cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016)" : 7 Documents clear
PENERIMAAN REMAJA KELAS MENENGAH DI CIMAHI TERHADAP MUSIK BLACK METAL (SETANISME) Hari Anugrah Januari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v1i2.1029

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penerimaan remaja kelas menengah Cimahi terhadap genre musik black metal dengan mengeksplorasi bagaimana penerimaan remaja sebagai sasaran komoditas utama dalam memaknai genre musik black metal yang digolongkan sebagai aliran sesat. Selain itu, peneliti juga ingin melihat proses pengaruh makna yang terjadi dalam diri remaja kelas menengah terhadap genre musik black metal di Cimahi. Hasil penelitian ini adalah peneliti melihat penikmat dan musisi black metal metal dikalangan remaja kelas menengah menerima musik black metal hanyalah sebagai expresi bermusik dan tidak terpengaruh dengan kesesatan setanismenya.
PENERAPAN PEMBELAJARAN TARI KREATIF DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DASAR ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK Alis Triena Permanasari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.311 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v1i2.1024

Abstract

Anak usia Taman Kanak-kanak (TK) merupakan sosok individu yang unik dan memiliki karakteristik yang khusus, baik dari segi kognitif, sosial, emosi, bahasa, fisik, maupun motorik, dan sedang mengalami proses perkembangan yang sangat pesat. Pembelajaran tari merupakan pengalaman estetis anak yang dapat menumbuhkan kreativitas dan membantu perkembangan jasmani dan rohani anak. Pembelajaran tari untuk anak usia Taman Kanak-kanak dapat dilakukan melalui salah satu unsur dalam tari itu sendiri, salah satunya adalah unsur waktu. Dalam unsur waktu terdapat elemen tempo, ritme, aksen, dan durasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan dasar anak. Dalam pelaksanaannya, diharapkan anak dapat diberikan pembelajaran secara aktif untuk mengembangkan aspek-aspek kemampuan yang sesuai dengan perkembangan anak. Peran guru sebagai fasilitator dan motivator dalam pelaksanaannya menjadi hal amat penting. Guru dapat menerapkan konsep melalui metode demontrasi dan praktek langsung dalam suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.
INTERNALISASI KARAKTER INDIVIDU MELALUI PENDIDIKAN MUSIK MENUJU KERANGKA KONSEPTUAL SEBUAH KUALITAS PEMBELAJARAN Yulianti Fitriani; Dedy Satya Hadianda
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.916 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v1i2.1030

Abstract

Tulisan ini akan membahas tentang bagaimana seorang individu pembelajar mampu mensinergikan nilai-nilai kehidupan yang membangun sebuah karakter. Karakter, bukanlah sekedar sesuatu yang membungkus diri melalui serangkaian kata-kata manis, namun juga sesuatu yang merepresentasikan perilaku, sikap, perkataan, pikiran, perbuatan dan perasaan ketika seseorang berada di lingkungan dimana Ia berada. Pokok persoalan dalam pembahasannya lebih menekankan pada isu mengapa pendidikan seni musik masih belum memperoleh ketertarikan yang terintegrasi dalam proses pembelajaran di sekolah. Tidak hanya membahas tentang bagaimana pendidikan sebagai salah satu jalan yang dapat memantulkan kedua karakter, baik guru maupun siswa, yang dengan sendirinya mampu menterjemahkan sebuah kepribadian, namun juga sejatinya memahami secara esensial bahwa seorang pembelajar mampu melawan krisis kepribadian yang diperoleh dari kemampuan menyeimbangkan pikiran, perasaan, keinginan/keyakinan dan perilaku/sikap. Pada kenyataannya, sebuah karakter akan terlihat kuat jika sikap seseorang kuat, begitu pula sebaliknya. Karakter yang nampak merupakan nilai yang mewujud sebagai perilaku. Oleh karena itu, melalui pendekatan deskriptif-korelatif, seorang pendidik seyogyanya mampu mengembangkan dan meyakinkan siswanya agar memiliki perilaku yang dapat menjadi kendaraan yang mengantarkan lahirnya potensi optimal siswa dan menjadikan pendidikan seni musik sebagai salah satu konsep yang dapat membingkai kualitas pembelajaran.
PENILAIAN AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN MUSIK BERBASIS KOMPOSISI Adhi Wisnu Suwandhono
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.046 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v1i2.1025

