Jurnal Teknik Sipil
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Articles
974 Documents
Evaluasi Sisa Kekuatan Korosi Pelat Baja yang Mengalami Beban Tekuk
Sulaiman, Lusman;
Yokogawa, Tatsuya;
Furukawa, Seiji;
Ohga, Mitao;
Chun, Pang-jo
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2775.092 KB)
|
DOI: 10.5614/jts.2018.25.1.2
AbstrakKorosi elemen-elemen strukuktur jembatan baja karena terekspose ke lingkungan menjadi salah satu masalah serius di seluruh dunia hari ini. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sisa kapasitas kekuatan korosi pelat baja yang terlihat pada bagian struktur jembatan baja yang mengalami beban tekuk dengan analisis eksperimen laboratorium dan komputasi. Spesimen uji diperoleh dari potongan gelagar jembatan yang telah mengalami korosi karena adanya reaksi kimia dengan lingkungan sekitarnya selama bertahun-tahun dan mereduksi ketebalannya serta membentuk permukaannya menjadi ireguler. Kemudian dibentuk sesuai standar spesimen pengujian Japanese Industrial Standard (JIS No.5, 1995). Sistem scanning 2D juga telah dilakukan pada spesimen uji dengan tujuan memperoleh data grid sumbu x dan y dalam membentuk Finite Elemen Models (FEM). Hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa korosi yang terjadi pada pelat baja dapat menurunkan kemampuannya dalam memikul beban tekuk. Juga dipelajari efek dari beberapa parameter yaitu tebal minimum pelat (tmin), permukaan ireguler pelat dan eksentrisitasnya terhadap perilaku tekuk korosi pelat baja. Kemudian, suatu rumusan baru dibuat yang dapat dipergunakan dalam menentukan dan mengevaluasi sisa kekuatan tekuk korosi pelat baja baik tanpa maupun dengan adanya pengaruh eksentrisitasnya. AbstractCorrosion of structural steel bridge elements due to eksposed to the environment becomes a serious problem in the world today. Therefore, the aim of this research is to evaluate the residual strength of corroded steel plates which are seen in the steel bridge structure elements under buckling load by experimental laboratory and computational analyses. Specimen tests are obtained from a part of the girder bridge that has been corroded due to chemical reactions with itâs around environment for years and reduced its thickness through become the irregular surfaces. They were then fabricated based on standard of test specimen of Japanese Industrial Standard (JIS No.5, 1995). 2D scanning system was condacted to specimen test in order to obtain the grid data x and y coordinates to form Finite Element Model (FEM). The test results reveal that corrosion on steel plates is able to reduce the bearing capacity under buckling load. Also effect of some parameter studies such as minimum thickness (tmin), irregular surfaces and the amount of eccentricity to buckling behavior of corroded steel plates was studied here. Then, a new proposal formula is developed that able to be used for deciding and evaluating the residual buckling load of corroded steel plates with or without the effect of an amount of eccentricity.Â
Analisis Perkuatan Ruang Paro (Half-Space) Oleh Tiang Pancang Pendek Dengan Metode Elemen Hingga
Sumarno, Agung;
Nasution, Amrinsyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2084.532 KB)
|
DOI: 10.5614/jts.2018.25.2.2
AbstrakKondisi jalan yang ada di Indonesia pada umumnya dan Kalimantan Timur pada khususnya masih sangat buruk terutama di daerah-daerah terpencil, hal ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah terpencil sangat lamban. Salah satu kerusakan jalan yang terjadi adalah amblas. Amblas disebabkan karena daya dukung tanah tidak cukup dalam menahan beban lalu lintas yang ada, oleh karena itu diperlukan perkuatan terhadap daya dukung tanah, salah satu perkuatan dengan menggunakan tiang pancang pendek. Pada penelitian ini dilakukan analisis perkuatan ruang paro oleh tiang pancang pendek dengan metode elemen hingga, dimana medium ruang paro merupakan representasi dari area disekitar tiang pancang pendek. Analisis dilakukan dengan bantuan komputer dengan membuat perangkat lunak. Verifikasi dilakukan dengan solusi Boussinesq untuk deformasi dan tegangan yang terjadi pada medium ruang paro akibat beban aksial dan solusi Amrinsyah untuk deformasi dan tegangan yang terjadi pada medium ruang paro akibat beban aksial dengan adanya perkuatan tiang pancang pendek. Perkuatan ruang paro oleh tiang pancang pendek memberikan pengaruh terhadap deformasi yang terjadi. Deformasi yang terjadi pada ruang paruh yang diberi perkuatan tiang pendek akan lebih kecil bila dibandingkan dengan deformasi pada ruang paruh yang tidak diberi perkuatan tiang pendek. Dengan menggunakan metode elemen hingga dapat dikembangkan untuk penyelesaian masalah nonlinier yang mana dengan solusi Boussinesq dan solusi Amrinsyah hanya dapat menyelesaikan masalah linier.AbstractRoad conditions in Indonesia, particularly on rural areas in east kalimantan is uncontroled. Hence, this condition slowing down the economical growth. Road deformation is caused by soil bearing capacity which could not hold the traffic load on it. Stiffening is needed towards soil bearing capacity by using short pile. This research analyzed half space stiffening by using short pile with finite element method. Half space is repesentation of area around the short pile. Half space striffening analization was done by making a software. We verified the software using two methods. Boussinesq Solution verified the deformation and stress in half space medium due to axial load and Amrinsyah solution verified deformation and stress in half space medium due to axial load with the stiffening by short piles . Stiffening using short pile give effect to deformation on half space. Deformation the half space with stiffening by short pile is smaller than the deformation of the half space without short pile. finite element method can be developed to solve not only linier as well as nonlinier problems, whilst Boussinesq and Amrinsyah Solution just outdo the linear problem.
Studi Kehandalan Metode Analisis Likuifaksi Menggunakan SPT Akibat Gempa 8,6 Mw, 12 September 2007 di Area Pesisir Kota Bengkulu
Mase, Lindung Zalbuin
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1757.378 KB)
|
DOI: 10.5614/jts.2018.25.1.7
AbstrakNaskah ini menyajikan hasil studi potensi likuifaksi di kawasan pesisir Kota Bengkulu, berdasarkan gempa berkekuatan 8,4 Mw, yang terjadi pada 12 September 2007 silam. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis potensi likuifaksi berdasarkan data SPT menggunakan metode empiris yang paling sesuai dari beberapa metode empiris yang lazim digunakan. Untuk memperoleh metode analisis yang paling sesuai, dilakukanlah perbandingan hasil analisis dengan data kejadian likuifaksi di lapangan. Metode yang paling sesuai adalah metode yang memiliki nilai faktor bobot kesalahan terendah. Metode tersebut selanjutnya digunakan untuk menentukan faktor keamanan likuifaksi nilai probabilitas likuifaksi (PL). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa Metode Idriss-Boulanger merupakan metode yang paling mendekati dalam mengestimasi kesesuaian prediksi dan kejadian di lapangan. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode tersebut, likufaksi sangat berpotensi terjadi pada area yang diteliti. Kondisi kritis likuifaksi (faktor aman sama dengan 1) dapat terjadi dengan nilai probabilitas sebesar 0,495 khususnya pada tanah pasir sedang sampai dengan padat.AbstractThis paper presents a study of liquefaction potential in coastal area of Bengkulu City caused during the 8.4 Mw earthquake event on 12 September 2007. To determine the most suitable method, all methods are compared with the liquefaction event data, by fitting concept. The most suitable method was selected as the smallest error weighted factor. The suitable method is then used to determine factor of safety (FS) against liquefaction and probability of liquefaction (PL). The result shows that the suitable method in estimating the suitability of prediction and field data is Idriss-Boulanger method. In general, Liquefaction could occur at the investigated area. The critical condition of liquefaction could happen with PL of 0.495, especially medium-dense sands.Â
Kinerja Modulus Resilien dan Deformasi Permanen Dari Campuran Lataston Gradasi Senjang (HRS-WC) Dengan Bahan Aspal Modifikasi Starbit E-55
Sinuhaji, Christ Andy Vic;
Subagio, Bambang Sugeng;
Rahman, Harmein
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1859.014 KB)
|
DOI: 10.5614/jts.2018.25.2.8
AbstrakKriteria kerusakan dalam suatu perkerasan lentur adalah retak lelah dan deformasi permanen. Deformasi dapat terjadi pada lapisan subgrade maupun lapisan beraspal. Deformasi pada lapisan beraspal terjadi akibat beban berlebih dan temperatur perkerasan tinggi. Penambahan polimer merupakan salah satu cara dalam memodifikasi aspal guna memperbaiki sifat reologi aspal. Penggunaan aspal modifikasi diharapkan dapat menberikan kinerja perkerasan yang lebih baik. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Lataston lapis aus gradasi senjang dengan menggunakan aspal modifikasi Starbit E-55, dengan metoda pengujian eksperimental di laboratorium. Nilai Modulus Resilien dan ketahanan terhadap deformasi permanen menjadi indikator kinerja dari kedua jenis campuran. Hasil pengujian laboratorium memberikan nilai Modulus Resilien yang lebih besar dibandingkan hasil perhitungan teoritis, serta menunjukkan adanya peningkatan nilai Modulus Resilien dari campuran beraspal yang menggunakan aspal modifikasi Starbit E-55 dibandingkan aspal Pen 60/70. Peningkatan ini terjadi pada seluruh temperatur pengujian, yaitu sebesar 10%, 6% dan 37,5%. Hasil pengujian Wheel Tracking menunjukkan campuran aspal modifikasi Starbit E-55 memiliki ketahanan terhadap deformasi yang lebih baik dibandingkan aspal Pen 60/70, ditinjau dari nilai total deformasi, Stabilitas Dinamis dan Laju Deformasi. Untuk hasil pengujian pada temperatur 60℃, total deformasi yang terjadi pada kedua jenis campuran Lataston lapis aus gradasi senjang menunjukkan bahwa kurva alur telah mencapai tahap ketiga, dimana campuran telah mengalami kegagalan.AbstractFailure criteria in a flexible pavement are fatigue and permanent deformation. Deformation may occur in both subgrade and asphalt layer. Generally, deformation that occurs in the asphalt layer is caused by overload and high pavement temperature. Addition of polymers is one of several solution to improve asphaltic rheological properties. Using polymer modified bitumen is expected to improve pavement performance. This aim of the study is to observe the performance of gap graded Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC) by using polymer modified asphalt Starbit E-55, with experimental testing method in laboratory. Resilient modulus and resistance to permanent deformation become the performance indicators of both mixed types. The results of the laboratory test provide a greater value of resilient modulus than the results of theoretical calculations, and also showed an increase in resilient modulus value of asphalt mixture using polymer modified asphalt Starbit E-55 than asphalt Pen 60/70. This increase occurs at all temperatures, which is 10%, 6% and 37,5%. Result of Wheel Tracking Test showed that asphalt mixture using polymer modified asphalt Starbit E-55 have a greater resistance to permanent deformation than asphalt Pen 60/70, in terms of the total deformation value, dynamic stability and rate of deformation. For 60°C test temperature, total deformation occurring in both mixed types of gap graded Hot Rolled Sheet Wearing Course showed that rutting curve has reached the tertiary stage, where asphalt mixtures has failed.
Modelling the Impact of Travel Time Uncertainty to the Cocoa Supply Chain Network
Zukhruf, Febri;
Frazila, Russ Bona
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1409.229 KB)
|
DOI: 10.5614/jts.2018.25.1.1
AbstractThe uncertainty issue becoming more and more important in term of freight transport, which essentially affect the transport cost. As an essential parameter to construct the product price, the transport cost variations sequentially impact the supply chain network structures. This paper then presents the multi-channelled supply chain network equilibrium (SCNE) model with the behaviour of freight carriers by considering variation of travel time. The cocoa SCNE model is then invoked to represent the trading chain of cocoa. As different with the previous researches, the model takes into account the variation of traffic flow and the road capacity to the freight cycle time, which is practically used for estimating the transport cost. The variation is propagated based on the Monte Carlo simulation approach. Finally, the model is applied to an actual cocoa SCN in Sulawesi for investigating the impact of travel time variation to the price of cocoa.AbstrakKetidakpastian di dalam jaringan transportasi menjadi isu yang semakin penting di dalam dunia angkutan barang, yang secara subtantif dapat mempengaruhi komponen biaya transportasi. Sebagai parameter penting untuk membangun harga produk, variasi biaya transportasi berperan dalam mempengaruhi struktur jaringan rantai pasokan. Makalah ini kemudian mendiskusikan model supply chain network equilibrium (SCNE) dengan perilaku angkutan barang dengan mempertimbangkan variasi waktu tempuh. Cocoa SCNE model kemudian digunakan untuk mewakili rantai pasok komoditas kakao. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, makalah ini memperhitungkan variasi arus lalu lintas dan kapasitas jalan terhadap waktu siklus pengiriman, yang secara praktis digunakan untuk memperkirakan biaya transportasi. Variasi tersebut dibangun dengan mendasarkan kepada pendekatan simulasi Monte Carlo. Akhirnya, model ini diterapkan pada jaringan rantai pasok kakao di Sulawesi untuk menyelidiki dampak variasi waktu tempuh terhadap harga kakao. Â
Analisis Produktivitas Hydraulic Static Pile Driver Pada Pembangunan Apartemen Victoria Square Tower B Tangerang Banten
Hakim, Arif Rahman;
Akbar, Amirul
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2798.672 KB)
|
DOI: 10.5614/jts.2018.25.2.3
AbstrakDalam membangun suatu konstruksi apartemen diperlukan perhatian dalam pelaksanaan konstruksinya, terutama pada pekerjaan pemancangan. Lokasi pembangunan Apartemen Victoria Square Tower B Tangerang Banten terletak di lingkungan perumahan dan memiliki keterbatasan ruang gerak, sehingga diperlukan solusi terkait pengerjaan pemancangan tersebut agar tidak menimbulkan getaran/kebisingan terhadap lingkungan sekitar. Dalam studi kasus pembangunan Apartemen Victoria Square Tower B Tangerang Banten, metode pemancangan yang digunakan adalah menggunakan alat Hydraulic Static Pile Driver. Jenis-jenis pekerjaan pada pemancangan tersebut terdiri dari Move to The Point, Lifting Pile, Clamping & Piling, Joint Pile (Welding), Dolly, dan Cutting Pile. Hasil analisis deskriptif pada penelitian ini didapat nilai produksi alat Hydraulic Static Pile Driver terendah adalah 0.225 meter/menit atau setara 13.5 meter/jam dan nilai produksi tertinggi adalah 1.364 meter/menit atau setara 82 meter/jam.AbstractIn building an apartment construction requires attention in the construction implementation, especially in the erection work. The construction location of Victoria Square Apartment Tangerang Tower B Banten is located in a residential area and has limited mobility, so a solution related to the erection work is needed so as not to cause vibration/noise to the surrounding environment. In the case study of the construction of the Victoria Square Tower B Tangerang Banten Apartment, the erection method used was using a Hydraulic Static Pile Driver. The types of work in the erection consist of Move to The Point, Lifting Pile, Clamping & Piling, Joint Pile (Welding), Dolly, and Cutting Pile. The results of the descriptive analysis in this study obtained the lowest production value of Hydraulic Static Pile Driver is 0.225 meters/minute or equivalent to 13.5 meters/hour and the highest production value is 1.364 meters/minute or equivalent to 82 meters/hour.
Model Asesmen Rating Jembatan Berbasis Analytic Network Process
Syuryadi, Paksi Aan;
Wibowo, Andreas
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1345.766 KB)
|
DOI: 10.5614/jts.2018.25.1.8
AbstrakDi Indonesia, Panduan Pemeriksaan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga 1993 sampai dengan saat ini masih digunakan sebagai panduan dalam melakukan pemeriksaan jembatan. Namun, panduan tersebut tidak menyediakan pendekatan sistematis mengintegrasikan hasil penilaian dari hierarki terendah ke hierarki yang lebih tinggi sehingga mengakibatkan penilaian akhir rentan terhadap isu inkonsistensi dan sangat tergantung pada penilaian subjektif pemeriksa. Oleh karena itu, untuk mengatasi kelemahan tersebut, penelitian ini mengusulkan model asesmen baru untuk menilai dan menentukan nilai kondisi setiap level kondisi jembatan. Model ini menggunakan Analytic Network Process untuk menentukan bobot elemen dan kerusakan elemen dan metode Delphi untuk mendapatkan konsensus dari pemeriksa jembatan untuk ketergantungan antar-kerusakan elemen. Nilai kondisi jembatan ditentukan dari skor rata-rata tertimbang akhir yang dinyatakan dari 0 sampai dengan 100 dengan nilai 0 berarti tidak terjadi kerusakan dan 100 terjadi kerusakan secara menyeluruh.Uji cobatelah dilakukan untuk menunjukkan aplikabilitasnya dengan hasil yang memuaskan.AbstractIn Indonesia, the 1993 Inspection Guideline of Directorate General of Highway has traditionally been being used for years. However, the main drawback of this guideline is that it does not provide a systematic approach to translate damages at the lowest level into the higher ones, making the resulting ratings prone to inconsistency issues and heavily dependent upon subjective assessments of bridge raters. To address this problem, this research proposes a new model for assessing and determining bridge condition states at different levels of assessment. The developed model employed the Analytical Network Process to assign weights for elements and elemental damages and Delphi method to build consensus among bridge raters for bridge damage interdepencies. The bridge condition state is expressed on the weighted average score that runs from 0 to 100 with 0 denoting âno damageâ and 100 âcompletely damaged.â Apilot test has been conducted to demonstrate its applicability with satisfactory result. Â
Strategi Pengelolaan Terpadu Fasilitas Pejalan Kaki
Costa, Don Gaspar N. da;
Demon, Stephanus Ola
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1242.591 KB)
|
DOI: 10.5614/jts.2018.25.2.9
AbstrakKetiadaan dan/atau buruknya kualitas layanan fasilitas pejalan kaki tidak saja berdampak pada gangguan kelancaran aktivitas pejalan kaki tetapi juga dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Di lokasi studi sesungguhnya sudah terdapat sejumlah fasilitas yaitu trotoar, zebra cross, Zona Selamat Sekolah (ZoSS), halte dan jembatan penyeberangan; namun hasil observasi menunjukkan bahwa selain terjadi kemacetan akibat pola parkir kendaraan dan penyeberangan pejalan kaki yang tidak teratur, juga terindikasi adanya risiko kecelakaan akibat perilaku speeding pengendara sepeda motor. Studi ini tidak saja bertujuan untuk mengidentifikasi aspek ketersediaan (jumlah), dimensi dan tata letak, namun juga kebutuhan pengembangannya secara berkelanjutan. Penilaian kinerja dilakukan berdasarkan pertimbangan akan aspek ketersediaan dan aspek fungsionalnya yaitu dengan membandingkannya terhadap kriteria penyediaan maupun kriteria desain tiap fasilitas dimaksud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan tidak saja perbaikan fisik dan tambahan fasilitas namun juga dimensi dan tata letaknya.AbstractThe absence and/or lack of pedestrian facilities' performance is not only affect the mobility of pedestrian activities but also could trigger traffic accident. Although there are some pedestrian facilities built at the study location such as kerb, zebra cross, school safety zone, bus stop and crossing bridge, but the result of visual observation shown that there was a traffic congestion, caused by uncontrolled parking and pedestrian crossing pattern, and high level of accident risk due to speeding behaviour of motorcyclists. The aim of this study is not only to identify the presence of number, dimension and the suitable site of the existing pedestrian facilities but also and the needs of new facilities sustainably. The assessment of those facilities’ performance was conducted based on the consideration about on the presence and functional aspects, i.e by comparing them to their available and design criteria. The result of the study showed that it is needed not only physical reconstruction and new additional facility but also improvement of dimension and/or lay out of those facilities.
Studi Eksperimental Batang Tekan Baja Canai Dingin Diperkaku Sebagian
Sandjaya, Arif;
Suryoatmono, Bambang
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1808.453 KB)
|
DOI: 10.5614/jts.2018.25.1.3
Abstrak Struktur baja canai dingin saat ini populer digunakan karena ringan, mudah digunakan, dan cepat dalam konstruksi. Kelemahan struktur baja canai dingin adalah tekuk lokal yang disebabkan tipisnya elemen penampang. Hal tersebut menyebabkan kegagalan struktur terjadi sebelum mencapai kapasitas beban tertinggi. Dalam penelitian ini, dua buah profil baja canai dingin yang disusun bersama pada bagian punggung dengan punggung sebagai batang tekan akan ditambahkan pengaku dengan tiga pola penempatan berbeda untuk meningkatkan ketahanan terhadap tekuk lokal. Hasil pengujian menunjukkan ketahanan terhadap tekuk lokal meningkat akibat berkurangnya panjang tekuk kritis sedangkan cara menempatkan pengaku tidak memberikan berpengaruh. Korelasi hasil kekuatan tekan antara perbedaan penempatan pengaku secara eksperimental diverifikasi menggunakan SNI 7971:2013 dan analisis elemen hingga.AbstractThe cold formed steel structure is currently popularly used because it is lightweight, easy to use, and fast in construction. The weakness of cold formed steel structures is the local buckling caused by the thinness of the cross-sectional elements. This causes structural failure occurs before it reaches the highest load capacity. In this study, two cold formed steel profiles arranged together on back to back as compression member will be added stiffeners with three different placement patterns to improve local buckling resistance. The test results showed increased resistance to local buckling due to the reduced length of the critical buckling while the way of placing stiffeners not give effect. The correlation of compressive strengths between experimental confinement placement differences was verified using SNI 7971: 2013 and finite element analysis.Â
Pemodelan Penerapan Terowongan Air (Tunnel) dalam Mengatasi Banjir Akibat Luapan Sungai Deli
Indrawan, Ivan;
Siregar, Riza Inanda
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1897.74 KB)
|
DOI: 10.5614/jts.2018.25.2.4
AbstrakKeterbatasan lahan untuk sistem pengendalian banjir di daerah perkotaan juga menjadi salah satu permasalahan. Berdasarkan hal tersebut, maka akan dianalisis sistem pengendalian banjir akibat meluapnya Sungai Deli dengan terowongan air (tunnel) dari bagian titik banjir Sungai Deli menuju muara Sungai di daerah Belawan. Tujuannya untuk menganalisis daerah genangan banjir dan mengurangi debit aliran dan beban Sungai Deli jika terjadi kenaikan debit air saat intensitas hujan di Kota Medan dan hulu Sungai Deli meningkat. Penerapan terowongan air (tunnel) tersebut sudah dilakukan dibeberapa negara maju untuk menanggulangi banjir perkotaan akibat luapan sungai. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan analisis penelusuran debit banjir metode Hidrograf Satuan Sintetis kemudian dilakukan pemodelan kondisi Sungai Deli sebelum dan sesudah ada tunnel dengan bantuan software HEC-RAS. Hasil yang diharapkan mampu menjadi salah satu solusi alternatif pengendalian banjir Kota Medan. Luas genangan banjir akibat luapan Sungai Deli untuk debit banjir kala ulang 25 tahun sebesar 3.69 Ha. Daerah yang berpotensi adanya genangan banjir pada 7 Kecamatan, yaitu Kecamatan Medan Johor, Medan Selayang, Medan Kota, Medan Petisah, Medan Maimun, Medan Perjuangan, Medan Barat. Posisi tunnel yang direkomendasikan berada di koordinat 3042â02.00â LU dan 98040â55.55â BT. Alternatif pengendalian banjir yang direkomendasikan adalah alternatif II dengan diameter terowongan air 5 meter.AbstractLimited land for flood control systems in urban areas also becomes one of the problems. It will be analyzed flood control system due to overflow of Deli River with tunnel from the flood point of Deli River to the  estuary in Belawan. The objective is to analyze the flooded areas and to reduce the flow and burden flow of the Deli River if there is an increase in water flow when the intensity of rain in Medan and upstream of the Deli River increases. The implementation of tunnels (tunnel) has been done in some developed countries to cope with urban flooding due to river overflow. The method that is done by doing analysis of flood discharge search of Hydrograph Unit Synthetic method then modeled the condition of Deli River before and after there tunnel with the help of HEC-RAS software. Expected results can be one alternative solution to flood control of Medan City. The extent of flood inundation due to overflow of Deli River to flood discharge when re-25 years of 3.69 Ha. Potentially flooded areas in 7 sub-districts, namely Medan Johor District, Selayang Medan, Medan Kota, Medan Petisah, Medan Maimun, Medan Perjuangan, Medan Barat. The recommended tunnel position is in coordinates of 304202.00 "LU and 9804055.55" BT. The recommended alternative flood control is alternative two with the tunnel diameter of 5 meters.Â