ekosistem baru di berbagai sektor kehidupan, mulai dari layanan komunikasi, transportasi, perdagangan, hingga sampai pada layanan jasa. Era Industri 4.0 ini secara kebetulan bersamaan denga Era Society 4.0 yang disebut juga Information Society Era (Era Masyarakat Informasi). Sebagai kelanjutan dari Era Society 4.0 ini adalah akan munculnya suatu era yang disebut dengan Era Society 5.0. Era Society 5.0 akan menjadi tantangan tersendiri bagi kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan bahwa di dalam sistem Society 5.0 ini berbasis pada teknologi, berpusat pada manusia (human-centered society) dan meliputi beragam aplikasi pintar (smart aplications) dengan tujuan untuk memberikan kemudahan dan efektifitas kerja bagi manusia penggunanya. Sehingga dari itu semua diharapkan bisa menjadikan masyarakat lebih produktif, lebih aman, lebih inklusif dan ramah lingkungan. Akan tetapi itu semua bukan berarti sama sekali tanpa meninggalkan dampak negatif. Keberadaaan infrastruktur digital, platform dan layanan memiliki peran penting dalam membangun ekosistem Society 5.0. Yang kesemuanya itu didasarkan pada integrasi dan perpaduan beragam teknologi pintar (Smart Technology) seperti Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), robotik, Internet of Things (IoT) dan Blockchain, serta ditambah lagi dengan adanya Augmented and Virtual Reality ataupun Robotic Process Automation (RPA). Keberadaan teknologi-teknologi tersebut memungkinkan terjadinya pergolakan sosial dan ekonomi yang besar. Peningkatan penggunaan teknologi pintar dalam pengembangan Society 5.0 memiliki konsekuensi langsung bagi manusia sebagai individu. Komputer, kecerdasan buatan, robotik, Internet of Thing bisa secara perlahan tanpa kita sadari akan semakin menggeser peran manusia dalam dunia kerja. Sektor-sektor pekerjaan yang bersifat repetitif sudah pasti akan digantikan oleh mesin-mesin yang terintegrasi dengan sistem otomasi, kecerdasan buatan, dan Internet of Thing. Hal-hal inilah yang menjadikan Pustakawan sangat perlu untuk memperhatikan dan menyiapkan diri menghadapi kondisi tersebut. Membangun dan mengembangkan profesionalisme merupakan salah satu strategi jitu yang bisa dilakukan oleh Pustakawan untuk bisa bertahan dan meneguhkan eksistensi profesinya di Era Society 5.0. Untuk membangun profesionalismenya, seorang pustakawan harus memiliki attitude, competence, ability to communicate, appropriateness, dan appearance di dalam kehidupan keseharian mereka, baik itu di lingkungan kerja maupun di lingkungan masyarakat.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN WEBSITE PERPUSTAKAAN UII UNTUK AKSES INFORMASI DIGITAL Joko Sugeng Prianto
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 2 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Website merupakan interface untuk akses informasi digital biasanya berisi kumpulan informasi dalam format digital berupa data teks format word, pdf, html dan lain-lainnya, dapat juga image, animasi, audio visual, atau gabungan dari semua format tersebut yang dibuat dan disediakan oleh institusi maupun personal. Direktorat Perpustakaan memanfaat website institusi Perpustakaan UII untuk menjembatani pemustaka untuk akses informasi digital yang dimiliki oleh Perpustakaan UII seperti ejournal, ebook berasal dari pengadaan pembelian, langganan ataupun sumber informasi open souces dari internet. Tujuan dari penulisan artikel ini agar pemustaka Perpustakaan UII dapat memahami menu dan submenu yang berisi informasi digital di website Perpustakaan UII sehingga akses informasi digital serta sistem temu kembali informasi dapat berjalan lancar sehingga keterpakaian ejournal dan ebook serta informasi digital lain yang disediakan optimal. Output dari informasi ini diharapkan dapat membantu pemustaka khususnya mahasiswa UII agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu di UII karena informasi yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran tersedia lengkap di Perpustakaan UII baik format digital yang dapat diakses online maupun format cetak yang disediakan di jajaran rak-rak buku di Perpustakaan UII. Dalam penulisan artikel ini menggunakan metode studi literatur dari sumber-sumber internet dan dilakukan observasi pada website Perpustakaan UII di alamat url https://library.uii.ac.id/. 
REKAYASA TEKNOLOGI INFORMASI PERPUSTAKAAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Eti Sumiati
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 2 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi otomatisasi ataupun digitalisasi di era revolusi industri 4.0 menjadi tantangan bagi pustakawan untuk mengembangkan perpustakaan. Pustakawan merasa generasi saat ini memiliki ketertarikan yang rendah untuk membaca buku apalagi untuk datang ke perpustakaan. Sebagaimana terlihat di perpustakaan, pemanfaatan perpustakaan akan berfungsi jika pemustaka berkunjung hanya sekedar mencari informasi untuk mengerjakan tugas akhir. Dalam membangun perpustakaan di era revolusi industri 4.0, pustakawan memang dituntut kreatif. Tim marketing perpustakaan adalah pustakawan, strategi harus disusun untuk menarik minat pelanggan yaitu pemustaka. Perpustakaan era revolusi industri 4.0 bukan hanya memfokuskan pemanfaatannya di sebuah fasilitas ruangan, dan pelayanan face to face kepada pemustaka. Akan tetapi, bagaimana caranya perpustakaan memberikan informasi kepada anggota sebagai pemustaka secara mudah dan efisien. Secara garis besar rekayasa teknologi informasi dalam perencanaan pembuatan aplikasi khusus perpustakaan dengan adanya fitur registrasi anggota, account anggota, e-book, e-journal,  e-learning, fitur yang menyediakan forum diskusi, kolom berita dan kolom ilmu pengetahuan umum.
PROMOSI PERPUSTAKAAN DAN PEMASARAN LAYANAN PERPUSTAKAAN: PERAN PROFESIONAL PERPUSTAKAAN Sungadi Sungadi
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 2 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasaran produk dalam industri sangat penting untuk meningkatkan penjualan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan, namun dalam lingkungan akademik seperti universitas dan perguruan tinggi, promosi dan pemasaran perpustakaan sektor informasi diperlukan untuk mengetahui mutu layanan perpustakaan. Makalah ini menyebutkan konsep promosi perpustakaan dan pemasaran layanan perpustakaan. Perpustakaan perguruan tinggi memiliki semua jenis koleksi, baik dalam bentuk cetak maupun non cetak perlu melakukan promosi koleksi perpustakaan dalam rangka untuk menawarkan berbagai produk perpustakaan. Makalah ini memberikan solusi praktis, cara dan sarana pemasaran layanan perpustakaan. Promosi yang dapat dilakukan perpustakaan antara lain dengan memanfaatkan media: brosur/leaflet, daftar penambahan koleksi baru, daftar/buku bibliografi, memajang koleksi pasca pengolahan pada ruang pameran sebelum dishelving, unggah sampul koleksi baru pada laman perpustakaan, dan promosi seluruh aktivitas perpustakaan melalui website perpustakaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10