Abstract

Dalam proses pembelajaran musik di kelas, guru seringkali memandang proses penilaian secara naif dan sederhana, dan secara subjektif menggunakannya dalam bentuk penilaian hasil akhir pembelajaran semata. Artikel ini memaparkan sebuah alternatif penilaian dalam bentuk penilaian autentik yang dilakukan pada pokok bahasan pembelajaran musik berbasis komposisi. Sebagai sebuah konsep penilaian yang mencoba mencakup keseluruhan proses secara holistik, penilaian otentik dirasa cocok  digunakan dalam pembelajaran musik, dimana dimensi proses dan praksis menjadi karakter dan ciri utama dalam pembelajarannya. Beberapa poin utama yang akan dibahas dalam artikel ini mencakup konsep pembelajaran musik berbasis komposisi yang mengedepankan pengolahan bunyi,  penilaian yang umum digunakan guru dalam pembelajaran musik, serta bagaimana meramu konsep penilaian otentik yang efektif dan efisien dalam pembelajaran musik. Penggunaan penilaian otentik yang baik, valid dan sahih,  selain membantu guru memetakan keberhasilan pembelajaran, juga menjamin efektivitas dan ketercapaian tujuan pembelajaran secara lebih menyeluruh.
EKSISTENSI KESENIAN GAMBANG SEMARANG DALAM BUDAYA SEMARANGAN Dadang Dwi Septiyan
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.016 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v1i2.1027

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan musik Gambang Semarang di Kota Semarang dan untuk mendapatkan data tentang eksistensi dan perkembangan musik Gambang Semarang. Penelitian ini dilakukan di Kota Semarang, tepatnya di kelompok "Pahat Etnik" yang ada di Balemong Resort Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan data-data yang didapat dan dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kelompok "Pahat Etnik", Gambang Semarang masih bertahan dan masih dapat disukai oleh masyarakat umum. Gambang Semarang terus bertahan dan tumbuh dalam perihal alat musik, komposisi, pemain dan fungsi dari Gambang Semarang itu sendiri.
PERGESERAN FUNGSI INSTRUMEN KARINDING DI JAWA BARAT Hinhin Agung Daryana
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.623 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v1i2.1028

Abstract

Karinding merupakan instrumen yang mempunyai banyak keunikan. Pada tahun 2008, terjadi sebuah momen di mana terjadi persinggungan antara instrumen karinding dan komunitas metal di Bandung yang kemudian menjadikan karinding sebagai kesenian populer di Kota Bandung. Kajian penelitian ini difokuskan pada pergeseran fungsi karinding di Jawa Barat, untuk mendapat pemahaman tentang pergeseran fungsi tersebut, maka tulisan ini akan memaparkan dinamika perkembangan kesenian karinding di beberapa daerah di Jawa Barat yang meliputi fungsi, perkembangan bentuk, dan musik karinding di Jawa Barat. Dalam perkembangannya, instrumen karinding kini mempunyai beragam fungsi. Pada awalnya karinding hanya sebuah instrumen musik yang berfungsi sebagai kalangenan (hiburan pribadi) dan alat musik pergaulan. Akan tetapi, perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat pengguna karinding di Jawa Barat menyebabkan terjadinya sebuah pergeseran menjadi instrumen yang difungsikan untuk hiburan, pendidikan, ritual, dan komoditas. Pada kenyataanya sekarang, pergeseran fungsi karinding yang terjadi pada masyarakat Jawa Barat baik pedesaan maupun Urban semakin mengontruksi kekuatan jaringan yang lebih luas. 
MENYOAL KEHADIRAN KEINDAHAN DAN SENI Hadiyatno Hadiyatno
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.674 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v1i2.1023

Abstract

Sebuah pertanyaan klise sering kita dengar, indah itu yang bagaimana? Apakah yang indah itu harus selalu menampilkan yang cantik, menyenangkan, menyejukan dan memberi ketentraman serta kenyamanan dalam kebahagiaan bathin?. Apakah kehadiran keindahan  dalam karya seni, sebuah jaminan bahwa, itulah karya yang berkualitas dan memiliki  nilai?. lalu bagaimana dengan indah yang secara kasat mata kurang memenuhi kualitas tangkapan inderawi, dalam artian indahnya, perlu pemahaman akan seni. Tetapi sebenarnya muncul pada objek tersebut, dan itu membutuhkan pemahaman seni untuk dapat melihatnya. Indah yang mempunyai nilai atau sebaliknya, mengapa kesimpulan akhir dari sebuah karya seni, harus selalu menghadirkan keindahan?Seni itu bukan melulu berbicara pada masalah pemahaman, tetapi ada kecenderungan kepada proses penghayatan dan penikmatan. Meskipun sejatinya, seni juga membutuhkan proses pemahaman, untuk calon seniman maupun apresiator. Seni tidak membahas dan membicarakan penemuan, akan tetapi lebih ke prosesi penciptaan. Melalui pemahaman tentang ilmu-ilmu seni, maka kita dapat menikmati sebuah karya seni.  Kemudian hadir apa yang disebut dengan Filsafat Seni, yang merupakan bagian dari estetika modern. Materi kajiannya mengupas tentang keindahan, yang dihadirkan pada karya seni.

Page 1 of 1 | Total Record : 7