cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Perpustakaan
ISSN : 08531544     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Perpustakaan merupakan sarana komunikasi informasi bagi pustakawan Universitas Islam Indonesia (UII) dan pustakawan dari luar UII. Media ini berfungsi untuk menampung, mendorong, melatih, mengembangkan pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan menulis bagi para pustakawan. Selain itu Buletin Perpustakaan ini juga berfungsi untuk mengembangkan perpustakaan yang bernuansa Islami dan berwawasan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
PELAYANAN PRIMA: UPAYA PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN Ngatini Ngatini
Buletin Perpustakaan Vol. 1 No. 1 (2018): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan harus selalu dikembangkan dan ditingkatkan agar selalu dapat memberikan kepuasan pada pemustakanya. Peran pustakawan sangat penting agar pelayanan dapat diterima dengan baik oleh pemustaka. Peran mereka juga penting dalam upaya meningkatkankualitas pelayanan yang dengan sendirinya akan mewujudkan dan meningkatkan kepuasan pemustaka. Maka dari itu hal yang paling utama dalam peningkatan kualitas pelayanan perpustakaan adalah dengan menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran pustakawan akanpentingnya meningkatkan kualitas pelayanan tersebut. Dengan kesadaran yang tinggi, pustakawan akan meningkatkan kualitas diri mereka dalam berbagai hal, termasuk Keterampilan, kemampuan, dan perilaku dalam melaksanakan pelayanan perpustakaan yang prima.
PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI Irfan Sutoto
Buletin Perpustakaan Vol. 1 No. 1 (2018): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan perpustakaan harus senantiasa dilakukan terutama dengan memanfaatkan teknologi informasi. Hal ini wajar dilakukan karena seiring berkembangnya teknologi, perpustakaan juga berkembang mengikutinya. Dengan semakin berkembangnya kebutuhan pengguna, maka penerapan teknologi informasi yang sesuai dengan kebutuhannya menjadi penting untuk menjaga daya tarik dan eksistensi perpustakaan.
PELAYANAN PERPUSTAKAAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI (TI) Widodo Widodo
Buletin Perpustakaan Vol. 1 No. 1 (2018): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas Pelayanan Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi (TI) di Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (DP UII). Sebagai salah satu Perpustakaan Perguruan Tinggi DP UII telah menerapkan pelayanan berbasis TI dari berbagai kegiatan pelayanannya, meliputi ; 1. Layanan sirkulasi 2. Layanan ruang baca 3. Layanan refrensi4. Layanan penelusuran informasi 5. Layanan e-Library 6. Layanan akses internet, Tujuan penerapan layanan berbasis informasi ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pemustaka. Metode yang dipakai dalam penyusunan tulisan ini adalah observasi partisipasi dalam kegiatan perpustakaan dan studi literature. Hasil yang didapatkan DP UII sudahmenerapkan pelayanan berbasis TI dengan program otomasi Simpus diberbagai unit pelayanan perpustakaan. Hal tersebut berdampak positif bagi pemustaka dan pustakawan, Karena pelayanan dapat dilaksanakan lebih cepat dan akurat, Sehingga kepuasan pemustaka dapat terwujud. Dengan adanya otomasi perpustakaan juga mempermudah tugas pustakawan dalam melayani pemustaka.
Indonesia Membaca Sri Rejeki
Buletin Perpustakaan Vol. 1 No. 2 (2018): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membaca merupakan salah satu penentu kualitas suatu bangsa Indonesia. Minat baca yang tumbuh di tengah masyarakat merupakan kunci sukses dalam mewujudkan cita-cita mencerdaskan bangsa demi mewujudkan generasi muda yang berilmu sehingga mampu bersinergi dengan Negara menciptakan bangsa yang adil dan makmur. Gerakan menuju masyarakat “Indonesia Membaca” menjadi tugas seluruh lapisan masyarakat bangsa Indonesia. Masalah minat baca merupakan tanggung jawab kita. Ciri negara maju salah satunya adalah tingginya budaya baca. Bagi masyarakat di negara maju, membaca adalah bagian dari hidup mereka dan buku merupakan kebutuhan pokok. Perilaku membaca yang mepengaruhi peningkatan kualitas hidup bangsa di Negara maju di negara berkembang seperti Indonesia guna menjadikan masyarakat yang memiliki minat baca tinggi.
MEMULUNG INFORMASI DENGAN KEGIATAN SILANG LAYAN: PERSPEKTIF TELAAH PERPUSTAKAAN Sri Rejeki
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 2 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkaitan dengan upaya pencapaian “Visi” Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bahwa “Yogyakarta sebagai Pusat Pendidikan Terkemuka di Tahun 2020”, yang selanjutnya merupakan kota “Propinsi Pendidikan”, maka Jogja telah membentuk dan mengembangkan Jogja Library for All, sebagai networking dari perpustakaan-perpustakaan yang berada di kota Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Terbentuknya Jogja Library for All didasari sebuah pendapat bahwa “…tak ada satupun perpustakaan yang mampu mengumpulkan informasi-informasi dari ilmuwan-ilmuan seluruh dunia…” maka, pusat-pusat informasi perpustakaan diharapkan untuk membentuk suatu kerja sama dengan organisasi yang ada dalam mencukupi kebutuhan informasi yang sangat luas. Tersosialisasinya silang layan (inter library loan) dalam kerjasama antar perpustakaan, merupakan implementasi dari terbentuknya Jogja Library for All. Kerjasama antar pustakawan nantinya dapat diharapkan sebagai pendukung pelaksanaan kegiatan silang layan ini yang juga merupakan ujung tombak dalam pengumpulan data informasi. Kepercayaan antar pustakawan yang sudah saling kenal dengan komunitas, jalinan komunikasi intensif antar mereka dapat menjamin untuk mengurangi resiko kekhawatiran terhadap adanya kehilangan koleksi.
INOVASI DALAM PENGEMBANGAN KOLEKSI MERUPAKAN DAYA TARIK TERHADAP KUNJUNGAN PEMUSTAKA Sri Rejeki
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 1 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan sebagai lembaga informasi dan dokumentasi selalu berhadapan dengan berbagai masalah dan segala keterbatasannya. Keterbatasan itu antara lain berupa keterbatasan ruangan, keterbatasan tenaga, dana, waktu, fasilitas/perabot dan perlengkapan penunjang lainnya. Perpustakaan tidak perlu menghimpun semua informasi karena sebagian informasi tersebut tidak akan berguna jika tidak menunjang pada bidang kajiannya. Oleh sebab itu untuk dapat menunjang proses sesuai dengan program studi yang dimiliki, dalam melakukan seleksi perlu dibutuhkan tenaga-tenaga yang andal, terampil, dan cakap pada bidangnya. Di samping itu juga dibutuhkan alat seleksi (selection tools) sebagai pedoman dalam melakukan kerja, seperti katalog terbitan, desiderata, daftar tambahan buku, dan resensi atau timbangan buku. Satu hal lagi yang cukup penting sebagai pedoman adalah garis kebijakan dari pimpinan yang berisi visi, misi dan aturan dalam mengadakan bahan koleksi perpustakaan. Variasi koleksi dalam bidang pengembangan koleksi perpustakaan akan semakin menarik hati pemustaka apabila dilakukan secara cermat dan selektif terhadap kebutuhannya. Berdasarkan sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa jenis koleksi perpustakaan yang sering dimanfaatkan saat berkunjung sebagian berupa buku teks. Pengguna tidak mempunyai keyakinan kalau bahan pustakan yang ada mencukupi keperluan pengguna informasi. Kondisi seperti ini disebabkan pengguna saat mencari koleksi yang dibutukan tidak ada di tempat, sehingga pengguna hanya mendapatkan informasi kalau koleksi yang dicari ada di tempat lain. Namun pengguna cukup merasa dibantu oleh pustakawan sebagai upaya untuk menemukan informasi yang sangat diperlukan. Pengguna sangat mengapresiasi pustakawan yang telah berusaha untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat informasinya salah satunya melalui penambahan dalam pengadaan bahan informasi perpustakaan, berdasarkan naskah hasil atau keluaran dari penerbitan yang terbaru.
KEMADIRIAN PROFESIONALISME PUSTAKAWAN Ismanto Ismanto
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 1 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pustakawan sebagai profesi hendaklah  memiliki kompetensi sebagimana yang tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Di dalam undang-undang ini menyebutkan bahwa pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Keberadaan pustakawan  di Indonesia baru diakui secara nasional dengan UU RI No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Pustakawan sebagai profesi mempunyai kemandirian dalam melaksanakan tugasnya. Dengan kemandirian inilah pustakawan dapat melaksanakan tugas pengelolaan dan pelayanan kepada pemustaka di perpustakaan. Pelaksanakan tugas pustakawan diantaranya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan,dan Kepmenpan Nomor 132/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Pustakawan dan Angka Kreditnya dan juga diatur dalam SKKNI bidang Perpustakaan tahun 2012. Makna kemandirian dalam pelaksanaan tugas memang masih menjadi masalah bagi pustakawan dimana pustakawan itu bernaung, pustakawan Indonesia pada umumnya. Ada tiga konsep tentang makna kemandirian. Pertama, mempunyai kewenangan  tanpa diintervensi pihak lain. Kedua, mengelola dirinya dan mau bekerjasama secara team work. Ketiga, melaksanakan tugas sesuai dengan jenjang jabatan fungsionalnya.
LITERASI INFORMASI DI ERA DIGITAL DALAM PERSPEKTIF AJARAN ISLAM Teguh Prasetyo Utomo
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 1 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan hasil dari penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa di era digital saat sekarang ini terjadi apa yang kita kenal dengan sebutan ledakan informasi (information explosion). Problematika atas ledakan informasi dapat dilihat dari meningkatnya produksi maupun distribusi beraneka ragam informasi melalui media digital. Beragam informasi bercampur dan tersebar ke public, sehingga diperlukan keterampilan bagi publik untuk bisa memilah dan memilih informasi secara cepat, tepat dan efektif yang sudah kita kenal dengan istilah literasi informasi (information literacy skill). Dalam perspektif ajaran Islam pun kita bisa menemukan ajaran yang membahas tentang pentingnya literasi informasi ini. Dalam menerima informasi, umat Islam diajarkan untuk tidak serta merta menelan mentah-mentah informasi tersebut tanpa melakukan terlebih dahulu tabayyun atau klarifikasi terhadap informasi terkait. Dengan demikian, ketika publik memiliki kemampuan literasi informasi yang baik, maka dampak negatif yang ditimbulkan dari ledakan informasi yang terjadi di era digital saat ini akan bisa diminimalisai.
Fasilitas Modern Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia Winarno Budi Setyawan
Buletin Perpustakaan Vol. 1 No. 2 (2018): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini berisi tentang fasilitas yang ada di  Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII). Untuk menjadikan perpustakaan menjadi lebih berkembang sangat penting karena dengan adanya sarana dan prasarana yang berkualitas maka kinerja pustakawan akan menjadi lebih baik.  Dan pemustaka pun akan merasa nyaman dengan tata ruang dan fasilitas pendukung lainnya dalam memperoleh suatu informasi. Diharapkan lebih banyak pengaruh positif terhadap pustakawan dan pemustaka berkat adanya fasilitas yang memadai.
PENGEMBANGAN PROFESI PUSTAKAWAN MENUJU KINERJA PROFESIONAL Ismanto Ismanto
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 2 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi semakin hari semakin tidak terbendung dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan. Dunia perpustakaan sekarang sebagai pengelola informasi dihadapkan dengan problem yang tidak ringan, hal ini akan berpengaruh terhadap kinerja pustakawan. Untuk menghadapi hal ini salah satu cara mengatasinya adalah dengan adanya program pengembangan profesi pustakawan agar lebih meningkatkan kemampuan dan kompentensinya. Cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan profesi pustakawan  adalah dengan mengikuti pelatihan-pelatihan, workshop, seminar tentang kepustakawanan. Selain itu juga dapat  mengikuti pendidikan  formal maupun non formal. Hal ini penting dilaksanakan karena untuk menunjang kinerja  yang lebih berkualitas. Oleh karena itu lembaga atau organisasi dimana pustakawan bekerja untuk mendukung dan memberi peluang kepada pustakawanya agar lebih professional.

Page 3 of 15 | Total Record : 141