cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018)" : 7 Documents clear
Penerapan Model Project Based Learning Melalui Pembelajaran Drama Dalam Mengembangkan Kreativitas Mahasiswa Noviea Varahdilah Sandi
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.918 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v3i1.4064

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model project based learning pembelajaran seni drama melalui pertunjukan dalam mengembangkan kreativitas mahasiswa selama satu semester. Pembelajaran seni drama merupakan mata kuliah Seni tari dan Drama di jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, tujuan mata kuliah ini untuk meningkatkan mahasiswa lebih kreatif serta produktif melalui penerapan project based learning, melihat dari sisi lain seni drama mengajak mahasiswa untuk lebih mengembangkan kreativitas berpikir, membentuk dan menciptakan sesuatu hal yang baru. Desain dalam tulisan ini mengunakan penelitian kualitatif, serta metode yang diambil dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif, dimana akan mengkaji serta mendeskripsika pembelajaran seni drama melalui proses  pertunjukan dalam mengembangkan kreativitas mahasiswa dibidang ilmu mata kuliah seni tari dan drama. Subjek dalam penelitian ini berfokus kepada mahasiswa semester VI yang mengambil mata kuliah seni tari dan drama di Universitas Peradabana, tahun ajaran 2016/2017. Hasil penelitian ini menujukan mahasiswa mempunyai potensi besar dalam penerapan model project based learning, mahasiswa lebih aktif, mandiri, menciptakan hal baru serta produktif terlihat dari kreativitas mahasiswa dalam berproses drama, mengurus management panggung, berlatih, beracting, dan menguasai emosi. Kesuksesan dalam menerapkan project based learning terlihat dari proses serta hasil pertunjukanya. 
Menari Sebagai Media Dance Movement Therapy (DMT) Rahmawati Rahmawati Rahmawati; Bangun Yoga Wibowo; Dwi Junianti Lestari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.345 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v3i1.4065

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mendalam tentang manfaat dan pentingnya pemberian Dance Movement Therapy (DMT) kepada peserta didik melalui pembelajaran Tari. Diharapkan dengan mengetahui lebih dalam informasi ini, akan bermanfaat dalam menunjang proses pembelajaran dan meningkatkan prestasi siswa. Karenanya metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kualitatif dengan survey langsung dan studi literatur. Dari studi ini didapatkan hasil bahwa pemberian DMT melalui tari dapat membantu dalam (1) peningkatan integrasi kognisi, afeksi, dan pengalaman fisik; (2) ekspresi kompetensi; (3) meningkatkan kesadaran diri; (4) sebagai bentuk coping dalam upaya mengatasi masalah tekanan/ stress, mood, emosi; (5) membantu dalam meningkatkan self-eficacy (6) merupakan bentuk dukungan social. Selain itu didapatkan hasil studi literatur tentang panduan dalam pemberian DMT. DMT Hasil tersebut dapat digunakan sebagai dasar kuat akan pentingnya pemberian terapi DMT melalui pembelajaran tari di sekolah kepada para siswa guna membantu dalam proses peningkatan hasil proses pembelajaran disekolah. 
“Sing Penting Keroncong” Sebuah Inovasi Pertunjukkan Musik Keroncong di Semarang Abdul Rachman; Udi Utomo
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.464 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v3i1.4066

Abstract

Keroncong tumbuh dan berkembang dengan sangat baik di Semarang, hal itu bisa ditunjukkan dengan adanya pertunjukkan musik Keroncong secara live yang secara rutin diselenggarakan setiap seminggu sekali oleh beberapa komunitas Keroncong salah satunya adalah  “Sing Penting Keroncong” yang diselenggarakan oleh komunitas “De Waunk”. Artikel ini mendeskripsikan tentang inovasi pertunjukkan “Sing Penting Keroncong” di Semarang. Berdasarkan hasil penelitian, inovasi yang dilakukan dalam pertunjukkan “Sing Penting Keroncong” adalah  dalam pementasannya “Sing Penting Keroncong” menggunakan tata panggung yang representatif serta didukung dengan  dekorasi, tata cahaya, sound system yang spektakuler. Acara ini disiarkan secara live oleh RRI Semarang dan interaktif yaitu pendengar  bisa me-request lagu yang diinginkan serta live streaming via youtube. Bentuk pertunjukkan yang ditampilkan bukan Keroncong pakem yang hanya terdiri dari tujuh instrumen musik pokok yaitu Bass, Cello, Cuk, Cak, Flute, dan Violin saja akan tetapi terdapat beberapa bentuk pertunjukkan yaitu Keroncong Jazz (Cong Jazz). Keroncong Rock (Cong Rock), dan Keroncong Orkestra (Congkestra) dimana ada penambahan beberapa instrumen lain seperti Drum, Keyboard, Percussion, Brass section (Trombone, Trumpet, saxophone), dan Chamber string (Violin, Viola, Cello, Contra Bass). Lagu-lagu yang ditampilkan bukan hanya lagu-lagu Keroncong Asli saja akan tetapi lagu-lagu pop, Dangdut, Jazz, dan Rock juga ditampilkan. 
Dimensi Mistik Musik Sufi Kelompok Kesenian Sufi Multikultural Kota Pekalongan Dadang Dwi Septiyan; Rista Dewi Opsanti
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.677 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v3i1.4067

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan Kelompok Kesenian Sufi Multikultural dan untuk mendapatkan data tentang dimensi mistik musik sufi Kelompok Kesenian Sufi Multikultural. Penelitian ini dilakukan di Kota Pekalongan, tepatnya di kelompok Kesenian Sufi Multikultural. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan data-data yang didapat dan dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kelompok Kesenian Sufi Multikulktural, kesenian sufi masih bertahan dan masih dapat digunakan sebagai media dzikir oleh pelakunya. Kesenian Sufi terus bertahan dan tumbuh dalam perihal alat musik, komposisi, pelaku dan fungsi dari kesenian sufi itu sendiri. 
Proses Kreatif Uloh Abdullah Sebagai Seniman Rebab Rian Permana
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.933 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v3i1.4068

Abstract

Judul penelitian kajian terhadap karya di bidang seni ini bertujuan menjawab permasalahan tentang: Bagaimana upaya Uloh Abdullah dalam mencapai puncak keprofesiannya sebagai seniman Sunda. Prinsip dan kiat apa saja yang ia terapkan dalam berprofesi. Dan karya-karya nyata apa saja yang telah dikontribusikannya pada dunia seni. Hal ini menjadi penting untuk dikaji mengingat Uloh Abdullah merupakan seniman yang memiliki keseimbangan antara praktik (skill) dengan pengetahuan (knowledge) meskipun beliau bukan seniman yang terlahir dari akademisi. Diharapkan Kajian dari penelitian ini dapat menjawab tiga pertanyaan permasalahan di atas sedetail mungkin. Bukan sekedar menceritakan perjalanan seluk beluk karier seorang seniman yang dicapai dan dimiliki seniman, tetapi yang lebih penting adalah diperolehnya kajian keilmuan dan nilai-nilai tambahan sumber pengetahuan, wawasan, dan pencerahan bagi orang yang membacanya. Hal ini sangat penting bagi para pelajar, calon seniman, dan masyarakat luas sebagai bahan pembelajaran perjalanan hidup dan apresiasi tentang bagaimana seorang tokoh berhasil pada bidangnya. 
Pembelajaran Ekstrakurikuler Tari Untuk Penanaman Karakter Bagi Siswa SD Negeri Gayamsari 02 Semarang Prasena Arisyanto; Riris Setyo Sundari; Mei Fita Asri Untari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.561 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v3i1.4062

Abstract

Seni tari memiliki nilai-nilai dan karakter yang dapat ditanamkan kepada siswa melalui pembelajaran. Melalui pendidikan seni, berbagai kemampuan dasar manusia seperti fisik, perseptual, pikir, emosional, kreativitas, sosial, dan estetika dapat dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran dan penanaman karakter kepada siswa melalui pembelajaran seni tari di SD N Gayamsari 02. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran tari di sekolah mampu untuk mengembangkan bakat dan minat anak dalam bidang tari. Melalui tari siswa juga diajarkan untuk mengenal dan memahami hubungan antar anggota tubuhnya. Siswa dilatih untuk dapat  menghargai orang lain, mampu bekerjasama, peduli, santun, disiplin, dan mencintai budayanya sendiri melalui proses pembelajaran tari. Ketrampilan menari dalam hal ini bukanlah tujuan utama pembelajaran tari. Pengembangan karakter, emosi, kecerdasan sosial anak menjadi tujuan utama. Ketrampilan seni adalah efek lanjutan dari proses pembelajaran seni tari.  
KEDUDUKAN TARI MACANAN DALAM MASYARAKAT BLORA Slamet Slamet; Elinta Budy
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v3i1.4573

Abstract

Tari Macanan merupakan bagian dalam pertunjukan Barongan Blora yang menggunakan topeng besar berbentuk harimau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan tari Macanan dalam masyarakat Blora. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi. Tari Macanan merupakan simbol totemisme dari masyarakat Blora. Tari Macanan berfungsi sebagai sarana masuk dan keluarnya roh yang diyakini masyarakat sebagai pelindung. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7