cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 974 Documents
Beberapa Permasalahan pada Teori Gelombang Linier Syawaluddin Hutahean; Widiadnyana Merati
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.1.2

Abstract

Abstrak. Makalah ini mengingatkan kembali permasalahan teori gelombang linier yang disebabkan oleh keterbatasannya terhadap tinggi gelombang dan kedalaman perairan. Hal paling penting yang dibahas adalah temuan mengenai masalah penerapan persamaan dispersi dan perhitungan koefisien shoaling yang akan menimbulkan kesalahan interpretasi pada model-model transformasi gelombang berdasarkan teori gelombang linier.Abstract. This paper reminds problems in linear wave theory due to its limitation in wave height and water depth. The most important thing discussed in this paper is applications of dispersion equation and calculation of shoaling coefficient that will create misinterpretation in wave transformation models based on linear wave theory.
Analisis Hidraulik Aliran Bawah Permukaan Melalui Media Gambut (Studi Kasus Lahan Perkebunan Kelapa di Guntung-Riau) Muljana Wangsadipura
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.1.3

Abstract

Abstrak. Penelitian yang ditulis dalam makalah ini adalah suatu analisis hidraulik aliran bawah permukaan melalui media gambut dengan menerapkan model matematik, percobaan di laboratorium dan uji lapangan. Pendekatan dengan model matematik diharapkan dapat memperoleh suatu bentuk persamaan penurunan muka air tanah yang berlaku bagi aliran melalui media gambut berdasarkan hasil kalibrasi data laboratorium dan data dilapangan. Sebagai batasan untuk melakukan kajian perilaku aliran melalui media gambut antara lain : mediadalam keadaan jenuh total, homogen dan isotropis serta aliran satu dimensi. Pengambilan contoh tanah, pengukuran koefisien permeabilitas dan pengamatan muka air di lahan dilakukan dari dua lokasi yaitu : dari Karang Agung, Sumatera Selatan dan Guntung-Kateman, Riau. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa formula Darcy masih absah (valid) digunakan untuk mengkaji aliran melalui media gambut, dimana gradien hidraulis yang terjadi linier dan aliran adalah laminer dengan bilangan Reynold R = 1,1 s/d 4,1. Nilai konduktivitas hidraulik (koefisien permeabilitas-K) hasil penelitian di laboratorium untuk berbagai jenis gambut dibedakan berdasarkan tingkat kematangannya. Untuk jenis gambut safrik nilai K-lab. berkisar antara (3,94 "“ 5,00) m/hari, sedangkan nilai K-lap. berkisar antara (5,25 "“ 8,05) m/hari. Untuk jenis gambut hemik nilai K-lab. berkisar antara (19,87 "“ 34,86) m/hari, sedangkan nilai K-lap. berkisar antara (22,24 "“ 34,58) m/hari. Untuk gambut jenis fibrik nilai K-lab. berkisar antara (43,09 "“ 51,18 )m/hari, sedangkan nilai K-lap. berkisar antara (43,75 "“ 52,11) m/hari. Bentuk lengkung muka air tanah diperoleh berdasarkan pendekatan matematik dengan menerapkan persamaan Brakel dan Schapery. Dalam pemodelan ini diambil beberapa asumsi antara lain media gambut dianggap sebagai akifer tidak tertekan, aliran satu dimensi dengan kondisi tidak langgeng (unsteady). Pemodelan dengan menerapkan data muka air tanah hasil pengamatan diantara dua saluran drainase yang berjarak 500 m sebanyak 5 titik pengamatan untuk periode 7 harian selama 9 minggu dengan mengambil nilai K = (20-35) m/hari atau rerata Kr = 30 m/hari menghasilkan koefisien storage S = 0,065. Untuk kedua persamaan Brakel dan Schapery memperlihatkan hasil yang cukup baik ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi antara 0,78 dan 0,954 atau rata-rata 0,90.Abstract. Research written in this paper is a hydraulic analysis of subsurface flow through peat soil media. This research carried out through mathematical and laboratory experiment as well as field investigation. The first approach was addressed at obtaining shallow groundwater equations in peat media. The equations then required calibration employing field investigation and laboratory data. On deriving the equations, the assumptions taken are one dimensional models and the media are considered as being saturated, homogeneous and isotropic. The samples for experiment were acquired from Karang Agung "“ South Sumatera and Guntung Kateman "“ Riau. Field water level investigation was conducted only on one of the secondary units at Kateman Guntung "“ Riau. The two-year research shows that the application of Darcy's formula is still confirmly valid on peat soil media. The gradient hydraulics is linear and the flow is laminar with Reynolds Number is about 1,1 "“ 4.1. The coefficient of permeability depends on its ripeness. The permeability of aspheric peat's is about 3,94 "“ 5,00 m/day (laboratory scale). On the field investigation, however, the results appear to be 5,25 "“ 8,05 m/day. For hemic peat, the laboratory scale shows 19,87 "“ 34,86 m/day. On the field, moreover, gives 22,24 "“ 34,58 m/day. Greater permeability is obtained from fabric peat's. They show 43,09 "“ 51,18 m/day. Water level shapes is analyzed by applying Brakel and Schapery's mathematical model. The model is unconfined, one dimensional and unsteady flow. The 500 m drain spacing with 5 point observation was treated on 7 "“ days period during 9 weeks. The result leads to K = 30 m/day and storage coefficient S = 0,065. The correlation coefficient shows a good result, ie. 0,78 and 0,954 with average of 0,90.
Analisis Kerusakan Retak Lelah pada Struktur Perkerasan Kaku Landasan Pesawat Udara dengan menggunakan Program Airfield Djunaedi Kosasih; Arie Fibryanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.1.4

Abstract

Abstrak. Desain struktur perkerasan kaku yang memperhitungkan volume lalu lintas pesawat udara campuran pada prinsipnya harus didasarkan pada kriteria retak lelah, seperti yang diusulkan oleh metoda PCA (Yoder, et.al., 1975). Dengan pendekatan ini, setiap pesawat udara yang melintas untuk keberangkatan dianggap akan mengakibatkan derajat kerusakan tertentu pada struktur perkerasan yang sebanding dengan tegangan lentur yang terjadi didalamnya. Di akhir masa layan rencana, setelah total kerusakan mencapai 100%, maka struktur perkerasan diasumsikan akan mengalami keretakan lelah. Kerusakan retak lelah terbentuk pada jalur lintasan roda pesawat udara desain yang harus ditentukan dengan cara coba-coba pada saat proses desain. Makalah ini menguraikan contoh proses penentuan pesawat udara desain dari 17 jenis pesawat udara tipikal yang beroperasi pada saat ini di bandar udara Juanda, Surabaya, dengan mengaplikasikan program Airfield (Kosasih, 2004). Kontribusi dari setiap jenis pesawat udara terhadap kerusakan struktur perkerasan dijelaskan secara rinci. Pengaruh dari Load Repetition Factor (LRF) yang memperhitungkan distribusi lintasan roda pesawat udara dalam arah lateral terhadap penundaan kerusakan retak lelah juga didiskusikan. Abstract. Structural design of an airport rigid pavement carrying mixed traffic should be based in principle upon fatigue cracking criterion, as stated by the PCA method (Yoder, et.al., 1975). By this approach, every departing aircraft is assumed to cause certain damage in the pavement that corresponds to the flexural stress level occurring therein. When the cumulative total damage reaches 100% in the end of its design life, the pavement is expected to experience fatigue cracking within the wheel path of a certain aircraft, which is then defined as the design aircraft. Such a design aircraft must be determined iteratively during the design process. This paper outlines a design example in determining a design aircraft out of 17 typical types of aircraft operating at present on Juanda airport of Surabaya by using program Airfield (Kosasih, 2004). The contribution of each type of aircraft on pavement structural damage is described in detail. The effect of Load Repetition Factor (LRF) to account for aircraft wander in a lateral direction of the pavement on delaying fatigue cracking is also discussed.
Analisis Portal Daktail Berdasarkan Metode Energi Melalui Mekanisme Leleh dan Drift Target Akibat Beban Gempa Bambang Budiono; Afied Syahroni
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.1.5

Abstract

Abstrak. Di dalam penelitian ini, metode kesamaan energi digunakan untuk memperoleh gaya gempa desain pada struktur beton bertulang gedung beraturan. Konsep kesamaan energi yang digunakan untuk memperoleh respon spektra inelastis pada sistem berderajat kebebasan tunggal dimodifikasi dan diperluas untuk memasukkan dissipasi energi input, mekanisme leleh plastis dan drift target struktur. Karakteristik dari suatu struktur khususnya daktilitas dan mekanisme leleh plastis secara eksplisit digunakan dalam perhitungan gaya gempa desain. Studi awal menunjukkan energi input ekivalen (½.m.Sv2) bernilai lebih rendah dibandingkan dengan energi input dinamis (time history). Dengan demikian energi input ekivalen yang didissipasikan ke dalam struktur untuk keperluan desain perlu dikalikan dengan suatu faktor keamanan (safety factor) dari hasil perbandingan antara energi input dinamis dan energi input ekivalen. Suatu prosedur desain yang didasarkan pada target perpindahan struktur sebagai fungsi energi input merupakan suatu pendekatan desain yang baru, sehingga metode kesamaan energi yang diusulkan dapat digunakan sebagai alternatif desain pada saat ini dalam kerangka desain berdasarkan kinerja.Abstract. In this research, the equal energy method is used to obtain seismic design forces of regular reinforced concrete structures. The equal energy concept used in obtaining inelastic design response spectra for single degree of freedom systems is modified and extended to include the influence of a broad range of input energy, plastic yield mechanism, and drift target of the structures. The characteristics of the structure, especially the ductility and the plastic yield mechanism are explicitly used in calculating the seismic design forces. Early studies show that the equivalent energy input (½.m.Sv2) is lower than the dynamic (time history) input energy. Hence, the equivalent input energy imparted to the structures should be multiplied by a safety factor which is a ratio between dynamic and equivalent input energy. A design procedure based on a structure's drift target as a function of the input energy is a new approach. Hence, the proposed equal energy method could be applied as an alternative design to date within framework of performance-based design.
Kajian Penerapan Pedoman Keselamatan Kerja pada Pekerjaan Galian Konstruksi Reini D Wirahadikusumah; Febby Ferial
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.2.1

Abstract

Abstrak. Pelaksanaan proyek konstruksi meliputi beragam pekerjaan yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan.Disamping jatuh dari ketinggian, pekerjaan galian juga berisiko tinggi karena berhubungan dengan karakteristik tanah galian. Kecelakaan kerja pada pekerjaan galian cenderung menyebabkan kematian, umumnya akibat tertimbun tanah, tersengat aliran listrik bawah tanah, terhirup gas beracun, dan lain-lain. Pemerintah telah mengeluarkan pedoman keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk pekerjaan konstruksi, yang walaupun sudah perlu diperbaharui, namun sudah mencakup berbagai aspek yang perlu diterapkan di lapangan. Tingkat kecelakaan kerja yang masih tinggi ditengarai sebagai akibat dari tingkat kepatuhan terhadap pedoman K3 yang masih rendah. Dua puluh lokasi proyek konstruksi di wilayah Bandung dan sekitarnya dikunjungi untuk mendapat gambaran sejauh mana tingkat kepatuhan terhadap pedoman K3 tersebut, khususnya pada pekerjaan galian konstruksi. Hal-hal yang diamati meliputi antara lain: penggunaan perkuatan dinding galian, pagar pengaman, akses keluar masuk galian, dan sebagainya. Pengamatan mencakup ketersediaan alat-alat tersebut di lapangan serta sejauh mana penggunaannya sesuai dengan pedoman. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan masih sangat rendah, terutama pada proyek-proyek kecil. Kajian terhadap pedoman juga dilakukan untuk mengetahui berbagai masalah dalam kesulitan penerapannya di lapangan. Abstract. Construction is one of the most hazardous industries. The major causes of accidents include fall from elevation and excavation-related. Excavation is high risk because of its involvement with variable soil characteristics. The types of fatal accidents related to excavation include cave-ins, contact with underground buried power lines, etc. The governments have long issued a construction safety standard, however it needs periodic revision. The low level of compliance to the standard is believed to be one of the causes of the high rate of construction accidents. In this study, twenty sites have been observed as a sampling to recognize the general level of compliance on project sites, with the focus on excavation. In this small-scaled study conducted in Bandung and vicinity, the implementations of the articles in the standard related to excavation have been investigated. These involve the use of shoring/sloping, guard railing, equipments for access and egress, etc. This investigation showed that the implementation of the construction safety standard was far from satisfactory, particularly in small projects. The current standard has also been analyzed to indicate its shortcomings for practical application on constructionsites.
Kajian Penerapan Outsourcing pada Perusahaan Kontraktor dan Konsultan Biemo W Soemardi; Teguh L Santoso
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.2.2

Abstract

Abstrak. Outsourcing merupakan salah satu bentuk strategi yang umum diterapkan oleh perusahan-perusahaan konstruksi guna meminimalkan pengeluaran-pengeluaran yang tidak efektif bagi pembiayaan tenaga kerja yang jumlahnya berfluktuasi sesuai dengan jumlah proyek yang diperoleh dan dikerjakan perusahaan. Makalah ini membahas upaya untuk mengetahui kemungkinan adanya pola khusus outsourcing yang diterapkan oleh perusahaan kontraktor dan konsultan Informasi mengenai adanya berbagai pola outsourcing diperoleh melalui survei dua tahap yang melibatkan perusahaan yang melakukan outsourcing serta tenaga yang direkrut melalui mekanisme outsourcing tersebut. Meski terdapat beberapa persamaan, pada dasarnya outsourcing yang dilakukan oleh perusahaan kontraktor berbeda dengan apa yang dilakukan oleh perusahaan konsultan. Jika perusahaan-perusahaan kontraktor cenderung menekankan aspek kuantitas, dalam menerapkan outsourcing perusahaan konsultan cenderung untuk lebih menekankan pada aspek kualitas. Perbedaan tersebut tampak antara lain pada latar belakang, paradigma dan mekanisme penetapan besaran bonus yang berbeda dalam menerapkan outsourcing.Abstract. Outsourcing is a strategy commonly applied by construction companies to minimize ineffective labor expenses due to the fluctuation of number of projects obtained and executed by the construction companies. This paper discusses an attempt to determine whether there is an effective outsourcing pattern specifically implemented by construction contractors and consultants. Information on different outsourcing schemes are acquired through two-steps survey involving respondents from contractor and consultant companies, as well as the outsource. Despite their general similarities, in principle contractors and consultant companies are employing different outsourcing patterns. Contractors tend to focus on quantitative aspects whilst consultants are more interested in qualitative aspects of the outsource. These differences are reflected, among others in the background, paradigm as well bonus payment mechanism in applying outsourcing.
Pengaruh Pemodelan Zona Terkekang Terhadap Prediksi Hubungan Momen-Kurvatur Kolom Persegi Beton Mutu Tinggi Iswandi Imran; Remigildus Cornelis
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.2.3

Abstract

Abstrak. Paper ini mengkaji salah satu aspek yang berkaitan dengan pemodelan daerah terkekang pada kolom persegi beton mutu tinggi yang diberi beban aksial tekan eksentrik. Cakupan daerah terkekang pada penampang kolom adalah parameter yang dikaji untuk melihat pengaruhnya terhadap prediksi analitis kekuatan dan daktilitas kolom. Beberapa pemodelan daerah terkekang yang sering digunakan dalam berbagai literature dievaluasi untuk mengetahui karakteristik dan sensitivitasnya. Selanjutnya dalam paper ini dikembangkan program komputer MOKUR2D untuk menganalisis hubungan momen-kurvatur kolom persegi beton mutu tinggi. Dalam program, cakupan daerah terkekang pada penampang kolom dapat dimodelkan dengan tiga pendekatan, yaitu pendekatan model konvensional yang menggunakan koefisien kekangan efektif, model dengan daerah arching action yang tak terkekang dan model penampang dengan tiga variasi derajat kekangan yang berbeda. Studi perbandingan dengan menggunakan program tersebut kemudian dilakukan terhadap 4 buah kolom yang diuji oleh Sheikh dan Bayrak [1998]. Semua kolom tersebut berdimensi 305 x 305 mm, dengan delapan tulangan longitudinal berdiameter 19.5 mm yang terdistribusi merata pada penampang. Tegangan leleh tulangan baja yang digunakan adalah 454 MPa. Dua tipe konfigurasi sengkang yang dikaji masing-masing adalah sengkang diamond dan konvensional dengan volumetric ratio berkisar antara 1.68 hingga 5.24 persen. Spasi tulangan sengkang yang terpasang berkisar antara 90 mm hingga 108 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemodelan daerah terkekang dengan model konvensional masih cukup akurat walaupun sedikit overestimate terhadap hasil eksperimen sedangkan model dengan tiga variasi derajat kekangan terlihat memiliki akurasi respon teoritis momen kurvatur yang lebih baik dan sangat mendekati hasil eksperimen jika kekangan pada daerah arching action ditetapkan sebesar 50% dari kekangan pada inti kolom.Abstract. This paper studies one aspect of confinement modeling of high strength concrete square columns subjected to axially eccentric compression. Confined zone models were studied to evaluate their effect on the analytical prediction of strength and ductility of high strength concrete square columns. Several models of confined zones found in literatures were discussed to observe their characteristics and sensitivity. Based on the findings, a computer program MOKUR2D was developed. In the program, confined zone in reinforced concrete columns can be modeled with three different approaches, i.e. conventional models (using a coefficient of effective confinement), models with unconfined arching zone, or models with three zones of confinement. A comparative study using the program was later carried out on 4 high-strength concrete square columns tested by Sheikh and Bayrak [1998]. The cross-section size of all columns was 305 x 305 mm. All columns were reinforced with 8 bars of 19.5 mm diameter, uniformly distributed around the core perimeter. Yield strength of the rebars was 454 MPa. Two types of ties configuration ties were used with volumetric ratio varying from 1.68 percent to 5.12 percent. The spacing of the ties was from 90 mm to 108 mm. From the study, it was found that the conventional model is able to produce a fairly good estimate of test results. The best estimate of test results is given by the model with three zones of confinement in which the arching zoneis assigned with 50% of full confinement.
Safety Factor of Timber Bolted-Connection Designed with SNI-5 (2002) Ali Awaludin
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.2.4

Abstract

Abstract. This paper study the safety factor of timber connection designed with PKKI NI-5 (2002). Johansen yield model is used to evaluate the nominal design value of single bolted connection. Double-shear bolted connection, with the side members and the main member from wood, is chosen for this study. A comparison study of safety factor between SNI-5 (2002) and NDS for timber construction of U.S (1997) is also conducted. Finally, the safety factor is analyzed for both directions parallel and perpendicular to wood grain of four possible yield modes. From the study, both SNI-5 (2002) and NDS (1997) use higher safety factor for bolted connection sustaining load perpendicular to grain than that sustaining load parallel to grain. Smaller safety factor is used in bothcodes when the plastic hinge of bolt is created such as the yield modes IIIs and IV. However, in this case, the safety factor of NDS is significantly much higher than that of SNI-5 (2002).Abstrak. Analisis angka aman sambungan baut yang dirancang dengan SNI-5 (2002) dibahas pada tulisan ini. Tahanan lateral sambungan baut dianalisis berdasarkan teori model kelelehan yang diusulkan oleh Johansen (1949). Sambungan baut dua irisan dipilih sebagai contoh kasus. Analisis angka aman sambungan yang dirancang dengan SNI-5 (2002) juga dibandingkan dengan angka aman pada peraturan NDS (1997). Selain itu, analisis angka aman juga diteliti untuk sudut gaya sejajar dan tegak lurus serat, serta berdasarkan pada moda kelelehan sambungan. Berdasarkan hasil analisis, baik SNI-5 (2002) dan NDS (1997) menggunakan angka aman yang lebih besar pada sambungan dengan arah gaya tegak lurus terhadap serat kayu dari pada angka aman pada sambungan dengan arah gaya sejajar serat kayu. Angka aman yang lebih kecil digunakan pada kedua peraturan di atas apabila bentuk kelelehan sambungan disebabkan oleh terbentuknya sendi plastis pada baut (moda kelelehan IIIs dan IV). Walaupun demikian, secara umum angka aman yang digunakan oleh SNI-5 (2002) jauh lebih kecil dari pada angka aman yang dipergunakan oleh NDS (1997).
Penerapan “Sel Mangrove” dalam Pemodelan 3D Hidrodinamika Laut NBOF (Non-Orthogonal Boundary Fitted) dengan Studi Kasus Estuari Ajkwa Muslim Muin
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.2.5

Abstract

Abstrak. Makalah ini memaparkan hasil integrasi Model 3D Hidrodinamika Laut Teknik Non-Orthogonal Boundary Fitted dengan Mangrove. Hasil pengukuran arus pada beberapa lokasi di Estuari Ajkwa menunjukkan, bahwa penggunaan Non-Orthogonal Boundary Fitted Grid sangat cocok untuk perairan dengan geometri yang sangat rumit, dan juga memperlihatkan bahwa Daerah Basah/Kering (Wet/Dry Area), yang dikenal sebagai Sel Mangrove, harus dimasukkan dalam Daerah Komputasi (Computational Domain). Tanpa memasukkan mangrove, hasil simulasi hanya 30% dari arus yang diukur di lapangan.Abstract. The paper presents the results of integration of 3D Ocean Hydrodynamics Non-Orthogonal Boundary Fitted with Mangrove. The observed current in several locations in Ajkwa Estuary show that the Non-Orthogonal Boundary Fitted Grid is an excellent technique for geometrically complex water system, and also indicates that the Wet/Dry Area or Mangrove Cell must be included in the computational domain. The model results show that the maximum predicted current will not exceed 30% of the maximum of observed current if the mangrove cell is ignored.
Analisis Aplikasi Algoritma Genetika dalam Proses Desain Struktur Perkerasan Djunaedi Kosasih
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.2.6

Abstract

Abstrak. Algoritma genetika pada prinsipnya bermanfaat untuk persoalan yang sulit dipecahkan dengan menggunakan pendekatan deterministik. Meskipun demikian, makalah ini dimaksudkan hanya untuk mengexplorasi aplikasi algoritma genetika yang menggunakan pendekatan stochastic sebagai metoda alternatif dalam mencari nilai ITP (Index Tebal Perkerasan) dari model empiris yang memerlukan proses konvergensi sederhana. Kemudian, nilai ITP tersebut dibandingkan dengan yang diperoleh melalui teknik interpolasi linier yang sederhana dalam pencarian nilai konvergen. Dua proses kodifikasi solusi (i.e. nilai ITP) yang diperlukan pada algoritma genetika apakah sebagai bilangan biner (kode konvensional) atau bilangan riil (kode non-konvensional) dianalisis secara khusus, mengingat kode bilangan riil seringkali diperlukan untuk aplikasi algoritma genetika dalam bidang rekayasa transportasi. Empat parameter utama dari algoritma genetika, yaitu jumlah populasi, probabilitas pertukaran gen, probabilitas perubahan gen dan fungsi seleksi, yang dianggap paling sesuai untuk pencarian nilai ITP diusulkan dalam makalah ini.Abstract. Genetic algorithm basically is a useful tool for problems that are difficult to solve by using deterministic approaches. Despite of this, this paper is intended only to explore genetic algorithm which is based on the principle of stochastic approaches as an alternative method to calculate the structural number of a pavement from an empirical model requiring simple convergency processes. The resulting pavement structural number was then compared with that obtained from a simple linear interpolation technique in seeking for a convergence. Two codification processes of solution (i.e. structural number) performed in genetic algorithm by using binary number (conventional code) or real number (non-conventional code) were specifically studied, since the real number code is frequently used for the application of genetic algorithm in the field of transportation engineering. Four main parameters needed for genetic algorithm, i.e. population size, probability of crossover, probability of mutation and selection function, that were found to be the most appropriate for searching pavement structural number are proposed in this paper.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue