cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Perpustakaan
ISSN : 08531544     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Perpustakaan merupakan sarana komunikasi informasi bagi pustakawan Universitas Islam Indonesia (UII) dan pustakawan dari luar UII. Media ini berfungsi untuk menampung, mendorong, melatih, mengembangkan pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan menulis bagi para pustakawan. Selain itu Buletin Perpustakaan ini juga berfungsi untuk mengembangkan perpustakaan yang bernuansa Islami dan berwawasan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
Strategi Pustakawan Sukses Uji Sertifikasi Sukirno Sukirno
Buletin Perpustakaan No. 57 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Permenpan dan RB No. 9 Tahun 2014 pada Bab X Pasal 33, pada ayat (1) disebutkan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, pustakawan yang akan naik jabatan harus mengikuti dan lulus uji kompetensi. Sedangkan pada ayat (2) disebutkan dikecualikan dari uji kompetensi sebagaimana ayat (1) bagi pustakawan yang telah memiliki sertifikasi kompetensi. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pustakawan dengan mengacu Permenpan dan RB No. 9 yaitu melakukan sertifikasi pustakawan. Uji sertifikasi pustakawan merupakan proses menguji pustakawan untuk setiap unit kompetensi yang sudah ditetapkan dalam standar kompetensi. Pustakawan yang akan menghadapi uji sertifikasi agar saat diasesmen oleh asesor dapat dinyatakan kompeten atau lulus, maka ada beberapa strategi yang perlu dilakukan pustakawan, yaitu: (1) memilih klaster sesuai dengan kemampuan atau tugas, (2) memahami Kreteria Unjuk Kerja (KUK) sesuai dengan klaster yang telah dipilih sesuai dengan SKKNI, (3) menjaga kesehatan badan saat asesmen, dan (4) membangun kepercayaan diri siap mengikuti ujian.
Penerapan Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001: 2008 Di Perpustakaan Perguruan Tinggi Ismanto Ismanto
Buletin Perpustakaan No. 57 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 penting bagi sebuah perpustakaan, karena pada era globalisasi dan informasi persaingan semakin meningkat dan ketat sehingga keberadaan organisasi atau lembaga termasuk di dalamnya perpustakaan perguruan tinggi dituntut untuk meningkatkan mutu agar dapat bersaing dengan unit lain dimana perpustakaan itu berada. Apabila pandangan perguruan tinggi sebagai lembaga induknya telah berubah, maka secara manajemen perpustakaan sebagai unsur penunjang juga ikut berbenah dan meningkat kinerjanya. Untuk meningkatkan mutu kinerja perpustakaan perguruan tinggi seluruh komponen yang ada perlu memahami bakuan mutu yang telah ditentukan, termasuk bakuan mutu yang ditentukan oleh SMM ISO 9001: 2008 yakni standar mutu yang memenuhi kualifikasi sertifikasi organisasi tersebut, termasuk di dalamnya perpustakaan. Tujuan diterapkan SMM di perpustakaan adalah untuk mendapatkan sertifikat, sehingga pengakuan publik yang selama ini dirasa kurang baik akan meningkat dan untuk perbaikan secara terus menerus dan berkelanjutan. Disamping itu manfaat penerapan SMM SNI ISO 9001: 2008 untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kinerja perpustakaan dalam upuya memuaskan pemustaka.
Pengelolaan Jurnal Elektronik Terpadu Sebagai Bagian Dari Knowledge Management Center Di Perpustakaan Universitas Islam Indonesia Muhammad Jamil
Buletin Perpustakaan No. 58 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan tentang proses revitalisasi jurnal elektronik terpadu UII yang dilakukan dengan mengoptimalkan pengelolaannya dan menjadi bagian dari knowledge management center di perpustakaan Universitas Islam Indonesia. Tahapan pelaksanaannya meliputi: penggunaan aplikasi Open Journal System (OJS); pembenahan administrasi dan kelengkapan pengelolaan jurnal seperti terkait ISSN dan informasi lain terkait penerbitan seperti informasi kebijakan, ruang lingkup jurnal dan publication ethics, editorial board, pedoman penulisan dan templatenya, pedoman untuk editor; melengkapi back issue; pencantuman DOI untuk setiap artikel dan pengindeksan baik skala nasional maupun internasional.
Perubahan Paradigma Perpustakaan Sungadi Sungadi
Buletin Perpustakaan No. 57 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan telah mengalami perubahan dalam 3 zaman antara lain era tradisional, era otomasi, dan era digital. Era tradisional ditandai dengan koleksi berbasis kertas dengan alat temu kembali berupa katalog kartu. Era otomasi, koleksi masih berbasis kertas tetapi ditandai dengan alat bantu temu kembali berupa katalog terpasang di komputer yang dikenal dengan OPAC (Online Public Access Catalog). Era digital bercirikan koleksi berupa file-file digital yang dapat diakses menggunakan internet. Dari sisi layanan, perpustakaan tradisional dalam melayani pemustaka dilakukan secara manual demikian juga perpustakaan terotomasi juga masil manual dalam melayani pengguna. Berbeda dengan perpustakaan digital, segala bentuk layanan dapat dilakukan dengan bantuan komputer, bahkan peminjaman/pengembalian koleksi dapat dilakukan secara mandiri oleh pemustaka. Pertumbuhan informasi oleh Floridi dinyatakan bahwa, pada tahun 2003, para peneliti di Berkeley School of Information Management and Systems dan memperkirakan bahwa manusia memiliki akumulasi sekitar 12 exabyte data (1 exabyte setingkat dengan 10 bytes atau setara dengan pemutaran video selama 50.000 tahun). Mengingat ukuran populasi dunia pada tahun 2002, ternyata hampir 800 megabyte (MB) dari data yang tercatat telah dihasilkan per orang. Hal ini seperti dinyatakan bahwa setiap bayi yang baru lahir datang ke dunia akan membawa buku sepanjang 30 kaki (9 meter), setara dengan 800 MB buku kertas. Dari data tersebut, 92% disimpan di magnetik media, terutama di hard disk, sehingga menyebabkan belum pernah terjadi sebelumnya ‘demokratisasi’ informasi: lebih banyak orang memiliki lebih banyak data daripada sebelumnya. Eskalasi eksponensial tersebut tiada henti. Menurut sebuah penelitian terbaru antara tahun 2006 dan 2010 kuantitas global data digital akan meningkat lebih dari enam kali lipat, dari 161 exabyte ke 988 exabyte. 
Pelestarian Informasi Koleksi Langka: Digitalisasi, Restorasi, Fumigasi Neneng Asaniyah
Buletin Perpustakaan No. 57 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Salah satu cara agar koleksi langka tetap dapat dimanfaatkan oleh pemustaka yaitu dengan melestarikan koleksi langka. Permasalahan yang dialami oleh perpustakaan dalam hal pemanfaatan koleksi adalah rusaknya koleksi tercetak yang berbahan kertas. Usia koleksi cetak yang semakin tua membuat kualitas koleksi yang berbahan kertas rentan akan kerusakan sehingga mengharuskan dilakukan tindakan pelestarian. Koleksi langka merupakan koleksi penting sehingga perlu dilestarikan. Pelestarian koleksi dilakukan untuk menyelamatkan isi kandungan informasi agar koleksi tetap dapat dimanfaatkan oleh pemustaka, disamping fisik koleksi aslinya. Beberapa cara dalam melestarikan koleksi langka adalah dengan cara digitalisasi, restorasi dan fumigasi. Digitalisasi merupakan proses untuk mengalih mediakan dari bentuk cetak ke bentuk digital atau elektronik. Tujuan digitalisasi koleksi langka yaitu agar koleksi buku langka tetap lestari sehingga dapat dimanfaatkan oleh pemustaka. Digitalisasi koleksi langka dilakukan dengan cara mengalih mediakan isi kandungan koleksi ke media lain, yaitu penyimpanan melalui perangkat komputer. Digitalisasi koleksi sebaiknya dilakukan oleh orang yang memiliki keahlian dibidangnya, sehingga digitalisasi dapat dilakukan dengan baik, produktif dan dapat mewujudkan tujuan dilakukannya digitalisasi koleksi. Restorasi merupakan kegiatan memperbaiki koleksi langka yang sudah rusak agar dapat dimanfaatkan lagi oleh pemustaka. Sedangkan fumigasi merupakan upaya pencegahan agar koleksi langka tidak rusak. Cara fumigasi ini dilakukan dengan cara pengasapan dengan menggunakan bahan kimia sehingga hewan yang dapat menyebabkan kerusakan pada buku langka dapat dimusnahkan. Dengan demikian koleksi langka akan tetap terjaga kelestariannya.
Peran Pustakawan Dalam Literasi Informasi Bagi Pemustaka Ismanto Ismanto
Buletin Perpustakaan No. 58 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan derasnya arus informasi di berbagai pusat informasi menjadikan tantangan tersendiri bagai Perpustakaan maupun pustakawan dalam membantu, membimbing, mengarahkan pemustaka agar selalu memanfaatkan sumber-sumber informasi dan fasilitas yang ada di perpustakaan. Salah satu cara adalah literasi informasi, karena dengan cara ini sangat membantu pemustaka dalam menelusur berbagai sumber informasi di perpustakaan yang diperlukan. Hal ini telah dilaksanakan oleh Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia kepada Mahasiswa baru. Setelah mengikuti literasi informasi, pemustaka lebih senang dalam menelusur sumber informasi tanpa bantuan pustakawan dibandingkan bagi pemustaka yang belum mengikuti literasi informasi. Disamping itu juga sangat membantu dan meringankan pustakawan dalam kinerjanya, karena pemustaka sudah familiar dalam mencari dan menelusur sumber informasi di perpustakaan tanpa bantuan pustakawan. Ini merupakan indikator bagi perpustakaan dan pustakawan dalam memberikan kontribusi nyata dan dapat dirasakan secara langsung oleh pemustaka. Peran pustakawan dalam memberikan literasi informasi sangat ditunjukkan oleh pustakawan sebagai tenaga yang professional. Literasi informasi ini dapat dilakukan dengan cara ceramah, konseling, penyebaran buku panduan, pamplet, brosur maupun cara promosi.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI VIRTUAL REALITY (VR) DI PERPUSTAKAAN Muhammad Jamil
Buletin Perpustakaan Vol. 1 No. 1 (2018): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menjelaskan potensi penggunaan teknologi virtual reality (VR) di perpustakaan. Virtual reality (VR) yang merupakan teknologi komputer untuk menciptakan simulasi imersif yang memungkinkan pengguna dapat berinteraksi sekaligus merasa berada di dalamlingkungan yang ada dalam dunia maya. Penggunaan teknologi VR yang paling umum sejauh ini telah berada di sektor konsumen yaitu berupa aplikasi dan player yang mudah digunakan. Perpustakaan memanfaatkan VR dalam berbagai bentuk seperti menggunakan peralatan virtual reality untuk kegiatan tur perpustakaan, inovasi bentuk layanan perpustakaan terutama layanan referensi dengan menghadirkan model directional reference, pengkayaan materi-materi literasi informasi dalam format yang dapat diakses peralatan VR dan visualisasi 3D katalog online.
RAGAM PUSTAKA PERIODE AWAL PERKEMBANGAN ISLAM NUSANTARA Suwardi Suwardi
Buletin Perpustakaan Vol. 1 No. 1 (2018): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam berkembang dan menyebar ke seluruh pelosok dunia, termasuk ke wilayah Nusantara dengan meninggalkan sisa-sisa jejak peradaban. Jejak peradaban Islam periode awal masuk ke wilayah Nusantara salah satunya berupa literatur atau naskah berisi rekaman aktivitas yang dilakukan oleh bangsa-bangsa yang ada di Nusantara dan aktivitas terkait syiar Islam.Interaksi menghasilkan akulturasi budaya, hal ini dapat dilihat dari ragam naskah yang berkembang pada periode Islam masuk dan berkembang di Nusantara. Naskah-naskah pada periode ini dikelompokkan menjadi naskah sejarah politik, sosial, ekonomi perdagangan, kebudayaan, naskah/ manuskrip yang memuat peradilan dan lektur keagamaan.
SELEKSI BAHAN PUSKTAKA DI DIREKTORAT PERPUSTAKAAN Suharti AD
Buletin Perpustakaan Vol. 1 No. 1 (2018): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan sebagai unit penyedia informasi senantiasa melakukan pengembangan koleksi untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi pemustakanya. Agar bahan pustaka yang diadakansesuai dengan kebutuhan, terlebih dahulu dilakukan seleksi terhadap bahan perpustakaan yang akan diadakan. Seleksi ini berlaku untuk semua bahan perpustakaan baik cetak maupun elektronik. Seleksi bahan perpustakaan harus dilakukan oleh petugas yang mengetahuitentang kebutuhan pemustaka dan isi dari bahan pustaka. Alat seleksi yang digunakan biasa digunakan diantaranya silabi dari masingmasing program studi, usulan pemustaka, katalog penerbit, dan lain-lain.
POSISI PUSTAKAWAN SARJANA DI TAHUN PERTAMA DALAM MENJALANI TUGAS Sungadi Sungadi
Buletin Perpustakaan Vol. 1 No. 1 (2018): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun-tahun pertama bertugas, pustakawan sarjana mengalami berbagai kendala dan problematika. Tujuan dari penluisan ini adalah untuk lebih memahami kebiasaan, ruang lingkup, dan tantangan unik pustakawan sarjana di tahun pertama selama dekade terakhir,melalui penggunaan data kuantitatif dan kualitatif dari daftar pekerjaan, survei online, dan wawancara telepon. Temuan menunjukkan bahwa ada sangat sedikit konsensus tentang apa yang dilakukan pustakawan sarjana, bagaimana pekerjaan itu disusun setiap hari, dan bagaimana tujuannya dinegosiasikan dan dinilai. Selanjutnya, pustakawan sarjana menghadapi sejumlah masalah, termasuk menavigasi tanggung jawab yang dijabarkan secara samar-samar, membangun kredibilitas profesional mereka, dan mengkomunikasikan peran mereka dalam perpustakaan dan ke universitas. Peserta survei melaporkan mengalami ketegangan dalammenjalankan tugas yang bersifat tradisional (pelayanan referensi, sirkulasi, dan pengembangan koleksi) dan aspek khusus tugas pustakawan sarjana, menunjukkan bahwa sulit bagi mereka untuk memprioritaskan keterlibatan dan penjangkauan. Sementara literatur tentang perpaduan kepustakaan mengantisipasi beberapa masalah ini, pustakawan sarjana adalah unik karena mereka menyediakan perpotongan antara prioritas pendidikan tinggi yang lebih luas dan perpustakaan akademik. Penulis menetapkan bahwa kurangnya definisi, ketegangan, dan persepsi pustakawan sarjana sebagai posisi entry-level adalah selaras dengan kepentingan perguruan tinggi dan universitas tempat pada keberhasilan siswa sarjana.

Page 2 of 15 | Total Record : 141