cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 974 Documents
Model Penerapan Drainase Berwawasan Lingkungan Skala Individu di Lahan Permukiman Kawasan Bandung Utara Pradiko, Hary; Sabar, Arwin; Soewondo, Prayatni; Suryadi, Yadi; Jatikusuma, Indragiri
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1852.239 KB) | DOI: 10.5614/jts.2017.24.1.10

Abstract

AbstrakPerubahan luas lahan terbangun dapat mempengaruhi ekstremitas debit air yang menimbulkan ancaman banjir dan kekeringan di wilayah hilir Daerah Aliran Sungai (DAS). Penanganan limpasan air hujan dengan drainase lingkungan sudah diterapkan. Akan tetapi lahan permukiman di perkotaan sangat terbatas, sehingga membutuhkan solusi pengendalian dari limpasan air hujan yang efektif dan efisien. Teknik peresapan air yang dikaji dalam penelitian ini adalah penerapan sumur resapan dalam suatu persil permukiman di Kawasan Konservasi Bandung Utara untuk mendapatkan model penerapan sumur resapan yang efektif untuk penerapan konsep zero runoff. Metode perhitungan yang digunakan adalah metode rasional untuk limpasan permukaan dan Metode Sunjoto untuk peresapan air. Lokasi penelitian adalah suatu persil di kawasan permukiman Bandung Utara. Hasil perhitungan limpasan pada periode ulang hujan 20 tahun drain 1 sebesar 0,0182 m3/det dan drain 2-3 sebesar 0,0104 m3/det. Dibuat sumur resapan A berdiameter 0,8 m dan kedalaman 15 m berkemampuan resap 0,0244 m3/dt untuk meresapkan limpasan drain 1 dan sumur resapan B berdiameter 1,2 m dan kedalaman 10 m berkemampuan resap 0,0181 m3/dt untuk meresapkan limpasan drain 2-3. Sumur resapan yang dibuat dapat menampung limpasan air hujan pada periode ulang hujan 20 tahun, sehingga konsep zero runoff dapat diterapkan di persil-persil lain yang ada di Kawasan Bandung Utara.Abstract The increasing of land use can affect an extreme waterflow posed a threat of flooding and drought in downstream watershed. Handling runoff using the drainage system has been implemented. But the urban settlement land is very limits, so its necessary to control runoff effectively and efficiently. The objective of this research is to apply zero runoff concept using infiltration wells in a small part of settlement in North Bandung. The used methods are a rational method and Sunjoto method. The research location is a part of settlement area in North Bandung. The results show that on 20-year rainfall return period, the runoff from drain 1 is about 0.0182 m3/s and from drain 2-3 is about 0.0104 m3/s. The first infiltration wells (A) (diameter of 0.8 m and a depth of 15 m) can infiltrate 0.0244 m3/s to absorb from drain 1 and the second one (B) (diameter of 1.2 m and a depth of 10 m) can infiltrate 0.0181 m3/s to absorb from drain 2-3. The infiltration wells can accommodate runoff in the 20-year rainfall return period, so the zero runoff concept can be applied in other settlement parts that exist in North Bandung area.
Karakteristik Kekuatan Leleh Lentur Baut Besi dengan Beberapa Variasi Diameter Baut Herawati, Evalina; Sadiyo, Sucahyo; Nugroho, Naresworo; Karlinasari, Lina; Yoresta, Fengky Satria
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1236.88 KB) | DOI: 10.5614/jts.2017.24.3.4

Abstract

AbstrakBaut merupakan salah satu jenis alat sambung mekanis atau pengencang yang banyak digunakan dalam sambungan kayu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kekuatan leleh lentur (Fyb) dari tiga ukuran diameter baut besi yang umum digunakan untuk sambungan kayu dan satu ukuran diameter baut baja sebagai pembanding. Spesifikasi baut yang digunakan dilihat dari dimensi dan komposisi penyusunnya. Nilai Fyb baut diperoleh dari pengujian momen leleh lentur dengan mengacu pada standar ASTM F1575. Hasil pengujian menunjukkan baut besi yang digunakan berasal dari bahan baja karbon rendah sedangkan baut baja berasal dari bahan baja karbon sedang. Nilai Fyb baut baja lebih tinggi dibandingkan baut besi. Nilai Fyb baut besi diameter 1/2 inci berbeda nyata dengan nilai baut diameter 5/8 dan 3/4 inci. Nilai Fyb ketiga diamater baut berada di atas nilai Fyb baut yang tercantum dalam SNI 7973:2013 tentang Spesifikasi desain untuk konstruksi kayu.AbstractBolt is one of the mechanical fasteners that are widely used in wood connections. This study aims to determine the bending yield strength (Fyb) of three measures of bolt diameter made from iron which commonly used for the connection of wood and one measure of bolt diameter made from steel as a comparison. Specifications of bolts used can be seen from the dimensions and composition of the constituent. Testing of the bending yield strength was conducted according to ASTM F1575. The results showed that iron bolts used comes from low carbon steel, while steel bolts derived from medium carbon steel materials. Fyb value of steel bolts was higher than iron bolt. Fyb value of 1/2 inch diameter iron bolts was significantly different from the value of the bolts 5/8 and 3/4 inch in diameter. The Fyb value of three bolt diameter were above the Fyb value listed in SNI 7973:2013 concerning design specification for wood constructions.
Pengaruh Rendaman Air Laut terhadap Kapasitas Rekatan GFRP-Sheet pada Balok Beton Bertulang Sultan, Mufti Amir; Djamaluddin, Rudy
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1634.687 KB) | DOI: 10.5614/jts.2017.24.1.5

Abstract

AbstrakPembangunan struktur beton yang berada di daerah lingkungan ekstrim seperti daerah pantai akan mengakibatkan penurunan kekuatan bahkan mengalami kerusakan apabila tidak diadakan perawatan dan perbaikan, ini diakibatkan adanya klorida yang terdapat pada air laut. Salah satu cara perbaikan struktur yang populer sekarang ini adalah dengan menggunakan material Glass Fiber Reinforced Polymer yang mempunyai salah satu kelebihan yaitu tahan korosi. Pada penelitian ini akan dilakukan studi eksperimental untuk menyelidiki perilaku lentur balok beton bertulang dengan perkuatan GFRP-Sheet yang direndam di air laut dengan lama perendaman 1, 3, 6 dan 12 bulan. Benda uji terdiri dari 11 buah balok bertulang dengan dimensi (15x20x330) cm yang telah diperkuat dengan GFRP-Sheet pada daerah lentur. Benda uji dilakukan pengujian dengan memberi beban statik sampai mencapai kekuatan batas, untuk merekam data-data pada saat pengujian dipasang strain gauge pada permukaan benda uji dan GFRP-Sheet untuk membaca regangan. Hasil analisis menunjukkan terjadi penurunan kapasitas rekatan sekitar 11,04% setelah perendaman 12 bulan.AbstractConstruction of concrete structures that located in extreme environments are such as coastal areas will result in decreased strength or even the damage of the structures. As well know, chloride contained in sea water is responsible for strength reduction or structure failed were hence maintenance and repairs on concrete structure urgently needed. One popular method of structural improvements which under investigation is to use the material Glass Fiber Reinforced Polymer which has one of the advantages such as corrosion resistance. This research will be conducted experimental studies to investigate the flexural behavior of reinforced concrete beams with reinforcement GFRP-Sheet immersed in sea water using immersion time of 1, 3, 6 and 12 months. Test specimen consists of 11 pieces of reinforced beams with dimensions (15x20x330) cm that had been reinforced with GFRPSheet in the area of bending. The test specimen tested by providing a static load until it reaches the power limit, to record data during the test strain gauge mounted on the surface of the specimen and the GFRP-Sheet to collect the strain value. The result of analysis indicates the bonding capacity of GFRP Sheet decreases about 11.04% after immersed for 12 months in sea water.
Evaluasi Struktural Perkerasan Kaku Menggunakan Metoda AASHTO 1993 dan Metoda AUSTROADS 2011 Studi Kasus : Jalan Cakung-Cilincing Irawan, Shinta Rahmalia; Subagio, Bambang Sugeng; Hariyadi, Eri Susanto; Gerardo, Faisal
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1803.803 KB) | DOI: 10.5614/jts.2017.24.2.9

Abstract

AbstrakRuas jalan Cakung-Cilincing Jakarta merupakan salah satu Jalan Nasional yang mempunyai volume lalu lintas yang sangat tinggi dengan tipe perkerasan kaku. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tebal lapis tambah dan Metoda mana yang baik digunakan untuk penanganan di lapangan. Metoda yang digunakan adalah Metoda AASHTO 1993 dan Metoda AUSTROADS 2011 dengan berdasarkan data lendutan alat Falling Weight Deflectometer (FWD). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai Modulus Elastisitas Beton mempunyai nilai dibawah 3 juta psi maka perkerasan beton tersebut telah mengalami kerusakan yang cukup parah. Berdasarkan hasil analisis Metoda AASHTO 1993 dibutuhkan 11 cm dan untuk beton rata-rata dibutuhkan 12 cm dengan umur sisa 59% pada lajur 1 dan 53% untuk lajur 2 pada ruas jalan tersebut. Kemudian, pada Metoda AUSTROADS 2011 hanya menggunakan data lendutan dari alat FWD saja, sedangkan untuk perhitungan tebal lapisan tambah pada beton sama seperti perhitungan desain baru perkerasan kaku. Tebal lapis tambah pada aspal didapatkan 24 cm sedangkan tebal lapis tambah pada beton didapatkan 18.50 cm. Perbandingan hasil kedua metoda tersebut menunjukan bahwa tebal lapis tambah yang dibutuhkan dalam Metoda AASHTO 1993 lebih kecil dibandingkan menggunakan Metoda AUSTROAD 2011.AbstractCakung-Cilincing Jakarta National Road Section has very rapid traffic load for rigid pavement. The purpose of this study are determining overlay thickness and choosing suitable method for implementation. AASHTO 1993 and AUSTROADS 2011 method are used in this study and using on Falling Weight Deflectometer (FWD) data. This study shows that value of Concrete Elasticity Modulus less than 3 million, then this rigid pavement is severely damaged. Based on AASHTO 1993 Method analysis, it needs 11 cm for flexible overlay and 12 cm for rigid overlay on lane 1 with 59% remaining life and lane 2 with 53% remaining life. AUSTROADS 2011 Methods use only FWD data and for overlay thickness determination is use new pavement analysis. Analysis using AUSTROADS 2011 Methods shows that flexible overlay requirement is 24 cm and rigid overlay requirement is 18.50 cm. Comparation between these two methods shows that AASHTO 1993 Method Analysis produce less overlay thickness than AUSTROADS 2011 Methods.
Analisis Bibliometrik Manajemen Risiko Konstruksi : 2005–2015 Wibowo, Andreas
Jurnal Teknik Sipil Vol 23, No 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1169.793 KB) | DOI: 10.5614/jts.2016.23.3.8

Abstract

Abstrak. Tulisan ini memaparkan tinjauan kritis perkembangan riset manajemen risiko konstruksi berdasarkan analisis bibliometrik atas 243 artikel yang dipublikasikan dalam enam jurnal-international konstruksi terkemuka selama kurun waktu 2005–2015. Analisis menunjukkan riset manajemen risiko konstruksi masih didominasi beberapa negara tertentu saja. Area spesifik riset memiliki spektrum dari decision support system sampai kontrak dengan pemodelan risiko menjadi area yang paling kerap dikaji. Pendekatan kuantitatif dan hibrid kualitatif-kuantitatif menjadi metodologi pilihan utama. Pendekatan statistik digunakan satu dari tiga artikel yang menjadikannya metode yang paling sering diterapkan dalam ranah ini. Kombinasi lebih dari satu metode juga merupakan hal yang jamak ditemukan. Di samping analisis statistik, tulisan ini juga mendiskusikan dua metode kuantitatif populer lainnya yaitu fuzzy set theory dan simulasi Monte Carlo. Tulisan ini juga menawarkan beberapa ranah riset ke depan, termasuk aplikasi manajemen risiko lebih lanjut dalam kontrak public-private-partnership/build-operatetransfer, relasi matematis antara tingkat risiko dan biaya reduksi risiko, enterprise risk management, dan perilaku terhadap risiko.Abstract. This paper presents a critical review of the development of state of the art of research in construction risk management based on a bibliometric analysis on 243 articles published in six renowned international construction journals during the years 2005–2015. The analysis demonstrated that the authorship of risk management research was dominated by only a handful of countries of origin. The spectrum of research areas ranged from decision support system to contracts with risk modeling being the most researched subject. Quantitative and hybrid of qualitative-quantitative were the primary research methodologies. Statistical approach was employed by one out three articles, making it the most widely used method in the field. A combination of more than one method was not uncommon. Beside statistical analysis, this paper discusses two other popular quantitative methods i.e. fuzzy set theory and Monte Carlo simulation. This paper also acknowledges avenues for future research, including the further application of risk management for public-private-partnership/build-operate-transfer contracts, mathematical relationships of risk level and risk-reducing cost, enterprise risk management, and risk behavior.
Pengaruh Penggunaan Abu Sekam Padi terhadap Sifat Mekanik Beton Busa Ringan -, Triastuti; Nugroho, Ananto
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.533 KB) | DOI: 10.5614/jts.2017.24.2.4

Abstract

AbstrakSaat ini pemanasan global menjadi isu yang menarik bagi para aktivis lingkungan hidup. Dalam bidang konstruksi, terutama bidang bahan bangunan, penggunaan semen Portland dalam pembuatan beton menjadi salah satu penyumbang penyebab pemanasan global. Oleh karena itu, saat ini para peneliti bidang material mencoba untuk mencari alternative bahan penganti semen Portland. Sekam padi yang merupakan salah satu produk dari bidang pertanian yang dihasilkan oleh tanaman padi, banyak sekali ditemukan di negara-negara tropis, seperti di Indonesia. Pemanfaatan abu sekam padi sudah dari dulu digunakan sebagai bahan penganti semen Portland dalam pembuatan beton. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan abu sekam padi dalam pembuatan beton busa ringan. Persentase kadar abu sekam padi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0%, 10%, 15% dan 20% dari berat semen. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian berat jenis, kuat tekan dan kuat lentur. Berat jenis yang dihasilkan oleh beton busa ringan sebesar 700 kg/m3. Kuat tekan terbesar didapat pada kadar abu sekam padi sebesar 15% dan 20% yaitu 1.45 MPa. Beton busa ringan tanpa menggunakan abu sekam padi menghasilkan kuat lentur terbesar yaitu sebesar 0.76 MPa.AbstractNowadays, global warming is a big issue for activist of environment. On construction, especially in building material, utilization of Portland cement on concrete material is one of contribution of global warming. Therefore, recently, many researchers of building material try to search material alternative to substitution cement Portland. Rice husk is one of agriculture product which was produced by rice, it can be found in tropic country such as Indonesia. Utilization of rice husk ash has been used a long time ago to substitute cement Portland on concrete. The aim of this research is to use rice husk ash on the lightweight foam concrete. Percentage of rice husk which used in this research are 0%, 10%, 15% and 20% of cement Portland (by weight). The test of characteristic of lightweight foam concrete in this research are the density test, compressive strength test and flexural strength test. The density is less than 700 kg/m3. The highest of compressive strength is 1.45 MPa on 15% and 20% rice husk ash. Then the highest of flexural strength is 0.76 MPa on 0% rice husk ash.
Analisis Konsumsi Energi dan Emisi Gas Rumah Kaca pada Tahap Konstruksi Studi Kasus : Konstruksi Jalan Cisumdawu Mulyana, Agung; Wirahadikusumah, Reini D.
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2014.628 KB) | DOI: 10.5614/jts.2017.24.3.10

Abstract

AbstrakPertumbuhan sektor konstruksi akan mampu menarik pertumbuhan sektor pendukung serta mendorong pertumbuhan sektor pembangunan yang lain, namun sektor konstruksi turut berkontribusi dalam konsumsi energi serta menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK), salah satu kegiatan konstruksi yang diperkirakan mengkonsumsi energi dan menghasilkan emisi gas rumah kaca cukup besar adalah konstruksi jalan, dalam hal ini dilaksanakan suatu analisis konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca pada pekerjaan konstruksi jalan Cisumdawu dengan perkerasan kaku pada STA 10+700 hingga STA 11+500 meliputi pekerjaan subgrade (galian dan timbunan), pekerjaan lapisan subbase, serta pekerjaan perkerasan kaku dengan menggunakan pendekatan life cycle assessment. Dari hasil analisis diperoleh pekerjaan perkerasan kaku berkontribusi 78.78%, sedangkan pekerjaan subbase berkontribusi 17.04% dan pekerjaan subgrade berkontribusi 4.18%. Sementara itu secara keseluruhan material berkontribusi sebesar 92.80%, kegiatan transportasi berkontribusi 1.97% dan kegiatan Konstruksi berkontribusi 5.23% dari total besaran dampak lingkungan yang dihasilkan dari konstruksi jalan tersebut.AbstractThe growth of the construction sector will be able to attract growth in the supporting sectors and encourage the growth of other development sectors, but the construction sector also contributes to energy consumption and produces greenhouse gas (GHG) emissions, one of the construction activities that are estimated to consume energy and produce greenhouse gas emissions is a road construction, in which case an analysis of energy consumption and greenhouse gas emissions at Cisumdawu road construction with rigid pavements at STA 10 + 700 to STA 11 + 500 includes subgrade (excavation and piling) using life cycle assessment approach. From the analysis results obtained rigid pavement contributed 78.78%, while subbase work contributed 17.04% and subgrade contributed 4.18%. Meanwhile, overall materials contributed 92.80%, while transportation activities contributed 1.97% and Construction activities contributed 5.23% of the total environmental impacts resulting from the road construction.
Efektivitas Penambahan Pin Terhadap Kuat Cabut Tulangan Bambu Apus pada Beton Normal Struktural Haryanto, Yanuar; Wariyatno, Nanang Gunawan; Gan, Buntara Sthenly
Jurnal Teknik Sipil Vol 23, No 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1494.507 KB) | DOI: 10.5614/jts.2016.23.3.3

Abstract

Abstrak. Bambu merupakan material alternatif yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pengganti baja tulangan dikarenakan bambu memiliki kekuatan tarik yang dapat disejajarkan dengan baja. Namun demikian terdapat kendala dari sifat kembang susut bambu, dimana pada pemakaiannya sebagai tulangan, bambu akan mengembang akibat penyerapan air pada beton segar dan kemudian akan menyusut bersamaan dengan penguapan air pada proses pengeringan beton. Penyusutan bambu berakibat pada hilangnya lekatan bambu dan beton yang dapat menyebabkan terjadinya keruntuhan. Makalah ini membahas efektivitas penambahan pin terhadap kuat cabut tulangan bambu apus pada beton normal struktural. Pin yang ditambahkan terbuat dari kawat baja yang ditanamkan sebagai penahan saat terjadinya penyusutan tulangan bambu. Benda uji berbentuk silinder dengan ukuran tinggi 20 cm dan diameter 12 cm, pendekatan analisis dilakukan untuk penyetaraan dimensi bambu dengan diameter tulangan baja 6 mm. Variasi jumlah pin yang digunakan adalah 0, 2, 3 dan 4. Hasil kajian menunjukkan bahwa rasio kuat cabut tulangan bambu apus dengan penambahan 3 pin terhadap kuat cabut tulangan baja adalah1,01. Penambahan pin menunjukkan efektivitas yang tinggi terhadap kuat cabut bambu apus dengan pengaruh sebesar 92,22%.Abstract. Bamboo is an alternative material that has the potential to be developed as a replacement for steel bars because bamboo has a tensile strength comparable to steel. However, there are constraints on the properties of the expansion and shrinkage of bamboo, which in its use as reinforcement, bamboo will expand due to the absorption of water in fresh concrete and then will shrink along with the evaporation of water in the process of drying concrete. Shrinkage in a bamboo cause a loss of bonding in bamboo and concrete that may cause a collapse. This paper discusses the effectiveness of the addition of a pin to the pullout strength of apus bamboo reinforcement on the structural normal concrte. The pin that was added is a steel wire that is implanted as a retaining when the shrinkage of bamboo reinforcement occur. The specimen was a concrete cylinder with a height of 20 cm and a diameter of 12 cm, analytical approach taken to equalize the dimensions of the bamboo with a diameter of 6 mm steel reinforcement. Variation of the number of pins used were 0, 2, 3 and 4. The results show that the ratio of the pullout strength of bamboo reinforcement with the addition of 3 pins, to the pullout strength of steel reinforcement is 1.01. The Addition of pin showed a high effectiveness to the pullout strength of apus bamboo reinforcement with a 92.22% infulence.
Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Rezim Hidrologi DAS (Studi Kasus : DAS Komering) Permatasari, Rosmalinda; Sabar, Arwin; Natakusumah, Dantje Kardana
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1420.89 KB) | DOI: 10.5614/jts.2017.24.1.11

Abstract

Abstrak Daerah tangkapan sungai Komering Hulu memberi kontribusi nyata terhadap daerah aliran sungai Komering Sumatera Selatan. Perubahan penggunaan lahan memberi dampak pada pengurangan kapasitas resapan, akibatnya terjadi ekstrimitas debit seperti banjir dan kekeringan wilayah hilir sungai. Adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan penggunaan lahan merupakan upaya untuk mengantissipasi terjadinya kerusakan fungsi hidrologi daerah aliran sungai. Tujuan penulisan adalah mengevaluasi perubahan penggunaan lahan di DAS Hulu terhadap hidrologi daerah aliran sungai. Terjadi perubahan debit rencana 5 tahun kering 126,38 m3/det menjadi 135,88 m3/det (1971-1991 dan 1992-2010). Kenaikan penggunaan lahan terbesar untuk lahan sawah pertanian, tegalan dan kebun sebesar 80,516% yang mengurangi luas hutan menjadi 28%. Perubahan tutupan lahan terutama hutan mengindikasikan kemampuan DAS Komering Hulu untuk menyimpan air. Nilai koefesien limpasan c = 0,399 dan nilai base flow 43,262 didapat trend kenaikkan nilai c dan penurunan nilai b sepanjang tahun 1971-2010. Berdasarkan peta sebaran erosi tahun 1980 dan 2005 menggambarkan DAS Komering Hulu termasuk klasifikasi erosi berat.Abstract Upper Komering catchment areas has contribute substantially to Komering basin , South Sumatera. Land use changing has an impact on reducing the infiltration capacity, lead to extremely flow such as floods and droughts in downstream. Adaptation and mitigation to land use changes is an attempt to anticipate malfunctions watershed hydrology. The purpose of writing is to evaluate land use changing affecting hydrology regime at the watershed. The analysis showed land use changing in several period. There is a changing of design discharge from 126.38 m3 / sec to 135.88 m3 / sec (1971-1991 and 1992-2010). The increase in the use of land for farming paddy fields, moors and yields is 80.516%, which reduces the forest area to 28%. Land cover changing especially forest can be as indicator the capacity of watershed retaining water. Runoff coefficient c = 0.399 and base flow values is 43.262 obtained a trend increase in the value of c and b values decrease during 1971-2010. Based on the distribution maps of erosion in 1980 and 2005 represent Upper Komering watershed including poor classification.
Keandalan Menara Televisi Rangka Baja Akibat Beban Gempa Sidi, Indra Djati; Ma’sum, Akhmad Ridhwan
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1537.822 KB) | DOI: 10.5614/jts.2017.24.3.5

Abstract

AbstrakPerencanaan struktur menara telah bergeser dari konsep equal hazard menjadi konsep equal risk, dimana semua bangunan dirancang untuk mempunyai tingkat kegagalan atau risiko yang sama nilainya, dalam hal ini 1% dalam masa layan 50 tahun. Berkembangnya konsep ini disebabkan bahwa struktur menara televisi yang dirancang dengan konsep equal hazard ternyata mempunyai tingkat risiko yg tidak sama yang disebabkan oleh variabilitas dari tahanan menara terhadap gempa. Variabilitas kapasitas menara terhadap gaya gempa dipengaruhi oleh variasi gaya gempa yang bekerja yang dikenal sebagai record to record variation. Dalam makalah ini disampaikan model probabilitas untuk menghitung tingkat keandalan menara terhadap gaya gempa, dengan mengkombinasikan kurva hazard dan kurva fragilitas struktur menara. Kapasitas menara atau kurva fragilitas didapatkan dengan mencari peak ground acceleration (PGA) collapse dari menara dengan menggunakan incremental nonlinear time history analysis dari 40 pasang data time history. Reliability atau keandalan menara diperoleh dengan memanfaatkan total probability theorem yaitu dengan melakukan proses risk integral antara kurva hazard dan kurva fragilitas.AbstractThe new earthquake design code emphasizes on uniform risk concept at every structure and every location which is 1% probability of collapse in 50 years, as stated in SNI 1726-2012. Indonesian television tower design, until this research is conducted, still uses the concept of uniform hazard ground motion, sample tower that is assessed in this research included. This research will assess probability of collapse of the sample tower as well as it’s performance. Probability of collapse is calculated by risk integrating fragility curve from two different loading direction and hazard curve at the site. The result will then be summarized with the probability of each loading direction included to get the total probability of collapse in 50 years. Fragility curve is generated by Incremental Dynamic Analysis process of 40 different earthquake records. The measured intensity is determined as PGA. The fragility curve is calculated with lognormal distribution parameters of median ( ) and standard deviation (β) which are obtained from the PGA data set of IDA result.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue