cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
PENERAPAN MULTIMEDIA INTERAKTIF (MMI) MODEL SIMULASI PADA MATERI FUNGSI KODE G MESIN CNC FRAIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMK Reza Setiawan; Rahmat Hidayat
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.623 KB) | DOI: 10.30870/vanos.v1i2.1016

Abstract

Rendahnya hasil belajar materi fungsi kode G mesin CNC frais pada siswa kelas XI SMKN 6 Bandung menjadi salah satu pendorong untuk menerapkan MMI dalam proses pembelajaran. Penelitian  ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar menggunakan MMI dengan siswa yang menggunakan handout. Metode penelitian  yang digunakan adalah eksperimental semu. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan soal tes sebagai soal pretest  maupun posttest dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi pada kelas yang menggunakan MMI dengan nilai rata-rata N-Gain 0,80 yang termasuk kategori tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan handout dengan nilai rata-rata N-Gain yang hanya 0,56 yang termasuk kategori sedang. Penerapan MMI direspon baik hingga mencapai persentase 90% yang termasuk respon dengan kategori tinggi. 
PERBEDAAN PENGATURAN TEMPAT DUDUK SISWA PADA PEMBELAJARAN SAINTIFIK DI SMK Bayu Rahmat Setiadi; Sulaeman Deni Ramdani
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.645 KB) | DOI: 10.30870/vanos.v1i1.830

Abstract

Pengaturan tempat duduk menentukan keberhasilan dalam penerapan model pembelajaran Kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaturan tempat duduk kelas berdasarkan mazhab McCroskey pada pembelajaran saintifik di Sekolah Menengah Kejuruan yang meliputi model traditional, horseshoe, dan modular arrangement. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method. Populasi penelitian adalah siswa SMK Negeri 2 Wonosari. Sampel penelitian yang digunakan adalah kelas X dan XI dengan jumlah 90 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, kuesioner, dan wawancara. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk modular (mengelompok) memiliki kualitas tertinggi dalam hal motivasi belajar dengan persentase 68,7% dan fleksibility sebesar 66,93%, bentuk “U” (horsehoe) memiliki kualitas tertinggi dalam visibility yaitu sebesar 71,37% , dan bentuk baris/tradisional memiliki persentase di bawah keduanya, (2)  Keaktifan belajar siswa paling menonjol ada pada bentuk modular dengan kegiatan yang dominan visual, oral, listening, writing, drawing, motor, mental, dan emotional, dan (3) Terdapat perbedaan antara bentuk baris, bentuk “U” dan bentuk modular dilihat dari ketiga aspek yaitu motivasi, visibility, dan fleksibility.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN GAMBAR TEKNIK MELALUI PEMBELAJARAN TERBIMBING Muhammad Nurtanto
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.896 KB) | DOI: 10.30870/vanos.v1i2.1021

Abstract

Motivasi dan prestasi dalam belajar merupakan dua aspek yang saling berhubungan, dimana peningkatan prestasi disebabkan motivasi belajar yang tinggi. Penelitian ini merupakan PTK yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa PTM kompetensi interpretasi gambar teknik pada bidang otomotif melalui penerapan metode Problem Based Learning (PBL). Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari empat tahap dalam setiap siklusnya yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, angket dan tes unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode PBL  mampu meningkatkan motivasi belajar dengan kriteria (a) tekun dalam tugas, (b) ulet dalam kesulitan, (c) minat dalam permasalahan, (d) senang bekerja mandiri, (e) mengerjakan tugas dengan rutin, (f) mempertahankan pendapat, dan (g) senang mencari dan memecahkan masalah, adapun peningkatan motivasi belajar sebesar 10.33%. Metode PBL dapat meningkatkan prestasi unjuk kerja sebesar 9.58%. Selain itu PBL menjadikan peran instruktur sebagai fasilitator dan menjadikan mahasiswa lebih aktif dalam pembelajaran.
PENGARUH VARIASI SUHU PADA PROSES SELF TEMPERING DAN VARIASI WAKTU TAHAN PADA PROSES TEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIS BAJA AISI 4140 Sunardi Sunardi; Moh Fawaid; Desga H. N. Desga H. N.
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.829 KB) | DOI: 10.30870/vanos.v1i1.835

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanis pada baja AISI 4140 dengan proses tempering dengan variasi waktu tahan dan variasi suhu pada proses self tempering. Material terlebih dahulu dipanaskan pada suhu 850°C, di tahan dengan waktu 14 dan 28 menit, media pendinginan adalah Oli SAE 20. Pada proses tempering baja dipanaskan kembali dengan suhu 200°C di tahan dengan waktu 30 dan 120 menit. Sedangkan untuk proses self tempering, baja di panaskan pada suhu 850°C di tahan dengan waktu 14 dan 28 menit kemudian didinginkan, suhu yang harus dicapai pada pendinginan adalah 200°C, 400°C dan 600°C. Proses tempering dengan variasi waktu tahan mempunyai nilai kekerasan terbesar 50,1 HRC dengan waktu tahan 120 menit, sedangkan nilai kekerasan terbesar pada proses self tempering dengan variasi suhu adalah 29,68 HRC pada suhu 200°C. Nilai ketangguhan terbesar pada saat proses tempering adalah 0,341 (J/mm2) dengan waktu tahan 120 menit, sedangkan pada saat proses self tempering ketangguhan terbesar pada suhu 600°C dengan nilai 0,375 (J/mm2). Laju korosi terbesar pada saat tempering adalah 0,055 (mpy) dengan waktu tahan 30 menit, sedangkan pada saat proses self tempering laju korosi terbesar pada suhu 400°C dengan nilai 0,0388 (mpy). 
TUGAS DAN ETIKA GURU SMK DALAM PERSPEKTIF HADIS TARBAWI Iwan Ridwan
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.881 KB) | DOI: 10.30870/vanos.v1i2.1017

Abstract

Pandangan para ahli pendidikan imam al-Ghazali, athiyyah al-Abrasyi, Ahmad Tafsir dan Abdurahman an-Nahlawi berpendapat bahwa tugas guru adalah; (1) guru SMK hendaklah memiliki rasa kasih sayang kepada muridnya. (2) Guru SMK hendaklah berfungsi sebagai pengarah dan penunjuk bagi siswanya. (3) Guru SMK dalam mengajar dan memberikan bimbingan hendaklah bermaksud mendekatkan diri kepada Allah. (4) Guru SMK hendaknya mencegah peserta didik dari perbuatan dekadensi moral. (5) Guru SMK dalam proses belajar mengajar menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat berfikir siswa. (6) Guru SMK mensucikan dan membersihkan siswa dari sifat tercela dan menghiasi dengan sifat yang mulia. (7) Guru SMK mentransformasikan pengetahuan dan mengamalkan ilmunya. (8) Guru SMK hendaklah meluruskan niat siswanya dengan ikhlas dalam menuntut ilmu. Sedangkan etika guru SMK menurut hadis Tarbawi adalah: (1) guru SMK dalam mengajar hendaklah bertujuan mengharap ridha Allah, menyebarkan ilmu dan menghidupkan syari’at. (2) Guru SMK hendaklah tidak merendahkan siswanya disebabkan karena bebal otaknya. (3) Guru SMK hendaklah menanamkan akhlak mulia terhadap siswanya. (4) Guru SMK hendaklah menjadi sumber tauladan bagi siswanya. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Sumber data dalam penelitian ini dibagi dua, yaitu data primer yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari buku “Hadis Tarbawi” Karangan Samsu Nizar dan Zainal Effendi Hasibuan. Kitab Riyadhul al-Shalihin; min kalami sayyidil mursalin, kitab ini dikarang oleh Abi Zakaria Yahya bin Syarif an-Nawawi. Data sekunder yaitu buku, artikel, literatur dan referensi terkait lainnya.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN SERVIS SEPEDA MOTOR DITINJAU DARI KRITERIA PENDIDIKAN, TAMPILAN PROGRAM DAN KUALITAS TEKNIS Muhammad Nurtanto
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.694 KB) | DOI: 10.30870/vanos.v1i1.831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah multimedia pembelajaran servis sepeda motor yang telah dibuat dan dikembangkan sudah layak atau efektif berdasarkan karakteristik media pembelajaran yang baik. Pengembangan multimedia pembelajaran menggunakan model ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluate. Validasi kelayakan media menggunakan validasi ahli dan validasi pengguna. Teknik pengumpulan data berupa angket atau kuesioner. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif berdasarkan perolehan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) media pembelajaran yang baik harus memenuhi karakteristik media berupa kriteria pendidikan, tampilan program dan kualitas teknis dan (2) hasil penelitian berdasarkan kriteria pendidikan, tampilan program dan kualitas teknis masing-masing diperoleh rerata secara keseluruhan sebagai berikut 89,99%; 83,34% dan 83,02%. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran yang telah dibuat dan dikembangkan telah memenuhi karakteristik media pembelajaran yang baik dengan kategori “sangat baik”. 
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN LESSON STUDY PADA PAKET KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN DI SMK Haris Abizar
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.527 KB) | DOI: 10.30870/vanos.v1i2.1013

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk: (1) mengembangkan perangkat pembelajaran silabus dan RPP lesson study; (2) mengevaluasi kelayakan silabus dan RPP lesson study; (3) mengukur efektivitas produk silabus dan RPP lesson study pada mata pelajaran teknik pemesinan bubut; dan (4) mengukur keterlaksanaan lesson study dan efektivitas pembelajaran teknik pemesinan bubut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan produk berdasarkan Richey & Klein (2010). Penelitian diterapkan di SMK Negeri 2 Depok, Sleman pada 30 peserta didik kelas XI TP-B. Tahapan pengembangan terdiri dari analisis, perencanaan, pengembangan, dan evaluasi. Uji validasi dilakukan melalui uji coba internal dan eksternal. Teknik pengambilan data menggunakan tes, angket, wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data menggunakan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pengembangan produk silabus dan RPP lesson study memiliki karakteristik yaitu pembelajaran bersama (mutual learning) dan pendekatan saintifik; (2) penilaian produk silabus dan RPP lesson study layak untuk digunakan; (3) efektivitas penerapan produk silabus dan RPP lesson study menghasilkan penilaian pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang baik  dari  pada nilai  standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM); dan (4) respon guru dan observer terhadap keterlaksanaan lesson study adalah sangat baik dan respon peserta didik terhadap efektivitas pembelajaran teknik pemesinan bubut adalah baik.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KOMPETENSI PRAKTIKUM ENGINE SISWA SMK PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK OTOMOTIF Agus Suratno
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.31 KB) | DOI: 10.30870/vanos.v1i1.826

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen penilaian kompetensi praktikum engine siswa SMK Program Keahlian Teknik Otomotif. Sampel penelitian menggunakan metode proportionate stratified random sampling. Konstruk kompetensi praktikum engine terdiri dari 3 dimensi, yakni: kognitif (pengetahuan), psikomotor (keterampilan), dan afektif (sikap). Pengembangan butir pernyataan komponen penilaian berdasarkan telaah pakar dan panelis. Melalui telaah pakar dan validasi panelis terpilih 51 butir dan nilai koefisien reliabilitas interrater cukup tinggi di atas 0,7. Instrumen diuji cobakan kepada siswa SMK kelas XI, tahap pertama sebanyak 275 siswa dan tahap kedua sebanyak 325 siswa. Secara empiris, melalui pengujian analisis faktor konfirmatori didapatkan nilai loading factor di atas 0,3 pada uji coba pertama dan kedua. Dari perhitungan nilai koefisien reliabilitas multidimensi pada uji coba pertama dan kedua menunjukkan bahwa nilai koefisien reliabilitas konstruk lebih dari 0,9 dan nilai Average Variance Extracted (AVE) lebih besar dari 0,5 yang berarti tingkat validitas dan reliabilitas instrumen penilaian tergolong sangat tinggi. Jadi dapat disimpulkan bahwa instrumen penilaian kompetensi praktikum engine ini telah memiliki validitas dan reliabilitas konstruk yang baik.
ALUMINUM ALLOYS BY ECAP CONSOLIDATION FOR INDUSTRIAL APPLICATION Agus Pramono; Anistasia Milandia; Kurnia Nugraha; Moch Fawaid
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.799 KB) | DOI: 10.30870/vanos.v2i2.2924

Abstract

Affecting factor of importance in industrial applications of Powder Metallurgy is a process of consolidation, the fabrication process with the good parameters by increasing of the bond strength on the surface to reduce the number of pores. In particular, methods of Severe Plastic Deformation (SPD) overcoming a number of difficulties associated with residual porosity in the sample which solidified. Ultrafine–Grained (UFG) materials processed by ECAP usually show unique mechanical properties such as; high yield stress at low strain hardening, good ductility on low temperatures and high strain-rate super-plasticity at high temperatures. Production of Al alloy growing rapidly, particularly in the automotive industry. Although high-strength aluminium alloys containing Mg and Si (6xxx series aluminium alloys) which are easily reached, for formability processes is not sufficient to be applied. Therefore, much research has focused on increasing the formability of these alloys through heat treatment. High strength aluminium alloy, such as alloy AA7XXX, which combines the power of high-density ratio with excellent mechanical properties, is widely used for aviation applications, superplastic forming into the high-volume fabrication of components in the automotive. Consumer products industry is currently limited because of the relatively low strain rate. AA6XXX are some of the alloys materials, mostly used currently covering the whole range of industry. Applications of AA6XXX easier to process than AA7XXX because of properties the material elasticity, AA7XXX tend to form internal cracks as a result of microsegregation. That way heat treatment is required to improve the properties of the material when it is processed by ECAP.
PENDIDIKAN KEJURUAN SEBAGAI PEMBENTUKAN KARAKTER BERFIKIR KRITIS DAN IMPLEMENTASI NILAI DALAM PERILAKU AKADEMIK Soffan Nurhaji; Muhammad Nurtanto
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.911 KB) | DOI: 10.30870/vanos.v2i1.1970

Abstract

Penelitian ini menelaah proses pembinaan dan internalisasi nilai-nilai kemampuan berfikir tinggi ke rendah atau sebaliknya, serta berbagai faktor yang mempengaruhi dinamika implementasi nilai dalam perilaku akademik. Penelitian ini membahas pemahaman pendidikan, tingkatan berfikir, proses pembinaan, perilaku keilmuan, dan implementasi nilai dalam perilaku akademik. Simpulan dari kajian ini adalah; (1) Masih terdapat berbagai persoalan yang menyebabkan sulitnya menjadikan pendidikan sebagai pembinaan karakter berfikir kritis dan nilai-nilai kehidupan. (2) Dinamika tingkat berfikir dipengaruhi beberapa hal diantaranya adalah proses pembinaan karakter di lembaga pendidikan, perkembangan politik/kebijakan, perkembangan ekonomi, perkembangan sosial dan budaya. (3) Proses pembinaan karakter berfikir, penyampaian dan internalisasi dalam pembelajaran nilai-nilai kehidupan kepada siswa dengan proses yang sedemikian rupa sehingga siswa: mendapatkan pengetahuan/pengalaman hidup yang mendasari proses berpikir dan bertindak. Tindakan siswa akan mendapatkan reaksi dan orang lain dan dirinya sendiri, sehingga reaksi tersebut menjadi bahan renungan yang mendalam bagi siswa. Proses renungan akan menumbuhkan dan menghasilkan kesadaran, semakin dalam dan semakin ikhlas kesadaran itu tumbuh maka akan menjadi kesadaran integral dan menjadi sikap utuh dalam berfikir dan bertindak.

Page 2 of 18 | Total Record : 178