cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 974 Documents
Simulasi Aliran di Perairan Dangkal dengan Menggunakan Metoda Volume Hingga pada Sistem Grid tak Beraturan Dantje Kardana Natakusumah; Choly Nuradil
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 2 (2004)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2004.11.2.1

Abstract

Abstrak. Pada paper ini dikembangkan model numerik menggunakan skema numerik ekspisit dengan metoda volume hingga bertipe sell terpusat pada sistem grid tidak beraturan. Skema metoda volume hingga yang digunakan, pertama sekali diperkenalkan oleh Jameson [1] untuk menyelesaikan persamaan-persamaan Euler. Jameson menggunakan metoda tersebut untuk penyelesaian aliran viskos dan non viskos, aliran laminar viskos serta aliran turbulen pada berbagai bentuk sayap pesawat. Dalam paper ini skema tersebut dimodifikasi untuk menyelesaikan persamaan perairan dangkal (Shallow-water Equations). Model numerik ini digunakan pada aliran-aliran tunak dan tidak tunak dengan aliran subkritis dan superkritis serta simulasi loncatan hidrolik. Model numerik ini diselesaikan secara eksplisit, dimana diskritisasi ruang diselesaikan dengan metoda volume hingga bertipe sel terpusat (cell-center finite volume method) dan diskritisasi waktu digunakan metoda Runge-Kutta bertingkat banyak (multi-stage Runge-Kutta method). Untuk mengatasi osilasi numerik yang timbul digunakan disipasi numerik buatan yang diperkenalkan oleh Jameson [1]. Untuk beberapa uji kasus, hasil simualsi di bandingkan dengan perhitungan analitik serta dibandingkan dengan hasil dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Dari analisa hasil simulasi, didapatkan bahwa dari perbandingan antara hasil eksperimen dan numerik memperlihatkan bahwa sulusi numerik adalah akurat dam dapat diandalkan.Abstract. In this paper, it has been developed a numerical model using a general explicit numerical scheme base on the Finite Volume Method with cell-centre type on unstructured grid system. The Finite Volume scheme to be presented is developed on the basis of the finite volume scheme proposed by Jameson [1] for the solution of Euler equations. The proposed method is applied to solve some two-dimensional inviscid, laminar viscous and turbulent flows around various airfoils. In this paper, the scheme it has been modified to solve some two-dimensional depth average free-surface flows (Shallow-water Equations). This numerical model has been applied to depth averaged steady and unsteday flows for subcritical and supercritical free-surface flow and hydraulic jump simulations. This numerical model is solved by explicit way, where spatial discretisation is solved by cell-center finite volume metod and time discretisation is solved by multi-stage Runge-Kutta method. To make the computation stabel and cure from numerical oscilation an artificail disipation is introduced to the scheme. For some test cases, the calculated results are compared with experimental data that has been investigated. From simulation results analysis, the comparisons with measurements as well as with numerical solution show that the numerical method is comparatively accurate, fast, and reliable.
Perbandingan Pemodelan Hujan-Limpasan antara Artificial Neural Network (ANN) dan NRECA Wanny K Adidarma; Iwan Kridasantausa Hadihardaja; Sri Legowo
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 3 (2004)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2004.11.3.1

Abstract

Abstrak. Analisa ketersediaan air memerlukan data debit yang relatif cukup panjang dan kontinyu. Jika data debit yang tersedia tidak cukup panjang dan kontinyu maka diperlukan model hubungan hujan-limpasan. Salah satu model yang tersedia, dimana parameter-parameter yang membentuk suatu persamaan yang memiliki arti fisik yang mengilustrasikan air permukaan dan air tanah pada suatu sungai dikenal dengan NRECA (Non Recorded Catchment Area). Pemodelan yang lain, diantaranya adalah Artificial Neural Network (ANN) yang merupakan elemen-elemen yang saling berhubungan dengan simpul-simpul dan dianalogikan sebagai neuron. Neural network memiliki lapisan input dan output yang saling berhubungan dan akan memiliki pola arsitektur berbeda-beda tergantung dari kendala dalam suatu permasalahan. Data hujan bulanan merupakan input sedangkan data debit bulanan merupakan variabel output. Perbedaan hasil simulasi debit bulanan yang dihasilkan dengan model ANN atau Nreca dan hasil debit pengamgatan akan ditentukan berdasarkan error mutlak rata-rata yang disebut KAR (Kesalahan Absolut Rata-rata). Studi kasus yang digunakan adalah data hujan bulanan dan debit di Cikapundung-Gandok selama kurun waktu 30 tahun.Untuk NRECA, semakin besar error yang diperoleh KAR, semakin besar deviasi debit yang terjadi. Dalam studi ini dapat disimpulkan bahwa secara umum NRECA memberikan hasil yang lebih baik kecuali untuk kondisi low flow.Abstract. The analysis of water availability needs continuous and long discharge data. If the data is not long and continuous thus the rainfall-runoff model is needed. One of the available models, where parameters forming equation which have physical meaning illustrate ground water and surface runoff in the river, is NRECA (Non Recorded Catchments Area). Another model, an artificial neural network (ANN) is a computing system made up of a highly interconnected set of simple information processing elements, analogous to a neuron, called units. A neural network has an input layer, a hidden layer and an output layer. Each layer is made up of several nodes, and layers are interconnected by sets of correlation weights. The pattern of connectivity and the number of processing units in each layer may vary within some constraints. The input used is monthly rainfall whereas the output is monthly discharge. The difference between simulated discharge produced by ANN or NRECA and observed discharge is determined by mean absolute error, namely KAR (Kesalahan Absolut Rata-rata). For case study, 30 year monthly rainfall and discharge at Cikapundung-Gandok are used. For NRECA, the more error on KAR, the more deviation of discharge will be, particularly which is under average for dependable discharge as well as mean annual minimum discharge. It is concluded that in general NRECA is better but especially for low flow ANN model is leading.
Transmisi Gelombang pada Breakwater Tenggelam Ketut Kinog; Hang Tuah; Andojo Wurjanto; Krisnaldi Idris
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 3 (2004)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2004.11.3.3

Abstract

Abstrak. Kerusakan pantai dalam bentuk abrasi pantai, telah merupakan masalah bagi banyak negara. Untuk pemecahannya, para ahli telah mengembangkan banyak jenis bangunan seperti revetment, groin dan detached breakwater. Walaupun jenis bangunan tersebut sebagian telah dapat mencegah abrasi, tapi umumnya dianggap tidak ramah lingkungan, khususnya ditinjau dari sudut pandang kepariwisataan. Makalah ini mencoba mencari bentuk bangunan pengaman pantai yang ramah lingkungan, dengan mengambil sifat terumbu karang, yaitu berupa breakwater tenggelam. Bahasan difokuskan pada kemampuan breakwater tenggelam meredam gelombang datang, dengan pendekatan berupa hubungan parameter kecuraman gelombang Hi/gT2 versus koefisien transmisi Ct = Ht /Hi , untuk parameter b/L dan d/h tertentu.Hasilnya berupa grafik transmisi gelombang, yang menunjukkan bahwa Ct menjadi semakin kecil bila b/L atau d/h semakin besar.Abstract. Beach damages in the form of beach erosion, has been made problems in many countries. For solving the problem, the experts have been developed many kinds of structure, as revetment, grion and detached breakwater. Although a part of the structure succeed to restrain the beach erosion, but generally it is not friendly environmental, especially from the tourism view. This paper try to develop friendly environmental beach protection, by taking the coral characteristic, in the form of submerged breakwater. The analysis is focused in the capability of the submerged breakwater in reducing the incident waves, which be approahed by the relation of wave steepness Hi/gT2 versus transmission coefficient Ct = Ht /Hi , for certain b/L and d/h. The result is wave transmission figures, which show that the bigger value of b/L or d/h the smaller value of Ct.
Analisis Ketersediaan Air dan Sistem Operasi dengan Metode Dinamik Deterministik (Studi Kasus Waduk Sukawana – Sungai Cimahi) Azmeri Azmeri; Sri Legowo; Iwan Kridasantausa
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 3 (2004)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2004.11.3.4

Abstract

Abstrak. Metode simulasi dan optimasi merupakan dua metode yang sering digunakan dalam pengelolaan sumberdaya air. Dalam penulisan makalah ini metode tersebut digunakan untuk memperoleh suatu metode pemanfaatan sumberdaya air dari Waduk Sukawana pada Sungai Cimahi - Jawa Barat. Metode simulasi yang digunakan adalah untuk mencoba berbagai pemanfaatan kebutuhan air diantaranya air minum, irigasi, industri dan PLTMH mulai dari tahun 2003 sampai 2028. Dari simulasi neraca air untuk 2 (dua) alternatif yaitu untuk Q80 diperoleh volume tampungan waduk untuk tahun 2003 (25,847x106 m3), tahun 2008 (25,665 x106 m3), tahun 2018 (26,277 x106 m3) dan tahun 2028 (41,284 x106 m3). Sedangkan untuk Q50 diperoleh volume tampungan waduk untuk tahun 2003 (17,506 x106 m3), tahun 2008 (17,325 x106 m3), tahun 2018 (17,936x106 m3) dan tahun 2028 (20,784 x106 m3). Dari optimasi operasi waduk dengan program dinamik deterministik menghasilkan pola operasi untuk waduk Sukawana. Pada tahun basah, normal dan kering, storage bulan Januari dan Desember berada pada elevasi maksimum 1475m. Pada bulan Mei sampai September terjadi penurunan elevasi air di waduk. Taraf muka air normal dijadikan pedoman dalam menjalankan operasi waduk. Taraf muka air normal yang ditentukan sebagai permulaan adalah pada bulan Mei, dimana tinggi air waduk diusahakan mencapai elevasi maksimum Untuk mencegah bahaya banjir, muka air waduk antara bulan Oktober sampai dengan bulan April diusahakan di bawah elevasi maksimum.Abstract. Simulation and optimation methods is often used in management of water resources. In this thesis, the method are used to get method exploiting of water resources from accumulating Sukawana reservoir at River of Cimahi - West Java. Method Simulation is used to try various exploiting of amount of water required among others drinking water, irrigation, industrial and PLTMH start from year 2003 until 2028. From balance simulation for two alternativies that is for Q80 obtained by volume accomodate accumulating reservoir for year 2003 ( 25,847x106 m3), year 2008 ( 25,665 x106 m3), year 2018 ( 26,277 x106 m3) and year 2028 (41,284 x106 m3). For Q50 obtained by volume accomodate accumulating basin for year 2003 (17,506x106m3), year 2008 ( 17,325 x106 m3), year 2018 (17,936x106m3) and year 2028 (20,784 x106 m3). From optimation operate for accumulating reservoir with program of dinamic deterministic yield pattern operate for accumulating Sukawana reservoir. Wet in the year, dry and normal, January month moon storage capacity and December at maximum elevation 1475m. In May until September happened degradation of elevasi in accumulating basin. Normal water level which determined as start is in May, where is high of accumulating basin water laboured to reach maximum elevation. To prevent effect of floods, hence water level of accumulating basin during the month October up to April under of highest maximum elevation.
Studi Mekanisme Upheavel Buckling pada Pipa Penyalur Bawah Laut Ricky Lukman Tawekal
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 3 (2004)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2004.11.3.2

Abstract

Abstrak. Lengkungan awal pada pipa penyalur yang terpasang bisa terjadi akibat ketidakrataan permukaan dasar perairan atau adanya rintangan yang menonjol. Kombinasi dari kenaikan temperatur saat operasional dan gaya gesek tanah akan menghasilkan gaya tekan aksial efektif pada pipa. Gaya aksial efektif yang bekerja pada pipa penyalur yang mempunyai lengkungan awal ini akan menimbulkan gaya tekan vertikal pipa terhadap lapisan tanah di atasnya. Jika gaya tekan vertikal ini melebihi gaya tahan yang diakibatkan oleh berat lapisan tanah di atasnya dan berat pipa pada kondisi operasi, maka pipa akan bergerak ke atas. Fenomena ini dikenal sebagai upheaval buckling. Abstract. An initial over-bend of an installed pipeline may occur due to uneven seabed or obstacles. Combination of temperature increase during operation and friction between pipeline and soil will create an axial compressive force on the pipeline. On an over-bend pipeline, the compressive force will induce uplift force to the soil above the pipeline. The pipeline will move upward if the uplift force is greater than uplift resistance due to weight of soil above the pipeline and weight of the pipeline during operational .This phenomenon is known as upheavel buckling.
Proposed New Strong Ground Motion Attenuation Relations for Subduction Zone Earthquakes Dedi Apriadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 4 (2004)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2004.11.4.1

Abstract

Abstrak. Tulisan ini menyajikan usulan fungsi atenuasi terbaru untuk percepatan maksimum gempa di permukaan tanah tipe gempa subduksi interface dan intraslab pada moment magnitude lebih besar sama dengan 5 dan jarak 10 km sampai 500 km di batuan. Fungsi atenuasi telah dikembangkan dengan pendekatan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) menggunakan algoritma propagasi balik. Studi memperlihatkan bahwa fungsi atenuasi berdasarkan JST akurat dan andal untuk memprediksi percepatan maksimum gempa. Studi parameter berbagai faktor input dari fungsi atenuasi juga telah dilakukan dan hasilnya akan disajikan di dalam tulisan ini.Abstract. This paper present proposed new attenuation relations at rock sites for peak ground acceleration for subduction zone interface and intraslab earthquakes of moment magnitude M 5 and greater and for distance of 10 to 500 km. The relations were developed by Artificial Neural Networks (ANN) approach using a back propagation algorithm. Studies show that the ANN-based attenuation relation is reliable and accurate to predict peak ground acceleration (PGA) due to earthquakes. Parameters studies of the various input factors of attenuation relations were also performed in this study and its results will be presented in this paper.
Faktor-faktor Keberhasilan Kritis Pengelolaan Teknologi Informasi pada Kontraktor di Indonesia Hikmawati Hikmawati; Muhamad Abduh
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 4 (2004)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2004.11.4.2

Abstract

Abstrak. Industri konstruksi saat ini menghadapi banyak tantangan ketika memasuki era globalisasi. Salah satu tantangan pada industri konstruksi adalah persaingan yang semakin ketat dan dorongan untuk selalu dapatberadaptasi dengan perubahan Salah satu strategi yang telah lama dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses yang terjadi di dunia konstruksi, misalnya dengan mengadopsi teknologi informasi. Teknologi informasi saat ini menjadi salah satu primadona teknologi yang banyak diadopsi oleh hampir seluruh industri dan dipercayai dapat membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses yang berlangsung serta meningkatkan kualitas produk pada industri-industri tersebut. Demikian pula halnya industri konstruksi meskipun masih lambat dalam mengadopsi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini. Beberapa perusahaan konstruksi, seperti kontraktor yang telah mulai mencoba untuk teknologi informasi (TI) ini, menghadapimasalah dengan tidak mendapatkan hasil yang optimal dari adopsi tersebut. Hal ini diakibatkan oleh lemahnya sistem pengelolaan TI itu sendiri, baik dari segi perencanaan, perancangan, implementasi, evaluasi dan pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan kritis dalam pengelolaan teknologi informasi khususnya pada kontraktor di Indonesia, yang meliputi strategi perencanaan, perancangan, implementasi, evaluasi dan pemeliharaan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode critical succes factormelalui survei berupa penyebaran kuesioner kepada 107 kontraktor yang tergabung dalam Asosiasi Kontraktor Indonesia. Hasil survei menunjukkan bahwa dari 47 faktor keberhasilan yang teridentifikasi terdapat 38 faktorkeberhasilan kritis yang dapat digunakan sebagai salah satu strategi kontraktor dalam mengelola teknologi informasi. Selain itu, faktor-faktor keberhasilan kritis tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai variabel untuk menilai kinerja kontraktor di Indonesia dalam mengelola teknologi informasi di perusahaannya. Abstract. Entering globalization era, contractors face many challenges, as the forces to continually adapt the changes in the very high competitive market increase. One of the strategies that is believed can answer the challenges is to improve the efficiency and effectiveness of the business processes by adopting information technologies (IT). The construction industry, like other industries, has entered the information age by using IT in a variety of ways. Yet many construction firms, that have adopted IT, faced many problems related to how to get the best of IT adoption into their business processes. IT is still used merely as supporting tools and there are many limitations to its current use in construction. It is believed that the problem lay on poor management of IT by contractors. This paper discusses a research that has been conducted to identify the critical  success factors in managing IT by Indonesian contractors. The success factors were developed based on important and necessary stages ofmanaging IT, i.e. planning, implementation, maintenance, and evaluation. The research used a self-administered questionnaire to collect opinions from 107 Indonesian contractors that are members of Indonesian Contractors Association (AKI) on the importance of each suggested factor in contributing to the successful IT management in contractors' environment. By knowing those critical success factors, contactors can focus their efforts in managing IT to the most significant strategy to reap the benefit of IT in supporting their business process. On the other hand, the identified critical success factors can also be used as variables in evaluation of contractors' performance in managing IT. Furthermore, the contractors can use this evaluation system to measure their performance to the others as a mean to improve their competitive advantages.
Frekuensi Getar Alami Balok Kantilever Timoshenko Resmi Bestari; Amrinsyah Nasution
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 4 (2004)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2004.11.4.3

Abstract

Abstrak. Teori gerak dinamis sistem dengan sifat beban terbagi rata pada balok umumnya menggunakan teori Euler-Bernoulli, hal mana anggapan bidang penampang tegak lurus sumbu balok akan tetap tegak lurus setelah terjadi deformasi akibat beban. Didalam memperhitungkan pengaruh deformasi akibat gaya geser, ketetapan ini tidak lagi berlaku, bahwa bidang penampang tidak tegak lurus lagi terhadap sumbu balok setelah terjadi deformasi [Wang, 1995]. Efek deformasi geser ini mempunyai pengaruh yang berarti terhadap frekuensi getar alami struktur, bila ukuran penampang relatif besar dibandingkan dengan panjang struktur/balok, disamping momen inersia akibat percepatan rotasi dari penampang balok juga tak dapat diabaikan. Analisis sistem seperti ini diselesaikan berdasarkan teori dari Timoshenko yang memperhitungkan pengaruh deformasi geser dan inersia rotasi pada balok.Makalah ini membahas penyelesaian eksak frekuensi getar alami balok dengan memperhitungkan pengaruh deformasi geser dan inersia rotasi pada balok. Jumlah ragam getar yang terjadi menjadi tertentu, jika kedua pengaruh tersebut diperhitungkan.Abstract.  Exact solution for dynamic system with distributed mass in elastic state is commonly analyzed by Euler-Bernoulli theory, that is 'plane cross sections perpendicular to the axis of the beam remains plane and perpendicular to the axis after deformation [Wang, 1995]. Due to effect of transverse shear deformation, the plane cross sections remain plane but not necessarily normal to the longitudinal axis after deformation. This effect may have significant influence on the natural frequency of the large and deep beam. Also, the inertial resistance to rotational acceleration of the beam could not be ignored for the large and deep beam. Investigation is made for these two conditions by the use of Timoshenko's beam theory. This paper presents exact solution of natural frequency, of which shear deformation and rotary inertia effects are included in the analysis. Numbers of mode-shapes become definite if which shear deformation and rotary inertia effects are included in the analysis
Studi Kehandalan Struktur Anjungan Lepas Pantai Tipe Brace Monopod Ricky Lukman Tawekal; Aria R Baskara; Ricky Adriadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 4 (2004)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2004.11.4.4

Abstract

Abstrak. Standard API RP2A "“ LRFD dikembangkan berdasarkan kondisi lingkungan di Teluk Meksiko. Karena itu, penggunaan standard tersebut di Indonesia akan menghasilkan desain struktur yang berlebih karena kondisi lingkungan di Indonesia lebih tenang dibandingkan kondisi lingkungan di Teluk Meksiko. Dalam makalah ini, sebuah model struktur anjungan lepas pantai tipe brace monopod digunakan untuk mempelajari angka kehandalannya dan untuk menentukan faktor beban yang sesuai dengan kondisi lingkungan di perairan Sumatera Tenggara. Struktur tersebut didesain berdasarkan standard API RP2A "“ WSD. Hasil studi menunjukkan bahwa struktur memiliki angka kehandalan yang melampaui kebutuhan minimum dan, berdasarkan angka kehandalan yang sama, faktor beban lingkungan yang digunakan  seharusnya lebih kecil dari yang ditentukan dalam API RP2A "“ LRFD.Abstract. API RP2A "“LRFD standard was developed based on Gulf of Mexico environment. Therefore, application of the standard in Indonesia will result in an over designed structure since the environment in Indonesia is less severe compare to the environment in Gulf of Mexico. In this paper, a model of a brace monopod platform is used to study the reliability index of the structure and to determine the environmental load factors based on environmental condition at South East Sumatera Area. The structure was designed based on API RP2A "“ WSD standard. The result shows that the reliability index of the structure is exceeding the minimum requirement and, by using the same reliability index, the environmental loading factors shall be less then those determined in API RP2A "“ LRFD.
Stabilitas Armor pada Breakwater Tenggelam Ketut Kinog; Hang Tuah; Andojo Wurjanto; Krisnaldi Idris
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.1.1

Abstract

Abstrak. Untuk pengamanan pantai, tinggi gelombang dapat direduksi dengan membuat breakwater tenggelam. Untuk penggunaan armor sebagai bangunan pantai, Hudson (1959) telah mengembangkan koefisien stabilitas KD untuk armor batu. Parameter gelombang yang dilibatkan hanya tinggi gelombang H. Penelitian ini juga mempelajari masalah koefisien stabilitas KD, tapi parameter yang dilibatkan adalah parameter gelombang (H dan T) dan parameter breakwater d/h, sedangkan armor yang digunakan ada 3 jenis armor, yaitu A-jack, tetrapod dan kubus. Studi difokuskan untuk menentukan hubungan antara kecuraman gelombang H/gT2 dan koefisien stabilitas KD, untuk harga parameter d/h tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk harga d/h yang sama, maka harga KD(A-jack) lebih besar dari pada KD(tetrapod) dan KD(tetrapod) lebih besar dari pada KD(kubus). Abstract. For beach protection practice, submerged breakwater can reduse the wave height, the wave height can be reduced by constructing submerged breakwater. Hudson (1959) had developed the stability coefficient KD for stone armor, which involve only the wave parameter H for beach protection structure. This research is also studying the stability coefficient KD, but more wave parameters (H,T), and breakwater parameter d/h, and 3 of artificial armor (A-jack, tetrapod and cube). The relation between the wave steepness H/gT2 and the stability coefficient KD for certain parameter d/h is estabilished. The result shows, that for the same value of d/h, KD(A-jack) is greater than KD(tetrapod) and KD(tetrapod) is greater than KD(cube).  

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue