cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fondasi@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman KM.3, Cilegon, 42435, Telephone (0254)395502 Ext. 19 Phone: (0254)395502 Ext.19
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Fondasi: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 23024976     EISSN : 25031511     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/jft.v9i1.7440
Core Subject : Engineering,
Terbitan berkala yang mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang teknik sipil (Struktur, Transportasi, Geoteknik, Sumber Daya Air dan Manajemen Konstruksi) sebagai bentuk kekayaan intelektual. Diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yakni pada Bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2022)" : 15 Documents clear
Perencanaan Beton Mutu Tinggi Menggunakan Superplasticizer Ligno C-491 Dan Kombinasi Ordinary Portland Cement (Opc) Dengan Semen Slag Zulmahdi Darwis; Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Jonathan Sitorus
Jurnal Fondasi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v11i2.17147

Abstract

Konstruksi bangunan memerlukan bahan bangunan yang kokoh sehingga banguan tersebut dapat bertahan lama dan dapat menahan beban yang direncanakan. Untuk mendukung kekokohan konstruksi bangunan tersebut, maka diperlukannya material-material yang kuat dan berkualitas agar dapat memenuhi kualitas beton yang sudah direncanakan. Dalam penelitian ini mengkaji pengaruh Semen Slag sebagai bahan kombinasi dengan semen OPC dan Ligno sebagai bahan tambah untuk meningkatkan mutu beton dan mempercepat pengikatan pada beton untuk mengetahui nilai nilai optimum kuat tekan bahan tambah terhadap beton digunakan variasi dosis 0,8% , 1,2% , 1,6% dan 2,0% serta menggunakan 10% semen slag sebagai bahan Kombinasi terhadap semen OPC. Hasil penelitian yang dilakukan dari penggunaan beton ligno diperoleh hasil kuat tekan rata-rata beton Ligno 0,8% (50m1), 1,2% (75m1), l,60/o (100m1) dan 2,0 (125 m1)% secara berurutan sebesar 34,79 MPa, 39,22 Mpa, 37,54 MPa, dan 31,90 MPa. Hasil Kuat tekan rata dari kombinasi semen slag dengan semen OPC tanpa Ligno adalah 20,87 Mpa. Hasil Persentase Peningakatan Kuat tekan beton Dengan Ligno 0,8% , 1,2% , 1,6% dan 2,0% terhadapan beton normal secara berturut-turut adalah 67%, 88% , 80% dan 48%.Data pengujian sifat mekanis dari beton Ligno dan semen slag ini menunjukan komposisi Ligno 1,2% (75m1) adalah komposisi yang optimaluntuk digunakan beton sebagai bahan tambah.
Analisis Pengaruh Pengendalian Material dan Alat Berat Terhadap Kinerja Waktu Proyek Konstruksi (Studi Kasus Proyek Pembangunan Jalan Tol Serang – Panimbang Tahap 1) Andi Maddeppungeng; Siti Asyiah; Muhamad Toha
Jurnal Fondasi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v11i2.17100

Abstract

Dari beberapa proyek yang telah dijalankan, dapat dilihat seberapa banyak proyek yang telah dikatakan sukses berdasarkan sudut pandang selesai tidaknya proyek tersebut. Permasalahan yang terjadi saat ini pada proyek konstruksi di wilayah Banten yaitu kesulitan pengiriman material dan alat berat dikarenakan pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosisal Berskala Besar (PSBB) yang di terapkan di wilayah Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengendalian material dan alat berat terhadap kinerja waktu serta hubungan antara kedua variabel pada proyek konstruksi. Penelitian dilakukan pada proyek pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang tahap 1. Metode pengumpulan data melalui kuesioner yang diisi oleh karyawan proyek..Analisa data menggunakan software SPSS v.25 untuk melakukan pengujian analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan pengendalian material berpengaruh sebesar 50,1 % terhadap kinerja waktu proyek, pengendalian alat berat berpengaruh sebesar 84,7 %  terhadap kinerja waktu proyek, serta pengendalian material dan pengendalian alat berat secara simultan berpengaruh sebesar 92,7% terhadap kinerja waktu proyek. Hasil analisa : Y = 1,649 + 0,262 X1.2 + 0,193 X1.4 + 0,424 X1.5 + 0,774 X2.1 + 0,945  X2.4  – 1,158 X2.6 + 1,087 X2.8  – 0,435 X2.11 .Dari hasil analisis didapatkan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja waktu proyek yaitu kekurangan jumlah operator alat berat dengan nilai koefisien sebesar 1,158 dan variabel yang paling rendah pengaruhnya terhadap kinerja waktu yaitu ketersediaan material dengan nilai koefisien 0,193.
Pengaruh Tenaga Kerja dan Material Terhadap Kecelakaan Kerja Andi Maddeppungeng; Siti Asyiah; Agus Radifta Regiansyah
Jurnal Fondasi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v11i2.17099

Abstract

Pada setiap pelaksanaan proyek konstruksi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat di utamakan oleh perusahaan-perusahaan konstruksi, karena konstruksi disetiap kegiatannya mempunyai tingkat risiko kecelakaan kerja. Oleh karena itu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu hal yang penting dan harus diperhatikan dalam pelaksanaan pembangunan konstruksi untuk mengurangi potensi kecelakaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen tenaga kerja terhadap kecelakaan kerja, pengaruh manajemen material terhadap kecelakaan kerja, serta ntuk mengetahui pengaruh manajemen tenaga kerja dan material terhadap kecelakaan kerja.  Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yakni dengan menggunakan kuesioner dalam pengamatan dan pengambilan data di lapangan. Langkah analisis ini menggunakan analisis persamaan struktural atau biasa di sebut Structural Equation Modelling (SEM) dengan bantuan aplikasi Partial Least Square (PLS). Populasi penelitian ini adalah para petukang dan pekerja kantor. Hasil analisis menyatakan bahwa tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap material dengan nilai pengaruh 70,7%. Hasil analisis menyatakan bahwa tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecelakaan kerja dengan nilai pengaruh 46,6 %.Hasil analisis menyatakan bahwa material berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecelakaan kerja dengan nilai pengaruh 42,4%.  
Penataan Kawasan Terminal Terpadu Merak Berbasis Transit Oriented Development (Tod) Sebagai Upaya Pengembangan Sistem Angkutan Massal di Provinsi Banten Dwi Esti Intari; Rifky Ujianto; Muhammad Abdullah
Jurnal Fondasi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v11i2.17113

Abstract

Transit oriented development (TOD) merupakan konsep pembangunan kawasan transit yangberpusat pada fasilitas transitnya, seperti stasiun kereta api, halte MRT, halte bus dan sebagainya.Tujuan utama dari konsep transit oriented development (TOD) adalah mendorong masyarakatuntuk menggunakan transportasi publik dibanding kendaraan pribadi. TOD tak hanya sesuaidibangun pada kawasan simpul transportasi umum seperti kereta api, tetapi juga layakdikembangkan di kawasan terminal bus. Konsep pembangunan yang terintegrasi dengan sistemtransportasi ini, dapat dikembangkan pada pengembangan kawasan kota secara umum (urbandevelopment). Kawasan Multimoda Merak merupakan lokasi strategis dari perekonomian Jawa –Sumatra. Hal ini ditandai dengan ramainya aktivitas industri-industri pabrik disertai aktivitaspenyeberangan antar pulau yang dilintasi banyak kapal ferry. Sehingga Terminal Teradu Merakdinilai berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan berbasis Transit Oriented Development(TOD) dengan berpusat pada titik transitnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik yang sudah diimplementasikan dikawasan Merak dan mengidentifikasi karakteristik penumpang di Terminal Terpadu Merak, sertauntuk menganalisis upaya yang perlu dilakukan agar kawasan Merak sesuai dengan konsep transitoriented development (TOD). Metode yang digunakan yaitu mix method, penggabungan antaraanalisis kuantitatif untuk mengetahui karakteristik penumpang bus di Terminal Terpadu Merak dananalisis kualitatif yaitu observasi mengenai prinsip transit oriented development (TOD) yang sudahditerapkan di kawasan penelitian.Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kawasan TerminalTerpadu Merak dikategorikan sebagai kawasan transit oriented development (TOD) dengan kelasSilver Standard dengan karakteristik penumpang mayoritas bertujuan untuk bekerja. Dari delapanprinsip yang dinilai, fasilitas pejalan kaki dan pesepeda belum memenuhi kriteria bahkan belumtersedia serta belum adanya ruang terbuka publik. Sehingga perlu diperbaiki terkait beberapapermasalahan tersebut guna mengoptimalkan sebuah kawasan berbasis transit orienteddevelopment (TOD).
Hubungan Klasifikasi RMR dan Faktor Keamanan Terhadap Penentuan Geometri Lereng Tambang Terbuka (Studi Kasus: Tambang Terbuka Batubara Desa Kebur, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan) Rahmad Dwi Prasetyo; Fikri Faris; Ahmad Rifa'i
Jurnal Fondasi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v11i2.16751

Abstract

Klasifikasi Rock Mass Rating (RMR) merupakan salah satu klasifikasi yang digunakan dalam klasifikasi massa batuan. Geometri massa batuan di suatu lereng perlu diperhatikan dalam analisis kestabilan lereng. Rekomendasi geometri lereng diperlukan untuk mendapatkan faktor keamanan lereng yang aman dan stabil dalam kondisi statis, dinamis, maupun probabilitas sesuai KEPMEN 1827 K/30/MEM/2018. Penelitian ini dilakukan di lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) tambang terbuka batubara Desa Kebur, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Prosedur penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data sekunder sebagai data dasar untuk analisis klasifikasi RMR dan nilai faktor keamanan setiap area PIT. Analisis RMR menggunakan klasifikasi Bieniawski tahun 1989, sedangkan nilai faktor keamanan didapatkan dari analisis kestabilan lereng menggunakan metode kesetimbangan batas Spencer dengan bantuan software SLIDE. Hasil analisis yang didapatkan adalah urutan kelas massa batuan berdasarkan klasifikasi RMR dari yang paling baik adalah PIT-4, PIT-2, PIT-1, PIT-5, dan PIT-3. Berdasarkan nilai faktor keamanan, PIT­-2 dan PIT-4 tidak memerlukan adanya perubahan geometri lereng, sedangkan PIT-1, PIT-5, dan PIT-3 memerlukan adanya perubahan geometri lereng. Semakin baik kelas massa, batuan, maka nilai faktor keamanan semakin tinggi, sehingga geometri lereng tidak memerlukan perubahan. Rekomendasi geometri lereng yang digunakan adalah lereng asli untuk PIT­-2 dan PIT-4, lereng dengan kemiringan geometri 55⁰ untuk PIT-1, dan lereng dengan kemiringan geometri 50⁰ untuk PIT-3 dan PIT-5.

Page 2 of 2 | Total Record : 15