cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 24 No 1 (2017)" : 12 Documents clear
Increase of In-Situ Measured Shear Wave Velocity in Sands with Displacement Pile and Stone Column Inclusions Franciscus Xaverius Toha
Jurnal Teknik Sipil Vol 24 No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2017.24.1.1

Abstract

AbstractSeismic downhole and MASW measurements were conducted at a potentially liquefiable site, where PC piles and stone column inclusion were provided to remediate the foundation soil. The selected site is part of a refinery located in high seismicity zone. The seismic measurements were done prior and after the PC piles and stone columns were installed. The densification, reinforcing, and dissipation contribution to the overall mitigation was elaborated herein. The measurement results are essentially consistent with the most recent theoretical developments and indicate that the strengthening due to mitigation is higher than predicted.AbstrakPada situs yang berpotensi likuifaksi dengan sisipan tiang pancang PC dan tiang batu, dilakukan pengukuran seismik turun lubang dan MASW. Lokasi yang dipilih adalah bagian dari sebuah kilang minyak yang terletak dalam zona gempa tinggi. Pengukuran seismik dilakukan sebelum dan sesudah pemancangan tiang PC dan tiang batu. Uraian mendalam tentang sumbangan pemadatan, perkuatan dan disipasi terhadap keseluruhah mitigasi disampaikan di sini. Hasil pengukuran pada dasarnya konsisten dengan perkembangan teoritis terkini dan menunjukkan bahwa perkuatan akibat mitigasi masih di atas perkiraan.
Experimental Liquefaction Study of Southern Yogyakarta Using Shaking Table Lindung Zalbuin Mase
Jurnal Teknik Sipil Vol 24 No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2017.24.1.2

Abstract

AbstractAn experimental study using shaking table was conducted to learn liquefaction. Samples used were sandy soils from South of Yogyakarta Special Region Province. Analysis of liquefaction potential was performed by considering several factors, i.e. peak ground acceleration (PGA) of 0.3 g to 0.4 g, vibrational frequency of 1.8 Hz, and vibration duration of 8, 16, and 32 seconds which reflect earthquake magnitudes of 5, 6, and 7. The pore water pressure was measured by using a pressure transducer. Liquefaction potential was determined by using the parameter of excess pore water pressure ratio (ru). Liquefaction potentially occurred when ru > 1, whereas ru < 1 indicated liquefaction didn't occur. The results of test showed that liquefaction potentially occur in each applied dynamic load, that maximum excess pore wate pressure (ru max) measured was equal to or larger than 1. The larger peak ground acceleration applied, the faster beginning time of liquefaction. The bigger peak ground acceleration applied, the slower dissipation time of pore water pressure. The duration of liquefaction become longer, along with the increase of applied peak ground acceleration. The bigger applied peak ground acceleration, the larger maximum excess pore water pressure.AbstrakSebuah penelitian eksperimetal dengan menggunakan alat shaking table (meja getar) dilakukan untuk mempelajari likuifaksi. Bahan uji yang digunakan adalah tanah pasir yang diambil dari daerah selatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Analisis potensi likuifaksi dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa parameter di antaranya percepatan maksimum gempa (PGA) sebesar 0,3 g sampai dengan 0,4 g, frekuensi getaran 1,8 Hz, dan waktu penggetaran selama 8, 16 dan 32 detik yang mewakili gempa dengan  magnitudo 5, 6, dan 7. Alat pembacaan tekanan air pori yang digunakan adalah pressure tranducer. Likuifaksi ditentukan dengan menggunakan parameter rasio peningkatan tekanan air (ru). Likuifaksi berpotensi terjadi apabila nilai ru > 1, sedangkan nilai ru < 1 mengindikasikan bahwa likuifaksi tidak berpotensi terjadi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pasir dari selatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berpotensi likuifaksi untuk setiap beban dinamik yang diberikan, dimana nilai rasio peningkatan tegangan air pori maksimum (ru max) yang diperoleh bernilai lebih besar atau sama dengan satu. Semakin besar percepatan maksimum yang diterapkan, maka waktu dimulainya likuifaksi semakin cepat. Semakin besar percepatan maksimum yang diberikan, maka waktu terdisipasinya tegangan air pori akan semakin lambat. Durasi terjadinya likuifaksi menjadi semakin lama, seiring dengan bertambahnya percepatan maksimum yang diterapkan. Semakin besar percepatan maksimum yang diterapkan, maka semakin besar pula tegangan air pori maksimum yang dihasilkan. 
The Potency of Halim Perdanakusuma Airport Development as Commercial Airport Miming Miharja; Dwitami Puspaningrum
Jurnal Teknik Sipil Vol 24 No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2017.24.1.3

Abstract

AbstractNowadays, Halim Perdanakusuma Airport plays a role in facilitating commercial and military flight activities. In the commercial flight segment, the role of Halim Perdanakusuma airport is expected to reduce the load of  Soekarno-Hatta International Airport in serving the ever increasing flight volume. As part of this concern, this article analyzes the potency of Halim Perdanakusuma Aiport to respond the growing demand of commercial flight based on land side and air side development potential factors. The potency of development from land side is based on the space availability to meet the standard of passenger service facilities, whereas the air side is based on the airport runway capacity in accommodating the number of aircraft take-off and landing activities according to their types as well as loading capacities. The need for airport development is based on the standard of space needs for each passenger during the peak time. Analysis result shows that the most critical constraint is coming from land sidedue to space limitation for the development of various facilities required to fulfil the service standard, which available only for up to 2,750,369 total passengers per year. Meanwhile, there is no significant constraint for airport development from the air side point of view.AbstrakSaat ini, Bandara Halim Perdanakusuma berperan dalam memfasilitasi kegiatan penerbangan komersil dan militer. Pada segmen penerbangan komersial, peran Bandara Halim Perdanakusuma diharapkan dapat mengurangi beban Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam melayani volume penerbangan komersial yang semakin meningkat. Fokus tulisan ini adalah menganalisis potensi Bandara Halim Perdanakusuma dalam merespon tumbuhnya permintaan dari penerbangan komersial berdasarkan faktor-faktor potensi pengembangan sisi darat dan sisi udara. Potensi pengembanga dari sisi darat didasarkan pada ketersediaan ruang untuk memenuhi standar fasilitas pelayanan penumpang, sedangkan dari sisi udara berdasarkan pada potensi pengembangan kapasitas landasan pacu bandara dalam melayani aktifitas take-off dan pendaratan pesawat sesuai dengan jenis dan kapasitas angkutnya. Kebutuhan untuk pengembangan bandar udara didasarkan pada standar kebutuhan ruang untuk penumpang pada waktu puncak. Hasil analisis menunjukkan bahwa kendala pengembangan bandara terutama datang dari sisi darat yang disebabkan oleh keterbatasan ruang bagi pengembangan berbagai fasilitas yang diperlukan untuk memenuhi standar pelayanan, yang hanya tersedia untuk melayani 2.750.369 total penumpang per tahun. Sementara itu, tidak terdapat kendala yang signikan untuk pengembangan bandara dari sisi udara. 
Time Headway Modelling of Motorcycle-Dominated Traffic to Analyse Traffic Safety Performance and Road Link Capacity of Single Carriageways D. M. Priyantha Wedagama
Jurnal Teknik Sipil Vol 24 No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2017.24.1.4

Abstract

AbstractThis study aims to develop time headway distribution models to analyse traffic safety performance and road link capacities for motorcycle-dominated traffic in Denpasar, Bali. Three road links selected as the case study are Jl. Hayam Wuruk, Jl.Hang Tuah, and Jl. Padma. Data analysis showed that between 55%-80% of motorists in Denpasar during morning and evening peak hours paid less attention to the safe distance with the vehicles in front. The study found that Lognormal distribution models are best to fit time headway data during morning peak hours while either Weibull (3P) or Pearson III distributions is for evening peak hours. Road link capacities for mixed traffic predominantly motorcycles are apparently affected by the behaviour of motorists in keeping safe distance with the vehicles in front. Theoretical road link capacities for Jl. Hayam Wuruk, Jl. Hang Tuah and Jl. Padma are 3,186 vehicles/hour, 3,077 vehicles/hour and 1935 vehicles/hour respectively.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyusun model-model distribusi time headway untuk analisis kinerja keselamatan lalu lintas dan kapasitas ruas jalan yang lalu lintasnya didominasi oleh  sepeda motor di kota Denpasar, Bali. Tiga ruas jalan yang digunakan sebagai studi kasus adalah Jl. Hayam Wuruk, Jl.Hang Tuah, dan Jl. Padma. Analisis data menunjukkan bahwa antara 55%-80% pengendara kendaraan bermotor di Denpasar saat jam puncak pagi dan malam tidak memperhatikan jarak aman dengan kendaraan di depannya. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa model distribusi lognormal terbaik untuk pemodelan  data time headway saat jam sibuk pagi sementara model Weibull (3P) atau distribusi Pearson III untuk jam sibuk malam. Kapasitas ruas jalan untuk lalu lintas campuran yang didominasi oleh sepeda motor sangat dipengaruhi oleh perilaku pengendara kendaraan bermotor saat menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. Kapasitas ruas jalan teoritis untuk Jl. Hayam Wuruk, Jl. Hang Tuah dan Jl. Padma adalah berturut-turut 3.186 kendaraan / jam, 3.077 kendaraan / jam dan 1.935 kendaraan / jam. 
Pengaruh Rendaman Air Laut terhadap Kapasitas Rekatan GFRP-Sheet pada Balok Beton Bertulang Mufti Amir Sultan; Rudy Djamaluddin
Jurnal Teknik Sipil Vol 24 No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2017.24.1.5

Abstract

AbstrakPembangunan struktur beton yang berada di daerah lingkungan ekstrim seperti daerah pantai akan mengakibatkan penurunan kekuatan bahkan mengalami kerusakan apabila tidak diadakan perawatan dan perbaikan, ini diakibatkan adanya klorida yang terdapat pada air laut. Salah satu cara perbaikan struktur yang populer sekarang ini adalah dengan menggunakan material Glass Fiber Reinforced Polymer yang mempunyai salah satu kelebihan yaitu tahan korosi. Pada penelitian ini akan dilakukan studi eksperimental untuk menyelidiki perilaku lentur balok beton bertulang dengan perkuatan GFRP-Sheet yang direndam di air laut dengan lama perendaman 1, 3, 6 dan 12 bulan. Benda uji terdiri dari 11 buah balok bertulang dengan dimensi (15x20x330) cm yang telah diperkuat dengan GFRP-Sheet pada daerah lentur. Benda uji dilakukan pengujian dengan memberi beban statik sampai mencapai kekuatan batas, untuk merekam data-data pada saat pengujian dipasang strain gauge pada permukaan benda uji dan GFRP-Sheet untuk membaca regangan. Hasil analisis menunjukkan terjadi penurunan kapasitas rekatan sekitar 11,04% setelah perendaman 12 bulan.AbstractConstruction of concrete structures that located in extreme environments are such as coastal areas will result in decreased strength or even the damage of the structures. As well know, chloride contained in sea water is responsible for strength reduction or structure failed were hence maintenance and repairs on concrete structure urgently needed. One popular method of structural improvements which under investigation is to use the material Glass Fiber Reinforced Polymer which has one of the advantages such as corrosion resistance. This research will be conducted experimental studies to investigate the flexural behavior of reinforced concrete beams with reinforcement GFRP-Sheet immersed in sea water using immersion time of 1, 3, 6 and 12 months. Test specimen consists of 11 pieces of reinforced beams with dimensions (15x20x330) cm that had been reinforced with GFRPSheet in the area of bending. The test specimen tested by providing a static load until it reaches the power limit, to record data during the test strain gauge mounted on the surface of the specimen and the GFRP-Sheet to collect the strain value. The result of analysis indicates the bonding capacity of GFRP Sheet decreases about 11.04% after immersed for 12 months in sea water.
Kinerja Struktur Rangka Beton Bertulang dengan Penambahan Dinding Pengisi Berlubang sebagai Perkuatan Seismik Ida Ayu Made Budiwati; Made Sukrawa
Jurnal Teknik Sipil Vol 24 No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2017.24.1.6

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan guna memperoleh model struktur rangka beton bertulang dengan dinding pengisi (RDP) berlubang, dengan dan tanpa perkuatan di sekitar lubang (lintel), sebagai perkuatan seismik, dengan membandingkan perilaku dan kinerja struktur RDP dengan berbagai rasio lubang. Pada tahap awal dilakukan validasi model dengan membandingkan perilaku struktur yang dimodel menggunakan elemen shell (RDPsh) dan strut diagonal (RDPst) dengan hasil uji laboratorium yang telah dilakukan oleh peneliti lain. Model validasi menunjukkan bahwa RDPsh menghasilkan diagram beban simpangan lateral yang lebih mendekati hasil tes dibandingkan dengan RDPst. Disamping itu, persamaan lebar strut untuk dinding berlubang tanpa lintel tidak bisa digunakan untuk dinding berlubang dengan lintel karena lintel menambah kekakuan rangka, memperkuat dinding di sekitar lubang dan mengurangi tegangan maksimum pada sudut lubang sampai 40%. Lebar strut diagonal kemudian dimodifikasi untuk mendapatkan model yang menghasilkan respon sesuai dengan RDPsh. Kemudian model rangka beton bertulang 3, 4, dan 5 lantai dengan dinding pengisi berlubang sentris dengan lintel di sekeliling lubang dibuat dengan variasi rasio lubang 0 "“ 100%. Hasil analisis pada RDP 3 lantai menunjukkan bahwa, terjadi pengurangan simpangan lateral masing-masing sebesar 65%, 58%, 43%, 22%, dan 5% untuk rasio lubang 0%, 20%, 40%, 60%, dan 80%. Persentase pengurangan yang hampir sama juga terjadi pada rangka 4 dan 5 lantai. Untuk rangka 3-lantai, penambahan dinding pengisi dengan rasio lubang terbesar 60% cukup memadai untuk menahan beban gempa yang disyaratkan SNI 1726:2012. Tetapi, untuk rangka 4 dan 5 lantai, diperlukan dinding dengan rasio lubang maksimum 40%. Penambahan dinding pengisi meningkatkan kemampuan struktur dalam menahan gaya geser dasar akibat gempa. Namun demikian, peningkatan kekuatan ini disertai dengan penurunan daktilitas struktur seiring dengan menurunnya rasio lubang.AbstractThis research was conducted to develop a model of seismic retrofitting of reinforced concrete frame using infill wall with central openings, with and without lintels around the opening, by comparing the behaviour and performance of the frame structures with varying opening ratios. Prior to model the strengthened frames, validation was done by comparing the behaviour of computer models using shell element (RDPsh) and diagonal strut (RDPst) to those of laboratory tests conducted by others. The validation models show that the lateral load-displacement diagrams of RDPsh fit the test result better than the strut ones. It was also found that the strut width equation for opening without lintel can not be used for opening with lintels as the lintels stiffen the frame and strengthen the wall around the openings. Based on these results, the width of strut was modified to match the response of model using shell element with lintels around the opening. The RC frames of 3, 4, and 5 storey retrofitted using infill wall with central opening ratio varies from 0 to 100%, was then conducted by modeling the infill wall as an equivalent diagonal strut and shell elements in SAP2000 software. The analysis results of 3-storey frames show that, reduction on lateral drifts of 65%, 58%, 43%, 22%, and 5% was observed for opening ratio of 0%, 20%, 40%, 60%, dan 80%, respectively. Similar results were also found for the 4 and 5 storey frames. From the reinforcement requirements it can be concluded that the strengthening method can be applied with limitation on the wall opening ratios. For 3- storey frames, the addition of infill wall with opening ratio up to 60% is adequate to withstand the quake load specified in the SNI 1726:2012. For 4 and 5-storey frames however, opening ratio of 40% or less is required. Interestingly, the addition of infill wall with lintels can withstand higher base shear forces. However, the increased strength is followed by a decreased ductility in line with decreasing opening ratio.
Studi Eksperimental Penggunaan Pen-Binder dan FRP Sebagai Perkuatan Tulangan Tidak Standar Pada Kolom Lingkaran Anang Kristianto; Yosafat Aji Pranata; Iswandi Imran
Jurnal Teknik Sipil Vol 24 No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2017.24.1.7

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi peningkatan kekuatan yang terjadi pada spesimen kolom lingkaran beton bertulang dengan tulangan pengekang tidak standar yang diberi perkuatan pen-binder dan perkuatan FRP. Benda uji berupa kolom lingkaran dengan diameter 190 mm dan tinggi 480 mm dengan mutu beton 15 MPa. Benda uji terdiri dari 4 jenis yaitu kolom dengan tulangan sengkang spiral, kolom dengan tulangan tidak standar/lingkaran, kolom dengan tulangan tidak standar yang diberi perkuatan pen-binder dan kolom dengan tulangan tidak standar dengan perkuatan FRP. Untuk setiap jenis kolom dibuat 3 buah benda uji yang sama. Pengujian dilakukan dengan uji tekan konsentris hingga kolom mengalami kegagalan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan pen-binder dan FRP pada tulangan pengekang tidak standar memberikan peningkatan kapasitas aksial berturut-turut sebesar 18% dan 58% dari kolom dengan tulangan spiral. Pen-binder dapat digunakan sebagai solusi perkuatan sederhana untuk tulangan pengekang tidak standar dan lebih ekonomis daripada FRP.AbstractThis study was conducted to evaluate the increasing strength of circular reinforced concrete column specimens with non-compliance confinement reinforcements strengthened by pen-binder and FRP. The test specimens were circular column 190 mm diameter and 480 mm height with 15 MPa concrete strength. The test specimens consist of 4 types of columns where there is a column with spiral reinforcement, columns with non compliance reinforcements, a column with non-compliance reinforcement strengthened by pen-binder and columns with non-compliance reinforcements strengthened with FRP reinforcement. Three specimens were made for each type of column. The axial concentric test was done until the column specimen failure. Test results showed that the use of pen-binder and the FRP with non-compliant confining reinforcement improved axial capacity by 18% and 58% respectively as compared to the columns with spiral reinforcements. Pen-binder can be used as a simple solution for non compliant confining reinforcement strengthening and more economical than FRP. 
Efektivitas Serat Jerami Padi sebagai Lapisan Penutup Permukaan Tanah dalam Kendali Erosi Lereng Abdul Rivai Suleman
Jurnal Teknik Sipil Vol 24 No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2017.24.1.8

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas serat jerami padi sebagai lapisan penutup permukaan tanah dalam kendali erosi lereng. Penelitian ini dilakukan dengan 3 variasi intensitas hujan 50 mm/jam, 100 mm/jam, 120 mm/jam. Hasil penelitian ini menunjukkan efektivitas serat jerami padi pada lapisan penutup dengan persentase 30% tereduksi jika dibandingkan tanpa lapisan penutup. Besarnya laju erosi persentase 30% atau berat kering 38,7 gr/m2 rata-rata sebesar 17,068%. Dengan kata lain, laju erosi tanpa lapisan penutup tereduksi ratarata sebesar 82,932%. Demikian pula efektivitas serat jerami padi dengan persentase 60% dan 90% atau berat kering145,1 gr/m2 dan 354,8 gr/m2 juga tereduksi jika dibandingkan tanpa lapisan penutup. Besarnya laju erosi pada persentase 60% rata-rata sebesar 7,216% dan persentase 90% rata-rata sebesar 4,392%. Dengan kata lain, laju erosi tanpa lapisan penutup tereduksi rata-rata sebesar 92,784% persentase 60% dan rata-rata 95,608% persentase 90%.AbstractThis study aims to analyze the effectiveness of rice straw fiber as a cover of surface soil in slope erosion control. This research was conducted by three variations of rainfall intensity that is 50 mm/hour, 100 mm/hour, 120 mm/ hour. The results of this study indicate the effectiveness of the rice straw fibers in the covered layer with a percentage of 30% reduced when it compared to uncovered layer. The amount of erosion rate withpercentage of 30% or with a dry weight of 38.7 g/m2p have average of 17.068%. In other words, the rate of erosion without covered layer is reduced by an average of 82.932%. Similarly, the effectiveness of the rice straw fibers with a percentage of 60% and 90% or dryweight of 145,1 gr/m2 and 354.8 g/m2 is also reduced when compared to uncovered layer. The amount of erosion rate with a percentage of 60% have an average of 7.216% and the percentage of 90% have an average of 4.392%. In other words, the erosion rate without covered layer is reduced by an average of 92.784% at percentage of 60% and an average of 95.608% at percentage of 90%.
Pengaruh Proses Pelapukan Clay Shale terhadap Perubahan Parameter Rasio Disintegritas (DR) Idrus M Alatas; Pintor T Simatupang
Jurnal Teknik Sipil Vol 24 No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2017.24.1.9

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sering terjadinya kegagalan desain geoteknik pada clay shale yang disebabkan oleh pelapukan. Rasio disintegritas adalah perbandingan perubahan fisik akibat pelapukan pada waktu tertentu terhadap kondisi awalnya. Perubahan sifat fisik clay shale akibat pelapukan ditentukan dengan rasio disintegritas (DR). Pelapukan clay shale akan lebih cepat terjadi akibat siklus pembasahan dan pengeringan bila dibandingkan dengan proses pengeringan. Manakala akibat bertambah jumlah pembasahan dan pengeringan pada waktu yang sama, menyebabkan pelapukan pada clay shale akan lebih cepat lagi. Sampai hari ke-80 dari waktu pengeringan, DR clay shale Semarang-Bawen dan Hambalang besarnya adalah sama yaitu DR = 0,916 (completelly durable). Sedangkan akibat siklus pembasahan dan pengeringan di hari ke-32, clay shale Semarang-Bawen DR = 0,000 atau completelly non durable, manakala pada clay shale Hambalang DR = antara 0,2117 hingga 0,3344. Pada umumnya clay shale Semarang-Bawen akan lebih lebih cepat melapuk bila dibandingkan clay shale Hambalang. Ini terjadi karena perbedaan kandungan mineralogi. Clay shale Semarang-Bawen didominasi oleh mineral Smectite, sedangkan clay shale Hambalang didominasi mineral Kaolinite dan Illite.Abstract The background of this research because of the frequent occurrence of the failure in the geotechnical design of clay shale caused by weathering. Disintegration ratio is a comparison of physical changes due to weathering at certain times of the initial conditions. Changes in physical properties due to clay shale weathering determined by the disintegration ratio (DR).Clay shale weathering will occur more quickly as a result of wetting and drying cycles when compared with the drying process. While due to the increased number of cycles of wetting at the same time, causing weathering on clay shale will be faster again. Until the 80th day of drying time, the magnitude DRof Semarang-Bawenclay shaleand Hambalang are the same, namely DR = 0.916 (completelly durable). However, due to wetting and drying cycles on day 32, samples of Semarang-Bawenclay shale is DR = 0.000 or non durable completelly, while on Hambalang clay shale in same day DR between 0.2117 to 0.3344. Generally Semarang-Bawen clay shale will be faster weathered than Hambalang clay shale. It is caused by the mineralogy content of Semarang-Bawen clay shale has dominated by Smectite, and Hambalangclay shalehas dominated mineral Kaolinite and Illlite.
Model Penerapan Drainase Berwawasan Lingkungan Skala Individu di Lahan Permukiman Kawasan Bandung Utara Hary Pradiko; Arwin Sabar; Prayatni Soewondo; Yadi Suryadi; Indragiri Jatikusuma
Jurnal Teknik Sipil Vol 24 No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2017.24.1.10

Abstract

AbstrakPerubahan luas lahan terbangun dapat mempengaruhi ekstremitas debit air yang menimbulkan ancaman banjir dan kekeringan di wilayah hilir Daerah Aliran Sungai (DAS). Penanganan limpasan air hujan dengan drainase lingkungan sudah diterapkan. Akan tetapi lahan permukiman di perkotaan sangat terbatas, sehingga membutuhkan solusi pengendalian dari limpasan air hujan yang efektif dan efisien. Teknik peresapan air yang dikaji dalam penelitian ini adalah penerapan sumur resapan dalam suatu persil permukiman di Kawasan Konservasi Bandung Utara untuk mendapatkan model penerapan sumur resapan yang efektif untuk penerapan konsep zero runoff. Metode perhitungan yang digunakan adalah metode rasional untuk limpasan permukaan dan Metode Sunjoto untuk peresapan air. Lokasi penelitian adalah suatu persil di kawasan permukiman Bandung Utara. Hasil perhitungan limpasan pada periode ulang hujan 20 tahun drain 1 sebesar 0,0182 m3/det dan drain 2-3 sebesar 0,0104 m3/det. Dibuat sumur resapan A berdiameter 0,8 m dan kedalaman 15 m berkemampuan resap 0,0244 m3/dt untuk meresapkan limpasan drain 1 dan sumur resapan B berdiameter 1,2 m dan kedalaman 10 m berkemampuan resap 0,0181 m3/dt untuk meresapkan limpasan drain 2-3. Sumur resapan yang dibuat dapat menampung limpasan air hujan pada periode ulang hujan 20 tahun, sehingga konsep zero runoff dapat diterapkan di persil-persil lain yang ada di Kawasan Bandung Utara.Abstract The increasing of land use can affect an extreme waterflow posed a threat of flooding and drought in downstream watershed. Handling runoff using the drainage system has been implemented. But the urban settlement land is very limits, so it's necessary to control runoff effectively and efficiently. The objective of this research is to apply zero runoff concept using infiltration wells in a small part of settlement in North Bandung. The used methods are a rational method and Sunjoto method. The research location is a part of settlement area in North Bandung. The results show that on 20-year rainfall return period, the runoff from drain 1 is about 0.0182 m3/s and from drain 2-3 is about 0.0104 m3/s. The first infiltration wells (A) (diameter of 0.8 m and a depth of 15 m) can infiltrate 0.0244 m3/s to absorb from drain 1 and the second one (B) (diameter of 1.2 m and a depth of 10 m) can infiltrate 0.0181 m3/s to absorb from drain 2-3. The infiltration wells can accommodate runoff in the 20-year rainfall return period, so the zero runoff concept can be applied in other settlement parts that exist in North Bandung area.

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue